Title : L.I.E (Love Is Enough)
For Me
Rating : T
Genre : Drama,Romance,School Of Life
Warning : Boy X Boy, OOT, OOC
Gaya bahasa disesuaikan Mood Author
Main Pair : DaeJae
Cast : BAP Member
And Other cast will appear
Author : Han Dalgi
Disclaimer THIS FANFICTION IS MINE
Don't Like, Don't Read
R&R
.
.
.
Previous Chapter :
Pengemudi yang berada di dalam mobil itu terkejut melihat rambut Youngjae yang terlepas dan tersangkut di ranting pohon, dengan cepat ia mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan moment itu . Daehyun telah kembali dari tempat parkir dan membawa mobilnya menuju Youngjae, Pengemudi itu pun segera keluar begitu melihat Daehyun telah sampai ditempat Youngjae berada. Daehyun membuka pintu mobil dan berlari ke arah Youngjae, menutupi dirinya dengan payung dan mulai menggiring Youngjae ke dalam mobilnya namun suara langkah kaki membuatnya mendongak.
"Han Sunhwa?"
"Daehyun ada yang harus kau tahu, dia….."
.
Chapter 7 : The Only Way
.
"Daehyun ada yang harus kau tahu, dia tak seperti yang kau pikirkan"
"Kau itu bicara apa?"
"dia itu NAMJA!" ujar Sunhwa sambil menunjuk Youngjae
Daehyun yang hendak membukakan pintu mobil mengernyitkan alisnya, sedangkan Youngjae melebarkan kedua matanya dan meneguk salivanya pelan mendengar ucapan Sunhwa. Daehyun tersenyum sinis dan menatap datar Sunhwa.
"Sudahlah…"
"Yoo Youngjae itu Namja, Daehyun-ah"
"CUKUP SUNHWA!"
Sunhwa kaget mendengar suara bentakan Daehyun
"Dae.."
"Ini bukan pertama kalinya kau seperti ini"
"Aku tidak bohong, aku punya buktinya!"
Sunhwa menyerahkan handphonenya pada Daehyun. Daehyun menerimanya dengan setengah hati dan menekan tombol di handphone itu lalu memandang Sunhwa.
"Passwordnya masih sama, tanggal lahirmu"
…
"Handphone-mu mati, sepertinya Lowbatt" ujar Daehyun menyerahkan ponsel pada Sunhwa
Dengan panik Sunhwa memijit tombol on/off handphone-nya agar menyala tapi nihil, ponselnya tidak menyala sama sekali. Youngjae membelalakkan matanya ketika Sunhwa mengulurkan tangannya ke arah rambut Youngjae mencoba melepas rambut palsu yang tengah digunakannya. Namun Daehyun menepis tangan Sunhwa dan mendorong badan Youngjae ke dalam mobil Kemudian menutup pintunya. Youngjae hanya terpaku didalam mobil melihat Daehyun dan Sunhwa dari balik kaca mobil sambil memasang seatbelt. Sunhwa menahan tangan Daehyun yang hendak masuk ke dalam mobil, Daehyun berbalik memutar bola matanya dengan jengah ke arah Sunhwa dan melepas tangan Sunhwa.
"Pulanglah, kau butuh istirahat"
"Dae, percayalah padaku"
Daehyun memasuki mobilnya, Sunhwa mengetuk-ngetuk kaca jendela pengemudi sambil memanggil-manggil nama Daehyun, mencoba mencegah dan menghentikan kepergian Daehyun. Namun Daehyun memutar stirnya dan membawa mobilnya dengan cepat meninggalkan tempat itu tidak menghiraukan Sunhwa yang terus berlari disampingnya sambil mengetuk kaca dan memanggil namanya. ketika sudah cukup jauh dari tempat tadi dan memastikan Mobilnya tidak diikuti oleh Sunhwa, Daehyun memperlambat laju mobilnya. Disepanjang perjalanan tidak ada percakapan yang mengisi, hanya keheningan yang menyelimuti. Youngjae menggigit-gigit bibirnya dengan gelisah memikirkan bukti yang berada di handphone Sunhwa, ia tidak menyadari mobil Daehyun telah berhenti dan telah sampai di depan rumahnya. Daehyun menoleh ke arah Yongjae yang menatap lurus ke depan, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Youngjae mencoba melepaskan seatbelt yang masih berada di tubuh Youngjae dan mengecup pipi Youngjae. Youngjae melebarkan matanya ketika merasakan benda kenyal dan basah berada di pipinya, ia menoleh dan melihat Daehyun yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Sudah sampai Baby Young" Ucapnya lembut
"Eummm…Daenyon-ah, kalau S-"
Youngjae terlonjak kaget mendengar ketukan dibelakangnya, dan berbalik melihat Himchan sedang mengetuk-ngetuk kaca mobil sambil sesekali menempelkan tangan dan wajahnya ke kaca. Daehyun membuka kunci dan menurunkan kaca mobil disebelah Youngjae,
"Hei, aku bisa mati kedinginan disini"
"Ck, seperti biasa kau selalu mengganggu Kim Himchan"
"Apa yang kalian lakukan di mobil sampai begitu lama, Youngjae cepat keluar"
Youngjae tersenyum ke arah Daehyun dan keluar dari mobil, Himchan dengan sigap memayunginya. Daehyun melambaikan tangannya kepada Youngjae dan Himchan, kemudian menutup kaca mobilnya dan berlalu dari depan rumah Youngjae. Suara rintik hujan yang kian deras terdengar memantul di payung yang menaungi Youngjae dan Himchan. Youngjae memperhatikan mobil Daehyun yang melaju meninggalkan kawasan rumahnya.
'Apa kau akan tetap bersikap lembut padaku kalau tahu kenyataan yang sebenarnya?'
Himchan menarik dan menggiring Youngjae ke dalam rumahnya, ia tidak tahan berdiri lama-lama diluar dan kedinginan serta melihat Youngjae yang memandangi mobil Daehyun yang sudah tidak terlihat. Selain karena memang Himchan menunggu kepulangan Youngjae, ia juga ingin Youngjae menginap di rumahnya karena ia tidak ingin sendirian di rumahnya yang besar.
.
.
Sunhwa masih berdiri mematung di tengah jalan mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena tadi berlari mengikuti mobil Daehyun, ia tidak memperdulikan hujan yang kian lebat yang mengguyur area sekitar ataupun dirinya. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, membeberkan identitas Youngjae pada Daehyun. Sunhwa melangkahkan kakinya dengan gontai menuju mobil, dengan tangan gemetar karena kedinginan ia membuka pintu mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sunhwa telah sampai di depan rumahnya dan langsung tak sadarkan diri begitu ia berhasil membuka pintu rumahnya.
.
.
Youngjae kini berada di kamar Himchan dan ia menceritakan tentang kejadian Sunhwa yang mencoba membeberkan identitasnya serta memiliki dan membawa bukti yang menyatakan Youngjae adalah Namja. Himchan menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan mondar-mandir di kamarnya.
"Ini gawat, masih mending jika ia hanya memperlihatkannya pada Daehyun. Bagaimana jika ia menyebarluaskannya di Internet, kau benar-benar harus mengucapkan selamat tinggal pada fakultas Psikologi Youngjae-ah"
Youngjae hanya menghela nafas mendengar hal itu, walaupun hanya Daehyun yang mengetahui identitasnya itu adalah masalah besar baginya.
"Kita harus merebut Handphone itu kalau kau ingin selamat"
"Iya sih...tapi aku tidak begitu yakin, Daenyon bilang ini bukan pertama kalinya Sunhwa Noona seperti ini"
"Daenyon?Siapa itu Daenyon?"
"Oh, Itu.. panggilan khususku pada Daehyun Hyung" ucap Youngjae sambil menunduk malu
"Heol… Are you fucking kidding me?! Baby Young dan Daenyon?!"
"Hyung…"
"Sepertinya itu bukan hanya gertakan Youngjae-ah, bukankah ia mencoba melepas rambut palsumu?"
"Mungkin ia hanya melihat saja, tidak benar-benar mengambil gambarku kan?Lagipula Handphone-nya mati"
"Tunggu, apa ia kehujanan dan tidak memakai payung?"
Youngjae hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Himchan, mencoba mengaitkan apa hubungannya Sunhwa yang kehujanan dengan bukti yang ada padanya. Youngjae bergidik ngeri ketika Himchan mengeluarkan seringainya.
"Aku….Punya rencana.." sahutnya misterius
.
.
.
oooOOOOooo
.
Hari minggu yang cerah, sebuah Mobil Hyundai Atoz berwarna kuning berhenti di sebuah kawasan perumahan elit. Nampak didalamnya berisi dua orang yang memperhatikan salah satu rumah yang berada di kawasan perumahan tersebut, rumah bernomor 90.
"Hyung, apa benar kita harus melakukan hal ini?"
"Kau mau rahasiamu terbongkar?"
"Apa tidak sebaiknya kita bicarakan baik-baik dengannya agar ia menghapus bukti itu?"
"Itu Opsi kedua, kita gunakan cara yang ini dulu"
"Baiklah, terserah Hyung saja"
"Kau tunggu disini, biar aku yang menangani hal ini"
Himchan keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju rumah bernomor 90. Ia menekan bel pintu, seorang Ajumma membuka pintunya dan mengatakan Sunhwa sedang sakit dan belum sadarkan diri sejak semalam, maka Himchan mengatakan bahwa dia hanya ingin mengambil barangnya yang ada pada Sunhwa sekaligus ingin menjenguknya. Ajumma itu mengantarkan Himchan ke depan pintu kamar Sunhwa. Himchan membuka pintu dan masuk ke kamar kemudian menutup pintunya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Ia mulai mencari keberadaan ponsel sambil sesekali matanya melirik sunhwa, takut-takut terbangun. Terdengar suara kenop pintu di putar dan himchan bergegas duduk di sebelah kasur Sunhwa dan memandang Sunhwa. Ajumma itu masuk dan mengantarkan minuman pada Himchan yang dibalas oleh Himchan dengan senyuman . ia mulai mencari lagi, kali ini di nakas. Perlahan-lahan Sunhwa membuka matanya dan mendapati seseorang berada di kamarnya, ia terbangun dengan badan lemah .
"Himchan-ah, Apa yang kau lakukan disini?"
Himchan menoleh kaget, Sunhwa sadar dan sedang memergoki aksinya tidak masuk dalam rencananya.
"Aku butuh handphone mu" Himchan merutuki dirinya karena berbicara seperti itu
"Untuk apa?"
"A..aku butuh foto saat festival sekolah berlangsung, Appa memintaku untuk arsip Sekolah"
"Oh, ambilah di laci meja belajarku"
Himchan membuka laci meja belajar Sunhwa dan mendapati sebuah kamera DLSR, matanya meredup kecewa.
"Kamera? Kau tak menyimpannya di handphone?"
"Tidak, bukankah dengan kamera itu hasilnya lebih bagus?"
"Memang. Kudengar…kau kemarin bertemu dengan Daehyun di Gangnam?"
"Iya, dan dia tidak menyadari bahwa yang sedang bersamanya adalah Namja"
"Benarkah?Apa kau yakin ia Namja?"
"Tentu saja, aku melihat rambut palsunya tersangkut di ranting pohon"
"Apa kau punya bukti?"
"Ada, di handphone-ku"
"Boleh aku melihatnya?Aku penasaran"
"Aku belum menchargenya, maaf Himchan-ah bisa kau pulang? aku masih butuh istirahat"
"Oh, baiklah. Maaf mengganggumu disaat kau sedang sakit"
Sunhwa hanya membalas dengan deheman,Himchan melangkahkan kakinya ke arah pintu dan sesaat ketika tangannya berada di kenop pintu ia menoleh dan berbalik menghadap Sunhwa.
"Bagaimana jika namja itu memintamu menghapus foto itu tanpa memberitahukannya pada Daehyun?"
Sunhwa membuka matanya ketika mendengar suara Himchan, kepalanya masih terasa berputar karena terkena guyuran hujan semalam dan ia menatap Himchan yang balik menatapnya dengan pandangan serius. Sunhwa memiringkan kepalanya mencoba mencerna kalimat Himchan, tentang 'menghapus foto tanpa memberitahukan pada Daehyun' ia menautkan alisnya 'Dengan kata lain, ia menginginkan aku menghapus bukti itu tanpa mengatakan hal yang sebenarnya pada Daehyun?' tiba-tiba Sunhwa teringat bahwa Youngjae sering terlihat bersama dengan Himchan.
"Ia yang memintamu mengatakan hal ini padaku?"
"Jawab saja pertanyaanku"
Sunhwa yang masih terbaring menatap Himchan dan tersenyum sinis
"Ada hal yang perlu kau tahu, pertama Aku tidak memotretnya, melainkan merekamnya. Kedua, Jika Daehyun tahu hal ini…Aku tak bisa membayang kan bagaimana reaksinya, kau tahu kan..dia itu straight. Dan jika dia ingin bukti itu lenyap…"
"…."
…
.
.
Youngjae berulang kali menatap kediaman Sunhwa, sudah hampir dua jam tapi Himchan belum kembali juga. Ia menangkupkan kedua tangannya dan menunduk, kemudian terdengar suara langkah kaki dan tampaklah Himchan tengah membawa sebuah Kamera. Himchan membuka pintu mobil dan masuk, lalu duduk di kursi pengemudi.
"Hyung bagaimana, apakah berhasil?" Tanya Youngjae sambil mengambil kamera itu dan mengeceknya.
Himchan menolehkan kepalanya ke arah Youngjae, memperhatikan raut wajah Youngjae yang dengan penasaran menekan-nekan tombol yang ada di sebelah layar kamera.
"Youngjae-ah, buktinya tidak ada disitu"
Youngjae mendongak mendengar penuturan Himchan, gerakan jemarinya pada tombol kamera pun terhenti. Ia meletakkan kamera diatas pangkuannya.
"Ah, benar. Buktinya ada di Handphone kan Hyung, kenapa membawa kamera ini?"
Himchan menghela nafas
"Eum, itu tidak penting. Apa kau mau bukti itu hilang?"
"Tentu saja, nasibku dipertaruhkan pada bukti itu Hyung!Tapi apa Hyung sudah memastikannya bukti itu nyata atau tidak? Siapa tahu ia hanya berpura-pura?"
"Aku sudah melihatnya tadi, dan memang bukti itu nyata adanya"
"Lalu? Apa Hyung sudah berbicara padanya? Apa katanya?Apa ia setuju untuk menghapusnya?" Tanya Youngjae bertubi-tubi
"Iya,hanya ada satu cara…akhiri hubunganmu dengan Daehyun"
.
.
.
TBC
Kalo ada yang mau ditanyain ma Han Dalgi tanyain aja… gak usah malu-malu ya :)
Ini ada penjelasan sedikit buat FF ini, disini itu Youngjae nyamar jadi cewek karena Appanya gak setuju kalo Youngjae kuliah jurusan Psikologi, Appanya pengen Youngjae kuliah jurusan bisnis biar nerusin usaha Appanya. Maka dari itu Appa-nya ngasih syarat ke Youngjae kalo pengen Appanya setuju Youngjae kuliah di fakultas Psikologi; Youngjae harus ngabisin masa SMA-nya dengan nyamar jadi cewek tanpa ketahuan siapapun… gitu. Tapi Youngjae malah ketemu Daehyun dan jatuh cinta (alih-alih mengejar cita-cita,malah bertemu dengan cinta). Disisi lain Daehyun seorang Playboy dan Straight menyukai Youngjae tanpa tahu ia adalah , gitu ajah :D
Omake :
Daehyun : Daehyun tuh gak bisa diginiin, Daehyun ituh Straight…Nuna
Han Dalgi : Ya udah, ntar aku pasangin Youngjae sama Jaebum aja Loh *Evil Smirk*
Daehyun : *Nangis Gelundungan di pantai busan, trus ngupload foto
Oke, Maafkan Diriku yang gaje ini ya…. *Nyengir lebar
Han Dalgi gak bales Reviewnya ya, biar kaya ada manis-manisnya gitu :V #Plakkk, digampar Reader-nim ;P
Tapi Reader-nim harus Review ya #Maksa *Sambil bawa Sekop dari MV Angel, Because I'm like an Angel :P (Preeet,abaikan) :3
