-prev chapter-
Luhan merapikan pakaiannya. Dia sudah boleh pulang dari rumah sakit hari ini dan bergegas merapikan baju-bajunya.
"Kau yakin Lu?" eommanya duduk di pinggiran ranjang, menatapnya dengan hati-hati.
"Yakin eomma."
"Tetapi kau belum sembuh benar, dan eomma mencemaskanmu di sana."
Luhan tersenyum lembut, "Eomma, aku kan tinggal di rumah halmeoni di sana, halmeoni pasti akan mengurusku. Eomma jangan cemas ya, aku bisa menjaga diri."
Sang eomma terdiam, masih menatap anaknya dengan kecemasan yang tidak bisa disembunyikannya, tetapi tidak punya daya upaya untuk mencegah niat bulat Luhan.
Sementara itu Luhan sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia akan menyusul ke Seoul, dia akan berkenalan dengan Baekhyun, tentu saja tanpa sepengetahuan Chanyeol, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dilihat Chanyeol dari Baekhyun yang tidak dia miliki.
Baekhyun... Luhan menghapal nama itu dalam hati. Well, Baekhyun harus tahu, kalau Luhan tidak akan menyerahkan Chanyeol semudah itu. Dia akan memperjuangkan cintanya sekuat tenaga...
REMAKE NOVEL
Menghitung Hujan
By: Santhy Agatha
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Wu Yifan, Xi Luhan, Oh Sehun.
WARN!
Gender Switch. Typo(s) everywhere
If you don't like
.
.
.
Don't read!
.
.
.
Check this out
semua nyawa mengharap asa yang sama
saat dua hati mulai terbelenggu romansa
menjulang doa ke langit Tuhan
berucap syukur karna cinta
ah dahulu memang cinta sangat bermurah hati padamu, kemuDian padaku
cinta...dahulu pernah merangkai jalanmu kepadaku.
hingga sekarangpun...aku masih tertinggal di masa itu
masih meratap punggungmu berlalu dari ujung mataku
dari hidupku yang entah mengapa...selalu butuh sapamu saat pagi membuka hari.
dan senyummu temaram saat petang merangkul malam
kau dan cinta para dewamu...terlalu mewah untukku menghamba
Luhan melangkah turun dari pesawat menuju ke pintu keluar Airport. Banyak orang lalu lalang, kebanyakan menunggu sanak saudaranya. Dia melangkah keluar dari pintu bandara itu, ke arah lapangan yang luas. Sejenak dia berdiri, dalam hening dan diam, menatap ke sekeliling. Menghirup udara di sebuah negara yang sering dikunjunginya semasa kecil... Chanyeol ada di kota ini, menghirup udara yang sama. Batin Luhan terasa pedih. Seharusnya kalau hubungan mereka baik-baik saja, Chanyeol ada di sini untuk menjemputnya. Tetapi yang terjadi sekarang adalah dia melangkah sendirian di sini, dalam kesepian yang mencekik, merasa sedih dan ironi.
"Luhan? Sudah lama menunggunya?"
Luhan menoleh mendengar panggilan itu, Lalu tersenyum ketika menyadari siapa yang menjemputnya.
"Halo Sehun-ah." dengan cepat dia menghampiri sepupunya itu, meninggalkan tas nya di lantai dan memeluknya.
Sehun membalas pelukannya dengan sayang, Luhan akan selalu menjadi adik kesayangannya, Sehun adalah anak tunggal, dia tidak punya saudara dan satu-satunya orang yang bisa dekat dengannya adalah Luhan.
Diambilnya tas Luhan lalu mengerutkan keningnya, "Mana Chanyeol?"
Pertanyaan Sehun itu membuat mimik wajah Luhan berubah, meskipun dia berusaha menyembunyikannya di balik senyumnya yang pahit. Ya... keluarga besar mereka memang belum tahu tentang pembatalan pertuBaekhyungan sepihak yang dilakukan oleh Chanyeol. Hanya Appa dan Eommanya yang tahu dan Luhan melarangnya untuk memberitahukan kepada keluarganya yang lain. Itu semua karena Luhan masih berharap bahwa Chanyeol akan kembali kepadanya, bagaimanapun caranya.
"Chanyeol sedang sibuk." Luhan mengarang dengan cepat, "Lagipula aku kemari karena merindukan halmeoni."
Sehun tertawa, "Dan halmeoni juga merindukanmu. Dari kemarin beliau sibuk menyiapkan kamarmu, dan menyuruh kami menyiapkan cemilan kesukaanmu, bahkan sekarang beliau sedang memasak makanan kesukaanmu." Sehun mengedipkan sebelah matanya, "Kedatanganmu kemari benar-benar membuat halmeoni bersemangat..." Wajah Sehun kemuDian terlihat sedih, "Biarpun begitu kami tetap bisa mengerti kenapa bertahun-tahun kemarin kau tidak bisa mampir ke Seoul, apalagi mengingat kondisi Chanyeol waktu itu yang begitu sakit, kami mengerti betapa kau mencintainya dan ingin tetap berada di sampingnya kalau-kalau yang terburuk terjadi."
Luhan merenung dengan sedih. Ya, demi Chanyeol dulu, dia telah mengorbankan seluruh waktunya, keluarganya, hari-harinya dihabiskan untuk mendampingi Chanyeol dan merawatnya.
Sehun memperhatikan ekspresi sedih Luhan lalu menepuk punggungnya, memberikan semangat, "Hei... kenapa kau murung? Sekarang keadaan sudah lebih baik bukan? Transplatasi jantung Chanyeol yang sukses tentunya telah merubah hidup kalian, seperti sekarang, kau bisa main ke Seoul dan menengok kami lagi."
Ketika Sehun berjalan sedikit di depannya, Luhan meringis, makin pedih. Transplatasi jantung itu memang telah merubah kehidupan mereka. Tetapi bukan ke arah yang Luhan inginkan...
-CB-
"Bagaimana penampilanku?" Baekhyun menatap ke arah cermin, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kyungsoo dengan cemas. Sementara Kyungsoo sendiri tampak tersenyum geli melihat polah tingkah Baekhyun.
"Baekhyun... kau itu cantik memakai baju apapun dan berpenampilan apapun. Lagipula Chanyeol mencintaimu, jadi kau memakai kertas koran sebagai bajupun dia akan bilang kalau kau cantik." gumam Kyungsoo, tidak mampu menyembunyikan kegeliannya.
Pipi Baekhyun memerah dia lalu duduk di tepi ranjang, menatap Kyungsoo dengan malu, "Mungkin memang aku sedang gugup." Baekhyun mengangkat bahunya, "Kau tahu ini adalah kencan pertamaku... sejak... sejak..."
"Sejak dengan Yifan?" Kyungsoo melanjutkan dengan penuh pengertian. "Aku mengerti Baekhyun. Tetapi bagaimanapun juga, kau masih muda, kau harus melanjutkan hidup. Aku yakin Yifan di sana pasti akan tersenyum bahagia melihat keadaanmu sekarang."
Baekhyun mengangguk, tersenyum sayang ketika membayangkan Yifan. Yifannya pasti akan tersenyum karena Baekhyun sudah bangkit dari kesedihannya, berani melangkah, memasuki cinta yang baru.
"Kau tidak apa-apa kutinggal di sini?" Baekhyun melirik ke arah Kyungsoo yang sekarang sudah selonjoran di ranjangnya sambil membaca koleksi novel milik Baekhyun.
"Aku kemari kan bukan buat menemuimu, tetapi mau mengicipi masakan eommamu yang enak." Kyungsoo mengangkat alisnya dan tertawa, "Jangan pikirkan aku, aku akan bersenang-senang di rumahmu."
Kyungsoo memang selalu kesepian di rumah, eommanya sudah meninggal dan dia tinggal bersama appanya yang selalu sibuk, bahkan di hari minggu. Karena itu Kyungsoo lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Baekhyun, dia sudah Dianggap seperti anak sendiri di sini.
Ketukan di pintu membuat Baekhyun terlonjak kaget. Kyungsoo tersenyum geli dan menepuk pundak Baekhyun dengan novel di tangannya, "Taruhan itu pasti eomma yang bilang kalo Chanyeol sudah datang."
eommanya memang yang ada di balik pintu itu dan mengatakan kalau Chanyeol sudah menunggu di ruang tamu.
Baekhyun menoleh gugup ke arah Kyungsoo, "Aku... aku pergi dulu ya."
Kyungsoo mengedipkan matanya, "Bersenang-senanglah."
-CB-
Eomma Baekhyun menyapa Chanyeol dengan ramah, sepertinya eommanya itu cukup senang dengan kedatangan Chanyeol, selain karena Chanyeol cukup santun dan baik, eomma Chanyeol juga menyadari bahwa Chanyeol adalah lelaki pertama yang diajak Baekhyun ke rumah setelah Yifan, hal itu berarti anak perempuannya ini sudah mampu bangkit dari keterpurukannya karena ditinggal Yifan.
Setelah berbasa-basi sejenak, eomma Baekhyun meninggalkan dua muda-mudi itu duduk berdua di ruang tamu.
"Eomma menyukaimu." Baekhyun berbisik pelan sambil menatap kepergian eommanya, lalu tersenyum malu-malu, "Terimakasih sudah mau datang menjemputku kemari."
"Aku senang melakukannya." Chanyeol tersenyum tulus, "Aku juga berterimakasih karena kau mau mengundangku datang ke rumah, berkenalan dengan eommamu."
Baekhyun tersenyum, tetapi kemuDian ganjalan di hatinya itu muncul, kemarin dia masih ragu menanyakannya karena dia terlalu bahagia ketika menyadari besarnya perasaannya kepada Chanyeol, dan takut merusak suasana.
Tetapi sekarang dia harus menanyakannya, karena semua hal harus diluruskan sebelum mereka melangkah maju.
"Chanyeol-ah." Ekspresi Baekhyun berubah serius, "Ada yang ingin aku tanyakan..."
"Tentang apa?" Chanyeol terlihat tenang, tetapi matanya bersinar waspada.
"Aku menerima telepon pada suatu malam..." Baekhyun menatap Chanyeol dalam-dalam, "Katanya dari eommamu, dan kalau dia memang benar-benr eommamu, dia bilang aku harus membujukmu agar mau pulang menemui tunanganmu yang sakit.." Baekhyun menghembuskan napas panjang, "Katanya semua akan dijelaskan... tetapi kemuDian aku datang ke resroran yang telah disepakati, menunggu sampai dua jam dan tidak ada siapapun yang datang." Baekhyun menatap Chanyeol penuh pertanyaan, 'Kau bisa menjelaskan tentang itu semua?"
Chanyeol menghela napas panjang. Dia tahu pertanyaan ini akan datang juga dari Baekhyun, telepon eommanya memang tidak mungkin bisa diabaikan begitu saja. Haruskah Chanyeol menjelaskan semuanya kepada Baekhyun? Tetapi dia masih merasa belum waktunya. Ikatan perasaan antara dia dan Baekhyun harus lebih diperdalam sebelum pada akhirnya dia membuka seluruh rahasianya kepada Baekhyun.
"Itu memang eommaku." Chanyeol akhirnya berkata, "Tetapi yang dia bicarakan adalah mantan tunanganku."
"Mantan tunanganmu?" Baekhyun mengeryitkan keningnya kaget.
"Ya... aku sudah memutuskan hubunganku dengannya karena aku sampai pada suatu titik kesadaran bahwa aku tidak mencintainya lagi." Chanyeol menatap Baekhyun dengan sedih, "Kemarin dia sakit jadi eommaku yang merasa ikut bersalah memutuskan menghubungimu, dia tahu bahwa aku mencintaimu dan berpikir bahwa kau mungkin bisa mengetuk nuraniku untuk menjenguk mantan tunanganku itu. Eomma mungkin membatalkan niatnya untuk menemuimu karena aku saat itu sudah pulang untuk menjenguk mantan tunanganku."
Baekhyun menelan ludahnya, "Apakah kau memutuskan pertunanganmu karena aku?" Rasa bersalah menyergap perasaannya, kalau Chanyeol sampai memutuskan pertunangannya karena jatuh cinta kepadanya, dia tidak akan sanggup menahan rasa bersalahnya. Bayangan dirinya bersenang-senang di atas penderitaan perempuan lain sungguh tidak tertahankan.
Chanyeol menggelengkan kepalanya, "Tidak Baekhyun, aku memutuskan pertunangan itu bahkan sebelum aku pergi ke Seoul, sebelum aku bertemu denganmu, dan sebelum aku jatuh cinta kepadamu." Chanyeol tidak bohong dalam hal ini, dia memang memutuskan Luhan sebelum dia bertemu Baekhyun. "Aku memutuskan pertunangan itu karena menyadari bahwa sudah tidak ada cinta untuknya, jantungku tidak berdebar karena bersamanya, dan aku rasa tidak baik mempertahankan sesuatu yang hambar, apalagi sampai dibawa ke jenjang pernikahan."
Baekhyun tercenung memikirkan penjelasan Chanyeol, dia memang tidak bisa menyalahkan Chanyeol kalau itu memang yang menjadi alasan keputusan Chanyeol... sedikit banyak dia lega karena Chanyeol memutuskan tunangannya bukan karena dirinya. Ditatapnya Chanyeol dengan hati-hati, "Apakah mantan tunanganmu itu baik-baik saja sekarang?"
Chanyeol menganggukkan kepalanya, "Kemarin aku pulang untuk menemuinya, dia perempuan yang kuat, aku yakin dia akan bangkit dan bisa menemukan seorang laki-laki yang bisa mencintainya dan dicintainya dengan sepenuh hati." Chanyeol lalu beranjak, mencoba mengalihkan percakapan dari suasana yang membuat murung itu,
"Yuk kita jalan. Jangan dibahas lagi ya, itu masa lalu dan sekarang aku sudah melangkah maju." Chanyeol mengulurkan tangannya kepada Baekhyun, "Bersamamu."
Sejenak Baekhyun ragu, lalu dia membalas uluran tangan Chanyeol.
-CB-
"Jadi setelah ini kita kemana?" Mereka hendak keluar dari gedung itu, setelah menonton film pilihan mereka. Ternyata hujan sedang turun dengan derasnya di luar, membuat benteng segaris air yang kelabu menutup pemandangan saking derasnya. Langit gelap bahkan di jam sorepun sudah tampak seperti tengah malam yang pekat.
Akhirnya Chanyeol mengajak Baekhyun kembali masuk ke gedung itu, mereka duduk di Cafe di lantai empat yang berdinding kaca bening, sehingga pemandangan hujan yang menghantam-hantam kaca tampak begitu jelas. Baekhyun dan Chanyeol memilih tempat yang langsung berdekatan dengan dinding kaca itu.
Seharusnya Baekhyun tidak menyukai suasana ini, seperti kebanyakan orang yang menggerutu karena hujan telah merusak hari mereka. Tetapi tidak, dia malahan merasa senang, karena hujan baginya telah menciptakan aura yang membungkusnya, aura melankolis yang membuatnya semakin yakin bahwa dia telah jatuh cinta.
Baekhyun tersenyum kepada Chanyeol, "Kita di sini saja dulu, menghitung hujan."
"Menghitung hujan?" Chanyeol mengernyitkan keningnya, "Bagaimana bisa?"
"Aku selalu melakukannya kalau sedang sedih...Kau lihat itu?" Baekhyun menunjuk ke arah kaca di sebelahnya.
"Lihat apa?" Chanyeol mendekatkan tubuhnya dengan tertarik ke arah yang ditunjuk Baekhyun
"Buliran-buliran air hujan yang menempel di kaca. Ketika aku melamun aku selalu menghitungnya, mengamatinya sampai buliran itu meleleh dan hilang... lalu mengitung lagi dan lagi." Baekhyun menatap Chanyeol yang melihatnya sambil mengangkat alis, lalu menundukkan kepalanya malu, "Maafkan aku, aku aneh ya."
Chanyeol tergelak, mengulurkan jemarinya untuk mengacak rambut Baekhyun, "Ya kau memang aneh, tapi kau orang aneh yang kucintai."
Mereka bertatapan, saling bertukar pandang, penuh cinta. Hati mereka diliputi oleh kebagagiaan yang luar biasa, jantung Chanyeol berdegup ringan, merasa bahagia. Tetapi bukan hanya jantungnya saja yang berbahagia, Sekujur tubuh Chanyeol seolah bernyanyi, mengucap syukur atas kebahagiaan yang telah lama diimpikannya ini. Kebahagiaan karena bisa ada di dekat Baekhyun, kebahagiaan karena bisa memiliki hati Baekhyun.
"Aku dulu juga suka menghitung hujan tanpa sadar." Chanyeol bertopang dagu, menatap ke arah kaca itu, "Dulu aku sempat sakit dan dirawat di rumah sakit lama."
"Kau sakit apa?" sela Baekhyun dengan cemas.
Chanyeol tersenyum samar, "Bukan sakit yang penting." Elaknya, "Dan aku sering merasa hujan di rumah sakit. Saat paling menyenangkan buatku adalah ketika hujan turun, lalu aku akan menatap tetesan demi tetesannya yang berjatuhan dari jendelaku yang terbuka." Dia tersenyum menatap Baekhyun, "Sepertinya kita sama ya."
Baekhyun terkekeh lalu membiarkan jemarinya direngkuh ke dalam genggaman tangan Chanyeol, "Kita bisa duduk dan menghabiskan waktu diam berdua tanpa bosan, sambil menghitung hujan."
"Ide yang bagus." Chanyeol mengangkat alisnya, "Mari kita lakukan."
Dan demikianlah Chanyeol dan Baekhyun. Duduk berdua, bergenggaman tangan, menghitung hujan bersama-sama.
-CB-
Baekhyun sedang mengunjungi toko buku kecil langganannya di lokasi dekat kampus, Kyungsoo tidak ada bersamanya karena sahabatnya itu sedang kuliah tambahan. Dengan asyik Baekhyun menelusuri barisan buku-buku yang tertata rapi di bagian fiksi, mencari kisah romantis baru untuk di bawa pulang.
Ketika tidak menemukan apa yang dicarinya, Baekhyun berbalik, hendak menuju bagian new releasedi sudut lain toko itu, ketika kemudian dia menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan buku-buku hingga yang dibawanya itu jatuh berserakan di lantai.
"Oh maaf." Baekhyun dan orang yang dtabraknya itu sama-sama berjongkok untuk mengambil buku itu, Baekhyun mendongak dan menatap orang yang ditatapnya, seorang perempuan ... sangat cantik. Dengan cekatan Baekhyun mengambil buku-buku yang berserakan itu lalu berdiri diikuti perempuan itu, dan menyodorkan buku-buku itu kepada perempuan itu. 'Maafkan saya ceroboh, saya tidak tahu ada orang di belakang."
Perempuan cantik itu menerima buku-buku dari Baekhyun dan memeluknya di tangannya, "Tidak apa-apa, aku juga tadi berjalan lurus saja, tidak melihat ke kanan dan ke kiri."
"Itu Jane Eyre." Baekhyun tidak bisa menahan diri ketika melihat sampul salah satu buku yang berada di bagian depan di pelukan perempuan itu, "Aku juga punya satu di rumah."
"Oh ya?" perempuan itu melirik ke arah bukunya dan tersenyum malu-malu, "Aku sedang berlibur di Seoul, dan sengaja membeli buku-buku yang banyak sebagai teman kebosananku. Dari sinopsisnya di bagaian belakang buku, sepertinya ini buku yang menarik."
"Sangat menarik. Ini adalah buku romance dari tulisan sastra lama inggris, diterbitkan pertama kali tahun 1847 dan kisah cintanya masih bertahan sampai sekarang." Baekhyun memutar bola matanya, "Ketika Charlotte Brontte menerbitkannya pada tahun itu, buku ini menuai banyak kontroversi."
"Kenapa?" Perempuan itu tampak tertarik.
"Karena kisah cintanya yang tidak biasa. Jane Eyre adalah perempuan mandiri dari keluarga kaya, ketika ayahnya meninggal dia terusir begitu saja dengan hartanya dikuasai oleh ibu dan adik tirinya, mirip kisah cinderella yah." Baekhyun terkekeh, "Tetapi kemudian dia menjadi guru untuk mengajar seorang anak kecil, anak dari bangsawan kaya yang sudah menjadi duda, dia harus tinggal di sebuah kastil gelap, dimana kabarnya kastil itu berhantu dan sang pemilik adalah bangsawan yang sangat menakutkan, tetapi tidak pernah ada di rumah karena begitu sibuknya dengan bisnisnya. Dia mengajar anak bangsawan itu, seorang gadis kecil yang sangat mencuri hatinya sehingga Jane sangat menyayanginya. Tetapi kemuDian bangsawan itu pulang ke kastilnya, dan Jane melihat bahwa bangsawan itu sangat tampan meskipun sikapnya misterius dan menakutkan." Baekhyun mengedipkan sebelah matanya, "Ada begitu banyak misteri di kastil itu dibalut kisah romance yang sangat menarik antara sang guru pribadi dengan sang bangsawan, ... kisha misterinya digambarkan dengan baik, bahkan aku sampai merinding membacanya, tetapi begitu membacanya kau tidak akan bisa berhenti, karena kau pasti sangat ingin tahu rahasia gelap dan mengerikan apa yang tersembunyi di kastil itu...aku tidak akan menjelaskan lebih lanjut kepadamu karena nanti akan merusak kejutannya."
Perempuan itu terkekeh, "Kau membuatku ingin cepat-cepat pulang dan membacanya untuk mengetahui rahasia gelap apa yang ada di sana." Lalu perempuan itu mengulurkan tangannya, "Kita sampai lupa berkenalan... namaku Luh...", perempuan itu berdehem, "... panggil aku Lulu."
Baekhyun tersenyum ramah dan membalas uluran tangan itu, menjabatnya dengan hangat, "Dan aku Baekhyun."
TBC
YAY SATU CAST RAHASIA SUDAH ADA HORAY WELCOME SEHUNIE/?:3 HAYOLOH LUHAN UDAH KE SEOUL/? DISINI CERITANYA ITU CHAN TINGGAL DI BEIJING/? NAH TAPI DIA LAHIR DISEOUL/?
CHANBAEK MOMENT DISINI BANYAK HAHAY:33 MEREKA FIRST DATE BAHAHAHA. AKHIRNYA BABYBAEK MOVE ON JUGA! Xd
NAH LOH BAEK SM LULU KETEMU….. JENG JENG JENG…
WKWK SEE YOU NEXT CHAPTER SJ LAH YA/?:33
THANKS FOR REVIEW ATUH/? MAAP GABISA BALESIN LAGI, AKU LELAH BARU PULANG
SO, MIND TO REVIEW?^_^
KAMSAHAMNIDA /bow/
