Balas Review! :D

Bigfoot the 2nd: Aduh, aku nggak tau harus bilang apa buat alternate itu! ^^'

Teiron: *sweatdrop.* "Yang bener itu 'Cha-i-ro-ne', kalau 'Cha-ri-o-ne' itu mah apaan tau! Soal margaku itu, sebenarnya berasal dari kata 'Chairo' (coklat) dan 'Ne' (suara)! Entah kenapa aku merasa kalau itu terkesan seperti Vocaloid keluaran terbaru! Tapi..."

Me: "Lu tadi ngeja kayak gitu buat apaan?"

Teiron: "Cuma betulin salahnya doang!" *makan cupcake dengan tampang cuek.*

Me: "Bodoh amat, dah!" -w-'

Yah, Thori itu memang 'Bebek' paling konyol di sejarah Heroes Gakuen! :V *digaplok Thori.* Well, Thanks for Review! :D

RIVAIFURUYA: Yah, update mingguan itu berat nak! ^^a Akhirnya Teiron punya temen sesama 'Bencongphobia' (?)! :V *dilempar batu bata.* Yah, terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Malam Minggu Saphire: Tragedi Futsal


Mari kita liat kondisi si anak tengah Andreas dalam menjalani malam minggunya hari ini!

Awalnya, Saphire berniat tidur-tiduran di kamarnya. Tapi saat melihat jam dinding yang menunjukkan jam setengah delapan malam, dia langsung teringat kalau dia udah lama kagak main bareng temen-temennya karena terlalu sibuk ngecengin Lira. Apalagi cewek itu sekarang lagi belanja bareng temen-temennya. Istilahnya 'shopping', sih!

Akhirnya dia pun langsung memakai seragam futsal tim kelas Special yang berwarna hijau dan setelah berpamitan dengan Daren (yang saat itu belum berangkat kencan), dia pun berangkat menuju lapangan futsal sekolah.


Begitu sampai di lapangan futsal, dia pun langsung disambut oleh Maurice dan Vroyen.

"Sap, tumben lu futsal malem minggu begini!" sapa Maurice.

"Ada angin apaan, nih?" tanya Vroyen bingung.

"Lira-chan belanja..." jawab Saphire miris.

"Oooh, shopping toh! Yah, begitulah cewek-cewek zaman sekarang!" ujar Maurice watados. "Eh, moncong-moncong, kita main futsal lawan siapa?"

"Nggak tau, biasanya sama anak kelas Ranged!" balas Vroyen. "Tapi mereka pada sibuk semua!"

"Lho, kok? Memangnya kenapa?" tanya Miuto yang tiba-tiba nimbrung.

Maurice pun menjelaskan, "Alexia ngurusin abangnya yang lagi galau, Musket mancing di Water Park, Gino jagain sepupunya yang kecelakaan, Caile kerja paruh waktu di tempat penampungan hewan, dan Daren-"

"Dary kencan sama Kaila di kebun sekolah..." potong Saphire datar.

"Pokoknya begitulah! Sebenernya masih ada Eyfin, Leif, sama Xyagna si anak Destroyer itu, tapi sayang mereka kagak masuk klub futsal!" lanjut Maurice.

"Lha, bukannya ada Doni, Willy, Jeremy, sama Zeptrun ya?" tanya Vroyen bingung.

"Zeptrun mah masih baru (Note: Maklum, orang dia Hero Researcher yang baru update di LSI beberapa bulan yang lalu! ^^V), Doni sama Willy kan anak basket, dan Jeremy... Mending jangan diomongin! Tuh Mafia bikin gue merinding kalau bayangin dia marah!" balas Maurice merinding sendiri.

Tiada angin, tiada hujan, dan juga tiada Zombie berkeliaran (?), tiba-tiba ada seorang anak kelas Rare yang nongol di sekitar lapangan futsal.

"Hai!" sapa anak itu saat melihat Saphire cs.

"Wah, ada Alpha! Ada apaan, nih?" tanya Saphire kepada orang yang menyapa mereka.

"Biasa, mumpung lagi bosen, mending ke sini! Siapa tau aja ada pertandingan seru!" balas Alpha sambil menghampiri mereka.

"Cuma nonton doang? Kagak ikut main?" tanya Vroyen.

"Gue nggak minat main, lagian juga temen-temen gue pada sibuk semua! Vion, Thori, Ikyo, Avel, te-"

"Avel itu siapa?" tanya Miuto memotong perkataan Alpha.

"Maksudnya Eiuron, kali! Avel itu singkatan dari 'Avelon', Avelon kan nama belakang Eiuron!" jelas Saphire.

"Iya, Eiuron!" sambung Alpha.

"Terus, kenapa lu manggilnya Avel?" tanya Maurice bingung.

"Soalnya gue takut salah paham sama Teiron kalau manggilnya pake nama depan! Wong Eiuron sama Teiron sama-sama ada '-ron' di belakangnya!" jelas Alpha watados sambil menggaruk kepalanya.

'Iya juga, sih...' batin mereka semua (kecuali Alpha) sweatdrop.


Sementara itu, datanglah sekerumunan makhluk yang juga berencana mau main futsal.

"Diem lu, Sha! Gue lempar ke ring basket kapok lu!"

"Idih, kagak level gue tanding sama lu! Badan lu aja yang gede!"

"Oy, lu cuma badan tinggi aja belagu! Lu kira lu tuh siapa?!"

"Gue kagak takut sama lu, Ris! Cuma bisa main bola bekel aja belagu main futsal!"

"Udah, udah, cukup berantemnya!" potong seseorang yang ternyata adalah Kevin.

Yah, rupanya gerombolan yang baru saja datang tadi adalah anak-anak kelas Melee.

"Vin, biarin aja! Kan lumayan tuh, bisa jadi tontonan gratis! Soalnya bosen nonton TV terus!" celetuk Philip watados.

"Tapi kagak bisa gitu juga, dong! Masih inget kagak kejadian Unosha sama Noris berantem, terus rusakin parkiran sepeda dan bikin Tank-nya Lance-sensei penyok?" tanya Kevin mengingatkan Philip tentang kejadian dimana Noris dan Unosha nyaris didepak dari asrama waktu itu.

"Kagak usah diingetin, orang sensei-nya juga lupa!" timpal Kaien yang di sebelahnya ada Toni, Fery, dan Hajoukim si cowok Death Knight. Mereka semua memakai seragam futsal warna merah.


Di sisi lain, rupanya anak kelas Premium juga mau main futsal.

"Sudahlah, Gal! Yang penting gue mau main! Gue bosen di asrama terus, nanti disuruh Yoon Ji beresin kamar lagi! Kan kagak sudi gue!" gerutu Daniel yang berjalan dengan malasnya ke lapangan futsal.

"Hmph!" dengus Gallerian si cowok Hakumen sebal.

"Dan, kagak usah ribut gitu dong! Kasihan Gallerian dengerin omelan lu terus!" timpal Tryan yang memakai seragam futsal Tim Premium yang berwarna biru.

"Tryan, biarin aja dia menggerutu terus!" ujar Zalarian si cowok Trace sambil memasang headset yang entah dapat dari mana.


Sontak, anak-anak kelas Special plus Alpha pun melihat sekitar dan hanya bisa melongo melihat anak-anak kelas Melee dan Premium yang datang ke lapangan futsal.

Tapi aneh juga sih melihat ketiga kelas itu berbarengan main futsal begini.

"Oy, Sap! Kita mau tawuran sama anak kelas Melee, ya? Kok pada dateng semua begini?" bisik Maurice sambil nunjuk ke arah anak-anak kelas Melee yang berseragam merah itu.

"Eh, bukan cuma kelas entuh doang, kelas Premium juga, tau! Tuh liat, udah gitu mereka bawa-bawa Gallerian lagi!" balas Saphire sambil nunjuk kelas Premium yang amunisi pemainnya lebih sadis dengan seragam warna biru.

Kemudian, semua murid berkumpul di lapangan futsal dan suasananya pun langsung berubah drastis. Beberapa anak langsung adu death glare dengan orang-orang yang mereka benci, tapi berbeda dengan Noris dan Unosha yang malah saling berhadapan dengan tampang siap membunuh satu sama lain.

"Ngapain kalian ke sini?!" tanya Daniel dengan tampang sangar.

"Buat main futsal, lha! Mau ngapain lagi, coba?! Nonton film?!" balas Miuto yang udah naik darah.

"Udah, deh! Daripada kita ribut, gimana kalau kita main futsal 3 on 3 aja? Buat nentuin siapa yang menang!" tantang Tryan.

"Boleh aja, tuh!" jawab kelas Special serentak.

"Siapa takut?! Kami kelas Melee kagak bakalan kalah dari kalian semua!" seru Fery dengan PD-nya.


Begitu bola digelindingkan oleh Alpha, suasana pun berubah. Bola pun digiring oleh Unosha, tapi malah direbut sama Noris.

"Oy, Ris! Sadar diri, dong! Kita kan mainnya 1 tim!"

"EGP gitu?!"

"Knight goblok! Gue kagak mau nama kelas Melee tercoreng gara-gara tingkah bego lu itu!"

Sontak, Noris dan Unosha pun memulai perkelahian mereka dan melupakan bola yang mau digiring. Keduanya pun ngeluarin senjata masing-masing dan akhirnya berantem sendiri di pojokan. Sementara mereka sibuk berantem, Saphire pun mengambil bola di dekat mereka secara diam-diam.

"Yes! Dapet bolanya! Vroyen!" seru Saphire sambil menendang bola itu ke arah Vroyen.

Begitu Vroyen mendapatkan bola, Daniel, Tryan, dan Gallerian pun berlari ke arahnya dengan penuh semangat. Tapi yang mereka incar bukan bolanya, melainkan Vroyen sendiri.

"Gue duluan, Dan! Jangan curang lu!" kata Tryan sambil menyikutkan bahunya ke arah Daniel.

"Enak aja! Gue laporin Yoon Ji kapok lu!" ancam Daniel tak mau kalah.

"Gue laporin balik kalau lu sering minta ngerjain PR sama gue!"

"Tapi kan lu temen gue!"

Akhirnya Tryan dan Daniel pun langsung ribut sendiri di depan Vroyen yang hanya bisa jawdrop dan tanpa dia sadari, Gallerian berlari ke arahnya dengan tampang ala pemain Rugby. Vroyen yang shock seketika pun langsung diseruduk sampai tumbang, sementara bolanya sudah direbut Gallerian.

"Tuh, liat! Gara-gara kelamaan, Vroyen jadi tumbang tau!"

"Yeee, enak aja! Salah siapa juga?! Lu sih, Dan!"

"Enak aja lu, Tryan! Udah, yang salah itu kan yang nyeruduk Vroyen!"

Alhasil, Daniel dan Tryan pun langsung masang tampang ganas dan bersiap melawan Gallerian.

"Lha, kok jadi gue sih? Memang gue salah apaan?" tanya Gallerian bingung.

"Karena lu nyeruduk Vroyen!" jawab Daniel dan Tryan bersamaan.

Sontak, mereka bertiga pun langsung berantem di dekat jenazah (?) Vroyen yang lagi pingsan. *plak!*


Sementara itu, Toni mengumpulkan murid kelas Melee yang masih waras untuk dijadikan tentara militernya (?) dan langsung memberikan komando.

"Kevin lindungi bagian kiri, Philip lindungi bagian kanan, Kaien jadi penyerang, Hajoukim jadi penjaga gawang, aku bakalan ikut jadi penyerang!"

Strategi pun langsung disusun demi kejayaan kelas Melee, tapi tiba-tiba Kevin bingung dan bertanya, "Ton, gawang kita yang mana nih? Gawangnya cuma dua, lho! Mana yang mau dijaga?"

Toni pun langsung melongo dan bingung karena lupa kalau hanya ada dua gawang futsal.

"Udah, ah! Yang mana aja terserah!" jawab Toni seadanya.

"Phil, kita serang mereka aja!" komando Kaien sambil menunjuk Maurice dan Miuto.

"Ready, boss!" seru Philip bersemangat dan mereka berdua pun langsung berlari dengan cepat ke arah Maurice dan Miuto.

"Rice, awas!" kata Miuto yang langsung melindungi Maurice, sementara Philip langsung menendang bola ke wajah Miuto sampai mimisan.

"Buwakakakakaka!" Kaien langsung tertawa terbahak-bahak bareng Philip dan mereka berdua pun langsung dijitak sama Alpha.

"Ampun, mas!" kata Philip dengan puppy eyes-nya, tapi Kaien udah nangis duluan dan sukses membuat murid-murid yang tersisa langsung ngomel.

"Lu apain temen gue sampe nangis begitu?!" bentak Fery yang langsung berjalan ke sana

"Lu kagak liat apa sohib gue diapain sama dia?!" balas Alpha sinis.

"Tapi kagak usah dibikin nangis juga!" timpal Zalarian emosi.

"Yeee, enak aja! Siapa lu?!"

"Grrrrrrr!"

Alhasil, terjadilah jambak-jambakan satu sama lain antara Fery, Alpha, dan Zalarian.


"Ah, kagak bener nih! Masa temen gue dikeroyok?!" bentak Miuto yang langsung ngeliatin Philip dengan tatapan tajam.

"Siapa suruh temen lu yang nantangin?! Kagak terima maju sini!" tantang Philip.

"Gue harus lawan bocah beginian?! Kagak zaman, ah!" ujar Miuto sarkastik.

Philip yang mendengarnya pun langsung naik darah, kemudian menendang bola futsal itu ke wajah Miuto lagi.

"Kok nantangin Miuto doang?! Gue juga, dong!" seru Maurice kesal karena merasa diabaikan.

"Ayo! Lu berdua maju gue layani!" balas Philip menantang.


Alhasil, lapangan futsal pun berubah menjadi arena tinju. Di pojokan ada Noris dan Unosha yang lagi berantem sendiri. Di sisi lain, ada Tryan dan Daniel yang lagi ribut sama Gallerian. Kemudian ada segerombolan makhluk yang lagi jambak-jambakan di tengah lapangan, dan sekarang ada Maurice dan Miuto yang lagi berantem sama Philip.

"Jadi siapa aja nih yang tersisa?" tanya Saphire sambil melihat sekelilingnya dan yang tersisa hanyalah Kevin, Toni, dan Hajoukim.

"Yah, kalau gue lawan mah bakalan kalah ini!" gumam Saphire saat melihat tampang ketiga orang penghuni kelas Melee yang masih waras tersebut.

"Udah males di sini, ngabisin waktu aja!" ujar Hajoukim sambil berjalan meninggalkan Kevin dan Toni.

"Kagak bisa gitu, dong! Kan kita kagak bisa ninggalin Saphire di tengah kerumunan orang kagak jelas begini!" balas Kevin sewot.

"Cih! Waktuku sangat mahal dan berharga, jadi kagak bisa disia-siain!" jawab Hajoukim sambil meninggalkan mereka, tapi tiba-tiba Kevin mencengkram kakinya sambil memohon, "Ayolah!"

"Iya, iya! Oke, aku ikutan dah!" balas Hajoukim pasrah.

Tiba-tiba, muncullah Yorei si cowok Magic Swordman dan Chieru si cowok Project K dengan seragam kelas Special yang berwarna hijau.

"Yo, Sap! Kenapa lapangan futsal jadi arena tinju begini?" tanya Yorei dan Chieru bersamaan plus bingung melihat keadaan di lapangan futsal.

"Kagak tau, sekarang kita main aja 3 on 3 sama anak kelas Melee yang masih waras!" jawab Saphire sambil menunjuk Toni, Kevin, dan Hajoukim yang masih terlihat waras itu.

"Udah, kita tandingnya gini aja! Yang duluan bisa masukin bola ke gawang 3 kali yang menang! Gampang, kan? Kita tanding rule-nya 3 on 3, deal?" tanya Chieru.

"Oke, setuju!" jawab ketiga murid kelas Melee itu serentak.


Kemudian, pertandingan pun dimulai dengan diiringi alunan lagu 'Gentleman' dari Icilcy yang lagi karaokean. (Note: Dia karaoke-nya pake speaker volume maksimal, lho!) Begitu pertandingan dimulai, bola langsung dibawa oleh Hajoukim dan dioper ke Toni, tapi sayangnya bola itu malah meleset dan mengenai Alpha yang langsung melirik Hajoukim dengan tatapan tajam tapi malah diabaikan.

"Eh, cowok kagak bener! Mau apa kau, hah?! Enak aja nendang bola sembarangan!" bentak Alpha emosi.

"Cih, siapa juga yang mau nendang ke arah lu?! Ih, najis tau kagak?! Pokoknya gue kagak niat sama lu!" balas Hajoukim dengan songongnya.

"Apa katamu?! Kau mau menghina, ya?!" seru Alpha yang mulai naik darah.

"Cih!"

Sekarang anggota tim futsal kelas Melee telah keluar satu, karena Hajoukim malah ikut keroyokan sama murid-murid lainnya.

"Ton, sekarang tinggal kita berdua, gimana nih? Kita bisa kalah!" tanya Kevin sambil narik-narik seragam futsal Toni.

Toni pun hanya cuek sampai Kevin berkata, "Kalau begitu, aku mau bantuin Hajoukim aja deh!"

Mendengar hal itu, Saphire dan Toni pun langsung sweatdrop melihat Kevin yang langsung berlari ke arah kerumunan makhluk yang lagi jambak-jambakan tersebut. Jadi sekarang tinggallah Toni yang sendirian menghadapi Saphire, Yorei, dan Chieru.

"Nah, sekarang jadi terbalik kan!" ujar Saphire sambil tersenyum licik.

Tapi anehnya, dia malah menyuruh Yorei dan Chieru untuk minggir agar dia bisa duel dengan Toni.

"Ton, lu kagak terlalu jago futsal kan? Gimana kalau kita tanding catur aja? Daripada tanding di sini, mending kita tanding di kamar Teiron aja!" ajak (baca: tantang) Saphire mengejek.

"Apa katamu?! Kagak pinter main futsal?! Enak aja! Tentu saja gue bisa melakukan segala hal dengan sempurna! Sembarangan lu, ya!" teriak Toni yang langsung naik darah mendengar omongan Saphire dan berniat mencabiknya.

Tapi tiba-tiba Yorei ngomong, "Udah, deh! Mending kita keluar aja dari lapangan, sebelum pintunya dikuasai sama Noris dan Unosha! Liat aja tuh, perkelahian mereka jadi makin horror!"

Bener aja! Rupanya kedua makhluk yang dimaksud udah bergerak mendekati pintu. Apalagi Noris dan Unosha berantemnya pake senjata tajam, makin horror saja lapangan futsal itu.

"Iya, deh! Ayo kita tanding catur di kamar Teiron!" ujar Toni dengan liciknya dan meninggalkan para makhluk dari kelas Melee untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

"Yorei, Chieru, kalian awasi lapangan futsal agar makhluk-makhluk itu kagak keluar dari lapangan! Bisa-bisa bakalan rusuh nanti, entar yang ada kita malah didepak rame-rame sama Emil-sensei!" perintah Saphire kepada kedua kawannya tersebut.


Setelah itu, Saphire dan Toni pun berjalan menuju asrama. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba kamar Teiron yang dijadikan arena pertandingan catur pun dipenuhi orang-orang yang ingin melihat pertandingan tersebut (yang kebanyakan merupakan cewek-cewek yang lagi main warnet di dalam kamar itu). (Note: Masih inget kejadian di cerita Thundy dimana si kembar EM itu punya warnet di dalam kamar mereka?)

Di sekitar Saphire dan Toni yang lagi tanding ditemani live streaming lagu karaokean dari Icilcy, lomba itu pun langsung didatangi oleh sebagian penghuni asrama yang tentu saja membuat suasana menjadi sangat bising.


Setelah 2 jam bertanding, hasilnya pun sudah mulai terlihat! Tinggal beberapa langkah lagi Toni menang hingga Saphire dengan pinternya (atau malah isengnya?) mengacaukan konsentrasi Toni.

"TON, ADA SOSIS TERBANG RAKSASA!" teriak Saphire sambil menunjuk ke arah langit.

"Mana, mana, mana?"

Sementara Toni mencari sosis itu, Saphire langsung menghabisi kerajaan catur Toni.

"HORE, AKU MENANG! VIE-NII, LIHAT ITU! AKU UDAH MAKAN RAJANYA!" seru Saphire dengan bangganya dan Vience pun menepuk pundak adiknya.

"Aku bangga padamu, nak!" kata Vience senang.

Sementara Toni, dia malah pundung di pojokan karena kalah plus ditipu sama Saphire.


Setelah itu, Saphire langsung kembali ke lapangan futsal dengan meminjam (baca: nyolong) perisai milik Miska (senjata Justice Defender) dan Livora (Viking Shield) agar dia kagak diserang sama makhluk-makhluk gaje yang berada di lapangan.


Sesampainya di sana, Saphire pun segera menyelamatkan seluruh murid yang berada di sana. Noris dan Unosha langsung ditotok dengan jurus akupuntur sampai mereka pingsan. Yorei dan Chieru pun dengan cepat membawa mereka berdua keluar dari lapangan futsal karena merupakan yang paling berbahaya.

Kemudian, Saphire menghampiri para makhluk yang lagi jambak-jambakan satu sama lain dan melempari mereka dengan voucher makan gratis di RestoCafé Citadel yang sukses membuat mereka semua berhenti bertengkar untuk mengambil voucher itu. Khusus Kaien yang kagak berhenti nangis, Saphire langsung menyodorkan sekeranjang bakpau.

Untuk Tryan, Daniel, dan Gallerian, Saphire langsung membangunkan Vroyen dengan minyak kayu putih agar mereka bisa lebih tenang. Begitu Vroyen terbangun, mereka bertiga pun langsung jawdrop sambil berteriak "HANTUUUUU!" dan segera lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri.

Sekarang tinggal Maurice, Miuto, dan Philip yang tersisa. Saphire dengan pintarnya langsung menaruh pancingan di depan mereka bertiga: sepotong daging barbecue untuk Maurice, majalah playboy untuk Miuto, serta beberapa foto Alisa untuk Philip. Maka berhentilah mereka bertiga.

"Nah, beres deh!" ujar Saphire dengan bangganya.

Akhirnya, tenanglah sudah keadaan di sana dan Saphire pun menjadi pahlawan di lapangan tersebut.


Omake:

Seminggu setelah kejadian itu, kamar Andreas Trio (Vience-Saphire-Daren) didatangi oleh dua orang guru yang mengetuk pintu dan begitu Saphire membukanya, ternyata mereka adalah Berwald dan Idham.

"Kudengar minggu lalu kau berhasil menenangkan murid-murid yang ribut di lapangan futsal, ya?" tanya Idham yang dibalas anggukan dari Saphire.

"K'rena 'tu, k'mi p'ra g'ru m'm'ntamu unt'k m'mb'ntu k'mi m'ny'l'saik'n s'bu'h m'sal'h!" sambung Berwald.

"Tolong bantu kami menenangkan Exoray!" pinta keduanya bersamaan.

"Wani piro?" tanya Saphire sambil memasang senyuman licik mengingat dia sering dihukum oleh kedua guru itu.

Kira-kira kenapa ya mereka berdua meminta Saphire menenangkan Exoray?

Omake End!


OC of the Day:

Saphire Andreas

Umur: 16

Tanggal lahir: 15 Maret

Zodiak: Pisces

Warna rambut/mata: coklat/biru

Hero: Crazy Sapper

Kelas: Special

Fakta unik:

-Suka berbagai jenis masakan yang berhubungan dengan telur.

-Punya gebetan seorang gadis Hong Gil Dong bernama Lira.

-Manggil Vience dengan panggilan 'Vie-nii'.

-Sering dihukum para guru karena suatu alasan.

-Ingin pelihara anjing, tapi takut dirajam penghuni asrama karena ribut.


Well, entah kenapa aku tak tau harus bilang apa soal ini! ^^a

Sebenernya ane kagak pernah main futsal, tapi abang sama mamang (baca: paman) gue suka banget main futsal larut malam! Yah, setidaknya itu sedikit menginspirasi Chapter ini sih! ^^/

Review! :D