"Tidak bisakah kalian tinggal lebih lama lagi" Gabriel berbicara pada Victor dan Yuri saat mengantar keluarga kecil mereka ke bandara untuk kembali kejepang.
"Ayah aku sedang meninggalkan Yuri Plisetsky untuk menjadi pengasuh anak di jepang"
"Pengasuh anak?"
"emm.. itu selama dijepang aku juga melatih tim skating es junior nasional jepang, karena tiba-tiba harus kembali aku memintanya untuk mengantikanku sementara"
"Bocah pirang itu, mungkin aku akan mengirimkannya hadiah sebagai tanda terima kasih karena dia sudah membantu urusan kalian sehingga kalian bisa pergi ke rusia"
"Dia mengatakan soal ayah mengancamnya dengan perjanjian bisnis penting, bukankah begitu?"
"Oh iya itu, akan ayah atur" Gabriel sebenarnya sudah lupa telah mengancam Yuri Plisetsky agar mau membantu mencari Victor kejepang.
"Mama dan Ayahmu akan mengunjungi orangtua Yuri dijepang. Kami akan membicarakan beberapa hal penting terkait rencana pernikahan kalian" Alya tersenyum pada mereka dan meraih tangan Gabriel.
"Ya tentu saja kita harus berkunjung ke besan. Kita juga akan merencanakan bagaimana selanjutnya kalian akan tinggal, Victor sangat dibutuhkan disini" Gariel menambahkan.
"Baiklah kami akan menyambut kedatangan kalian di jepang nanti" Victor memeluk kedua orang tuanya.
"Terimakasi atas keramahan kalian selama ini" Yuri menundukkan kepala dan Kouki yang sedang digandeng Yuri mengikuti gerakan daddy yang sedang menunduk dangan wajah polos, Kouki sejak kecil dibiasakan oleh keluarga Yuri untuk selalu bersikap sopan.
"Yuri jangan begitu, kau dan kouki bukan orang lain bagi kami" Alya memeluk Yuri.
"Kurasa Yuri hanya membutuhkan waktu untuk membiasakan diri" Victor memahami Yuri masih kaku ketika di hadapan orang lain.
"Pesawat kami akan segera berangkat. Kouki ayo pamit pada grandpa dan grandma" Yuri mendorong pelan bocah kecil itu untuk lebih kedepan menghadap Gabriel dan Valya.
"Grandpa...Grandma...Kouchan mau pergi dulu, titip mainan Kouki ya"
Selama liburan Kaoki mendapat banyak hadiah mainan, termasuk hadiah-hadiah natal dari kedua orang tua Victor dan saudara-saudara Victor. Adik kembar Victor memberi mini gear hoki es, berharap keponakannya menghianati kedua orang tuanya dari figure ice skating ke hoki es yang menurut mereka lebih keren.
"Tentu sayang, sering-seringlah merengek keorangtuamu minta pergi kerumah grandpa pada orangtuamu nanti" Gariel berjongkok menyamakan tingginya dengan sang cucu.
"Sayang jangan bilang seperti itu" Alya menegur sang suami dan menepuk pundaknya.
"Kenapa, Kau juga senang kan kalau cucumu kemari" Gabriel mengendong sang cucu agar sang istri bicara pada sang cucu.
"Tentu saja" Alya mencium pipi sang cucu.
"Kami akan sesering mungkin berkunjung. Ya kan Victor" Yuri menyengol Victor.
"Tentu tentu" Victor membalas.
"Dari pada sering berkunjung kami lebih suka jika kalian tinggal disini" Ucap Gabriel.
Mereka bertigapun pergi untuk naik pesawat dengan kouki melambai-lambaikan tangan tanda selamat tinggal pada mereka.
"Aku pulang!" Kouki berteriak keras dan lari kedalam Ryokan begitu mereka sampai. Energya sedang penuh karena tertidur selama akhir perjalanan di pesawat.
"Tadaima" Yuri mengatakan salam dengan nada lelah.
"Selamat datang, oh kalian sudah pulang" Toshiya muncul dari dalam ruang keluarga.
"Hiroko! Yuri, Victor dan Kouki sudah pulang!" teriak ayah Yuri ke istrinya yang sedang di dapur.
"Ayah Mertua bagaimana kabar Yurio"
"Dia belum pulang dari melatih"
"Tampaknya anak-anak itu lebih suka dilatih Yurio dari pada olehmu" Toshiya mengerutkan dahi dan memegang dagunya.
"Wow benarkah"
"Beberapa kali anak-anak yang dilatihnya kemari untuk mengunjungi Yurio, aku sempat bertanya pada mereka bagaimana rasanya dilatih Yurio. Mereka berebut bercerita dengan semangat bagaimana menyenangkan dan hebatnya Yurio saat di rink es. Ada juga anak yang berharap aku mengatakan padamu untuk memperpanjang liburanmu dirusia, kalau bisa tak usah kembali"
"Hahaha...mungkin aku hanya cocok untuk menjadi pelatih Yuri" Victor mengaruk belakang kepalanya.
Seorang pria berambut hitam berwajah moody berjalan santai dalam Ryokan. Yuri memperhatikan orang itu, awalnya dia pikir ia tamu ryokan tapi wajah itu sepertinya familiar untuknya. Yuri berusaha mengingat-ngingat dimana dia pernah melihat wajah itu.
"Astaga, kau Oltabek Altin"
Oltabek yang mendengar namanya disebut menoleh.
"Kenapa kau ada disini?" Yuri bertanya-tanya.
"Tentu saja untuk menemui kekasihnya" Victor berkata santai.
"Maksudnya?"
"Oltabek kekasih Yurio"
"What?"
Yurio pulang saat jam makan malam hampir tiba. Dia merasa lelah sekali, anak-anak yang dilatihnya semangat sekali meminta jam latihan tambahan. Sebenarnya tidak buruk juga buatnya, skating es adalah pasion Yurio. Yurio disambut oleh Kouki yang terdiam mentapnya dengan mainan berada ditangannya.
"Halo Kouki bagaimana kabarmu?apakah rusia menyenangkan" Yurio menanyai bocah kecil itu".
"Ada paman aneh di kamar Yurio" alih-alih menjawab pertanyaan Yurio dia malah mengatakan soal paman aneh yakni Oltabek. Dia kaget sekali saat masuk ke kamar Yurio untuk mencari pria pirang itu malah mendapati Oltabek yang wajahnya tidak ramah anak.
"Namanya Oltabek Altin dan dia tidak aneh, sebenarnya dia sangat baik dan suka anak yang lucu seperti Kouki" Yurio mencubit pelan pipi Kouki.
"Kenapa dia di kamar Yurio?"
"Karena dia tidur bersamaku"
"Kenapa dia tidur dengan Yurio?"
"Karena dia temanku" meskipun bohong itu jawaban yang aman untuk diberikan pada anak kecil.
"Kouki dimana mommy dan daddymu?"
"Mereka sedang mandi"
"Mereka mandi bersama?"
"hu'um, Kouki tidak boleh ikut"
Yurio yakin mereka sedang melakukan sex bathroom.
Sex scene...BEWARE...(saya tahu beberapa orang yang menskip ini)
Ditempat lain Victor sedang bersih.
"Victor apa kau sakit?mungkin kita terlalu lama di kamar mandi"
"Sepertinya tidak, hanya bersin biasa. Lagi pula aku belum keluar sama sekali" Victor kembali mengeratkan pegangannya pada pinggang Yuri dari belakang. Penisnya terasa kecang dicengkram lubang yuri. Lubang peranakan yuri tepat berada di belakang buah zakarnya. Tangan victor menuju ke penis Yuri, dengan mengunakan precum sebagai pelicin dia mengelus dengan lembut ujung penis itu, kemudian berusaha memasukkan jarinya ke dalam foreskin Yuri yang sempit. Dia memutar-mutar jarinya diantara foreskin dan gland penis yuri. Penis Yuri yang selalu tertutup sangat sensitif terhadap sentuhan.
"Victor"
Yuri tau dia akan segera berejekulasi karena sentuhan juga hampir sampai, tapi dia berusaha menahannya paling tidak sampai Yuri berjekulasi. Victor mempercepat mulai merasakan kedutan di lubang Yuri, memandakan dia hampir berjekulasi. Victor membenamkan penisnya sedalam mungkin untuk mengelurkan spermanya sambil melenguh merasakan puncak kenikmatan. Tangan Victor merasakan sperma keluar dari penis Yuri, yuri tipe orang yang tidak mengelurkan suara saat mengelami puncak kenikmatan sex, hanya memejamkan mata dan berekspresi seperti kesakitan yang sebenarnya dia merasakan kenimatan yang amat sangat. Mereka masih di posisi yang sama merasakan sisa-sisa klimaks mereka. Victor menahan badan Yuri yang lemas agar tidak jatuh dengang satu tangan yuri sedang berpagangan pada dinding kamar mandi agar tidak jatuh. Klimaks yang baru saja dirasakannya diikuti rasa rileks dan rasa ingin buang air kecil. Yuri selalu ingin buang air kecil setelah klimaks, dia pun kencing dengan penis Victor masih berada di dalam dirinya. Victor sudah tahu kebiasan Yuri itu, dan itu membuatnya bergairah.
"Yuri aku suka sekali melihatmu kencing setelah sex"
"Victor kau mesum" Yuri merasakan penis Victor kembali mulai mengeras.
"Aku hanya mesum pada dirimu"
Mereka pun melajutkan kegiatan mereka.
Ending Sex Scene
Ini adalah makan malam pertama Otabek Altin dengan Full squat Keluarga Katsuki. Dia juga masih beradaptasi dengan makanan khas jepang.
"Victor kami lama sekali menunggumu untuk makan"
Yurio menaruh acar dimeja makan malam, dia membantu Hiroko menyiapkan meja makan mereka
"Maaf, waktu berjalan dengan cepat saat bersama orang yang kita cintai"
Yurio berguman tentang orang tua bangka mesum. Otabek telah duduk di meja makan diikuti Yuri dan Kouki yang baru selesai Yuri mandikan. Semua orang telah berada di meja makan sekarang. Mereka mulai memakan makanan mereka. Otabek tidak bicara satu patah kata pun.
"Yurio kuharap Kau dan Otabek tidak terlalu berisik saat bersenang-senang dikamar, karena kamar kalian tepat disebelah kamar putraku. Hanya mengingatkan karena rumah khas jepang itu berdinding sangat tipis"
Yurio dan Otabek blushing tanpa membalas kata-kata Victor.
"Daddy apakah Kouki boleh ikut bersenang-senang di kamar Yurio" Kouki bertanya, masih terlalu polos mengerti isi obrolan.
"Kaochan ayo makan sayurnya juga" Yuri berusaha mengalihkan perhatian sang anak.
"Yurio masih ada kamar lain yang bisa kau pakai dengan Otabek, kurasa kamar itu cukup jauh dari kamar Kouchan jika kamu mau" Hiroko tersenyum hangat pada Yurio.
"Kurasa kami akan pindah kamar" Otabek bicara untuk pertama kalinya di meja makan.
Setelah makan malam Kouki tampak terus berusaha dekat dengan Yurio dan mengajaknya bermain, sesekali menatap Otabek dengan pandangan tidak suka.
Malam hari di kamar lama Yurio dan Otabek...
"Yurio, bocah itu tampaknya tertarik kepadamu"
"Kau cemburu dengan bocah 4 tahun"
"Dia adalah anak Victor Nikiforov, 13-15 tahun lagi aku yakin dia akan jadi laki-laki yang cukup menarik"
"Saat itu aku sudah berumur 33-35 tahun. Tak akan menarik buat remaja seperti dia Altin"
"Aku juga akan jadi lebih tua dan mungkin jadi tidak menarik" Otabek memeluk Yurio dari belakang mencium lehernya, menikmati aroma tubuh Yurio
"Apa kau juga tidak tahu ada orang yang menyukai orang yang jauh lebih tua darinya?"
"Aku tau. Tapi aku tidak tertarik dengan pria yang jauh lebih muda dariku Altin, aku juga akan tetap menyukaimu meskipun kau sudah tua dan keriput"
"Yurio apa yang Victor bilang jika dinding rumah jepang itu tipis serius"
"Entahlah aku tak terlalu peduli" Yurio mendengus malas.
"Kurasa Hiroko tak akan keberatan jika kita meminjam salah satu kamar dirumah ini sebentar, asal tidak membuat berantakan" Otabek bangun dan meraih tangan. Mereka akan mencari tempat untuk bercinta malam ini tak lupa mereka membawa tisu basah dan tempat sampah kecil yang mereka yakin akan membutuhkannya.
tbc
