OSM

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance. Fluff.

Pair : JenTa

" Cara membacanya Jeno cinta Yuta ya hyung. Jangan salah baca ya."

.

.

Jeno melangkahkan kakinya dengan riang ke perpustakaan. Matanya yang sipit terlihat semakin sipit saat ia tersenyum. Jeno bahkan mengabaikan pekikan heboh murid lain yang melihatnya. Tidak heran sih, Jeno itu paling tampan seangkatannya bahkan banyak yang bilang kalau ia sangat mirip dengan Amber f(x) dan Donghae Super Junior. Untuk yang satu itu Jeno tidak mau membantah karena Jeno sendiri mengakui hal itu. Jeno mengecek ponselnya begitu mendapat pesan balasan dari orang yang sedang menunggunya di perpustakaan.

From : NakaYutahyung

Masih lama? Kapan kau sampai?

Jeno lagi-lagi tersenyum, ia menatap selembar kertas yang dibawanya saat ini. ia sangat ingin menunjukkan ini pada Yuta entah kenapa. Jeno berjalan agak terburu-buru, ia tidak mau Yuta marah padanya karena terlalu lama menunggu. ' Semoga dia tidak kesal karena aku terlambat.' Doanya dalam hati.

Jeno masuk kedalam perpustakaan dan segera melangkahkan kakinya menuju rak fiksi, karena ia dan Yuta sering sekali belajar di sana. Dan benar saja, Yuta saat ini tengah duduk di kursi sambil membaca buku yang entah apa itu Jeno tidak tahu. " Hyung." Panggilnya. Yuta menoleh dan tersenyum begitu Jeno mendudukkan tubuhnya di hadapannya. " Katanya mau menunjukkan sesuatu padaku mana?" Hardiknya, diliriknya kertas yang dibawa Jeno dengan pandangan bertanya. ' Apa ini kejutannya?' Pikir Yuta.

Jeno mengangguk, tapi anehnya pemuda tampan itu malah menggulung kertasnya tidak membiarkan Yuta melihat apa isinya. " Berikan padaku. Bukankah itu untukku?"

" Kata siapa ini untuk hyung? Aku tidak pernah bicara seperti itu."

" Kau berniat membohongi orang yang lebih tua darimu? Belum pernah dituntut ya? Apa aku harus menunjukkan isi SMSmu dulu hm?" Jeno tertawa kencang dan menimbulkan teguran dari penjaga perpustakaan dan penghuninya yang sedang sibuk belajar. Jeno meminta maaf sesaat dan mengembalikan fokusnya pada hyung manisnya ini.

Tenang saja, kali ini ia tidak akan berakting lagi seperti seminggu yang lalu. Jeno tidak ingin membuat Yuta malu hanya dengan gombalan cerdasnya. Karena ia punya cara lain walaupun akan terlihat sedikit lebih aneh dari jurus pendekatannya waktu itu. maaf saja, Jeno tidak ingin menyebutnya sebagai gombalan karena Jeno itu cerdas modus terdengar lebih baik.

" Aku akan memberitahu hyung apa isi kertas ini kalau hyung bisa menjawab pertanyaanku." Yuta mengernyitkan keningnya, tampaknya pemuda manis itu sedang memikirkan tantangan Jeno karena ia tidak ingin di bodohi seperti sebelumnya. Sebenarnya Yuta tidak terlalu ingin tahu juga apa isi kertas itu, ia hanya sedikit tidak terima saja dengan tantangan Jeno yang menurutnya sangat konyol hanya untuk melihat selembar kertas. " Baiklah." Jeno tersenyum sepertinya ini akan terlihat sangat menarik.

" Sebenarnya ini hanya sebuah permainan adu kecerdasan saja. Kita bisa menanyakan 2 pertanyaan kepada lawan secara bergantian. Topic pembahasannya bebas karena ini hanya sebuah permainan tidak resmi, pertanyaan aneh dan tidak masuk akal akan tetap dihitung. Yang kalah harus menuruti apapun yang pemenang inginkan. Bagaimana?"

" Ya ya terserah kau saja lah." Yuta menatap Jeno dengan pandangan remeh. Pemuda manis itu terlihat sangat percaya diri sekali. Yuta tidak mempermasalahkan otak Jeno yang cerdas. Masalahnya disini ia seniornya jadi sudah pasti Yuta sudah punya banyak pengalaman dalam pelajaran apapun.

" Siapa dulu yang bertanya?" Tanya Yuta. Jeno memegang dagunya berpikir sebentar.

" Kita gunakan koin saja, aku angka dan hyung gambar bagaimana?" Yuta mengangguk setuju. Jeno mengambil koin di kantong celananya dan melemparkannya ke atas meja di hadapan mereka. Mereka berdua menatap koin itu dengan serius, menunggu koin itu berhenti.

" Yeah aku duluan." Dan ternyata koin itu memperlihatkan gambar milik Yuta bukan angka seperti yang Jeno harapkan. Tapi Jeno tidak masalah juga dengan itu.

" Oke aku mulai. Apa nama tanaman asal dari champora?"

" Itu sih mudah hyung Cinnamomum camphora L."

" Oke selanjutnya nilai dari 4log81 x 3log32. Aku yakin kau tidak menjawab itu adik kecil." Yuta tertawa kencang, entah kenapa ia merasa puas hanya dengan melakukan permainan yang menurutnya agak konyol ini. ya, Yuta sepertinya harus menggunakan cara ini untuk mengerjai teman-temannya yang lain nanti sepertinya. Ide Jeno ini tidak buruk juga. ' Tidak heran dia cerdas.' Pikirnya.

" Ini terlalu mudah untukku hyung tanpa perlu mengerjakannya dulu pun aku sudah tahu jawabannya loh."

" Apa jawabannya hah?"

" 10."

" B-bagaimana kau tau?"

" Tentu saja aku tahu aku cerdas." Yuta berdecih, ia merutuk dalam hati. Sepertinya ia lupa kalau sebenarnya Jeno itu lebih pantas di sebut jenius dari pada cerdas. Jeno sangat anti disebut jenius dan Yuta melupakan fakta itu. ' Sial aku sangat ceroboh.' Gerutunya dalam hati.

" Sekarang giliranku dengarkan baik-baik karena ini sastra, oke aku mulai. Kau tahu hyung senyummu itu terlihat lebih terang dari sinar mentari sekalipun, setiap melihat jauh kematamu aku seperti melihat matahari yang sedang tersenyum terlalu menyilaukan. Pertanyaannya terdapat majas apa saja dari kalimat yang aku katakana barusan?"

" Apa-apaan?"

" Sudah jawab saja!" Yuta mendengus, ia sudah sangat tahu dimana arah pembicaraan mereka nantinya. Ia menatap Jeno dengan sengit. Ia menyakinkan dirinya untuk tidak kalah barang sedikitpun.

" Walaupun kau bicara tidak masuk akal sekalipun tapi aku dapat dua majas dasar adik kelas kurang ajar. Senyummu itu terlihat lebih terang dari sinar mentari menunjukkan majas metafora. Dan seperti melihat matahari yang sedang tersenyum itu sudah sangat jelas majas personifikasi. Pertanyaanmu yang terakhir."

" Ini pertanyaan super mudah. Tak perlu berpikir pun semua orang pasti bisa menjawabnya hyung. 1+1." Yuta bersedekap, ia menyenderkan tubuhnya di sardaran kursi dan menatap Jeno dengan tatapan mengejek yang terlalu kentara. Jeno tersenyum, sepertinya Yuta sedang meremehkannya tapi apa boleh buat hanya pertanyaan ini yang terlintas di otaknya tadi.

" Cih, kau meremehkanku hah? Kau pikir aku sangat bodoh begitu? Menyebalkan sekali orang buta huruf pun tahu 1+1 jawabannya 2."

" Salah."

" Hah? Kok bisa?"

" Tentu saja bisa aku yang membuat pertanyaan. Coba hyung pikir lagi!" Jeno tersenyum lebar, matanya bahkan menyipit. Ia sangat senang dengan reaksi Yuta yang saat ini terlihat kelabakan. Jeno sebenarnya tadi ingin berkata benar tapi tentu saja ia tidak mau kalah begitu saja. Untuk urusan kertas yang dibawanya itu masalah gampang. Begitu permainan ini selesai Jeno akan memperlihatkannya.

" 1+1 kalau tidak ada samadengannya berarti pagar?"

" Salah."

" Terus apa hah? Jangan mempermainkanku dasar bocah aku lebih tua darimu."

" 1+1 jawabannya adalah kita hyung. Kau ada 1 dan aku juga satu, saat kita bersama kita berarti dua. Bukankah itu terdengar sangat logis?"

BRAAKKK. " Oke aku kalah, besok kau bisa menagih permintaanmu itu. Aku mau ke kelas saja." Yuta menggebrak meja, mengabaikan tatapan tajam penghuni perpustakaan lain yang kini ditujukan padanya. " Kertasnya hyung?"

" Untukmu saja aku sudah tidak butuh." Dan setelah mengatakan itu Yuta benar-benar keluar dari perpustakaan, meninggalkan Jeno yang tertawa terpingkal-pingkal karena ulahnya sendiri.

" Ya sudah kalau tidak mau aku akan menyimpannya." Sebenarnya itu bukan kertas penting, apalagi kertas yang berisikan surat cinta. Jeno bukan tipe orang dengan pemikiran klasik untuk menyatakan perasaannya. Ia hanya ingin menunjukkan nilai A+ yang ia dapatkan dalam pelajaran menggambar dan membubuhinya dengan gombalan garing yang ia pelajari dari kakak kelasnya Johnny. Itu hanya gambar Yuta, dengan flower crown menempel disurai coklatya hanya itu tidak lebih.

TBC

JANGAN BUNUH SAYA. SAYA KHILAF. Aku ngetik ini tepat setelah aku selesai ngetik polyp. Bikin cerita dengan 2 genre secara bersamaan emang susah juga ya? Besok siapa yang libur? /slap/ besok tanggal merah ya? Nikmati liburan kalian ya XD

Terimakasih untuk Yuyu arxlnn, JenTababy, Kim991, Kenyutil, Miftah Jannah, BaconYoda, MyNameX, , kiyo, Misharu Rin. Jangan lupa read and review ya X)