Chapter 7


At Deimon High School

Saat ini Mamori sedang duduk sambil melamun ke luar jendela yang memang ada tepat di sampingnya itu. Pandangan matanya nampak kosong memandang ke luar. Saat ini jam mata pelajaran terakhir. Murid-murid sudah bersiap-siap untuk pulang.

KRIIINGGG

Bel terdengar di seluruh penjuru Deimon. Mamori yang awalnya melamun pun beranjak pergi. Begitu Mamori melangkahkan kakinya keluar dari kelasnya, ada suara yang memanggilnya.

"Mamori-neechan!" panggil Sena.

Mamori langsung menoleh ke asal suara yaitu Sena. Di samping Sena ternyata sudah berkumpul anak-anak Deimon Devil Bats. Mulai dari Musashi sampai Komusubi dan juga Suzuna.

"Mamori-neechan, ada apa? E-mail yang semalam Neechan kirim itu sama sekali gak jelas" Sena bertanya pada Mamori dengan pandangan bingung juga khawatir.

"Ah, Sena, teman-teman" pandangan Mamori sedikit lebih cerah sejak Sena dkk muncul.

"Mamo-nee, kenapa Mamo-nee kirim e-mail 'kumpul, pulang sekolah' ke semua hp kami? Kami jadi khawatir!" Suzuna menggantikan Sena berbicara.

"Eh, masa itu belum jelas?" Mamori masih agak linglung rupanya.

Suzuna yang mulai kesal langsung mejawab sambil agak berteriak "Tentu saja! Ini sama sekali nggak jelas! Pertama, kumpul dimana? Di ruang klub? You-nii kan meliburkan latihan selama seminggu. Kedua, pulang sekolah kapan? Besok? Lusa? Ini sama sekali nggak jelas! Dan ketiga, kemarin Mamo-nee mengirimkan e-mail itu waktu jam sekolah! Kemarin hpku hampir disita gara-gara bunyinya. Dan kemarin kami benar-benar menunggu sepulang sekolah di ruang klub sampai sore, ternyata Mamo-nee tidak datang. Huuuh!" Suzuna mendengus kesal sebagai Final Attack dan ditambah Death Glare yang sama sekali nggak mempan karena matanya yang besar dan imut.

Mamori yang habis dimarahi Suzuna pun merasa bersalah. Kemarin dia mau memberitahu anggota klub soal Hiruma, tapi karena masih kalut akhirnya dia cuma bisa kirim e-mail yang sama sekali nggak jelas. "Gomen..." Mamori menunduk sambil berkata lirih.

Suzuna yang merasa puas(?) mendengar kata maaf dari mamori pun menghembuskan napas lega. "ya, sudah! Jadi ada apa, mamo-nee?"

"Ah, begini, Hiru..."

CKKIITTT!

DUUAAARRR! BANG! BANG!

Belum sempat mamori menyelesaikan perkataannya terdengar suara tembakan yang keras. Itu suara bazoka yang disusul tembakan Shotgun. Kontan, semua orang langsung menjauh dari asal suara karena mereka sudah familiar dengan suara itu. Namun lain halnya dengan Anggota DDB, mereka justru berlari mendekati jendela terdekat yang menghadap ke lapangan.

"Hi, hiruma-san mau buat apa lagi?" Sena yang larinya paling cepat memutuskan untuk melihat terlebih dahulu.

"Mukya! Jangan-jangan libur latihan seminnggu itu cuma bohongan, dan sekarang kita harus latihan MAX? Mukyaa!" Monta menyusul di belakang Sena.

"Haaah! Dasar Akuma itu!" kata Jumonji.

Sampai di jendela, begitu melihat keluar yang ada cuma asap yang mengepul di halaman depan sekolah. Perlahan asap mulai memudar dan mulai memperlihatkan apa yang adadi baliknya. Bukan setan berambut kuning yang biasanya menenteng senjata yang ada di baliknya, namun cowok berambut coklat keemasan dengan kaos dark blue menenteng Shotgun, bersandar pada mobil sedan hitam.

Anak-anak Deimon Devil Bats yang kurang yakin dengan penglihatannya langsung berlari menuruni tangga dan keluar ke lapangan sekolah. Begitu keluar, mereka pun percaya dengan apa yang mereka lihat. Yang ada di situ adalah Yuzuki Hiruma.

"Hei, kakak-kakak sekalian" sapa Yuzuki sambil melemparkan senyum sinis.

"Yu, Yuzuki-kun? Sedang apa kau di sini?" tanya Mamori.

"Ng? Aku cuma mau menjemput kak Mamori kok" tanpa basa-basi lagi Yuzuki mengatakan tujuannya.

"Me, menjemput? Memangnya kamu bisa menyetir? Kamu kan masih 16 tahun, belum boleh menyetir tahu! Bukannya tanganmu patah? Lagipula mobil siapa ini?" Mamori yang panik karena situasi yang mendadak ini semakin memerah wajahnya.

"Mukya! Benar! Lagipula kenapa sok dekat panggil-panggil 'kakak(nee-chan)' segala? Seharusnya kamu memanggilnya Mamori-san MAX!" Monta langsung meledak. Sebenarnya sejak Yuzuki mengatakan kata 'jemput' saja, Monta sudah kesal setengah mati. "MUKII, apa-apaan dia? Mau mengincar Mamori-san Max? Tidak akan kubiarkan!" teriak Monta dalam hati.

"Aku cuma ingin kita lebih akrab saja, kok! Jangan samakan aku dengan kak Youichi dong! Ah, dan tanganku cuma retak kok, sebenarnya sudah sembuh dari minggu lalu. Perban kemarin cuma bukti supaya aku bisa bolos sekolah" Yuzuki menanggapi kemarahan Monta dengan santai sambil tersenyum lebar. Monta dan anak-anak lainnya terperangah namun cuma Musashi yang tidak terpengaruh.

"Senyum diwajahmu bagus, tapi matamu sama sekali tidak tersenyum. Aktingmu cukup bagus" kata Musashi dengan dingin. Yuzuki yang merasa sudah ketahuan langsung mengganti ekspresi wajahnya dengan wajah dingin beserta seringai setan seperti kakaknya. "Cih, ketahuan ya? Aktingku belum serius hari ini, Musashi-san. Tunggu saja!".

Anak-anak Deimon Devil Bats yang awalnya terperangah cuma diam. Jumonji yang memulai pembicaraan.

"Huh, ternyata dia mirip dengan si Agon. Sikapnya yang kemarin juga begitu. Memang dia a.." ucapan Jumonji tercekat di tenggorokkannya begitu menyadari mobil yang ada di belakang Yuzuki.

"AGGHH! Itu Bentley Zagato GTZ keluaran tahun 2008! Kenapa ada disini?" langsung Jumonji mendekati Bentley itu. Dia berjalan memutar di sekeliling mobil itu sambil memperhatikan dan mengagumi detailnya. Semua shock.

"Apa?" Kuroki memulai.

"Ternyata dia Car Otaku?" di tambah Togano.

Jumonji yang mendengarnya langsung menoleh. "kalian boleh berkata aku ini otaku atau apa, tapi kalian harus tahu kalau mobil jenis ini terjual dengan harga 97 juta Yen di Italia!"(Warning! Ini ngawur, karena harga aslinya jauh lebih mahal!)

Sontak semua orang (semua anak-anak DDB sama Doburoku yang baru aja datang) menampakkan wajah terkejutnya.

"Se...sem...mbilan...tu..tu..." dan untuk sesaat Doburoku sensei mengingat kembali kenangan sesaatnya dengan uang 170 jutaYen yang dia menangkan saat Deimon melawan Shinryuuji.

"Ah, Doburoku Sensei mati"

"Sudahlah, ayo naik, kak! Kita ke rumah sakit" kata Yuzuki yang dengan santainya mengabaikan mayat yang ada di depannya.

"Tunggu! Kami bagaimana?" tanya Jumonji.

"Bagaimana apanya? Kau nggak liat kalau Bentley ini cuma punya dua tempat duduk?" kata Yuzuki yang mulai kesal.

"Tunggu! Mobil siapa ini? jangan bilang kamu mencurinya, Yuzuki?"

"Iya, mobil ini kucuri..." kata Yuzuki dengan santai.

"Apa?" Mamori langsung bersiap-siap menceramahi Yuzuki tentang buruknya mencuri itu, apa akibatnya, berapa lama hukuman di penjara, hukuman apa di neraka buat dosa mencuri, dll(lebay).

"Dari garasi rumahku" Mamori langsung diam. "Huff, untunglah ini punya orangtuamu" katanya sambil mengelus dada.

"Ini punya kakak kok. Kakak yang beli" kata Yuzuki santai sambil membuka pintu mobil.

Semua : "HAH?"

"Ayah ibuku nggak pernah membeli mobil, lagipula mereka sudah 6 tahun nggak tinggal bersama kami. Lagipula, kalian nggak lihat plat nomornya?" Yuzuki cuma menunjuk ke bagian depan mobil sambil duduk di jok supir.

DE MON 9TH

"Ke, kenapa sembilan?" Suzuna agak ragu-ragu bertanya pada Yuzuki.

"Oh, aku cuma boleh memakai mobil atau motor kakak yang no terakhir dan mobil ini koleksi kakak yang terakhir, di garasi masih ada 8 mobil lainnya dan mereka semua lebih mewah dari mobil ini" dengan santai Yuzuki menghidupkan mesin mobil.

Semua : Spechless plus Jawdrop

"Hi, hiruma-kun?" Mamori bertanya dengan tidak percaya.

"Di, dia mengoleksi mobil mewah sama seperti mengoleksi mainan" Yukimitsu sweatdrop.

"Kalau kalian mau ikut, naik bis saja. Kami cuma ke rumah sakit Jokomachi kok" Yuzuki berkata dari dalam mobil.

"I, iya" jawab semuanya masih dengan sweatdrop.

"Oh, iya!" tiba-tiba Yuzuki mengingat sesuatu.

"Ada apa?" tanya Mamori yang sudah ada di dalam mobil.

"Aku lupa sepeda motor kakak juga ada di rumah sakit"

"Ehm, Yuzuki, boleh aku tahu plat no-nya?" tanya Musashi bersama anggota yang lain dari luar mobil.

" E VIL 6TH"

Semua : mati

~Owari~

Gimana chapter 7 ini? geje ya? Maafin Veno kalau kegejeannya udah nggak bisa di tolong~~~

Di chapter selanjutnya akan di ceritakan tentang keadaan Hiruma di rumah sakit ditambah pertemuan Sakura dangan anggota DDB. Tungguin ya!

Oh iya, Veno mau minta tolong dong.

1. Nama julukan apa yang cocok buat mobil kesayangan Hiruma?( Veno mau membuat Hiruma agak OOC jadi kayak Akaba.)

2. Trus Yuzuki, enaknya nama panggilannya apa yang lucu dan malu-maluin? Tolong di jawab atau di review deh. Tolong banget ya Readers.

3. Kasih saran buat seragam sekolah Yuzuki nama sekolahnya juga boleh.

Thanks!

Balasan Review (maaf nggak bisa bales satu-satu) :

hiruma hikari : iy, ini udah lanjut. Read and Review trus ya!

Aika Licht Youichi : ya emang kasihan sih. Tunggu aja chapter berikutnya, bagaimana keadaan Hiruma yang sebenarnya akan di perlihatkan. Read and Review!

~~~RnR~~~