Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto. I own nothing.

.

.

.

Chapter 7 : Eating Contest.

.

.

.

"Haaaah…"

Shikamaru menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. Wajahnya terlihat sangat lelah dengan sedikit riasan wajah yang masih terlihat setelah dibersihkan. Mata mengantuknya itu kini terpejam. Tangannya kini menopang kepalanya diatas bantal.

Beberapa menit memejamkan mata, akhirnya ia membuka matanya untuk menatap langit langit kamarnya. Seulas senyum simpul tampak pada wajahnya.

'2 tantangan lagi, dan aku akan mendapatkan Temari.' Batinnya bahagia. Shikamaru pun memejamkan matanya lagi dan tertidur pulas.

~(***)~

Pukul 5.30 sore.

Shikamaru merapihkan penampilannya. Rompi chuunin, rambut yang diikat keatas seperti buah nanas, dan celana hitam. Penampilan yang sudah biasa terlihat dari sosok Nara Shikamaru. Simpel. Bahkan terlalu simpel untuk berkencan dengan wanita cantik dari negara tetangga. Tapi, ia menyuruh kekasih-belum-resmi-nya itu untuk berpakaian seperti biasa juga, sih.

Shikamaru datang ke tempat Barbeque-Q lebih awal. Seorang pria gentleman harus datang lebih awal daripada lady-nya, bukan?

Ia pun memesan tempat duduk untuk dua orang dan menunggu Temari. Beberapa menit kemudian, sang lady pun datang. Memakai kimono hitam, seperti biasanya. Namun tetap cantik, seperti biasanya juga.

Temari perlahan duduk didepan Shikamaru yang menopang wajahnya dengan tangan kanannya. Wajahnya mengantuk, seperti biasa. Temari mengerutkan keningnya.

"Itukah salam yang kau ucapkan ketika bertemu pacarmu?" sindirnya. Shikamaru menguap.

"Seharusnya kau menyapaku terlebih dahulu. Kan aku sudah melewati hal hal yang aneh seharian ini." ujar Shikamaru lagi. Kali ini Temari tertawa kecil.

"Jujur aku lebih menyukai Shinamiya-chan. Ia terlihat lebih polos, cantik, dan berkharisma daripada Shikamaru yang ini. Pemalas, tukang tidur, dan berantakan."

"Hey, hey, hey. Shinamiya dan Shikamaru itu orang yang sama, yaitu aku. Jadi rasanya sedikit aneh kalau kau memuji diriku dan mencela diriku dengan pribadi yang berbeda secara tidak langsung di waktu yang bersamaan. Hm, mengerti tidak?" Temari menggeleng. Shikamaru menghela nafas. "Aku juga tidak."

"Kau ini aneh sekali, bocah. Hah, daripada buang buang waktu, sebaiknya kita memesan makanan sekarang." Ujar Temari. Shikamaru membalikkan tubuhnya untuk memanggil pelayan. Mereka pun memesan makanan setelahnya. Pelayan itu pun mencatat pesanan mereka lalu meninggalkan tempat mereka untuk memberi catatan pesanannya itu .

Suasana pun menjadi hening ketika Shikamaru mulai menguap dan menguap. Temari hanya menatap kekasih-belum-resmi -nya itu dan berfikir 'Kenapa aku mau dengan bocah ini?'. Shikamaru merasa dirinya diperhatikan oleh wanita didepannya. Ia tersenyum jahil.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku tampan, ya?"

"Hah? Hahahaha! Dasar bocah geer! Aku hanya heran dengan kebiasaanmu itu. Di tempat umum masih saja melakukan kebiasaanmu yang buruk itu. Setidaknya kau hargai sedikit wanita didepanmu dan orang orang sekitar! Dasar bocah. Masih harus diajari." Tegur Temari. Shikamaru merengut sedikit.

"Kau wanita?"

"Heh! Kurang ajar kau, bocah! Belum tau rasanya diterbangkan ke Kirigakure dengan satu tebasan ya?"

"Aku hanya bercanda, kok. Lagipula kalau kau bukan wanita, mana mau aku kencan denganmu. Aku 'kan masih normal. Lagipula….aku berkencan dengan wanita paling cantik di mataku." Gombal Shikamaru. Rona pink yang tidak jelas terlihat tampak di pipi Temari yang putih. Ia speechless.

PLAK!

"Ouch!" kepala Shikamaru dipukul dengan kertas yang digulung oleh Temari. "Untuk apa itu?"

"Kau bilang aku 'wanita tercantik dimatamu'? Lalu ibumu itu dikemanakan? Dasar anak durhaka!" Pukulan mendarat berkali kali di kepala Shikamaru. Yang dipukul merintih kesakitan sambil memohon untuk diampuni. Temari pun berhenti.

"Haaah kau ini tidak tau gombalan masa kini ya. Mendokusai."

"Sudah kuduga kau mencontek."

"Maumu apa sih, wanita mendokusai? Membuatku kesal saja daritadi."

"Yasudah putuskan aku saja! Dengan begitu kan kau tidak usah mengikuti tantangan dari Gaara. Hidup bahagia tanpa siksaan, dan mendapatkan wanita yang tidak mendokusai!"

"Haaa, aku tidak mau. Aku hanya menginginkanmu!"

"Memang aku barang yang bisa dibeli?"

"Bukan begitu maksudku."

"Hah yasudah tinggal cari yang lain.''

"Kan sudah kubilang. Aku terlalu sayang padamu. Mana bisa menggantikanmu begitu saja? Lagipula, kenapa kita jadi berdebat begini ya?"

"Aku hanya mengetesmu kok. Terimakasih ya, sudah sayang padaku." Ujar Temari datar. Wajah Shikamaru merona. Ia menopang wajahnya lagi lalu mengalihkan pandangannya dari Temari.

"S-sama sama, deh." Balas Shikamaru canggung. Temari tersenyum manis.

Pesanan mereka pun datang setelah menunggu cukup lama. Temari mengambil sumpit lalu membakar dagingnya di panggangan Barbeque. Shikamaru pun juga begitu.

Temari merasa canggung dengan keheningan tiba tiba mereka. Akhirnya ia angkat bicara.

"Aku salut padamu."

"Hah?"

"Yaah, kau mau saja disuruh menjadi wanita, demi mendapatkan aku. Jujur aku sangat kagum padamu. Terimakasih ya, sekali lagi. Kau melakukannya demi aku. Terimakasih." ujar Temari sambil memakan daging barbeque yang sudah matang. Shikamaru tersenyum.

"Aku akan melakukan apa saja, meskipun itu konyol sekali, untuk mendapatkan apa yang kumau, dan yang kusayang. Ingat itu."

"Akan ku garis bawahi di ingatanku." canda Temari. Shikamaru tertawa kecil. Mereka pun akhirnya menikmati makan malam mereka.

~(***)~

Shikamaru dan Temari selesai dengan acara kencan makan malam mereka dan akhirnya mereka kembali ke kediaman masing masing. Sebagai gentleman yang baik, Shikamaru mengantar Temari ke penginapannya terlebih dahulu.

Penginapan Temari tidak jauh dari tempat Barbeque-Q. Ia satu penginapan dengan adiknya, Kankurou. Sementara Gaara di penginapan lain khusus untuk tamu penting, mengingat ia adalah Kazekage Sunagakure...

Sesampainya didepan penginapan Temari. Shikamaru memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya. Temari tersenyum manis kepada Shikamaru.

"Terimakasih untuk makan malamnya."

"Sama sama. Jangan tidur malam malam." ucap Shikamaru sambil mengelus kepala Temari. Temari merengut.

"Tidak sopan. Aku lebih tua 3 tahun darimu, tahu."

"Yah, setidaknya aku lebih tinggi darimu." sindir Shikamaru datar. Temari memberinya deathglare. Shikamaru sweatdropped. "Bercanda..."

"Kau juga, tidur jangan mendengkur terlalu keras. Bangun jangan kesiangan. Bantu ibu dan ayahmu. Jangan malas malasan terus di kamarmu!" giliran Temari menepuk dada bidang Shikamaru.

"Kini aku merasa seperti anak berusia 3 tahun."

"Memang kau seperti itu."

"Ehem."

Suara yang bukan dimiliki Shikamaru maupun Temari tiba tiba muncul. Suara dingin tapi dalam milik seorang lelaki, yang sangat familiar di telinga Shikamaru. Yang kononnya selalu membuatnya merinding.

Ya, Gaara.

"Ah, Kazekage-sama." sapa Shikamaru formal. Gaara memasang wajah dingin dan datar. Temari melambaikan tangannya pada Gaara seraya tersenyum canggung.

"Nara-san. Aku sudah menentukan tantangan kedua."

"Hah? Sudah?" cepat sekali! batin Shikamaru. Gaara mengangguk.

"Aku meminta kerjasama dengan rekan kerjamu. Akimichi Chouji-san. Karena ia tidak mengetahui soal tantangan tantanganku untukmu, jadi aku meminta bantuannya."

"Ha? Anda...bekerja sama dengan...Chouji? Tapi tapi, dia rekanku!" bantah Shikamaru. Gaara menghela nafas.

"Kau mau melanjutkan tantangannya atau tidak? Kalau tidak setuju, kami akan pulang ke Suna sekarang..."

"AAAH tidak aku setuju kok! Tadi hanya bercanda! Ha ha ha!" Shikamaru mulai panik. Gaara menganggukan kepalanya.

"Oke. Besok malam, datang ke Ichiraku Ramen."

"Hm? Tantangannya apa?"

Gaara tersenyum simpul.

Berlomba makan ramen dengan Akimichi Chouji, siapa yang berhasil memakan 3 mangkuk ramen dan 1 ramen jumbo dan selesai lebih awal, akan menjadi pemenangnya. Jika kau kalah, Temari gagal menjadi milikmu.

'Celaka...' batin Shikamaru. Ia panik. Ya, panik. Bagaimana tidak? Chouji terkenal suka menghabiskan makanan beberapa tumpuk. Sampai sampai restoran hampir kehabisan stok makanan. Dan Shikamaru harus mengalahkannya? Mimpi buruk...

"Bagaimana? Sanggup?" tanya Gaara memastikan. Temari menatap Shikamaru penuh harap. Sedikit khawatir, sebenarnya.

"Tentu saja aku sanggup." jawabnya mantap. Gaara tersenyum lagi. Temari menghela nafas lega.

"Kutunggu kau jam 6 di Ichiraku Ramen besok. Sampai jumpa." ucap Gaara. Ia memegang bahu Temari dan menuntunnnya masuk ke penginapan. "Ayo, Temari."

Syuuuuuung.

Angin berhembus kearah Shikamaru. Mewarnai keheningan didepan penginapan Temari. Shikamaru menepuk kepalanya.

"Aku bodoh."

~(***)~

Pukul 04.30 sore.

"Chouji!"

"Emmmnyemnyem."

"Choujiii!"

"Hmmmm... 10 menit lagi..."

"CHOUJI, SHIKAMARU DATANG MENCARIMU!"

BRAK

Laki laki berbobot berat itu jatuh dari tempat tidurnya. Suara ayahnya mengejutkannya dari mimpi indah. Laki laki yang dipanggil Chouji itu mengusap usap kepalanya yang terjun ke lantai.

"Iya, tou-san."

Chouji pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pintu depan rumahnya, lalu ia membukanya perlahan. Dilihatnya-lah sahabatnya berdiri didepan pintu sambil memasang wajah malas khas-nya itu.

"Ah, hei, Shikamaru!"

"Hai, sobat."

"Ada apa kau datang kemari?"

"Hm, begini, aku dengar Gaara mengajakmu bertanding makan ramen melawanku ya?"

"Hah, iya! Ia bilang kalau menang, bisa mendapatkan voucher makan gratis di Ichiraku selama seminggu! Dan ramennya ia yang traktir! Wah, surga sekali!" seru Chouji senang. Shikamaru hanya ikut tertawa. 'Dasar Gaara pembohong.' Kemudian ia mengusap belakang lehernya.

"Em... bagaimana kalau... aku menraktirmu makan di Barbeque-Q sekarang? Untuk pemanasan nanti."

"Traktir?" Shikamaru mengangguk. Chouji memasang wajah curiga. "Kau tidak mencoba curang kan, Shikamaru?". Shikamaru tertawa sambil menepuk bahu Chouji.

"Oh, ayolah sobat. Aku ini temanmu. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu. Lagipula, aku juga makan kok." ujar Shikamaru. Chouji belum menghapus wajah curiganya itu. Shikamaru kini memasang tampang datar.

"Aku yang traktir. Sebanyak apapun kau makan, aku yang bayar."

"Kau serius? Oke! Ayo berangkat!" tanpa aba aba, Chouji menarik Shikamaru ke Barbeque-Q.

~(***)~

Pukul 06.00 sore

"Kazekage-sama!" Chouji melambaikan tangannya kearah Gaara yang duduk di kursi Ichiraku bersama kedua kakaknya, Kankurou dan Temari. Shikamaru yang berada disamping Chouji, hanya memasang wajah lemas. Seakan akan mengatakan 'Uangku hangus dimakan Chouji...'

Gaara langsung berdiri dari kursinya, menyambut kedua tamu spesial nya itu.

"Akimichi-san , Nara-san."

"Ayo langsung saja lomba makan ramennya! Perutku sudah tidak sabar!" Chouji bersemangat. Shikamaru mendelik. 'Apa? Orang ini baru menghabiskan 12 mangkuk barbeque!'. Batin Shikamaru. Gaara tersenyum simpul. Teuchi ji-san dan Ayame menyediakan ramen untuk diperlombakan. 6 mangkuk ramen dan 2 ramen jumbo untuk mereka berdua.

Temari menepuk bahu Shikamaru sambil berbisik "...semoga berhasil." Shikamaru mengangguk.

"3...2...1!"

Mereka berdua memulai aksinya.

Chouji, seperti biasa, melahap makanannya dengan nafsu, sementara Shikamaru yang bukan tipe pemakan banyak, dengan terpaksa harus mengikuti style khas temannya itu.

The Sand Siblings hanya menatap tercengok melihat aksi keduanya yang rakus itu. Terutama Chouji yang sangat sangat bersemangat.

Belum selesai mangkuk ke-3 Shikamaru, Chouji sudah mulai memakan mangkuk ramen jumbo. Shikamaru tercengang saat melirik kesamping. Ia mempercepat makannya.

Gaara dan Kankurou sudah memasang senyum kemenangan sementara Temari masih panik.

Beberapa menit berlalu.

Shikamaru dan Chouji kini berlomba lomba menghabiskan ramen jumbo itu.

Tiba tiba...

Wajah Chouji memucat.

'Celaka...perutku..sudah tidak kuat lagi..'

Chouji memperlambat gerak makannya. Makin lambat. Makin lambat. Ia melirik Shikamaru yang masih lahap memakan ramennya. Chouji pun mencoba mempercepat, namun perutnya sudah tidak kuat lagi. Ia merasa mual.

'Kenyang...aku sudah kenyang...' ujarnya dalam hati.

"Selesai!" Shikamaru mengangkat mangkuk besarnya. Gaara dan Kankurou tercengang. Temari terkejut tidak percaya. Chouji memegang perutnya yang sudah kekenyangan.

"Aku berhasil mengalahkan Chouji, Kazekage-sama. Tantangan kedua, berhasil." ucap Shikamaru penuh rasa kemenangan. Gaara memberinya tatapan dingin. Kankurou masih tercengang. Temari pun sama.

"Tunggu! Tantangan? Tantangan apa?" tanya Chouji sambil memegang perutnya. Gaara memejamkan matanya sejenak.

"Maaf, Akimichi-san, karena telah berbohong padamu akan memberi voucher makan gratis seminggu di Ichiraku jika kau menang dari Nara-san. Sebenarnya, ini hanya untuk tantangannya mendapatkan kakakku, Temari."

"Jadi...jadi...semua itu..."

"Iya Chouji. Maaf sebelumnya jika aku curang padamu dengan mengajakmu makan barbeque dengan aku yang mentraktir. Aku tau jika kau sudah ditraktir orang, kau akan makan sepuasnya. Oleh karena itu, karena kau keasyikan makan, kau tidak memperhatikanku yang tidak menyentuh makanan sama sekali. Dan, setelah mendengar trik Gaara untuk menipumu agar tidak berkomplot denganku, makanya aku mencurangimu, karena aku tau jika kau menang kau tidak dapat apa apa. Sementara jika aku menang...aku dapat kesempatan mendapatkan Temari. Dan itu sangat berarti untukku." Jelas Shikamaru. Chouji hanya menatap tidak percaya.

"Shikamaru ...kau dan Temari-senpai..."

"Ah, iya. Kami pacaran."

PLAK!

"Masih belum resmi..." Kankurou memukul kepala Shikamaru dan berbisik dengan horror. Shikamaru menghela nafas.

"Iya iya."

Chouji tersenyum.

"Kalau begitu, aku senang kalah darimu. Karena jika aku kalah, kau bisa mendapatkan Temari-senpai. Sementara jika aku menang...kau juga lebih kasihan, sobat."

"Arigatou, Chouji." Shikamaru tersenyum pada sahabatnya yang juga melempar senyum padanya.

"Doita."

"Wah. Wah. Tidak kusangka Tuan Jenius menang di pertandingan ini." sindir Gaara sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

Shikamaru tersenyum kemenangan.

"...tapi dengan cara curang, ya."

Shikamaru sweatdropped.

~To Be Continued~

.

.

.

A/N : Yasalam, updatenya kelamaan ya? Lama banget bangetan malah ya -_-" maaf ya readers, kan di chapter kemaren udah author bilang, kalo tanggal 11 (Juli-_-) kemaren author masuk sekolah, jadi agak sibuk dan fic ga keurus -..- Yap. Akhirnya Chapter 7 datang juga :D . Kita tunggu chapter 8 yaaah~ Alhamdulillah yah. Sesuatu banget yah. *digaplok Syahrini* *eh* . Review please? :)