Blood
Rate: M karena adegan darah atau yang lainnya
Naruto dkk Milik Masashi Kishimoto
Warning : OOC, alur maju mundur
Chapter 7
Mata Hinata berbinar saat memandang mahluk kecil yang baru dilahirkannya beberapa jam yang lalu, meski tergores luka dalam karena kehilangan salah satu bayinya. Ya, Hinata melahirkan bayi kembar berbeda gender di rumah sakit terpencil di daerah Kazhuoka, Hinata menyapu habis ruang kamar rumah sakit seperti pada umumnya itu, memukul pelan dadanya agar dirinya tidak terisak kuat.
"Hikss.. Sasu-kun..."
Kini langit sudah gelap, meski tak segelap iris bayi cantik dalam dekapan Hinata, bayi yang diberi nama Akira itu lahir prematur dengan ciri fisik dominan dengan Hinata. Bukan tidak mau mengantarkan bayi laki-lakinya ke peristirahatan terakhir siang tadi, tapi Hinata benar-benar tidak sanggup melihat duplikat Sasuke itu terselimuti tanah dingin.
Ceklek
Pria rambut merah dengan setelan kemeja dan jeans itu membuka pintu dengan gusar, melangkahkan sneakers-nya cepat menuju tempat Hinata berbaring bersama bayinya di dekat jendela. Hinata mendongak pada pria yang berdiri di sisi kiri tempat tidurnya, matanya berkaca-kaca. Akhirnya setelah lama ia bisa melihat sosok yang bisa membuatnya tegar,
Greb
Perlahan Gaara mendekap Hinata sembari berusaha tidak membangunkan bayi mungil dalam dekapan Hinata.
"Hiks..., katakan bahwa kabar tentang Sasuke-kun tidak benar.."
Gaara tetap bungkam sembari mengusap helaian indigo yang tergerai bebas itu, jemari tangan kanan Gaara mengusap bulir air yang membasahi wajah Hinata sembari sedikit membungkuk dan memberi senyum berusaha menegarkan Hinata. Gaara berbalik mengambil segelas air di atas nakas dan memberinya pada Hinata, lalu dududk duduk di dekat tempat tidur Hinata.
"Kau harus kuat Hinata"Ujar Gaara sembari menggenggam erat tangan kiri Hinata.
"Em, Sasuke-kun pasti kembali"Balas Hinata lirih sembari menarik tangannya perlahan.
Sick because your love, mungkin itulah kata yang tepat untuk Hinata maupun Gaara, Gaara mencium kening Hinata sebelum meninggalkan kamar Hinata dengan lampu yang tetap bersinar. Tanpa sengaja, lagi Gaara harus merasakan air mata menuruni pipinya setelah ratusan tahun dia menangis karena gadis yang sama. Jaket sudah melapisi tubuh bagian atas Gaara, setelah membeli beberapa buah di mini market yang ada di seberang jalan Gaara kembali menemui Hinata.
"A, makanlah ini kau perlu nutrisi untuk bayimu"Ujar Gaara sembari menyuapkan potongan mangga pada Hinata.
Mau tak mau Hinata menyambut perlakuan Gaara, Hinata melengkungkan bibirnya tulus pada si mata panda yang semakin terlihat memesona itu.
"Akira? Padahal ini musim dingin 'jeda' nama yang cantik"Tambah Gaara saat melihat gelang khusus bayi melengkapi bayi berpakaian tebal itu.
Setelah menghabiskan buah-buahan, Gaara bersikukuh untuk menemani Hinata beberapa hari kedepan sampai kondisinya pulih dan dengan paksaan yang sangat halus, akhirnya Hinata setuju dan akan ikut bersama Gaara ke Tokyo.
Tokyo, kediaman Uchiha Hinata.
Saat ini Hinata hanya berdiam diri di Mansion-nya karena suhu yang sangat rendah, ya saat ini sedang puncak musim dingin. Hinata memandang lukisan dirinya'Akira' dan Sasuke di masa lalu yang sengaja diperbaiki Gaara dan di bingkai indah sebagai hadiah ulang tahun Hinata (lukisan yang sempat terbagi dua , dimana Hinata melihat lukisan itu pertama kali di kediaman Gaara), tepat sepuluh hari setelah kelahiran bayi cantikya. Hinata menarik selimut tebal berwarna putih itu sebatas perutnya, sembari mengusap leher dan tangan Akira dengan minyak penghangat khusus bayi.
"Sayang... lihatlah di depan sana, ayahmu memperhatikan dirimu"Ujar Hinata sembari mengarahkan telunjuknya pada lukisan di dinding berwalpaper mawar putih itu.
Hinata beranjak dari tempat tidur setelah menaruh banyak bantal di sekeliling bayinya, perlahan kaki Hinata yang tertutup sandal tidur tebal itu melangkah ke arah balkon berdiri dan menatap bintang di langit malam. Hinata sedikit meringkukan tubuhnya yang tertutup sweater gombrong merah muda, perlahan cairan bening menuruni wajahnya yang sudah tirus dan dengan berat hati Hinata berusaha tersenyum.
'Aku akan tetap di sini untukmu, Sasuke-kun..'
"Maaf lancang memasuki kamarmu"Ujar Gaara khawatir dari balik punggung Hinata.
Hinata tidak membalas pernyataan pria yang kini berbalut Coat berwarna dark blue,
"Aku tahu kau masih mencintai Sasuke , tapi.. bisakah kau memberiku kesempatan ?" Ujar suara baritone itu sembari mensejajarkan dirinya di samping Hinata dan mengalungkan scarf tebal senada dengan Coat Gaara.
Hinata menunduk dalam,
"Seandainya..hiksss.."
"Aku tidak minun ramuan yang diberikan Kakashi waktu itu"Sesal Hinata sembari menghapus kasar air matanya.
"Sasu-kun pasti..hikss.."
Greb
Hati Gaara mencelos melihat air mata menuruni pipi Hinata, segera Gaara mendekap Hinata membiarkan air mata membasahi bagian depan tubuhnya. Tubuh Hinata bergetar hebat diselingi sesegukan, Gaara menangkup wajah Hinata
"Sasuke sengaja ikut terbunuh untuk melindungi kau dan bayimu"
"Jadi, kau harus bertahan dan jangan lupa, aku selalu disisimu" Tambah Gaara sembari tersenyum tulus.
Hinata mendorong pelan dada bidang Gaara ,
"Terima kasih, tapi aku selalu mencintai Sasuke-kun sebagai satu-satunya pria yang ada di hatiku"Jelas Hinata sembari memberi pelukan hangat persaudaraan.
'Mungkin kau tidak akan pernah tahu bahwa aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu Hinata, berhenti mencintaimu sama saja membunuh diriku secara perlahan, meski saat ini terasa sesak di dada.. aku akan belajar mencintaimu sebagaimana caramu mencintaiku' Gaara tersenyum getir sembari mengusap surai indigo Hinata.
XXX
Mansion megah di daerah perumahan milyader itu diterangi sinar matahari yang menelusup masuk ke balik jendela. Hinata tengah duduk di kursi santai sembari menimang Akira dan menikmati cokelat hangatnya, hari-hari Hinata terlalui seperti dahulu, ya.. Dahulu saat hanya ada dirinya dan Toneri, hampa.
Entah sampai kapan wanita indigo itu terpuruk, terkadang dalam tidurnya pun Hinata dapat menangis tersedu. Mungkin Hinata sudah gila jika saja Akira dan Gaara tidak ada di dekatnya saat ini,
"Hinata.."Ujar Gaara dari balik pintu mahoni.
Kaki telanjang Hinata berjalan di atas matras tebal menuju pintu, setelah pintu dibuka oleh Hinata, terlihat Gaara bermantel tebal warna merah yang tengah membawa tas belanja.
"Ini untukmu dan Akira-chan"Tangan Gaara terangkat mendekati bibir Akira.
Hinata segera berbalik dan masuk ke dalam kamarnya setelah menerima hadiah itu, meninggalkan Gaara di pangkal pintu
"Ayo"Ajak Hinata setelah dirinya dan Akira mengenakan mantel merah muda pemberian Gaara.
Gaara mematung sebentar melihat penampilan segar Hinata dengan setelan yang membuatnya seperti Korean artist ,
"Ayo Onee-chan"Goda Gaara sembari mengangkat tubuh kecil Akira.
Hinata menaruh kedua tangannya di depan dada sembari mengikuti langkah Gaara, baru hari ini Hinata berjalan-jalan keluar , Gaara dan Hinata berjalan berdampingan menyusuri kota modern Tokyo yang diselimuti salju tebal. Sesekali Gaara mencium gemas kedua pipi Akira membuat Hinata segera mengambil bayi kecilnya,
"Kau bisa memakan Akira jika terus menciumnya seperti itu"Protes Hinata sembari mengusap pipi bayi yang belum genap satu bulan itu.
Gaara tersenyum simpul sembari merangkul pundak Hinata 'sebagai sahabat' mengajaknya berkuliner semua tipe makanan yang biasa disajikan saat musim dingin, mulai dari Yudofu, Yosenabe, Mizutaki,Tori Zosui hingga Oden. Semua makanan itu tersaji dan dihabiskan dalam satu kali duduk, Hinata bahkan tertawa geli saat Gaara tersedak karena terlalu bersemangat.
"Setelah ini kita mau kemana lagi Onee-chan?"
"Berhenti memanggilku seperti itu, umurku baru 24 tahun tuan ratusan tahun"Ejek Hinata sembari memberi Akira sebotol asi.
"Khe, baiklah kita akan melihat Tokyo Tower saja , Okay?"Balas Gaara setelah menaruh sejumlah uang di atas meja makan restoran tradsional itu.
Setelah mereka sampai , Gaara segera mengabadikan momen itu dengan polaroid limited edition miliknya, Hinata terlihat sedikit meringkuk sembari mendekap erat Akira yang terlelap. Gaara membelikan Hinata banana crepes yang ada di dekat pintu masuk, setelah menghabiskan makanan kecil itu Gaara segera mengajak Hinata pulang karena Hinata terlihat cukup kelelahan dengan perjalanan hari ini.
TBC
FAV,REV JANGAN LUPA YAH MINNA-SAN..
ARIGATO :)
