ok, saya kembali membawa ff yang kurang jelas ini :D
lets read~
Title: Rescue Our Queen
Chapter: 7
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.
-######-######-
.
.
.
"Em.. tidak perlu. Ratu sudah bilang kepadaku jika Taemin seperti ini, aku hanya harus menggenggam tangannya sampai ia tenang" jawab Key sambil mengelus-elus kepala Taemin sambil tersenyum manis. Kini Key sedang duduk di pinggir ranjang taemin sambil menggenggam erat tangan Taemin.
Agar tidak bingung, kuberitahu. Tenda yang disusun oleh Jessica memang Nampak kecil dari luar, namun didalamnya terdapat fasilitas yang sangat lengkap dan masing-masing orang mendapat tempat tidur sendiri.
"Begitukah?" Tanya Onew, Key hanya menganggukkan kepalanya.
-##########-###########-
.
.
.
"Kalau kutinggal tidak apa-apa?" Tanya Onew memastikan sebelum ia memeriksa tenda lainnya.
Key langsung menoleh ke arah Onew. Sebenarnya ia ingin sekali Onew menemaninya selama ia menjaga Taemin. Tetapi Key tidak boleh egois. Onew harus memeriksa keadaan yang lain. "Kurasa kami akan baik-baik saja. Terima kasih telah memeriksa keadaan kami, pangeran" ucap Key memberikan senyuman termanisnya.
"Tidak perlu pakai pangeran. Aku agak aneh mendengarnya. lagi pula umurmu dan umurku sepertinya tidak berbeda jauh. Jadi panggil saja aku Onew" balas Onew. Key hanya tersenyum.
-#####-
.
.
-Tenda Kyuhyun-
.
Changmin tetap terjaga untuk memperhatikan keadaan Kyuhyun. Wajah Kyuhyun masih terlihat pucat. Changmin sedih sekali melihatnya.
"Bagaimana keadaan nona jendral?" Tanya Onew begitu masuk ke dalam.
Changmin menoleh "Seperti yang kau lihat, wajahnya masih agak pucat. Wajar saja. Dia ini sudah tidak tidur beberapa hari" jawab Changmin.
"Dia punya penyakit?" Tanya Onew lagi
"Insomnia"
"Oh.. pantas saja. Tidak kusangka jendral Kyuhyun akan jadi seperti ini. padahal sewaktu kita berangkat, dia terlihat sangat sehat"
"Ya. Dia memang selalu begitu. Kalau tubuhnya sudah benar-benar tidak kuat barulah kelihatan" ucap Changmin "Mm.. tadi kau ke tenda Taemin kan? bagaimana keadaannya?"
"Tubuhnya tidak berhenti berkeringat. Tapi sepertinya nona Key bisa menjaganya. Dia terlihat sangat menyayangi Taemin" jawab Onew.
"Syukurlah kalau Taemin baik-baik saja. Karena jika dia kenapa-napa, bisa gawat urusannya" Changmin menghela nafasnya lega.
Onew mengerutkan keningnya "Memangnya kenapa?" Tanya Onew penasaran.
"Taemin itu anak yang sangat diperhatikan oleh ratu. Aku tidak mengerti kenapa, tapi setahuku, Taemin tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan"
-#####-
.
.
-Kerajaan Kegelapan-
.
Heechul tengah memandangi langit hitam kelam dari beranda yang ada di kamar Siwon. Gaun panjang berwarna merah darah dan rambut hitamnya yang juga panjang menjuntai hingga ke lantai. Sesekali Heechul memejamkan matanya.
"Belum ingin tidur permaisuriku?" Tanya Siwon yang tanpa permisi memeluk tubuh ramping Heechul dari belakang. "Sedang melihat apa sih?" Siwon mencium tengkuk leher Heechul.
Heechul sedikit menolehkan kepalanya "Pasukan suruhan Yoona sudah menyerang" ucap Heechul lembut.
"Oh ya? lalu bagaimana?" Tanya Siwon.
"Dia sama sekali belum menunjukkan perkembangan"
"Siapa? kartu jokermu?"
Heechul tidak menjawabnya. Ia diam untuk beberapa saat sebelum angkat bicara "Kurasa aku tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini" ucapnya "Sudahlah Siwon. Kau ingin tidur?" tanya Heechul sambil membalikkan tubuhnya menghadap Siwon. Tangan Siwon masih melingkar di pinggang Heechul. Keduanya saling bertatapan. Siwon semakin mendekatkan wajahnya, namun saat ia mengingat larangan Heechul, wajahnya berbelok menuju leher Heechul.
"Aku tidak akan tidur sebelum permaisuriku ingin tidur juga" jawab Siwon sambil menciumi leher Heechul.
-######-
.
.
-Hutan-Pagi hari-
.
"Apa tidak masalah jika kita lanjutkan perjalanan sekarang?" Yunho mencoba memastikan.
"Yang kemarin itu belum apa-apa, orang yang dikirim hanyalah rakyat biasa dari kerajaan kegelapan" jawab Kyuhyun.
"Orang biasa. Tapi kau sampai muntah-muntah" ucap Changmin. Kyuhyun langsung menatap tajam Changmin.
"Lanjutkan saja. Taemin ingin segera bertemu dengan ratu. Taemin tidak ingin membuat ratu menunggu" Taemin angkat bicara.
"Benar tidak apa-apa Taemin? semalaman tidurmu tidak nyenyak loh" Key sangat menghawatirkan keadaan Taemin.
"Tidak apa-apa kak Key" jawab Taemin.
"Baiklah. Jessica, bereskan semua ini" perintah Changmin. Jessica hanya mengangguk lalu mengulurkan sebelah tangannya ke arah tenda dan dalam sekejap, tenda itu bagaikan tersedot masuk ke dalam telapak tangan Jessica.
"Kalau begitu, kita lanjutkan perjalanan!" Yunho memberi komando.
-#####-
.
.
"Emhh.." Heechul membuka matanya saat mendengar suara burung yang berkicau merdu. Tangan Siwon masih melingkar di pinggangnya. Semalaman penuh Siwon memeluk tubuhnya. Heechul menyentuh lembut tangan Siwon yang melingkari tubuhnya. "Aku bukanlah dewi keberuntunganmu" batin Heechul lemah sambil menatap sendu wajah Siwon. Ia kembali memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya.
Heechul mengangkat tangan Siwon dari tubuhnya secara perlahan. Ia tidak ingin membangunkan Siwon. Namun lain kenyataan, Siwon tetap saja terbangun. "Mm.. selamat pagi" ucap Siwon sambil tersenyum menatap Heechul.
-#####-
.
.
Sudah 4 hari pasukan dari kerajaan utara berjalan menuju kerajaan kegelapan. Dan selama empat hari itu pula mereka terus bertarung dengan orang-orang yang dikirim oleh Yoona untuk mencelakai mereka.
Semakin lama, orang suruhan Yoona semakin kuat. Meskipun pasukan dari kerajaan utara tergolong pasukan yang kuat, namun banyaknya jumlah orang suruhan Yoona mampu membuat mereka kehabisan tenaga. Bahkan Seohyun, Krystal dan Key sampai mendapatkan luka ringan.
Dan semua akan ditentukan besok, hari di mana mereka akan tiba di wilayah kerajaan kegelapan..
-#####-
.
.
-Next Day-
.
"Jadi di sana wilayah kerajaan kegelapan?" Seohyun bertanya saat pasukan utara telah berada di depan kaca pelindung hitam yang menandakan batas wilayah kerajaan kegelapan.
Kaca tembus pandang yang berwarna hitam kelam. Sengaja dibuat karena semua yang ada di wilayah itu membenci cahaya.
"Ya, kalau kita memasuki kaca pembatas ini, kita akan berada di wilayah yang paling berbahaya yang ada di negeri ini" jawab Changmin.
"Ayo kita masuk!" ajak Jaejoong sambil berjalan mendekati batas pelindung.
"Tunggu dulu putri." cegah Kyuhyun. "Saat aku membaca tanda-tanda di sekeliling pembatas ini.. masuk ke sana sangatlah berbahaya"
"Tanda? tanda apa? dari tadi tidak ada tanda apapun" ucap Junsu bingung.
"Kemampuanku adalah menganalisis melalui angka. Dan semua benda memiliki angka semu tembus pandang yang tidak akan disadari oleh siapapun. Dan lewat angka-angka itulah aku bisa mengetahui segala sesuatu" kata Kyuhyun.
"Angka? semua benda punya? wow. Dari mana kau dapatkan kemampuan itu? apa itu memang kemampuan khususmu?" Tanya Yunho agak takjub.
"Ya, kemampuan khususku. Tapi ditanamkan oleh ratu di tubuhku. Jika ratu tidak menanamkannya di dalam tubuhku, aku juga mungkin tidak akan bisa memiliki kekuatan istimewa ini." jawab Kyuhyun
"Wow! aku juga jadi ingin" ucap Yunho agak iri.
"Jangan Yunnie!" larang Jaejoong. Yunho hanya menatap Jaejoong bingung.
Kyuhyun memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya "Kusarankan jangan. Karena kekuatan yang ditanamkan oleh ratu.. kekuatan yang tidak alami di tubuh kita.. pokoknya saat ratu memasukkan kekuatan itu ke dalam tubuhku, rasanya seperti berada di neraka" ucap Kyuhyun dengan suara yang bergetar karena mengingat apa yang dulu terjadi pada dirinya.
Semua yang ada di sana langsung menelan ludahnya "Ne.. neraka?" Tanya Taemin takut.
"Ya. Sakit sekali. Nafasku menjadi sesak, tubuhku rasanya berat dan tidak dapat kugerakkan, tenggorokanku kering, aku tidak bisa melakukan apa-apa selain berbaring lemah di atas tempat tidurku sambil mencari oksigen sebanyak-banyaknya. Saat itu yang ada di benakku hanyalah pikiran bahwa aku akan mati. Bahkan setelah satu bulan pun aku masih merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhku. Jessica juga merasakan hal yang sama. Benar begitukan Jessica?" Tanya Kyuhyun.
"Ah.. em.. ya. Rasanya bagai berada di neraka" jawab Jessica setuju.
"Sudahlah! kapan kita akan menyelamatkan ratu? kalau tidak sesuai dengan keinginannya, kita bisa dikerjai habis-habisan nanti" ucap Changmin.
"Hampir semua masyarakat di dalam kerajaan kegelapan adalah vampir. Jika kalian memasukkan ujung jari kalian saja, semua yang ada di sana sudah bisa merasakan hawa kehadiran. Hanya hawa kehadiran, mereka belum bisa mendeteksi keberadaan kita. Namun tidak berlaku untuk keluarga kerajaan. Mereka akan selalu mengetahui keberadaan kita karena mereka adalah keturunan vampir berdarah murni. Jadi sebaiknya hati-hati" Kyuhyun menjelaskan sebelum akhirnya mereka masuk melewati kaca pembatas.
-#####-
.
.
-Ruang Keluarga Kerajaan Kegelapan-
.
"Mereka sudah sampai" Yoochun mendesis sembari menghirup udara.
"Ya. Aku juga bisa merasakannya" Yesung dan Yuri tersenyum bagaikan iblis.
"Tapi tetap saja bau darah mereka tidak seenak bau darah ratunya" ucap Yoochun. Yesung dan Yuri hanya tertawa. "Bagaimana kalau kita kerjai mereka sebelum mereka semua dibunuh oleh Yoona?" ajak Yoochun.
"Kalau mau melakukan sesuatu yang seru jangan tinggalkan aku dong!" protes Sulli yang entah dari mana datangnya dan tiba-tiba saja sudah duduk manis di atas macan raksasa peliharaan Siwon.
"Si tukang siksa datang" ucap Yuri "Kenapa bawa-bawa Rui segala? nanti kakak marah loh"
Sulli turun dari tubuh macan raksasa bernama Rui itu, lalu dielusnya tubuh Rui tanpa rasa takut sedikitpun "Rui kan juga ingin bermain ya? bukan begitu Rui?" tanya Sulli pada Rui. Rui hanya mengaum kencang. "Lagipula kakak sedang sibuk dengan ratu utara"
"Benar juga. Oh ya, mana Kibum dan Yoona?" Tanya Yesung.
"Kibum sedang bermain dengan si kecil Taeyeon di halaman belakang. Kalau Yoona sih, aku tidak tahu. Mungkin dia sudah pergi duluan menuju ke tempat pasukan utara" Sulli mengangkat bahunya.
"Yah, kalau Yoona sudah sampai duluan, tidak seru dong. Nanti kita tidak kebagian" keluh Yoochun
"Taeyeon ya? si kecil itu kekuatannya juga mengerikan ya" ucap Yuri.
"Apa yang kalian ributkan?" tiba-tiba saja Yoona datang. Semua mata langsung melirik ke arahnya. "Kalian pikir aku bodoh? apa untuk langsung pergi ke sana?" Yoona mendengus sombong.
"Tidak akan ada artinya kalau mereka tidak mati dengan cara tersiksa. Kalau dengan kekuatanku, mereka pasti akan langsung mati, dan itu tidak menarik" ucap Yoona
"Muncul deh sifat sadistik Yoona" ledek Yoochun dan Yesung bersamaan.
"Maka dari itu, kita buat mereka merasakan penderitaan karena telah berani masuk ke dalam wilayah kerajaan kegelapan"
"Bilang saja kau ingin membuat sang ratu menderita" ucap Sulli cuek.
Yoona menatap angkuh Sulli. Sulli hanya memainkan bola matanya "Sulli.. kemampuanmu sangat berguna untuk melaksanakan rencanaku" Yoona mendekati Sulli.
"Ya aku tahu. Selama pekerjaanku menyiksa sih akan kulakukan dengan senang hati" balas Sulli yang kemudian menggelitiki Rui iseng.
"Yuri, kau juga, dan tentunya tuan kesedihan kita, Yesung" Yoona memberikan senyuman merendahkan kepada kedua kakak sepupunya.
"Ya, aku mengerti. Katakan saja apa rencananya dan semua pasti beres di tanganku" kata Yesung. Sebenarnya ia ingin bermain-main dengan caranya sendiri, namun di istana tidak akan ada yang berani melawan perintah Yoona kecuali Siwon. Karena biar bagaimanapun, Yoona memiliki kekuatan yang mengerikan.
"Ada satu orang pelindung ya di sana?" Tanya Yuri.
"Aku belum tahu. Tapi akan kutanyakan pada si kecil Taeyeon nanti. Dimana dia sekarang?" Tanya Yoona.
"Di halaman belakang. Bermain bersama Kibum" jawab Sulli yang sedang asik menaiki tubuh besar Rui.
"Ini akan menyenangkan. Panggil Kibum dan Taeyeon ke sini" perintah Yoona. Sulli yang tahu pasti bahwa ialah yang disuruh langsung menghilang dari tempat itu.
.
.
.
.
.
To be continued..
ok, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang telah Review, tapi maaf saya tidak bisa membalas review kalian saat ini. oh iya, sekali lagi saya informasikan bahwa ini adalah ff lama, dan saya tidak ada sedikitpun niatan untuk merubah ceritanya. mohon dimaklumi ^^
