Matsuri Hino yang punya Vampire Knight. Gw cuma pengen have fun ama chara-charanya Beliau. Ijin yak gan!
FanFic ini base-nya adalah sebuah permainan roleplay gw ama neng Dwi Aprilia DamaYanti di grup all genre di FB : Animanga M 18+ Roleplay Indonesia.
Gw edit dalam bentuk FF , semoga kalian suka.
A Vampire Knight FF
ll
O
ll
Will Hunt You... FOREVER!
ll
O
ll
Pair = Kaname Kuran x Zero Kiryuu
Genre = YAOI, romance, adult, mature
Rate = M – 18+
ll
O
ll
Sebelumnya~ maafkan author yg terlalu mesum ini /ojigi/ dan menambah kegilaan FF ini dengan menghadirkan beberapa alat EHEM yg anu sekali #oposih?!
Pokoknya~ jangan kutuk auth jd batu yak ! Kutuk auth jd makin cakep en terus menyebar virus kemesuman aja yg bisa memuaskan kalian /maksud?!/
"Sepertinya kau lebih suka dipaksa, Zero...chan?" Cakaran itu menimbulkan luka gores yang tentu saja itu artinya... bloody bloody!
Oh god ! apa pureblood itu tak memiliki batas stamina ?
"You did it on purpose, right? My dear Zerochan is so naughty kitty." Kaname kembali merubah posisi Zero menjadi tengkurap, sehingga kini batang panas tuan pureblood bisa bebas menggesek belahan 2 benda kenyal di belakang tubuh si hunter. Tangan Zero? Sudah tenang di alamnya. Maksudnya, anteng dalam cengkraman tangan kuat Kaname. Inilah enaknya menjadi pureblood, tenagamu unlimited dibanding jenis lainnya.
"Kh..kaname! Le-lepas !" Zero berusaha meronta namun tangannya dikunci terlalu kuat. "Hhnn.. stop teasing me or-" oh sial ! Sial ! Kenapa pureblood sialan itu harus menggodanya dengan aroma manis dari cairan merah miliknya itu ?
"You desire this blood, my dear? Wanna taste it while it dripping?" goda Kaname mendekatkan tangan berdarahnya di depan hidung sang Level E.
Zero merasakan kepalanya berdenyut. Kaname's blood is too sweet to resist.. !
Kaname menyeringai merasa kemenangan ada di pihaknya. "Akan kubiarkan kau mencicipinya setelah aku kau puaskan terlebih dahulu."
"APA? JADI KAU MASIH BELUM PUAS?!" seru Zero lantang. Sang hunter menoleh disertai glare galak khasnya. Tenang saja, Zero, semakin kau galak, semakin Kaname bernafsu menaklukanmu, kok. Lalu kalo Zero gak galak? Ya tambah di taklukkan! Intinya, nowhere to run bagi Zero.
Kaname meraih dasi di dekatnya dan digunakan untuk mengikat dua tangan Zero ke atas, sementara dirinya bisa leluasa bermain-main di liang surgawi sang hunter.
"Gezz.. seriously Kaname- I.. I don't want-wa-waitt... what are you doing ,idiot ?!" oke, Zero mulai panik saat Kaname mulai menggunakan dasi dan mengikat kedua tangan si Kiryuu. Oh-oh-Zero mulai khawatir bahwa ronde kedua permainan ini akan menjadi permainan BDSM di mana Zero Kiryuu berada di pihak yang dirugikan.
"Zero... Zero... Zero~ entah kenapa kau... bagai candu bagiku. Be ready, my dear." Kaname membuka pantat Zero dan usap pintu masuk hole Zero dengan menggunakan lidah kasarnya. Sang lidah tuan Kuran menari agresif di permukaan hole tersebut, menggelitik nafsu Zero agar kembali menyala.
"Khh.. Kaname.. I'M GONNA KILL YOU ! I'M GONNA KILL YOU ! BASTARDDD ! AAHH~ " Bahkan di sela-sela desahannya pun, Zero masih sempat mengumpat dan menyumpahi pureblood tampan itu.
Karena takut lolongan merdu Zero diketahui publik dan mungkin juga beberapa vampir yang kepo sedang lewat nantinya, Kaname lekas meraih sebuah kotak ajaib, his secret black box yang ada di bawah ranjang. Ehh? Apa sih yang Kaname taruh di bawah ranjang segala?
"Sabar, my dear." Dan segera tuan Kuran memasang sumpel mulut alias gagball untuk sang hunter. "Well my dear, this is the real pleasure. Enjoy it." Ia mengecup kening tuan Kiryuu yang cuma bisa mendelik sambil menggumam entah dah, Kaname tak tau karena ada sumpal tadi, wikikik.
Zero ingin sekali menggampar Kaname beserta authornya yang sedang terkekeh bahagia melihat kondisi sang hunter sedang terikat tak berdaya dan tak bisa menyalurkan sumpah serapah pada pureblood sialan itu.
Nah, berhubung auth-nya Zero rada demen maso, let's play some sweet BDSM here and now. Eaaa~
Are you ready? Ohoo~ jargonnya Jinguji Ren malah dicomot.
"Nnnggghhh.. mmmphh! #%%#3%&*&!%& " Entah apa yang ingin diteriakan Zero, auth-pun tak mengerti. Jadi Zero hanya bisa berteriak kesal dan bergerak-gerak gelisah.
Tuan pureblood tampan kita memandangi sejenak hasil ulahnya. Gaki silverette, telanjang, terikat, mulut tersumpal, muka merona (entah karena malu atau karena marah? Whatever ), dan saliva yang muncul sedikit di sudut bibir. Perfect! So perfect!
Zero bisa saja menendang Kaname dan buru-buru lompat keluar jendela. Namun toh, author tak mengizinkan dan memutuskan Zero tak memiliki cukup tenaga untuk itu. Haha~
Jadi, alhasil Zero hanya bisa memberi glare super menusuk yang artinya : 'Aku bersumpah akan merobek jantungmu , pureblood sialan!'
Whatever the reason, humiliation against Kiryuu Zero is unforgivable, even it was done by his own lover.
Wait... So Zero , You are admitting Kaname to be your lover ?
Mengagungkan hasil kerjanya sendiri, Kaname meraih sesuatu dari black box nya. And then.. next... is.. ta-da! The Finger Claw ! Yeaahh, cukup menakutkan, bukan? Lihat saja mata melotot Zero yang... ahh entah apa makna belalakan itu, Kaname tak terlalu peduli. Ohoho~
"My dear. Let me introduce to you. Here is . Kau tau, dia ini suka daging mulus yang menggiurkan. Bagaimana kalau kita minta pendapatnya?" Kaname cuek berujar demikian meski sang hunter memberinya death glare, evil glare, demon glare bahkan puppy glare sekalipun, tuan Kuran tetap mengarahkan Claw berujung setajam pisau itu ke dada Zero.
Dua manik amethys Zero membulat sempurna melihat penampakan alat berlabel Claw yang justru mirip pisau daripada cakar , meski dipakainya pada jari tangan.
" want to notice you, my dear. Let him-" dan .. kulit pucat di dada Zero mendadak berubah warna. Ahh rupanya itu hanya lelehan darah berebut meminta keluar dari celah yang di buat Kaname.
"Khh-ngh.." jeritan Zero tentu saja tertahan saat finger claw sialan itu menggores kulit mulusnya, meninggalkan segaris luka cantik(?) beserta warna merah mewarnainya.
Kaname terlihat begitu menikmatinya , saat ia menjilati dan mengarahkan pandangan seduktif yang 100x lebih menyebalkan dari biasanya.
Zero ingat kaname tak mengunci gerak kakinya kan? Maka dengan sedikit tenaga yang tersisa, Zero mengangkat kakinya untuk mendorong Kaname dan berusaha menjauhkan si pureblood sialan dari hadapannya. Too bad, He doesnt have enough strength for this.
Sebelum tuan hunter berhasil menendangnya, Kaname sudah menahan kaki nakal itu menggunakan tangan kuatnya.
"Ckckck.. my dear.. don't be so stingy. Or... you hope for another punishment? Khufufufuu~ " seringai di wajah sang pureblood muncul lebih misterius seraya kaki sang silverette ia peluk di bahunya dan- JLEBB ! Kaname menenggelamkan dua taring tajamnya ke daging paha dalam Zero. Yummy!
Oh God, Zero sudah lelah. Maka ia hanya bisa menatap Kaname dengan tatapan yang tak terdefinisi, Antara marah, kesal, lelah, dan-pasrah ? O-oh... Zero, you are not giving up , are you ?
Menyaksikan kekasihnya menjerit lalu mengerang, merupakan tambahan kenikmatan sendiri bagi tuan pureblood. Sebenarnya ia tidak terlalu lapar ingin menghisap darah Zero, namun hanya ingin memuaskan hasrat libidonya saja.
'That bastard pureblood is just so damn crazy !' keluh tuan hunter dalam hati.
"Hh.. ngh.. hhhmmmpp..." Ingin rasanya Zero berteriak agar Kaname melepas gagball sialan ini. Setidaknya biarkan Zero mendesah sepuasnya lah...
"You have an energic fellow down here, dear. What about.. lets make it more beautiful? " dan usai berkata begitu, Zero merasakan batang tegangnya tercekik. Yeah baby, his thing has a beauty cock-ring on it now. Heheh.
Mata Zero mendelik kesal saat manhood-nya begitu tidak elitnya dipasangi cockring sialan yang sontak menimbulkan rasa tak nyaman pada dirinya. Oh tentu saja ia masih belum lupa pada rasa perih yang menjalar di sekitar dadanya karena goresan fingerclaw nista dari Kaname.
"Jangan mendelik salah paham begitu, sayank.. Aku hanya ingin kita keluar bersama nantinya." Senyuman di wajah Kaname tidak membuat tuan silverette adem ayem namun justru bergidik. Ahaaii~
"Nghh... kkhh..." Oke, kepala Zero mulai pening akibat klimaks yang tertahan di bawah. Oh ayolah Kaname, let Zero moans as loud as he wants~
"What, my dear? You wanna say something?" Penasaran ingin tau apa yang ingin Zero ucapkan, tuan pureblood kita yang baik hati dan penyayang ini melepas gag-ball dari mulut sang hunter.
"PWAHH! Kaname kau pureblood BRENGSEK!" teriak Zero begitu gag-ball nya sudah terlepas.
"How about we add some pleasure for you, dear?" Kaname melirik Zero seraya mengaduk kotak hitam ajaibnya. Dan ia menemukan sebuah alat yang tampak menggiurkan. "Look, my dear.. this fabulous thing has a same colour as ur iris." Wohoho~ tuan Kuran melambai-lambaikan sebatang vibrator ungu. Well Zero, kau tau apa yang bakal terjadi kan?
"Nnnh.. Kana.. meehhh... apa.. itu..." Mata Zero tak begitu menangkap jelas pada benda ungu di genggaman Kaname. Matanya menyipit sibuk mengatur nafas serta rasa perih di seluruh tubuhnya.
Tapi saat benda itu-
"Bon apetite, ma cherri.." THRUST! Maka benda menakjubkan tadi langsung saja dilesakkan masuk ke hole Zero diiringi lolongan sang hunter, dan Kaname menyetelnya pada level 9. O-ohh , Kaname-sama, you are so generous person.
"Aaarrkhh-" benda ungu tadi- masuk ke dalam lubang miliknya tanpa persiapan- seketika membuat manik amethyst Zero membulat sempurna dan jeritan keras pun tak terelakan.
"Ahh~ glory... Your voice.. it's a glory... it's a blissfull in my ears, dear." Kaname menggeram nikmat walau hanya menyaksikan respon Zero yang sungguh seksi.
"Hhh.. Kana... meehh... en-ough..." bisik Zero, tak sadar bahwa nadanya sedikit memohon.
Kaname menggerakkan vibra itu mengaduk hole Zero. Jangan lupakan setelan level 9 nya loh. Dan bisa jadi benda manis itu sudah mengenai spot .
"You like it, dear? Wanna more? Come on, speak to me.. beg me.. moan.. louder.." tuan pureblood sudah dalam mode S. Dijilati kembali luka sayat di dada tuan Kiryuu.
Zero sebenarnya adalah sosok pemuda yang cinta damai dan tidak suka dengan kekerasan. Dibalik wajah manisnya yang sedingin es, Zero-sebenarnya memiliki hati yang lembut dan fluffy seperti kapas.
Dan sungguh-dia bukan seorang masokis.
"No- akh- Kana... mee... nnhhh,,,, stop... hhh..." Tubuhnya bergetar hebat karena getaran level 9 dari vibrator yang sedang menyiksa lubangnya.
Kaname mengangkat alisnya. Ia tertarik mendengar perkataan Zero. Ada celah yang dapat ia manfaatkan di situ. Seringaian seketika muncul di wajahnya.
"No? You wanna stop? You dont wanna this cute purple thing stick in your hole, my dear? Kalau begitu... katakan padaku... kau... ingin apa?" bisiknya seduktif di dekat telinga Zero.
"Nnngghhh... Kaanaa... me... pleassee... stop... I don't want this-ahh!" Zero menggerakan kepalanya ke samping kanan dan kiri, tanda bahwa ia tengah menahan sakit bercampur sensasi aneh yang terlalu rumit bila dijabarkan menggunakan rumus dan teori apapun.
"Be careful and be wise to choose your words, dear. Karena kalau salah, aku bisa memakai alat lainnya untuk menyenangkanmu." imbuh Kaname mesra sembari menjilat pipi hunter- nya.
Sebenarnya pelupuk mata Zero sudah sangat panas dan ingin meneteskan cairan bening yang disebut air mata. Namun, demi seluruh pride yang masih tersisa di dalam dirinya... He won't Cry ! Never !
ll
O
Bersambung
O
ll
Yokaaaiiiyooo! (?) apdet lageeee~
Gmn mnrt kalian? Kaname sadis gak sih? Gak kan? Dia cuma sedang sedikit bersenang-senang dengan yayanknya /eaaa~
Ikuti terus kemesuman tuan Pureblood ganthenk kita yak!
Jangan lupa komen, plis~ hehe
See ya next chapter!
~lloll~
===[ RYUU ]===
