My Fake Girlfriend

...

...

...

"Naruto?" tanya Baekhyun sambil menyeruput cappucino miliknya. Ya kalian tau, baekhyun sebenarnya tidak menyukai kopi, karena merasa tidak enak dengan Chanyeol ia terpaksa meminumnya.

"Naruto?" jongin mengulangi pertanyaan baekhyun. "Sangat susah untuk bisa bekerja dibawah naungan masashi kishimoto. Karena dia membutuhkan pekerja yang handal, bukan yang amatiran sepertiku" jelas Jongin.

Kyungso dan baekhyun bermanggut-manggut ria berbeda dengan Chanyeol yang sedari tadi mencela didalam hatinya.

"Cih, baru begitu aja sombong" seru Chanyeol dalam hatinya.

"Lalu?" Chanyeol mengerutkan dahinya, sementara itu Jongin hanya tersenyum kecil kemudian menyedot vanila latte miliknya.

"Aku hanya membantu pembuatan film doraemon Stand By Me" ujar Jongin setelah menelan minumannya.

"Daebak" seru Kyungso tak percaya.

"Keren sekali, kudengar itu film terakhir Doraemon yang dibuat jadi 3 Dimensi ya?" tanya Baekhyun.

Jongin menganggukan kepalanya, "Iya, kalau kalian belum nonton filmnya, kusarankan kalian membawa tissu karna filmnya sedikit sedih"

"Eoh, kyungie kau sudah nonton filmnya?" tanya baekhyun.

Kyungso menggeleng, "Belum, Baek. Aku belum sempat, kau?"

"Aku juga belum," jawab Baekhyun. "Lalu bagaimana denganmu, sa-yang?" jujur saja baekhyun masih sedikit kaku memanggil Chanyeol dengan sebutan sayang.

"Aku tidak tertarik." jawab Chanyeol ketus.

Jongin tersenyum kecil, "Bagaimana kalau kita nonton bareng filmnya?" tanya Jongin.

"Aku punya salinan film Stand By Me aslinya" jongin menambahi.

Tentu saja ide jongin makin membuat mood Chanyeol bertambah buruk saja. Entah kenapa, hanya saja Chanyeol merasa tidak suka jika Jongin bisa berdekatan dengan Baekhyun.

"Ide yang bagus, tapi dirumah siapa?" tanya baekhyun sambil melemparkan tatapan matanya pada jongin dan Kyungso.

"Dirumahku saja, setelah nonton kita bisa main ke kebun strawberryku" kyungso menjawab.

"Aku setuju, bagaimana denganmu jongin?" Baekhyun melihat kearah Jongin. Jongin mengangguk mantap. Kemudia ia melirik kesamping, tentu saja aura dingin Chanyeol sudah terasa oleh Baekhyun.

"Kau ikut tidak eoh?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.

"Tentu saja. Aku ikut" jawab Chanyeol.

"Bagaimana kalau kita kumpul lagi akhir pekan ini?" jongin mengusulkan. Mereka tau kalau dihari-hari biasa jadwal mereka sangatlah padat terutama Chanyeol.

"Aku setuju" seru Kyungso.

Baekhyun dan Chanyeol menganggukan kepalanya bersamaan. Tandanya mereka juga setuju dengan usulan jongin.

Baekhyun kembali menyesapkan cangkir cappucinonya dan meminumnya hingga setengah. Ia tau resiko apa yang akan ia dapatkan setelah meminum minuman yang mengandung cafein itu. Sungguh bodohnya Baekhyun hanya karna ingin menghargai Chanyeol didepan Jongin dan Kyungso ia rela membuat dirinya sendiri sakit.

Waktu tak terasa saat mereka berempat berkumpul bersama. Ponsel baekhyun bergetar, eommanya menghubunginya.

"Iya eomma" terima baekhyun.

"Cepat pulang eomma sudah siapkan makan siang untukmu, ajak chanyeol juga pulang" seru nyonya byun dari apartemennya baekhyun.

Baekhyun melirik chanyeol, ia tersenyum kecil. "Baiklah eomma." kata baekhyun sebelum memutuskan panggilan eommanya.

"Kyung, Jong, jangan lupa rencana kita untuk minggu depan." Baekhyun melemparkan tatapan mata pada jongin dan kyungso. "Karna eomma-ku sudah membuatkan makan siang tak baik membiarkannya menunggu kita terlalu lama Chanyeol" seru Baekhyun sambil mengguncang lengan kokoh milik Chanyeol.

"Kajjaa" seru baekhyun lagi. Gadis itu segera berdiri dan menarik paksa Chanyeol untuk pergi meninggalkan kyungso dan Jongin.

"YA-BYUN Baekhyun, jangan menyeretku seperti anak kecil" Chanyeol mengeluarkan protesnya.

"Kau-kan memang Baby Monkey" ledek Baekhyun sambil tertawa kecil.

"Apa kau bilang" tanya Chanyeol cemberut.

"Iya, Park Chanyeol Big Baby Monkey, hahahaha, ayo cepatlah" kata Baekhyun.

Beruntung mereka pergi tidak terlalu jauh dari apartemen Baekhyun. Mereka berdua bahkan tidak membutuhkan mobil, hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke Apartemen Baekhyun.

"Aku harus ikut makan siang dirumahmu baek?" tanya Chanyeol saat mereka berada di dalam lift.

"Ya, tentu. Kalau tidak eomma akan marah padamu" jawab Baekhyun sambil tersenyum.

Pintu lift terbuka, mereka berdua-pun keluar.

Baekhyun memasukan kode pintu apartemennya, kemudian pintu terbuka. Aroma makanan yang dibuat eomma baekhyun sudah tercium.

"Kami pulang," seru Baekhyun saat masuk kedalam, sedangkan Chanyeol hanya mengekor dibelakang Baekhyun sambil tersenyum, entah senyum itu senyum kebahagiaan atau hanya senyuman palsu seperti hubungan mereka saat ini.

"Oh, cepatnya kalian sudah pulang!" sambut eomma Baekhyun dari dapur. "Cepatlah ke meja makan!" Eomma Baekhyun memperingati.

Chanyeol dan Baekhyun segera keruang makan, dan mereka melihat banyak makanan yang sudah dibuat oleh eomma baekhyun.

"Banyak sekali eomma!" tanya Baekhyun. Chanyeol menarikan kursi dan mempersilahkan baekhyun duduk.

Kegiataan itu terlihat oleh Nyonya Byun hingga ia mengomentari, "Uhh, So Sweetnya kalian berdua, Eomma sampai iri"

Baekhyun mendongak menatap Chanyeol aneh, ia pun ikut tersenyum aneh, "Ah, Ahjumma bisa aja," seru Chanyeol yang sudah duduk tepat disamping kanan Baekhyun.

"Hehe, iya Eomma itukan hal yang biasa dilakukan pasangan muda seperti kami" sambung Baekhyun.

"Yasudah, cepat kalian berdua makan setelah itu ada yang ingin eomma Bicarakan pada kalian berdua" ucap Eomma Baekhyun.

Tiba-tiba saja atmosfir langit-langit di apartemen baekhyun berubah drastis, mereka saling berpandangan setelah nyonya byun meninggalkan mereka berdua.

Tentu saja suasana makan saat itu berubah menjadi tidak menyenangkan bahkan baekhyun dan chanyeol tidak menikmati makanan yang mereka makan.

"Baiklah, Kalian makan terlalu cepat!" Komentar Eomma Baekhyun. "Tapi itu lebih bagus," kata eomma baekhyun sambil terkekeh.

"Cepatlah bicara eomma, jangan membuat kami penasaran" protes Baekhyun.

"Iya Ahjumma" tambah Chanyeol.

"Panggil saja Eomma juga," kekeh nyonya Byun.

"Ah ia Eommonim" kata chanyeol kaku.

"Haha, jangan terlalu kaku sayang" kata eomma baekhyun sambil tertawa.

"Eomma sudah katakan saja, apa yang mau eomma bicarakan pada kami" protes baekhyun lagi.

"Baiklah, baiklah." ucap Nyonya Byun. Suasana hening sejenak, chanyeol dan baekhyun menunggu...

"Kau boleh pulang Chanyeol, kan sudah makan siangnya, hahahaha" ucap nyonya Byun sambil tertawa kemudian meninggalkan mereka diruang tengah.

Chanyeol menghembuskan nafas lega, kemudian tertawa kecil, " Cih, Eommamu bisa saja membuatku jantungan" kata Chanyeol.

"Apa lagi aku, sudah sana pulang" usir baekhyun. Sebenarnya baekhyun sudah lama menahan, menahan rasa sakit diperutnya, mungkin karena efek cafeinnya yang sudah memasuki batas maxsimal ditubuh baekhyun.

Chanyeol sedikit memperhatikan Baekhyun. Aneh bukan jika diruangan ber-ac seseorang berkeringat, kalau tidak sakit mungkin sedang nerves? Tapi Chanyeol tau, Baekhyun bukan tipe nerves, pasti ada sesuatu.

"Apa kau sakit Baek?" tanya Chanyeol. Ia mengambil beberapa tissu melipatnya kemudian menyeka keringat di dahi baekhyun.

"Ah aku tidak apa-apa, sudah sana pulang" ucap baekhyun.

"Ya sudah, aku pulang. Kau tidak usah mengantarku. Istirahat saja, aku tidak mau sekertarisku sakit" kata Chanyeol sebelum pergi.

"Ia, ia tuan presedir!" dumal baekhyun.

Cuman sedikit sih part ini, wkwkwkw

Ditunggu review sebanyak-banyaknya biar gua semangat buat chapter selanjutnya :v :v