hanna

dul

set

tok tak tok tak

suara langkah Ryeowook terdengar begitu tergesa – gesa untuk sampai kekamar Sungmin. Ryeowook sama sekali tidak menghiraukan sapaan pelayan lainnya yang berpapasan dengannya.

'miane aku tidak bisa menanggapi kalian karena ada hal yang jauh lebih penting untuk segera aku sampaikan pada nona muda sebelum tuan Choi pulang' Ryeowook menghibur dirinya sendiri yang merasa bersalah telah mengabaikan teman seprofesinya

Toktoktok

Ryeowook mengetuk pintu kamar Sungmin. Wajahnya begitu gelisah dan gerak tubuhnya tampak tidak tenang

"nugu?" terdengar suara Sungmin bertanya dari dalam kamar

"Wookie nona!" teriak Ryeowook membuka pintu kamar itu lalu segera masuk

"ada apa?" tanya Sungmin tangannya menggapai sosok Ryeowook yang terlihat tidak jelas

"ada hal yang sangat penting yang ingin segera aku sampaikan padamu nona!" jawab Ryeowook meraih tangan Sungmin lalu memapah Sungmin untuk kembali duduk diatas kasurnya

"katakan!" Sungmin menoreh kearah Ryeowook dan terlihat dia begitu tidak sabar

"baru saja aku mendapatkan telpon dari Kyuhyun! Dia berhasil melarikan diri dari sekapan yang dilakukan anak buah nyonya terhadapnya! Dia berhasil lari saat mobil berhenti dilampu merah. Dia meminta saya untuk menyampaikan kabar ini pada nona dengan segera. Katanya nona harus berhati – hati terhadap tuan Choi. Dia sangat licik dan jahat. Dia telah mengabadikan momen nona dengannya saat dihotel tempo hari. Dan dia dengan sengaja mengirimkan foto itu ketangan nyonya Lee. Itu sebabnya nyonya Lee murka dan berniat mengusirnya dari rumah ini. Dia berjanji akan segera menemui nona dan segera membalaskan sakit hati nona yang sudah diperlakukan dengan tidak layak oleh tuan Choi. Untuk sekarang ini dia meminta nona untuk bersabar dan bertahan sampai saatnya tiba dia datang memberikan nona kebahagiaan yang nyata" Ryeowook menggenggam tangan Sungmin dengan wajah yang penuh haru, matanya berkaca – kaca

"jinja? Benarkah dia mengatakan demikian?" air bening itu menggenang dikedua mata Sungmin lalu menetes membasahi pipi Sungmin yang putih mulus itu

"percayalah nona! Kau pasti akan menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya bersama namja itu" Ryeowook memeluk Sungmin dan mereka menangis bersama

.

.

"brengsek! Kalian memang tidak berguna!" nyonya Lee melempar telpon pintarnya hingga hancur berantakan dilantai ruang gym setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya yang memberitakan tentang lolosnya Kyuhyun dari tangan mereka

"aaaaaaaa!" nyonya Lee melemparkan sebuah barber kecil kekaca besar yang menempel ditembok ruang gym itu hingga kaca itu pecah berkeping – keping membuat salah satu pelayannya khawatir

"nyonya gwencana?" tanya pelayan wanita menghampirinya

"panggilkan Lee Sungmin menghadapku segera kekamarku" nyonya Lee bergegas keluar ruang gym membawa handuk kecil untuk mengeringkan keringatnya

"baik nyonya!" jawab sang pelayan menunduk

.

.

Toktoktok

Ryeowook mengetukkan pintu kamar tuan dan nyonya Lee. Dia menatap Sungmin yang berdiri membisu disampingnya

Clek

Pintu itu dibuka nyonya Lee dengan tatapan begitu menyimpan amarah terhadap Sungmin

Plak

Nyonya Lee seketika menampar Sungmin dengan sangat keras meninggalkan bekas tangannya dipipi Sungmin

"eomma!" Sungmin menahan sakit. Tangan kakannya memegang pipi yang baru saja ditampar nyonya Lee

"kau memang anak tidak berguna! Kau buta dan sangat memalukan!" nyonya Lee menyeret Sungmin dengan sangat kasar masuk kedalam kamarnya

"nyonya aku mohon hentikan nyonya jangan siksa nona seperti itu!" Ryeowook berusaha keras untuk menghentikan aksi nyonya Lee yang begitu tega menyiksa anaknya sendiri

"diam kau! Brengsek" nyonya Lee mendorong kasar Ryeowook hingga terpental membentur tembok kamarnya

"eomma apa yang kau lakukan! Wookie pergilah tinggalkan kami!" teriak Sungmin meraba – raba karena dia tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Ryeowook

"baik nona!" Ryeowook menyeka air matanya yang menetes membasahi pipinya lalu keluar dari kamar itu.

.

"aku menyesal karena telah melahirkan puteri penyakitan seperti kau Lee Sungmin! Kau tidak hanya membuat kami malu karena keadaanmu! Tapi kau juga membawa kesialan dalam hidupku! Kau membuatku bangkrut dan harus kehilangan semua harta milikku! Karena kebodohanmu itu aku harus kehilangan semua hartaku hah!" nyonya Lee kalap dia menjambak rambut Sungmin dan menarik – narik rambut Sungmin berkali – kali

"eomma itu sungguh menyakitkan eomma!" kedua tangan Sungmin menahan rambutnya yang ditarik sang eomma

"karena ulahmu itu aku harus merelakan hartaku jatuh ketangan suamimu! Kau memang anak pembawa sial! Aaaaaaaaa" nyonya Lee teriak histeris mendorong Sungmin hingga jatuh kelantai

"apa maksud eomma! Kenapa kau harus menyerahkan semua harta milik kita ketangan Choi Siwon?" Sungmin menggapai meja yang terlihat begitu buram dari pandangannya untuk membantunya berdiri

"itu semua karena perjanjian tolol yang telah dibuat appamu! Mereka membuat kesepakatan yang sangat tidak masuk akal. Dan dampaknya kita harus merelakan harta kita ketangan Choi Siwon karena kau berselingkuh!" nyonya Lee berbicara dengan intonasi yang amat ditekan

"jelaskan dengan rinci eomma! Perjanjian apa yang sudah appa buat?" Sungmin menjulurkan tangannya kearah nyonya Lee, perlahan mencoba melangkah

"jika salah satu dari kalian ada yang berselingkuh, maka hukumannya adalah harta yang kalian miliki akan jatuh sepenuhnya ketangan yang diselingkuhi! Arra?" nyonya Lee terkulai lemas diatas kasurnya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya

"aku mengerti dengan sangat jelas eomma! Ada hal yang sangat ingin aku tanyakan padamu eomma! Tolong jawab dengan jujur" Sungmin perlahan mencoba duduk disebelah eommanya sendiri dengan rasa takut yang tampak jelas

Nyonya Lee melirik kearah Sungmin ekspresi wajahnya terlihat dia begitu jijik melihat Sungmin yang duduk disampingnya tanpa berkata sepatah katapun

"apa yang lebih eomma takutkan didunia ini? Kehilangan semua harta milik appa atau kehilangan aku eomma?" mata Sungmin berkaca – kaca saat memberikan pertanyaan yang sangat menusuk hati itu

"kau sudah terlalu banyak membawa kesialan dalam hidupku semenjak kau lahir! Beruntung dua tahun kemudian adikmu lahir dan membawa kebahagiaan dalam hidupku! Jika kau ingin sebuah jawaban yang jujur! Maka aku lebih rela kehilanganmu dari pada kehilangan hartaku yang sudah memberiku tempat dikelas yang paling tinggi! Aku tidak ingin melihatmu lagi!" jawab nyonya Lee dengan tatapan begitu sinis terhadap Sungmin

"gomawo eomma! Kau sudah bersikap jujur padaku. Aku pastikan kau tidak akan kehilangan hartamu! Kau hanya akan kehilangan aku eomma! Aku akan membuktikan harapanmu kelak!" Sungmin meneteskan air matanya, dia lalu berdiri melangkah meninggalkan nyonya Lee meraba – raba karena tidak ada Wookie didekatnya.

'hati – hati dengan permohonanmu eomma! Aku pastikan kau tidak akan melihatku lagi juga tidak akan melihat yang lainnya' Sungmin bersumpah dalam hatinya

.

.

Sungmin dipapah Ryeowook masuk kedalam kamarnya. Dia terus menangis merasakan sakit hati yang luar biasa yang diberikan nyonya Lee padanya. Rasa sakit yang Sungmin rasakan kali ini jauh lebih besar dari pada rasa sakit yang diberikan Siwon padanya. Sungmin merasa begitu hina dan sia – sia terlahir kedunia ini karena eomma kandungnya sendiripun sangat tidak menginginkan kehadirannya.

"Wookie-ah! apakah kau menyimpan nomer telpon Kyuhyun?" tanya Sungmin menyeka air matanya

"dia memang meninggalkan nomer telponnya nona! Tapi saya belum pernah mencoba untuk menghubunginya" jawab Ryeowook memapah Sungmin duduk diatas kasurnya

"berikan padaku! Aku akan memberikan kejutan besar untuk mereka semuanya! Terutama eomma dan Choi Siwon! tugasmu adalah membereskan semua pakaiaanku juga milikmu kedalam tas. Dan jangan lupa kau masukan juga semua perhiasanku kedalam kotak. Kita akan pergi dari rumah ini. Percayalah padaku kau akan lebih diperlakukan manusiawi jika ikut denganku dari pada tinggal dineraka ini" wajah Sungmin berubah menjadi sadis dan amat dingin, kedua tangannya mengepal. Terlihat kali ini Sungmin membenci semua hal.

.

.

Semua anggota keluarga Lee juga Choi sudah berkumpul diruang pertemuan dikediaman keluarga Lee. Pengacara Jung Yunho yang merupakan penerus mendiang appanya juga sudah hadir disana. Malam itu adalah malam dimana tuan Lee akan merubah semua harta miliknya beralih kepemilikan atas nama Choi Siwon.

Sungmin duduk dengan ekspresi wajah yang amat tenang dan tersenyum sinis. Dia menyimpan banyak rencana yang akan dia lakukan malam itu. Siwon yang duduk disampingnya menaruh sedikit rasa curiga karena dia mencemaskan sikap Sungmin yang tampak begitu tenang disaat dia harus kehilangan semua hartanya.

Tuan Lee hendak membubuhkan tanda tangannya juga stempel diatas beberapa lembar kertas yang disodorkan pengacara Jung padanya. Tiba – tiba...

"hentikan appa! Kau tidak perlu melakukannya. Kau tidak akan pernah menyerahkan harta milikmu ketangan Choi Siwon suami yang akan segera menjadi mantan suamiku!" Sungmin tiba – tiba berdiri tegak mengeluarkan suara yang amat lantang

"apa maksud ucapanmu Minnie-ah?" tuan Lee dan semua orang yang ada didalam ruangan itu menatap Sungmin dengan tatapan tercengang

"perjanjian yang appa buat bersama tuan Choi benar – benar menjijikan! Kenapa semudah itu appa bisa terperdaya oleh sebuah foto yang menggambarkan perselingkuhan yang aku lakukan? Aku yakin ada konspirasi dibalik semua ini appa! Aku yakin Choi Siwon sudah merencanakannya dengan sangat matang untuk bisa menguasai hartamu" Sungmin berkata dengan berapi – api. Wajahnya merah karena dia memang menyimpan banyak amarah yang ingin dia keluarkan saat itu

"kau menoceh Lee Sungmin! Sudah jelas kau telah berselingkuh mengkhianatiku! Dan kau sekarang menuduhku merencanakan semua ini? Kau memang wanita jalang" Siwon murka karena ucapan yang dilontarkan Sungmin memojokan dirinya

"jaga ucapanmu Choi Siwon! Aku akan membuktikan apa yang baru saja aku katakan!" Sungmin membentak Siwon tanpa menoreh kearahnya

"sejak awal pernikahan kami dimalam pertama, Choi Siwon tidak pernah menyentuhku sama sekali! Dia memerintahkan orang lain untuk menggantikannya melewatkan malam pertama bersamaku, begitu juga malam – malam berikutnya hingga malam dimana foto itu berada! Aku memiliki saksinya" Sungmin berkata ditemani air mata yang terus menetes membasahi pipinya

"mwo?" pertanyaan yang sama keluar hampir dari semua orang yang ada diruangan itu

"Cho Kyuhyun masuklah!" Sungmin memanggil saksinya masuk kedalam ruangan itu

Semua mata yang memandang kehadiran Kyuhyun dengan wajah babak belur karena penyiksaan yang dilakukan anak buah nyonya Lee, terlihat begitu terkejut, termasuk Siwon juga pengacara Jung.

"katakan pada mereka apa yang sudah Choi Siwon perintahkan padamu Cho Kyuhyun!" Sungmin memerintah Kyuhyun dengan arah pandang yang masih sama terhadap tembok ruangan itu

"tuan muda Choi memintaku untuk menggauli nona muda dimalam pertama pernikahannya bersama nona muda! Dia mengancam akan membunuhku jika aku tidak melakukannya!" Kyuhyun berkata begitu datar tanpa beban menatap Siwon dengan senyum sinis menyungging menghiasi wajah tampannya yang dipenuhi lebam dan sedikit robek dipelipis kanannya

"apa – apaan ini? Kita tidak mungkin mempercayai ucapan namja hina ini bukan?" tuan Choi protes menunjuk Kyuhyun dengan tatapan angkuh

"jika tuan tidak mempercayai ucapanku, ada saksi yang ikut menyaksikan bagaimana tuan muda Choi memerintahkan aku untuk melakukannya! Saksi itu adalah putera tuan Lee sendiri! Tuan muda Lee Donghae adalah saksinya!" Kyuhyun menatap Sungmin yang tidak sedang menatapnya. Nyata terlihat tatapan Kyuhyun begitu penuh cinta

"mworago? Lee Donghae terlibat dalam rencana bejad ini?" nyonya Lee meremas kerah blusnya, air matanya seketika menetes membasahi pipinya. Dia menggeleng – gelengkan kepalanya karena dia tidak percaya apa yang baru saja dia dengar

"itu memang benar nyonya! Tuan muda Lee ikut memintaku melakukannya! Alasan kenapa dia tega melakukannya nyonya tanyakan sendiri pada putera nyonya itu!" Kyuhyun melirik kearah nyonya Lee dengan tatapan yang masih menyimpan dendam karena dimalam dimana dia memerintah anak buahnya, Kyuhyun mendapatkan banyak dera dan siksaan yang dilakukan anak buahnya.

"jadi sekarang sudah jelas bukan? Appa kau tidak perlu menyerahkan semua kekayaanmu pada Choi Siwon! dan ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua! Aku akan segera menggugat cerai Choi Siwon dan akan segera menikahi Cho Kyuhyun karena aku sedang mengandung anaknya! Anak yang aku kandung adalah anak dari Cho Kyuhyun! Satu – satunya namja yang sudah menyentuhku sejak aku menjadi seorang istri! Dan untuk kau eomma! Suka atau tidak kau harus menerima Cho Kyuhyun situkang kebun menjadi menantumu! Oh ya, kau pernah bilang kau lebih rela kehilangan aku dari pada harta milik suamimu bukan? Sepertinya kau tidak perlu mengkhawatirkan aku yang akan menikahi tukan kebun itu. karena kau tidak kehilangan hartamu!" Sungmin melangkah menjulurkan tangannya menuju energi positif yang dipancarkan Kyuhyun

"Lee Sungmin! Kau pikir ini semua sudah berakhir untukmu?" Siwon berdiri menarik tangan Sungmin

"lepaskan aku Choi Siwon! aku ingat kau pernah bertanya padaku apa yang lebih aku takutkan dalam hidup ini, kehilangan harta appaku atau kehilangan cinta sejatiku! Aku sudah memberimu jawabannya dan itu memang benar! Walaupun appa tidak akan kehilangan hartanya tapi aku tidak akan meminta sepeserpun dari harta itu! aku akan hidup bahagia bersama pilihanku. Oh aku menjadi begitu tergelitik untuk memberimu pertanyaan. Dimana kau ingin berakhir? Penjara dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan penipuan atau rumah sakit jiwa karena diagnosa penyakit narsismu? Kau yang menentukan sendiri pilihannya" Sungmin menghempaskan tangan Siwon dengan sangat kasar

"apa maksud ucapanmu Lee Sungmin?" tuan Choi menatap Sungmin dengan mata terbuka lebar, dadanya mengembang mengempis mengatur nafasnya yang menderu

"aku sarankan kau periksakan putera kebanggaanmu itu ke seorang psikiater! Aku yakin puteramu mengalami gangguan psycologis! Dia terlalu mencintai dirinya sendiri" Sungmin melengos berpaling muka juga badan mendekati Kyuhyun yang sudah mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Sungmin

"Apa yang akan diberitakan para pewarta jika kau bercerai dengan Choi Siwon" nyonya Lee berteriak dengan cemas meliputi wajahnya melihat Sungmin dengan wajah bingung

"kau lebih memikirkan pencitraan dibanding perasaan hina yang dirasakan putrimu sendiri eomma? Aku menjadi penasaran apakah aku lahir dari rahimmu?" Sungmin mengehentikan langkahnya tanpa menoreh kearah suara nyonya Lee dan air matanya terus menetes

"lalu kau mau kemana sekarang?" giliran tuan Lee bersuara

"aku akan pergi bersama orang – orang yang membuatku nyaman berada didekatnya appa! Kenyaman itu tidak pernah aku dapatkan didalam rumah ini appa. Mereka yang membuatku nyaman adalah Kim Ryeowook dan Cho Kyuhyun! Jangan coba menghentikanku! Ingat aku berjasa mengembalikan harta milikmu. Aku tidak akan meminta sedikitpun dari hartamu aku hanya ingin appa membiarkan aku pergi bersama pilihanku!" Sungmin menggenggam erat tangan Kyuhyun yang sudah meraihnya

"kajima! Kajima Minnie-ah!" nyonya Lee berlari mengejar Sungmin

"wae? bukankah eomma pernah bilang eomma tidak ingin melihatku lagi?" Sungmin merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan Kyuhyun

"miane! Eomma terlalu emosi saat itu" nyonya Lee memegang tangan Sungmin

"kau selalu mengingatkan aku untuk selalu menjaga sikap dan ucapanku eomma! Tapi malam itu kau sama sekali tidak melakukannya! Hatiku sudah terlanjur sakit eomma. Sulit buatku untuk melupakannya!" Sungmin mengajak Kyuhyun dan meneruskan langkah mereka

"lalu kemana kau akan pergi? Bagaimana dia bisa memberikan kehidupan yang layak buatmu?" nyonya Lee terus berusaha menghentikan langkah Sungmin

"aku berbeda denganmu eomma! Aku bisa terus hidup meski mataku tidak mampu melihat dan aku tidak mengeluh. Kini ada seseorang yang aku cintai berada disisiku bagaimana mungkin aku tidak bisa hidup?" Sungmin menyandarkan wajahnya dibahu Kyuhyun

Nyonya Lee hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun mendengar ucapan Sungmin yang lagi – lagi menyayat hatinya. Dibelakang nyonya Lee, tuan Lee, Siwon, tuan dan nyonya Choi juga pengacara Jung hanya diam terpaku memandangi kepergian Sungmin bersama Ryeowook dan Kyuhyun.

.

"kau ternyata jauh lebih rendah dari tukang kebun itu Choi Siwon! aku sempat terperdaya oleh aktingmu yang seolah – olah mencintai puteriku! Aku sempat berfikir kau memang begitu sempurna bisa mencintai puteriku yang begitu memiliki banyak kekurangan. Aku sungguh kecewa Choi Siwon!" tuan Lee menatap Siwon penuh luka

"sekarang bawa puteramu pergi dari rumahku! Seperti yang dikatakan Minnie puteriku! Dimana kau ingin berakhir Choi Siwon? penjarakah atau rumah sakit jiwa? Pilih salah satunya dan aku akan membiarkan kau tetap hidup" tuan Lee berdiri dari kursinya memandangi keluarga Choi dengan mimik wajah yang penuh rasa jijik

"kau atur semuanya pengacara Jung! termasuk gugatan cerai yang akan diajukan Sungmin. Aku tidak akan menghabiskan waktuku melayani keluarga ini" tuan Lee berdiri bergegas melangkah meninggalkan ruangan itu sambil memegang dadanya yang terasa begitu sakit.

.

.

Kyuhyun menuntun tangan Sungmin melangkah bersamanya meninggalkan istana tuan Lee diikuti Ryeowook dibelakang mereka membawa tas berisi pakaian Sungmin juga miliknya yang mereka bawa dari istana itu termasuk kotak perhiasan berisi semua perhiasan mahal milik Sungmin, melewati kumpulan bodyguard nyonya Lee. Kyuhyun terus memandangi wajah Sungmin yang ada disampingnya begitu dekat. Meski langit sudah gelap dan tidak ada sinar yang mampu menerangi mereka, Kyuhyun masih bisa menikmati pemandangan indah wajah Sungmin.

"nona! Apa kau yakin kau akan ikut bersamaku meninggalkan semua milikmu?" tanya Kyuhyun tatapannya tidak pernah berpaling dari wajah Sungmin

"aku ingin hidup denganmu Cho Kyuhyun! Aku harus bersamamu! Kau adalah appa dari janin yang ada didalam rahimku" wajah Sungmin terlihat begitu bahagia, senyumnya mengembang, intonasi suaranya begitu lantang dan penuh keyakinan

"jinja? Apa sekarang kau memang sedang mengandung nona?" Kyuhyun menoreh kearah Ryeowook lalu berpaling kembali menatap Sungmin, wajahnya menunjukan keterkejutan karena ucapan Sungmin

"aku belum yakin apakah aku memang sedang hamil atau tidak! Hanya saja aku merasa ada yang tidak biasa didalam tubuhku ini!" Sungmin menunduk, tangannya mengusap lembut bagian perutnya

"nona aku jadi teringat nona sepertinya belum memintaku untuk menyiapkan pembalut dimasa menstruasimu! Seharusnya nona sudah mendapatkan periode nona kira – kira dua minggu yang lalu! Aku yakin nona pasti memang sedang hamil" Ryeowook menggenggam tangan Sungmin, wajahnya jauh lebih cerah dibanding wajah Sungmin.

"itulah sebabnya kenapa aku mengatakan aku sedang mengandung anakmu Cho Kyuhyun! Jika itu memang benar aku sungguh bahagia!" mata Sungmin berkaca – kaca hampir menangis haru karena kebahagiaan yang masih belum dia yakini sepenuhnya

"nona apakah kau yakin aku bisa membuatmu bahagia? Aku namja yang sangat miskin dan hidup sederhana hanya mengandalkan warisan appaku yang tidaklah banyak. Dan saat ini aku tidak memiliki pekerjaan yang patut nona banggakan. Aku takut aku tidak mampu memberikan kebahagiaan untukmu nona!" Kyuhyun menghentikan langkahnya, menggenggam tangan Sungmin lalu menempelkan didadanya, memandang Sungmin penuh keraguan

"Cho Kyuhyun dengarkan aku baik – baik! Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan yang utuh sejak aku dilahirkan walau berada ditengah keluarga kaya raya. Bagi mereka aku bukanlah puteri tapi adalah boneka jelek yang masih bisa dijadikan mainan. Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti saat bersamamu. Bawa aku pergi dan buatlah aku bahagia dengan caramu!" Sungmin menyandarkan kepalanya didada Kyuhyun

"baiklah nona! Aku akan membuktikannya! Aku akan melakukan semua hal yang bisa membuatmu bahagia. Karena aku sangat mencintaimu nona!" Kyuhyun mengecup kening Sungmin lalu memeluknya dihadapan Ryeowook

Tiba – tiba terdengar suara mesin mobil berderu dibelakang mereka. Mobil hitam itu melaju begitu cepat kearah mereka dan sepertinya mobil sedan hitam itu itu hendak menabrak mereka bertiga yang sedang berjalan menuju jalan raya.

"andweeee!"

Ryeowook berteriak mendorong Sungmin juga Kyuhyun ketrotoar jalan, dan membiarkan dirinya terlindas benda besar dan keras beroda empat itu dan Ryeowook terkapar bersimbah darah diatas aspal itu.

"Ryeowook-ssiiiii!" Kyuhyun berteriak seketika menghampiri Ryeowook melupakan Sungmin yang juga tersungkur ditrotoar jalan

"katakan padaku apa yang terjadi Cho Kyuhyun?" Sungmin mencoba berdiri meraba – raba berteriak histeris karena dia benar – benar tidak tahu apa yang sudah terjadi

"Ryeowook-ssi aku mohon bangunlah buka matamu! Buka matamu aku mohon" Kyuhyun mengangkat tubuh Ryeowook dan menopang kepalanya dipahanya.

"Kyuhyun-ah apa yang terjadi pada Wookie temanku?" Sungmin menjulurkan tangannya menghampiri sosok yang sedang duduk diatas jalanan

"seseorang telah menabrak Ryeowook-ssi nona!" jawab Kyuhyun lemas. Memandang penuh luka kepada Ryeowook yang bersimbah darah

"mwoo? Andweeeeeeee!" Sungmin histeris menjatuhkan tubuhnya keatas aspal lalu menangis

"taksi!" teriak Kyuhyun melambaikan tangannya menghentikan taksi yang melewati mereka

"kita pergi sekarang nona! Ada taksi yang sudah menunggu kita. Kita harus segera membawa Ryeowook kerumah sakit" Kyuhyun menuntun Sungmin masuk lebih dulu kedalam taksi dijok belakang, lalu kembali menghampiri Ryeowook lalu mengangkatnya dibantu supir taksi yang baru saja keluar. Memasukan Ryeowook dijok belakang bersama Sungmin.

Tidak lupa Kyuhyun membawa serta tas berisi pakaian milik Sungmin dan Ryeowook bersamanya.

Uhuuuk uhuuuk

Ryeowook tiba – tiba sadar dan terbatuk memuntahkan darah membuat Sungmin yang memberikan pahanya untuk menyanggah kepala Ryeowook panik.

"Wookie-ah! berjanjilah padaku kau harus bertahan dan terus hidup menemaniku" Sungmin mencoba menyentuh wajah Ryeowook walah dia tidak pernah tahu seperti apa rupa wajah sahabatnya itu

"nona! Apakah kau masih sangat menginginkan sebuah penglihatan?" Ryeowook bertanya dengan suara terbata – bata. Memandang wajah majikannya dengan sendu

"Wookie-ah apa maksudmu? Aku tidak menginginkan apapun sekarang ini! Aku hanya ingin kau bertahan dan terus hidup menemaniku" Sungmin menangis dan menurunkan wajahnya juga tubuhnya untuk dapat memeluk Ryeowook

"Kyuhyun-ssi! Berjanjilah kau akan membuat nona muda bahagia aku mohon padamu" Ryeowook berkata pada Kyuhyun juga dengan terbata – bata

"aku berjanji Ryeowook-ssi! Bahkan mata pun aku rela memberikannya jika dia meminta untuk bisa melihat! Kau jangan banyak berpikir. Yang harus kau lakukan adalah bertahan dan terus hidup bersama kami!" Kyuhyun tersenyum menoreh kebelakang melihat Ryeowook dengan mata berkaca – kaca.

"nona aku tidak kuat lagi! Nona berjanjilah padaku, jika sesuatu terjadi padaku dan aku tidak selamat, aku mohon terimalah mataku ini untukmu!" Ryeowook meremas tangan Sungmin yang sejak tadi menggenggamnya menahan sakit yang luar biasa

"aku akan hidup Wookie-ah percayalah! Kalaupun aku ingin melihat dan memerlukan mata untuk itu, aku tidak akan meminta matamu Wookie-ah! karena matamu terlalu berharga untuk kau berikan padaku" Sungmin memeluk Ryeowook lalu menangis sejadinya.

'kenapa aku begitu merasakan aura itu dengan sangat jelas? aura seseorang yang mencelakakan Wookie, aku tahu siapa pemilik aura itu, aku yakin aura itu adalah milikmu eomma!'

Taksi itu sudah sampai di UGD rumah sakit terdekat. Kyuhyun pontang – pating mencari bantuan petugas medis untuk segera membawa Ryeowook masuk kedalam ruang UDG. Ryeowook pun segera ditangani petugas medis yang sedang bertugas malam itu.

.

.

.

Pengacara Jung sedang merenung dibalik kemudinya meninggalkan kediaman keluarga Lee klien yang diwariskan mendiang appanya. Tangan kanannya memegang stir sementara tangan kirinya memegang pelipis. Terlihat pengacar Jung begitu kebingungan.

Tangan kanan itu lalu memijit tombol telpon dan rupanya dia hendak menelpon seseorang.

Tuuut tuuut

"oppa! Bagaimana meetingmu bersama keluarga Lee? Apakah berjalan lancar?" terdengar suara yeoja menjawab telponnya memanggilnya dengan panggilan oppa

"Jaejoong-ah! keluarga Lee selamat mereka membatalkan rencana menyerahkan hartanya pada menantunya itu karena ada satu kejadian yang benar – benar mengejutkan sungguh diluar dugaan" Yunho mengehentikan mobilnya tepat didepan sebuah rumah sederhana dipinggiran kota

"mworago? Lalu apa yang terjadi pada Siwon? katakan oppa?" suara Jaejoong terdengar begitu panik dan sangat cemas

"sepertinya puteri tuan Lee hendak menggugat cerai dan dia dibawa pulang kembali oleh tuan dan nyonya Choi" jawab Yunho dengan mimik wajah yang heran karena reaksi Jaejoong yang begitu gelisah

"andweee! Oppa kau ada dimana sekarang?" suara Jaejoong semakin terdengar begitu cemas

"aku berada tepat didepan rumahmu! Wae?" jawab Yunho semakin bingung

"tunggu aku oppa! Aku harus pergi kerumah tuan Choi! Siwon dalam bahaya" Jaejoong menutup telponnya

.

Jaejoong keluar memakai mantel untuk menghangatkan tubuhnya karena malam itu memang sangat dingin. Jaejoong berlalu menuju mobil Yunho dengan sangat tergesa – gesa. Membuka pintu mobil itu lalu masuk dan kembali menutupnya dengan garakan yang amat cepat membuat Yunho semakin heran dibuatnya.

"oppa aku mohon antarkan aku segera kerumah tuan Choi! Pally!" Jaejoong memerintah Yunho seolah Yunho adalah sopir pribadinya

"arra! Tapi bisa kau jelaskan padaku kenapa kau begitu mencemaskan Choi Siwon dan mengabaikan aku kekasihmu?" tanya Yunho menyalakan mesin mobilnya

"akan aku ceritakan nanti oppa! Untuk saat ini aku mohon cepatlah antarkan aku kerumah tuan Choi aku mohon!" Jaejoong bergitu gelisah dan matanya berkaca – kaca

"aku tahu kau memang mengenal baik keluarga kaya raya itu! tapi apakah kau harus bereaksi seperti ini? Aku bisa cemburu dibuatnya" Keluh Yunho berusaha fokus mengemudikan mobilnya

"oppa aku mohon jangan bilang kata cemburu padaku! Bagaimana dengan perasaanku sendiri? Kau setiap malam menghabiskan waktu bersama istrimu juga keluargamu! Kau sudah berjanji padaku akan segera menceraikan istrimu lalu menikahiku! Tapi mana buktinya? Hingga setahun hubungan kita, kau masih hidup bersama keluargamu" Jaejoong membalas keluhan Yunho. Pandangannya tertuju pada jalanan yang mulai sepi itu.

"miane! Ternyata tidak mudah menceraikan istriku untuk saat ini. Aku berjanji akan berusaha untuk segera menceraikannya!" Yunho mengecup tangan Jaejoong mencoba untuk meluluhkan hatinya yang sedang emosi.

.

.

.

At Choi's Family home

bukk

Tuan Choi menonjok wajah tampan Siwon hingga terpelanting kebelakang. Siwon memegang bagian wajahnya yang baru saja dipukul appanya sendiri, lalu menoreh kearah tuan Choi dengan ekspresi marah dan wajah memerah. Sementara nyonya Choi hanya menyaksikan adegan itu tanpa bereaksi apapun

"kau memang bodoh dan tidak berguna Choi Siwon! kekayaan Lee Sooman hampir saja ada didalam genggamanmu dan kini lepas begitu saja karena pengakuan yeoja pesakitan itu. benar – benar gila dan tidak masuk akal!" tuan Choi meremas kerah kemeja Siwon hingga membuatnya kusut

"bukankah aku pernah bilang aku tidak mencintai yeoja pesakitan itu! kau memaksaku untuk menikahinya. Tentu saja tidak mudah buatku untuk dapat menidurinya, aku tidak ingin menyentuhnya appa!" Siwon melepaskan cengkraman tangan tuan Choi dari kemejanya dengan sangat kasar

Plak

Kali ini giliran nyonya Choi yang memberikan tamparan ke pipi Siwon begitu keras membuat pipi putih mulus itu memerah

"tapi bukan berarti kau harus mengutus seseorang untuk menggantikan mu bukan? Apa kau memang tidak menyukai yeoja sama sekali? Ataukah kau adalah seorang gay?" nyonya Choi menjambak rambut Siwon, membentak puteranya dengan kasar, matanya melotot dan terlihat jelas dia begitu kalap

"tidak ada yang aku cintai didunia ini selain diriku sendiri! Aku bahkan tidak mengintai kalian orang tuaku sendiri" Siwon melepaskan rejaman nyonya Choi lalu merapihkan rambutnya dengan gesture yang amat elegan

"kau gila!" nyonya Choi terbelalak melihat tingkah anaknya yang sungguh tidak normal itu

"inilah aku! Putera tunggalmu!" Siwon membungkukan badannya lalu berpaling membelakagi kedua orang tuanya melangkah menjauhi mereka.

.

.

Siwon masuk kedalam kamar mewahnya, membuka satu persatu kancing kemejanya, ekspresi wajahnya begitu dingin, tatapannya kosong tertuju kearah kamar mandi, melangkah perlahan masuk kedalam kamar mandinya, menjatuhnya kemejanya kelantai dingin itu, mengeluarkan Iphonenya dari saku celananya untuk menghubungi seseorang.

Tuuut tuuut

Siwon menghubungi seseorang, tangan kirinya membuka kran air panas dan dingin untuk mengisi bathtube nya. Satu persatu kakinya masuk kedalam bathtube itu. seperti biasa Siwon tidak pernah membuka celana yang dipakainya saat dia merendam tubuhnya didalam bathtube

"yeobseo!" terdengar suara Jaejoong menjawab panggilannya

"noona! Dewa Narsiscusmu ini gagal menguasai dunia! Aku tidak akan pernah memiliki harta Lee Sooman! Aku gagal menjadi Narsiscus yang selama ini kau idamkan" Siwon duduk terlentang didalam bathtube mulai membasahi tubuh bagian bawahnya masih dengan ekspresi yang sama terhipnotis saat menelpon Jaejoong

"Siwon-ah dimana kau sekarang? aku mohon jangan melakukan apapun hingga aku datang! tunggu aku Siwon-ah bukankah kau sangat merindukanku?" suara Jaejoong semakin terdengar gelisah

"aku memang sangat merindukanmu noona! untuk menceritakan kembali padaku bagaimana akhir kisah Narsiscus?" mata Siwon berkaca – kaca, bibirnya menggigil, hidungnya mengembang menahan tangis yang akan tumpah

"aku akan menceritakannya saat kita bertemu Siwon-ah!" terdengar suara Jaejoong segukan seperti seorang yang sedang menangis

"jika kau tidak ingin menceritakannya maka aku yang akan bercerita. Narsiscus mati tenggelam kedalam sungai karena mengejar bayangannya sendiri bukan?" Siwon memandangi cermin besar yang menempel didinding tepat berhadapan bathtube

"annieo... annieo!" suara Jaejoong terdengar samar

"begitupun dengan akhir kisahku seorang Choi Siwon putera pengusaha kaya Choi Kiho. Aku akan berakhir didalam air yang membasahi tubuhku ini noona! Aku memang gagal menguasai dunia ini! Tapi aku tidak akan gagal menjadi Narsiscus yang hidup hanya mencintai dirinya sendiri hingga akhir. Selamat tinggal noona! Kau adalah yang terbaik dalam hidupku" Siwon melempar Iphonenya kecermin dengan sangat keras hingga cermin besar itu pecah berkeping – keping, Siwon lalu memasukan seluruh kepalanya kedalam bathtube yang dipenuhi air hangat itu dan memilih bertahan didalam air hingga kehabisan oksigen.

tbc

anneyong!

update nihhh dengan kejutan yang cetarrr membahana

gimana ama kejutannya? banyak bgt kan?

gomawo buat reviews nya yang super duper banyak (deepbow buat reviewers)

yg minta diadain Yunho nooh udh vai munculin,, pdhl dr awal bikin crita ini vai udah nyiapin sosok Yunho lohh :p

yg minta momen eunhae masih harus sabar yah next chapt hae balik ke Seoul bareng Hyuk

kasian yah nasib Wookie dan Wonnie mereka korban ambisi seseorang

review yang makin banyak yah biar vai bisa bikin ending yang sangat cetarrr dan memuaskan kalian semua

next chapt adalah ending dari ff ini

mdh"an ff selanjutnya vai bisa bikin Kyumin yaoi yang berchapter

sekian chitchatnya

gomawo,,, saranghae,,, kisseu

muaaaaccchhhh

paypay