[Semua cerita original dari saya. Semua pelaku milik Tuhan]

Waurenaide 7

Musim Semi.

5 tahun yang lalu, Jaejoong berada di Jepang, memandangi foto seorang namja tampan bermata musang di bawah pohon sakura.

.

4 tahun yang lalu Jaejoong dan Yunho berada di Jepang, menghabiskan waktu mereka berdua, menikmati gugurnya bunga sakura dan berjanji akan melihat kembali bunga sakura itu bersama tahun berikutnya.

.

3 tahun yang lalu Jaejoong menikmati keindahan bunga sakura itu sendirian sambil menatap dua cincin platina. Cincinnya dan cincin Yunho. Setetes air mata bening itu jatuh dari kedua mata doenya.

Miris, namja cantik itu kehilangan cintanya dan selalu menanti datangnya Yunho ke hadapannya.

.

2 tahun yang lalu namja berparas cantik itu tiba di Korea. Mulai melupakan mengenai janji Yunho dan memutuskan untuk melupakan Yunho karena dia beranggapan Yunho tidak akan mengingatnya kembali. Namun saat itu juga, dia bertemu dengan Mrs. Jung yang sedang mengunjungi pasar tradisional untuk terjun langsung mengunjungi para pedagang di Seoul. Jaejoong bertukar nomor handphone dengan Mrs. Jung dan berkomunikasi dengannya setiap hari.

Mrs. Jung menceritakan keadaan Yunho kepada Jaejoong. Yunho menjadi lebih dingin dan apabila Mrs. Jung dan yang lainnya memaksa Yunho untuk mengingat masa lalunya, maka kepalanya akan sangat sakit dan dia akan kembali depresi. Dokter tidak menyarankan hal itu karena bisa membahayakan kesehatan Yunho.

Jaejoong bisa menerimanya bahkan dia senang dia mempunyai kesempatan sekali lagi dapat melihat wajah Yunho walaupun hanya dari foto yang dikumpulkan oleh Mrs. Jung.

Jaejoong terus menatap foto Yunho setiap hari. Yang dia inginkan hanyalah bertemu dengan Yunho.

.

1 tahun yang lalu Jaejoong diberitau kalau Ibu Suri ingin dia dan Yunho bertunangan. Ini kabar gembira untuknya. Sekali lagi dia bisa bertemu dengan Yunho. Bisa memandangi wajahnya sekali lagi dan punya kesempatan bersama dengannya.

.

2 bulan yang lalu mereka bertunangan. Saat pertama kali menginjakan kakinya ke istana, dia sudah bertekat untuk menjalaninya dari awal, menganggap mereka baru bertemu, dan tidak mengenal satu sama lain.

Rasa rindu yang begitu hebat menyeruak dari dalam diri Jaejoong. Ingin sekali dia memeluk Yunho saat itu. Namun, dia ingat kalau dia berperan seperti belum pernah mengenal Yunho sebelumnya. Hatinya kecewa namun tidak ada yang bisa dia lakukan selain selalu berada di samping Yunho dan mendampinginya sebaik mungkin.

Yunho dingin kepadanya.

Yunho seperti menolak kehadirannya.

Sosok cantik itu merindukan Yunho yang selalu membuatnya merasa nyaman.

Yang dia dapat hanyalah Yunho yang dingin, seperti tidak ingin berada di dekatnya.

Dia hanya ingin Yunho yang dulu kembali, hanya itu.

Cincin yang diberikan Yunho kepadanya selalu setia teruntai indah di lehernya.

Dia menyembunyikannya agar Yunho tidak mengingatnya.

Namun, dia akan selalu mengingat hal manisnya dengan Yunho.

Akan selalu dan sabar menunggu sampai saat itu tiba.

Sampai dengan peristiwa Yunho memperkosanya.

Hatinya hancur.

Namun rasa cintanya kepada Yunho, tidak bisa membuat hatinya menyerah untuk mendapatkan cinta Yunho.

Dia selalu menatap kedua cincin itu setiap hari untuk menguatkannya.

Tetes demi tetes air matanya selalu mengenai kedua cincin itu.

Kedua tangan halusnya selalu mengenggam erat kedua cincin itu.

Dan bibirnya selalu melafalkan kata 'Aku mencintaimu' saat melihat cincin itu.

Dengan benih Yunho yang tumbuh di dalam tubuhnya, Jaejoong tidak merasa jijik karena ini anaknya dan anak Yunho walau Yunho memperkosanya.

Baru saja dia memikirkan nama anaknya kelak, benih itu gugur karena kecelakaan.

Lagi-lagi kecelakaan merengut semuanya.

Merengut senyum manis pada bibir cherrynya.

Merenggut tatapan hangat pada kedua mata doenya.

Hanya menyisakan bibir cherry pucat.

Menyisakan mata doe yang terus tertutup rapat.

Tidak ada senyum.

Tidak ada mata doe indah yang cantik.

Hanya ada bunyi EKG yang monoton, mengiringi setiap detik napas namja cantik itu.

.

Setelah 3 hari lamanya Yunho terbangun, 3 hari lamanya dia satu kamar dengan Jaejoong.

Selalu menunggu namja cantik itu terbangun dari tidurnya.

Berharap orang pertama yang dilihat dan disebut namanya adalah Yunho.

Namun, Yunho tidak tau pasti kapan itu terjadi.

Saat ini Jaejoong seperti tidak mau bangun dari tidur indahnya.

Mata doe itu terus menutup, seperti tidak ingin melihat kenyataan yang terjadi di depannya.

Namun Yunho tidak menyerah. Setiap harinya dia selalu mengajak istrinya itu berkomunikasi agar istrinya cepat bangun.

"Boo..," ucap Yunho sambil mengelus lembut kening istrinya itu. "Ayo bangun.."

"Lihat apa yang aku bawa? Aku membawakan banyak bunga lili putih segar. Aku ingat kamu sangat suka bunga itu Boo. Saat di Jepang, bunga pertama yang aku bawakan untukmu adalah bunga lili putih. Kim Umma yang memberitaukannya untukku. Aku ingat, saat aku memberikan bunga itu padamu, wajahmu tersipu malu dan terus mendekap bunga itu. Bahkan kamu sampai membeli vas berbentuk gajah untuk menaruh bunga itu hehehe."

"..."

"Boo... ," Yunho mengecup mata doe yang sedang tertutup.

"..."

"Kumohon... bangunlah Boo.. maafkan aku..."

"..."

"Boo..."

Ceklek

Pintu kamar Jaejoong terbuka, menampakkan Junsu yang datang sambil membawa bungkusan warna putih.

"Hyung, makanlah dulu," ucap Junsu sambil menaruh bungkusan itu di meja tamu. Dengan cekatan Junsu mengambil beberapa mangkok yang ada di dalam lemari dan menaruh sup asparagus, ikan tim, dan bibimbap ke dalam masing-masing mangkok.

"Ayo hyung makan," ucap Junsu sambil menyodorkan bibimbap ke depan hyungnya.

Yunho menurut, dia mengambil bibimbap itu dan berjalan menuju ke arah meja tamu.

"Kamu sudah makan?"

"Sudah hyung. Aku sudah makan tadi bersama Umma dan Appa. Umma dan Appa harus pulang untuk mengambil baju hyung dan Jaejoong hyung," jelas Junsu sambil tersenyum.

"Terima kasih Suie," ucap Yunho sambil mengacak pelan rambut Junsu.

"Hyung..."

"Hmm...?"

"Kapan Jaejoong hyung akan sadar?Aku kangen Jaejoong hyung..."

Trak

Yunho menaruh sumpitnya ke meja.

"Hyung juga tidak tau..."

Junsu terdiam, perlahan dia mengangkat wajahnya, menatap Yunho.

"Pasti Jae sadar. Pasti. Kita berusaha bersama. Ok Junsu?" ucap Yunho setelah melihat raut kecewa pada wajah Junsu.

Junsu menganggukkan kepalanya perlahan. Terus terang, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan agar hyungnya kembali menampakan mata doe yang indah itu.

Lama mereka terdiam sampai akhirnya terdengar bunyi suara ketukan pintu diiringi dengan terbukanya pintu warna putih kamar Jaejoong.

"Annyeong~" ucap kedua namja berpredikat cassanova itu sambil melongokkan kepalanya.

"Ah, hyung," ucap Junsu yang membungkukkan badannya dan mempersilahkan kedua hyung yang sudah cukup dekat dengannya belakangan ini untuk duduk di sebelah Yunho.

"Yo, hyung!" sapaan khas itu tentu milik Yoochun.

"Wah kamu sedang makan hyung?" ucap Changmin yang melihat semua makanan itu dengan mata berbibar, membuat Yunho terkekeh.

"Aish Changmin hyung hanya tau makanan saja," ucap Junsu santai lalu duduk di sebelah Yoochun.

"Ya Junsu! Kamu kenapa dekat-dekat denganku hm?" ucap Yoochun sambil menggoda Junsu, membuat Junsu mempoutkan bibirnya lucu lalu dia berjalan ke arah Jaejoong.

"Hyung, aku dijahili Yoochun hyung. Ayo hyung bangun dan hajar Yoochun hyung," ucap Junsu tanpa berniat melepaskan pout itu dari bibirnya.

Semua yang di sana tertawa ketika melihat namja berpantat bebek itu mengadu ke hyungnya.

Namun..

Hanyalah suara mesin EKG yang menjawab monoton, bukan Jaejoong hyungnya yang akan mengatakan sesuatu kepada Yoochun untuk membelanya.

Hening..

Yunho, Yoochun, dan Changmin juga menghentikan tawa mereka.

"Hiks.."

Lolos. Isakan itu akhirnya lolos dari mulut namja imut yang sedang berdiri di samping hyungnya.

Junsu menggenggam tangan pucat Jaejoong dengan tangan kirinya dan mengelus kening Jaejoong dengan tangan kanannya.

"Hyung... ayo bangun.. jangan buat aku kesepian lebih dari ini. Aku kangen hyung. Aku ingin hyung membuka mata hyung dan tersenyum padaku.. apakah itu permintaan yang sulit hyung? Aku janji pertandingan bulan depan aku akan menang dan akan aku berikan semua pialaku kepada hyung. Aku janji akan selalu membawakan hyung banyak eskrim vanila dan coklat. Aku juga akan membawa Jiji saat aku berkunjung ke istana.. Tapi hyung harus bangun.. hyung harus bangun.."

Semuanya terdiam.

Punggung tegap Junsu tampak bergetar.

Ketiga hyung yang sudah dianggap seperti hyungnya sendiri tidak tega melihat dirinya seperti itu.

Yoochun langsung bangkit berdiri dan berjalan ke arah Junsu.

"Suie.."

Yoochun mengelus surai Junsu dengan sayang, "Jae hyung pasti bangun secepatnya. Itu pasti."

"Benarkah?"

"Ne"

"Hyung tidak bohong kan?"

"Tidak"

"Hyung bohong.. Jaejoong hyung tidak bangun.. hyung bohong.. hiks"

"Tidak. Hyung mengatakan hal yang benar," ucap Yoochun yang menuntun tubuh Junsu ke dalam pelukannya.

"Hiks hyung.."

"Jaejoong hyung pasti akan bangun sebentar lagi. Kamu sabar ya..," ucap Yoochun sambil terus mengelus rambut Junsu.

"Huum..," ucap Junsu setelah skeitar 10 detik dia diam.

Yunho dan Changmin hanya saling berpandangan dan saling menepuk bahu satu sama lain. Saling menguatkan.

.

Tut Tut Tut

Suara monoton itu lagi yang terdengar.

Putra mahkota masih setia mendampingi istrinya yang masih tertidur. Ini sudah hari ke delapan semenjak peristiwa kecelakaan itu.

Hhhh

"Boo...," ucap Yunho sambil menaruh kepalanya di atas tangannya yang bertumpu.

"Boo..."

Tidakl ada sahutan.

Hhhh

Kembali suara itu terdengar.

Helaan napas berat sang putra mahkota kali ini menjadi lebih sering.

"Apakah aku harus menyerah Boo..?"

"Apakah aku—"

Ucapan Yunho terpotong saat melihat jemari istrinya bergerak perlahan.

"Boo, bangun Boo"

"mmh"

"Boo, ini aku, Yunnie. Bangun Boo"

"Uhhh"

"Boo, ayo bangun."

Kedua doe eyes itu akhirnya terbuka setelah sekian lama berada dalam tidur panjangnya.

"Yunh..." ucap Jaejoong perlahan.

"Boo.. iya ini aku Yunhomu."

"Yunhh.. uhh," ucap Jaejoong.

"Boo, suaramu kembali, suaramu kembali!" ucap Yunho senang sementara Jaejoong masih menyesuaikan pandangannya.

"Aku akan memanggil dokter, tunggu sebentar ne," ucap Yunho sambil berlari ke arah depan.

"Aku... Suaraku kembali...?" tanya Jaejoong kepada dirinya sendiri.

Jaejoong meraba lehernya.

Tidak terasa air mata mengalir dari mata doenya.

Jaejoong merasa senang, akhirnya dia bisa mengeluarkan suaranya kembali.

Jaejoong masih terus saja meraba lehernya.

Namun dia teringat satu hal.

Bayinya.

Bagaimana dengan bayinya?

Jaejoong meraba perutnya.

Umur kandungannya masih muda, tentu tidak bisa merasakan keberadaan kandungannya secara langsung.

Jaejoong terdiam.

'Apakah anakku masih ada?' batin Jaejoong.

Tak lama dokter datang bersama Yunho.

"Pangeran! Akhirnya," ucap dokter Kang, salah satu dokter kerajaan. Jaejoong hanya mengembangkan senyumannya.

Dokter langsung menyuruh Jaejoong merebahkan dirinya di atas ranjang.

"Coba pangeran mengucapkan 'Aaa'."

"Aaa"

"Hmm, berarti suara pangeran sudah kembali karena gumpalan darah di dalam kepalanya sudah diangkat semua. Ini kabar baik," ucap dokter Kang tersenyum senang.

"Terima kasih dok," ucap Yunho yang langsung menjabat tangan dokter Kang.

"Sudah tugas saya, putra mahkota."

"Terima kasih dokter," ucap Jaejoong yang mencoba duduk.

"Tapi dokter... apakah bayiku baik-baik saja?"

Deg

Itu adalah pertanyaan yang sangat dihindari dokter Kang dan Yunho.

Mereka tidak rela mengatakan kalau anak yang sedang Jaejoong kandung sudah gugur.

Mereka terdiam.

"Kenapa kalian diam? Apakah bayiku baik-baik saja?"

Kembali, tidak ada yang menjawab, bahkan Yunho sekalipun.

"Yun.. aku sedang mengandung. Bagaimana dengan anak kita? Maafkan aku tidak memberitaumu. Anak kita baik-baik saja kan?" tanya Jaejoong kembali.

"Boo..."

"Yun... anak kita baik-baik saja kan?"

"Boo... maafkan kami.."

"Apa maksudmu?"

"Boo..." Yunho mendekati namja cantiknya dan mengelus lembut kepala Jaejoong.

"Yun.. bayi-"

"Ssst Jae... baby kita sekarang sudah tenang."

"Tenang?"

"Ne Boo.. bayi kita sudah tenang di surga.." ucap Yunho yang mencium kening Jaejoong lembut.

"Surga..?"

"Ne sayang..."

"Sur..ga... bayi kita... di surga..?"

"Iya sayang..."

Diam, mereka semua terdiam.

"Jadi.. bayiku sudah meninggal..?"

"Bayi kita Boo.."

"Tidak... Tidak Yun... Bayiku tidak meninggal."

"Tapi Boo..."

"Tidak.. Tidak! Bayiku di sini! Di dalam perutku! Tidak!"

"Boo.. relakan Boo"

"Tidak Yun! Bayiku di dalam perutku!"

Dokter Kang memanggil suster untuk mengambilkan obat penenang apabila keadaan semakin parah.

Jaejoong meronta di dalam pelukan Yunho, namun Yunho terus mendekapnya.

"Yun! Tidak! Kembalikan bayiku! Kembalikan!"

Yunho tidak bergeming. Dia terus mendekap Jaejoong.

"Putra mahkota," ucap dokter Kang. Dia hendak memberikan obat bius kepada Jaejoong tapi Yunho menggelengkan kepalanya, menolak hal itu.

"Joongie.. Boo.. tenanglah," ucap Yunho sambil membisikkan kata-kata itu di telinga Jaejoong namun Jaejoong tidak terlihat akan tenang.

"Aku tidak butuh suara ini Yun.. aku butuh bayiku.. aku butuh bayiku!" ucap Jaejoong yang langsung mengambil gunting yang ada di sebelahnya dan hampir ingin menancapkannya di lehernya.

"Pangeran/Putra Mahkota!"

Greb

Yunho yang cukup kaget melihat tindakan Jaejoong dengan sigap dapat menahan gunting itu dengan tangannya.

Darah merembes dari tangan Yunho karena dia menggenggam erat gunting itu tanpa berniat mau melepasnya.

Melihat rembesan darah Yunho, Jaejoong yang sebelumnya meronta ingin gunting itu dilepaskan dari tangan Yunho, langsung terdiam.

Dengan perlahan dia menggenggam tangan Yunho dan berniat membuka tangan yang terkepal itu namun Yunho menarik tangannya, takut-takut Jaejoong mengambil gunting itu lagi.

Yunho langsung meletakan gunting itu di meja.

Dokter Kang berniat mengobati tangan Yunho namun tangan Yunho keburu digenggam oleh Jaejoong.

Jaejoong menarik paksa infus yang tertancap di tangannya karena membuatnya sulit bergerak saat ingin mendekati Yunho. Sedikit darah keluar dari tangannya.

"Boo, jangan lepaskan infusmu," ucap Yunho yang kemudian mengambil infus Jaejoong namun Jaejoong masih menggenggam tangan Yunho.

"Ssst, kita bersihkan dulu lukamu. Dokter, suster, saya minta alkohol, peerban yang sudah digunting, perekat, obat luka luar, dan kapas."

"Baik pangeran," dokter Kang dan kedua suster langsung mengambil peralatan yang Jaejoong minta di lemari obat dekat ranjang Jaejoong dan menyerahkannya kepada Jaejoong.

"Mianhae Yang Mulia.. Mianhae..." Jaejoong mengambil kapas dari salah satu suster, menyelupkannya ke dalam alkohol,dan mulai membersihkan luka Yunho.

Jaejoong meniup-niup luka Yunho dan terus membersihkan darah Yunho dengan lembut.

Yunho hanya memperhatikan apa yang Jaejoong lakukan dan merasa senang karena istrinya begitu perhatian padanya.

"Apakah sakit?" tanya Jaejoong yang menghentikan lamunan Yunho.

"Tidak, auww," ucap Yunho sambil sedikit meringis.

Jaejoong langsung memberikan obat luka luar ke luka Jaejoong karena ternyata luka Yunho tidak dalam.

Jaejoong meniup-niup obat yang ada di telapak tangan Yunho dan langsung memerban tangan Yunho.

"Beres," ucap Jaejoong sambil tersenyum.

"Senyum itu yang aku ingin lihat darimu, Boo..," ucap Yunho.

Perlahan dokter dan suster keluar dari kamar Jaejoong. Mereka tau putra mahkota dan pangerannya ingin memiliki waktu mereka berdua.

Sepeninggal dokter dan suster, kedua sejoli itu saling bertatapan.

"Boo, aku ingat semuanya," ucap Yunho dan sukses membuat Jaejoong terkejut.

"Benarkah? Kamu ingat aku?" ucap Jaejoong tidak percaya. Air mata Jaejoong lolos begitu saja, menuruni pipi Jaejoong. Yunho menyeka air mata itu dan mengecup kedua bola mata Jaejoong. Yunho tau Jaejoongnya sedang senang saat ini.

"Huum, aku ingat janji kita berdua untuk melihat bunga sakura berdua saja. Namun, cincinku hilang," ucap Yunho lirih.

Jaejoong langsung meraba lehernya, kalung platina sebagai penggantung cincinnya dan cincin Yunho masih setia berada di sana.

"Ini Yun. Aku selalu menyimpannya...," ucap Jaejoong sambil menunjukan cincinnya dan cincin Yunho.

Jaejoong langsung memasukkan cincin Yunho ke jari manis tangan kanan Yunho dan Jaejoong juga melakukan hal yang sama untuk cincinnya.

Sekarang mereka sudah kembali bersama. Yunho menautkan jemari mereka. Telapak tangan kanannya yang terluka tidak menghalanginya.

Perlahan Yunho mendekatkan wajahnya dengan wajah Jaejoong, mengeleminasi jarak di antara mereka.

Bibir hati itu kemudian mengecup bibir cherry yang ada di depannya dan melumatnya pelan.

Jaejoong menutup matanya, merasakan sentuhan lembut dari suami yang dirindukannya itu.

Ngghh

Desahan Jaejoong keluar saat Yunho menggigit bibir bawah Jaejoong.

Lidah Ynho langsung masuk ke dalam mulut Jaejoong saat mulut Jaejoong terbuka.

Mereka berciuman cukup lama.

Lumatan, tautan lidah , lelehan saliva, semuanya menjadi satu.

Namun itulah bukti cinta mereka.

Jaejoong meminta Yunho melepaskan ciuman mereka, membuat Yunho sedikit kecewa dan mempoutkan bibirnya saat mereka selesai menautkan bibir mereka.

Jaejoong terkekeh melihat tingkah Yunho.

Yunho lamanya sudah kembali.

Namun, seperti apapun Yunho, dia tetap mencintai Yunho dan tidak akan meninggalkan Yunho.

Cup

Jaejoong mengecup bibir Yunho sekilas.

"Lucunya hehehe," kekeh Jaejoong.

Sepertinya perasaan Jaejoong sudah lebih baik.

"Boo.. Aku tau ini berat untukmu saat kehilangan bayi kita.. Tapi, aku mohon jangan melakukan hal-hal yang akan menyakitimu dan melukaimu. Kita relakan bayi kita Boo. Kita harus merelakannya.. dengan menangis, meraung, malukai dirimu, tidak akan membuat bayi kita kembali, Boo.. Aku minta maaf karena saat kamu menyelamatkanku, kita harus merelakan bayi kita.."

Jaejoong terdiam saat Yunho berbicara sambil mengelus surai hitamnya.

"Anio Yun.. ini bukan salahmu.. ini salahku. Aku tidak bisa menjaga anak kita.."

"Ssst sudah sayang.."

Mata doenya selalu melihat ke mata musang Yunho. Dia bisa merasakan kelembutan dari Yunho.

"Tapi Yun.."

Yunho mengecup sekilas bibir Jaejoong.

"Sudah.. jangan salahkan dirimu sayang..," Yunho mengecup pipi Jaejoong.

Jaejoong menganggukkan kepalanya. Benar juga kata Yunho, dengan menangis, marah, meraung, melukai diri sendiri juga tidak akan membawa bayi mereka kembali padanya.

"Umm Yun... kita sudah kembali.. tapi sepertinya permaisuri tidak suka denganku.."

"Diamkan saja permaisuri.. walaupun dia Omoni angkatku, namun bukan berarti dia bisa mengaturku lebih dari Omonim dan Aboji kita."

"Omoni angkat?"

"Iya.. dulu aku diangkat anak oleh permaisuri karena permaisuri tidak bisa mengandung anak karena rahimnya lemah. Saat itu Aboji angkatku juga mengidap penyakit, jadi mereka memutuskan untuk mengangkatku sebagai anak mereka dan otomatis menjadi putra mahkota saat Aboji angkatku meninggal. Namun keputusan tertinggi kembali ke Ibu Suri. Ibu Suri mengangkat Aboji kandungku menjadi raja dan aku tetap putra mahkota. Saat diangkat anak itulah, aku susah bertemu dengan keluarga kandungku dan bebas. Aku merasa tidak nyaman. Tapi sekarang semuanya sudah kembali. Kamu tenang saja Boo," ucap Yunho mengecup kening Jaejoong dengan sayang.

"Arraseo...," ucap Jaejoong yang membalas dengan mengecup pipi Jaejoong.

Yunho dan Jaejoong terdiam, menautkan jari mereka.

"Boo, Boo ingin anak lagi?" bisik Yunho sambil sedikit menjilat daun telinga Jaejoong. Yunho tau telinga adalah kelemahan Jaejoong.

"Nghh," desah Jaejoong tidak nyaman. Bukannya berhenti, Yunho malah meneruskannya dan mengembangkan smirknya.

"Uh Yun! Nappeun!" ucap Jaejoong sambil memukul pundak Yunho.

"Ah pundakku patah!"

"Huh berlebihan"

"Boo~ ayo~"

"Tidak, Jung Yunho! Tunggu, lagipula apa itu 'Boo'? Jangan seenaknya mengganti namaku."

"Tidak apa-apa kan sayang~"

"Ya! Yunnie!"

Lengkingan suara Jaejoong kini terdengar.

Suaranya kembali.

Cintanya kembali.

Kenangannya kembali.

Dan ternyata mertua dan orang tuanya juga kembali ke rumah sakit (?), menyaksikkan kedua sejoli itu bermesraan di kamar inap.

"Dasar anak muda," ucap Mr. Kim melihat kedua anaknya bermesraan.

"Kita dulu juga begitu," ucap Mr. Jung sambil melirik Mrs. Jung dan mengembangkan smirknya.

"Yuk, kita juga," ucap Mr. Kim yang langsung menggendong Mrs. Kim ala bridal style.

"Biarkan mereka bermesraan~ mereka masih muda," ucap Mrs. Jung.

Niatnya mereka ingin masuk karena mereka senang sekali begitu tau Jaejoong sadar, namun mereka tau, Yunho dan Jaejoong lebih membutuhkan itu.

.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

.

TBC

Hallo readers~ maafkan saya karena terlambat update

Bagaimana kabar kalian? Baik-baik saja kan? ^^

Terima kasih bagi readers yang sudah baca, review, fav, follow, support, menunggu ff ini ^^ selamat datang dan salam kenal para readers baru ^^ review, support, dan doa dari kalian benar-benar bahan bakar untuk saya ^^ terima kasih *bow* ^^

Maaf kalau banyak typo di mana-mana hehehe saya tidak mengeditnya lagi hehehe ^^"a

Survivor sudah update kemarin dan seperti yang saya sampaikan di Survivor, saya tidak bisa menjanjikan kepastian kapan lagi saya akan update tapi akan saya usahakan secepatnya ^^

Untuk update teaser, pasti akan saya update di twitter ( jejehan) dan fb saya (Jejehan Jeje) heheehe ^^

Semoga kalian tidak kecewa dengan ff ini karena sebentar lagi ff ini akan selesai. Maaf Yoochun, Changmin, dan Junsu di sini hanya Cameo hehehe ^^"a

Oh ya soal NC... aduh saya tidak ahli wkwkkwkw XD saya masih mikir-mikir nih XD

Untuk ff selanjutnya, genre apa yang kalian inginkan? Misteri? Fantasi? Hurt/Comfort? Angst? Kalau boleh saya meminta pendapat kalian ^^

Baiklah, mari kita lanjut ke Q & A ^^ Terima kasih readers ^^ *bow*

Q&A:

Q: Apakah Yunho akan menderita juga?

A: Wah jangan.. nanti kayak sinetron gak selesai-selesai XD

Q: Kapan Jaejoong sadar? Apa dia bisa ngomong lagi?

A: Di chapter ini terjawab ^^

Q: Apa arti Wasurenaide?

A: Artinya Don't forget me ^^ ini saya ambil dari judul lagu TVXQ/DBSK/THSK berjudul Wasurenaide ^^

Q: Rahim Jaejoong gak diangkat kan?

A: Jangan dong XD

Q: Apakah FF akan happy ending?

A: Tentu ^^

Special thanks:

Huang Zi Lien , Velvet Shin , cindyshim07 , exindira , Jung Eunhee, gdtop , teukiangle , yunjae q, rinayunjaerina, Dhea Kim , Park Seuri, mynamedhiendha, Vic89 , ChwangKyuh EviLBerry, rizkyamel63 , HunHanCherry1220 , misschokyulate2 , bearnya jung , Jung Jaehyun , wennycassiopeia, YunHolic , Galaxy YunJae , meyy-chaan , Clein cassie, Ai Rin Lee , Boo Bear Love Chwang, nidayjshero , yolyol, sycarp, Dewi15 , dhian930715ELF , hye jin park, iche. cassiopeiajaejoong , mei. azzahra1 , ShinJiWoo920202, kalsowoon , vianashim , akiramia44, JungJaema , Byunchannie26 , alwaysyunjae, jungmarry, Kim Eun Seob , ichigo song , Kim Eun Seob , CuteCat88, choi im lezitia , Kim WonKyu, ShadowCrush , Dennis Park, elfinexoplanet , ilma, lipminnie , meybi, wu zi fan, jaena, Guest 1, zyln, YUnjae Heart, yla , Ami Yuzu , Guest 2, YeyeWooKIM97 , YunJae24, tarraaaaa, AinnayaYJ , AinnayaYJ , JungKimCaca, Guest 3, yeyewookim97 , amour-chan , aiska, kc, sityimahcahsikl, , collitha, CuteEvil300799, Yewook Turtle , Fetty818

Thank you all ^^ *bow* ^^