The Moon and The Sun

Naruto Fanfiction

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing : Naruto & Sakura

Genre(s) : Romance, Hurt/comfort, Family,Drama

Rate : T

Warning : OOC,AU,Siscon,Typo(s),gaje, nonsense, bosenin, bikin naik darah(maybe?)

Summary :

"Seumur hidup, hanya Kakashi-nii saja yang akan kupanggil Oniichan, Bakaniki! SELAMANYA! " Itu pernyataan sakura terhadap kakak keduanya― Sasori.,yang batas sisconnya sudah hampir melampaui batas normal. Hal itulah yang membuat Sakura agak berjaga jarak dengan kakaknya itu, gara-gara sikap sasori pula Sakura tak bisa mendapatkan kisah cinta yang berkesan sampai ia bertemu seseorang..

Hari ini Miu lagi ingin bikin 2chapter langsung nih hihi^^ Jadi hariini chapter 6 dan 7 ya^o^)/

Miu mau bales sebuah review dari seorang readers yang meninggalkan jejak~ *eng ing eng*

Yola-ShikaIno : Waah, haha makasih,makasih^^ Aku baca profilmu, ternyata kau suka pairing ShikaIno ya? Disini kebetulan ada tuh :p

Nah,tanpa banyak basa basi, Miu mau lanjut ke Chapter 7 boleh kaaaan;;)

Saa, enjoy Minasan!~

Chapter 7 : Senpai and My Classmate

Sakura menghembuskan nafasnya sebelum memilih siapa orang yang akan pergi ke sekolah dengannya hari ini.. Dia tidak enak menolak senpainya,Gaara.. Tapi ia juga tidak enak meninggalkan Naruto yang sudah lebih dulu janjian dengannya sekaligus telah menolonognya dari kejaran Sasori..

"Gaara-senpai.." Sakura belum melanjutkan kata-katanya lagi, tetapi Gaara terlihat sedang menunjukkan senyum sinisnya pada Naruto sementara orang yang diberikan senyuman sinisnya itu malah terdiam dengan kepala tertunduk..

"...Maaf, aku akan pergi bersama Naruto.." Ucapan Sakura membuat senyuman Gaara sirna. Sementara Naruto yang tadinya menunduk tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat Sakura dengan tatapan yang .. Err, bisa dibilang―berharap atau bahagia,sepertinya?

"Apa..? Tapi.. Kau akan terlambat jika pergi bersamanya,kan.. Aku mengendarai motor, sedangkan ia mengajakmu pergi bersama hanya dengan menaiki bus.." Gaara terlihat agak memaksa Sakura.. Sementara Naruto yang sejak tadi melihat Sakura dengan tatapan yang berharap seperti itu kini menatap Gaara

"Memangnya senpai ada urusan apa dengan Sakura sampai-sampai senpai memaksa Sakura seperti itu?" Tanya Naruto..

'Hell! Apakah Naruto tidak sadar bahwa ia sedang berbicara dengan kakak kelas?! Mana Gaara itu adalah ketua OSIS! Eh.. ketua OSIS?' Sakura tidak percaya bahwa yang berdiri di sampingnya ini― Naruto, bicara seperti itu layaknya kepada orang yang sebaya..

"Huh.. Itu bukan urusanmu.. Daripada itu,Sakura.. Kumohon kau pikirkan lagi.. Aku lebih baik daripada dia" Ujar Gaara sambil sesekali melirik Naruto dari ujung matanya, mendengar itu Naruto merasa ada yang aneh dari ucapan Gaara.. Sepertinya, ada sesuatu yang bermakna dalam dari ucapan Gaara yang tadi..

Mata Naruto membelalak.. Sepertinya ia mengetahui maksud dari Gaara.. Ketika Naruto baru saja ingin mengatakan sesuatu yang entah apa pada Gaara, Sakura telah mengatakan sesuatu yang membuat Gaara terdiam

"Maaf senpai.. Berapa kali pun senpai mengajakku, aku akan tetap memilih Naruto.. Apalagi, Naruto dekat denganku, dan dia juga sudah membuat janji terlebih dahulu daripada senpai. Selain itu.. Naruto... Dia juga menolongku.. Aku tetap akan pergi bersamanya.." Sakura menatap mata Gaara lurus

"Baiklah.. Tapi bersiaplah, besok aku yang akan mengajakmu pergi lebih dahulu!" Ujar Gaara seraya menyalakan motornya. Saat ia akan pergi, ia mendengar Naruto menggumamkan sesuatu sambil sedikit menyeringai

"Yang terbaik tak selalu dipilih, Gaara-senpai.."

Gaara terlihat cukup kaget oleh ucapan Naruto. Ia tak menyangka Naruto akan tahu maksudnya.. Setelah itu ia pun melesat pergi

Sakura dan Naruto terdiam setelah kejadian tadi..

"Maaf, Naruto.." Ucap Sakura

"Hm? Untuk apa? Aku merasa kau tidak melakukan kesalahan apapun padaku.." Naruto meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya

"Maaf karena keributan yang Gaara-senpai lakukan tadi.. Tapi sungguh, aku benar-benar berterima kasih padamu karena kau telah menolongku.. Bukannya aku ingin menjadikan hal itu agar bisa lepas dari Gaara-senpai! Aku.." Ucapan Sakura terhenti ketika tangan Naruto mengelus kepalanya lembut

"Sudah, tak apa.. Itu bukan masalah besar,lupakan saja.. Nah lebih baik kita berangkat sekarang.. Kau tak mau kita terlambat bukan?"

Sakura terdiam melihat Naruto yang terkesan dewasa seperti itu..

'Naruto.. Agak.. Keren.." Batin Sakura..

'L-Lhoo?! Apa yang barusan kukatakan tadi? Naruto tidak keren,tidak tidak!' Sakura menggelengkan kepalanya, Naruto hanya tertawa kecil

"Hahahaha, apa yang kau lakukan Sakura-chan.."

"A.. Aku bukan anak kecil lagi, berhentilah mengelus puncak kepalaku seperti tadi!" Omel Sakura sambil menutupi puncak kepalanya

"Hahaha baiklah, baiklah.. Ah, busnya datang!" Naruto menujuk bus yang datang ke arahnya dan Sakura, mereka pun menaiki bus itu.

*Di dalam bus*

Naruto dan Sakura tidak bicara sama sekali di dalam bus.. Mungkin Sakura agak merasa canggung pada Naruto karena keributan tadi.. Tiba-tiba, Sakura teringat suatu hal yang membuatnya bingung sejak tadi..

"Ah, Naruto.. Saat kau dan Gaara-senpai bertengkar tadi, Gaara-senpai mengatakan sesuatu yang aneh kan?" Tanya Sakura pada Naruto yang kini tengah bersandar pada kaca bus

"Eh? Apanya yang aneh? Ah iya, Sakura-chan, menurutku itu bukan bertengkar.. Soalnya 'kan kita enggak saling memukul.."

"Ya,ya terserah.. Daripada itu, Gaara-senpai memang mengatakan suatu hal yang cukup membuatku bingung.." Sakura berbalik menghadap depan sambil berpikir cukup keras

"Seperti.. Lebih baik atau eh..? Apa ya?"

"Ah.. Yang itu,ya?" Tiba-tiba, Naruto mengingat sesuatu.. Ya, tak mungkin Naruto lupa.. Karena Naruto menjawab ucapan Gaara sambil menyeringai kecil.. Aku yakin para readers juga menyadarinya sekarang..

"Ah, benarkah?! Apa itu?" Sakura terlihat antusias, kemudian ia kembali menghadap Naruto

" 'Sakura.. Kumohon kau pikirkan lagi.. Aku lebih baik daripada dia' Itu bukan?" Tanya Naruto

"Ya, Ya! Itu dia.. Sampai sekarang aku masih belum mengerti maksudnya apa.." Sakura kembali menghadap ke arah depan.. Naruto terdiam sebentar, lalu menjawab pertanyaan Sakura

"Bagaimana kalau misalnya si Gaara-senpai itu menyukaimu?" Ucap Naruto terang-terangan..

Sakura terdiam, lalu secara perlahan ia menengok ke arah Naruto

"Eh..?"

"Ohayou, Sakura-chaaann!" Ino langsung memeluk Sakura yang baru saja membuka pintu kelas, bersama Naruto yang mengikutinya di belakang..

"Ah, Ino.. Ohayou.." Jawab Sakura , tiba-tiba Shikamaru menyahut dari belakang

"Ne, Sakura! Panggil dia Ino-pig saja! Lagipula panggilan itu terdengar cocok untuknya!"

"Hei kau, nanas hidup! Apa-apaan maksud perkataanmu itu? Mengejekku,eh?" Ino mendekati Shikamaru sambil menunjukkan kepalan tangannya

"Hah? Mengejekmu? Tidak.. Aku hanya memberikan panggilan yang sesuai dengan.. 'namamu'" Shikamaru menyeringai

"Awas kau, NANAS HIDUUPP!" Terjadilah kejar-kejaran antara Ino dan Shikamaru

Sakura bengong melihat mereka.. Naruto hanya berjalan mendekati bangkunya

"Emm.. Mereka selalu begitu?" Sakura mendekati bangkunya yang berada di sebelah Naruto

"Huh? Ah, mungkin... Iya..?" Naruto tampak berpikir, ia pikir ia melupakan bagaimana sikap Shikamaru terhadap Ino seak SMP dulu "Ah, iya, iya! Mereka memang selalu begitu hehehe!"

"Ah,mereka dekat sekali.. Aku jadi sedikit iri.." Sakura merebahkan wajah dan lengannya ke meja sambil menatap Ino yang sedang mengejar Shikamaru sejak tadi tanpa henti

Naruto yang sejak tadi memperhatikan Sakura langsung terdiam.. Setelah beberapa saat, ia mulai berani angkat suara

"Ja.. Jadi, Sakura-chan.. Kau menyukai.. Shikamaru?" Mulut Naruto terbuka cukup lebar, kemudian terdengar suara kepala seseorang yang menjedukkan kepalanya ke meja..

"BUKAN BEGITU JUGA!" Sakura menyembunyikan wajahnya diantara meja dan tangannya, Sakura mengangkat kepalanya dan menghembuskan nafasnya pelan

"Bukan.. Begitu.. Aku selama ini tidak dekat dengan cowok.. Bukan karena aku tak mau.. Itu karena gangguan seseorang.."

"Ah, begitu.. Memangnya siapa orang itu? Tanya Naruto polos

"Seseorang dalam keluargaku yang lebih tua beberapa tahun dengan umur kita.."

"Ah, kakakmu?"

"Yah.. Aku tak sudi memanggilnya dengan sebutan seperti itu.."

"Kenapa..?"

"Aku.. Aku sendiri tidak tahu.. Itu terjadi begitu saja.. Di saat aku terbangun, aku berada di rumah sakit.. Awalnya aku merasa biasa saja karena aku tidak melihat sosok orang itu disana.. Tapi.. Saat melihat orang itu.. Aku tiba-tiba.." Tiba-tiba Sakura terdiam.. Tangannya mengepal erat pada roknya, ia menggenggam roknya sampai kusut, Naruto terkejut melihat kondisi Sakura yang tiba-tiba seperti ini

"Sa.. Sakura?" Naruto beranjak dari kursinya, ia segera mendekati Sakura yang kini sedang tertunduk.. Ia mendengar suara Sakura yang mengerang pelan namun terdengar menyakakitkan

Beberapa saat kemudian, Sakura mengangkat kembali wajahnya dan tersenyum

"Ah.. Maaf, aku sedikit pusing.. Sepertinya karena belum sarapan tadi pagi.."

"Kau ini.. Kenapa kau tak sarapan dulu sebelum berangkat sekolah,eh? Apakah suhu tubuhmu panas?" Naruto meletakkan punggung tangannya pada Sakura

"Ah.. Aku tak merasa kalau aku demam kok.. Sedikit pusing karena belum makan saja, Naruto.. Tak perlu cemas.. Kau berlebihan.." Sakura memajukan bibirnya,ia tak suka jika diperlakukan seperti anak kecil.

"Baiklah.. Mau makan sekarang,Sakura?" Tanya Naruto

"Nanti saja istirahat.. Lagipula sebentar lagi kan masuk.." Jawab Sakura, tiba-tiba Ino datang sambil memeluk Sakura

"Ne, Sakura! Kau berangkat sekolah bersama sang suami, dan sekarang pun berbicara dengan suami.. Tak bisa berpisah ya, eh?" Ino menyeringai lebar saat bicara begitu, membuat pipi Sakura merona

"He.. Hei! Apa maksudmu dengan suami?! Aku berpacaran dengan Naruto saja tidak!" Sakura berusaha menyangkal dari Ino, namun.. Yah, itulah Ino dia selalu bisa menjawab ucapan Sakura

"Waah, aku tak bilang bahwa orang itu Naruto lhoo~ Eeeh, jadi.. Naruto yaa? hihihi" Ino tertawa kecil sambil menutup mulutnya

"Diam kau, Ino-pig!" Sakura yang kesal refleks memanggil Ino dengan sebutan itu

"Kau mau apa, Forehead!" Ino membalas Sakura lagi

"Hei, hei kalian ini kenapa sih.. Sudahlah berhenti saja.." Kiba yang baru datang langsung mengomentari Ino dan Sakura

"Diam kau, anjing bekaki dua!" Sakura dan Ino membentak Kiba yang tak bersalah secara bersamaan. Ino dan Sakura saling pandang, kemudian mereka tertawa bersama

"Apa,sih.. Tadi bertengkar, sekarang tertawa bersama.. Aku tidak mengerti.." Shikamaru mendengus melihat tingkah aneh dari kedua cewek itu..

Naruto menggeleng

"Tidak tahu.. Mungkin itulah sifat wanita.."

Ino melirik Naruto,Shikamaru, dan Kiba yang sedang asyik tertawa dan bercanda.. Lalu, Ino menoleh ke arah Sakura

"Ne, Sakura.. Kapan Naruto menembakmu?" Pertanyaan Ino itu sontak membuat Sakura terkejut dengan wajah memerah

"Eeeh?! Su- Sudah kubilang,kan aku tak berpacaran dengannya!" Sakura kembali menyangkal sambil mengayunkan tangannya ke depan, Ino menopang dagunya dengan tangan kanannya sambil melihat Naruto

"Tapi.. Kurasa Naruto cukup menyukaimu.." Ucap Ino

"Eeh?! Ino, jangan bercanda.. Itu tidak lucu.." Sakura hanya tertawa mendengar ucapan Ino,walaupun sebenarnya ia sendiri kaget

"Apakah wajahku terlihat seperti yang bercanda,Sakura?" Sakura melihat pandangan mata Ino.. Ia bisa melihat betapa seriusnya Ino

"Aah, baiklah aku minta maaf.. Tapi, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?" Tnya Sakura. Sedikitnya, ia agak penasaran juga..

"Dari tatapannya mungkin? Ah, dari sikapnya padamu juga.. Itu sangat meyakinkan, Forehead.." Ino tersenyum pada Sakura

"Dasar kau Ino pig.. Itu hanya karena ia berteman baik denganku.." Sakura berusaha menyangkal dari pernyataan Ino.. Namun entah kenapa hati kecilnya.. Sedikitnya menginginkan hal itu

"Yah.. Setidaknya, karena ada kau Naruto bisa kembali ceria lagi,Forehead!" Ino menepuk-nepuk pundak Sakura

"Ah, sakit ino-pig!" Sakura membalas menepuk pundak Ino

"Hei, apa-apaan!" Lalu, pertengkaran kecil mereka berdua pun berlangsung..

*Istirahat*

"Sakura-chan! Ayo kita makaan! Kau belum makan,kan?" Naruto segera membalikkan badannya ke arah Sakura begitu guru yang mengajarnya telah keluar kelas

"Ya, ayo Naruto!" Sakura baru saja akan beranjak dari kursinya, tiba-tiba ada seorang teman sekelasnya memanggilnya

"Hatake-san! Ada yang mencarimu!" Ujar teman sekelasnya itu

"Si...Kami-sama!" Sakura menoleh, sedetik kemudian,Sakura sadar bahwa yang mencarinya ternyata adalah Sasori! Sementara, posisi Naruto tepat berada di sebelah Sakura

"Siapa,Sakura-chan?"

-Tsuzuku-

Hualloow minna! Hariini Miu update 2 chapter, tapi chapter 7 nya kependekan ya :'( Maaf!

Aku gaakan bicara apa-apa lagi, takutnya makin cerewet makin dimarahin sama semuanya garagara chap ini kependekan *oke ini lebay banget*

Review ya? :'))

With NaruSaku, Miu

Chuu~