Title : THAT XX Chapter 6

Rating : NOT FOR CHILDREN (T)

Genre : Romance, Humor, Drama, Violence, sedikit bumbu Yaoi/BL (Don't like don't read)

Cast : EXO, BAP, B1A4, INFINITE

Support cast : 2PM, BIGBANG

Author : Ruka17

Disclaimer : Cast milik tuhan YME dan SM Ent. Author hanya pinjam mereka untuk meramaikan FF ini.

Warning: typo, abal-abal, alur maksa, gaje, garing, humor gagal, EYD awut-awutan.

.

.

Rooftop

.

"Ya.. apa tidak apa-apa kita pergi dari kelas dengan cara seperti ini?" Jong dae terlihat resah memandangi satu per satu temannya.

"Wae?! Apa kau menyesal pergi dari kelas?! Kalau begitu kau boleh kok kembali ke kelas," timpal Chanyeol

"Bukan begitu..."

Chanyeol berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

"Hyung, eoddiga?" teriak Sehun

"Aku ingin mencari udara segar. Jalka!" balas Chanyeol seraya menghilangkan dirinya dibalik pintu.

.

.

Sementara itu di dalam kelas

.

"Hah..mimpi apa aku semalam? Kenapa kita bisa sekelas dengan mereka?" bisik Jong in pada Woohyun yang duduk didepannya.

"Entahlah..aku sendiri juga bingung.." balas Woohyun

"Hah..aku benar-benar malas harus bertemu setiap hari dengan mereka.."

Taecyeon yang sedari tadi menjelaskan pelajaran matematika panjang lebar, berhenti menggerakkan tangannya di papan tulis dan berbalik memandang kearah dua namja yang duduk dibangku dekat dengan jendela.

"Yak..Kim Jong In..Nam Woo Hyun..apa kalian bisa menyelesaikan soal ini?!" perintah Taecyeon

Mampus kau.. – ujar Jong in dan Woo hyun dalam hati.

Tapi dewi fortuna sepertinya sedang berpihak pada kedua namja itu karena bel istirahat siang berbunyi.

"Yeesss.." Jong in dan Woo hyun melakukan high five.

"Okay..kita lanjutkan nanti setelah istirahat.." ujar Taecyeon seraya pergi meninggalkan kelas.

.

.

Tao berjalan dengan membawa sebuah kantong plastic yang entah isinya apa (?) ditangan kirinya. Senyuman terlihat dari wajah imut namja itu. Ia sedang berjalan kearah gudang yang tidak jauh dari gedung sekolahnya. Sesampainya ditujuan, ia langsung memanggil-manggil nama seekor kucing Persia yang diam-diam dipelihara olehnya disekolah.

"Kitty..Kitty.." Tao mencari sesosok kucing dengan bulu putih disekujur tubuhnya.

"Aku bawakan makanan untukmu.." ujarnya seraya tersenyum memperlihatkan eye smile-nya. "Keluarlah.."

Tapi tak ada suara apapun disana. Tao yang melihat bahwa kucing peliharaannya itu tidak ada di tempatnya, segera pergi mencarinya disekitar gudang. "Kitty..kitty..kau dimana?"

"Kitty..kau ingin bermain petak umpet dengan Tao-gege hah?!" teriak Tao seraya menelusuri halaman yang ada di belakang gudang sekolah.

Tiba-tiba Tao menghentikan langkahnya. Ia menatap seorang namja tinggi bersurai blonde yang berada tidak jauh darinya. Namja itu terlihat sangat antusias menggapai sesuatu yang ada diatas pohon tanpa memperdulikan ranting-ranting pohon yang menggores halus wajah tampannya.

Tao membalikkan tubuhnya hendak meneruskan kembali kegiatannya mencari sang kucing, tapi sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya kearah sesuatu yang ada diatas pohon.

"Kitty.." ujarnya ketika ia melihat seekor kucing berbulu putih yang kini sudah tidak berwarna putih bersih lagi bertengger diatas pohon.

"Kemarilah kucing manis..aku akan menolongmu.." ujar namja berambut pirang itu.

Dan tak lama kemudian, namja itu berhasil meraih kucing milik Tao (?) dan membelai kucing itu dengan lembut. "Kucing pintar."

"I-itu.." suara Tao yang tiba-tiba ada disampingnya, membuat namja tinggi itu menoleh kearah asal suara.

Tao menunjuk-nunjuk kucing itu dan namja yang menggendong sang kucing segera menyerahkan kucing yang digendongnya pada Tao. Tao kemudian meraih kucing peliharaannya dari tangan namja tinggi itu.

"Kitty..ku kira aku akan kehilanganmu," Tao sedikit terisak seraya memeluk dan membelai lembut kucing kesayangannya itu.

"Xie xie..kau sudah menolongnya.." ujar Tao seraya tersenyum. "Er..Kalau tidak salah namamu Kris kan?!" lanjutnya.

Entah apa yang ada dipikiran Kris sekarang, tapi namja yang tersenyum padanya itu membuat jantung Kris berdetak lebih kencang dari sebelumnya (?)

"Aku tidak punya niat untuk menolongnya," balas Kris dengan memasang wajah stoic dan sok cool-nya.

"Tapi kenyataanya kau menolongnya.." lanjut Tao

Cih, aku tidak bisa menyangkal perkataan anak ini – batin Kris

Kris melangkahkan kakinya hendak kembali ke kelas, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti oleh teriakkan Tao. "Jageuma!"

Kris membalikkan tubuhnya menghadap Tao. "Wae?"

"Itu…" Tao menunjuk-nunjuk pada luka yang ada di wajah Kris. "Apa tidak sakit?"

"Apa pedulimu padaku.." balas Kris

Tao menggigit bibir bawahnya. "Emm..apa boleh aku menggobatinya?!"

Kris mengangkat satu alisnya. Dia sedikit tidak mengerti maksud perkataan namja itu.

"Sebagai balasan terima kasih karena kau telah menolong kitty.." lanjut Tao

Tao melangkahkan kakinya mendekati Kris, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya dan menempelkannya pada luka yang ada di wajah Kris.

"Sepertinya ini lebih baik.." ujar Tao seraya tersenyum angelic pada Kris.

What the hell with this boy to you Kris? – sepertinya ada perang batin dalam hati Kris.

.

.

Apartement Keluarga Park

.

"Hah..kenapa jam segini anak itu belum pulang juga?!" Taecyeon teringat pada Chanyeol yang sejak kejadian tadi pagi tidak kunjung nampak batang hidungnya.

CLEKK..BLAAAMMM!

Terdengar suara pintu apartemen terbuka dan ditutup dengan paksa.

"Chanyeol-ah..waseo?!" sapa Taecyeon. "Kau sudah makan malam?!"

Chanyeol tidak mengacuhkan ucapan kakaknya itu dan dengan langkah yang dipercepat ia pergi menuju kamarnya. Dan sekali lagi terdengar suara pintu dibanting.

"Ck..apa dia masih marah?!"

Taecyeon bangkit dari kursi di ruang tengah dan berjalan menuju ke depan pintu kamar Chanyeol. Ia kemudian mengetuk pelan pintu yang ada dihadapannya.

"Chanyeol-ah..yeollie..aku ingin berbicara sebentar denganmu."

Tak ada sahutan dari dalam kamar. Taecyeon mengetuk kembali pintu kamar tersebut dan berusaha merayu keluar adiknya itu. Tak lama kemudian pintu kamar Chanyeol terbuka.

"Ah..akhirnya kau bukakan juga."

Bukannya mengacuhkan ucapan Taecyeon, Chanyeol malah mendorong Taecyeon menjauhinya dan secepat kilat pergi keluar apartemen.

"Yaakk..! eoddiga?" teriak Taecyeon, tapi teriakannya itu sia-sia saja.

.

.

Chanyeol berjalan sendirian merasakan dinginnya udara malam. Kerikil-kerikil kecil yang ada dihadapannya tidak luput dari tendangannya.

"Hah..bodohnya diriku..malam dingin seperti ini malah keluar dari rumah yang jelas-jelas hangat di dalam sana. Aaarrggghh..molla.." Chanyeol mengacak-acak rambutnya.

Chanyeol berjalan tak tau arah hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk duduk diatas sebuah ayunan disebuah taman yang tidak jauh dari apartemennya.

Kriek..kriek..

Terdengar suara jerit ayunan yang Chanyeol mainkan. Ia menengadahkan kepalanya dan melihat kearah bintang-bintang yang ada dilangit. Hal itu membuatnya teringat akan kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Ya, Chanyeol ditinggal oleh kedua orang tuanya ketika ia berusia 9 tahun. Ia masih ingat kejadian yang menimpa kedua orang tuanya itu. Kejadian dimana kedua orang tuanya yang meninggal dihadapannya karena dibunuh oleh segerombolan orang yang diketahuinya adalah para mafia kelas teri. Kejadian yang telah merubah sifat Chanyeol yang dulunya anak baik dan penurut kini menjadi Chanyeol yang serampangan dan suka berbuat sesuka hatinya.

Dan tanpa disadarinya, air mata kini mulai jatuh membasahi pipinya yang mulus.

"Eomma..appa..kenapa kalian meninggalkan aku dan kakak?!" gumamnya.

Disaat Chanyeol tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba ia tersadarkan oleh suara seseorang yang sangat dirindukannya (?).

"Sedang apa kau disini?!"

Chanyeol menengok kearah suara itu berasal dan ia pun melebarkan bola matanya ketika melihat Baekhyun berdiri disampingnya.

Oh tidak! Sejak kapan dia ada disini? Apa tadi dia melihatku menangis? – batin Chanyeol

Baekhyun berjalan melewatinya dan duduk diayunan disebelah Chanyeol. Ia pun menggoyangkan kecil ayunan itu sambil menatap kearah langit.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Baekhyun memecah keheningan diantara mereka.

Chanyeol yang sedari tadi menatap Baekhyun dengan intens, kini telah kembali dari alam bawah sadarnya.

"Tidak. Aku tidak sedang memandangimu." Chanyeol terpaksa berbohong dan memasang wajah sok coolnya yang sangat tidak cocok dengan dirinya.

Keheningan kembali menyelimuti dua insan itu. Chanyeol sebenarnya ingin sekali mengajukan banyak pertanyaan pada Baekhyun, tapi ia tidak tahu harus memulainya dari mana.

Cukup lama mereka tidak saling bicara, hingga pada akhirnya Chanyeol memutuskan untuk memulai pembicaraan.

"Kau..apa kau yang menolongku tempo hari?"

Baekhyun menghentikan ayunannya ketika ia mendengar ucapan dari namja yang ada disampingnya itu.

"Kenapa kau menolongku waktu itu?" Tanya Chanyeol lagi. Ia sangat penasaran dengan alasan Baekhyun menolongnya tempo hari.

Baekhyun menoleh kearah namja yang ada disampingnya itu dan menatap mata coklat keemasan milik Chanyeol, lalu kembali menatap kearah jalanan yang sepi.

"Entahlah..aku hanya tidak senang melihat satu orang dikeroyok oleh banyak orang. Aku hanya merasa bahwa itu sangat tidak adil." ujar Baekhyun.

Entah mengapa alasan Baekhyun yang terdengar sangat biasa itu, membuat Chanyeol merasa luar biasa (?). Alasannya adalah karena ia tidak pernah mendapatkan perhatian lebih dari orang lain.

Dasar anak nakal! Pergi kau dari sini!

Sayang, kau jangan dekat-dekat dengannya nanti kamu ketularan nakalnya.

Yak..! Dasar anak yatim piatu..hahaha

Mana ibu dan ayahmu? Tidak ada ya?

Chanyeol teringat akan orang-orang yang tidak suka melihat dirinya ada di dunia ini (?) dan suka mem-bully-nya. Tapi ketika ia bertemu dengan namja bernama Baekhyun, ia merasa bahwa ia juga pantas berada di dunia ini.

"Gumawo.." ujar Chanyeol dengan suara kecil yang hampir tidak terdengar. "Karena kau telah menolongku tempo hari."

Baekhyun berdiri dari ayunan yang dinaikinya dan menggerakkan kakinya beberapa langkah menjauhi Chanyeol, lalu berhenti sejenak dan menoleh sedikit kearah Chanyeol.

"Kau tidak perlu berterima kasih padaku," ujar Baekhyun. "Dan sebaiknya besok kau masuk sekolah," lanjut Baekhyun sebelum dia benar-benar pergi dari sana.

Chanyeol menatap kepergian namja itu, sama seperti saat di ditolong olehnya.

.

.

Keesokkan harinya disekolah.

.

"Haaahhh…aku malas sekali…" gerutu Daehyun

"Apa lagi harus sekelas dengan mereka.." timpal Jong in.

"Yak..kau lihat?! Mereka memelihara seekor panda.." ujar Sun Woo seraya menunjuk-nujuk kearah namja dengan lingkaran hitam disekeliling bola matanya yang tak lain adalah Tao.

"Kau benar. Ada panda lepas dari kebun binatang.." ujar Woohyun yang sontak membuat teman-temannya tertawa hebat.

Tao yang mendengar hal itu merasa kupingnya panas dan ia pun mengepalkan kedua tangannya. Rasanya ingin sekali ia memukul mereka satu per satu dengan jurus wushu-nya. Tapi kemudian tiba-tiba saja keinginannya menghilang ketika mendengar seorang namja berteriak pada mereka.

"Yak..! Kalian berisik sekali.. Aku tidak bisa tidur tahu..!" teriak seorang namja tinggi yang sedang berusaha untuk tidur didalam kelas (?)

"Mianhae..duizhang.."

Namja tinggi atau yang dikenal dengan nama Kris itu kemudian memasang headset dikedua telinganya dan memejamkan matanya kembali berusaha untuk bisa mengistirahatkan sejenak matanya yang lelah.

"Ooo..waseo?!" kini suara Minseok yang terdengar cukup keras menyapa seorang namja yang baru saja datang.

"Chanyeol hyung..!" teriak Zelo seraya bangkit dari tempat duduknya dan pergi menghampiri Chanyeol, lalu memeluknya erat-erat.

"Yak..lepaskan aku..!" ronta Chanyeol

"Mianhae hyung…hehehe…" Zelo melepaskan pelukannya pada Chanyeol.

"Ku kira kau tidak akan datang.." ujar Ho Won

"Berisik.."

Chanyeol melempar tasnya diatas bangku miliknya, lalu mendudukkan dirinya diatas kursi. Ia melirik kearah namja yang duduk di dekat jendela. Namja yang telah berhasil membuat dirinya datang kesekolah. Siapa lagi kalau bukan Byun Baek Hyun.

Terdengar suara langkah kaki masuk kedalam kelas.

"Annyeong..!" sapa Taecyeon songsaengnim. Matanya kini tertuju pada semua murid yang ada di dalam kelas tak terkecuali Chanyeol yang juga ada di dalam kelas.

"Mwo?! Ternyata hari ini semua datang?" ujarnya heran yang disusul dengan senyuman kecil diwajahnya. "Ja… kalau begitu hari ini kita mulai dengan pelajaran olah raga saja. Apa kalian siap?!" ujarnya seraya melempar 2 bola baseball kearah Chanyeol dan Kris yang diikuti dengan tatapan malas dari semua murid yang ada.

.

TBC

MIANHAE KLO FF-NYA SANGAT GAJE JAUH DARI YANG DIBAYANGKAN PARA READER..

.

NO SILENT READER. PLEASE COMMENT.

MATUR NUWUN. THANKS. MAACIH. SANKYU. GUMAWO ^^