Ugly
.
.
Title :: Ugly
Genre :: Drama, Romance
Pairing :: YunJae
Author :: Moonlite444 (translatedbyme)
Rating :: Teens-Mature (contains a little smutt)
Length :: ...shoots
Disclaimer :: All story belong to Moonlite444 (translatedbyme denganperubahanseperlunya) [TELAH DIBERI IZIN OLEH MOONLITE444]
Warning :: Typo(s), Genderswitch, NC
.
.
.
Characters ::
*Kim Jaejoong : 18 y.o, Girl, Baru lulus High School, Pintar, Gendut, Jelek.
*Jung Yunho : 35 y.o, Man, Bisnisman, Kaya, Tampan.
*Mr. Kim : Ayah Jaejoong, supir Yunho.
*Mrs. Kim : Ibu Jaejoong.
.
.
.
"Jangan pernah ragu untuk bercerita padaku," ucap Yunho lalu balas menggenggam tangan Jaejoong, "Jadi, apakah kau mempunyai pekerjaan rumah untuk besok?"
"Tidak."
"Apakah besok kau ada kelas pagi?"
"Tidak."
"Kalau begitu tidak masalah kalau aku memilikimu malam ini."
.
.
Sejak Jaejoong mendengar komentar kalau dia makan terlalu banyak, Jaejoong mulai mengurangi porsi makannya. Dia hanya makan sedikit makanan dengan harapan kalau dia tidak terus tumbuh semakin besar. Dia juga seringkali melewatkan makan siangnya.
Sekali waktu Jaejoong hampir pingsan saat menunggu Yunho menjemputnya di kampus. Untungnya Yunho datang sebelum dia pingsan.
"Boo, apakah kau baik-baik saja? Apa kau perlu pergi ke dokter?" tanya Yunho khawatir.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan. Pelajaran hari ini sangat melelahkan," ucap Jaejoong pelan.
"Sebenarnya, nanti malam ada pesta dengan relasi bisnis. Aku baru saja akan menanyakanmu untuk menemaniku menghadirinya. Tapi karena kau sedang tidak enak badan, lebih baik kita tidak usah pergi," kata Yunho mengelus rambut Jaejoong.
"Tapi aku baik-baik saja, kau tidak perlu mencemaskanku. Pergilah tanpaku," ucap Jaejoong yang tidak ingin Yunho khawatir padanya. "Reputasimu akan tidak baik jika kau tidak datang."
"Tapi aku mencemaskanmu. Lagipula aku tidak mau pergi jika tanpamu. Relasi-relasiku yang lain juga membawa pasangannya," kata Yunho.
Jaejoong membayangkan kalau di pesta itu pasti akan ada perempuan-perempuan cantik. Sejujurnya dia juga cemas kalau perempuan itu akan menggoda Yunho, dan parahnya Yunho akan tergoda oleh mereka, "Setelah kupikir-pikir, kurasa aku baik-baik saja. Aku akan pergi denganmu."
"Apakah kau yakin?" tanye Yunho yang terkejut dengan perubahan mendadak Jaejoong.
"Tapi aku tidak sakit!" rengek Jaejoong memanyunkan bibirnya.
Yunho terkekeh melihat keimutan istrinya ini lalu mencubit pipi Jaejoong pelan, "Baiklah kalau begitu, segera bersiap-siap! Kita akan pergi setengah jam lagi. Dan, aku sudah menyiapkan gaun untukmu!" ucap Yunho lalu menunjuk tas kertas besar di atas meja.
Jaejoong lalu mengambil tas kertas itu dan membukanya. Dia melihat gaun sutra hitam yang indah sekali. Saat dia mencoba mengenakannya, ternyata gaun itu tidak cukup untuknya, padahal ukuran gaun itu sudah besar, tapi tetap saja gaun itu lebih kecil satu nomor dari tubuhnya.
Jaejoong mendadak panik, sebelum suaminya mengetahuinya dia cepat-cepat mengambil gunting di laci meja dan memotong sedikit bagian samping gaun tersebut supaya gaun indah itu muat ditubuhnya.
.
Di pesta, banyak mata yang berfokus melihat Yunho dan istri gemuknya. Tapi Yunho dengan bangga menggandeng istrinya itu, disaat Jaejoong menundukkan kepalanya. Takut kalau dia akan mempermalukan suaminya itu.
Yunho lalu menggandeng Jaejoong menuju salah satu kumpulan orang-orang terpandang dan dengan bangga mengenalkan Jaejoong pada relasi-relasi bisnisnya. Meskipun mereka sudah mengetahui Jaejoong dari pesta pernikahan mereka.
Lalu saat pria-pria berpengaruh itu mengobrolkan sesuatu tentang bisnis, Jaejoong pamit pada Yunho dan pergi dengan pasangan-pasangan dari relasi Yunho.
.
"Mrs. Lee, kau terlihat sangat cantik dengan model rambut yang seperti itu!" ucap Mrs. Choi mengomentari rambut bari Mrs. Lee.
"Ah, tapi Mrs. Lee selalu tampak cantik seperti apapun rambutnya," tambah Mrs. Park lagi.
"Ah, terima kasih! Kau juga terlihat cantik Mrs. Park, kulitmu terlihat lebih bersinar dari terakhir kali kita berjumpa bulan lalu," ucap Mrs. Lee mengomentari penampilan Mrs. Park juga.
"Oh, ini karena perawatan spesial yang selalu aku lakukan untuk kulitku," jawab Mrs. Park.
Jaejoong yang mendengar itu semua hanya bisa diam. Dia ingin meninggalkan perempuan-perempuan glamor itu, tapi akan tidak sopan kalau dia tiba-tiba pergi begitu saja.
"Apa yang kau pikirkan Mrs. Jung? Bukankah Mrs. Park memang sangat cantik?" ucapan Mrs. Choi menyadarkan Jaejoong dari lamunannya.
"Ah, iya, dia sangat cantik," Jawab Jaejoong.
"Suami kita adalah orang penting. Jadi sebagai istrinya kita harus bisa menjaga keindahan tubuh dan wajah, supaya jangan sampai membuat suami kita menjadi malu dihadapan relasi-relasi mereka. Bahkan jika perlu, kita bisa melakukan operasi plastik dengan uang suami kita. Ini juga demi mereka, kan?" ucap Mrs. Park panjang.
Jaejoong merasa kalau perempuan-perempuan ini secara tidak langsung mengejeknya. Lalu tiba-tiba dia menjatuhkan dompetnya ke lantai. Dia membungkuk untuk meraih dompetnya, tapi celakanya saat dia menunduk gaunnya robek ditempat yang tadi di potongnya, "Aargh!" teriak Jaejoong yang mencoba melindungi tubuhnya yang mulai terlihat.
Mendengar suara istrinya, Yunho langsung melihat kearah istrinya. Dia bisa melihat kalau Jaejoong sedang berusaha untuk menutupi tubuhnya yang kelihatan, tapi tidak ada satupun perempuan yang berada disekitar Jaejoong yang menolongnya. Dengan secepat mungkin dia berlari kearah Jaejoong. Yunho melepas jasnya dan langsung menyampirkannya di bahu Jaejoong dan menutupi tubuh atas Jaejoong. Dia meletakkan Jaejoong kedalam pelukannya dan membawanya keluar ruangan untuk pulang.
Begitu supir menutup pintu mobil, Jaejoong langsung menangis tersedu-sedu di dada Yunho, "Mianhae,"
"Ssshh! Tidak apa-apa, Boo, aku disini bersamamu, ini adalah salahku, harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian ditengah perempuan-perempuan itu," kata Yunho sambil mengelus rambut Jaejoong, berusaha untuk menenangkan istrinya.
"Aku benar-benar tidak berguna! Aku selalu saja membuatmu malu dihadapan rekan-rekanmu. Apa yang akan mereka pikirkan setelah kejadian ini?" Jaejoong berkata sambil menangis.
"Aku tidak peduli apa yang akan mereka pikirkan tentangku. Tapi aku mengkhawatirkanmu, mereka akan mengolok-olokmu. Andai tadi aku tidak memaksamu untuk ikut dan membiarkanmu tinggal di rumah," suara Yunho terdengar rapuh saat mengatakan hal itu.
Jaejoong hanya terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa, sejujurnya, dia juga tidak menyalahkan Yunho. Dia sendiri yang bilang akan ikut.
Yunho menarik jas yang Jaejoong kenakan lalu menutupi kepalanya dan kepala Jaejoong. Sekejap setelahnya Yunho langsung mencium bibir Jaejoong yang terbengong.
Yunho lalu melepas jas itu dari kepala mereka dan kembali memasangkannya ditubuh Jaejoong, lalu ia menarik Jaejoong dan mencium keningnya lembut.
"Tidurlah, aku tahu kau lelah. Dan lupakan tentang semua yang terjadi barusan," ucap Yunho lalu memeluk pinggang Jaejoong.
.
"Oppa~" ucap Jaejoong yang ternyata belum juga tertidur.
"Humm?"
"Apakah aku benar-benar memalukan?"
Yunho lalu melepas pelukannya dan menatap Jaejoong, "Kenapa kau bisa berkata seperti itu? Sudah kubilang, jangan dengarkan apapun yang orang katakan tentangmu!"
"Apakah kau pernah merasa menyesal menikahiku, Oppa?" tanya Jaejoong lagi tanpa mendengar yang Yunho ucapkan. "Apakah aku menjadi beban untukmu?"
"Aku tidak dan tidak akan pernah menyesal menikahimu. Justru, menikahimu adalah hal paling luar biasa yang pernah aku lakukan selama hidupku," jelas Yunho.
"Tapi kenapa, Oppa? Aku selalu mempermalukanmu. Lihat wanita-wanita berkelas di pesta tadi, mereka semua cantik dan punya tubuh yang ramping, sementara aku jelek dan gendut," jelas Jaejoong yang mulai menangis lagi.
"Apa gunanya wajah dan tubuh indah tapi hatinya buruk? Tidak ada yang mau menolongmu tadi!" ucap Yunho mendadak gusar karena ingat kejadian tadi. "Dan sejujurnya aku cemburu!"
Jaejoong melongo mendengar itu, "Cemburu? Karena apa?"
"Pria-pria di pesta tadi melihat tubuhmu!" jelas Yunho sambil manyun.
Jaejoong hanya bisa melongo demi mendengar jawaban Yunho. Jaejoong berpikir, benarkah pria-pria itu melihatnya? Apa yang mau dilihat dari tubuhnya yang gendut ini?
"Boo, aku mencintaimu karena kau adalah kau. Kau tidak perlu menjadi cantik seperti mereka untuk bisa mendapatkan hatiku, karena aku sudah memberikannya untukmu bahkan sebelum aku sendiri sadar kalau aku sudah kehilangan hatiku untukmu," ucap Yunho lembut lalu menghapus air mata Jaejoong yang masih mengalir.
"Benarkah kau mencintaiku, Oppa?"
"Tentu saja. Kenapa kau meragukanku? Aku mencintaimu sepenuh hatiku," ucap Yunho dan mengecup singkat bibir Jaejoong.
"Aku juga mencintaimu, Oppa," Jaejoong lalu menarik kepala Yunho mendekat ke wajahnya lalu menarik jas di pundaknya guna menutupi wajah mereka, Jaejoong langsung mencium Yunho. Dia mencoba untuk menjadi pencium yang baik bagi Yunho.
Setelah beberapa menit berciuman, Jaejoong melepas ciumannya dan mengambil napas.
Yunho langsung membenarkan jasnya di tubuh Jaejoong karena mereka akan tiba sebentar lagi, "Sudah merasa lebih baik?" tanya Yunho pada istrinya.
Jaejoong hanya melihat Yunho lembut dan menganggukkan kepalanya.
"Mulai sekarang, berhenti membandingkan dirimu dengan perempuan lain. Aku menyukaimu apa adanya."
"Tapi aku juga ingin cantik, Oppa," ucap Jaejoong lirih.
"Dimataku, kau adalah wanita paling cantik di dunia, bahkan di semesta ini," kata Yunho menggoda Jaejoong.
"Tapi aku serius, Oppa. Aku ingin memuaskanmu. Setidaknya memuaskan matamu," ucap Jaejoong sambil merengut. "Aku tidak ingin kau melirik wanita lain."
Yunho yang mulai merasa kecewa karena Jaejoong membicarakan hal ini lagi lalu bertanya pada istrinya, "Boo, apakah kau meragukan cintaku?"
"Tidak lagi sekarang," jawab Jaejoong pendek.
"Tidak lagi? Apakah berarti sebelumnya kau meragukan cintaku?"
.
.
*TBC*
.
.
Ini, lama ya? #dijitak
oke oke aku tau ini lama, tapi gimana dong, aku itu kan sedang intensive dari pagi sampe siang, jadi lupa dengan ini.
Hoho maafkan ya~
Oh iya, rencananya setelah ini tamat aku mau nerusin ini dengan ideku sendiri. Atau aku alih translate fic Moonlite yang lain?
Dia sih ijinin mau aku translate kah, mau aku sambung suka2 aku kah. Hehe dia kan baik~
.
Please itu kasih tau aku harus gimana #agakLebay
Oke,
R
E
V
I
E
W
Please~
:)
AIrzantiHuang_
