Ini fic pertama saya. Jadi maaf banget kalo ini fic ancuur…

Boku wa Narukami Hiroki , yoroshiku…

Disclaimer :

Udah tau kan Vocaloid punya siapa? Yang jelas punya sa…#plak, maksudnya punya Crypton Future Media sama Yamaha Music International.

Warning :

Gaje, typo, OOC, OOT, abal, bahasa gak baku, humor garing serenyah T*ngo, Fail Romance, dan lain-lain.

Blonde Love Story

By :Narukami Hiroki

Hiroki : "Saya dateng lagi untuk nyeritain Rinto ngebujuk Rin sama Mikuo biar mau pura-pura pacaran. Atau lebih tepatnya satu hari sebelum Rinto berakhir di Jamban. Gak pake lama langsung aja.

At Rin House.

"Ayolah Rin… Satu hari aja, kok." Di dalam rumah Rin dan Rinto terlihat mereka berdua sedang berantem.

"OGAH!" Tolak Rin.

"Entar guaa kasih jeruk yang banyak deh… Gua cuma mau ngerjain Len, kok. Gak diapa-apain." Kata Rinto maksa pengen ngerjain Len.

"Berapa Ton(?) jeruknya?" Tanya Rin yang seperti-nya bisa diajak negosiasi.

"Semua yang nii-san punya." Kata Rinto. tanpa sadar dia baru saja memberikan seluruh jeruk-nya kepada Rin.

"Yey! Yaudah deh gak apa-apa, kok. Kerjain aja sepuas nii-san" Kata Rin setuju.

'Yosh, sekarang tinggal Mikuo' Batin Rinto.

"Kita kerumah Mikuo, yuk!" Ajak Rinto.

SKIP TIME

BRAK, BRAK, BRAK! Pintu rumah Hatsune diketok(baca :Digedor) oleh Rinto.

"Ent4r dulu 9u4 d4t3n9, 3h? 4d4 R1n s4m4 R1nt0-53np41. n94p41n d1 51n1?" T4ny4

|\ /|1k|_| d3n94n 4l4y (|-| 1R0k1 : " Lu p4k3 84h454 4p44n?" | Miku : " 94k t4u 0r4ng lu y4n9 nul15 m454 lu 94k t4u?" | Hiroki : "H3h3h3…" | Kengo : *lagi nge-beta* "Ow my eyes!" *ngucek-ngucek mata*)

"Kita mau bicara sama Mikuo." Jelas Rinto.

"Ohh… Mau bicara sama Mikuo-nii, Dia lagi belanja." Kata Miku (Hiroki : "Bukannya yang biasa belanja itu anak perempuan ya?" | Miku : "Gua males jadi gua suruh aja dia.")

"Tunggu saja di sini mungkin sebentar lagi pulang" Lanjut Miku.

"Baiklah." Kata Rinto.

"Douzo!" Kata Miku mempersilahkan Rinto dan Rin masuk.

"Ojamashimasu!" Kata duo jeruk.

"Kalian duduk aja di sini… aku buatkan minuman dulu ya?" Kata Miku dan langsung pergi ke dapu.

"Tadaima!" Kata seseorang dari luar.

"Are? Sedang apa kalian disini?" Tanya Mikuo yang baru masuk.

"Kita mau bicara sama lu." Kata Rinto.

"Kalo udah selesai langsung pergi, kan?" Tanya Mikuo kurang yakin karena seumur hidupnya orang terjahil yang iya pernah lihat adalah Rinto.

"Iya." Kata Rinto pake mode (Sok) serius.

"Yaudah, sekarang sihlakan pergi." Kata Mikuo.

"Lah, belum juga ngomong." Kata Rinto yang mode serius-nya udah ilang.

"Emang dari tadi lu ngapain!?" Tanya Mikuo nyolot.

"Bukan ngomong gitu, Goblok!" Akhirnya Rinto emosi sama si RamRut dan nyekek Mikuo.

"Iya… Iya, Gua bercanda." Kata Mikuo.

"Jadi,~"

PRANG!

Ucapan Rinto terpotong karena mendengar suara kaca pecah.

"Pasti si Miku mecahin gelas lagi." Kata Mikuo santai.

"Udah biarin aja si Miku." Lanjut Mikuo.

"Oke." Kata Rinto kembali ke mode (Sok) serius. Dan duduk di kursi yang sudah disediakan Gubernur setempat.(?)

"Jadi..."

DOR!(?)

"Suara apaan lagi tuh?" Tanya Mikuo.

"Ga tau, tapi kayanya bukan gelas atau piring pecah… Lebih baik kita melihat keadaan dia dulu." Kata Rinto, Mikuo pun cuma ngangguk… Lalu Rinto, Rin dan Mikuo pergi ke dapur untuk melihat Miku.

.

.

.

.

Saat mereka sampai di dapur, Mereka melihat Miku sedang mainan Popcorn yang gedenya hampir sama kaya Miku sendiri, Tapi dimainin kaya kembang api terus Popcorn-nya terbang sendiri terus langsung mengarah ke Mikuo. Mikuo pun pingsan sambil ngeces di te-ka-pe

"Daijobu ka? Mikuo-nii ?" Tanya Miku sambil menggoyang-goyangkan bahu Mikuo menyebabkan kepala Mikuo gerak ke atas dan ke bawah bergantian dan membuat Kepala Mikuo putus. #Plak, Maksudnya menyebabkan Mikuo sadar diri.

"Tentu saja tidak, Baka!" Jawab Mikuo, Terus pingsan lagi dengan mata masih terbuka.

"Kayanya Mikuo udah Innalillahi, deh…" Kata Rin dengan watados sambil nutupin matanya Mikuo.

"Woy, Gua belum mati!" Teriak Mikuo dari alam baka #plak, maksudnya teriak Mikuo sambil bangun dan ngebuka matanya tiba-tiba biar mendapat efek 'Vampire baru bangun dari tidurnya'.

"Aaah!" Teriak Miku dan Rin bersamaan di telinga kanan dan kiri Mikuo(Hiroki : "Poor Mikuo…")

"*Pede tingkat Dewa Mode on* Gua tau lu kaget dan histeris karena temen/kembaran lu yang ganteng bin terkenal(Hiroki : "HOEK!") ini hampir mau meninggal, tapi gak usah teriak di kuping gua juga dong!" Kata Mikuo kepedean.

"Hoek!" Rin dan Miku langsung muntah di tempat.

"Woiy, jadi lu mau gua mati aja?" Kata Mikuo, Lalu Mikuo pura-pura kesakitan sambil megangin dadanya dan pura-pura mati.

"Mikuo-nii, Gomennasai…" Kata Miku sambil nangis bawang sambil make baju serba item atau bisa dibilang Girl In Black(?) Oke abaikan karena sudah OOT. (Kengo : "Kenapa gak pake kimono warna item aja biar sekalian jadi jigoku shoujo?" *ditabok pake negi*)

"Woi, Mikuo kalo lu ga mau bangun gua cium lu!" Ancam Rinto kepada Mikuo dengan ancaman yaoi. (Hiroki : "Ini sebetulnya Rinto atau Len sih yang yaoi?")

"Iya, Iya gua bangun!" Kata Mikuo sambil tiba-tiba berdiri.

"Dari tadi Mikuo-nii nakut-nakutin aja nih… Entar Mikuo-nii beneran mati aja." Kata Miku sambil nulis namanya Mikuo di death note.

"Lu takut gua mati beneran atau nyumpahin gua biar cepet-cepet mati sih?" Tanya Mikuo sadar karena ditulis namanya di death note-nya Miku lalu memakan death note tersebut (?). Rin, Miku, dan Rinto cuma sweatdrop ngeliat Mikuo yang lagi aasyik-asyiknya ngunyah death note itu.

"Woy, Mikuo. Bukunya itu beneran elu makan?" Tanya Rinto sweatdrop.

"Gak, mau gua muntahin lagi!" Kata Mikuo yang siap ngemuntahin death note yang udah jadi kayak bubur itu.

"Haaaah, cuuiiiiiih!" Mikuo pun memuntahkan death note itu.

CPRAT!

"IUUUUUUUUUUUUH!" Koor Rin dan Rinto. Kenapa Miku gak ikut-ikutan… Ternyata Miku kena muntahan death note-nya sendiri.(Hiroki : "IUUUUUUUUUUUUH!")

"Mikuo-nii?" Tanya Miku datar sambil ngeluarin negi sakti yang pernah mau dicolong sama Gakupo.

"N-n-n-na-nan-nani?" Bales Mikuo Gagap.

"Heaah!" Kata Miku sambil nebas Mikuo dengan Pedang negi yang udah ada virus bancinya Gakupo… Ternyata tidak tertebas sodara-sodara! Apa karena sudah ada virus bancinya Gakupo. BENAR! Seratus untuk saya(?), Kenapa bukan anda karena udah mainstream #DigamparReader'sBolak-Balik

"Eh? Kok gak sakit?" Tanya Mikuo bingung.

"Pasti virus Gakupo-sensei…" Kata Miku terus pergi ke taman lawang.

Di taman Lawang…

"Gakupo-sensei!" Panggil Miku.

"Doshita?" Tanya Gakupo sambil ngeliat ke belakang lalu ngeliat ke belakangnya…

CREET

Rambut Gakupo dijambak sampai rontok semua terus rambutnya ditempelin semua ke voodoo doll-nya Miku, Terus Gakupo disantet oleh Miku sampe kepalanya Copot (Kengo : "Wah, belajar dari si inosen sadis kah?" | Mayu : "…" *dark aura dengan yandere face* | Kengo : "Gomennasai!" | Hiroki : "Lagian sembarangan banget ngomongnya… Yaudah deh… Mayu-san kalo mau ngebunuh nii-san silahkan, Tapi kalo ga mau bunuh nii-san kamu bisa masuk di fic saya. | Mayu : "Hontou? *puppy eyes* | Hiroki : "Baru tau Mayu bisa puppy eyes…" | Mayu : *yandere mode on* "Kan, saya ga mau bunuh Kengo-san… Tapi aku mau ngebunuh author-san boleh ga?" *Ngeluarin kapak* | Hiroki : "Kan, author bukan saya saja nii-san juga author… Kamu boleh ngebunuh nii-san tapi jangan bunuh saya…" *nyelametin diri sendiri* | Kengo : "Heh!" *keburu dibunuh* | Mayu : *NgebunuhKengo*), Lalu kepala Gakupo nyambung lagi(?).

"Woy, ngapain Lu pake jambak rambut gua sampe rontok semua!" Teriak Gakupo emosi karena sekarang kepala Gakupo jadi BoCin(Botak Licin). #Plak

"Bekerja ga Miku-san voodoo doll-nya?" Tanya Mayu yang entah kenapa bisa tiba-tiba ada disitu(Hiroki : "Langsung masuk?" | Mayu : *yandere face* "Masalah?" *ngeluarin kapak* | Hiroki : "Ie… mondai wa nai… Mayu-sama.")

"Bekerja kok, cuma kok kepalanya nyambung lagi ya?" Tanya Miku yang ternyata sebelum ke taman lawang dia ke dukun Mayu. #DibunuhMayu

"Emang nyambung lagi… itu cuma buat nyiksa tapi, ga bisa nge-bunuh." Jelas Dukun Mayu.

"Ohh… Kalo gitu saya beli sepuluh lagi ya? Biasa buat nyiksa…" Miku pun membeli lagi voodoo doll-nya Mayu.

"Nih… *ngasih pesanan Miku* totalnya 10 yen." Kata Mayu.

"Wee… dikasih diskon apaan nih sampe jadi 1 yen satu bonekanya?" Tanya Miku sambil nerima pesanannya.

"Diskon karena aku juga suka nyiksa orang… dan menyebarkan voodoo doll ini berarti aku ngebantu orang buat nyiksa orang lain…" Jelas Mayu.

"Ohh…" Miku cuma bisa bilang 'ohh…' Karena dia sebetulnya gak ngerti apa yang diomongin sama Mayu. #ditimpuknegi. Lalu Miku pun balik ke rumahnya…

"Mayu-sama… boleh minta obat tumbuhin Rambut ga?" Tanya Gakupo.

"Engga boleh…" Kata Mayu.

"Kenapa ga boleh?" Tanya Gakupo bingung.

"Karena di dunia ini ga ada yang gratis…" Kata Mayu. Gakupo pun ber-facepalm-Ria.

"Maksudnya boleh beli obat tumbuhin rambut ga?" Kata Gakupo baik-baik soalnya takut dipenggal kepalanya sama Mayu.

"Boleh… Harganya 5000 yen." Jawab Mayu.

'Kok lebih mahal dari boneka… ga apa-apalah daripada Ga punya Rambut' Batin Gakupo lalu ngasih duit 5000 yen ke Mayu. Lalu Gakupo mengambil obatnya.

"Hampir lupa… Kau harus sambil baca ini." Kata Mayu sambil memberi Gakupo sebuah kertas.

"Osabbu vasre aghir osappu vaspe(?) aghip obabbu (?) vagre aghiu (?) ohattu vagwe achiu (?)." Kata Gakupo sweatdrop ngebaca isi kertas itu. Tadinya ia ingin menebas Mayu sekarang juga, tapi mengingat Mayu selalu bawa kapak… Gakupo langsung mem-vonis niatnya dan niatnya dipenjara seumur hidup(?).

"Sekarang langsung minum obat itu!" Suruh Mayu. Gakupo pun nelen obat yang gedenya segede bola ping-pong(?). Lalu Gakupo memasukan obatnya ke dalam mulutnya lalu dikunyah, ditelen terus minum air putih yang entah datang dari mana.

Doeng(?)

"Kok yang tumbuh cuma satu helai?" Tanya Gakupo heran melihat kepalanya yang hanya ber-rambut-nya sehelai(?).

"Itu karena kamu bacanya ga bener! Ayo ulang lagi!" Suruh Mayu.

"O-Oke tapi obatnya cuma ada satu… Gimana nih?" Tanya Gakupo.

"Ya beli lagi lah!" Kata Mayu(Hiroki : "Mayu ternyata mata duitan ya?" | Mayu : *ngeluarin kapak yang siap dengan turbo untuk dilempar*. | Hiroki : "Ampun!")

Mana cukup. untuk pembelian kedua 0-nya nambah satu!" Kata Mayu. Lalu Gakupo ngeluarin duit 50000 dan ngasih ke Mayu pastinya dengan sweatdrop, Lalu uang itu dengan cepat disambar oleh Mayu.

"Sekarang baca lagi yang bener!" Perintah Mayu sambil ngasih kertas baru karena kertas-nya cuma sekali pake(?).

"Osabbu vasre aghir-nyan osappu vaspe aghip-nyan obabbu vagre aghiu-nyan ohattu vagwe achiu-nyan" Kata Gakupo dan rambut-nya tumbuh lagi seperti semula tapi ada Telinga Kucing warna ungu dan putih(?)! XD. Lalu ada Luka lewat di taman lawang. (Hiroki : "Cieee… Nyariin Gakupo ya?"#digamparLuka)

"HAHAHAHAH! Lu kenapa pake telinga kucing?" Tanya Luka yang tiba-tiba lewat.

"Telinga kucing?" Tanya Gakupo bingung.

"Di atas rambut lu ada telinga kucingnya! Dasar Gakkun kalo jadi banci jangan gitu juga dong!" Kata Luka kepada Gakkun(Hiroki : "Cieee… kalo di luar sekolah manggilnya Gakkun." | Luka : "Urusai!" | Kengo : "Yah, Luka mah begitu. Masa tsundere melulu… Kan bosen ngeliatnya…" *ikan tuna melayang tepat ke muka Kengo*)

"Eeehhhh!? Gimana nih Mayu-sama cara ngilanginnya?" Tanya Gakupo panik.

"Tinggal dipotong." Jawab Mayu watados sambil ngeluarin kapak kesayangannya.

"Tenang… ini sama kaya voodoo doll gak bisa bikin mati… Cuma nyiksa… Mwehehehe." Kata Mayu yang penyakit 'penyiksa'-nya kambuh.

"Waaaaaah! Luka-sama tolong!" Teriak Gakupo sayangnya udah keburu dipotong telinga kucingnya

"Ahhh! Loh kok, masih ada telinga kucing-nya?" Tanya Gakupo sambil ngeliat telinga kucing yang masih ada di kepalanya

"Karena efek-nya sama kaya voodoo doll. saya jadi cuma nyiksa terus kerusakan yang dihasilkan akan kembali seperti semula dan saya bisa melakukan penyiksaan tanpa membunuh orang tersebut." Jelas Mayu terus ngepotong telinga kucing garong BaKamui Gakkun berkali-kali sampe Gakkun meminta mohon sama Mayu.

"Ampun Mayu-sama!" Teriak Gakkun kesakitan.

"Oke, tapi…" Ucapan Mayu sengaja gantung diri mau bunuh diri(?).

"Tapi apa?" Tanya Gakkun(Hiroki : "STOP! Ga usah pake Gakkun lagi!") bingung.

"Boleh minta 50000 yen ga? Kalo ga mau ngasih sih ga apa-apa, tapi resikonya tanggung sendiri." Kata Mayu sambil ngeluarin kapak tanpa efek alias kalo kepalanya Gakupo copot sama kapak itu kepalanya Gakupo gak akan kembali seperti semula alias kalo kepenggal ya udah, the end #ditebas.

"Bo-Boleh" Kata Gakupo sambil ngasih 50000 yen ke Mayu.

"Makasih…" Kata Mayu sambil nerima uang ngamennya Gakupo dan tersenyum inosen.

"Habislah uang ngamen ku selama satu bulan…" Ucap Gakupo sedih.

"Kalo gitu, saya permisi dulu…" Kata Mayu terus pake ilmu hitam dan ngilang… diculik(?) mungkin… #plak, maksudnya ngilang terus ga tau kemana perginya.

Rumah Miku & Mikuo…

"Aduh, ngapain sih lu? Baru pulang langsung nyabut rambut orang aja?" Tanya Mikuo rada kesel sama adeknya yang baru sampe rumah langsung nyabut rambut dia(Hiroki : "Kalian para Reader's yang pintar pasti tau Miku mau ngapain Mikuo…"), Lalu dia nyiksa Mikuo.

Hiroki : "Permisi…" *Nutupin adegan sadis dengan tirai sampe selesai*

"Aduh, udah dong. Miku! Sakit nih!" Kata Mikuo minta ampun. Lalu Miku pun menyudahi kegiatan 'siksa-menyiksa'-nya.

"Hehehe…" Miku cuma nyengir gaje.

"Oh iya, Miku. Lu dapet dari mana boneka itu?" Tanya Mikuo sambil nunjuk boneka 'khusus' yang dari tadi dipegang sama Miku.

"Ah, yang ini? Ini gua beli dari dukun Mayu-san." Jawabnya watados.

"Tunggu! Lu ketemu sama dukun Mayu itu? Yang ilmu kedukunannya ngelebihin Eyang Soeboer sama Ki Joko Bodo itu? Lu kenapa masih idup?" Tanya Mikuo bertubi-tubi yang membuat Miku, Rin, dan Rinto sweatdrop.

"Iya, gua ketemu sama Mayu. Dan iya, gua masih idup karena gua pengen nyiksa orang. Mwehehehe!" Miku mulai ketawa gaje, evil laugh tepatnya. Mikuo cuma merinding gaje.

"A-ampuni saya, Miku ojou-sama." Kata Mikuo gemeteran sambil mohon-mohon di bawah kakinya Miku (Readers : "Lebay lu thor!").

"Mulai sekarang, Mikuo-nii harus ngasih jatah negi Mikuo-nii seperlimanya setiap hari!" Kata Miku sambil kembali evil laugh.

"TIDAAAAAAAAAAAK!" Mikuo teriak-teriak gaje sambil guling-gulingan di lantai.

"Lu berdua bisa berhenti bercanda gak sih?!" Teriak Rinto berusaha ngehentiin kedua makhluk negi sarap ini.

"Gak, gua gak bisa kalo gak bercanda!" Koor Miku dan Mikuo yang tiba-tiba jadi kompak seketika.

'Dasar duo negi sarap!' Batin Rin dan Rinto sweatdrop.

"Nih, sekarang gua tanya sekali lagi. Lu mau gak bantuin gua?!" Tanya Rinto dengan tatapan (sok) seriusnya.

"Ya kalo itu sih tergantung bayarannya…" Jawab Mikuo dengan tampang mata duitan (Hiroki : "Bagi para readers, silahkan pikirkan sendiri bagaimana itu tampang mata duitan. Karena saya sendiri juga gak tau gimana itu tampang mata duitan #dihajarwarga.)

"Kalo gitu doang mah gampang. Yang penting lu mau bantuin gak?" Tanya Rinto sekali lagi.

"Rencananya mau gimana dulu emangnya?" Tanya Mikuo.

"Jadi…"

.

.

.

"Lu ngerti kan?" Tanya Rinto ngeyakinin kalo Mikuo yakin.

"Oooh, cuma gitu doang. Bayarannya sepuluh juta yen saja!" Jawab Mikuo watados. Lalu Rinto mengeluarkan segepok (?) uang dari saku celananya dan menaruhnya di depan Mikuo. Mikuo lalu mengecek uangnya, lalu dia mengangguk.

"Kita mulai besok!" Kata Rin semangat mau ngerjain Len.

"OOOOSU!" Koor mereka berempat.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah apa yang terjadi di chapter enam. Saya males ngetik ulang soalnya

T-B-C

Hiroki : "Nah, amanat dalam chapter ini adalah jangan memberikan sesuatu secara berlebihan untuk ngerjain orang. Nanti kayak Rinto aja… Nanti kalian akan kehilangan benda berharga yang dalam kasus ini Jeruk, kehilangan banyak harta, kehilangan harga diri sebagai lelaki sejati karena nonggeng di jamban" XD

Readers :"Amanat macam apa itu thor?!" *nyiapin berbagai macam barang untuk nimpuk author*

Hiroki : "Amanat macem-macem." *watados* *ditimpukin warga sekampung* *Diperban kayak mumi*

Hiroki : "Mind To Review?"