Tittle : My Queen

Author : Lee Jin 'Eh

Genre : Romance Humor Garing

Rating : M

Main Cast :

-Kim Yesung

-Cho Kyuhyun

Other Cast : tentu'in sendiri yang penting ada kan.

Pairing : Kyusung Must Kyusung

Disclaimer : All cast belong to GOD, them self and KyuSung belong to Me brak bug gedebuk prang trang #Jinie dihajar Clouds n Sparkyu#

WARNING : This Yaoi N Kyusung Fanfic,Boys Love,Shounen Ai atau apalah itu pokoknya this YAOI..MPREG..cerita mbingungin bikin pusing tujuh keliling mual muntah-muntah typos merajarela kemana-mana..

SUMMARY : Kali ini aku kasih summary #tumben lu thor,... Aku akan bercerita tentang sebuah masa dimana pada masa itulah hubungan sesama jenis di Korea Selatan baru diakui dan dianggap normal. Dan karena masa itulah dimana seorang namja yang memiliki rahim dalam tubuhnya dikatakan sebagai keturunan dari Yang Mulia Ratu Cho. Wanna read this?

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

.

Jangan lupa review yah... belum baca juga udah ditagih.. author buruk nih.. -_-

.

.

.

.

Udah pokoknya kalau udah selesai jangan lupa review yah...nih kupersembahkan buat KyuSung Shipper...

.

.

.

.

.

Dont Like Dont Read...

.

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

Sore harinya setelah pernikahan Raja Cho dengan Selir Song.

.

.

.

"Yang Mulia." Panggil Yesung lirih pada Kyuhyun yang sedang duduk di hadapannya.

"Se-selamat atas pernikahan anda Yang Mulia." Ucap Yesung lirih sambil berusaha tersenyum.

"Kenapa kau tampak tidak bahagia atas pernikahanku, Ratu Cho?." Tanya Kyuhyun dengan nada datar dan menatap tajam Ratu Cho.

"Bagaimana saya bisa bahagia Yang Mulia? Jika suami saya menikah tanpa meminta restu saya." Bisik Yesung lirih sambil menundukkan kepalanya, menyembunyikan linangan air mata yang mengalir di pipinya.

"Jadi, kau tidak terima dengan pernikahanku, begitu?." Ucap Kyuhyun dingin sambil menggebrak meja.

'Maaf, maafkan aku Yesung-ah. maafkan suami lemahmu ini.' Batin Kyuhyun sambil menangis dalam hati. Sungguh ia tidak kuat melakukan ini pada Ratu tercintanya.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu disaat yang sama di Pavillium Selir Song.

"Hentikan ini semua Song Qian. Kau tidak bisa melakukan ini pada Yang Mulia." Ucap Selir Im sambil memandang tajam adik sepupunya.

"Ah, Eonnieku sayang. Bagaimana kabarmu? Mau minum sedikit bersamaku, setidaknya untuk merayakan adikmu ini yang telah menjadi Selir Song." Balas Selir Song santai sambil mengangkat gelas berisi sake kearah Selir Im.

"Dasar manusia biadab. Berani sekali kau mengancam Yang Mulia untuk menikahimu dan sekarang kau ingin menggantikan posisi Ratu Cho. Dimana hatimu Song Qian?." Bentak Selir Im kasar sambil menampik gelas yang diangkat Selir Song hingga pecah menabrak tempok.

Memang benar apa yang dikatakan Selir Im, selama ini Selir Song terus mengancam Kyuhyun untuk menikahinya karena jika tidak rahasia Yesung yang seorang namja akan ia sebarkan dan itu sangat berbahaya bagi keselamatan Yesung.

Sikap dingin Kyuhyun pun sudah ia atur, agar lebih mudah bagi Selir Song untuk masuk ke dalam lingkungan Kerajaan Seoul dan menyingkirkan Yesung. Darimana ia tahu jika Yesung adalah namja? Sebenarnya Selir Song mengenal 'baik' keluarga Yesung hingga ia tahu jika Yesung adalah seorang namja. Dan asal kalian tahu, ayah Selir Song sendirilah yang memfitnah keluarga Yesung.

"Dengar kau manusia sok suci. Aku tidak akan membiarkanmu merusak rencanaku. Jika kau berani melakukannya aku akan memastikan kau mati ditanganku. Camkan itu." Desis Selir Song tajam sambil mencengkram hanbok bagian depan Selir Im.

"Aku tidak akan membiarkanmu melukai Ratu Cho. Aku akan melindungi Ratu Cho semampuku." Balas Selir Im lalu menyentakkan tangan Selir Song.

"Tenang saja, Ratu bodoh itu pasti akan bunuh diri tidak lama lagi." Balas Selir Song sambil menyeringai sadis.

"Kau akan menyesal telah melakukan ini." Itulah kalimat terakhir yang diucapkan Selir Im sebelum ia memutuskan untuk keluar dari Pavillium Selir Song.

.

.

.

.

.

.

.

Kembali ke Pavillium Raja.

.

.

"Ya-yang Mulia. Bukan begitu maksud saya, hanya saja apa anda sudah tidak membutuhkan saya lagi? Setelah apa yang kita lalui." Ucap Yesung penuh nada perih sambil memandang sendu Kyuhyun.

"Tentu saja Yang Mulia tidak bahagia menikah dengan NAMJA sepertimu." Ucap Selir Song yang baru saja masuk dan menekankan kata 'namja'.

Mulai terdengar bisik-bisik pengawal yang mengawal di depan kamar Raja tentang status Yesung sebenarnya. Hal ini tentu membuat Yesung malu sekaligus terluka.

"Kau. Tutup mulutmu itu Selir Song. Dan bagaimana bisa kau masuk ke kamar Raja?." Ucap Kyuhyun dingin sambil memandang tajam Selir Song.

"Untuk apa ditutupi lagi. Dia kan memang namja Yang Mulia. Dan seharusnya ia sudah tidak ada di Kerajaan Seoul lagi, anda sudah mendapatkan Putra Mahkota, atau jika ia ingin pergi bersama Putra Mahkota saya bisa melahirkan Putra Mahkota yang baru." Balas Selir Song sambil menatap remeh Ratu Cho.

Sedangkan Yesung sendiri hanya menundukkan kepalanya, air matanya semakin mengalir deras. Rahasia yang ia jaga dengan erat kini terbongkar sudah. Hanya menunggu waktu hingga ia didepak keluar dari Kerajaan Seoul.

"Ra-ratuku." Panggil Kyuhyun khawatir sambil berjalan kearah Yesung.

Namun terhenti karena Selir Song menarik kasar tangannya.

"Anda tidak perlu menghiburnya Yang Mulia, ia sudah pantas mendapatkannya." Desis Selir Song penuh kebencian sambil memandang tajam Yesung.

"Jaga ucapanmu Selir Song, tidak seharusnya seorang Selir berkata sedemikian kasarnya pada seorang Ratu." Ucap Kyuhyun marah lalu menyentakkan tangan Selir Song.

"Oh, jadi ini maumu. Kau mau aku menyebarkan keseluruh rakyat Seoul bahwa Ratu yang mereka puja tak lebih dari seorang namja dan Raja mereka adalah penyuka sesama jenis. Begitu?." Balas Selir Song penuh emosi sambil memandang tajam Kyuhyun yang sudah beralih di samping Yesung dan memeluk Yesung erat.

"Ya-yang Mulia." Panggil Yesung takut sambil membalas pelukan Kyuhyun.

"Dimana sopan santunmu? Aku seorang raja tak seharusnya kau berkata seperti itu." Ucap Kyuhyun mencoba mengendalikan emosinya.

Ia benar-benar ingin membunuh yeoja sialan yang sudah mengacaukan rumah tangganya.

"Sopan santun? Seharusnya aku bertanya dimana sikap manismu padaku dan kenapa kau malah membela Ratu sialan itu?." Bentak Selir Song sambil menunjuk Yesung yang menangis di pelukan Kyuhyun.

"Untuk apa aku bersikap manis lagi di hadapanmu jika kau sudah mengingkari janjimu, Selir Song. Kau berjanji akan menutupi rahasia ini jika aku bersikap manis padamu dan bersikap dingin pada Yesung. Tapi apa yang kau lakukan, kau membongkar semuanya." Jelas Kyuhyun dengan nada dingin sambil memandang datar Selir Song.

"Apa? Sialan aku terlalu gegabah." Bisik Selir Song pelan saat menyadari kebodohannya yang takut semua rencana yang ia susun akan gagal saat melihat Ratu Cho berada di dekat Raja Cho.

Dan sekarang rencananya benar-benar hancur berantakan, ia harus menyiapkan rencana baru secepatnya. Dengan itu Selir Song berlari keluar kamar Raja setelah memandang tajam Raja dan Ratu Cho.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sepeninggalan Selir Song, keadaan kamar Raja sangat hening tanpa ada suara. Sungguh berbeda dari beberapa saat yang lalu saat mereka masih beradu mulut dengan Selir Song.

"Ratuku. Maafkan aku." Bisik Kyuhyun lirih, memecah keheningan yang mewarnai kamar mereka.

Yesung sendiri hanya diam saat Kyuhyun menuntunnya duduk di atas kasur mereka. Kyuhyun sendiri duduk di hadapan Yesung dan memegang tangan Yesung. Mencoba menarik perhatian Yesung yang masih enggan menatapnya.

"Aku tahu banyak hal yang tidak kau mengerti. Semua hal terjadi begitu saja dan sangat rumit untuk dijelaskan. Tapi aku akan menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi padamu." Lanjut Kyuhyun sambil menatap teduh Yesung yang mulai melirik kearahnya.

"Semua berawal saat kau dinyatakan tidak bisa hamil lagi." Mulai Kyuhyun sembari menerawang pada saat ia menerima berita yang cukup membuatnya kecewa.

"Berita itu menyebar ke seluruh penghuni Kerajaan Seoul, hingga Selir Song mendengarnya melalui Perdana Menteri Sung yang merupakan kawan lama mendiang ayah Selir Song."

Isi surat Selir Song.

Kepada Yang Mulia Raja Cho.

Saya sudah mendengar tentang berita luruhnya rahim Ratu Cho. Sungguh berita yang mengecewakan Yang Mulia. Tapi kurasa itu hal yang wajar karena namja yang bisa hamil adalah keajaiban yang pastinya terjadi hanya sekali, jadi tak usah sesedih itu.

Tenang saja, saya tidak akan memberitahukan rahasia tentang Ratu Cho, dengan satu syarat. Bersikaplah dingin pada Ratu Cho dan sambutlah saya dengan hangat sebagai salah satu Selir anda, Yang Mulia.

Kuharap anda mempertimbangkan penawaran saya dengan baik. Saya tunggu balasan anda tiga hari dari sekarang.

Song Qian.

"Begitulah isi suratnya, tiga hari bukan waktu singkat untuk memikirkan semua hal itu. Dan aku menyetujuinya, demi melindungimu. Maafkan aku telah bersikap dingin padamu, maafkan aku telah menikahi Selir Song tanpa izinmu, maafkan aku atas segala kebodohanku. Ratuku." Tutup Kyuhyun tanpa sadar telah meneteskan air mata.

"Saya bukan Sang Langit yang bisa memaafkan setiap orang seburuk apapun kesalahannya, saya hanya manusia biasa Yang Mulia. Tapi bukan berarti saya tidak bisa mencoba memaafkan suami saya yang paling saya cintai." Ucap Yesung sambil menghapus air mata Kyuhyun dan tersenyum manis pada suaminya itu.

"Jadi, kau memaafkanku Ratuku?." Tanya Kyuhyun tanpa bisa menyembunyikan nada bahagianya sambil menggenggam erat tangan Yesung.

"Tentu saja Yang Mulia. Sebesar apapun kesalahan anda, saya akan memaafkannya asal anda berada di pihak benar." Balas Yesung lembut sambil balik menggenggam tangan Kyuhyun.

"Syukurlah. Terima kasih Ratuku, kau adalah istri paling sempurna di dunia ini. Terima kasih banyak." Ucap Kyuhyun sambil memeluk erat istrinya.

Ia sungguh bahagia memiliki istri pengertian seperti Yesung, ia sungguh menyesal telah melukai istri manisnya. Dan ia berjanji akan melindungi Yesung bagaimanapun caranya.

"Sama-sama Yang Mulia." Balas Yesung sambil menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun.

Cukup lama mereka saling berpelukan namun semua keromantisan itu terhenti karena sebuah tangisan bayi yang memecah keheningan kamar sang raja.

"Sepertinya Siwon lapar Yang Mulia, jika anda tidak keberatan." Ucap Yesung masih dalam pelukan Kyuhyun.

"Tentu saja aku tidak keberatan Ratuku. Kau urus saja bayi tampan kita sedangkan aku akan mengurusi beberapa hal. Aku pergi dulu." Ucap Kyuhyun sambil melepaskan pelukannya pada Yesung lalu mencium dahi Yesung dan Siwon yang masih berada di kasurnya.

"Iya Yang Mulia." Balas Yesung sambil mengangkat Siwon dalam gendongannya dan melihat kepergian Kyuhyun.

Setelah Kyuhyun keluar kamar baru Yesung mengalihkan perhatiannya pada malaikat kecilnya yang kini masih menangis dan meremas hanbok depannya hingga kusut.

"Iya, anak umma lapar ne. Sabar sayang, umma buka dulu." Ucap Yesung sambil membuka hanboknya.

Setelah terbuka dengan lahap Siwon menghisap ASI dari ummanya. Matany berbinar senang karena perutnya terisi kembali. Sedangkan Yesung hanya menatap hangat putranya dan mengelus lembut rambut Siwon.

"Minum yang banyak sayang, biar cepat besar ne. Dan menjadi Putra Mahkota yang hebat." Ucap Yesung sambil menciumi wajah gembul Siwon.

Sedangkan Siwon hanya tertawa geli sambil menepuk-nepuk pipi chubby ummanya.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu di Pavillium Selir Song.

"Sialan, apa yang harus aku lakukan sekarang?." Desah Selir Song kesal sambil mengepalkan tangannya erat.

"Seandainya aku sedikit bersabar dan sekarang seharusnya menjadi malam pertamaku dengan Yang Mulia, tapi karena Ratu sialan itu. Akh.. sialan." Ucap Selir Song sambil meremas hanboknya.

"Perdana Menteri Sung datang." Teriak seorang pengawal menyadarkan Selir Song dari lamunannya.

Tak berapa lama datanglah seorang Perdana Menteri yang nampak sudah tua lalu duduk di depan Selir Song.

"Ada perlu apa kau datang kemari Sung Ahjussi?." Tanya Selir Song pada kawan lama ayahnya.

"Aku sudah mendengar tentang terbongkarnya status Ratu Cho karena dirimu dan juga malam pertamamu yang tertunda, aku datang kemari untuk mendiskusikan langkah selanjutnya. Aku tahu kau pasti sedang kebingungan kan Qian?." Jelas Perdana Menteri Sung sembari menatap remeh Selir Song.

"Kau benar ahjussi. Menurutmu apa yang harus kita lakukan?." Tanya Selir Song sembari menatap penasaran Perdana Menteri Sung.

"Besok kami para Perdana Menteri akan melakukan sidang tentang masalah ini. Dan akan kupastikan Ratu sialan itu didepak dari Kerajaan sebagai ganti malam pertamamu yang gagal." Janji Perdana Menteri Sung sambil menyeringai menatap Selir Song.

"Ah, kau benar-benar mengerti diriku Sung ahjussi. Jadi, kau ingin mendapat imbalan apa atas tugasmu nanti?." Tanya Selir Song sembari menatap licik Perdana Menteri Sung.

"Jika kau berhasil menjadi Ratu, angkat aku sebagai penasihat Raja Cho. Itu bayaran yang setimpal, lagipula itu juga akan memudahkan kita dalam menundukkan Raja Cho." Terang Perdana Menteri Sung.

"Kau benar, baiklah. Kujanjikan kau menjadi Penasihat Kerajaan Seoul jika aku berhasil menjadi Ratu Kerajaan Seoul." Balas Selir Song setelah menimbang cukup lama.

"Terima kasih, Selir Song." Ucap Perdana Menteri Sung lalu keluar dari Pavillium Selir Song dengan senyum licik di wajahnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ratu Cho, Selir Im ingin berbicara dengan anda." ucap Kepala Dayang Lee pada Yesung.

Saat ini mereka tengah berada di kamar Raja Cho sedangkan sang raja sendiri ada di ruang kerjanya.

"Baiklah, suruh Selir Im masuk saja ahjumma." Jawab Yesung yang masih sibuk menimang-nimang Siwon dalam gendongannya.

"Baik Ratu Cho." Balas Kepala Dayang Lee lalu berjalan keluar memanggil Selir Im.

Tak lama Selir Im masuk, wajahnya nampak sangat khawatir dan saat memandang Yesung yang tengan menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untuk Siwon senyum lega terpasang di wajahnya.

"Ratu Cho." Panggil Selir Im lirih sambil duduk di hadapan Ratu Cho.

"Ah, Eonnie. Tunggu sebentar aku akan membaring Siwon dulu." Balas Yesung tersenyum manis pada Selir Im lalu beralih membaringkan Siwon di kasur kecil milik Siwon.

"Kau sudah tahu kebenarannya Yesungie?." Tanya Selir Im sembari menatap resah Yesung.

"Ya, aku sudah mendengar semuanya dari Yang Mulia. Tentang Selir Song dan ancamannya." Jelas Yesung sambil menatap kalem Selir Im.

"Aku sangat bahagia mendengarnya, ternyata Yang Mulia masih sangat mencintaiku dan ia melakukan semua demi melindungiku, noona. Aku sangat senang mendengarnya." Lanjut Yesung sambil tersenyum manis dan menggenggam erat tangan Selir Im.

"Ya, aku juga turut berbahagia mendengarnya. Sekarang yang harus kita waspadai adalah Selir Song, dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan posisimu, Yesungie. Aku takut ia akan melakukan hal keji terhadapmu." Ucap Selir Im sembari menatap khawatir Yesung.

"Aku tahu noona, tapi aku yakin Yang Mulia pasti sudah memikirkan cara untuk mengatasi semua ini. Dia pasti melindungiku apapun yang terjadi." Jawab Yesung mantap sambil mengelus bahu Selir Im.

"Semoga saja Yesungie, tapi jika ia mengusirmu keluar Kerajaan. Aku berjanji aku akan ikut bersamamu, aku akan menemanimu dalam suka maupun duka Yesungie. Pegang janjiku." Janji Selir Im sembari menggenggam tangan Yesung.

"Noona, aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi, terima kasih banyak. Aku sangat tersanjung noona mau mendukungku hingga seperti ini. Tapi, ikut bersamaku keluar Kerajaan itu terlalu berlebihan noona. Lebih baik noona di Kerajaan saja, setidaknya noona bisa mengabariku apa yang terjadi di Kerajaan." Tolak Yesung halus sambil mengelus punggung tangan Selir Im.

"Tapi-" bantahan Selir Im langsung dipotong oleh Yesung.

"Kumoho noona, noona bisa mengunjungiku di desa. Setidaknya noona bantulah aku mengawasi bagaimana keadaan Kerajaan Seoul dan apa saja yang telah dilakukan Selir Song." Pinta Yesung sambil menatap memohon Selir Im.

"Baiklah. Aku mengerti Yesungie, aku akan berada di Kerajaan untukmu." Ucap Selir Im akhirnya yang membuahkan senyum puas Yesung.

"Terima kasih, noona. Aku sangat bersyukur memiliki noona sebaik dirimu." Ucap Yesung sambil tersenyum manis pada Selir Im.

Setelah itu, Selir Im memutuskan untuk kembali ke Pavilliumnya dan meninggalkan Yesung yang kini tengah tidur bersama Putra Mahkota dalam pelukannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya, Sidang untuk memutuskan apakah Ratu Cho akan tetap menjabar sebagai Ratu pun dimulai. Ratu Cho nampak begitu khawatir di pelukannya tertidur Putra Mahkota, sedangkan Raja Cho nampak lebih tenang.

"Sidang untuk memutuskan hukuman apa yang pantas bagi Ratu Cho atas kebohongan yang ia sembunyikan selama ini. Silakan membacakan tuduhannya." Mulai salah seorang Perdana Menteri.

"Tuduhan bagi Ratu Cho adalah menyembunyikan identitasnya sebagai seorang namja. Sekian. Silakan Ratu Cho membela diri." Ucap salah seorang Perdana Menteri.

"Tidak ada yang perlu kubantah karena itu semua memang benar, aku adalah seorang namja bernama asli Kim Jongwoo, putra Perdana Menteri Kim yang dulu di hukum pancung." Jawab Yesung sambil memeluk erat Siwon dan menatap hangat Kyuhyun.

Cukup lama keheningan menguasai ruangan itu karena Raja sendiri kebingungan keputusan bijaksana apa yang harus ia keluarkan?.

"Ini adalah masalah tersulit dalam hidupku, aku tidak yakin bisa memutuskan dengan adil. Jadi, sebagai gantinya aku akan menanyakan bagaimana pendapat rakyat Seoul tentang ini." Putus Raja Cho akhirnya sambil memandang hangat Ratu Cho.

"Yang Mulia, keputusan anda sangat mulia. Tapi apa tidak sebaiknya Ratu Cho diasingkan selamanya tanpa menunggu pendapat rakyat Seoul, beliau adalah aib bagi Kerajaan Seoul. Bagaimana pendapat Kerajaan lain jika mereka tahu Ratu Cho adalah seorang namja dan Rajanya adalah penyuka sesama jenis. Itu akan menghambat kerjasama antar Kerajaan, Yang Mulia. Mohon pertimbangkan kembali keputusan anda." sanggah Perdana Menteri Sung sambil menyeringai sadis di balik sujudnya.

"Mohon pertimbangkan kembali keputusan anda Yang Mulia." Dan diikuti oleh Perdana Menteri lainnya yang berada pada pihaknya.

"Lancang sekali kau berbicara seperti itu dihadapan Yang Mulia. Keputusan Yang Mulia sudah sangat bijaksana, permintaanmulah yang tidak bijaksana. Kami Perdana Menteri bagian Timur setuju dengan keputusan Yang Mulia dan mendukungnya." Ucap Perdana Menteri Oh sambil menatap tajam Perdana Menteri Sung.

"Tentu saja, kau setuju dengan keputusan Yang Mulia, ini menyangkut kehidupan anak teman baikmu yang merupakan pengkhianat Kerajaan Seoul. Seharusnya namja itu dihukum pancung." Balas Perdana Menteri Sung sambil membalas tatapan tajam Perdana Menteri Oh.

"Kurang ajar, namja yang kau sebut pengkhianat itu adalah Ratumu, dimana rasa hormatmu padanya. Dan kutekankan sekali lagi bahwa Keluarga Kim telah bebas dari seluruh dugaan pembunuhan Raja sebelumnya. Kau-kaulah yang membela anak baik temanmu yang merupakan pengkhianat sebenarnya." Balas Perdana Menteri Oh sambil menatap marah Perdana Menteri Sung.

"Untuk apa aku harus bersikap hormat kepada namja itu, sebentar lagi ia tidak akan menjabar sebagai Ratu dan diusir dari Kerajaan Seoul." Ucap Perdana Menteri Sung dengan lancang tanpa rasa takut.

"HENTIKAN. Kalian, dasar tidak tahu malu. Kalian adalah Ketua Perdana Menteri tapi sikap kalian seperti anak kecil, bertengkar di depan Raja saling membentak dan mengukuhkan pendapat. Dan kau Perdana Menteri Sung, lancang sekali kau bicara seperti itu pada Ratuku, ia adalah Ratu Kerajaan Seoul dan selamanya akan seperti itu. Aku akan tetap mempertahankannya apapun yang terjadi. Aku yakin rakyat Seoul pun ingin Ratu mereka tetap menjabat. Sidang ditutup." Bentak Raja Cho penuh amarah lalu menarik Yesung yang menggendong Siwon keluar dari ruang Kerajaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Apa yang ada dalam pikiran Perdana Menteri bagian Barat itu, berani sekali mereka menghinamu. Mereka benar-benar ingin menguji kesabaranku." Gerutu Kyuhyun sambil membanting tubuhnya di kasur.

"Sudahlah Yang Mulia, lagipula anda sudah memenangkan persidangan hari ini." Ucap Yesung sambil berbaring disamping Kyuhyun setelah membaringkan Siwon yang tertidur ditengah mereka.

"Tapi tetap saja, mereka sudah keterlaluan. Aku akan mengganti mereka semua dengan Perdana Menteri yang baru." Balas Kyuhyun sambil menatap penuh dendam kearah Yesung.

"Yang Mulia, mengganti Perdana Menteri itu bukan hal mudah, anda tidak bisa langsung menggantinya hari ini. Kita juga harus menemukan calon yang tepat." Jelas Yesung sambil mengelus dada Kyuhyun.

"Tapi tetap saja, mereka harus diganti." Kekeh Kyuhyun sambil menatap tajam Yesung.

"Bagaimana kalau anda menghukum mereka saja Yang Mulia." Jawab Yesung kalem sambil menatap hangat Kyuhyun.

"Kau benar, idemu bagus sekali. Aku akan segera memutuskan hukuman apa yang akan mereka terima, aku pergi dulu Ratuku." Balas Kyuhyun semangat sambil bangkit lalu memeluk erat tubuh Yesung yang masih berbaring.

"Terima kasih Yang Mulia, tapi jangan menghukum pancung mereka, mengerti." Ucap Yesung sambil membalas pelukan Kyuhyun.

"Kalau itu, aku tidak janji." Jawab Kyuhyun sambil menatap jahil Yesung.

"Yang Mulia~~." Balas Yesung sambil menatap memohon Kyuhyun dan mengelus dada Kyuhyun.

"Baiklah-baiklah, asal tidak menghukum pancung mereka." Balas Kyuhyun sambil memutar bola matanya karena Yesung menggunakan kelemahannya untuk mengiyakan permintaannya.

"Terima kasih Yang Mulia, anda sungguh baik sekali." Ucap Yesung sambil mencium kilat bibir Kyuhyun.

"Hei, ciuman apa itu? Haruskan kau menciumku lebih lama." Protes Kyuhyun sambil menatap jahil Yesung.

"Oh, sudahlah kau Raja Mesum. Segera selesaikan urusanmu." Ucap Yesung dengan wajah memerah sambil mendorong Kyuhyun dari atas tubuhnya lalu bangkit berdiri.

"Hei, aku berhak meminta istriku menciumku, apa salah jika aku memintanya?." Balas Kyuhyun sambil berdiri dihadapan Yesung.

"Yang Mulia, anda kan bisa langsung melakukannya bukan malah meminta dulu." Balas Yesung dengan wajah yang bertambah merah dan menatap kesal Kyuhyun.

"Ohhh, jadi aku harus langsung menciummu. Begitu?." Ucap Kyuhyun sambil menyeringai senang.

"Oh, sudahlah." Balas Yesung lalu menarik hanbok bagian depan Kyuhyun dan langsung mencium bibir Kyuhyun.

Cukup lama ciuman manis itu terjadi hingga suara tangis Siwon menghentikan cumbuan itu.

"Ah, anak umma yang pintar sudah bangun ne?." Ucap Yesung sambil menggendong Siwon lalu menimangnya dengan penuh kasih sayang.

"Anak sialan, pengganggu moment saja." Gerutu Kyuhyun dengan suara lirih takut didengar Yesung.

"Apa yang anda katakan Yang Mulia?." Tanya Yesung sambil menatap tajam Kyuhyun.

"Oh, bukan apa-apa Ratuku, baiklah aku pergi dulu sampai jumpa sayang." Balas Kyuhyun sedikit gugup lalu mencium dahi Yesung dan Siwon kemudian berjalan keluar kamar.

"Aduh. Ma-maaf Yang Mulia." Ucap sebuah suara lembut yang terdengar gugup dari balik tubuh kekar Kyuhyun.

"Berhati-hatilah jika kau ingin masuk ke dalam suatu ruangan." Ucap Kyuhyun dingin sambil berjalan melewati pintu sehingga Yesung dapat melihat seorang namja manis nampak sibuk membungkukan badannya dan seorang namja tampan yang juga membungkukkan badannya kearah Kyuhyun.

.

.

.

.

"Sehunie, Wakil Kepala Pengawal Kim."

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Oke ini dia chap selanjutnya, maaf ne aku lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget update ya, yah kalian tahu kan alasannya ada di FF The Lost Prince.

Aku juga kesulitan menemukan waktu menulis, karena aku juga harus membuat naskah film yang membuatku sedikit takut karena teman-temanku terus bertanya itu asli atau bukan.

Baiklah, maaf aku tidak bisa lama-lama dan membalas review satu-satu seperti dulu, karena aku harus segera meneruskan pekerjaan naskahku. Sekali lagi maaf, chap depan pasti aku balas.

THANK YOU ALL :*