BY DontPink

Disclaimer © mashasi kishimoto

Rate : T

Gendre : Humor, Friendship, Romance

Pair : SasuHina, GaaIno, NaruSaku

:

:

Chapter 7


Di sebuah kamar yang tampak luas, meringkuk tiga remaja yang lagi tidur dengan tidak karuan. Cowok pantat ayam tampak memeluk si cowok stoic. Dan yang berambut pirang posisi tidurnya kebalik, entah apa yang dia impikan sampai memeluk kaki cowok stoic alias Gaara dengan tidak elit.

sinar matahari yang seenak jidat itu masuk melalui jendela kamar yang sedikit terbuka. Pantat ayam mulai terbangun dari tidur panjangnya. Dia menatap sekeliling dengan alis mengkerut. "Dimana ini.." batinnya.

"Hoaaahhhhmmmbbb..." Gaara menguap pas di depan wajah Sasuke, alhasil si pantat ayam langsung teler sejenak karena 'racun' mulut Gaara.

"Bau bangkai.." batin Sasuke sambil bersin bersin. Dia lalu menggoyang nggoyangkan Otak Udang yang lagi asik-asik garuk-garuk pantat dengan santai?

Sasuke gedek-gedek?. Dia lalu berdiri sambil menendang dua sohibnya yang masih ngorok itu sambil berteriak. "WOY BANGUN BAKA.."

"Duh duh..apaan sih". Kata Naruto sambil masih mengaruk pantatnya. "Ada apa teme.." tambahnya.

Sasuke menatap sohib kuningnya itu acuh tak acuh. "Ayo kita pulang.." katanya datar kayak tembok?

"Pulang kemana sas, bukanya kita sudah dirumah.." kata Gaara sambil mengucek ngucek mata.

"RUMAH MBAH-MU.." Teriak Sasuke OOC sambil menggampar Gaara tanpa dosa.

'PLAK..!

"AOOWW..TAPI MBAH-KU SUDAH MAMPUS SAS.." Kata Gaara gak masuk akal sambil mengelus pipinya.

'CKLEK..!

Tampak pintu kamar dibuka, dan muncullah wanita 40 tahun tapi masih tetap bohay? Dan tentu saja masih segar. "Kalian sudah bangun..cepat mandi dan sarapan". Kata Mami Mikoto ramah.

Naruto memperhatikan mami mikoto dari atas sampai bawa bak seorang pelanggan PSK?. Dia lalu berbisik kearah Sasuke. "Eh teme, wanita itu bohay juga.." Bisiknya kurang ajar.

'Grep..' Sasuke mencengram kaos Otak Udang sambil menatapnya tajam. "Apa kau bilang.." kata Sasuke sengit.

Otak Naruto yang memang dasarnya minim itu langsung menjawab. "Haha,, wanita bohay sas".

'PLAK..!

Gamparan telak ditrima Otak Udang dengan lapang dada. Sasuke lalu melepaskan cengkaramanya Sambil misuh misuh gak terima karena kaa-sanya di bilang bohay?.

:

:

:

Di ruangan makan keluarga Uchiha tampak sudah diisi oleh Mami Mikoto, Fugaku 'angker' Uchiha, Itachi dan Yugao yang senyam senyum gak jelas karena habis gali lobang tutup lobang. (Loh)

"Kenapa mereka lama sekali.." tanya Fugaku (sok) berwibawa.

Mami Mikoto hanya tersenyum. "Mereka lagi mandi, mungkin sebentar lagi turun.." katanya sambil memandang itachi dan Yugao dengan senyum ke-ibuan?

Sasuke, Naruto dan Gaara berjalan menuju meja makan dengan wajah sumringah, lebih tepatnya hanya Naru dan Gaara doang. Mereka bertiga lalu duduk di meja makan.

Naruto langsung berbinar binar melihat banyak makanan mewah diatas meja, setetes air liur nampak jatuh dari mulutnya. "Ayo hajar Gaara, tunggu apalagi.." ajaknya kepada sohib kampungannya itu.

Keduanya langsung menyerbu makanan itu tanpa tau malu. Semua yang ada di ruang makan itu sweatdrop melihat kelakuan dua ekor remaja yang memakan makanan dengan seenak udele?.

"Loh, kenapa kalian diam, monggo dimakan, tak usah malu malu, anggap saja rumah sendiri.." Kata Naruto ngelantur membuat semua yang ada cengo dengan mulut menganga lebar.

"Ehem,," Fugaku nampak berdehem sambil memakan makananya, di ikuti yang lainya.

Gaara mengambil ayam utuh di tengah meja sambil memindahkan ke piringnya. "Ayam segini pasti habis.." gumam Gaara sambil mengangkat ayam utuh itu sambil mengrogotinya dengan membabi buta,

Fugaku tersedak garpu? Saat melihat Gaara mengerogoti ayam utuh itu. Dia lalu kembali memakan makananya dengan damai.

Dan saat Fugaku ingin mengambil 'Lobster' berukuran besar yang ada di tengah meja malah di dahului Naruto.

"Wah..Lobster ini pasti enak.." kata Naruto sambil mengerogoti lobster jumbo itu dengan brutal.

"BANGKE.." Teriak Fugaku gak trima sambil membanting garpu. Semua yang ada di meja makan itu memandang hina kearah Fugaku.

"Tak usah di pedulikan pak tua ini, kalian lanjutkan saja makanya.." Kata Mami Mikoto sambil tersenyum hangat kepada NaruGaara. Dan mereka mengangguk sambil kembali mengerogoti ayam end Lobsternya.

:

:

Selesai acara makan bersama. Fugaku nampak memandang Sasuke dengan pandangan berwibawa yang dia punya. "Sasuke, tou-san ingin kau bertunangan dengan anak sahabat tou-san.."

Sasuke sudah menduga. Dia menatap wajah 'angker' tou-sannya tajam. "Sampai Mbah-Madara hidup kembalipun aku gak sudi.." kata Sasuke sambil membawa-bawa mbah madara yang ada di kuburan.

Mami Mikoto, Itachi, Yugao sweatdrop mendengar ucapan Sasuke yang gak masuk akal itu. Sementar Otak Udang dan Gaara manggut manggut sambil menyalakan rokoknya untuk memperpanas suasana?.

"KAU HARUS MAU SAS, JIKA TIDAK-

"AKU PERGI. AYO GAARA, NARUTO.." Ajaknya kepada kedua sahabatnya sambil berdiri.

Mami Mikoto langsung berdiri dan menahan lengan Sasuke. "Apa kau mau meninggalkan kaa-san lagi Sasu-chan.." mami Mikoto berkaca-kaca mau mewek?

Sasuke menatap kaa-sanya sendu. "Ada kalanya seorang pria harus mengambil keputusan yang sulit kaa-san.." Sambil memeluk mami Mikoto penuh kasih sayang.

Fugaku diam memperhatikan Sasuke dan Mikoto berpelukan ala Spongebob patrik itu?

Sementara itachi mengkerutkan kening sambil berfikir. "Itu kan kata-kata ku di anime naruto, kenapa di jiplak Sasuke". Pikir Itachi sambil bawa-bawa animenya.

"Sudahlah kaa-san, Sasuke tau apa yang dia pilih, dan tau yang baik untuknya dan bukan.." Saran itachi meyakinkan kaa-sanya. Dia adalah abang yang mendukung keputusan Otoutonya.? *kau memang abang yang bijak chi*

Mami Mikoto mencuim pipi Sasuke penuh kasih sayang. "Jaga diri baik baik ya Sasu-chan.." kata Mami mikoto

Sasuke hanya mengangguk sambil berjalan keluar bersama kedua sohibnya, Mami Mikoto lalu menatap tajam Fugaku. "NANTI MALAM KAU TAK DAPAT JATAH? TUA BANGKA.." Tunjuk mami Mikoto pas di hidung Fugaku.

"TIDAAKKKK.." Teriak Fugaku membahana karena gak dapat jatah?

Itachi dan Yugao saling berpandangan bingung. Kemudian itachi tersenyum sambil memandang istrinya. "Ayo kita tutup lobang (?) gali lobang sayang.." rayu Itachi sambil tersenyum mesum. Yugao langsung blushing dan mengangguk malu-malu?

:

:

:

"Sampai matipun aku gak sudi di jodohkan". Sasuke masih misuh-misuh sendiri di dalam bus, Naruto dan Gaara geleng geleng kepala melihat sahabat ayamnya lagi galau itu.

'Tep..' Gaara menepuk bahu pantat ayam, Sasuke lalu menegok kearah Gaara dengan pandangan lesu.

"Ojo nesu Sas.." kata Gaara pake bahasa jawa yang dia pelajari dari buku paduan bahasa jawa yang baik dan benar?

Sasuke menghela nafas berat mendengar omongan sohibnya yang makin hari makin sinting. Sasuke lalu mengambil ponsel 'Samsol galaxy Note 3' hasil ngerampoknya buat meng-sms seseorang lah pokoknya.

Gaara juga mengeluarkan ponsel 'Smatpren' hasil nyolonya juga buat lihat video bokep online, kan mumpung dalam bus ada Free Wifi. "Naru, alamatnya apa, aku lupa.." tanya Gaara pada Otak Udang.

" wewe gombel dot com, Gaara" Kata Naruto sambil mainin pesbuk. Gaara manggut manggut sambil mengklik cannel kesukaanya 'brazzer'. *kenapa author jadi menerangkan masalah bokep ya*

:

:

Tiga remaja itu turun dari dalam bus dengan badan pegal pegal. Jam menunjukkan pukul 02-PM. Mereka lalu menuju ke apartemen kesayangan mereka buat tiduran. Pasalnya mereka tidak ada kegiatan apapun lagi.

Saat sampai di dalam rumah mereka bertiga diam sambil memikirkan sesuatu. "Duh, aku mau buang hajat dulu.." kata Otak Udang ngibul sambil berlari ke kamar mandi.

Gaara juga nampak garuk garuk pipinya sambil lirik kiri kanan. "Ahh, sepertinya ada yang tertinggal di belakang rumah.." Gaara juga ngibul,

"Y-yah, aku juga sepertinya menjatuhkan sesutu di depan rumah" Sasuke ikutan ngibul sambil ngibrit keluar rumah.

Sesampainya di depan rumah, Sasuke langsung menyandarkan dirinya di sebuah pohon rambutan *kok ada* sambil mengeluarkan ponselnya buat menghubungi seseorang.

"Ya Moshi moshi" kata suara lembut di seberang telfon sana.

"Hn, apa nanti malam aku bisa kerumahmu". Tanya Sasuke to the poin sambil memainkan daun pohon rambutan?

"b-boleh Sasuke-kun"

"ya sudah, nanti malam aku kesana jam 7.." perkataan Sasuke nampak datar tapi jangan heran jika hatinya mulai dag-dig-dug gak karuan kayak genderang mau perang?

"y-yah Sasuke-kun, a-aku tunggu"

"Hn..sampai nanti Hinata". Sasuke memutuskan sambunganya sambil menyebut nama sang gebetan.

"OHHH YEEAHHH..." Teriak Sasuke OOC sambil mengangkat tangan kanannya yang membentuk tanda metal itu. *kok mirip killer bee*

:

Gaara jongkok di belakang rumah sambil mencabuti rumput rumput liyar itu. Dia menunggu panggilan telefonya di angkat.

"ya, ada apa gaara".

Gaara langsung tegak sambil pasang wajah sumringah. "Apa nanti malam kau sibuk"

"tidak..memang ada apa Gaara". tanya yang disebrang penasaran

"Aku ingin main kerumahmu". Jawab Gaara harap-harap cemas jika sang gebetan tak mengijinkan?

"umm, boleh boleh, sekalian aku kenalkan dengan tou-san"

"Nanti aku kesana jam 7 Ino, sampai jumpa". Gaara lalu mematikan ponselnya sambil mengantonginya. Dia lalu mengeluarkan linggis karatan buat membabat rumput rumput nakal itu,

"MAPUS KAU RUMPUT RUMPUT SIALAN.." triak Gaara misuh misuh gak jelas campur seneng. *ck kampungan-plak*

:

Di sebuah WC terlihat Naruto lagi jongkok sambil siul siul gak jelas. Dia memencet beberapa nomor buat menghubungi sang gebetan.

"Ada apa baka.."

"Sakura-chan, nanti malam aku ingin main kerumahmu". Naruto cengar cengir sambil memainkan 'bebek karat' yang ada di kamar mandi itu?

"tidak boleh.."

"Aku hanya ingin bertemu calon mertua, hehe". Kata Naruto tanpa beban dan tak tau malu.

"pokoknya gak boleh baka."

"aku akan kesana jam 7 Sakura-chan, jadi tunggu aku.." Naruto memutuskan panggilanya seenak udel, wong di bilang gak boleh kok masih ngotot.*ck otak udang*

"HOREE,,, AKHIRNYA BAKALAN KETEMU SAMA CALON MERTUA?" Naruto treak treak di kamar mandi sambil jingkrak jingkrak, dan tanpa sengaja dia kepeleset 'bebek karet' laknat itu, Otomati langsung nyungsep kedalam closed WC. *mampus lo naru*.

"Aduh..bau banget closednya.." batinya bodoh, dimana mana ya baulah kalo tempat buang hajat. Apalagi gak pernah di bersihin.

Naruto lalu keluar kamar mandi dengan cengiran rubah andalanya, dia mendudukkan diri disamping pantat ayam yang lagi nonton 'power rangers' itu dengan kusyuk.

Sasuke melirik Otak udang acuh tak acuh sambil menyesap teh hijau yang baru dibuatnya *sejak kapan*

:

:

:

Malam hari yang indah terlihat tiga ekor remaja yang lagi berpandangan di depan pintu rumah, mereka bertiga tampak diam tak bersuara, jidat mereka berkerut tanda bingung. Si pantat ayam menatap dua sahabatnya dengan mata memicing.

"Kalian mau kemana eh.." tanya Sasuke datar sambil menyilangkan tanganya.

Naruto dan Gaara diam. Mereka lagi memikirkan sesuatu. "Ehm, Aku mau membeli majalah bokep? Sas.." jawab Naruto mantap, tapi terlihat keringat dingin segede biji nangka meluncur dari pelipisnya.

"Mencari pacar.." Gaara sangat santai dan tentu puas dengan jawaban ngibulnya. "dan kau" tambah Gaara sambil menunjuk 'anu' Sasuke.

Sasuke langsung pasang wajah sangar. "Hn, aku akan menghajar orang malam ini" jawabnya Ngaco, membuat NaruGaara agak menjauh dari pantat ayam itu.

Otak Udang garuk garuk pantatnya yang memang gatal itu sambil tengok kiri kanan. "Emm, aku pergi dulu.." kayanya sambil ngibrit dari hadapan dua sohibnya.

"Ah, sepertinya aku harus cepat" kata Gaara santai sambil berlari kencang mencegat tukang ojek. *kok ada*

Sasuke lalu angkat bahu sambil berjalan mencegat 'angkot' untuk dia tumpangi tentu saja, Sasuke lalu masuk sambil pasang wajah cool, membuat nenek-nenek bangkotan berteriak di dalam angkot?

:

Sasuke menghela nafas berat, saat dia sudah berdiri di depan pagar rumah bertuliskan 'Hyuuga'. Sasuke tampak komat kamit baca mantra. "Tunjukkan bahwa kau adalah reinkarnasi Indra Sasuke". Batin Sasuke menggebu-ngebu dan gak masuk akal?

'Tiinn..tiinn..' bunyi klakson sepeda motor membuat Sasuke menolehkan kepala. Dan terlihat ada tiga cewek yang berpakaian minim yang sedang menatap Sasuke menggoda diatas Motor, ya mereka bandrek'an alias boncengan bertiga.

"Hey tampan..mau ikut sama kita gak". Goda salah satu dari tiga cewek itu sambil menjilat bibirnya.

'Seandainya ada Otak Udang dan Gaara disini'. Batin Sasuke sambil menatap tiga cewek itu datar. "Hn, dasar cabe-cabean.." kata Sasuke ketus sambil manjat pagar kediaman Hyuuga seenak udele?

"What, apa itu cabe-cabean.." batin tiga cewek penggoda itu kebingungan sendiri.

Sasuke memencet bell rumah Hyuuga sambil masih komat kamit gak jelas. Dan tak berapa lama pintu terbuka, dan terlihat Gadis SMP yang sedang menatap Sasuke heran. "Ada apa pak? dan cari siapa.

'wadepak, apa muka tampanku ini seperti bapak bapak' batin Sasuke narsis. "Hn, apa Hinata ada.." Sasuke menatap gadis SMP itu bak seorang pedofil.

"Ayo masuk." Kata gadis itu alias Hanabi sambil menggeret celana Sasuke paksa. Sasuke sweatdrop karena clananya di seret bocah sialan itu.

Hanabi melepaskan pegangannya pada clana Sasuke sambil mempersilahkannya duduk. "Aku panggilkan Hinata-Nee dulu.." Katanya Sambil berjalan menuju lantai atas untuk memanggil sang kakak.

Hinata turun dari atas sambil mengampiri Sasuke dengan malu-malu, dia lalu mendudukkan diri disamping pantat ayam sialan itu dengan wajah blushing gak jelas. "Sasuke-kun m-mau minum a-apa.." Gagap seperti biyasa tentunya.

"Hn, apa saja asal tidak air comberan.." Kata Sasuke datar dan ngawur.

Hinata sweatdrop karena mendengar 'comberan'. "Um..aku bu-buatkan minum dulu" kata Hinata sambil berdiri dan berjalan menuju dapur.

Sasuke mengangkat satu alisnya saat melihat pria paruh baya yang duduk seenak udel di depanya, Pria itu Hiashi Hyuuga menatap Sasuke tajam. "Apa kau temannya Hinata.."

Sasuke hanya mengangguk dengan santai, dia lalu menatap Hiashi dengan tatapan merendahkan. "Apakah anda tukang kebun". Tanya Sasuke dengan nada meremehkan.

'BRAK..!

Hiashi mengebrak meja seenak jidat membuat Sasuke jantungan, perempatan terlihat di jidat keriputan Hiashi. "APA KAU PIKIR WAJAH TAMPANKU INI MENANDAKAN WAJAH TUKANG KEBUN.." Semprot Hiashi sambil muncrat muncrat dan Narsis.

'A-apanya yang tampan coba, wong sudah bangkotan gini..' Sasuke membatin sweatdrop. Dia lalu menatap Hiashi menantang. "Memang wajah anda menandakan tukang kebun" Sasuke makin kurang ajar.

'Grep..' Hiashi mencengkram kerah baju Sasuke dengan nafas ngos ngosan. Sasuke langsung keringat dingin, dia bukannya takut tapi kerena wajahnya itu loh deket banget sama Hiashi.

"Singkirkan wajah bangkotanmu itu dariku". Kata Sasuke dengan nada ketakutan, dia takut di cipok?

'PYARR..

Hinata menjatuhkan teh hangat yang baru dia buatkan untuk Sasuke, dia menatap Tou-sannya yang 'sepertinya' sedang mau mencipok Sasuke penuh hawa nafsu? "A-apa yang tou-san lakukan. A-aku ti-tidak menyangka tou-san seorang pedofil maho?.

"HINATA INI TIDAK SEPERTI YANG KA-

"Tou-san ha-harusnya ingat umur?. Tou-san su-sudah bau tanah, ja-jangan menambah d-dosa". Hinata salah paham sambil menatap ngeri kearah Hiashi yang lagi kalang kabut itu. Sementara Sasuke cengo dengan mulut menganga.

Hinata lalu berlari keatas menuju kamarnya dengan berlinang air mata?. Dia tidak menyangka bahwa tou-sannya seorang pedofil maho?.

:

:

:

Gaara berjalan dengan langkah santai menuju rumah yamanaka, dia gak peduli dengan orang orang yang lagi nongkrong di pinggir jalan meneriakinya untuk ikut gabung. Kalau yang mengajak cewek otomatis gaara langsung ikut, lah ini yang meneriaki cowok cowok yang sedikit melambai.

"Hey..tamfan, gabung bareng kita yuuukkkzzz". Goda salah satu cowok yang melambai itu sambil sok imut?

Gaara langsung mengambil batu yang berada di dekatnya buat melempar para cowok melambai itu dengan brutal. "MAMPUS KAU TERONG-TERONGAN.." Teriak Gaara sambil berlari jauh meninggalkan cowok cowok melambai itu yang lebam lebam karena serangan batu dari Gaara

Gaara misuh-misuh gak jelas, dia lalu memencet bel rumah Yamanaka dengan gak sabaran. "Kenapa hari ini gue ketemu terong-terongan gak jelas itu.." Batinnya masih gak trima sambil gedor gedor pintu rumah tak berdosa itu.

Pintu rumah terbuka, dan terlihat Ino yang memandang Gaara dengan alis mengkerut. "Gak usah gedor gedor juga kali Gaara"

"Hn, habis waktu aku mencet bell lama, jadi ku gedor saja.." Jawab Gaara tanpa dosa.

Ino menghela nafas sambil mengajak Gaara kedalam. Di ruang tamu sudah ada pria paruh baya yang sedang menatap Gaara yang berjalan di belakang putrinya itu. Gaara dan Ino lalu duduk berhadapan dengan pria paruh baya yang tak lain Inoichi.

"Tou-san, ini Gaara.." Ino memperkenalkan Gaara kepada ayahnya yang lagi menatap tajam Gaara itu.

"Hm, jadi ini yang namanya Gaara.." Inoichi manggut manggut sambil mengelus ngelus dagunya sok berfikir.

Gaara hanya tersenyum kearah inoichi sambil melirik lirik ino dengan tatapan mesum.

"Wes rambute abang, batuk'e tatoan, pakaiane semerawot, dasar wong edan (?). " Kata Inoichi yang begitu jleb dihati Gaara.

Gaara tertohok, dia memegang dadanya lebay. "Apa hubunganya dengan rambut merah" Batin Gaara Galau.

"A-apa yang tou-san katakan.." Ino sempet sweatdrop mendengar komentar tou-sannya yang tumben pake bahasa jawa dadakan itu

Inoichi menghela nafas sejenak. "Dia Ogal Ino.." katanya gak nyambung sambil menunjuk Gaara yang masih drop dengan air mata buaya?.

Ino cengo mendengar omongan tou-sannya yang gak masuk akal itu, dia lalu menepuk bahu Gaara sambil tersenyum ke-ibuan. "Jangan hiraukan tou-san, dia mungkin iri karena dulu waktu muda tak pernah 'Ogal' sepertimu.."

Inoichi langsung ngibrit keatas sambil siul siul gak jelas. "Aku iri dengan anak muda itu, kenapa dulu waktu masih muda aku tak seperti dia yang punya tato.." Batin Inoichi gajebo?

Gaara langsung kembali tegak dan mendekatkan tubuhnya kearah Ino. 'Menurut buku Icha-icha paradise (?) yang pernah di terangkan kakashi sensei, Jika cewek dan cowok hanya berduaan ma-maka mereka a-akan.." Gaara langsung menggeleng karena teringat buku sesat kakakhi sensei.

"Gaara, kau mau minum apa" Tawar Ino ramah.

Gaara memandang ino sambil tersenyum. "Vodca saja satu botol.."

Ino sweatdrop. 'Apa dia kira ini bar apa' batinya sambil berdiri membuatkan kopi buat cowok stoic yang tersenyum tanpa dosa itu.

:

:

:

Otak Udang sial siul gak jelas, dia lagi berjalan kerumah Haruno yang sudah ada di depan mata, dan saat dia melihat banyak bunga yang berjejer di halaman rumah, Otak minimnya langsung berpikir cepat sampai berasap?. Dia lalu memutuskan untuk nyolong bunga buat oleh oleh.

Naruto mengambil bunga beserta potnya tanpa dosa. 'Hehe, jika sang mertua ku bawakan bunga ini, aku yakin bakalan langsung setuju. Haha, aku memang jenius.." Batinya ketawa setan.

Sesampainya di depan pintu kediaman Haruno, Naruto lalu mengetuknya pakai kaki (baca-nendang).

Pintu terbuka. Dan terlihat wanita paruh baya yang heran melihat Otak Udang membawa pot bunga. "Cari siapa.." Nyonya Mebuki bertanya dengan lembut.

Naruto langsung nyengir kuda?. "Hehe, aku mau bertemu dengan sakura-chan baa-san.."

"Oh, apa kau pacarnya Sakura.." Nyonya mebuki tampak bersemangat.

"Y-yah, saya pacarnya, dan pastinya jadi suaminya kelak.." Naruto cengegesan sambil menghayal tingkat tinggi. "Jadi, apa saya boleh masuk". Tambanya enteng.

Mebuki sweatdrop mendengar ocehan gak mutu Otak Udang. "Ayo masuk". Mebuki berjalan masuk diikuti Naruto yang masih cengengesan gak jelas.

Naruto duduk di ruang tamu bersama pria paruh baya berambut pink ngejreng. Nyonya mebuki lagi keatas untuk memanggil anak semata wayangnya.

Sakura berjalan kearah Otak Udang bersama kaa-sannya dengan gak niat. "Kenapa kau masih kemari baka.." Sakura cemberut sambil duduk di sebelah Otak Udang.

"Hehe, Sakura-chan, aku membawakanmu bunga cantik kusus orang cantik.." Gombal Naruto sambil memberikan pot beserta bunganya kepada Sakura.

Sakura langsung blushing karena mendapat gombalan gak mutu dari otak udang. "Kau dapat bunga ini dari mana baka"

"Oh, nyolong di rumah sebelah"

Kizashi, mebuki, Sakura melongo mendengar jawaban Naruto yang kelawat jujur itu. 'Kenapa santai sekali' batin mereka kebingungan.

Kizashi yang sudah sadar dari kecengoannya langsung menatap Naruto tajam. "Jadi apa kau pacar Sakura"

"BUKA-

"Tentu saja calon mertua.." Jawab Naruto seenak udel sambil mencium tangan kizashi dan mebuki penuh penghayatan?.

"Dasar penjilat.." komentar Sakura gak trima karena Naruto seenaknya menjawab bahwa mereka pacaran, *sabar saki*

Kizashi langsung tersenyum ke-bapak-an. "Wah, kau memang anak yang baik.." Sambil menepuk nepuk bahu Naruto.

'What the hell, habis nyolong bunga di bilang baik' batin Sakura sweatdrop gede dengan mulut yang lagi lagi menganga lebar.

Naruto lalu merogoh saku clananya buat mengambil sesuatu. "Saya mau memberikan 'hadiah' untuk calon mertua". Naruto nyengir sambil mengeluarkan buku bergambar 'kelinci berdasi'

Mebuki dan Sakura langsung terjungkal dari duduknya kerena 'hadiah' yang di maksud adalah majalah bokep?. 'A-apa apaan itu' Sakura mulai naik pitam, dia ingin sekali membogem cowok blonde sialan itu.

"Wah..kau memang benar benar calon menantu yang baik.." Kizashi langsung menyambar majalah bokep itu dengan Hidung kembang kempis. Mebuki yang melihat suaminya mimisan sambil membaca majalah laknat itu langsung menyeretnya keatas buat di hajar.

"TIDAKKK..SAKURAA TOLONG TOU-SAN.."

'-_-

'-_-

Otak Udang angkat bahu sambil duduk di sebelah Sakura yang masih melongo. 'Jika wanita diam, itu tandanya ingin di cium, hehe' batinya Nista sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sakura. Dan saat jarak sudah sangat dekat, Sakura sudah sadar dan mendapati Otak Udang yang mau menciumnya dan..

'BUAAKKKHHH...

Naruto tepar dengan gigi yang rontok dua?. Dia pingsan dengan bintang yang berputar putar di kepalanya. dan tak lupa sebuah tulisan yang ada di jidatnya. 'Dibully'

Sakura menyilangkan kedua tangannya di depan dada, "dasar mesum".

:

:

:

Sasuke menundukkan kepalanya. Masalah Hiashi maho? Tadi sudah teratasi dengan penjelasan yang sulit, pasalnya wajah Hiashi memang menggambarkan seorang pedofil maho.

Sasuke manatap Hinata yang ada di sampingnya dengan pandangan aneh. Dia menjambak rambut ayamnya frustasi. 'YANG TUA BANGKA SUDAH MENYINGKIR. SEKARANG GANTIAN RAMBUT SHAMPO SIALAN INI YANG DISINI.." batin Sasuke berteriak, pasalnya dia jadi gak bisa grepe-grepe Hinata. *kau ketularan mesum sas*

Neji menyeringai ala mbak kunti. Dia tak akan membiarkan sepupunya di iya-iyain oleh pantat ayam yang menurutnya mesum itu. 'Fufufu,, gue hebat.." batinya gak nyambung

"KENAPA HARUS ADA BANTAL PENGHALAN LAKNAT INI JUGA". Teriak Sasuke OOC sambil menunjuk bantal bertumpuk yang memisahkan dia dan Hinata. *malangnya kau sas*

"Iya, k-kenap ha-harus ada bantal juga Neji-nii.." Hinata menatap sendu kearah Sasuke yang lagi menjedukkan kepalanya ke meja?

Neji tersenyum miring. "Karena, aku tak ingin Hinata-sama di gitu-gituin sama pantat ayam mesum ini.." Sambil menunjuk Sasuke pake jari tengah. Hinata sweatdrop?

Sasuke langsung menatap Neji tajam, dia kemudian berdiri. "MODEL SAHMPO..AYO IKUT GUE KELUAR..GUE PENGEN MENGHAJAR SESEORANG RASANYA" Teriak Sasuke OOC yang entah keberapa ribu kali. Dia nodongin linggis karatanya pas di 'anu' Neji.

Naji jadi kalang kabut sendiri, dia takut kalo rambut shamponya jadi kusut gak karuan, keringat dingin segede biji durian jatuh dari jidatnya. "Haha..slow Sas slow.." Sambil mengangkat jari membentuk tanda 'v'

Sasuke kembali duduk sambil menstabilkan detak jantungnya end nafasnya yang ngos ngosan itu. "Hn, you out.." Sasuke mengibaskan tangannya menyuruh Neji keluar. Neji langsung ngibrit ketakutan.

"Jangan h-hiraukan ucapan Ne-neji-nii Sasuke-kun" Hinata tersenyum manis kearah Sasuke dengan wajah blushing.

Sasuke menatap Hinata dengan senyum tipis. "Hn,," jawabnya (sok) cool. Membuat tetangga berteriak gak karuan? *kok bisa*

Sasuke lalu mendekat kearah Hinata dengan wajah paling cool yang dia punya. 'Hn, kalau cuma berdua kan asik'. Batinnya sambil merangkul bahu Hinata pakai tangan kanan. Hinata langsung blushing berat.

'Hn. aku gak mesum'. Batin Sasuke OOC lagi, dia lalu bercakap cakap dengan hinata dengan tenang, istilahnya ingin mengenal lebih dekat lah pokoknya.

:

:

:

Gaara menyesap kopinya dengan damai, dia memandang Ino sambil tersenyum tipis. "Ino, kenapa tidak ada vodca.." Gaara masih mempermasahkan minumanya.

Ino geleng geleng. "Di sini bukan bar Gaara" jelasnya sambil menatap Gaara dalam.

"KAU KIRA RUMAH INI BANDAR MINUMAN KERAS APA.." Teriak Inoichi dari dalam kamar pake TOA.

Ino sweatdrop mendengar triakan tou-sannya yang membahana itu, sampai sampai nenek yang di sebelah jantungan dan langsung tewas di tempat. "Gaara, berhentilah membaca majalah laknat itu.." Ino tak suka melihat Gaara yang fokus membaca majalah bokep.

Gaara menutup majalahnya sambil menatap ino. "Kata Naruto, jika lelaki tidak membaca majalah bokep. Artinya masih bayi, dan aku tak mau di anggap bayi.." Jawab Gaara gak masuk akal. Ino langsung cengo.

"Aku tidak mesum" tambahnya datar. Gak mesum gimana wong setiap hari selalu membaca dan menonton bokep.

"Duh Gaara, Naruto kok kamu tiru, dia kan mesum abis". Ino geleng geleng kepala karena Gaara kelewat kampungan. Gaara hanya manggut manggut (gak) ngerti sambil membuka majalahnya kembali.

Inoichi berjalan menuju Gaara dan Ino sambil mendudukkan diri di depan dua remaja itu. Dia lalu menatap majalah Gaara dengan alis mengkerut. "Majalah apa itu.." tanya inoichi dengan suara berat.

Gaara langsung menunjukkan gambar yang ada di dalam majalah itu pas di depan wajah Inoichi, terlihat gambar seorang cewek sexy berbikini lagi pasang pose membungkuk sambil meniup gelembung?

'-_-

'CROOT !

Inoichi langsung memegangi hidungnya yang berdarah darah itu sambil menatap intens gambar yang mengiurkan itu. "Kenapa dulu waktu muda, aku tak pernah beli beginian.." Batinnya gajebo lagi

'BLETAK !?

'BLETAK !?

Inoichi dan Gaara langsung memegangi kepalanya yang benjol itu sambil misuh misuh gak jelas. Ino menggepalkan tangannya, perempatan terlihat jelas di jidat cewek blonde itu. "Tou-san, pergilah, dan Gaara, buang majalah laknat itu."

Gaara langsung mengantongi majalah kesayangannya sambil siul siul gak jelas, sementara Inoichi langsung ngibrit keatas karena takut sama anaknya.

"Kuharap kau tidak membuka majalah sialan itu lagi Gaara.."

Gaara mengangguk, dia lalu memegang tangan Ino sambil menciumnya seenak udel, Ino langsung blushing berat. "Gaara a-apa yang kau la-lakukan.." Ino sedikit Gagap.

"Hanya mencium, aku ingin tau rasanya mencium tangan wanita" kata Gaara kampungan. Ino langsung sweatdrop dengan mulut menganga.

Gaara yang melihat Ino menganga itu mengkerutkan kening, 'biasanya di majalah bokep? Jika ada cewek menganga berarti minta di cium' batinnya gak masuk akal sambil mencium bibir Ino yang lagi lagi seenak udel itu.

Wajah Ino memerah setelah menyadari Gaara menciumnya, dia diam tak bergerak atau membalas ciuman Gaara.

Gaara melepas ciumannya sambil tersenyum tanpa dosa. 'Jadi seperti ini rasanya berciuman' batin Gaara kampungan lagi. Dia lalu menepuk bahu Ino sambil masih tersenyum tanpa dosa.

Ino langsung memegangi bibinya dengan wajah masih memerah. "Kau m-mesum" gumamnya malu.

"Aku tidak mesum" Gaara ngotot

'BUAKKHH..!

Gaara pingsan di sertai kejang kejang setelah menerima pukulan dari cewek blonde itu. "MESUMM BAKA.." Teriak Ino sambil menghajar wajah Gaara yang sudah pingsan itu. *semoga esok kau tidak lebam lebam Gaara*

:

:

:

Sakura menatap malas kearah Naruto yang lagi nyengir itu. "Tadi kan sudah ku bilang, jangan kesini baka". Sakura menyilangkan tangannya di depan dada.

"Loh, kenapa memangnya Sakura-chan, aku kesini iklas kok, kau tidak perlu merasa bersalah Sakura-chan". Kata Otak Udang gak nyambung.

Sakura meneput jidat lebarnya frustasi. "Baka memang baka".

Naruto langsung mengambil tengan Sakura sambil mengenggamnya erat. "Apa kau mau jadi pacarku Sakura-chan". Naruto nyengir gaje kearah Sakura.

"Gak mau". Sakura langsung menarik tangannya dari otak udang.

Naruto sempat drop sejenak. "Kenapa Sakura-chan, padahal aku cukup tampan loh.." Sambil memegang rambut jabriknya. Sepertinya Naruto ketularan virus narsis pantat ayam.

Sakura geleng geleng kepala. "Belum saatnya Naruto". Sakura menatap Nrauto dalam sangat dalam.

Otak Udang manggut manggut gak ngerti. "Baiklah. Terserah kau saja Sakura-chan. Um, apa aku boleh meciummu" tambahnya sambil cengengesan.

Perempatan langsung muncul di jidat Sakura, dan yah bisa di tebak apa yang terjadi. Semoga saja Otak Udang tak tinggal nama.

Malam yang indah bintang bintang menghiasi langit malam yang Tenang, bulan tampak nyengir gaje kearah NaruGaara yang babak belur itu.

"MALAM INDAH UNTU-MU AUTHOR KAMPRET.." Teriak NaruGaara sambil melempar batu bata, sementara Sasuke nyengir kuda OOC. "Hn Gue keren,," narsis kumat.

-TBC-

REVIEW REVIEW REVIEW

TINGGAL BEBERAPA CHAP LAGI SELESAI