Pairing : Kyuhyun x Sungmin (Kyumin) slight Kyuseo, Simin and other pairing next…

Warning : YAOI! Please Don't Like, Don't Read

Disclaimer : they belong to their parents of course..

Chapter 7

Siwon terpaku diam setelah mendengar pernyataan dokter dan melihat reaksi seohyun yang tampak santai seakan tubuhnya baik-baik saja, siwon masih belum percaya dan berharap bahwa hasil lab yang diberikan tertukar atau dokter salah diagnose akan penyakit seohyun, tetapi melihat reaksi seohyun yang tenang siwon dan mengatakan bahwa dia sudah tahu semuanya, siwon tidak tahu harus berkomentar apa.

"kau jangan diam seperti itu siwon ah, kau membuatku takut.." seohyun menatap khawatir sepupu kekasihnya yang sedari tadi hanya duduk diam sambil memandang lantai.

"kenapa kau bisa setenang itu seohyun ah? Apa kau tidak merasa takut?" akhirnya siwon bersuara mengutarakan kekhawatirannya, walau bagaimanapun seohyun adalah kekasih sepupunya dia tidak ingin kyuhyun bersedih, terlebih lagi seohyun adalah noona yang sangat disayangi oleh sungmin namja yang dicintai siwon.

"aku tidak boleh takut, dan merasa kalah dengan penyakitku ini.. jika aku merasa takut bagaimana aku bisa menenangkan sungmin? Kau tahu hal yang membuatku takut adalah melihat wajah sungmin yang setiap hari tampak khawatir setiap kali melihatku, atau membuat kyuhyun pergi menjauh dariku... makadari itu aku harap kau merahasiakannya siwon ah..." jelas seohyun matanya tampak berair menahan air mata yang hendak jatuh, membayangkan wajah sungmin dan kyuhyun membuat hatinya merasa nyeri. Masih jelas dalam ingatannya bagaimana dulu sungmin merawatnya sepeninggal orang tua mereka, membayangkan wajah sungmin yang setiap hari tampak khawatir membuat perasaannya sedih, seohyun berjanji dia harus kuat dan tidak boleh kalah dengan penyakitnya ini.

siwon terdiam mendengar pernyataan seohyun, siwon yakin suatu saat seohyun pasti akan member tahu sungmin tentang penyakit yang menggerogoti ginjalnya, ya.. seohyun di diagnosa terkena gagal ginjal akut yang diakibatkan karena adanya tumor yang bersarang dikandung kemihnya yang menyebabkan penyumbatan aliran kemih yang menjadi momok bagi kerusakan fungsi ginjalnya. walau masih dalam stadium awal tapi siwon khawatir kerusakan ginjal seohyun akan bertambah parah jika tidak diberi perawatan secara insentif.

"ya siwon ah... hentikan muka seriusmu itu, kau sunguh tidak pantas, arra?" ujar seohyun yang sedari tadi memperhatikan kegelisahan siwon.

"ahh.. mianhae seohyun ah.. aku akan memeriksa hyukie dan hae sebentar diluar, mereka pasti mengkhawatirkanmu, aku juga ingin memastikan apakah sungmin dan kyuhyun sudah datang, kau beristirahat saja, ne?" siwon tersenyum kemudian pamit yang dijawab dengan anggukan senyum oleh seohyun.


Kyuhyun tampak masih menuntun sungmin ketika masuk ke dalam rumah sakit dengan muka memar dibagian pinggit bibirnya, dan pakaian yang sudah acak-acakan akibat terjatuh berkali, dibelakangnya sungmin terlihat diam penampilannya juga tidak kalah acak-acakan dengan mata sembab dan baju yang sudah tidak rapih, sungmin menyadari tatapan aneh orang-orang yang mengarah ke mereka berdua dan segera menyadari penampilan mereka yang sangat jauh dari kata rapih. Sungmin menghentikan langkahnya yang membuat kyuhyun terdiam dan menoleh ke sungmin dengan tatapan bingung.

"sebaiknya kita merapihkan diri terebih dahulu, aku tidak ingin noona cemas melihat keadaan kita yang seperti ini" ujar sungmin datar , kemudian segera melangkahkan diri ke toilet tanpa menunggu jawaban dari kyuhyun.

"apa kau harus selalu dingin seperti itu sungmin ah? memangnya siapa yang membuat keadaan kita seperti ini..kau tidak merasakan perutku yang terasa nyeri dan bibirku yang perih.. berjalanlah pelan sedikit " gerutu kyuhyun pelan sambil berjalan mengikuti sungmin, tetapi masih bisa didengar oleh sungmin.

Sungmin pura-pura tidak mendengar dan tetap berjalan walau sedikit memperlambat laju jalannya.

'mianhae kyuhyun ah... seandainya kau tahu hatiku juga merasa sakit saat melihatmu kesakitan..'


" ahhh minnie jucciiiiii" teriak hae, yang langsung berhambur lari kea rah sungmin, hyukie yang mendengar teriakan hae ikut lari kea rah sungmin, siwon tampak memperhatikan kyuhyun dan sungmin walaupun penampilan mereka sudah agak bersih tapi siwon jelas melihat bekas tanah yang menempel pada baju kyuhyun, dan memar pada bibir kyuhyun, siwon juga memperhatikan mata sungmin yang tampak sembab seperti habis menangis. 'apa yang terjadi pada mereka' batin siwon

Sungmin tampak tersenyum menyambut hyukie dan hae, mengesampingkan perasaan gelisahnya dan berusaha terlihat seperti biasa. "aigoo baby hae.. baby hyukie.. apa kalian menjaga seohyun ahjumma dengan baik?" sungmin menepuk kepala duo eunhae, merasa bersalah karena telah meninggalkan mereka berdua. Hae dan hyukie hanya mengangguk tersenyum merasa tenang karena melihat minnie juccinya sudah kembali.

"aigoo... kalian memang anak pintar" sungmin memberikan kecupan ringan pada pipi duo eunhae yang dibalas kikikan geli dari keduanya.

"siwon ah, bagaimana noonaku apa dia baik-baik saja?apa benar noonaku hanya sakit datang bulan?" Tanya sungmin raut mukanya tampak cemas.

Siwon tersentak mendengar pertanyaan sungmin, tampak ragu menjawabnya "ahh nee.. dia sedang beristirahat sekarang, apa kau ingin menemuinya sungmin ah?" siwon tersenyum untuk menenangkan sungmin.

Kyuhyun memperhatikan sungmin dan siwon dengan pandangan tidak suka. 'sejak kapan mereka memanggil dengan panggilan akrab?'

Setelah mendengar pernyataan siwon, sungmin memutuskan untuk segera masuk ke kamar noonanya untuk memastikan noonanya baik-baik saja seperti yang dibilang oleh siwon. kyuhyun yang melihat sungmin beranjak masuk, terhalang oleh siwon yang tiba-tiba membawanya untuk berbicara berdua.

"ya.. kyuhyun ah kau darimana saja? Dan ada apa dengan pakaian dan bibirmu? Apa kau bertengkar dengan sungmin?" Tanya siwon yang heran melihat kyuhyun agak berantakan.

"sudahlah hyung, aku sedang tidak ingin membahasnya sekarang.. aku ingin melihat seohyun terlebih dahulu.."

"apa kau sekarang mengkhawatirkannya cho kyuhyun? kenapa kau bertindak kasar padanya tadi pagi? Kau sangat aneh cho kyuhyun.."

"terserah kau sajalah choi siwon" kyuhyun langsung meninggalkan siwon sendiri tanpa menghiraukan panggilan siwon yang memanggilnya untuk kembali, kyuhyun juga ingin memastikan keadaan seohyun, dia merasa bersalah sudah membuat seohyun sakit seperti ini.

" ya cho kyuhyun.. aishhh!" siwon tampak kesal dengan sikap kyuhyun.

Duo eunhae yang memperhatikan siwon tampak kesal agak prihatin juga, mereka mendekati siwon untuk menghibur siwon.

"icchhh dacal olang itu.. hyukie benal-benal tidak cuka, yak an hae?" hyukie menatap polos kea rah saudaranya

"eum.. nee.. hae juga tidak cuka.. ciwon jucci jangan temani dia lagi ne? hae cama hyuki mau ko belbaik hati jadi teman ciwon jucci, ne hyuki?"

"ne.. tapi bukan belati hyukie membialkan ciwon jucci deket-deket minnie jucci loh.." ujar hyukie tetap menegaskan jika minnie jucci nya tetap milik dia dan hae.

"hahaha.. aigoo.. ya hyukie ah, hae ah.. siwon ahjussi juga ingin dekat dengan minnie jucci.. boleh kan? Ya ya ya ya?" siwon mengedip-ngedip kan matanya meminta belas kasihan duo eunhae.

Hyukie dan hae saling memandang kemudian berteriak "tidak boleh titik!" secara bersamaan.

"icchh olang dewasa benal-benal celakah dikacih hati minta apa tuh hae?" Tanya hyukie yang terlihat bingung meneruskan kalimatnya

"jantung hyukie" hae menyambung kalimat hyukie.

Siwon tertawa melihat tingkah duo eunhae dihadapannya, dan merasa bersyukur mereka ikut berlibur setidaknya dengan adanya duo eunhae suasana jadi tidak terlalu tegang.


Dikamar sungmin duduk disamping ranjang seohyun yang tertidur karena pengaruh obat, tangannya memegang tangan seohyun yang bebas dari selang infus, melihat keadaan noonanya yang terlihat lemah dengan selang infus yang menempel di tangannya membuat miris perasaannya, ingatannya kembali ke saat seohyun sakit sehingga harus dirawat selama lebih dari satu bulan di rumah sakit akbiat shock ditinggal oleh orang tua mereka. Sungmin menatap sedih dia merasa gagal menjaga noonanya, sungmin ingin segera melihat noonanya tersenyum dan cepat kembali ke rumah mereka di seoul.

"noona.. mianhae minnie tidak bisa menjagamu..mianhae minnie sudah lengah seharusnya minnie lebih memperhatikan kesehatan noona.. mianhae ne noona.. hikss" sungmin tidak bisa menahan tangisnya melihat noonanya terbaring lemah dan pucat seperti ini, segera dihapusnya air matanya cepat-cepat sungmin tidak ingin noonanya melihat dia menangis, dia harus selalu terlihat kuat dihadapan noonanya.

Kyuhyun yang sedari tadi diam memperhatikan sungmin, jadi merasa tambah bersalah karena sikapnya keadaan menjadi seperti ini, kyuhyun sadar harusnya dia lebih mengontrol perasaannya dan emosinya. Kyuhyun mendekati sungmin tangannya bergerak kearah bahu sungmin yang tampak bergetar menahan tangis, dan terhenti saat hendak menyentuh bahu sungmin. Kyuhyun tampak ragu ingin rasanya dia menenangkan sungmin yang terlihat rapuh dihadapannya ini, tapi kyuhyun tau sungmin tidak akan suka dengan tindakannya.

"kau juga sebaiknya istirahat, kau tampak kelelahan mukamu juga pucat sungmin ah" kyuhyun akhirnya bersuara, tidak tahan melihat sungmin memandang seohyun yang masih tertidur karena pengaruh obat.

Sungmin hanya diam dan menatap tajam kyuhyun. "kau harusnya memperhatikan noonaku cho kyuhyun! karena kau noonaku menjadi seperti ini! dan berhenti bersikap sok akrab denganku cho kyuhyun!" hatinya masih belum terima karena kyuhyun noonanya menjadi sakit seperti ini.

"demi tuhan lee sungmin aku juga khawatir terhadap seohyun! Bisakah kau berhenti bersikap dingin? Kumohon lee sungmin.. istirahatlah biar aku yang akan menjaga seohyun.. aku juga akan meng cancel penerbangan kita sore ini, kau dan seohyun butuh istirahat" kyuhyun mencoba menenangkan sungmin. Kyuhyun khawatir melihat kondisi sungmin dengan mata sembab dan muka pucat, kyuhyun tahu sungmin kelelahan terlebih sungmin sudah kehabisan tenaganya setelah menghajar dia.

"jangan khawatirkan aku cho kyuhyun! aku tidak butuh istirahat.. aku hanya ingin melihat noonaku sadar.."

"jangan keras kepala lee sungmin!" bentak cho kyuhyun yang merasa kesal dengan sikap keras kepala sungmin.

Sungmin yang tersentak kaget langsung berdiri spontan dan menatap tajam kyuhyun dihadapannya, sejenak tatapannya berkunang-kunang akibat gerakan spontan yang dilakukannya. Sungmin mencoba memfokuskan kembali matanya tubuhnya sedikit bergoyang, kyuhyun yang melihat gelagat sungmin langsung menghampiri sungmin dan memegangi sungmin yang tampak ingin terjatuh.

"jangan menyentuhku cho kyuhyun!" desis sungmin tajam,ditepisnya tangan kyuhyun kasar, tetapi gerakan itu malah justru semakin membuat sungmin kehilangan keseimbangan, pandangannya kembali berkunang-kunang dan memudar kemudian menjadi gelap. Sungmin jatuh pingsan.

Kyuhyun secara otomatis menangkap sungmin, ditepuknya pelan pipi sungmin "sungmin ah.. gweanchana? Kau jangan membuatku panik.. sungmin ah.." merasa tidak ada jawaban kyuhyun langsung membopong sungmin keluar, diliriknya seohyun sejenak merasa seohyun masih belum sadarkan diri kyuhyun segera bergegas membawa sungmin.


Siwon terkejut ketika melihat kyuhyun membopong sungmin yang pingsan, duo eunhae yang melihat minnie juccinya pingsan jadi ikut panik, mulutnya bergetar cemas dan siap untuk meledakkan tangisan.

"kyuhyun ah.. ada apa dengan sungmin?" siwon terlihat cemas melihat orang yang disukainya terlihat tidak sadarkan diri.

"cepat panggilkan dokter siwon hyung!" kyuhyun setengah berteriak karena panik

Siwon segera berlari mencari dokter, kyuhyun mengikuti siwon dari belakang dengan tergesa-gesa.

"sungmin ah bertahan lah jebal... jebal sungmin ah..." lirih kyuhyun sambil terus membopong sungmin.

"minnie jucci.. hikss minnie jucci hae takutttt" hae menangis , hyukie yang tadinya menangis terdiam setelah mendengar hae ketakutan, di pegangnya tangan hae dan menuntun hae untuk mengikuti siwon dan kyuhyun..

" jangan takut hae ah, ada hyukie dicini.." ucap hyukie menenangkan hae.


Sungmin dilarikan ke gawat darurat sementara, dokter terlihat memeriksa sungmin, kyuhyun tampak panik berdiri di samping dokter sambil terus memperhatikan keadaan sungmin.. 'jebal sungmin ah sadarlah.. jangan membuatku panik..' lirih kyuhyun dalam hati.

"kyuhyun ah kau kembali lah ke tempat seohyun, biar aku yang menjaga sungmin disini.. aku khawatir seohyun.."

"anii... tidak hyung! Aku ingin disini menemani sungmin!" potong kyuhyun yang merasa cemas dengan keadaan sungmin, matanya masih terus mengawasi dokter yang memeriksa keadaan sungmin.

"ya cho kyuhyun.. apa kau lupa seohyun membutuhkanmu disana.. kau.."

"jangan memaksaku hyung!" bentak kyuhyun menatap tajam siwon, dan segera memperhatikan sungmin kembali mukanya benar-benar terlihat cemas.

Siwon yang merasa semakin aneh dengan sikap kyuhyun segera menarik kyuhyun keluar ruangan dengan paksa.

"ada apa denganmu cho kyuhyun! kau bersikap seperti orang tidak waras!" teriak siwon yang sudah merasa habis kesabarannya menghadapi kyuhyun.

"jebal hyung.. aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu.. aku ingin memeriksa keadaan sungmin.. aku takut dia kenapa-kenapa, jebal hyung biarkan aku menemani sungmin.." ratap kyuhyun, pikirannya benar-benar sudah diliputi rasa cemas akan sungmin. Kyuhyun yang hendak segera melarikan diri dari siwon ditarik secara kasar oleh siwon dan dibenturkan tubuh kyuhyun ke tembok

"kau harusnya memperhatikan kekasihmu cho kyuhyun! bagaimana jika seohyun sadar dan tidak ada yang menemaninya disana, seohyun lebih membutuhkanmu disana!" siwon sungguh tidak mengerti dengan sikap kyuhyun. kenapa sepupunya ini bersikap seolah-olah tidak ingin meninggalkan sungmin, ada apa dengan kyuhyun...

"jika kau khawatir padanya kenapa tidak kau saja yang menenaminya hyung!" bentak kyuhyun balik

"mwoo? Apa kau lupa? Seohyun itu kekasihmu! Kau yang harusnya berada disampingnya bukan aku!"

Kyuhyun terdiam mendengar pernyataan siwon, memang seharusnya kyuhyun yang berada disamping seohyun, tapi kyuhyun tidak bisa meninggalkan sungmin begitu saja dengan keadaan sungmin yang tidak sadarkan diri. Kyuhyun terduduk lemas tangannya meremas kepalanya dan membenturkan sesekali ke tembok berharap perasaan kalutnya pergi.

"aku sungguh tidak mengerti dengan dirimu kyuhyun ah.. dua hari ini kau terlihat sangat aneh.. ada apa denganmu?kau seperti bukan kyuhyun yang kukenal.." ujar siwon menatap kyuhyun yang terduduk dilantai

"aku juga tidak tahu hyung.. aku juga tidak ingin berada di posisi seperti ini hyung.. rasanya sesak hyung.." kyuhyun memukul dadanya sendiri, melupakan nyeri yang ada di perutnya.

"apa maksudmu cho kyuhyun?! jelaskan padaku.. kau .. apa kau? tidak-tidak, tidak mungkin.. katakan jika pikiranku salah kyuhyun ah.. kau tidak mungkin menyukai sungmin kan?" tanya siwon yang merasa curiga dengan sikap kyuhyun yang tidak ingin meninggalkan sungmin, siwon juga ingat dirinya sesekali memergoki tanpa sepengetahuan kyuhyun, melihat kyuhyun yang selalu menatap sungmin dengan pandangan tidak suka jika sungmin berdekatan dengan dirinya.

'katakan tidak kyuhyun ah.. jebal..' batin siwon memohon

Kyuhyun masih tertunduk diam, tidak berani menjawab pertanyaan siwon, kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa.

"kenapa kau tidak menjawabku kyuhyun ah? Wae? waee?!" siwon berteriak marah

"ne kau benar aku menyukainya hyung..." jawab kyuhyun lirih, kyuhyun merasa tidak tahu harus bagaimana dihadapan hyungnya yang jelas-jelas lebih dulu tertarik kepada sungmin.

"brengsek kau cho kyuhyun!" siwon yang marah menarik kyuhyun berdiri dan memegang kerahnya. "apa kau tidak memikirkan perasaan seohyun kekasihmu hah? Apa kau tidak memikirikan perasaanku cho kyuhyun?!"

"aku tau aku memang brengsek hyung... aku tau aku salah.. aku sendiri juga tidak mengerti hyung kenapa diriku menjadi seperti ini.." kyuhyun tidak ingin melawan siwon, kyuhyun sadar dia yang sudah membuat keadaan menjadi rumit seperti sekarang ini.

Siwon yang melihat kondisi kyuhyun yang tampak kacau, dengan muka memar dan wajah yang terlihat kalut segera melepaskan tangannya dari kerah kyuhyun.

"kembali lah ke tempat seohyun.. dia lebih membutuhkanmu.. percayalah padaku kyuhyun ah.." siwon berlalu meninggalkan kyuhyun yang terdiam. Kyuhyun ingin ikut memeriksa keadaan sungmin dan memastikan bahwa sungmin tidak apa-apa, tapi kyuhyun juga tidak ingin tambah memperrumit keadaan, dengan langkah gontai kyuhyun melangkahkan kakinya menuju tempat seohyun.


Sungmin membuka matanya secara perlahan mencoba menahan sinar yang menyilaukan matanya, hidungnya mencium bau obat-obatan, matanya mencoba untuk focus mengenali keadaan sekitar yang tampak asing dan serba putih, sungmin tidak tahu dirinya berada dimana saat ini, kepalanya masih berdenyut kencang.

"sungmin hyung gweanchana?" samar-samar terlihat wajah ryeowook yang tepat menatapnya dan terlihat khawatir.

"wookie ah? Aku ada dimana? Kenapa kau berada disini?.. ahhh" sungmin meringis menahan pusing dikepalanya, tubuhnya terasa kaku karena seharian berbaring diranjang.

"kau jangan bergerak dulu.. kau sedang berada dirumah sakit sekarang.. apa kau tau kalau anemiamu kambuh?" ujar wookie, tangannya meraih gelas dan mencoba meminumkannya ke sungmin untuk mencegah dehidrasi.

"ahh.. noonaa.. noona dimana wookie ah.. aku ingin bertemu noona sekarang.." sungmin yang langsung teringat kondisi noonanya ingin segera bangkit untuk bertemu noonanya.

"tenanglah sungmin hyung, seohyun noona sedang beristirahat, apa kau tidak tahu ini sudah malam? Kau tidak ingin mengganggu tidur seohyun noona kan?" ujar wookie

Sungmin tampak membenarkan perkataan wookie dan memilih untuk berbaring kembali, perutnya terasa lapar dan mengeluarkan bunyi minta untuk segera diisi.

"hahaha kau kelaparan hyung?tenanglah sebentar lagi yesung hyung akan kemari membawakanmu makanan" ucap wookie sambil tertawa melihat hyungnya tampak malu didepannya.

"kenapa kau dan yesung hyung bisa ada disini? Maafkan aku tidak menjaga anakmu" sungmin merasa bersalah karena telah mengabaikan duo eunhae, sungmin tau mereka berdua pasti mengkhawatirkannya.

"yesung hyung menelponmu, siwon yang mengangkatnya, dan mengatakan tentang kejadian noona dan dirimu hyung.. anak-anakku tidak apa-apa hyung, mereka anak yang kuat dan pintar" jelas wookie.

Yesung dan siwon tampak membuka pintu dan tersenyum lega setelah mengetahui sungmin yang sudah sadar.

"apa kau sudah baikan sungmin ah?berapa kali aku harus bilang padamu, kau juga harus memperhatikan dirimu..kau seharusnya sadar jika kondisimu juga lemah, apa kau lupa jika kau punya anemia? Dokter mengatakan kau terlalu kelelahan dan stress hingga menyebabkan anemiamu kambuh." Ujar yesung yang datang dan segera menasehati sungmin.

Sungmin yang memang selalu tidak bisa membantah yesung hanya diam, sedangkan perutnya yang memang sedari tadi perih menahan lapar berbunyi kembali.

"hahaha sudahlah yesung hyung, sungmin butuh energi untuk mendengarkan nasehatmu, sini kemarikan makanannya, biar aku yang menyuapi sungmin hyung.." wookie segera menenangkan yesung dan mulai menyuapi sungmin.

Siwon menghampiri sungmin dan berdiri disisi sungmin, diperhatikannya sungmin yang makan secara lahap dan membuat siwon tersenyum.

"aigoooo uri sungminiie lahap sekali makannya... makanlah yang banyak nee~?" ujar siwon tangannya mengusap kepala sungmin.

Sungmin menatap tajam siwon karena merasa acara makannya terganggu, dan hanya dibalas cengiran oleh siwon.

Yesung tersenyum simpul memperhatikan siwon yang terlihat memperhatikan sungmin sambil sesekali tersenyum dan menyodorkan tisu untuk membersihkan mulut sungmin, sedangkan sungmin yang merasa siwon bersikap berlebihan sesekali menatap tajam siwon tanda protes, tanpa berusaha menghentikan tindakan siwon.

Diluar kamar sungmin tampak kyuhyun menatap nanar dari kaca pintu, dilihatnya siwon yang tampak asik mengusap mulut sungmin, dan melihat sungmin yang tidak menolak perhatian siwon membuat perasaannya menjadi sedih. Kyuhyun yang tadinya ingin melihat keadaan sungmin berbalik badan dan memilih untuk kembali ke tempat seohyun.

'apa mencintaimu begitu salah sungmin ah? Kenapa kau selalu bersikap dingin terhadapku? Tidak bisakah aku seperti siwon hyung yang bisa mendekati dan memberikan perhatian padamu?'


Kyuhyun kembali ke kamar inap tempat dimana seohyun tertidur, kyuhyun sengaja menggelapkan kamar supaya seohyun tidak merasa silau dan lebih nyaman ketika tidur. Ditatapnya seohyun yang terlihat pulas ada perasaan bersalah setiap kali menatap seohyun. Kyuhyun masih ingat betul bagaimana perasaannya dulu dan usahanya untuk mendapatkan seohyun, seohyun yang merupakan satu almamater di kampusnya dulu merupakan idola kampus dan kyuhyun mengagumi seohyun sejak pertama kali masuk sebagai mahasiswa baru dan berusaha untuk mendekati seohyun walau kyuhyun tahu jika seohyun lebih dewasa dari umurnya. Kyuhyun seperti melihat sosok noona nya Ahra dalam diri seohyun, Ya.. Kyuhyun memang memiliki noona yang sekarang tinggal di luar negri karena menikah dengan warga negara asing, kyuhyun yang saat itu merasa kehilangan noonanya karena ditinggal pergi seakan menemukan kembali sosok noona dihadapannya ketika bertemu dengan seohyun.

Kyuhyun memang sangat mengaggumi cho ahra sejak kecil karena noonanya yang selalu menjaga dan mengurus keperluan kyuhyun dari kecil mengingat kesibukan orang tua kyuhyun yang luar biasa padat. Ahra noona ibarat pawangnya kyuhyun yang bisa mengendalikan sifat jahil dan nakalnya kyuhyun saat kyuhyun masih kecil hingga kyuhyun beranjak remaja noonanya selalu berusaha menemani kyuhyun. Kyuhyun menemukan kenyamanan dan kehangatan ketika melihat seohyun berada di dekatnya, terlebih ketika kyuhyun tahu bahwa seohyun dikenal sangat menyayangi adiknya.

Kyuhyun tersentak kaget dengan pikirannya sendiri. 'apa aku selama ini menganggap seohyun sebagai pengganti ahra noona? Lalu perasaan apa selama ini yang kurasakan terhadap seohyun? Apakah aku benar-benar mencintai seohyun? Jika aku mencintainya kenapa aku rela melepaskannya demi sungmin?' kyuhyun kembali menatap seohyun dengan tatapan sendu.

"mianhae seohyun ah... mianhae jika aku menyakitimu..seohyun ah..apa kau tahu jika sungmin dan siwon hyung mengatakan jika aku orang yang brengsek karena telah membuatmu seperti ini?aku memang brengsek seohyun ah.. aku tidak pantas menerima perasaaan tulusmu.. aku juga tidak pantas mencintai sungmin.. yaa aku brengsek bukan? Karena sudah berani membiarkan perasaanku mencintai sungmin.. aku memang aneh seohyun ah... rasanya baru kemarin kau mengenalkanku pada sungmin, tapi entah kenapa perasaanku berkembang dengan sangat cepat.. aku juga tidak tahu sejak kapan dan bagaimana perasaan ini berubah menjadi cinta.. aku tahu betul aku salah seohyun ah.. aku sudah menyakitimu dan sungmin.. mianhae seohyun ah.. mianhae... mianhae.. mianhae.. seohyun ah mianhae..."

Kyuhyun terus meminta maaf hingga suara lirihnya berganti menjadi dengkuran halus, kyuhyun tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang menempel di kasur tepat disebelah tangan seohyun.

Seohyun membuka matanya dengan air mata yang mengalir dipipinya, seohyun mendengar semua perkataan kyuhyun, ditatapnya kyuhyun yang tertidur lelap di sampingnya tangannya yang bebas menyentuh helaian rambut kyuhyun. Perasaannya sakit mengetahui jika kyuhyun sudah tidak mencintainya lagi, walau bagaimanapun seohyun adalah seorang wanita, wanita mana yang tidak teriris hatinya jika mendengar kekasihnya mencintai orang lain.

'kenapa harus sungmin kyuhyun ah? Kenapa harus adikku? Apa aku saja tidak cukup bagimu? Apa aku tidak bisa membahagiakanmu?apa kau tidak sedikitpun memikirkan perasaanku kyuhyun ah?'


"molning minnie jucci" ucap hyukie dan hae bersamaan saat membuka pintu kamar inap sungmin, mereka berdua terlihat ceria, dibelakangnya terlihat yesung dan wookie yang menyusul masuk. Sungmin tersenyum senang melihat duo eunhae nya menghampiri dan memanjat kasur sungmin kemudian duduk di pinggiran kasur. Sungmin diapit oleh dua makhluk kecil menggemaskan.

"molning kiss donnn" ucap hyuki semangat bibirnya sudah siap dimajukan dan siap menerima morning kiss dari minnie jucci nya, dan cup sungmin mengecup sekilas bibir hyukie yang membuat hyukie tersenyum sumringah.

Setelah sungmin mengecup hyukie, sungmin menatap hae, dilihatnya bibir hae yang sudah bergetar menahan tangis, dan sedetik kemudian tangisan hae pun pecah.

"huweeee minnie jucci...hikss.. minnie jucci jangan cakit lagi.. hae takut... hikss" hae sesegukan

"aigooo baby hae kemarilah.. mianhae ne baby hae, baby hyukie.. minnie ahjussi sudah membuat kalian khawatir dan takut" sungmin meraih hae kedalam pelukannya dan mengecup pipi hae untuk menenangkannya.

"icchh.. hae cengeng.. liat dong hyukie aja tidak menangic.." ujar hyukie bangga.

Yesung dan wookie tersenyum melihat polah kedua anaknya. Siwon yang tertidur di sofa terbangun karena suara berisik hae yang menangis, tidurnya terusik semalam menjaga sungmin membuat badannya pegal-pegal dan kaku.

"yaa pagi-pagi sekali kalian sudah berisik.." gerutu siwon yang terbangun dengan setengah mengantuk.

"minnie jucci apa kau bica tidul tadi malam? Apa ciwon jucci mengolok kencang?" ujar hyuki sambil menjulurkan lidahnya meledek siwon.

"ya ya ya hyukie ah.. aku tidak mengorok, benarkan sungmin ah? Kau jangan menjelek-jelekan diriku hyukie ah" sungut siwon yang masih merasa mengantuk.

"tidak hyuki jelekan juga ciwon jucci cudah jelek, yak an hae?" hyukie meminta persetujuan hae yang sudah berhenti menangis setelah mendapat ciuman di pipinya.

"eum ne.. ciwon jucci jelek" hae mengangguk lucu sambil mengusap airmata dengan lengannya.

"aishh sudahlah kalian bertiga ingin membuat gempar rumah sakit, eoh? hyukie ah, hae ah.. kalian tidak boleh begitu biar siwon ahjussi jelek, kalian harus tetap menghormati orang yang lebih tua, ne?" seru yesung sambil menatap jahil kedua anaknya. Duo eunhae terkikik melihat appanya membela mereka.

"asih kalian bersekongkol menjatuhkan ku" ujar siwon sambil pura-pura mengambek pada duo eunhae.

Sungmin meminta untuk menjenguk noonanya, dari kemarin sungmin belum memastikan keadaan noonanya dan masih merasa khawatir terhadap kondisi noonanya. Ryeowook segera menghampiri sungmin dan memeriksa tubuh sungmin yang sudah terlihat baikan, dan tersenyum lega kemudian membantu sungmin untuk berdiri dengan dibantu oleh yesung.


Sungmin melangkah masuk ke kamar inap seohyun dengan dipapah oleh wookie dan yesung, duo eunhae dan siwon mengikuti mereka dari belakang. Sungmin tersenyum miris ketika melihat seohyun yang masih tertidur dengan tangan yang berada di atas kepala kyuhyun. 'memang seharusnya seperti ini..kau tidak boleh mencintaiku, aku juga tidak boleh memiliki perasaan terhadapmu kyuhyun ah.. karena hanya kau yang bisa membuat noona tersenyum bahagia..'

Seohyun yang merasa ada yang masuk, membuka matanya dan tersenyum melihat sungmin. "minnie ah apa kau sudah baikan? Aku dengar anemia mu kambuh... kau seharusnya masih perlu beristirahat" ujar seohyun yang melihat sungmin masih terlihat agak pucat.

Sungmin tersenyum memastikan bahwa dirinya tidak apa-apa. "ani.. aku tidak apa-apa noona.. apa kau lupa dongsaengmu ini sekuat baja, eoh? apa kau sudah merasa baikan? Apa kata dokter noona?" Tanya sungmin khawatir.

Kyuhyun yang merasa mendengar suara sungmin dalam tidurnya langsung terbangun tiba-tiba. "aakkhhhh!" kyuhyun mengerang memegang perutnya yang terasa sakit, memar pada perutnya akibat pukulan sungmin terasa lebih nyeri pagi ini.

"kyuhyun ah gweanchana? Ada apa dengan perutmu?" tanya seohyun khawatir, dibukanya kaos kyuhyun dan terkejut ketika mendapati lebam biru di sekitar perut kyuhyun.

Kyuhyun langsung menepis halus tangan seohyun, dan menahan nyeri sekitar perutnya, luka dibibirnya juga terasa lebih sakit dari kemarin. "aku tidak apa-apa.. kau jangan khawatir ne?" ucap kyuhyun

"apanya yang tidak apa-apa? Kenapa bisa lebam seperti ini? bibirmu juga terluka, apa yang terjadi kyuhyun ah? minnie ah.. apa kau tahu yang terjadi pada kyuhyun ah?" tanya seohyun yang kini menatap sungmin

"mianhae noona... maafkan aku, aku yang menyebabkan dia seperti itu.. aku saat itu tidak dapat menahan emosiku noona, saat melihat kau jatuh pingsan.. aku.. " sungmin tidak dapat melanjutkan kalimatnya dan menunduk tidak berani menatap langsung kearah noonnanya, sungmin merasa bersalah terhadap noonanya, lagi-lagi sungmin merasa telah gagal menjaga perasaan noonanya.

"ani.. sungmin tidak salah seohyun ah.. aku memang pantas mendapatkan ini.. sudahlah kau tidak usah khawatir, lebam seperti ini akan hilang beberapa hari..." kyuhyun tidak ingin seohyun marah terhadap sungmin, dan kyuhyun tidak ingin melihat sungmin tertunduk merasa bersalah...

"minnie ah.. kau tidak seharusnya bertindak ceroboh seperti itu, apa kau sudah meminta maaf terhadap kyuhyun?" tanya seohyun matanya masih menatap ke arah sungmin menunggu penjelasan dari mulut sungmin.

Sungmin terdiam tidak menjawab noonanya.

"minnie ah aku bertanya padamu" seohyun menantikan jawaban sungmin yang masih tetap diam berdiri tertunduk memandang lantai.

"sudahlah seohyun ah.. aku kan sudah bilang, sungmin tidak salah.. aku yang pantas..."

"kenapa kau membelanya kyuhyun ah?! Jika sungmin salah dia harus meminta maaf! Minnie ah.. apa umma dan appa kita mengajarkanmu untuk bersikap kasar?! Cepat minta maaf kepada kyuhyun.. aku tidak ingin berbicara denganmu jika kau belum meminta maaf padanya!" bentak seohyun setengah berteriak kepada sungmin.

Sungmin yang mendengar umma dan appa nya disebut segera tersentak kaget, baru kali ini sungmin mendengar noonanya berterika kepadanya dan membawa-bawa umma dan appanya. Apa seohyun tahu batin sungmin semakin tersiksa ketika mendengar umma dan appa nya disebut, sungmin benar-benar merasa gagal menjaga seohyun. Sungmin melepas pegangan yesung dan wookie pada lengannya. Semenjak masuk mereka semua terdiam memperhatikan adegan di depannya, tanpa berani menginterupsi, mereka sadar ini bukan kapasitas mereka untuk ikut campur, sungmin menghampiri kyuhyun dan menunduk sedalam-dalamnya meminta maaf.

"ma.. maafkan aku cho kyuhyun ssi, maafkan aku" suara sungmin terdengar sedikit bergetar. 'ani kau harus kuat lee sungmin.. kau harus kuat.. kau tidak boleh membuat noona marah, kau tidak boleh membuat noona merasa sedih.. kau harus kuat lee sungmin' sungmin menguatkan dirinya sendiri.

Kyuhyun yang melihat sungmin menunduk dihadapannya merasa nyeri dihatinya, kyuhyun ingin menghalangi sungmin, akan tetapi kyuhyun tau tindakannya justru akan membuat seohyun bertambah marah terhadap sungmin karena membela sungmin. kyuhyun tau perasaan sungmin saat ini. kyuhyun tidak menyangka jika seohyun membawa umma dan appanya untuk membuat sungmin menurut padanya, bukankah seharusnya seohyun lebih mengetahui perasaan adiknya?

Setelah menunduk pada kyuhyun, sungmin menghampiri noonanya dan menunduk kembali meminta maaf pada noona nya. "mianhae noona.. mianhae... sudah membuatmu marah, aku mohon maafkan minnie noona.. kau jangan marah lagi ne? kau harus memperhatikan kondisi fisikmu noona.. minnie janji minnie tidak akan mengulanginya lagi.. maafkan minnie noona.. tolong jangan marah kepadaku noona.. kau boleh meminta kyuhyun balas memukulku berkali-kali.. aku akan menerimanya noona... jangan marah terhadap minnie noona jeb..jebal" lirih sungmin menahan napasnya mencoba mengendalikan suaranya yang sudah bergetar menahan sesak, matanya sudah berair siap mengeluarkan air mata.

Wookie yang melihat sungmin hyung sahabatnya memohon meminta maaf kepada seohyun tidak kuasa lagi berada disana, dan memilih untuk pergi dari ruangan itu, di susul dengan yesung yang mengetahui bahwa istrinya akan segera menumpahkan airmata. Siwon tetap terdiam menatap sungmin yang masih tertunduk meminta maaf tanpa berani memandang seohyun yang berada di depannya dengan memalingkan wajahnya kearah berlawanan dari tempat sungmin berdiri.

Seohyun yang masih memalingkan mukanya juga merasa sedih melihat sungmin memohon maaf padanya, seohyun tahu tidak seharusnya dia membentak dan membawa nama umma dan appanya, tapi perkataan kyuhyun semalam terus terngiang dikepalanya, seohyun juga wanita biasa yang bisa merasa cemburu melihat kekasihnya membela orang lain terlebih jika kekasihnya mencintai orang itu.

'mianhae minnie ah.. aku menumpahkan kekesalanku terhadapmu.. mianhae minnie ah'

Kyuhyun yang tidak tahan melihat sungmin didepannya mencoba menghampiri seohyun, belum ada satu langkah tangannya ditahan oleh sungmin, sungmin menatapnya dan menggelengkan kepalanya pada kyuhyun memohon untuk tidak membuat seohyun lebih bertambah marah padanya. Kyuhyun tersiksa menatap mata sungmin yang sudah memerah, tangannya juga terasa dingin dan bergetar.

Sungmin akhirnya mencoba menghampiri seohyun dan berhadapan dengan muka noonanya yang masih berpaling kea rah lain. Kakinya masih terasa lemas tangannya yang bergetar mencoba meraih ujung tiang kasur untuk memapahnya ke hadapan seohyun, siwon dengan sigap segera menghampiri sungmin dan membantunya berjalan ke arah seohyun.

'kenapa aku tidak bisa melindungimu seperti siwon hyung, sungmin ah'

"noona..." sungmin melepas pegangan tangan siwon dan menekuk lututnya, sungmin berlutut memohon maaf dihadapan noonanya, apapun akan sungmin lakukan agar noonanya mau berbicara kembali padanya. Jika sungmin harus berlutut sepanjang hari demi mendapatkan maaf dari noonanya maka sungmin akan bersedia melakukaknnya.

"noona... aku mohon berbicaralah padaku.. jangan mendiamkan aku seperti ini noona... maafkan aku.. jebal noona.. minnie janji tidak akan membuatmu marah lagi.. maafkan minnie noona.. jebal maafkan minnie" bahu sungmin bergetar, tangannya yang mengepal diatas pahanya basah terkena air mata yang tidak sengaja mengalir dari matanya. Sungmin benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi agar noonanya memafkannya. Membayangkan noonanya yang tidak ingin berbicara padanya membuat perasaannya sakit. noonanya yang selalu ada disampingnya, noonanya yang selalu dilindungi dan dijaganya sudah tidak mau berbicara padanya, dada sungmin terasa sesak menahan perih memikirkan hal tersebut, pandangannya mulai mengabur karena air mata yang mengumpul di matanya. Napasnya sudah mulai sesak karena menahan isak tangis, hingga menghalau oksigen yang masuk ke dalam paru-parunya, tanpa sungmin sadari sungmin terjatuh ke lantai, dan pingsan kedua kalinya.

"Sungmin ah!" teriak kyuhyun dan siwon bersamaan.


TBC~~~~

Huwaaa... mian.. mian.. baru sempat update... apa masih ada yang nunggu kelanjutan cerita ini?. ^^~

Readers tercinta,

Diriku menyadari masihhh banyak kekurangan pada ff ini.. jadi mohon dimaklumi jika kalian mendapatkan typo, atau kata yang terasa mengganjal.. salam damai aja yah apa mau salam tempel aja?. ^_*

Sekali lagi banyak terima kasih untuk yang sudah mereview ff ini, review kalian sangat bermanfaat untuk diriku.. terima kasih juga untuk readers yang sudah memfavoritkan ff dan mem follow ff ini..

Tebar cinta kyumin untuk kalian para KMS ^^~

Yang review dapat molning kiss dari duo eunhae kecil yang menggemaskan . maauuu?