All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
The After Effect
Chapter 6
Draco terbangun dikamarnya, ia meregangkan tubuhnya, ia sudah lama tidak tidur sepanjang ini dan benar-benar merasa segar, ini hari minggu dan hari ini ia sudah berencana untuk tidak pergi ke kantor, tentu saja sebelum ia tidur tadi malam ia meminum hangover potion, takut efek alkoholnya membuat paginya menjadi buruk.
Draco bangun dari kasurnya lalu berjalan dan membuka tirai jendelanya lalu melihat kedua orangtuanya sedang duduk bersama di meja di taman mereka sambil tertawa.
Draco menghela nafasnya. Ia melirik jam di pojok kamarnya dan menyadari kalau ia apa yang dianggapnya pagi tidak benar-benar pagi. Sekarang sudah jam sepuluh.
Draco berjalan ke arah meja kerjanya dan melihat tumpukkan buku yang sudah menggunung disana.
Hermione memberitahunya kalau ia akan membantu Draco mengikuti ujian untuk mendapatkan lisensi ahli ramuan. Karena itu ia sudah mengalihkan hampir semua buku ramuannya, termasuk beberapa catatan penting yang menurut Hermione penting untuk ujian.
Tentu saja Draco menukarnya dengan salinan buku ramuan milik ayah baptisnya untuk dipelajari Hermione. Sepertinya ia harus mulai hari ini.
-Flashback-
"Mother, Father, aku pulang duluan." Draco memberitahu kedua orangtuanya yang sepertinya begitu menikmati waktu mereka.
"Sekarang?" Narcissa bertanya. "Kenapa begitu cepat?"
Draco tidak menjawab dan hanya mengangguk, sepertinya moodnya menjadi buruk.
"Kenapa kau tidak datang dengan Miss Granger?" Narcissa akhirnya mengutarakan pertanyaan yang dari tadi membuatnya penasaran.
Draco memutar matanya. "Mother lihat sendiri kan kalau ia datang dengan pria lain?" Draco bertanya sarkas.
Narcissa dan Lucius kemudian tertawa pelan.
"Kenapa kalian tertawa?" Draco bertanya kesal.
Narcissa tertawa lagi, belakangan ini Draco memang sibuk sekali dengan perusahaan barunya, ia jarang pulang kerumah kecuali untuk hal-hal penting seperti mengambil buku atau mengambil barang-barang penting. Tapi setiap ia bertemu dengan anak laki-lakinya itu, Draco pasti akan membicarakan Hermione Granger.
Hermione ini, Hermione itu, Granger ini, Granger itu.
Ibu mana yang tidak akan tahu kalau anak laki-lakinya menyukai Hermione Granger?
"Pulanglah kalau begitu, tidur yang nyenyak dan pikirkan apa yang harus kau lakukan setelah ini." Narcissa berseru.
Draco mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ibunya itu.
-End of Flashback-
"Master Draco, sarapan sudah siap." Salah satu peri rumahnya memberitahu Draco yang baru selesai mandi.
Draco mengangguk.
"Master, ada surat untuk anda." Peri rumah itu memberikan surat yang dibawanya pada Draco.
"Terimakasih, kau boleh pergi." Draco berseru, ia duduk di kursinya dan membaca isi surat itu.
Draco,
Aku tahu ini hari minggu, tapi aku sudah menyelesaikan ramuan-ku, bisa kita bertemu hari ini? Ada yang ingin kubicarakan.
-HG
Draco tahu ia harusnya kesal, harusnya ia dengan mudahnya menolak permintaan Hermione untuk bertemu di hari libur yang jarang didapatkannya sekarang ini.
Lagipula bagaimana perempuan itu bisa mengiriminya surat di pagi hari setelah pesta tadi malam? Apa ia tidak kelelahan? Atau jangan-jangan sepulang dari pesta kemarin ia langsung melanjutkan pembuatan ramuannya?
Draco mengambil kertas dan penanya.
Granger,
Sure, kita bertemu dimana? Di kantor?
-DM
Draco menghela nafasnya. Ia pasti sudah gila.
.
Hermione sedang memasak air untuk membuat kopi. Ia belum tidur dari tadi malam dan sekarang ia sedang menunggu Draco datang. Ia tidak pulang kerumahnya kemarin setelah pesta, ia langsung menuju ke kantor dan mengerjakan ramuannya.
-Falshback-
Hermione sedang mendengar cerita Ginny dan Harry tentang Ginny yang tiba-tiba minta dicarikan es krim tengah malam, tapi pikirannya tidak benar-benar di situ, ia tertawa dan tersenyum tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Ia tiba-tiba teringat satu bahan yang sebenarnya tidak ada di daftar risetnya, tapi ia tahu kalau bahan ini punya kemampuan untuk membersihkan racun dari dalam tubuh.
"Harry, Ginny, kurasa aku harus pulang sekarang." Hermione berdiri.
"Sekarang?" Ginny bertanya.
Hermione mengangguk.
"Dimana George?" Harry bertanya melihat kesekeliling.
"Tidak masalah, aku bisa pulang sendiri, ia sepertinya sedang asik." Hermione memberitahu, ia kemudian mencium pipi Ginny dan Harry lalu berjalan ke arah George untuk pamit pulang duluan.
-End of Flashback-
"Apa yang ingin kau bicarakan Granger?" Draco bertanya dari depan pintu pantry mereka.
"Kau sudah datang?" Hermione bertanya. "Mau kopi?" Hermione bertanya.
Draco mengangguk kemudian duduk di kursi. Hermione membuat kopi untuk mereka kemudian duduk di depan Draco.
"Aku sudah berhasil membuat ramuan untuk menetralisir ramuan gagal terdahulu." Hermione memberitahu.
"Kau sudah memberitahuku di suratmu." Draco memberitahu, melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku perlu bantuanmu." Hermione kemudian memberitahu.
"Apa?" Draco bertanya.
"Bagaimana caranya aku bisa mencobanya pada satu atau dua orang untuk memastikan kalau ramuan ini berhasil?" Hermione bertanya pelan.
Draco diam.
Mereka berdua sekarang diam dan berpikir masing-masing.
Hermione sudah memikirkan hal ini dari pagi begitu ia berhasil dengan ramuannya, tapi ia masih belum bisa menentukan cara terbaik untuk mencobanya, kemudian mendistribusikannya.
"Kau belum tidur dari tadi malam?" Draco bertanya tiba-tiba.
"Hah?" Hermione tidak yakin apa yang baru dikatakan Draco.
"Kau belum tidur dari tadi malam kan?" Draco memastikan.
Hermione mengangguk, tidak mengerti apa hubungan jam tidurnya dengan masalah yang sedang mereka bicarakan sekarang.
"Pulanglah, tidur!" Draco berseru.
Hermione tidak mengerti, ia menggeleng.
"Tidurlah dulu, kita bisa membicarakan hal ini besok." Draco memberitahu.
Hermione menggeleng. "Kau tidak mengerti Draco, ini sangat penting, dan ramuan ini –jika berhasil- harus dengan segera disebarkan untuk mereka yang mengalami efek sampingnya." Hermione memberitahu.
Draco mengangguk mengerti. "Tidurlah, aku akan memikirkannya. Aku tahu kau benar-benar memprioritaskan hal ini tapi kau akan mati jika tidak tidur." Draco berseru berlebihan.
Hermione menghela nafasnya.
.
"Miss Granger, apa kau sudah membaca koran pagi ini?" Salah satu asisten Hermione bertanya.
Hermione menggeleng. "Tidak, memangnya ada apa?" Hermione bertanya tapi masih tetap fokus pada jurnalnya.
"Perusahaan Nott mengumumkan kebangkrutan mereka."
Hermione tersentak, ia segera mengambil koran yang dipegang asistennya dan membacanya.
Perusahaan Nott Bangkrut, Theo Nott Terlilit Utang dan Masalah Paten Ramuan
Theodore Nott, pemilik dari Nott Company akhirnya mengumumkan kalau perusahaan mereka mengalami pailit dan dalam dua minggu kedepan dan akan melakukan likuidasi bagi para pemilik saham.
Kita semua jelas tahu apa yang menjadi alasan utama perusahaan yang sebelumnya menguasai seluruh pasar ramuan di Inggris ini bangkrut
Delapan bulan yang lalu, begitu GM Company berdiri, seketika harga saham perusahaan Nott memang langsung turun, tapi tidak ada satupun yang mengira kalau tidak sampai satu tahun Nott Company akan bangkrut.
Sekarang ini 90% pasar ramuan di seluruh Inggris bahkan di seluruh Eropa sudah dikuasai oleh GM Company yang dimiliki oleh Hermione Granger (mantan kepala riset dan pengembangan Nott Company) dan Draco Malfoy (mantan pelahap maut dan teman baik Theo Nott).
GM company, dibawah Hermione Granger dan Draco Malfoy berhasil membuat banyak ramuan yang dibutuhkan masyarakat dan dengan harga yang layak bagi seluruh kalangan.
Mulai dari ramuan sesederhana Blemish Blitzer sampai ramuan paling rumit dan mahal seperti Wolfsbane. Bukan hanya memproduksi ramuan-ramuan yang sudah ada sebelumnya, mereka juga membuat banyak ramuan-ramuan baru yang sudah di patenkan atas nama Hermione Granger, Draco Malafoy, dan mendiang Severus Snape.
Bukan hanya perusahaannya yang bangkrut, sekarang Theodore Nott juga terkena masalah utang karena ia diduga menggelapkan sejumlah besar keuntungan perusahaan, karyawan-karyawan yang setelah ini akan kehilangan pekerjaan mereka juga sudah mulai menuntut kompensasi mereka.
Seakan-akan masalah Mr. Nott belum cukup banyak, Harry Potter, Savior Of WizardingWorld mengajukan tuntutan atas delapan paten ramuan yang berada atas nama Theodore Nott. Mr. Potter berkata bahwa seharusnya semua ramuan itu dipatenkan atas nama Hermione Granger dan ia akan membuktikannya di persidangan.
-Harry Potter dan menuntut Theodore Nott atas paten ramuan… hlm 3
-Hermione Granger, Draco Malfoy, dan GM Company… hlm 5
-Hermione Granger, Draco Malfoy, sekedar bisnis atau?...hlm 7
Hermione melipat koran yang dipegangnya dan kembali fokus pada jurnalnya.
"Oh, Miss Granger kita sudah mendapat lima orang yang bersedia untuk mencoba ramuan anda." Asistennya memberitahu.
Hermione tersenyum. "Apa kau sudah mengatur jadwalnya?" Hermione bertanya lagi.
Merry mengangguk. "Mereka akan datang nanti siang sesudah makan siang."
Hermione mengangguk. "Terimakasih banyak Merry."
"Sama-sama Miss Granger."
"Oh iya, Miss Granger, Mr. Malfoy akan kembali hari ini." Asistennya memberitahunya lagi.
Hermione menahan senyumnya. "Beritahu aku kalau ia sudah kembali."
Draco yang mengusahakan agar ada sekitar tiga sampai lima orang yang bersedia menjadi sukarelawan untuk mencoba ramuan mereka. Draco menggunakan koneksinya di beberapa tempat, termasuk di St. Mungo untuk menemukan orang-orang yang bisa mencoba ramuan mereka.
Menurut Draco ia sudah menghubungi orang-orang ini secara pribadi, memberitahu mereka kalau GM Company membuat ramuan yang bisa menghilangkan efek negatif dari ramuan kemandulan sebelumnya tanpa menghilangkan efek postif utamanya.
Tentu saja mereka ragu, takut kalau ternyata ramuan itu tidak memberikan hasil apa-apa, atau lebih buruk, apalagi yang menghubungi mereka adalah seorang Draco Malfoy, tapi kemudian Draco membawa nama Hermione Granger dan akhirnya lima dari beberapa orang yang dihubungi Draco mau mencoba.
Draco pergi ke Scotlandia untuk mengesahkan perjanjian perusahaan mereka dengan petani aconite. Draco dan Hermione sedang mengembangkan Wolfsbane yang lebih baik lagi, selain dari sisi harga, mereka juga berusaha membuat efek dari Wolfsbane versi mereka lebih baik. Karena itu mereka membutuhkan banyak aconite selain untuk percobaan, juga untuk bahan baku ramuan yang akan di jual ke pasar.
Selama ini yang membuat Wolfsbane mahal adalah karena sulitnya bahan baku didapatkan, belum lagi kebanyakan mereka yang membutuhkannya tinggal dalam kemiskinan karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang stabil. Selama ini GM Company berhasil menekan harga Wolfsbane di pasaran karena mereka bisa mensubsidinya dari keuntungan penjualan ramuan lain.
"Miss Powell, beritahu Miss Granger kalau aku sudah kembali." Draco berseru dari depan pintu ruangan kerja Hermione.
Miss Powell, asisten Hermione, tersenyum pada Draco kemudian tersenyum pada Hermione. "Miss Granger, Mr. Malfoy sudah kembali."
Hermione tertawa pelan. "Terimakasih informasinya."
"Ah, Miss Powell, bisakah kau keluar sebentar?" Draco bertanya.
Merry Powell mengangguk, ia kemudian keluar dari ruangan Hermione dan meninggalkan dua bosnya itu di dalam.
"Kau sudah kembali?" Hermione bertanya begitu Draco duduk dimejanya.
"Well, aku sudah disini." Draco memberitahu, ia mengambil jurnal di depan Hermione dan membolak-balikkan halamannya.
"Bagaimana?" Hermione bertanya penasaran.
"Bagaimana kabarku?" Draco bertanya.
"Bagaimana hasil kesepakatanmu dengan mereka?" Hermione bertanya, memutar matanya.
"Well, coba lihat wajahku." Draco menunjuk wajahnya.
"Apa?" Hermione bertanya pura-pura tidak mengerti. "Kau punya jerawat baru?"
Draco tertawa. "Aku berhasil, aku membuat kesepakatan dengan mereka dan mereka akan menyuplai kebutuhan aconite kita mulai sekarang." Draco memberitahu kabar gembiranya.
Hermione tersenyum. "Kerja bagus." Hermione menepuk-nepuk pundak Draco.
"Ah, Granger, kudengar Nott sudah bangkrut." Draco berseru.
Hermione mengangguk pelan.
"Kenapa wajahmu seperti itu?" Draco bertanya.
Hermione diam saja.
Dan seketika Draco mengerti. "Kau mengkuatirkan masalah efek samping dari ramuanmu sebelum ini?"
Hermione mengangguk pelan, tangannya yang masih memegang pena bergetar. Draco menarik Hermione kedalam pelukkannya.
"It's okay." Draco berseru, menepuk-nepuk pundak Hermione. "Kita akan segera menyelesaikan semuanya."
.
Draco melihat Hermione dari depan kaca ruangan percobaan mereka, ia menggunakan jas putih panjang yang menurutnya adalah jas umum yang dipakai oleh Muggle yang melakukan pekerjaan berhubungan dengan bahan kimia.
Merry dan Mike juga lima orang relawan sudah berada di ruangan itu untuk membantu Hermione. Draco hanya memperhatikan mereka diam, ia bisa melihat Hermione tersenyum meskipun sebenarnya ia tegang setengah mati.
Ada dua orang Healer yang mereka mintai bantuan untuk memastikan kondisi kesehatan kelima relawan itu sebelum dan sesudah mengonsumsi ramuan ini.
Begitu melihat kalau mereka akan segera mulai Draco beranjak pergi, ia tahu mereka akan berhasil, Hermione akan berhasil.
Sekarang ia hanya tinggal membersihkan Nott.
.
Draco duduk di salah satu ruangan tunggu di kantor Auror, ia berjanji bertemu dengan Harry Potter.
"Mr. Malfoy, silahkan." Seseorang memberi Draco tanda bahwa ia sudah bisa masuk ke ruangan Harry Potter.
"Potter." Draco berseru begitu masuk dan melihat Harry Potter yang duduk dimejanya.
"Malfoy." Harry juga berusaha sopan. "Silahkan duduk. Ada perlu apa?"
Draco duduk di depan Harry kemudian mengeluarkan beberapa lembar kertas dari saku jasnya.
"Apa ini?" Harry bertanya.
Draco mengulurkan kertas itu agar Harry bisa membacanya sendiri.
Harry membaca surat-surat itu, ekspresi wajahnya tidak bisa dibaca.
"Ini apa Malfoy?" Harry bertanya.
"Seperti yang kau lihat. Nott terus menerus berusaha membuat Hermione berada dalam masalah." Draco berseru.
Belakangan ini, karena perusahaannya benar-benar berada di ambang kebangkrutan ia terus menerus mengganggu Hermione, mengiriminya surat-surat ancaman dan terus-menerus mengganggunya.
Tentu saja Hermione diam saja. Ia bahkan tidak memberitahu Draco tentang hal ini, tapi Merry, selaku asisten paling berdedikasi di dunia sihir melaporkan hal ini pada Draco dengan harapan Draco akan menyelesaikan masalah ini.
Draco bisa melihat kalau belakangan ini Hermione makin tertekan, bukan hanya karena masalah ramuan gagalnya terdahulu, tapi juga karena Nott terus menerus mengganggunya, mengiriminya surat yang berisi kalimat-kalimat jahat yang mengancam akan memberitahukan semuanya kepada khalayak ramai.
Dan meskipun Hermione berusaha menyembunyikan kecemasannya, semua orang di dekatnya bisa melihat hal ini
Draco kemudian menceritakan semuanya pada Harry.
"Jadi kurasa untuk sekarang sebaiknya kau menghentikan kasus ini Potter."
Harry menghela nafasnya, belakangan ini Hermione memang terlihat berbeda, ia terlihat banyak pikiran, kelelahan, dan kurang tidur.
"Nott tidak bisa dilepaskan begitu saja." Harry berseru.
Draco mengangguk. "Aku tahu, aku tahu Potter, tapi paling tidak kau harus memberi jeda sekarang, atau Hermione akan semakin tertekan. Kau tidak perlu mencabut tuntutanmu, paling tidak kau bisa melakukan penghentian sementara atau apapun yang bisa membuat Nott berhenti menganggu Hermione untuk sementara ini."
Harry terdiam. "Tapi Malfoy." Harry berseru pelan nadanya rendah. "Aku masih tidak mengerti, apa yang dijadikan Nott bahan untuk mengancam Hermione?"
.
Hermione tersenyum lebar ia sedang makan siang sekaligus malam di ruangannya sambil menulis surat untuk kedua orangtuanya yang sudah lama tidak dikunjunginya. Ia benar-benar senang hari ini, percobaan terhadap lima orang relawan yang ia lakukan berhasil, Healer yang membantu mereka menyatakan kalau efek samping dari obat yang terdahulu tidak ada dan tingkat kesuburan kelima relawan itu tetap normal.
"Miss Granger." Seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk." Hermione berseru sambil mengunyah makanannya.
"Miss Granger, Harry Potter ingin bertemu dengan anda."
-To Be Continued-
