AU VERSION

Angin sejuk di pagi hari menghembus pelan masuk menuju rumah kayu milikku bersama-sama dengan seorang pemuda yang kucintai. Aroma pinus menyeruak, terbawa oleh angin yang berhembus membuatku merasa tenang.

Decitan kayu kerap berbunyi setiap kali aku melangkahkan kaki di lantai rumahku. Decitan kayu yang dulu terdengar menyebalkan, namun kali ini terdengar seperti lantunan musik dalam telingaku.

Semuanya terasa sangat sempurna. Kecuali satu hal, dimana seorang pemuda yang kutunggu-tunggu tak kunjung datang pula. Seorang pemuda tampan dengan surai merah membara yang membuat kesan tersendiri di hatiku. Seseorang yang disegani oleh sekawanannya karena perintahnya yang absolute. Tetapi, percayalah kalian kalau aku berbagi satu rahasia ini pada kalian?

Kuharap kalian bisa percaya, meskipun sulit.

Pemuda itu adalah seorang vampir.

Alasan mengapa aku menunggunya di pagi hari untuk pulang, karena semalam ia pergi untuk berburu di hutan belantara–yang dimana letaknya di sekitar rumah kami–mencari hewan-hewan liar yang bisa disantap.

Helaan nafas keluar dari mulutku. Menunggu bukanlah salah satu hal yang kusukai. Jadi, kupikir berendam di dalam bathtub selama beberapa menit dapat membuat hatiku sedikit gembira.

Kaki pun melangkah menuju kamar mandi untuk melaksanakan ide cemerlangku. Aku menyalakan keran air di dalam bak dan menuangkan sabun beraromakan mint milik Akashi–pemuda yang tadi kubicarakan. Segera setelah merasa cukup, aku pun merendamkan diriku di dalamnya, merasakan otot-otot yang tegang mulai terasa agak regang.

Kira-kira sekitar setengah jam, aku pun keluar dari bak dan hanya membalut tubuhku dengan sekain besar handuk pink favoritku. Aku termegap begitu keluar dari kamar mandi. Bagaimana tidak? Aku menemukan seseorang yang kutunggu-tunggu tengah berbaring di atas ranjang, dalam posisi tengkurap.

"Seicchan?" Panggilku, membuat pemuda itu berkutik sedikit dan membenarkan posisinya supaya ia dapat melihatku–yang hanya berbalut dengan handuk.

"Hei, apa yang kau—" Ucapannya terputus saat aku segera loncat dan memeluknya. "–Kau memakai sabunku lagi, I see."

Kekehan pelan pun keluar dari mulutku, menanggapi ucapan sang pemuda. Aku dapat merasakam deru nafasnya yang berhembus di leherku. Hangat dan geli, namun menyenangkan.

Deru nafasnya semakin lama menjadi semakin berat. Membuat bulu kudukku bergidik ngeri. —Karena aku tahu dibalik alasan atas perilakunya.

"Aku tidak dapat–"

"Ssh–" Desisku, sekali lagi memotong ucapannya. "Aku tahu."

Aku dapat mendengar seringaiannya, yang kemudian menunjukkan keempat gigi taring yang runcing, yang siap melubangi kulit siapa saja untuk dihisap darahnya. "[Name]. Dua kali."

Dahiku mengkerut. "Dua kali?" Aku membeo, bingung.

"Dua kali kau memotong ucapanku."

"O-oh—" Aku merutuk dalam hati. Bodoh, kenapa kulakukan itu tadi? Seicchan paling benci saat omongannya dipotong oleh orang lain!

"Tapi tidak apa," Tangannya segera melingkar ke seluruh tubuhku, menguncinya rapat. "Untuk kali ini saja."

Begitu ia selesai mengucapkan kata-kata terakhirnya, gigi runcing itu langsung saja menancap di leher kananku. Membuatku membuat suara erangan sakit yang mungkin bisa terdengar sangat ambigu dan memperpanas suasana kami berdua.

Tubuhku tak sanggup berkutik akibat dekapan erat dari sang pemuda. Pasrah, aku hanya menutup mata dan menggigit bibir bawahku untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.

Dapat kurasakan darah mengalir dari tubuhku, tersedot menuju leher untuk diminum olehnya. Tanpa terasa, air mata perlahan mulai menetes membasahi pipiku, dan saat itu juga, Seicchan melepaskan gigitannya padaku. "Hukumanmu yang pertama." Ucapnya kemudian mendorongku dari atas tubuhnya ke atas ranjang, menukar posisi kita yang semula.

"Hukuman kedua karena kau telah memakai sabunku tanpa izin." Matanya berkilat nakal. "Dan, aku yakin kau akan sangat menyukai hukuman yang satu ini, [Name]."


Haaaiiii, aduh gue lama ya ga apdet /ditaboque

Maafkan, tugas gue numpuk, ulangan gue hasilnya jelek-jelek. Mana gaada ide. Ini aja gue baru dapet ide dari plotideas di twitter. Heuheueheueheueh

Bagi yg mau request, bisa request karakter sama plot ceritanya nanti gue bikinin /lah