Siang hari di kota besar tentu sangatlah ramai. Semua orang sibuk dengan kesibukannya sendiri. Jalanan pun penuh dengan lalu-lalang kendaraan para pekerja kantoran karena siang itu sudah jam istirahat siang. Tidak hanya para pekerja, banyak pula terlihat para pelajar yang tengah berjalan menuju rumah masing-masing.
Ada yang berdiri menunggu jemputan, ada yang sedang sibuk menelpon, ada pula yang sedang berjalan bersama teman-temannya menuju halte bus. Tapi berbeda dengan seorang pemuda pirang yang tengah berjalan sendirian serius mengunyah permen karetnya. Bersama dengan orang-orang, pemuda pirang itu berjalan menyebrangi jalan.
Sesampainya diseberang jalan, ia merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya. Dilihatnya pemilik tangan itu, seorang pemuda tampan berambut oranye dengan nafas tersenggal-senggal yang kemudian ia terdiam terpaku melihat pemuda pirang itu.
Sang pemuda oranye terpukau melihat iris biru yang begitu indah itu. Sungguh ia tidak menyesal telah berlari-lari hanya untuk mengejar pemuda pirang itu yang ternyata sedang memakai headset (pantas saja ia tidak mendengar teriakannya).
Pemuda pirang itu menatap bingung pemuda oranye itu, sebenarnya siapa dia? Dan kenapa menatap seperti itu?
"Hei.." permuda itu pun menyuarakan suaranya. "Boleh kutahu siapa namamu? Kenalkan, aku Kyuubi," diulurkan tangan pemuda oranye itu, tanpa terlalu banyak berpikir dan dengan wajah tersenyum yang begitu manis, disambutnya uluran tangan itu. "Aku Uzumaki Naruto, salam kenal,"
Dan awal pertemuan itu adalah awal dari semuanya.
Aku Mau Kau Jadi Ibuku!
Disclaimer : Naruto itu milik Masashi Kishimoto, tapi cerita ini milikku ^^
Pairing : SasuNaru
Rate : T
Warning : AU, OOC, Typo, Alur kadang kecepetan, Shounen-ai, dll.
Penjelasan umur:
Uchiha Sasuke 25 tahun
Uzumaki Naruto 21 tahun
Uchiha Itachi 5 tahun
m(_ _)m
"Sasuke!" teriak Naruto melihat sosok pemuda beriris onyx yang langsung masuk dan menatap sangar sosok pemuda bersurai oranye. Langkah kaki yang penuh dengan hentakkan itu memasuki ruangan dimana hanya ada Kyuubi dan Naruto yang duduk saling berhadapan. Melihat sikap sang Uchiha, Naruto tahu kalau saat ini ia sedang sangatlah marah.
Begitu Sasuke mulai mendekati Kyuubi, Naruto menarik tangan Sasuke, membuat pemuda raven itu segera menatap Naruto yang kini menatapnya dengan tatapan seolah-olah mengatakan padanya untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Mulai mengatur nafas, Sasuke pun memutuskan untuk duduk disamping Naruto menatap Kyuubi yang wajahnya terhias dengan senyuman tampak puas dengan apa yang telah ia lakukan.
"Dimana Itachi?" pertanyaan itu terdengar begitu tajam membuat Kyuubi yang semula tersenyum merubah wajahnya menjadi serius. Tapi, walaupun begitu, Kyuubi tidak takut, ia justru menatap balik sang Uchiha dan kemudian seringai kembali pada wajah Kyuubi.
"Kalau begitu, aku akan memberikanmu pilihan yang sama dengan yang kuberikan pada Itachi-kun," mendengar ucapan itu Sasuke sedikit membeku. Kyuubi pun kembali bicara, "Kau pilih anakmu, Itachi, atau Naruto? Kau harus memilih salah satu dan harus dijawab sekarang juga!"
'Piliham macam apa ini!' pikiran itu segera terlintas diotak Uchiha Sasuke. Tentu saja ia ingin memillih keduanya. Dan bila ia ingat perkataan Kyuubi, pertanyaan ini diberikana pada Itachi juga. Tentu saja Sasuke sudah menebak apa yang akan dijawab oleh Itachi bila melihat dari kesungguhan Itachi yang ingin membuat Naruto menjadi ibunya itu.
Sepasang iris biru langit yang diselimuti oleh keresahan dan kekhawatiran itu hanya bisa menatap dua orang yang tengah saling pandang dengan aura yang sangatlah tidak menyenangkan itu. Ia ingin membuka suara, tapi entah mengapa ia bisa merasakan kalau Sasuke menyuruhnya untuk tetap diam dan tidak untuk ikut campur karena sang Uchiha percaya ia bisa menyelesaikan masalah ini.
Tapi bila melihat mata sang Uchiha, Naruto tahu kalau saat ini Sasuke sedang bingung untuk memilih. Tentu ia tidak mau membuat kedua Uchiha itu lebih kesusahan lagi karena dirinya.
"Sudahlah Sasuke," ucap Naruto dengan suara lirih. Tentu mendengar perkataan itu Sasuke tidak bisa terima.
"Tidak bisa Naruto, kau diam saja dan jangan ikut campur!" ucapan itu begitu penuh penekanan disetiap katanya. Naruto ingin kembali menjawab, namun suara pintu terbuka menarik ketiga pasang mata yang serius itu. Terlihat seorang wanita bersurai merah dengan kacamata dan pakaian yang terlihat modis tampak begitu bahagia. Wanita itu berjalan menghampiri Kyuubi masih dengan senyum bahagia diwajahnya.
"Ada apa Karin?" tanya Kyuubi. Wanita itu terlihat tersenyum dan saat hendak bicara, tatapannya menangkap sosok Sasuke yang menatap dirinya aneh. Sasuke merasakan aura tidak enak saat pandangan wanita itu tertuju padanya. Tiba-tiba saja wajah itu semakin terlihat bahagia.
"Kyuubi-san~ lihat dia! Dia, dia... kyaaa aku tidak menyangka akan melihat hal indah dua kali dalam sehari! Apakah dia juga? Apakah iya? Apakah iya?" tanya wanita bernama Karin yang menatap Sasuke dengan mata berbintang-bintang.
Tanpa memperdulikan perkataan Karin, Kyuubi bertanya,"Karin, bagaimana pendapatmu tetang Itachi-kun?" mendengar pertanyaan itu, Karin kembali menatap Kyuubi.
"Oh, Itachi-kun itu sangat luar biasa. Kau bisa katakan Itachi-kun itu adalah sempurna. Kulitnya begitu halus, rambutnya begitu lembut, tatapannya begitu memukau dan ah~ terlalu banyak hal sempurna dalam dirinya, ia pasti akan terjual mahal," jelas Karin panjang lebar.
'Terjual?' mendapatkan kata itu, Sasuke semakin berpikiran buruk. Wajah semakin menunjukan rasa panik memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Itachi.
"Phedofile," lirih Sasuke refleks namun masih cukup terdengar oleh telinga Kyuubi. Mendapati kata yang keluar dari mulut si Uchiha itu, Kyuubi pun bertanya, "Kau bilang apa?"
"Dasar Phedofile! Kau! Aku tidak menyangka ternyata terhadap anakku... kau!" teriak Sasuke yang langsung berdiri tidak tahan menahan amarahnya. Kyuubi pun masih terdiam mencerna kata yang telah terucap dari bibir sang Uchiha Sasuke. Mendapati maksud dari kata itu, tentu ia tidak terima.
"Siapa yang phedofile, HAH?!" teriak Kyuubi yang juga bangkit dari tempat duduknya.
"Tentu saja itu k-"
"AYAH!"
Terlihat Itachi sedang menatap bingung orang-orang yang sedang berdebat didalam ruangan itu.
"Itachi-kun, apakah kau baik-baik saja? kalau kau tidak suka dengan hal ini, kau boleh berhenti," ucap Naruto menghampiri Itachi yang langsung saja Itachi memeluk Naruto.
"Tidak apa-apa, aku melakukan ini demi Naruto- nii, lagipula aku juga sepertinya mulai menyukai hal ini," mendengar perkataan itu Sasuke semakin syok. Itachi mulai terjerumus ke hal yang tidak baik. Bulir keringat mengalir diwajah tampan Sasuke. Ia tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
"Hei, Uchiha!" kedua orang Uchiha itu pun menatap Kyuubi. "Sasuke, sepertinya kau salah menanggapi semua perkataan kami," ucap Kyuubi pusing.
"Apa maksudmu?"
"Begini..."
Akhirnya mereka semua duduk dengan Kyuubi yang berbicara sedangkan yang lainnya diam mendengarkan. Kedua bola mata Sasuke membulat saat mendengar semua penjelasan Kyuubi, sekaligus cukup malu akan kesalah pahamannya dalam menangkap kata-kata yang beberapa saat lalu mereka ucapkan.
"Jadi begitulah, sekarang kau mengerti? Menurutku untuk seorang Uchiha, hal seperti ini mudah untuk dimengerti, bukan?"
"Hn"
"Aku juga tidak menyangkan kalau ternyata selama ini Kyuubi-san mengejar-ngejar Naruto-nii hanya untuk menjadikannya artis," mendengar penuturan Itachi, Kyuubi menghela nafas dan menyenderkan punggungnya untuk merilekskan dirinya.
"Ya, sejak pertama bertemu dengan Naruto, aku tahu kalau ia akan menjadi artis yang luar biasa dan menarik perhatian banyak orang. Buktinya dia bisa menarik perhatian kalian berdua, para Uchiha yang memiliki standar tinggi dalam memilih, hm?"
Tampak sedang berpikir sebentar, Kyuubi kembali menatap Sasuke. Sebuah ide pun muncul diotak Kyuubi membangkit jiwa bisnisnya dalam dunia entertaiment. Segera ia memberikan penawaran pada Sasuke.
"Hei, Sasuke, apa kau ingin menjaga Itachi-kun? Kalau iya, apa kau mau jadi artis?" tawar Kyuubi dengan seringai bisnisnya.
"Artis?" tanya Sasuke. Kyuubi segera menjawab pertanyaan itu, "Iya, artis," Kyuubi bangkit dari duduknya dan berjalan mengelilingi ruangan itu, "Kau bisa menjadi model iklan celana dalam yang sangat bermerek. Bayangkan foto dirimu dengan memakai produk itu disetiap sudut kota, pasti banyak sekali yang tertarik untuk membeli celana dalam itu bila modelnya adalah dirimu," tawanya riang. Sedangkan Sasuke hanya terdiam membayangkan apa yang Kyuubi baru saja katakan.
"Tidak, tidak perlu," jawab Sasuke langsung. Tentu saja, mana mau ia jadi model begitu. Jawaban itu juga diduukung oleh Itachi.
"Benar, ayah tidak perlu jadi model. Cukup aku saja yang menjadi bintang," ucap Itachi bahagia. Sebenarnya ia cukup senang dengan pekerjaan yang ditawarkan Kyuubi ini. Ia bisa menjadi model pakaian anak-anak yang desainnya keren dan elegan. Sangat sesuai dengan dirinya. Lagipula dengan begitu ia jadi bisa menolong Naruto-nii. Tentu ia akan merasa sangat tidak senang bila apa yang dimilikinya dilihat dan dicintai oleh orang lain. Dan ia tidak mau Naruto-nii di idolakan orang lain. Karena Naruto-nii hanyalah miliknya dan ayahnya.
Akhirnya, masalahpun selesai. Itachi kembali melanjutkan pekerjaannya. Kyuubi senang dengan kesuksesan Itachi. Karin bahagia bisa mendandani dan mendesain semua pakaian untuk Itachi. Sedangkan Naruto dan Sasuke, mereka pulang ke kediaman Uchiha.
Disepanjang perjalanan pulang. Naruto lebih memilih untuk menatap keluar jendela daripada bertatapan dengan sepasang iris onyx yang terkadang melirik kearah Naruto. Naruto masih ragu untuk bersama kedua Uchiha itu. Ia tidak mau menyusahkan mereka seperti saat ini dan ia tidak ingin mempermalukan mereka. Ia begitu bingung.
Tanpa disadari Naruto, mereka sudah sampai di depan kediaman Uchiha. Naruto keluar dari taksi itu, begitu pula dengan Sasuke. Udara malam itu terasa begitu dingin ketika angin dingin menerpa kulit tannnya. Namun sebuah kehangatan hadir dalam dirinya. Ia menatap Sasuke yang kini tengah berdiri disampingnya dan menariknya masuk bersama dengan kehangatan yang diberikannya. Tanpa ia sadari sebuah senyum terukir diwajahnya membuat Sasuke tersenyum pula.
Setelah masuk, mereka berdua duduk diruang keluarga. Kali ini Naruto akan lebih jujur dengan dirinya sendiri.
"Sasuke," ucap Naruto cukup pelan. Tapi cukup untuk menarik perhatian Sasuke. Ditatapnya Naruto yang kini tampak dengan wajah khawatir. Dielusnya wajah tan manis itu dengan tangan putihnya.
"Naruto, bolehkah aku berkata jujur padamu?" tanya Sasuke yang mendapat tatapan penuh pertanyaan dari Naruto, ingin tahu dengan apa yang akan dikatakan oleh Sasuke.
"Maukah kau tinggal bersamaku dan Itachi?" mata Naruto membulat. "Bukankah kita memang sudah tinggal bersama?" tanya Naruto heran.
"Bukan begitu, Dobe,"
"HEI! kenapa kau menghinaku?" Naruto sekarang jadi merasa sedikit kesal. Wajah kesalnya itu terlihat manis dimata Sasuke.
"Yang kumaksud itu,"
"Apa, teme?"
"Apa kau mau menjadi Dobe milikku?"
Mata biru itu membulat, ia...
"Nggak ngerti," jawabnya polos.
"Arghh... Dobe! aku bertanya, apa kau mau jadi istriku, jadi ibu bagi Itachi dan menjadi bagian keluarga ini, Dobe?" tanya Sasuke panjang lebar mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.
"Ka, Kau menghinaku Dobe lagi!"
"Arrgghhh... aku itu sedang mela-" ucapan sang Uchiha terpotong, ketika sebuah suara terdengar olehnya.
"Aku mau,"
Sekarang kedua onyx itu membulat.
"A, apa?"
Naruto tertawa kecil sekarang melihat wajah dan tingkah Sasuke saat ini.
"Teme, aku ini menerima lamaranmu," jelas Naruto tersenyum.
Mulut Sasuke terbuka lebar, "Tapi tadi kau.." tanpa meneruskan perkataannya. Dipeluknya langsung tubuh yang lebih kecil darinya itu. Perasaan senang dan bahagia menyelimuti dirinya. Naruto pun membalas pelukan itu. Ia sekarang sangat bahagia. Dan dia sudah memutuskan untuk terus maju dan tidak akan lari lagi serta tetap jujur pada hatinya. Kalau ia mencintai Uchiha Sasuke. Begitu pula dengan Sasuke yang mencintai Naruto.
'Akhirnya kau jadi milikku, Naruto'
Kemudian ditempat Itachi, saat ini ia tengah serius melanjutkan pekerjaan yang mulai ia sukai itu. Namun getaran handphone menarik perhatiannya. Terlihat sebuah pesan masuk dari ayahnya. Membaca pesan itu, seringai kemenangan terukir di wajahnya.
'Akhirnya kau jadi Ibuku, Naruto-nii'
TAMAT
Terima kasih karena selama ini sudah mendukung, mereview serta membaca fic ini :'D
Dan bila masih ada kesalahan, mohon dimaafkan m(_ _)m
Sekali lagi, Terima kasih ^^
