"I will always be with you..."
"...no matter what"
.
Blue Moon Academy
Author : L (XVLove)
Cast : EXO, BTS, And Other
Pair : Find it by yourself :P #ditendang
Rate : T+++++
Genre : Fantasy, Vampire, Academy, Friendship
Summary : Malam, Saat dimana matahari telah tergantikan oleh langit malam. Saat dimana sinar sang surya telah tergantikan oleh sinar rembulan dan ribuan bintang – bintang di langit. Bagaimanakah kisah para vampire dan makhluk lainnya ini untuk menemukan bintang-bintang lain bersama mereka? Ini adalah kisah mereka, bintang yang bersekolah di Blue Moon Academy
Warn : Typo, OOC, Yaoi/BL, and a little crossover.
Author note : HAI SEMUA! Akhirnya laptop L bisa balik setelah 3 minggu rusak TT^TT. Dan selama itu L merana banget ga bisa ngapa-ngapain... Tapi L minta maaf karena udah ga update selama 3 minggu lebih! L bakalan usaha bikin chapter ini tidak mengecewakan! So ga usah banyak omong lagi langsung aja!
Happy Reading and Don't Forget to Review
KET:
"aaaaa" = Berbicara
'aaaaa' = Batin
.
.
Marching Out The Zombies I
.
.
Akademi ini benar-benar sangat disiplin. Itulah yang ada dipikirannya saat ini, Jeon Jungkook, pemuda yang baru saja beberapa hari yang lalu ia diculik tapi sekolah ini tetap tidak memberikan toleransi kepadanya untuk yahh... paling tidak beristirahat sehari. Memang sih itu semua juga salahnya karena melanggar peraturan sekolah untuk tidak pergi keluar dari wilayah kastil. 'Eh, tapi kan Magician Tower itu kan masih didalam wilayah kastil ini, Jadi aku tidak sepenuhnya salah' Batinnya. Ck! Ck! Dasar remaja lagi puber. #Ditimpukjungkook
"Baiklah, jadi seperti itulah caranya." Ucap pemuda manis yang sedang berdiri didepan sebuah meja yang dipenuhi peralatan kimiawi yang past membuat Taehyung dan Tao berteriak frustasi jika mereka ada, Lord Himchan. Oh iya, Jungkook lupa kalau ia sekarang ia berada didalam kelas The Arts of Potion and Alchemy walaupun sampai sekarang Jungkook masih tidak mengerti dimananya dari pelajaran ini yang mengandung unsur "Arts".
"Sekarang kalian buatlah ramuan 'Vampiric Sunscreen' seperti yang telah aku demonstrasikan dan..." Lord Himchan menatap Jungkook tajam dengan senyum yang mengerikan membuat Jungkook ingin menelah ludahnya sendiri "...Bagi kalian yang tidak memperhatikan, berusahalah untuk membuatnya sebaik mungkin dan banyak berdoa, karena kita akan langsung melihat apakah ramuan yang kalian buat itu akan mampu melindungi kalian dari sengatan matahari..." entah kenapa guru yang satu ini senang sekali menggantungkan perkataannya, Jungkook juga tidak mengerti ".. atau akan membantu kalian untuk menjadi abu gosok untuk mencuci piring-piring di kastil ini~~" SADIS! Sekarang Jungkook sangat sulit menelan ludahnya, ia sangat menyesali karena ia telah menyesal mengikuti ajakan si cadel Sehun! #poorJungkook. Tapi menurut Author Himchan itu sedikit Jadul, Katro, Ketinggalan jaman apalagi yah... masa hari gini masih nyuci piring pake abug gosok!? HWWEEELLLOOOWWW! Pake Sunlight dong! :p #DitimpukHimchan
.
"Selamat datang si kelas Vampiric Vigor hari ini!" Ucap pria yang bertitle sebagai guru atau biasa dipanggil 'lord' disini dengan penuh 'Hopeful'. Siapa lagi kalau bukan Lord J-Hope!
Ya, Jungkook memang berhasil selamat dari siksaan mengerikan Lord Himchan. Untung saja ia ahli dalam membaca keterangan cara membuat ramuan di buku yang sangat coretlengkapcoret jadi ia tidak harus berubah menjadi abu gosok. Well sebenarnya mereka yang gagal tidak benar-benar berubah menjadi abu gosok, hanya menderita luka bakar stadium EMPAT. Sementara yang membuat muridnya menderita seperti itu hanya mengatakan "Ini hanya luka bakar ringan, lima menit juga sembuh" dan luka bakar itu memang benar-benar sembuh bahkan menghilang lima menit kemudian, mau tidak mau Jungkook memang harus mengakui kemampuan guru sadis yang satu itu.
"Sekarang, Jungkook-ssi, bisakah anda menjelaskan kepadaku apa saja kelebihan yang kita, para vampire, miliki?" Ucap Lord J-Hope menyadarkan Jungkook dari lamunannya. Bukannya menjawab ia malah terjebak kedalam lamunan lain karena wajah Lord J-Hope yang –menurutnya- dekat dengan wajahnya.
'Tampan' Batin Jungkook sambil tersenyum
"Jungkook-ssi?" Tanyanya lagi, kali ini ia benar-benar sadar dari lamunannya
Damn! Bagaimana bisa ia melamun disaat seperti ini! Pasti wajahnya sangat bodoh tadi! UGH... SEHUN(?) SIALAN!
"Uh, iya maaf..." Ucap Jungkook mengumpulkan seluruh kesadarannya
"Vampire memiliki umur yang sangat panjang, kulit kita memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap sihir, dan juga peningkatan pada kakuatan fisik membuat kita bisa berlari dengan sangat cepat, memiliki stamina yang melebihi manusia, selain itu indra-indra selain hidung dan lidah kita juga mengalami pertajaman membuat kita dapat melihat, mendengar, merasakan." Lord Hope mengangguk mendengar penuturan Jungkook.
"Yang kau sebutkan itu benar, tapi tidak hanya itu. Mata Vampire dapat berubah sesuai dengan pemusatan kemampuan kita, sementara gigitan kita adalah hal yang paling harus diwaspadai oleh makhluk non-vampire. Karena kita bisa merubah mayat yang telah kita hisap darahnya sampai habis menjadi zombie, dengan cara menggantikan posisi darah dengan darah mana yang kita miliki" Seluruh murid yang ada diruangan itu menatap kearah Lord Hope, mereka sangat tertarik dengan materi mereka hari ini
"Tapi tentu saja hal itu tidak semudah kelihatannya."
"Kalaupun kita tidak menghisap darah mereka sampai habis, kita masih bisa mengkontaminasi darah mereka dengan memasukan Darah Mana kita ketubuh mereka, karena darah kita bersifat racun dan akan menggerogoti darah mereka dan akhirnya akan menyebark keseluruh tubuh dan mengubah tubuh mereka menjadi seperti kita, para Vampire" Jelas Lord Hope menekankan pada kata Vampire diakhir membuat seluruh murid menatapnya dengan perasaan yang campur aduk, antara taku dan kagum.
"Sekarang apa kalian tau kenapa kita menyantap darah manusia sebagai makanan utama?" Lord Hope mengajukan pertanyaan lagi yang kali ini bahkan Jungkook tidak tau jawabannya.
Merasa tidak ada yang ingin menjawab, Lord Hope memutuskan untuk menjawab pertanyaannya sendiri "Darah kita diberikan nama Darah Mana karena sifat dari darah kita yang mengkonsumsi mana yang merupakan sumber energi utama di tubuh kita, berbeda dari tubuh manusia, mana mereka tersimpan rapi didalam darah mereka dalam jumlah yang sangat banyak tapi sayang mereka tidak mampu menggunakannya secara maksimal. Karena itulah kita memerlukan asupan mana yang ada didalam darah manusia untuk memberimakan darah kita."
"Blue Moon Rune memiliki kemampuan untuk menghentikan sifat pemakan dari darah kita, itulah yang membuat kita tidak akan merasakan lapar dan dapat memperpanjang umur para vampire, walaupun sebagai gantinya kita tidak akan mendapatkan tambahan 'Nutrisi' untuk darah kita" Akhirnya ia berhenti juga setelah berbicara panjang lebar membuat semua murid disana ingin tertidur, tapi tentu saja hal itu tidak berlaku untuk Jungkook, karena sedari tadi ia memperhatian Lord Hope dengan serius dan juga tersenyum(?). baginya coretpelajarancoret dan wajah Lord Hope hari ini sangat menarik
"Sekarang ayo kita ke Area Field, hari ini kalian akan berlatih untuk meningkatkan kemampuan berlari kalian" Ucap Lord Hope kemudian membereskan mejanya.
.
"Haahh... Melelahkan!" Keluh Jungkook.
Jadwalnya hari ini sudah selesai dan ia tidak memiliki jadwal lain hari ini dan disinilah ia sekarang, mondar-mandir ga jelas di Front Garden. Tak sengaja pandangan matanya melihat keseseorang yang tak jauh disana. Seseorang yang entah kenapa membuatnya menjadi canggung untuk bersosialisasi dengan orang itu.
"Jungkook!" Ucap Taehyung yang juga menyadari Jungkook datang menghampirinya.
"Ah... iya, ada apa hyung?" Ucapnya berusaha seceria mungkin. "Kau kenapa? Tidak sehat?" Taehyung menempelkan punggung tangannya ke kening Jungkook. "Tidak panas" Ucapnya. "A-aku tidak apa-apa hyung!" Ucap Jungkook menepis tangan Taehyung, ia menatap Jungkook heran. Taehyung tau ada yang aneh dari anak didepannya ini tapi ia lebih memilih untuk tidak mengubrisnya.
"CHAAAAAAAGGIIII!" Teriak seseorang bertubuh buntet #plakkk berlari kearah Taehyung dan langsung memeluknya erat.
"Kau kemana saja!? Aku mencarimu seharian Chagi, jangan menghilang mendadak seperti tadi lagi ya~~ :'(" Ucap namja yang kita kenal bernama Jimin itu. Sementara yang diajak bicara hanya bersweatdropped ria.
"Ah! Jungkook, kau disitu juga?" Ucap Jimin ketika ia menyadari keberadaan Jungkook, benar-benar pertanyaan yang bodoh
"Kau kenapa? Dari tadi diam saja? Apa kau sakit?" Jimin menggerakkan tangannya kearah Jungkook tapi dengan cepat ditepisnya.
"A-aku tidak apa hyung... Maaf aku harus pergi, Sampai nanti" Ucap Jungkook yang langsung meninggalkan mereka berdua, Seseorang yang Jungkook tidak bisa membaca apa isi hati orang itu atau apa yang sebenarnya dia pikirkan dan seseorang lain yang entah kenapa Jungkook begitu peduli padanya, seseorang yang begitu menarik perhatiannya bahkan sejak pertama mereka bertemu, seseorang yang memiliki tatapan yang tajam namun terpancar kelembutan dari dalamnya, seseorang yang entah kenapa ia merasa kalau orang itu menatapnya dengan hangat seolah-olah begitu peduli padanya,. Tapi sayang orang itu berubah beberapa hari yang lalu, seolah-olah ia menjadi sosok yang lain.
Tapi ada satu hal yang Jungkook tidak sadari, tatapan hangat orang itu tidak pernah berubah sedetikpun sama seperti saat ini.
.
Disinilah ia sekarang, duduk di salah satu kursi yang ada di Moon Fountain. Ia meremas celananya, hanya itulah yang ia bisa lakukan. Ia tidak mengerti, ia belajar dengan rajin untuk bisa mengerti seperti yang dikatakan eomma dan appanya, tapi kenapa? Kenapa ia tetap tidak bisa mengerti apa yang terjadi padanya saat ini? Kenapa perasaan terganggu saat orang itu memanggil orang lain dengan kata 'Chagi' atau panggilan sayang lainnya tidak bisa hilang? Dia tidak mengerti, sekeras apapun ia belajar, ia tetap tidak bisa mengerti.
Satu tetes airmata berhasil lolos dari pelupuk matanya. Tapi dengan cepat ia langsung mengusapnya. 'Anak laki-laki tidak boleh menangis! Itu yang selalu dikatakan oleh Appa dan Eomma!' Ia menampar-nampar pipinya pelan.
Tak sengaja matanya menangkap sesuatu terpasang di salah satu pohon disana. Ia menghampiri poster itu.
"Izayoi Miku..." Lirihnya
"Baiklah!" Lanjutnya kemudian pergi berlari entah kemana
.
Disaat-saat jam kosong seperti ini seharusnya ia lebih memilih untuk istirahat dikamarnya, tapi kenapa ia malah bisa nyasar ke taman ini dan mengurusinya padahal kan ia bukan pemilik taman ini dan perjanjiannya dengan pemilik taman ini sudah usai. Haaah... Namjoon juga tidak mengerti, tapi ketika melihat taman ini tidak terurus dari kejauhan entah kenapa ia merasa tidak tega membiarkan taman ini begitu saja. Mungkin ia sudah terlalu cinta sama taman ini, atau terlalu cinta sama pemiliknya?
'apa yang kupikirkan!?' Namjoon mengeleng-gelengkan kepalanya menepis pikiran anehnya.
Mengurus taman itu ternyata melelahkan, tidak peduli mau sekecil apa taman ini dan meskipun ia adalah vampire tetap saja terasa melelahkan. Menyiram tanaman, merawat seluruh tanaman yang ada disini, mencabuti rumput liar dan daun kering, dan akhirnya menyapu. Selesai sudah pekerjaannya
Namjoon mengambil tempat duduk disalah satu kursi disana, ia memasang headset ke kedua telinganya dan memejamkan matanya menikmati alunan musik mengalun indah ditelinganya. Semenjak masuk keakademi ini ia jadi sering mengalami hal yang aneh, jadi wajar jika Namjoon merasa sangat kelelahan. Tiba-tiba saja ia teringat pada Jimin, anak itu entah kenapa tiba-tiba saja berubah. Tapi perubahannya sangat aneh, ia tidak seperti sedang dikendalikan atau lainnya, tapi Namjoon yakin Taehyung memiliki andil dalam perubahan Jimin. Teknik apapun yang digunakannya, itu pasti teknik yang sangat mengerikan. Namjoon ingin sekali mengembalikan Jimin seperti semula, entah kenapa melihat Jimin yang sekarang membuatnya merasa sangat tidak nyaman dan tidak lengkap, entahlah tapi yang jelas ia sangat peduli pada namja itu meskipun mereka belum lama kenal.
"Disini kau rupanya" Namjoon melepaskan headsetnya dan membuka matanya melihat seseorang yang telah merusak waktu bersantainya. Namja itu berpenampilan rapi dengan tuxedonya, wajahnya terlihat sangar dan bibirnya juga tebal, tapi sepertinya ia pernah melihat namja ini tapi dimana ya?
"Aku Bang Yongguk, salah satu dari dewan guru" Ucap Yongguk memperkenalkan dirinya.
'Dewan guru? Pantas saja sepertinya aku mengenalinya, tapi aku tidak ingat pernah diajar olehnya? Dia guru apa?' Batin Namjoon masih dengan penuh pertanyaan
"Aku tidak mengajar. Tugasku adalah untuk merawat dan mengorganisir keadaan istana ini" Ucapnya seolah bisa membaca pikiran Namjoon.
"Itu tidak penting" Ucap Yongguk menyadarkan Namjoon sebelum ia bertanya lebih banyak lagi
"Apa kau ingin menyelamarkan anak itu?" Tanya Yongguk, Namjoon tidak tau siapa yang dimaksud oleh Yongguk 'Jimin kah?' tebaknya didalam hati. Yongguk mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya. "Gunakan ini padanya di saat yang tepat" Namjoon menerima bola kristal hijau yang ditumbuhi akar tersebut. "Bagaimana caranya dan kapan saat yang tepat?" Yongguk berbalik. "Tarik akarnya maka kristal itu akan terpecah. Saat yang tepat itu, hanya kau yang dapat mengetahuinya" Ucapnya sebelum menghilang dari pandangan Namjoon.
.
Jungkook menatap jeruji gerbang dihadapannya dengan pandangan yang ragu, ia meremas syalnya kuat. 'apa aku harus melakukan ini?' tanyanya entah pada siapa. 'Tidak! Aku sudah memutuskannya! Aku akan pergi!' Jawabnya pada dirinya sendiri. Seperti orang gila ngomong sendirian -_- #dilemparJungkook
Seluruh istana ini dijaga oleh tembok sihir tidak terlihat atau lebih dikenal dengan Barrier dibagian atasnya, jadi gerbang menjadi satu-satunya jalan keluar-masuk kastil ini. Tapi beberapa waktu yang lalu, ketika ia menyelinap ke Magician Tower, ia diberitahu oleh Sehun kalau di sekitar istana ini terdapat lubang didinding dan juga beberapa konstruksi benteng memiliki batu yang bisa dilepas dan membuat jalan keluar. Dasar Sehun ngajarin yang engga baik mulu =,= #digetokSehun.
Jungkook mengitari semak-semak yang tumbuh menempel pada benteng itu, mengeceknya satu persatu dan GOTCHA! Ia menemukannya. Lubang kecil untuk keluar dan untung saja ukurannya muat untuk Jungkook masuki.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Jungkook langsung masuk kedalam lubang itu dan keluar disisi lain dari benteng. "Huuffftt!" Ia menatap hutan dihadapannya dengan wajah yang gembira dan sedikit takut. Gembira karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan penyanyi idolanya, takut karena ia telah meninggalkan tempat paling aman untuknya saat ini dan haru berjalan masuk kearah hutan.
Kenapa ke hutan?Karena kalau ia langsung berjalan di jalan setapak sama saja dengan bunuh diri. Ia harus melintasi hutan sedikit lebih jauh setelah itu ia baru bisa berjalan dengan aman dijalan setapak.
Jungkook menarik nafas dalam, kemudian ia mengambil ancang-ancang dan...
*WOOSSSHH
Ia berlari dengan kecepatan vampirenya dengan cepat, bahkan semak-semak yang menghalanginya pun langsung rusak, ia berlari dengan sangat cepat dan terus berlari dari dalam hutan. Tapi ia tetap menjaga kecepatan berlarinya agar ia staminanya tidak terlalu cepat habis, perjalanannya menuruni bukit masih panjang.
Tiba-tiba saja hidungnya menangkap bau darah yang sangat menyengat sampai-sampai ia menghentikan langkahnya. Rasa penasaran dan juga harum darah itu membuatnya tidak bisa menghentikan langkah kakinya mendekat kearah dimana bau itu datang. Ia berjalan mendekat dengan perlahan, ia mengintip dari kejauhan. Ia bisa melihat potongan-potongan tubuh dimana-mana, ia langsung merasa mual tapi rasa itu harus ditahannya karena ada sesosok makhluk seperti anjing hitam legam sedang memakan potongan badan yang sudah tinggal setengah. Bangkai ini sangat aneh, kulitnya sudah berwarna hitam keunguan seolah-olah sudah membusuk sejak lama hal itu diperkuat dengan bau darahnya yang tidak segar. Sudah cukup, ia harus segera pergi sebelum makhluk itu menyadari keberadaannya dan memasukkan ia kedalam menu makanannya.
Jungkook melangkah mundur dengan perlahan sangat pelan namun matanya melihat sosok wajah yang tubuhnya tengah dimakan itu. Tiba-tiba saja mata itu bergerak menatap kearah jungkook tajam dan mulutnya bergerak seolah mengucapkan sesuatu dan belum lepas dari keterkagetannya ia haru semakin kaget lagi karena tanpa sengaja ia menginjak ranting yang entah sejak kapan ada disana. Jungkook melihat anjing dihadapannya yang kini tengah menatapnya seolah-olah ia adalah mangsanya.
Dengan cepat Jungkook langsung berlari dengan sangat cepat, ia melihat kebelakang sebentar dan alangkah terkejutnya ia melihat anjing itu bisa menyusulnya bahkan hampir mendekatinya, geraman dan gonggongan yang dikeluarkan anjing itu membuat Jungkook mempercepat larinya tapi tetap saja ia tidak bisa menjauh dari anjing itu.
'Kalau seperti ini terus aku akan tertangkap! Aku tidak punya pilihan lain!' Jungkook menggengam erat syalnya sambil terus berlari
"Ciumlah dan makanlah ini!" Jungkook langsung melempar syalnya kebelakan tanpa menghentikan langkahnya. Tiba-tiba saja Anjing itu berhenti dan mengoyak-ngoyak syal milik Jungkook seolah-olah syal itu lebih nikmat dari Jungkook, sementara Jungkook sudah jauh didepan meninggalkan syalnya
'Syalku...' T_T
.
"TAAEEEHYUUUNG"
Teriak sesosok namja buntet #plakk yang terlihat sedang mencari sesuatu yang bernama 'Taehyung' disana. Ia heran kenapa makhluk(?) itu bisa menghilang begitu saja dari pandangannya dan muncul ditempat lain dengans sangat cepat seperti jin...
Ia sangat mengkhawatirkan namja bernama Taehyung itu, ia takut terjadi sesuatu dengan namja itu ketika ia tidak ada bersamanya. Ia terus berkeliling, terkadang melihat keatas pohon. Emangnya Taehyung monyet? EMANG #DilemparTaehyung
Tiba-tiba saja indra penciumannya menangkap aroma Jungkook diudara, tapi anehnya bau itu berasal dari luar kastil. Mustahilkan? Jadi ia memutuskan untuk tidak mengubris bau tersebut dan kembali mencari Taehyung
"Ah, hyung!" Sapanya, ia langsung mendatangi Namjoon.
"Apa Hyung melihat Taehyung?" Tanya Jimin padanya, Namjoon menatapnya dalam cukup lama.
'apa harus kulakukan sekarang?' Batinnya
"Jimin, aku ingin bertanya sesuatu padamu" Jimn menatap Namjoon kebingungan.
"Tentu saja Hyung" jawabnya
"Jimin, apa kau benar-benar mencintai Taehyung?" Tanya Namjoon serius
"Kau ini bicara apa hyung? Tentu saja aku mencintainya!" Jawabnya dengan semangat
"Kenapa?" Pertanyaan Namjoon yang satu ini membuat Jimin kebingungan
"Apa maksudmu hyung?"
"Kenapa kau mencintai Taehyung?"
"Aku mencintainya begitu saja, aku tidak tau kenapa tapi yang jelas aku mencintainya. Lagi pula cinta tidak perlu alasan kan?" Jawab Jimn
"Apakah itu cinta pada pandangan pertama?"
"..." Bukan, itu bukan cinta pada pandangan pertama dan Jimin tau itu.
"Kalau bukan lalu apa Jimin?"
"..." Jimin dia tidak menjawab
"Apa Kau benar-benar mencintainya!?" Tanya Namjoon yang semakin bernafsu(?)
"AKU TIDAK TAU HYUNG! AKU TIDAK TAU! Yang aku tau aku hanya mencintainya! Itu saja!"
Ya hanya itu, hanya itulah yang ia tau, tidak kurang tidak juga lebih.
"Ji-"
"Namjoooon! Jimin!" Teriak tiga orang yang berlari kearah mereka yang langsung berlari kearah mereka, seseorang membawa sepucuk surat.
"Ada apa Baek-hyung? Sehun? Tao?" Tanya Namjoon dan Jimin bersamaan
Baekhyung memberikan kertas yang dipegangnya kepada Namjoon. "Jungkook kabur! Aku tidak tau untuk apa tapi disurat itu dia bilang dia pergi untuk sementara dan akan kembali nanti pagi, tapi aku tetap khawatir! Apa yang harus kita lakukan!?" Teriak Baekhyun frustasi
"Ada murid yang kabur?" Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul disana, ia bersama dengan dua orang lain.
"Lord GD! Chen-hyung" Ucap Jimin kaget dengan kedatangan gurunya
"Berikan aku suratnya" Namjoon menyerahkan surat itu kepada GD
"Nanti pagi? Casparia satu-satunya kota terdekat yang dapat dikunjungi dan kembali lagi dalam waktu sehari jika kau seorang vampire." Analisanya
"Aku mencium bau aneh diudara dan baunya semakin kuat setiap waktu." GD menatap langit dengan tatapan yang khawatir
"Kita harus mengejarnya sekarang, ayo kegerbang. Aku punya firasat buruk."
.
Lord GD mengacungkan benda berbentuk jimat kearah gerbang tersebut. Tidak berapa lama kemudian gerbang itu terbuka dengan sendirinya. Mereka semua langsung melangkah keluar kastil. "Vampire memiliki kecepatan yang meningkat tajam seperti kuda, tapi Werewolves lebih cepat dari pada kuda. Apa kalian semua sudah siap?" mereka semua mengangguk. "TUNGGU! AKU IKUT!" Teriak seseorang menghampiri mereka. "TAEHYUNG! Kau tidak boleh ikut ini sangat berbahaya! Bagaimana jika ada musuh yang kuat nanti? Atau paling tidak kau pasti akan kelelahan" Larang Jimin, tapi Taehyung dengan cepat mengalungkan tangannya keleher Jimin. "Kalau aku kelelahan kau yang akan menggendongku, kalau aku dalam bahaya kau yang akan melindungiku, kalau ada lawan yang kuat pastikan kau menang untukku" Ucapan Taehyung bagaikan hipnotis ditelinga Jimin, ia sama sekali tidak bisa menolak perkataan Taehyung. "Kita tidak punya waktu lagi! Jimin! Chen! Berubah bentuk!" Jimin dan Chen menuruti perkataan Lord GD dan berubah kebentuk Serigala mereka
"Tunggu sebentar" Kali ini Lady Anggun muncul memperlama keberangkatan mereka.
"Aku mempunyai tugas untuk Baekhyun dan Sehun. Ikut aku ke Tower, aku membutuhkan orang untuk mendata dan menyusun buku-buku karena Xiumin sedang pergi" Ucapnya
"Aku tidak mau! Aku juga ingin menyelamatkan Jungkook dan ju-" Ucapan Baekhyun terpotong
"Pergi meninggalkan kastil tanpa izin itu melanggar peraturan, jika sampai Lady Sierra atau dewan guru lain mengetahui hal ini sebelum kalian pergi, mereka pasti akan menghambat kalian untuk pergi dan akan semakin lam-"
"YAYAYA! Kami mengerti! Aku dan Sehun akan membantu mu!" Lady Anggun menyeringai tipis namun tidak dapat terlihat oleh mereka semua.
"Bagus kalau begitu ayo ikut aku" Baekhyun dan Sehun mengikuti langkah Lady Anggun masuk kedalam kastil.
"Baiklah kita kehabisan waktu. Taehyung, Kau bersama Jimin, Tao kau bersama Chen, Namjoon bersama ku dan kau.." GD menunjuk Kris. "berlari."
"MWO!? Kenapa? Aku tidak mau ikut" Ucap Kris tidak setuju
"Aku membutuhkan pengawal untuk anak-anak ini dan kau harus mau atau aku akan mengurangi nilaimu!" Ancam GD sementara Kris menggerutu tidak jelas. " Sekarang giliranku" GD tiba-tiba menggeram, tubuhnya membesar, bajunya robek dan tubuhnya ditumbuhi bulu. Perlahan tubuh GD berubah menjadi sesosok... Werewolf!
"A-anda adalah-"
"Kita tidak punya waktu lagi! Ayo cepat naik!" Perintah Kris pada mereka. Tao menaiki tubuh Chen, Taehyung tubuh Jimin dan Namjoon menaiki Tubuh Lord GD. Kemudian mereka mulai berlari
Mereka semua berlari dengan cepat. Vampire mungkin cepat, tapi werewolf jauh lebih cepat dari vampire meskipun dengan tubuh mereka yang besar itu. Mereka berjalan dengan sangat cepat bahkan mereka sudah sampai setengah jalan dari kota tersebut. Saat mereka berlari dengan cepat tiba-tiba saja manusia muncul menghalangi jalan mereka tapi anehnya manusia itu tidak bergerak sama sekali membuat GD harus meloncatinya. Loncatan itu mampu melewati manusia itu tapi segorombolan lainnya muncul dari kedalaman hutan membuat mereka terpaksa menghentikan langkah mereka. Manusia-manusia itu mengeluarkan suara-suara tidak jelas, kulit mereka berwarna hitam keunguan, dan beberapa dari mereka terluka sangat parah seperti perut yang robek namun masih bisa berdiri
"Ada yang aneh dengan mereka" Ucap Namjoon
"Dan yang lebih penting mereka mengepung kita" Ucap Tao. Kris dengan cepat menusuk salah satu dari mereka dengan tangan kosong sampai tangannya menembus jantung orang itu. Tapi anehnya bukannya kesakitan makhluk itu malah menyerang Kris balik tanpa terlihat kesakitan sedikitpun. Kris langsung mundur kembali bersama timnya.
"Mereka itu kan... sepertinya musuh kita cukup sulit, apakah Jungkook berhasil melewati mereka?" Ucap Kris waspada.
"Kata Jimin bau Jungkook bergerak menjauh dari tempat ini, itu artinya dia berhasil melewatinya" Ucap Taehyung menyampaikan pesan dari Jimin.
Tidak seperti vampire yang bisa berbicara pada bentuk kelelawar mereka dengan telepati kelebih dari satu orang. Werewolf hanya bisa melakukan telepati kepada Werewolf saja. Kenapa Taehyung bisa mengerti? Want To Know Ajah #DigebukinReader
"Kalau begitu kita harus segera melewati mereka, tapi karena mereka tidak merasakan sakit itu artinya aku harus tinggal disini dan menggunakan rune ku untuk mengalihkan perhatian mereka!" Ucap Kris mengacungkan tangannya
"Itu tidak perlu" Ucap Taehyung mendapatkan pandangan aneh dari mereka semua
"Hai engkau Pale Gate Rune, Rune yang menjadi Jalan masuk dan keluar dari dunia kehampaan. Bukakanlah gerbangmu dan lepaskan amukanmu ketanah ini!"
Sebuah lubang hitam(bayangin lubang yang dibuat V waktu di comic BTS: We On) tiba-tiba saja muncul dan dari dalam lubang itu muncul sesosok rubah sebesar Rusa berwarna kuning dengan sembilan ekor yang disetiap ujung ekornya terbakar. Dari ekor tersebut muncul bola api arwah yang bergerak dan membakar manusia-manusia aneh itu.
"Ayo cepat!" Mereka semua memanfaat kan kesempatan itu untuk kabur
Dengan cepat dan lincah rubah itu mampu melewati seluruh manusia itu dan masuk kembali kedalam lubang hitam yang baru.
.
Tanpa mereka sadari ada sesosok wanita yang dengan gaun jubah hitam menatap mereka dari kejauhan
.
"MWO!? Mereka kabur lagi!" Teriak Lord Hope
"Mereka sudah pergi dari 2 jam yang lalu." Ucap Pink santai sambil menyeruput Teh Lavender miliknya
"Aku akan menyusul mereka!" Ucap Lord Hope langsung mendapatkan tatapan protes dari seluruh dewan guru.
"Itu percuma, mereka berlari dengan menggunakan para werewolf itu, kau tidak akan bisa mengejar mereka ditambah lagi kita tidak tau dimana mereka" Ucap Himchan
"Lagipula Lord GD bersama mereka jadi tidak perlu khawatir, ditambah lagi mungkin ini adalah cara yang terbaik untuk mereka" Ucap Himchan riang tanpa beban sama sekali
"Apa maksudmu?" Lord Hope memandang Himchan yang kini tengah bersiul dengan curiga "Sudahlah aku akan tetap pergi!"
Sesosok kelelawar putih memasuki ruangan itu, Kelelawar itu kemudian berubah menjadi sesosok gadis berambut putih dan bermata Ruby.
"Tidak ada yang boleh meninggalkan kastil ini untuk sementara waktu!" Perintahnya. Seluruh dewan guru memandang kearah Lady Sierra yang kini tengah menyeringai menyeramkan
"Kita akan kedatangan tamu istimewa"
.
TBC
.
SELESAAAAII! Akhirnya setelah gak update cukup lama gara-gara Laptop rusak L bisa update lagi! Hufftt L Seneng banget! L kesiksa banget waktu ada mood dan ide buat ngelanjutin ff ini malah Laptop L rusak dan L sempat dilema gara-gara Chapter 7 yang sebelumnya mau L post hilang datanya. Jadi L kepaksa bikin yang baru deh... TT^TT
Curcol: Oh iya L seneng banget soalnya disalah satu video BTS yang waktu Hallowen itu ada adegan Namjinnya, Yaitu waktu J-Hope sama Jin foto bareng Rapmon langsung dateng sambil marah-marah, katanya mereka berdua berfoto kaya pasangan aja hehehe! Namjoon cemburu niyee.
Waktunya balas Review:
[SHINeexo]: Makasih udah dibilang seru... jadi terharu :') #lebay. Taehyung itu siapa, Jimin itu kenapa? Sabar aja nanti akan dijelasin kok! Soal baekhyun yang kurang banyak. Sabar aja. Nanti ada gilirannya kok
[taviads]: Wah ada reader baru! Makasih ya udah mau baca dan Review makasih banget smeoga ga kecewa ya sama chapter ini. Masalah Taehyung mempengaruhi atau engga nanti juga bakal dijelasin tenang aja hehehe
[thebrightflame]: Wew, makasih udah mau baca, aku seneng kalo ada yang orang yang seneng sama bacaan aku makasih banget. Tapi aku ga terlalu bisa humor hehehe. Oh iya aku kaget lho! Kamu bisa baca jalan cerita aku, dan asumsi kamu 80% bener. Masalah Kututkan, rune milik Taehyung dan juga Clan Werewolf itu bakalan dibahas di Story line jadi tunggu aja. Nah untuk si Cewe bakalan muncul di chapter depan so. Terus baca ya!
Fhew. Sekian dari L Semoga kalian semua ga kecewa ya dengan chapter ini yang L akuin ini singkat. Untuk kedepannya L bakalan usahain Update Tiap Hari Minggu
Jaa Nee`~~
Next Chapter
.
Marching Out The Zombies II
.
Don't Forget To Review
