a KaiSoo Drabble Fanfiction

KaiSoo's #VLOG

With Kim Jongin(Boy)xDo Kyungsoo(Girl) as main cast

Semua cerita dibawah adalah murni karyaku. Hanya ada beberapa dialog yang aku ambil dari Vlog nya kak Arief Muhammad. Sisanya, murni hasil pemikiranku. JADI, DIMOHON UNTUK TIDAK MELAKUKAN TINDAKAN PLAGIARISME DAN GAUSAH BACA KALO GA SUKA! MENDING CLOSE DAN CARI CERITA LAIN, OKE?

Genre : Romance, fluff, and other.

GenderSwitch(GS)

Rate : T

DLDR!

RnR Please?

.

.

Happy reading!

.

.

.

#VLOG6 : Belanja Bulanan

.

.

.

"Ni, liat. Muka aku bentol-bentol kek macan tutul."

Vlog 6 start!

"Jerawat?"

"Bukan jerawat."

"Trus?"

"Kemarin habis facial. Trus jadi gini mukanya."

Omong-omong, mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju salah satu supermarket besar di Seoul. Jongin hanya memiliki satu jadwal hari ini. Yaitu menjadi MC di Music Core. Syuting baru saja selesai sekitar satu jam yang lalu. Kyungsoo yang datang menjemput memutuskan untuk mengajak Jongin belanja bulanan. Bukan untuk Kyungsoo, melainkan untuk Jongin. Kyungsoo tahu keperluan bulanan Jongin hampir habis karena kemarin saat Kyungsoo ke rumah Jongin dan mengecek kulkas dan persediaan lainnya hampir habis.

"Kamu jangan miring-miring gitu dong ngerekamnya.." tegur Jongin saat ia melihat Kyungsoo memegang kamera miring ke kiri dan ke kanan.

"Oke, oke."

"Seat belt nya pake dulu, sayang.." tegur Jongin lagi.

"Tapi aku lagi pegang kamera, Ni.."

"Yaudah sini aku pasangin."

"Hehe, thank you.."

Kyungsoo menepuk dua kali pipi kiri Jongin saat pria itu sudah selesai memakaikan seat belt di tubuh Kyungsoo.

"Kalo muka aku kayak gini terus kamu masih cinta gak sama aku?" tanya Kyungsoo pada Jongin yang sedang menyetir.

"Ya masih lah."

"Masa?"

"Iya. Kamu gendut juga gapapa. Aku kan cinta kamu bukan dari fisiknya." Cetus Jongin. Kyungsoo tersenyum lebar.

"Tadi aku mau bawa Jiwon. Tapi gajadi."

"Kenapa?"

"Daddy nya libur hari ini. Jadi Jiwon lagi gabisa di culik untuk dibawa jalan-jalan.." jawab Kyungsoo lalu terkekeh. Jongin ikut terkekeh.

Mobil terus melaju. Hingga lima belas menit setelahnya, mereka sampai di tempat tujuan. Tapi, baru saja selesai parkir dan akan turun, Kyungsoo tiba-tiba menginterupsi.

"Ntar dulu deh, Ni."

"Kenapa?"

"List belanjaan nya mana ya?" tanya Kyungsoo sambil mengaduk-aduk isi tas nya. Jongin menghela nafas kasar lalu mengambil kamera yang sudah Kyungsoo letakkan di dashboard mobil sejak tadi.

"Kalo ampe ketinggalan, lo yang gue tinggalin di sini."

"Perasaan tadi udah di masukin deh. Kok gaada ya?" tanya Kyungsoo lagi entah pada dirinya sendiri atau pada Jongin. gadis itu masih sibuk mengobrak-abrik tas nya.

"Cari yang bener."

"Gaada Ni. Kertasnya ketinggalan." Ucap Kyungsoo lalu melihat ke arah Jongin yang sudah memasang tampang kesalnya. Kyungsoo tertawa tanpa dosa.

"Kenapa gak di catat di handphone aja sih?"

"Kalo pun ada, handphone aku ketinggalan juga. Soal nya tadi kertas nya aku timpa pake handphone biar ga lupa."

"Ga lupa apaan, lo. Ketinggalan juga kan dua-duanya."

"Trus gimana? Masa kita mau ke rumah kamu dulu trus ke sini lagi?"

"Yang bener aja. Lo kira dari sini ke rumah ga jauh?" sinis Jongin sambil sibuk melihat ke layar ponsel pintar nya.

"Telfon si mbak aja. Minta fotoin." Saran Kyungsoo.

"Ini juga mau telfon."

TUT

TUT

TU-

"Halo?"

"Halo, mbak. Mbak ada liat handphone nya Kyungsoo gak?" tanya Jongin pada si mbak, asisten rumah tangga nya.

"Mbak Kyungsoo taruh di mana mas handphone nya?"

"Kamu taruh di mana tadi handphone kamu?" tanya Jongin pada Kyungsoo.

"Di meja makan mbak. Ada gak?" Kyungsoo ikut bergabung dalam percakapan telfon tersebut.

"Oh ada mas."

"Di bawah nya ada kertas kan ya?" ini Jongin.

"Iya."

"Bisa tolong fotoin gak mbak? Itu list belanjaan soalnya. Kyungsoo lupa bawa." Jongin melirik Kyungsoo yang tertawa di samping nya.

"Iya mas. Ntar saya kirim fotonya."

"Sip. Makasih ya mbak."

PIP

"Beres kan. Untung ada si mbak." Ucap Kyungsoo.

"Iya untung. Coba kalo mbak udah pulang. Kan ribet."

"Yaudah yuk, turun."

Mereka pun turun lalu masuk ke dalam supermarket besar tersebut. Kyungsoo memekik kecil saat melihat troli di sana ada yang berwarna pink. Segera saja gadis itu berlari lalu mengambil troli pink tersebut.

"Kyung, jangan yang pink ah! Yang biru aja!" seru Jongin kesal.

"Gamau! Yang pink lucu tauk!"

Jongin hanya menghela nafas lagi, lalu mengikuti Kyungsoo yang sudah berjalan lebih dulu di depan nya sambil mendorong troli pink lucu nya.

"Ayo sini. Gausah ambil yang macem-macem dulu." Jongin mengingatkan saat melihat Kyungsoo yang sudah berbelok ke arah lorong makanan ringan.

"Aku mau snack, Nii.."

"Iya, itu nanti. Kita cari yang lain dulu. Itu belakangan, sayang." Jawab Jongin lembut. Kyungsoo memanyunkan bibirnya.

"Sini. Kita cari detergen dulu."

"Minyak makan?"

"Eh iya minyak makan. Mana?"

"Itu." Kyungsoo menunjuk deretan minyak makan dengan berbagai merk. Mereka lalu melangkahkan kaki ke arah area minyak makan tersebut. Setelah itu, mereka berjalan ke arah detergen. Di sini terjadi perdebatan kecil.

"Ayo buruan cari. Mana detergen nya?" tanya Jongin. Kyungsoo menunjuk deretan detergen yang ada di depan mereka.

"Yang ini kan?" tanya Kyungsoo sambil mengangkat satu kemasan besar detergen dengan merk ternama.

"Yang bener. Mesin cuci aku yang pintu depan. Bukan pintu atas." Jongin mengingatkan.

"Lah? Kan sama aja perasaan."

"Beda sayang. Pintu atas sama pintu depan beda."

Kyungsoo merengut.

"Perasaan sama deh. Di rumah aku juga sama-sama aja."

"Beda. Udah buruan cari. Mesin cuci aku yang pintu depan."

"What the f*ck?" tanya Kyungsoo tanpa sadar memaki. Ia langsung menutup mulutnya, sambil terus mencari detergen untuk mesin cuci pintu depan.

"Yang ini?" tanya Kyungsoo lagi.

"Nah iya yang itu. beda kan?"

"Perasaan sama aja." Ucap Kyungsoo lagi.

"Ini tuh beda, sayang. Udah ah, sekarang cari cairan pembersih lantai. Sama pewangi pakaian."

"Ayo."

Mereka pun berjalan ke lorong lain. Kali ini lorong dengan deretan cairan pembersih lantai, pewangi pakaian, dan segala tetek bengek lainnya.

"Bantuin cari dong." Ujar Jongin.

"Aku lagi cari, Nii."

"Yang mana sih cairan pembersih lantai nya?"

"Eh ini kan untuk pakaian. Yang untuk lantai yang di sebelah sana kali. Kamu gimana sih?" ujar Kyungsoo sambil menunjuk deretan sabun-sabun yang ada di sebelah kiri mereka.

"Lah iya ya.."

"Nih, ini cairan pembersih lantai nya.." tunjuk Kyungsoo.

"Yang mana ya yang wangi?"

"Yang ini aja."

"Yang ini? Kamu suka yang lemon?" tanya Jongin sambil menunjuk satu kemasan dengan wangi lemon.

"Iya."

"Oke, aku ambil yang apel."

"Jahat." Ucap Kyungsoo.

Mereka melanjutkan lagi mencari berbagai macam keperluan bulanan untuk Jongin. di sini, Kyungsoo terlihat begitu semangat. Jongin yang pusing melihat tingkah nya tidak bisa diam.

"Kyung, jangan gitu." Tegur Jongin saat melihat Kyungsoo mendorong troli lalu bertumpu pada pegangan troli sampai bagian depan troli terangkat ke atas.

"Ups.."

"Ntar kamu jatuh. Gausah macem-macem."

"Udah semua belum?"

"Minyak makan?"

"Udah."

"Detergen?"

"Udah."

"Telur?"

"Udah."

"Tisu?"

"Belum." Jawab Kyungsoo.

"Yaudah kita cari tisu dulu."

"Okey!" seru Kyungsoo lalu mengikuti Jongin yang berjalan di depan nya sambil mendorong troli. Kamera berada di tangan Kyungsoo.

"Aku tau kamu pasti udah ga sabar ke bagian cemilan kan?" tanya Jongin. Kyungsoo mengangguk. Jongin tertawa kecil.

"Yaudah, abis ini kita cari cemilan."

"Yeay!"

Mereka terus berkeliling. Mencari ini dan itu. kurang lebih satu setengah jam mereka habiskan untuk berbelanja. Sekarang mereka sudah ada di kasir untuk membayar.

"Aku mau ganti yang biru aja ah troli nya. Gak banget warna pink."

"No! Awas kamu kalo berani ganti!" ancam Kyungsoo.

"Ck!" decak Jongin kesal. Tanpa bisa membantah, pria itu melangkah maju untuk membayar belanjaan nya. Jongin buru-buru menutup mesin EDC saat ia akan memasukkan nomor pin rekening nya. Bisa bahaya kalau orang tahu kan?

Selesai membayar, Jongin buru-buru melangkah ke tempat di mana tadi Kyungsoo mengambil troli saat mereka sampai. Jongin mengambil troli warna biru lalu memindahkan semua belanjaan ke troli biru tersebut. Kyungsoo yang melihatnya hanya bisa mengumpat.

"What the f*ck, Kim Jongin?"

Oh, Kyungsoo sudah dua kali mengumpat hari ini. Tolong ingatkan gadis itu nanti.

Jongin tidak menggubris sama sekali. Lelaki itu malah tersenyum saat melihat ada satu orang petugas yang membantunya untuk memindahkan barang belanjaan.

"Dia udah gila mas, mau pake troli biru. Biarin aja." Ucap Kyungsoo pada petugas yang membantu Jongin. tak berapa lama, mereka segera melangkah keluar sampai ke parkiran sambil masih mendorong troli.

"Capek." Celetuk Kyungsoo saat melihat Jongin yang sibuk memasukkan belanjaan ke bagasi mobil.

"Yuk, kita pulang."

Kyungsoo melangkah kan kakinya, menyusul Jongin yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.

"Kita mau kemana lagi?" tanya Jongin pada Kyungsoo sambil memasang seat belt.

"Gatau. Tapi aku belum mau pulang."

"Yaudah kita cari makan aja yuk."

"Yuk!"

"Eh iya hampir lupa. aku mau buat vote. Jadi kalian silahkan tulis di kolom komentar kalian pilih masuk #TeamNini atau #TeamKyungsoo. Kalau salah satu di antara kita kalah, harus ngelakuin sesuatu."

"Sesuatu apa?" tanya Kyungsoo.

"Adalah pokok nya. Kalian boleh kasi saran juga hal apa yang bagus untuk salah satu di antara kita kalo kalah. Oke?" *jangan lupa cek author note di bawah yaa*

"Oke! Yuk makan. Laperrr~"

"Yuk kita makan!"

Kyungsoo yang awalnya ceria mendengar kata makan, mendadak murung sambil menunggu Jongin yang sudah berada di bilik ruang ganti salah satu toko yang menjual celana jeans dengan berbagai merk ternama.

"Tadi katanya mau makan. Tapi malah nyangkut beli celana. Bete'." Ucap Kyungsoo. Sesaat setelahnya, Jongin melangkah keluar dari ruang ganti.

"Udah?" tanya Kyungsoo.

"Udah. Yuk."

"Kamu kenapa belanja terus. Benci."

"I love u too."

"Ish!"

.

.

.

"Eo? Kyungsoo eonni!" seru salah satu fans saat melihat Kyungsoo menaiki panggung Music Core. Jongin yang awalnya merasa tidak percaya Kyungsoo ada di sana, ikutan terkejut saat melihat Kyungsoo sudah berjalan ke arah nya. Saat ini sedang break. Jadi Kyungsoo boleh 'mengganggu' sebentar.

"Kamu ngapain ke sini?" tanya Jongin lalu mengecup dahi Kyungsoo. Para fans yang sejak tadi sudah menjerit heboh, semakin heboh saat melihat Jongin mengecup dahi Kyungsoo. Entah kebetulan atau apa, Kyungsoo datang saat Jongin sedang merekam untuk keperluan vlog nya.

"Annyeonghaseyoo~" sapa Kyungsoo pada para fans lalu membungkuk.

"Annyeong!" seru para fans.

"Eonni yeppeo!"

"Neomu yeppeo!"

Kyungsoo tersenyum malu lalu membungkuk sambil mengucapkan terima kasih. Jongin yang merasa tidak puas karna pertanyaannya belum di jawab tadi, bertanya lagi.

"Eh jawab dulu, kamu ngapain ke sini?"

"Emang aku gaboleh ke sini?"

"Kamu kan baik kalo ada mau nya." Jawab Jongin. omong-omong, Jongin berbicara menggunakan mic. Jadi fans juga bisa mendengar.

Belum juga Kyungsoo menjawab, salah satu fans sudah berseru terlebih dahulu.

"Oppa! Kapan nikah nya?"

.

.

.

.

.

TBC

Haalllllooooooooooooooooooooooooooo. Kembali lagi setelah sekian lama. Maaf ya. Kehilangan inspirasi karna waktu itu bang arip lama banget gak upload vlog, jadi aku kekurangan referensi gitu *tjeilah*. Seneng banget liat bang arip sama kak tipang udah merit. Mereka cocok banget yalorrdd. Ami abi kapan ya nyusul? Hm..

Aku agak kecewa sih di chapter lalu. yang riview sedikit banget. Kenapa? Pada marah kah karna pertanyaannya gak aku sebutin? Apa perlu aku tulis dan post ulang? Aku sedih banget, beneran. Aku udah berusaha nulis di waktu senggangku sebisa mungkin. Tapi respon nya malah kurang banyak. Yaudah lah ya. Mungkin chapter lalu memang mengecewakan banget.

Tapiiii, jangan lupa ya untuk riview lagi di chapter ini! Jangan lupa juga, tulis kalian #TeamNini atau #TeamKyungsoo. Ntar aku bakal buat challenge juga untuk mereka. Tapi masih belum tau apa. Kalo ada saran, boleh tulis juga di kolom riview. Oke oke? Promosi dikit boleh kali ya? Yg mau kenalan sama aku, boleh kok lihat2 Ig ku. Uname nya xshafex. Mau follow juga bolehh.. tulis aja uname kalian apa di kolom riview ntar aku fback kok atau kalo mau line id juga boleh. Pm aja ya ntar aku kasih line id ku trus kita bisa kenalan, lalu jadi teman. Mana tahu kita bisa jadi teman dekat kan? Hihi..

Last but not least, riview please?

Annyeong!

-01-10-2016-