-Ruang kesehatan taman bermain-

"Dia hanya kelelahan saja."

"Ah.. Terima kasih." Ucap Sasuke kepada tim medis yang telah selesai memeriksa Sakura.

"Sakura!"

"Sialan.. Kau mengagetkanku dobe. Masuklah dengan normal." Ucap Sasuke yang terkejut saat Naruto masuk dengan mendobrak masuk.

"Dia baik-baik saja?"

"Dia hanya kelelahan."

"Apa yang terjadi?" tanya Naruto mencari tau.

"Tiba-tiba saja dia mimisan dan pingsan." Terang Shikamaru yang juga melihat kejadian itu.

"Eng.."

"Idiot.. Kalau kau lelah harusnya kau beristirahat dan tidak memaksakan dirimu. Lihat apa yang terjadi." Bentak Naruto selembut mungkin tidak ingin membuat Skaura ketakutan mengingat Sakura akan terdiam memucat dan ketakutan setiap kali ia membentak dan memarahi gadis itu.

"Sudahlah.. Ayo kita pulang. Lagipula Sakura butuh istirahat." Ucap Sasuke berusaha menyelamatkan Sakura.

"Ya.. Lagipula taman bermain akan segera ditutupkan." Ucap Shikamaru menata jam tangannya.

"Baiklah.. Ayo." Ucap Sakura bangkit dari tidurnya dan langsung oleng.

"That's it.. Ayo.. Kau akan istirahat total malam ini." Ucap Naruto menggendong Sakura bridal style menuju mobilnya.

-Diperjalanan pulang-

"Kenapa kau tidak bilang?" tanya Naruto mulai mengintrogasi Sakura yang hanya bisa diam.

"Aku.. Tidak ingin menyusahkanmu.. Lagipula aku masih ingin bermain bersama kalian." Ucap Sakura parau menahan tangis ketakutan.

"Tapi itu bukan alasan untuk tidak jujurkan." Ucap Naruto masih tidak setuju.

"Maaf.." Sakura benar-benar ketakutan. Tanpa sadar air matanya mengalir. Entah mengapa setiap kali nada bicara Naruto meninggi ia akan merasa ketakutan.

"Jangan menangis.. Please.." ucap Naruto menatap Sakura saat mereka berhenti didepan lampu merah.

"Maaf." Ucap Sakura buru-buru menghapus air matanya.

"Jangan diusap kasar begitu," Naruto segera mengusap lembut air mata yang mengalir dari mata Sakura.

"I.. Iya.."

"Hah.. Ini.. Sudah jangan menangis.. Aku minta maaf." Ucap Naruto memberikan gulali unicorn yang ia beli tadi.

"A.. Arigatou." Ucap Sakura senang.

"Dasar bocah." Ucap Narutp mengusap pelan rambut Sakura sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

"Kau seharusnya tidak perlu menggendongku seperti tadi. Orang-orang jadi melihat." Ucap Sakura malu saat sudah berada diruang tengah apartementnya.

"Memangnya kenapa. Sudahlah. Aku pulang dulu. Kau istirahatlah." Ucap Naruto bangkit dari duduknya.

"Ti,.. Tidak bisakah kau disini saja?" tanya Sakura menunduk.

"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Naruto curiga.

"Bu.. Bukan apa-apa.."

"Sakura jujurlah.. Adaapa?" tanya Naruto semakin curiga.

DING DONG

"Bi.. Biar aku saja yang buka." Ucap Sakura buru-buru berdiri.

"Baiklah. Aku pinjam toiletmu." Naruto bangkit dari duduknya dan segera menuju kamar mandi. Ia butuh mendinginkan kepalanya. Sakura jelas menyimpan sesuatu darinya.

"Si.. A.. Ke.. Kenapa kau masih kemari?"

"Ayolah.. Kita sudah lama tidak bertemukan.. Apa begitu caramu menyambut tamu."

"Tu.. Tunggu apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" bentak Skaura saat pria dihadapannya tiba-tiba saja mencengkram tanganya erat sedangkan tangannya yang lain menarik pinggul Sakura mendekatkan tubuh mereka.

"Aromamu masih sama ya.." pria itu memojokkan tubuh Ssakura ketembik membuatnya tidak dapat berbuat banyak.

"U.. Ugh.." Sakura seakan kehilangan kendali atas tubuhnya saat pria itu mulai menciumi lehernya diikuti sentuhan-sentuhan ditubuhnya.

BUAK

"Kau pikir apa yang kau lakukan pada Sakura?"

"Na.. Naruto." Ucap Sakura yang sudah merosot jatuh terduduk.

"Kau pikir kau siapa beraninya kau memukuli pemilik apartement.

"Jadi kau alasan Sakura jadi ketakutan saat berada diapartement." Ucap Naruto yang akhirnya mengerti kenapa Sakura selalu datang kerumahnya pagi-pagi sekali dan bahkan menginap saat kedua orang tuanya berada dirumah.

"Memangnya kenapa?"

"Dasar bajingan rendah." Naruto yang kehilangan kesabarannya akhirnya melayangkan tinjunya tanpa ampun.

"Na.. Naruto sudah.. hentikan.. Aku mohon hentikan!" pinta Sakura memeluk tubuh Naruto dari belakang.

"Pergi kau dari sini." Ucap Naruto melempar tubuh pria itu keluar dari apartement Sakura dan segera mengunci pintu apartement Sakura.

"Maafkan aku maafkan aku.." ucap Sakura sambil bergetar hebat.

"Kemarilah.. Ini semua bukan salahmu ok.. Maafkan aku yang tidak segera mengerti tanda yang kamu berikan padaku beberapa waktu yang lalu." Ucap Naruto memeluk gadis itu erat.

"Aku minta maaf."

"Sudahlah.. Ayo aku antar kekamarmu. Kau butuh istirahat." Ucap Naruto mengandeng tangan gadisnya menuju kamarnya. Menemani gadis itu hingga terlelap.

"..."

"Sakura aku harus pulang.. Besok aku kesini lagi." Ucap Naruto menatap wajah tertidur Sakura.

"..."

"Sakura.. Ada apa? Aku pikir kau sudah tidur." Ucap Naruto yang sadar bajunya ditarik Sakura tiba-tiba saat ia akan beranjak pergi.

"Aku mohon malam ini saja temani aku." Ucap Sakura memohon.

"Hah... Baiklah.. Aku akan tidur disofa didepan." Ucap Naruto mengalah.

"Di.. Disini saja.. Aku mohon." Pinta Sakura lagi.

"Tapi Sakura.."

"Aku mohon."

"Hah.. Baiklah." Naruto akhirnya mengalah dan merebahkan dirinya disamping Sakura. Memeluk gadis itu erat. Membuatnya merasa nyaman dan tenang.

-Paginya-

"Hngg.. Urgh.." Naruto terbangun dari tidurnya menyadari ada yang menimpa tangannya.

"Hng.."

"Apa aku membangunkanmu?" tanya Naruto menatap pemilik manik emerald yang berada disampingnya itu.

"Tidak.. Sebenarnya aku sudah bangun dari tadi.. Tapi.. Yaa.."

"Hah.. Tunggu dulu... Ah?! Sial.. Aku terlambat." Naruto yang menyadari dirinya terlambat kekantor saat melihat jam dikamar Sakura segera bangun.

"Bersiaplah.. Aku akan siapkan sarapan." Ucap Sakura bangkit dari kasurnya. Membiarkan Naruto menggunakan kamar mandinya. Tidak butuh waktu lama bagi Sakura untuk membuat sarapan dan bersiap untuk juga berangkat kekantor.

"Wait.. Kenapa kau sesantai ini Sakura?" tanya Naruto curiga saat mereka menyantap sarapan.

"Buat apa terburu-buru."

"Buat apa? Ini sudah jam de..."

"Yang kau lihat itu jam dikamarkukan? Jam itu aku cepatkan 1 jam." Ucap Sakura santai sendangkan Naruto hanya bisa menghela nafas tidak percaya.

"Ayo berangkat." Ucap Sakura merapikan meja makan dan menarik Naruto pergi.

"Nanti saat pulang aku akan menjemputmu." Ucap Naruto saat mereka sudah sampai di kantor tempat Sakura bekerja.

"Terima kasih. Ah.. Tapi jangan lupa hari ini kita ada jadwal fitting baju." Ucap Sakura mengingatkan.

"Ya.. Aku tau. Sepertinya Haruno Corps semakin berkembang saja." Ucap Naruto menatap gedung tinggi itu.

"Aku harus melanjutkan kerja keras tou-san dan onii-chan." Ucap Sakura tersenyum lembut. Memang semenjak kejadian itu Sakura langsung mengambil alih perusahaan.

"Kau memang hebat." Puji Naruto.

"Baiklah.. Pergilah.. Kau bisa terlambat bapak Direktur." Ucap Sakura santai.

"Aku tau. Ah Sakura."

"Hmm? Apa lagi?"

"Mulai hari ini kau tidak usah kembali keapartement itu."

"Hah? Apa maksudmu? Kalau begitu aku akan tinggal dimana?"

"Tenanglah aku sudah mengatur semuanya." Ucap Naruto kemudian beranjak pergi setelah mendapat anggukan singkat dari Sakura.

-Skip time-

"Naruto... Ini.. Kau bercanda?" tanya Sakura tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Moil yang dikendarai Naruto berhenti didepan sebuah rumah mewah.

"Bercanda?" tanya Naruto tidak mengerti dan dapat mengolah dengan baik maksud Skaura karena badanya terasa sangat lelah mengingat hari ini dia sibuk rapat dan mencoba berbagai macam pakaian.

"Inikan rumahmu.. Kenapa kita kesini?" tanya Sakura bingung. Naruto memang sudah 1 tahun lebih tidak lagi tinggal dengan orang tuanya.

"Mulai sekarang kau tinggal disini bersamaku." Ucap Naruto Santai. Mengandeng tangan Sakura masuk ke rumah megah itu.

"Kau bercanda?"

"Bercanda apa? Kita ini sebentar lagi menikah. Lalu dimana letak kesalahannya?" tanya Naruto bingung.

"Tapi ini.."

"Kalau yang kau khawatirkan soal kamar. Aku bisa tidur dikamar tamu kalau itu bisa membuatmu lebih tenang." Ucap Naruto santai.

"Tidak bukan itu maksudku."

"Lalu?"

"Bagaimana dengan orang tuamu. Mereka tidak akan dengan gampang setuju."

"Yang kita bicarakan disini orang tuaku. Kaa-chan sangat senang mendengar kau akan tinggal disini bersamaku mulai sekarang. Kau lupa dia sangat menyanyangimu terlebih mengingat aku anak tunggal dan kaa-chan sangat meginginkan anak perempuan." Terang Naruto.

"Ba.. Baiklah.."

"Ah.. Semua barang-barangmu sudah aku pindahkan semua kesini. Dan aku juga tidak lupa memberikan sedikit hadiah untuk pemilik apartementmu yang dulu" Ucap Naruto lagi dengan senyum menyeramkannya.

"A.. Apa maksudnya itu." Ucap Sakura bingung.

TBC