Jongin terbangun dari tidurnya karena merasa terganggu dengan tenggorokannya yang terasa sangat kering, ia turun dari kasur dan berjalan menuju dapur untuk minum dan kembali kekamarnya. Namun jongin menghentikan langkahnya saat berdiri didepan kamar puteranya

"apa mereka sudah tidur" gumam jongin pada dirinya sendiri dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan kembali menjatuhkan tubuhnya diatas kasur dan menumpukan kepalanya diatas lengannya sambil menatap langit langit, entah kenapa ia tidak mengantuk lagi dan malah ia merindukan sehun sekarang, karena biasanya jika ia tidak mengantuk sehun dengan senang hati menemaninya sampai tidur namun sekarang ia sendirian, jongin meringis saat mengingat sehun ingin bercerai dengannya, seharusnya ia merasa bahagia karena sehun telah mengabulkannya namunya yang sekarang ia rasakan malah sebaliknya membuat jongin menghembuskan nafasnya kasar dan mengambil ponselnya dinakas dan melihat ada lebih dari sepukul panggilan dari luhan dan jongin tidak berniat menelfonnya kembali dan i menaruh ponselnya diatas nakas dan mencoba tidur

.

.

.

.

.

Sehun membuka matanya saat merasakan mual diperutnya dan sedikit berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkannya namun tidak ada yang keluar malah ia merasakan badanya semakin lemas dan membuatnya menumpukan tubuhnya diatas wastafel sambil memandangi wajahnya dicermin yang terlihat berantakan dengan mata yang sembab dan wajahnya yang terlihat semakin pucat

"mommy"

Sehun menolehkan wajahnya dari cermin dan melihat puteranya taeoh yang sudah terbangun dari tidurnya, sehun tersenyum dan berjalan mendekati taeoh

"tidak biasanya bangun pagi"

"mommy ayo kita jalan jalan"

Sehun sedikit berfikir dan kemudian menganggukan kepalanya membuat taeoh senang dan langsung berlari menuju kamar mandi, sehun menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar kamar dan melihat jongin yang sudah terlihat rapih sambil mendorong kopernya, sehun menundukan kepalanya dan kembali berjalan menuju dapur tanpa berniat menyapa jongin.

"aku akan pergi selama seminggu, soal percerain yang semalam aku sudah mengurusnya dipengadilan kita hanya menunggu hasilnya saja" ucap jongin tiba tiba dan berlalu pergi keluar dari rumah, sehun menganggukan kepalanya kaku dan berjalan cepat menuju kamar mandi melupakan bahwa dirinya ingin pergi kedapur

Sehun mendudukan tubuhnya diatas kloset dan menutup wajahnya meredam tangisannya yang mungkin akan terdengar oleh puteranya, sehun pikir ia akan kuat dengan keadaanya sekarang namun ini sebaliknya, mendengar suara jongin yang dingin membuatnya sakit hati. Sehun bangun dari duduknya dan memutuskan untuk mandi karena taeoh ingin mengajak jalan jalan tadi dan sekalian ia ingin memeriksa kandungannya

Taeoh berjalan meyusuri rumahnya dan kepalanya tidak diam menengok sana sini mencari sehun, taeoh kesal sekarang dan mendudukan tubuhnya kecil diatas kursi meja makan sambil melipat kedua tangannya dan berjanji tidak akan berbicara dengan mommynya, sehun yang baru saja keluar dari kamar mandi masih menggunakan bathrobenya memandang taeoh bingung karena melihat ekpresi wajah taeoh yang terlihat kesal sambil menggembungkan pipinya

"taeoh kenapa hmm"

Karena sudah berjanji tidak akan berbicara dengan mommynya, jadi taeoh tidak menjawab pertanyaan sehun malah ia mengalihkan kepalanya, sehun bingung sekarang memangnya kenapa dengan puteranya padahal pagi tadi dia baik baik saja

"taeoh bicaralah pada mommy" bujuk sehun sambil mendudukan tubuhnya setelah menarik kursinya kehadapan taeoh

"tae kesal pada mommy, karena tae sejak tadi mencari mommy tetapi tidak ada dan daddy juga kemana dan mengapa daddy jarang bermain dengan tae lagi, apa tae nakal dan membuat daddy tidak lagi" kata taeoh sambil menahan isakannya

"maafkan mommy tae, mommy sedang mandi tadi dan kata siapa daddy tidak sayang pada tae, daddy sebenarnya sayang pada tae namun karena pekerjaan daddy tidak sempat bermain dengan tae lagi"

Taeoh menganggukan kepalanya dan memeluk sehun erat, sehun tersenyum dan memeluk puteranya tak kalah erat

" mommy ayo berangkat" kata taeoh dan langsung menarik tangan sehun

"jangan buru buru tae, mommy belum siap siap" kata sehun , taeoh melepaskan pegangannya pada tangan sehun dan mendudukan tubunya disofa menunggu sehun memakai bajunya

.

.

.

.

.

Chanyeol merasa bosan karena jihoon yang sedang bermain ditaman bersama teman temannya, awalnya chanyeol menolak tapi jihoon berkata bahwa ia akan berkata pada mommynya bahwa paman chanyeol tidak mengurusnya dan membuat chanyeol terpaksa menemani jihoon karena tidak ingin mendapatkan amukan dari sepupunya baekhyun

"jihoon ayo kita pulang" teriak chanyeol, namun diabaikan oleh jihoon dan malah asik bermain ayunan bersama teman temannya dan semakin membuat chanyeol kesal, dan memutuskan untuk membuka ponselnya

"chanyeol hyung"

Chanyeol mendongakan kepalanya saat mendengar seseorang memanggil namanya dan melihat sehun yang berdiri dihadapannya

"hai sehun, kau sedang apa disini"

"aku menemani puteraku taeoh"

Chanyeol menganggukan kepalanya dan menggeser tubuhnya memberikan ruang untuk duduk sehun

"mengapa kau pakai jaket besar seperti itu, padahal hari ini tidak dingin" tanya chanyeol karena merasa aneh melihat sehun memakai jaket yang terlihat besar ditubuhnya dan apa dia tidak merasa kegerahan

" a…aku tidak enak badan" kata sehun kemudian mengeratkan jaketnya, chanyeol kembali menganggukan kepalanya dan kemudian meraka saling diam sibuk dengan pikiran masing masing

"paman chanyeol"

Chanyeol yang sibuk melamun merasa kaget karena namanya dipanggil tiba tiba dan pelakuny adalah jihoon yang berdiri dihadapan bersama taeoh

"ada apa?"

"paman aku lapar" kata jihoon sambil mengusap perutnya dan mencebikan bibirnya lucu mencoba merayu chanyeol

"lalu?"

"ayo kita beli makanan dan sekalian ajak taeoh" kata jihoon sambil menarik tangan taeoh mendekat kearah chanyeol

"haishhh baiklah ayo kita pergi"

"paman apa mommy ku boleh ikut" tanya taeoh polos, chanyeol melihat sehun sebentar kemudian mengangukan kepalanya dan mengajak mereka memasuki mobilnya

"kita akan makan dimana"tanya chanyeol sambil mengatur lokasinya

"bagaimana kalo kita makan tteokbokki saja "kata sehun tiba tiba, chanyeol sedikit berpikir kemudian menganggukan kepalanya

.

.

.

.

.

Satu jam yang lalu jongin dan luhan sudah sampai dijeju, sekarang mereka sedang berjalan jalan dipingir pantai, entah mengapa jongin merasa tidak bahagia malah ia memikir sehun dirumah berbeda dengan luhan yang sejak tadi tertawa senang

"jongin ayo kita berenang" ajak luhan dan langsung menarik tangan jongin kearah pantai

"jongin bukankah ini sangat menyenangkan" kata luhan sambil melingkarkan kedua tangannya dileher jongin, membuat jongin tersenyum walaupun terpaksa

Sudah hampir malam mereka baru selesai dengan acara berenangnya dan kembali kedalam hotel, sebenarnya jongin ingin berbeda kamar denan luhan. Namun luhan menolaknya mentah menta karena itu sangat boros jika harus memesan dua kamar

"jongin sebaiknya kau mandi" kata luhan setelah membersihkan tubuhnya dan hanya memakai kemeja kebesarannya, jongin menganggukan kepalanya enggan menatap luhan sehingga membuat luhan mendengus

Sudah hampir satu jam luhan menunggu jongin, namun yang ditunggu tunggu tidak keluar dari kamar mandi. Jadi luhan memutuskan membuatkan jongin sebuah kopi

" semoga jongin suka" kata luhan kemdian memasukan sebuah bubuk kedalam kopi jongin dan tersenyum puas

tbc

maaf yah kalo ceritanya gak nyambung atau tbcnya tiba tiba wkwkwk