I LOVE SEOUL
Summary: Luhan seorang namja manis kelahiran China, yang diminta kedua orang tuanya untuk mencari dan membawa pulang Gege-nya yang nekat kabur ke Seoul, karena sudah terlalu muak dengan perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua mereka. Berbekal sebuah alamat, nama dan segala fasilitas dari Appanya, Luhan berangkat ke Korea. Apa yang terjadi selanjutnya? Let's read ^^ BoysLove/ HunHan/ AllxLuhan/ Crack Pair/ Ending with Official Pair.
Summary kepanjangan -_-
Rate: T (+)
Genre: Romance, Friendship, Humor berkisar 0,0001% (udah diitung pake kalkulator barusan), Brothership and SCHOOL LIFE.
Author: YeoSyeo
Cast: EXO-K (Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Kai dan Sehun), EXO-M (Xiumin, Luhan, Kris, Lay, Chen, dan Tao), etc
WARN!NG: Typos berterbangan, OOC (maybe), Feelnya ga dapet -_-, membosankan, ini ide tiba-tiba nongol di otak Syeo. Jadi, daripada pusing-pusing mikirin sendiri, mending di share. Iya gak? Iya dong! -_-
Maaf kalo cerita Syeo kurang bagus. Mungkin ada yang bisa kasih saran? Syeo dengan senang hati akan menampung saran-saran kalian. Hihihi :D
Annyeong chingudeul. Xoxo (kiss&hug)~ Syeo kembali lagi dengan chapter 6 :D ada yang nungguin gak? Oh ia, Syeo kembali mau ngucapin TERIMA KASIH buat yang udah nge-REVIEW, FOLLOW, FAVORITE, ataupun yang udah BACA FF buatan Syeo ini. Syeo harap setiap kali ada yang baca, tinggalin jejak ne? Hehehe. GBU and langsung aja!
Preview Chapter
"History of Korea" gumam Luhan. Sejenak bibirnya menyunggingkan seulas senyum tulus karena berhasil menemukan buku yang dicarinya. Namun, senyum tersebut berubah menjadi kerutan di dahinya.
SRET SRET
Ia terus menarik buku itu keluar dari tempatnya, tapi buku tersebut seolah tertahan sesuatu.
SRETT
Ia mencoba menarik lebih keras lagi. Nihil. Tetap tidak bisa, sedangkan tangannya yang masih setia menggenggam buku tersebut perhalan-lahan merasakan sebuah tarikan kecil dari arah yang berlawanan darinya. "Bukunya aneh." Komentarnya. Takut akan hal-hal yang berbau mistis, akhirnya dengan sedikit tidak rela ia melepas buku yang sedari tadi ia genggam dengan erat.
SRREETT
GUBRAKK
"Argh! Appo!" terdengar suara rintihan namja dari sisi sebelah. Luhan mengerutkan keningnya. Ia mengitip dari cela-cela buku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya matanya membelalak lebar!
"Aigoo.."
.˙˚˙.
Chapter 7
Happy Reading ^^
"Aigoo.." Luhan yang melihat seorang namja berambut madu sedang duduk di lantai, atau lebih tepatnya jatuh langsung berlari balik ke arah bilik yang ditempati namja itu. Luhan melihat ringisan kecil keluar dari bibir mungil orang tadi. "Hey, gwaencaha?" tanya Luhan khawatir. Ia berjalan mendekat hingga kini berada tepat dihadapan namja yang masih sedang duduk itu.
Namja itu mendongak, Luhan terkejut! Dia mengenal namja dihadapannya. Dia Baekhyun, Byun Baekhyun, si Namja Ceria pecinta eyeliner.
"Ternyata Buku Sejarah Korea itu mengerikan." Gumam Baekhyun. "OH?! Jadi, daritadi kau juga menarik-narik buku itu?" Luhan mengulurkan tangan kanannya pada Baekhyun yang langsung disambut baik olehnya. "Jadi kau juga menariknya? Pantasnya bukunya aneh. Aku pikir..."
"… Ada hal mistis?" tebak Luhan yang dibalas anggukan mantap dari Baekhyun. Sedetik kemudian, mereka tertawa terbahak-bahak, tak menyadari bahwa mereka sedang berada di perpustakaan. "SSTTT!" mendengar desisan dari penghuni disana. Akhirnya mereka berdua mengecilkan volume tertawanya. " Hihihi..Aku tidak menyangka kita bisa berfikiran seperti itu. Parno sekali!" komentar Baekhyun. "Ne! Aku setuju denganmu. Harusnya aku bisa menafsirkan bahwa buku itu ditarik dari seberang, ckck"
"Jadi… Siapa yang akan pinjam dulu?" tanya Baekhyun. "Bagaimana kalau kita pakai bersama disini?" tawar Luhan seraya menggaruk kecil pipinya menggunakan jari telunjuknya. "Oke! Aku setuju!"
"Kris-eu?" teriak Suho dari lantai bawah sebuah ruang tamu Mansion mewah. Punya siapa lagi kalau bukan punya keluarga Kim? "Ye? Ada apa?" Kris turun dari tangga dengan sebuah handuk kecil yang melingkar di lehernya. "Aigoo. Pakailah bajumu! Berantakan sekali sih?" omel Suho. Hey! Suho itu anti dengan kata 'kotor' dan 'berantakan'. "Nanti sajalah. Lanjut! Ada apa memanggilku?" Kris mendudukan dirinya disalah satu sofa disana, disebelah Suho. "Ani. Hanya saja.., ada yang ingin kutanyakan padamu." Kris menaikan salah satu alisnya. "Apa?" tanyanya.
"Luhan itu adik kandungmu atau bukan?" Suho bertanya dengan pandangan menyelidik. Terlihat sekali kalau Kris gugup saat ini juga. Hatinya berdegup kencang. Bagaimana ini? Kenapa Suho bisa menanyakan hal seperti ini? Batinnya resah. "kalau kau tidak mau menjawab sekarang juga tidak apa-apa." Suho beranjak dari duduknya dan mulai melangkah.
"Dia bukan adik kandungku~" ujar Kris lirih. Suho menghentikan langkah kakinya dan tersenyum kecil. "Sudah kuduga." Dia membalikan badannya dan menghadap Kris. "Jadi, bagaimana ceritanya?" Suho kembali duduk pada tempatnya yang tadi. Kris menarik napas panjang. "Katakan padaku kalau ini rahasia." Kris mengulurkan tangannya. "DEAL!" Suho menyambutnya dengan senang hati.
"Orang tua Luhan sudah meninggal sejak ia kecil." Mata Suho membelalak lebar. Apa-apaan ini. Pembukaan yang begitu menusuk! Astaga.. "Orang tuanya dan orang tuaku adalah sahabat baik. Dulu akku tidak mengenalnya. Tapi, suatu hari orang tuaku membawanya ke rumah dan menyuruhku untuk menganggap dia sebagai adik kandungku sendiri…"
"..dan kau tidak bertanya apa-apa?" tanya Suho sarkastik pada Kris. "Memangnya kau tidak penasaran dengannya?" timpalnya lagi. Kris menggeleng pelan, "memangnya peduli apa aku dengannya? Seperti tidak tau sifatku saja~"
"hn? Jadi kenapa kalian bisa sedekat ini sekarang?" –Suho.
"Ituuu―" entah apa yang terjadi, tapi Kris menjadi tersenyum-senyum tidak jelas saat ini. Suho bergidik ngeri melihat Kris yang seperti itu. "Kau tidak boleh tau kalau soal itu. Yasudah, aku kembali ke kamar dulu. Pai~" Suho semakin bingung dibuatnya. 'Sebenarnya ada apa sih?' tanya pada dirinya sendiri sembari mengacak-acak rambut depannya.
.
[Jong In's Apartement}
"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada Luhan saat istirahat tadi?" Sehun yang baru saja dipersilakan masuk oleh Jong In aka Kai langsung menyemburnya dengan pertanyaan mengenai 'L-U-H-A-N'. Kai membuka kulkasnya, kemudian mengambil sebotol air mineral dari sana.
GLUK –Ahh
"Aku hanya ingin mengajaknya berbicara berdua saja dengannya. Ada yang salah?" Ucap Kai sarkastik dengan penekanan pada kata 'berdua'. "Kau benar-benar akan memilih dia untuk cafemu?"
"Kalau iya kenapa?" Kai menatap tajam pada Sehun. Hey! Itukan urusannya dengan Luhan. Buat apa dia bertanya terus? "Kalau dia tidak mau bagaimana?" Oh Sehun. Sepertinya kau telah memancing kemarahan dari seorang pemuda Kim dihadapanmu ini. "Berhentilah mengurusiku Oh Sehun! TAU APA KAU TENTANG AKU ?! KAU ITU CUMA SAHABAT YANG MENUMPANG DI RUMAHKU! KEMANA KAU SAAT ORANG TUAKU SEKARAT DAN MENINGGAL, HUH?" habis sudah kesabaran dari Kim Jong In.
CRASH~
Botol kosong yang ia pegangpun sudah damai dialam tong sampah, sang pemilik melemparnya keras dan tepat tanpa melihat sang objek. Jeongmal daebak! "Kai-ah. Maafkan aku, kau tau kan saat itu aku sungguh sedang ada kelas dance hingga malam. Mianhe Kai~" Gotcha! Itu kelemahan Sehun. Ia selalu saja menjadi rapuh saat Kai mengungkit-ngungkit kesalahan dimasa lalunya. Ya, kesalahan dimasa Junior High Schoolnya, kesalahan dan kejadian itulah yang membuat Kai seperti ini. Ia terlalu terobsesi terhadap hal yang menarik baginya.
Kai memalingkan wajahnya dari Sehun. Bodo amat! Ia melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya. Sehun menghela napas, sungguh sepotong demi sepotong kisah masa lalunya kembali mengitar di otak cerdasnya. Saat orang tua Sehun dengan sangat tega membuang anak sepertinya karena dulu ia memang cacat, ia tidak bisa berbicara. Ia hanya mampu mengucapkan huruf vokal diusianya yang 7 tahun. Ia tidak bisa membaca, menulis,.. ia… cacat. Dengan amat ketidakberperikemanusiaan kedua orang tuanya 'menitipkan'nya pada orang tua Kai.
Mereka mengajari Sehun segala hal, Kai menyayangi Sehun, begitu juga dengan Sehun. Ia lebih menyukai keluarga Kai yang sederhana ketimbang keluarnya yang mewah tanpa kasih sayang. Atau mereka memang tidak punya hati sampai menelantarkan dan membuang Sehun. Salah siapa jika Sehun tidak bisa berbicara, membaca dan menulis? Memangnya siapa yang mengajarinya? Orang tuanya? Tidak. Mereka lebih mementingkan yang namanya 'harta duniawi'. Bertahun-tahun orang tuanya menghilang, seakan ditelan bumi. Semenjak saat itu, ia mengesahkan bahwa Eommanya adalah Ny. Kim, Appanya adalah Tn. Kim, dan Hyungnya adalah Kim Jong In. semua nampak bahagia. Sampai kecelakaan maut datang menyapa Eomma dan Appa angkatnya.
"Kau masih disana?" kepala Kai menyembul dari kamarnya, kedua bola matanya menatap Sehun yang sedang menatap kosong 'sesuatu' yang berada tepat di depannya. "SEHUN-AH!" Teriak Kai.
"EH? NE?" Sehun celingak celinguk saat indera pendengarannya menangkap suara milik Kai. "Haahh~ Sudahlah, kembali ke apartmentmu. Aku tidak bermaksud menyinggungmu―saudaraku." Ujar Kai pelan dan semakin pelan saat ia menyebutkan kata 'saudaraku' barusan. Seketika mood Sehun langsung menanjak drastis. Ia tersenyum tulus pada saudaranya dan menganggukan kepalanya. "Kalau begitu aku pergi dulu ne? Pai~.. Kai Hyung!"
JLEB
Kai mematung di ambang pintu kamarnya. 'Kalau begitu aku pergi dulu ne? Pai~.. Kai Hyung!'. Kai hyung. Kai hyung. Kai hyung.
'Kai hyung. Minuman apa ini namanya? Enak thekali. Kalau hyung mau, hyung boleh mencobanya. Aku dapat dari Guru Kwang. Nih.'
'Kai hyung! Lihat, Thehun thudah bertambah tinggi. Weekkk :P'
'Kai hyung! Hyung terluka? Aigoo.. tunggu thebentar ne. Aku ambil P3K dulu. Thebentar, jangan kabur.'
"Hiks~ Kai hyung. Aku nakal sama eomma ya? Hiks~ aku tidak bermakthud untuk memecahkan piring itu hyung! Hiks~ Thehun nakal.."
'Kai hyung. Thehun menyanyangi hyung.'
'Hikss EOMMAA! APPPAA! JANGAN TINGGALKAN SEHUN DAN KA―hiks―Kai hyung! AAARRGGHH..EOMAAAA APPPPAAAA! hiks~'
'Hyunggg.. Sungguh aku tadi ada kelas sampai malam, dan.. hiks…Dan aku tidak percaya ini terjadi. Sungguh hyung. AKU JUGA KEHILANGAN MEREKA!'
Tanpa sadar cairan bening perlahan-lahan turun menghiasi kedua pipi Kai. Dengan kasar ia menghapus cairan cairan tersebut dan membanting pintu kamarnya, lalu menuju ke tempat tidur.
'
Suasana malam ini begitu sejuk, langit hitam yang ditaburi bintang-bintang tersebut membuat siapapun yang melihatnya akan merasa terbang ke dunia lain. Aktivitas di kota Seoul ini sangatlah padat, bahkan hingga saat ini. Seakan tidak ada malam bagi si kota Seoul.
PUK
"Kyung-ie ya?"
"Eh? Lay-ge? Sedang apa disini?"
"Oh. Hanya membeli beberapa bungkus kripik Lay's(?) dan minuman." Jawab Yi Xing alias Lay sambil mengangkat satu kantong plastik putih.
"Jahat sekali kau, ge! Masa memakan speciesmu sendiri?" pemuda bermata bulat itu menjulurkan lidahnya yang menghasilkan kekehan dari pemuda dihadapannya ini. "Kau sendiri sedang apa Kyung-ie?"
"Menjalankan amanat eomma." Jawab Kyungsoo seadanya, ia menunjukan sebuah kertas dengan panjang 10x15 cm tersebut pada Yi Xing. Dengan seksama, ia meneliti tulisan-tulisan yang tertulis rapi disana. ' +8203 800xx - Ma Price Kim' Yi Xing memutar otaknya.
"Uh? Nomor telepon siapa ini Kyung-ie? Kim? Kim siapa?" Alisnya mengkerut, ia sedang berpikir segala kemungkinan tentang 'Kim'. Kyungsoo dengan gerakan kliat langsung menarik kembali kertas yang ia tunjukan. Ia membaca isi dari kertas tersebut dan matanya mebelalak lebar! "OMOOOOO! AKU SALAH MENGAMBIL KERTASSSS! KYYYAAA…" Yi Xing dengan sigap menyumbat kedua lubang telinganya. 'Huft~ hampir saja telingaku rusak -_-'
"Memangnya yang kau sebut 'Ma Prince Kim' itu siapa?" tanya Yi Xing dengan mode 'KEPO' pada Kyungsoo yang telah selesai berteriak histeris. "Ituu..Aduh, aku.." Kyungsoo terlihat gelalapan menjawab pertanyaan dari Yi Xing. "Aku aku kenapa?" Yi Xing terlihat tidak sabaran. "Ani, aku pulang dulu ne? Paii~ sampai jumpa besok Lay-ge." Kyungsoo tiba-tiba berlari menjauhi Yi Xing yang masih dalam keadaan kepo akut.
"Aissh jinjjayooo.. Bikin penasaran saja~" monolognya, dan melangkah pulang.
"Lho? Itu bukannya Baekhyun dengan Chanyeol?" karena memang dasarnya Yi Xing itu orang yang sangat 'kepo', maka ia memutuskan untuk menguntit dua orang yang ia tebak-tebak sebagai Baekhyun dan Chanyeol. Kaki-kakinya membawanya pada sebuah pohon besar di taman dekat sekolah. Ah! Dia kehilangan jejak mereka. Matanya menulusuri setiap sudut taman tersebut. Tidak! Dia tidak menemukan siapa-siapa lagi selain dirinya dan dua ahjussi mabuk. Eh ~?!
"KA- KABBBUUUUUUURRRRRRRRRRRRRR~~"
'
"Masih ada Yi Xing-ge disana?" tanya sosok mungil bereyeliner pada namja tinggi di hadapannya. Ia merasa sesak jika terus menerus dijepit antara batang pohon dan dada manusia di depannya. "Tidak, baru saja dia pergi." Suara bass menyahuti pertanyaan dari sosok mungil tadi, Baekhyun.
Baekhyun mendorong-dorong kecil dada bidang yang tepat di wajahnya sekarang. "Aigoo. Kau kenapa sih, Baekki?" Chanyeol menundukan kepalanya agar ia dapat melihat wajah dari Baekhyun. "Aniyo, kau―menyingkirlah. Aku sesak, kau tau?" Baekhyun terus saja mendorong dada Chanyeol.
"Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku!" pintah Chanyeol, ia mengelus pipi Baekhyun dengan lembut dan penuh perasaan. "Ak―aku.. Tidak tau ah! Aku mau pulang!" kali ini Baekhyun mendorong kasar dada Chanyeol dan membuat pemiliknya sedikit mundur kebelakang. Namun, dengan kecepatan kilat, ia meletakan tangan kanannya di samping kiri kepala Baekhyun. Dan tangan kirinya diletakan di samping kanan pinggang Baekhyun, mengunci penuh tubuhnya.
"Byun Baekhyun! Cukup katakan 'IYA' atau 'TIDAK' apa susahnya sih?" Chanyeol menunduk, mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun. Kedua iris matanya menatap penuh pada bibir Baekhyun yang terbuka dan sedikit mengkilat karena efek dari cahaya sang rembulan. "Su―sudah kubilang, aku.. Aku masih bingung." Baekhyun terus memundurkan kepalanya saat ia merasakan napas Chanyeol yang semakin lama semakin terasa hangat di wajahnya.
"IYA atau TIDAK!" Baekhyun tersentak dengan bentakan Chanyeol. Tidak adakah waktu untuk kembali berfikir?
"Chan―eumhh" Baekhyun merasakan tubuhnya melemas seketika saat sebuah bibir menempel tepat di bibirnya. Rasanya begitu lembut, kenyal, dan.. basah?
Tidak cukup dengan menempel saja, Chanyeol mulai mengemut bibir bagian bawah Baekhyun. Menghisapnya dan mengigitnya sehingga Baekhyun sedikit memekik dan membukakan pintu untuk lidah nakal Chanyeol. Tangan kiri Chanyeol memeluk pinggang ramping Baekhyun, ia tau bahwa tubuh lawan ciumannya ini telah amat lemas.
Tangan kanannya bergerak ke arah belakang tengkuk Baekhyun, menekannya dan memperdalam ciuman mereka dan membuatnya seperti tidak ada jarak yang memisahkan tubuh mereka. Lidah Chanyeol bertemu dengan lidah Baekhyun, ia mendorong-dorongnya seakan mengajak untuk bertarung. Lidah Chanyeol melilit lidah Baekhyun dan membuat saliva entah milik siapa, mengalir pelan dari sudut bibir Baekhyun.
"Eunghh~ Yeolhhhmmh" Baekhyun melenguh pelan, setelahnya ia kembali mendorong dada Chanyeol dan memekik tertahan karena kesulitan bernapas. Sadar akan kadar oksigen yang menipis, dengan berat hati Chanyeol melepaskan ciuman mereka. Chanyeol menjauhkan wajahnya untuk sekedar melihat wajah namja yang ia sukai itu. Tidak pernah berubah, tetap saja cantik. Dan bertambah cantik saat ada dua semburat merah muda yang menghiasi pipi namja itu. Tidak! Ini bukanlah ciuman pertama mereka. Mereka bahkan pernah melakukannya beberapa kali. Tapi tidak ada tali yang mengikat mereka selain tali persahabatan. Wajarkah jika sesama sahabat saling berciuman seperti tadi?
Kedua manik mata Chanyeol kembali menatap bibir Baekhyun yang memerah, semakin menggoda saja pikirnya. Ia memajukan wajahnya kembali dan mengeluarkan lidahnya. Baekhyun merasakan sesuatu yang hangat kembali menyapu permukaan bibirnya. Sebuah benda lunak tak bertulang, lidah Chanyeol. Dan selanjutnya adalah bagian yang disukainya. Sebuah pelukan hangat untuknya, dan sebuah kata 'saranghae' untuknya. Baekhyun tidak menolak semua yang dilakukan Chanyeol padanya, justru ia menyukainya! Tapi.. Soal perasaannya, ia tidak mau terburu-buru.
"Aku antar kau pulang."
Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak sepuluh menit lalu. Tetapi, masih terlihat seorang namja manis bertubuh ramping sedang mengacak-acak isi tas dengan gantungan rusa biru yang setia bergelantungan di resleting tasnya.
BRAKK
Isi dari tasnya tergeletak sempurna diatas meja. Luhan menggaruk acak rambutnya. 'AISH! KUNCI APARTEMENTKU HILANGG!' rutuknya dalam hati. Kedua tangannya masih setia mengobrak-abrik barang-barangnya. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata tengah memperhatinkannya sejak sepuluh menit lalu.
"Kau mencari ini?" tanya seorang namja bermilky-skin yang tiba-tiba datang dan menyodorkan sebuah kunci. Mata Luhan bersinar-sinar saat melihat benda yang berada pada gengaman Sehun. "Ah! Kenapa bisa ada padamu?" tanyanya seraya ingin menggapai kunci itu.
SRET
"Tck! Siapa yang menyuruhmu menaruh kunci itu di atas wastafel?" Sehun menarik kembali tangannya yang berisi kunci apartement Luhan. "Eh? Wastafel?" Luhan mengerutkan keningnya dan mempout-outkan bibircherry nya, sel-sel otaknya bekerja sempurna untuk mengingat-ingat kejadian yang berhubungan dengan 'wastafel'. "Ah! Iya." Luhan tersentak sendiri saat ia mengingat kejadian dimana ia sedang menerima telepon dari Kris. Ia mengeluarkan handphonenya, dan tanpa sengaja kunci yang berada di kantong celananya terjatuh. Ia mengambil kunci itu dan menaruhnya sementara di atas wastafel. Entah karena terlalu asyik atau apa, tapi ia benar-benar melupakan sang kunci dan berjalan keluar dari toilet dengan santai.
"Darimana kau tahu kalau itu punyaku?" Tanyanya sambil memasukan kembali buku-buku serta barang lainnya yang berserakan di atas meja. Toh, kuncinya sudah ketemu 'kan?
"Menurutmu, siapa yang memiliki nama 'Xiao Lu' dan gantungan bambi selain kau?" Sehun memutar-mutarkan kunci apartement Luhan dengan jari telunjuknya. "Hehehe.." Luhan nyengir ga jelas. "Kalau begitu, kembalikan padaku." Lanjutnya dengan menadahkan kedua telapak tangannya pada Sehun.
"Ada syaratnya." Sehun bersmirk.
"Cih pelit sekali kau!" Luhan melipat kedua tangannya di depan dada dan masih mengerucutkan bibirnya. Astaga! Bisa-bisa Sehun menerkam(?)mu, nak. "Yasudah kalau tidak mau." Sehun mulai berjalan keluar dari kelas dan masih memutar-mutar kunci Luhan sambil bersiul-siul.
Beberapa langkah lagi ia sampai di pintu, tetapi teriakan Luhan menghentikannya. Senyumnya semakin lebar saat Luhan bertanya "Baiklah, apa syaratnya? Awas kalau syaratnya yang aneh-aneh!"
Sehun berbalik. "Cukup temani aku besok." Senyum mengembang dikedua sudut bibirnya. Ia melemparkan kunci apartement Luhan pada pemiliknya. HAP! "Ku tunggu di halaman belakang setelah pulang sekolah." Ucapnya sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kelas 1-B.
"Kok lebih mirip kencan, ya?" monolog Luhan pada dirinya sendiri. Kedua pipinya merona saat kata-kata 'kencan' menghantui benaknya. "Astaga. Hentikan pemikiran itu Xi Luhan!" Luhan menepuk pelan kedua pipinya yang masih dihiasi semburat pink yang menggemaskan.
Sementara sepasang mata yang sedari tadi melihat SEMUA adegan tersebut menggeram marah. 'Cih! Aku keduluan!" umpatnya. Ia meremas kedua jemarinya sendiri hingga kuku-kukunya berubah menjadi warna putih. 'Lihat saja besok. Ku hancurkan acaramu, Oh Sehun.'
.'.'.
To Be Continuous
KYYYAAAA!
SYEO BARU PERTAMA KALI NULIS ADEGAN KISSEUU… Astaga, mian kalo ngga bikin gereget, ne? Syeo masih newbie *bow*
Haalllooo semuaaaa… Entah kenapa udah dua kali Syeo terlambat update . hampir dua minggu nih. Ckck, susah banget kalo di kejar-kejar deathline tugas. Mianhe ne para readers?
Oh ia, Syeo sempet ngelirik Summary sebuah FF HUNHAN. Nah Summary'nya itu mirip banget sama FF ini. Astaga, Syeo ga mau baca ah~ Kenapa? Gak sanggup! . semoga aja ceritanya ga sama *Amin*.
Syeo juga lagi sedih nih, yang nge-review ff ini kayaknya makin dikit aja deh. Tapi, gapapa lah. Yang penting masih ada yang nge-support Syeo. Walaupun sempet putus asa juga. Hehe, Syeo kebanyakan curcol kayaknya -_-
Pokonya JEONGMAL GOMAWO buat semua malaikat Syeo yang udah review, favorite ataupun memfollow cerita ini. Tuhan memberkati kalian~
Balasan Review:
Xiaolu odult: HunHan moment? Chapter depan banyak HunHan momentnya kok :). WKwkwk Kai mau dibuang kemana nih? Kasian amat -_- udah dapet peran beginian, eh diminta buang sama chingu pula. Serasa kayak ampas *uups #dicincang
Fujoshi203: Wkwkwk gapapa kok, aku seneng baca review yang panjang2. Yang pendek aja udah bikin teriak-teriak apa lagi review yang panjang? *ga penting juga* -_- Tao perasaannya masih abstrak. Luhan udah tinggal di apartement pemberian Papanya. Sedangkan Kris udah adem ayem tinggal di Mansionnya Suho. Ckck numpang mulu kerjaannya xD
HyunRa: Wkwkwk iya, ini ngetiknya sekarang pake listik u,u untung kaga mati lampu *jangan sampeeeeeeeee* pertamanya aku bikin itu Chanyeol. Terus bikin ChanLu moment, tapi entah setan darimana aku jadi bikin Baekhyun yang ada di perpus -.- biarkan BaekHan menjadi semakin dekat.
RZHH 261220: wkwkwk ngakak.. Kai menjadi putih = Syeo koprol.
: heheh, mian chingu, faktor tugas sekolah -_- . tapi Syeo usahain setiap ada kesempatan ngetik, pasti Syeo bakal ngetik ff ini :) gamsahamnida sudah me-review.
Luhan deer: wkwkwk cincang berjamaah yuk? #abaikan
ByunnaPark: Wkwkwk jujur Syeo geregetan kalau ngeliat SuLay couple.. Aaaaaa~ pengen teriak gimana gitu #gajelas. Iya, Tao sebenarnya juga ngga gitu yakin, itu bener-bener Luhan yang sama atau ngga. Tapi feelingnya bilang sih mereka sama #ciye. Terus muka Baekhyun kalau diliat baik-baik mirip sama Luhan juga -.-
Hunhankailuu: wkwkwk di kkamjong kan males orangnya. Jadi ga mungkin di perpus…
Rhie95: Odile sama Odette? Aaaaa chingu, itu cerita apaaaa? Kok aku gatau.. Omo-omooo… tapi jujur ini ceritanya muncul di otak Syeo secara tiba-tiba. Maaf ya kalau misalnya ada bagian yang sama, mungkin imajinasi Syeo masih pasaran *hiks* gamsa chingu udah me-review FF ini^^
BIG THANKSEU TO:
Nurfadillah, sstyle313. EXOfan, hunhanmania, ryeoluhan203, Little deer, vely, fanTAOstics, Name hunhanship, Tania3424, Shizuluhan, kira, ByunnaPark, Misterius, Luhan Deer, DeimonDevilBats, HyunRa, RZHH 261220, Shafira2306, Rency35, hunniedeer1, dian deer, Xiaolu odult, Fujosho203, , hunhankailuu, dan Rhie95. ^^
1 Review = 1000000000 semangat buat Syeo. Jeongmal Gamsahamnida buat yang sudah me-review, mem-follow, ataupun yang mem-favoritekan FF ini. Tuhan memberkati.
Mind To Review again?
See ya in next chapter :)
Salam hangat, Yeo Syeo ^^
