DISCLAIMER : KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI
TITLE : GAMER VS HACKER
AUTHOR : HIMEVAILLE
PAIR : AKASHI SEIJUUROU X KUROKO TETSUYA X GENERATION OF MIRACLES
GENRE : ACTION (?) SCI-FI (?) *tidak terlalu tau mau genre apa, maaf.
RATE : T
.
HAPPY READING… ENJOY!
.
.
.
.
Kuroko, Midorima, Aomine, Kise, dan Murasakibara sedang berkumpul dirumah Kise yang terbilang cukup luas. Beberapa jam yang lalu, Kuroko merasa sangat binggung untuk mengatasi masalah hacker ini, jadi Kuroko mengajak sahabat nya berdiskusi. Akashi juga diajak, tapi Akashi sedang sibuk dan katanya akan menyusul jika sempat.
"Jadi apa rencana mu, Kuroko?"
Midorima memulai diskusi tersebut.
"Aku sudah mendapat informasi tentang cara pembobolan jaringan dari Mayuzumi, sepertinya informasi itu sangat berguna. Aku sudah memastikan keamanan software ku, sebenarnya tidak ada tanda-tanda kerusakan"
"Kurokocchi –ssu, jangan terlalu mudah percaya! Bagaimana jika yang dia bilang hanya tipuan, berkebalikan dari aslinya –ssu?"
"Benar itu, Tetsu. Kita juga tidak mengenal nya"
Kuroko diam sebentar dan berfikir ada benarnya apa yang dikatakan Aomine dan kise, tapi Kuroko sudah mengecek tentang jaringan dan kode-kode sandi seperti yang Mayuzumi bilang. Semua yang Mayuzumi katakan masuk akal dan benar ada nya.
"Tapi minna, dia mengaku tidak bisa membobol server kisedai. Bagaimana mungkin dia bisa berbohong jika dia memberi tahu semua padaku?"
"Justru karena dia tau makanya dia bisa berbohong~"
Semua menoleh pada teman ungu mereka yang jarang-jarang mau membuka suara, sekali nya buka suara tetap saja nada malas.
"Noh Tetsu, si malas aja bisa mengerti"
"Midorima-kun, bagaimana menurutmu?"
Si Tsundere malah pura-pura malu karena ditanyai secara terang-terangan.
"Aku bukan nya sok tahu atau apa -nanodayo, tapi ini menurut ku saja. Jika Mayuzumi bisa mengatakan semua tentang server Kisedai, berarti dia pernah mencoba membobol nya. namun kita juga tidak bisa memastikan dia kah yang saat ini masih mencoba membobol atau dia menjual informasi itu kepada orang lain -nanodayo"
"Menjual ke orang lain?"
Kuroko, Aomine, Kise dan Murasakibara menyerbu duduk berdekatan dengan Midorima seperti mendengar sebuah kisah dogeng yang seru.
"Kalian jangan mendekatiku begitu –nanodayo! Tch.. maksud ku, karena Mayuzumi tidak bisa membobol mungkin karena system atau kemampuan dia tidak mencukupi, dia menjual info yang sudah dia dapat ke orang yang lebih mampu yang punya system lebih baik dari dia"
"Mayuzumi bilang tentang jaringan kisedai yang memerlukan sandi dan Mayuzumi tidak dapat menghacking sandi itu, berarti orang yang sekarang sudah mendapat sandi itu?"
"Bisa jadi begitu –nodayo"
Mereka semua bergerumuh dengan pikiran masing-masing.
Midorima dan Aomine sudah mulai menebak bahwa Mayuzumi bekerjasama dengan Akashi yang menjadi calon tersangka bagi mereka.
Berbeda dengan Kuroko yang memikirkan apakah benar Mayuzumi menjual info itu? Mayuzumi memang tidak kaya, butuh uang, tapi Kuroko yakin Mayuzumi tidak akan membuka diri sebagai hacker, jika dia menjual informasi itu, orang akan tahu dia hacker.
Kise mencoba menebak apa yang menjadi alasan Mayuzumi melakukan itu.
Sedangkan Murasakibara berfikir nanti pulang mau beli makan apa ya?
Kuroko akhirnya memutuskan untuk mencari tahu dengan cara nya sendiri, membuktikan kebenaran yang saat ini di diskusikan. Kuroko mengambil laptop biru muda nya dari tas ransel yang ia bawa.
"Kurokocchi mau ngapain –ssu?"
"Jika memang Mayuzumi menjual informasi itu, berarti hacker yang sekarang akan menerobos masuk dari jalur yang sama dengan Mayuzumi. Jadi dari system keamanan aku akan mencoba mengecek sampai dimana Mayuzumi pernah membobol, kemudian memeriksa aktifitas berikut nya yang dideteksi oleh system. Jika benar ada pembobolan lagi dengan IP lain namun jalur sama, sudah jelas Mayuzumi menjual info yang ia dapat"
Kuroko menghidupkan laptopnya dan mencolokkan flashdisk berisi system.
Loading sangat lama, tidak seperti biasanya.
"Kenapa lama sekali…" gerutu Kuroko.
Saat layar sudah menampilkan program, Kuroko segera memasukkan password untuk mengakses. Tapi tulisan yang muncul adalah [AKSES DITOLAK]
Semua yang melihat itu terkejut, Kuroko terus berusaha memasukkan password lalu mengatur ulang password. Namun hasil nya tetap sama, flashdisk yang berisi program sensor untuk mengecek system keamanan para server tidak dapat lagi digunakan.
"SIAL!" Kuroko membanting laptop nya yang segera ditangkap oleh Murasakibara karena kebetulan melayang kearahnya.
Midorima dan Aomine sangat terkejut, yang mereka pikirkan sudah jelas. Seperti ada kontak batin, Midorima dan Aomine saling pandang lalu menganggukkan kepala.
"Tetsu"
"Apa lagi Aomine-kun?!"
"Kurokocchi jangan ngamuk –ssu"
"Kuroko, ada yang ingin aku dan Aomine jelaskan –nanodayo"
Yang lainnya menatap Midorima dan Aomine bergantian. Aomine menyikut Midorima, memberi kode untuk Midorima yang menjelaskan saja.
"Aku dan Aomine menebak hacker nya adalah Akashi"
"HAH?" (minus Mido & Ao)
"Sebenarnya aku sempat berfikir begitu tapi rasa nya tidak mungkin itu Akashi-kun, dari awal dia yang sangat mendukung ku untuk apapun yang aku kerjakan"
"Aku tidak mengerti –ssu"
"Kenapa harus Aka-chin?"
"Tetsu, tadi kau bilang kau juga sempat berfikir begitu. Bisa beritahu apa yang kau pikirkan tentang Akashi yang terkait semua ini?"
"Ha'i Aomine-kun. Pembobolan ini dilakukan dari jaringan, software kisedai menghubungkan tiap jaringan komputer yang online ke server utama. Yang bisa melakukan begini pasti orang yang memiliki jangkauan komunikasi yang luas kan?"
"Itu benar –nanodayo. Lagipula kita semua tahu siapa itu Akashi, dia bisa melakukan apapun"
"Lalu apa hubungan nya –ssu dengan flashdisk Kurokocchi yang tiba-tiba tidak bisa digunakan?"
"Itu pasti karena si Akashi sudah membobolnya juga, Kise"
"Bagaimana bisa –ssu? Kan Kurokocchi tidak berikan flashdisk itu ke Akashicchi"
Yang lain tampak berfikir, termasuk Kuroko.
"Apa kalian tidak bisa merasakan kejanggalan nya? flashdisk itu baru Kuroko tunjukkan saat di majiba dan saat itu ada Akashi, setelah itu flashdisk itu tidak bisa dipakai lagi –nanodayo"
Midorima mencoba memberi pencerahan.
"Tapi bagaimana cara nya Akashicchi membobol system di flashdisk itu tanpa flashdisk itu?"
"Mudah saja –nanodayo. dengan mata nya yang sangat teliti, Akashi pasti sudah mempelajari program apa yang mendasari system pada flashdisk yang Kuroko gunakan. Akashi itu cerdas –nanodayo, dia pasti sudah mengingat bagaimana cara kerja system tersebut, lalu menyusun ulang program dalam system. Berakhirlah flashdisk Kuroko"
Midorima menjelaskan panjang lebar, semua nya menerima penjelasan itu sebagai jawaban dari malapetaka yang menimpa flashdisk Kuroko.
"Sekarang Aka-chin tidak datang saat flashdisk nya tidak bisa pakai"
"NAH ITU!" Aomine bangkit berdiri dengan bersemangat
"Si Akashi selalu tidak ada saat terjadi sesuatu seperti ini"
"Tapi yang di majiba Akashi-kun ada"
"NAH ITU JUGA!" Aomine masih membara-bara
"Hanya saat di majiba, pesan ancaman disalurkan di televisi bukan dari laptop padahal sebelumnya selalu dari laptop. Mengapa? Karena Akashi sedang tidak memainkan alat-alat nya"
"Mouu.. sama saja tetap di hacking kan –ssu? Tapi Akashicchi bersama kita"
"Beda, Kise. Meretas saluran televisi jauh lebih mudah, jaringan nya terbuka. Berbeda dengan laptop Kuroko yang bahkan dilindungi oleh system pengaman –nanodayo"
Kuroko tampak berfikir keras dan menyatukan setiap penjelasan yang berisi informasi berharga.
"Murasakibara-kun, kemari kan laptopku"
Kuroko meminta laptopnya yang berada di pegang Murasakibara.
"Tetsu kau mau apa lagi?"
"Jika tidak bisa dengan system sensor pada flashdisk, aku akan mengecek secara manual saja meski sulit"
Kuroko mulai mencari program pengamanan lain yang file nya ada di dalam laptop. Beda program pengaman ini dengan yang di flashdisk adalah yang di flashdisk bisa langsung mengakses semua aktifitas termasuk pembobolan, jika yang ini Kuroko harus masuk tahap per tahap ke system pengaman. Mulai dari menyambungkan ke system pengaman utama yang berada di komputer di rumah Kuroko lalu mencari dari sana kesalahan yang terdeteksi. Kalau yang di flashdisk sudah di spesialisasikan.
Program opened . . . starting
[input] …login access…
[run] …security system…
Connecting to srv . . . . ERROR
Connecting to srv . . . . CLOSED PROGRAM
"Eh? Apa lagi ini?"
"Kenapa Kuro-chin~?
"Ada yang sedang masuk ke system ku juga sehingga aku tidak bisa membuka program"
"HAH?"
"Sebentar minna"
Kuroko mencoba masuk ke system lagi.
.
(*cetak miring untuk Kuroko, cetak tebal dan miring untuk Hacker**akan berlaku untuk seterusnya*)
.
[command] …login…
[run] …security system…
[run to] …admin access…
[read] …property system…
Connecting to system . . . . REQUESTED
[command] …cancel connection…
[access] …connection…
Connecting to system . . . . CANCELED
[run to] …regular access…
[run to] …manage system…
[input] …code…
[run] …read code…
[run] …block code…
[run] …close access…
[running] …closing access…
[running] …cancel all access…
[command] …servpoint#23*%serviceacess%...
Connecting to srv23 . point . . . . REQUESTED
Connecting to srv23 . point . . . . LOADING
"SIAL SIAL SIAL, tidak ada cara lain lagi"
[go to] …center system…
[run] …close access…
[running] …cancel access while loading…
Connecting to srv23 . point . . . . FAILED
Connecting to srv23 . point . . . . CLOSED
Kuroko menghela nafas lelah, jari-jari nya sangat pegal karena harus adu cepat dengan hacker.
"Kurokocchi bagaimana –ssu?"
"Aku terpaksa mematikan akses dari pusat, sebenarnya ini sedikit berbahaya karena nanti akan merestart ulang system dan terancam error dibeberapa system yang lemah. Tapi itu lebih baik daripada dibobol oleh hacker"
"Oh…" semua ber-oh ria dan lega karena Kuroko berhasil mengatasi ini
"Minna-chin~ ngomong-ngomong bagaimana hacker itu bisa langsung membobol? Bukan kah waktu itu Mido-chin bilang harus ada data pribadi?"
DEG! Semua terkejut dengan penuturan titan ungu, terkejut karena Murasakibara otak nya bisa berfikir begitu, terkejut karena Murasakibara mengingat yang dibilang Midorima tempo lalu, dan yang paling penting terkejut karena mereka melupakan info terpenting dari kejadian ini.
"Hoi hoi bukan kah sudah jelas yang memberi info ya si Mayuzumi itu, berarti sudah terjawab" Aomine dengan sangat percaya diri mengutarakan jawabannya
Yang lain masih tampak berfikir, ragu dengan jawaban Aomine karena sejak kapan Aomine jadi sepintar itu? tapi yang sebenarnya mereka ragu kan adalah karena belum terbukti benarkah Mayuzumi menjual informasi yang ia dapatkan dari hasil coba-coba retas system Kisedai?
Krettt.. disaat masih terbenggong, pintu rumah Kise terbuka dan menampakkan sosok Akashi yang masih berbalut setelan khas orang kantoran.
"Tetsu, lihat! Dia baru muncul saat hacker sudah selesai beraksi" bisik Aomine.
"Ya minna" sapa Akashi dan ikut bergabung dengan teman-teman nya.
"Akashi-kun baru pulang?"
"Begitulah, Tetsuya. Maaf lama"
Akashi tersenyum hanya untuk Kuroko, lalu ia melirik pada laptop yang dihadapan Kuroko. Layarnya hitam dengan tulisan-tulisan abstrak.
"Apa ada penyerangan dari hacker lagi?" tanya Akashi
'Tch.. pura-pura bodoh' batin yang lain (minus Kuroko)
"Ya, Akashi-kun"
"Kali ini apa yang dia perbuat?"
"Dia membuat flashdisk ku tidak bisa berfungsi lagi lalu mencoba masuk ke system keamanan secara manual"
"He-eh.."
Aomine sudah sangat geram melihat wajah Akashi yang pura-pura polos, seperti tidak merasa bersalah sama sekali. Sok bodoh.
"Boleh aku lihat, Tetsuya?"
"Ten—"
"Oi Tetsu aku duluan tadi mau pinjam kan sebelum Akashi datang"
Aomine langsung menyambar laptop Kuroko dan membawa ke pangkuan nya. sebenarnya Aomine hanya mengantisipasi agar Akashi tidak bisa mempelajari program Kuroko lagi. Aomine sudah paham cara licik Akashi.
'nice Aomine/cchi/chin' batin Midorima, Kise, Murasakibara.
"Anoo.. minna, sebenarnya aku binggung. Kenapa hacker itu berusaha merusak pelan-pelan, jika dia bisa langsung membobol tanpa harus mengancam dan memberi kode untuk kita, kenapa dia tidak melakukan nya?"
Semua diam untuk memikir sambil memandang satu sama lain.
"Bukan tidak melakukan nya, Tetsuya. Tapi belum"
DEG!
Tidak ada yang bersuara. Akashi heran, kenapa mereka semua memandang Akashi dengan penuh keterkejutan? Padahal Akashi hanya menjawab se-ada nya saja.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hello!
Terimakasih bagi yang sudah membaca.
BIG THANKS buat yang sudah Fav dan Follow dan juga BIG THANKS buat Milo Gosok, vira-hime, Guest, Yuki Caniago, Liuruna, wysan, Iftiyan Herliani253, Kirigaya Shiina, EmperorVer, AySNfc3 yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan review pada chapter sebelumnya, saya sangat merasa terdukung ^^
saya juga sudah membedakan bagian gaya Kuroko dan Hacker, semoga ini bisa menambah kenyamanan para reader :)
TERIMAKASIH~
