Judul : MASTER (season II )

Author : Rahmat Ardi Wijaya

Disclaimer : masashi kashimoto

Chapter : 07

Alur : maju

Rated : M

Pairing : naruto/hinata

Genre : edventure

Pagi hari di desa konoha, semua penduduk sangat bersemangat untuk menjalankan aktipitasnya masing-masing, namun naruto kini hanya termenung melihat meja makan yang kosong karena hinata tidak memasakkan apa-apa untuk nya sarapan hari ini sehingga dia berniat mengajak hinata kencan setelah mendapatkan bayaran dari misi mereka kemarin.

#skip#

Karena untuk mempersiapkan keperluan kencan nanti malam, naruto mengirimkan seorang bunshi ke tempat mereka latihan untuk mengambil uang dan meminta izin untuk tidak mengikuti latihan untuk hari ini.

Setelah sekian lama menunggu dengan cukup lama, akhirnya kakashi dan semua teamnya meulai berdatangan sehingga mereka sedikit heran karena naruto mengirimkan sebuah bunshin pada pertemuan mereka.

"maaf kakashi sensei, bos mengatakan dia minta izin untuk tidak ikut latihan hari ini. Dan untuk uang misi kemarin serahkan saja pada ku" ujar sang bunshin

"memangnya kenapa dia tidak mengikuti latihan?" Tanya sasuke

"biasa, saat pulang hinata-chan marh dengan nya jadi dia harus membujuk hinata agar tidak marah lagi padanya. Kalau tidak dia tidak medapatkan sarapan lagi saat pagi besok" ujar sang bunshin

"ya baiklah, ini uang mu" ujar kakashi memberikan uang kepada sang bunshin.

Akhirnya naruto membuat sebuah rancana untuk melakukan kencan dengan hinata sehingga dia sibuk hari ini. Mulai dari menyiapkan sebuah hadiah untuk hinata dia juga harus mencari tempat yang cocok untuk mereka berdua melakukan kencan mereka ini dan dipilihlah sebuah tempat yang dekat dengan sebuah tebing yang mengarah ke matahari terbenam sehingga hinata dan naruto akan makan malam sambil dihiasi dengan tenggelamnya matahari.

#skip#

Akhirnya naruto berhasil mengajak hinata kencan dan membuat hinata kembali tersenyum dan bahkan tanpa malu hinata meminta di beri sebuah ciuman di bibirnya tadi malam dan tentu saja hal itu tidak berhenti sampai disana, naruto tanpa dimintapun akan melakukan hal yang lebih jika sudah seperti ini. Dalam remang-remangnya antara sore dan malam, naruto membuat hinata mengerang warau tidak terlalu keras karena hiinata menahan teriakannya. Mereka sekarang diumur yang sudah 7 tahun sudah mulai melakukan sesuatu yang lebih jauh, naruto bahkan pernah meminta hinata untuk bertelanjang dada agar dia bisa menghisapnya sepanjang malam, begitu juga dengan hinata yang terkadang meminta naruto untuk melakukan sesuatu pada vaginanya sehingga kini mereka sangat berani menunjukkan bahwa mereka menginginkan sebuah sentuhan. Akan tetapi, deadpan umum merea tetap menjaga nama mereka karena mereka tidak mau di cap sebagai seorang yang tidak tau aturan.

Dan pagi ini naruto dan hinata sarapan dengan penuh senyum, namun itu hanya berlaku untuk naruto. Hal itu karena sekarang naruto sedang membuat hinata menahan desahannya akibat ulah kakai naruto yang dengan sengaja menggosok vagina hinata sehingga membuat hinata harus menahan gerakan nya.

"ehm…naruto-kun…bukankah kia harus cepat" ujar hinata mengalihkan perhatian naruto

"maksutmu, aku harus menambah kecepatanku" ujar naruto menambah kecepatannya menggosok vagina hinata dengan jari kakinya membuat hinata memekik kecil

"bukan itu,…tapi….nanti aku tidak konsen di saat latihan jika kamu terus begini. Jadi sebaiknya kamu cepat selesaikan kalau tidak aku akan menangis" ujar hinata

…..tanpa diduga oleh hinaa naruto malah menghentikan gerakan kakinya dan berdiri dari kursi dan bersiap untuk berangkat

"ehk….naruto-kun jangan begitu dong,…aku sudah nanggung nich….ayolah naruto-kun…." Rengek hinata meminta naruto membuat dia merasa lebih plong …

"bukankah ini sudah terlambat" ujar naruto melihat jam di dinding

Ctarrrr,….sebuah kunai mengenai tepat pada jam dinding tersebut hingga hancur

"berhenti melihat jam itu…..dan mulailah melakukan nya lagi." Ujar hinata sedikit marah

"kalau aku tidak mau?" Tanya naruto

"Hiks….hiks….naruto-kun aku mohon ya, setidaknya sekali saja sampai selesai agar aku bisa tenang" ujar hinata menggosok vaginanya dengan jari-jari lentiknya

"baiklah sini biar aku selesaikan" ujar naruto berjongkok dan mendodorkan dalaman yang dipakai hinata dan langsung mengulum vagina hinata.

"ehk….naruto-kun itu enak,…lagi…aku mau lagi…" ujar hinata

Mendengar hinata yang memintanya melakukan hal tersebut dengan lebih keras dan lebih intens maka aruto pun menambah kekuatan lidah dan bibirnya untuk menggosk dan menyedot vagina hinata sehingga beberapa saat kemudian hinata akhirnya mengeluarkan air kencingnya karena tidak tahan akibat geli sedap yang dia rasakan dari lidah dan mulut naruto.( anak unur 7 tahun tidak mungkin orgasme kan)

"bagaimana, sudah cukup atau belum" ujar naruto

"ya….terima kasih"ujar hinata

"sebaiknya kau cepat karena bukankah kau hari ini ada perkumpulan dengan team mu" ujar naruto melihat keadaan hinata yang masih tergeletak di lantai rumah mereka.

"kau juga, pergilah lebih dulu nanti aku akan berangkat setelah kau" ujar hinata mulai membuat dirinya berdiri

Naruto akhirnya pergi meninggalkan hinata dalam keadaan yang masih dalam masa sedapnya dan berganti pakaian yang kini sudah lusuh akibat naruto.

#skip#

Di tempat latihan team 7 kini naruto,sasuke dan sakura sedang menunggu sang guru karena ada hal yang ingin disampaikan oleh sang guru untuk mereka bertiga, jadilah mereka berkumpul di sini dengan perasaan dongkol, karena janji sang sensei jam 8 kini malah molor menjadi jam 10 sehingga membuat sakura mulai memukul pohon hingga tumbang.

"kakashi sensei selalu begini, jika bukan misi dia selalu saja telat. Sebenarnya apa yang dia lakukan sehingga bisa telat seperti itu setiap kali kita ingin berkumpul" teriak sakura

"mungkin dia begadang tadi malam, sehingga dia bangun kesiangan" ujar naruto

"mana mungkin dia begadang hanya setiap kita ingin mengadakan pertemuan, dasar bodoh" ujar sakura

"kalian berdua bisa tenang sedikit tidak" ujar sasuke

"hn….kau sedang melakukan apa sasuke?" Tanya naruto

"aku sedang melatih merasakan cakra seseorang dengan meditasi" ujar sasuke

"ohhh…." Ujar naruto hanya menggut-manggut

Bhoommm…seuah ledakan tiba-tiba muncul dihadapan mereka sehingga membuat beberapa dari mereka yang tidak siap langsung kaget.

"yo/…maaf aku terlambat lagi" ujar kakahsi

"ya…ya…ya…kau selalu begitu sensei, jadi apa yang ingin kau sampaikan pada kami" ujar naruto cuek

"ambillah ini dan baca, jika kalian berminat maka isilah data tersebuat dengan data kalian dan serahkan data itu padaku besok. Baiklah hanya itu saja yang ingin aku sampaikan. Bye" ujar kakashi menghilang kembali dalam kupalan asap

"folmulir peserta ujian chunin" ujar naruto membaca kalimat paling atas dari lembaran tersebut

"kau ikut?" Tanya sasuke

"bukan aku, tapi kita akan ikut" ujar naruto

"ya, tentu saja kita akan ikut" ujar sakura mendukung perkataan naruto

"sudah diputuskan kita team 7 akan ikut ambil bagian dalam ujian chunin tahun ini, jadi mari kta kalahkan mereka semua" ujar naruto

"hn…kau terlalu bersemangat dobe" ujar sasuke

Setelah sepakat bahwa mereka akan mengikuti ujian chunin tersebut akhirnya mereka pulang kekediaman mereka masing-masing dan mengisi data mereka dengan baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan nama mereka nantinya. Sementara itu, hinata juga kini sedang mengisis folmulir tersebut dihadapan naruto yang sekarang sedang mengisi folmulir.

"sepertinya team 7 juga akan ikut ambil bagian ya" ujar hinata

"ya aku rasa team 8 juga tidak akan mau tertinggal" ujar naruto

"mari berjuang untuk menjadi chunin" ujar hinata menggeggam tangan naruto

"ya kita akan memenangkan pertarungan itu" ujar naruto

"nee…naruto-kun, sudah lama kita tidak berkunjung ketempat latihan kita berdua. Bagaimana kalau kita mengunjungi tempat tersebut" ujar hinata

"baiklah, aku kira ini adalah rencana yang bagus, hari ini masih panjang dan besok kita akan menyerahkan folmulir ini pada sensei kita jadi mari kita melakukan pemanasan terlebih dahulu" ujar naruto langsung memakai jaket hitam miliknya

"nee….naruto-kun bagaimana kalau kita merubah sedikit penampilan kita saat ujian chunin nanti" ujar naruto

"ehm..sebuah gagasan yang bagus, mari kita pikirkan pakaian kita nanti. Sekarang mari kita ke tempatlatihan. Yang terakhir sampai harus memberikan sebuah ciuman" ujar naruto melangkah lebih dulu dibandingkan hinata sementara hinata hanya tersenyum mendengar taruhan yang mereka akan perebutan karena kalah atau menang itu sama saja mereka akan mendapatkan kesenangan.

Akhirnya naruto sampai lebih dulu sehingga hinata memberikan sebuah ciuman yang sangat dalam pada bibir naruto sehingga tidak akan lepas kalau saja mereka tidak membutuhkan oksigen sebagai sumber pernapasan mereka.

"nah hinata-chan, bagaimana kalau kita melakukan meditasi sekarang, aku sudah lama tidak bermeditasi saat aku sudah berhasil menggunakan seperdelapan puluh cakraku saat menggunakan jutsu kuat, namun aku belum puas rasanya jika belum pada tahap minimal menggunakan cakra milikku" ujar naruto

"kau terlalu memaksakan diri, apakah kau tidak melihat bahwa kau ini sudah sangat kuat naruto-kun" ujar hinata

"tidak,…aku belum bisa bersantai selama apa yang dikatakan oleh orang tersebut tentang perang dan segalanya belum terjadi. Jadi sebaiknya kita melakukan meditasi untuk meningkatkan cakra yinyang kita ketahap lebih besar lagi" ujar naruto memulai meditasinya

Hiinata yang malihat naruto sudah melakukan meditasi kini ikut melakukan hal yang sama sehingga membuat daerah sekitar begitu tenang hanya suara burung dan hembusan angin yang terdengar di dalam hutan tanpa semua orang sadari ada dua orang yang sedang bermeditasi di dalam hutan tersebut.

Setelah beberapa jam mereka bermeditasi akhirnya naruto dan hinata membuka mata mereka dan terlihatah sebuah senyum disana, namunbukan berarti latihan mereka berhasil melainkan karena dihadapan mereka kini ada orang yang mereka sayangi.

"apakah berhasil ditingkatkan?" Tanya hinata

"tidak…" ujar naruto

"bagaimana dengan sharingan milikmu, apakah sudah ada orang yang tahu?" Tanya hinata

"tidak ada bahkan kakek hokage saja belum aku beritahu tentang hal ini" ujar naruto

"kapan kita akan memberitahukan hal ini pada dirinya?" Tanya hinata

"mungkin beberapa waktu nanti" ujar naruto

"ya bagaimana baiknya menurut naruto-kun saja. Mari kita pulang dan mempersiapkan pakaian untuk kita saat ujian chunin nanti" ujar hinata mengulurkan tangan untuk membantu naruto bangun

"baiklah.." ujar naruto menyambut tangan hinata

Akhirnya naruto dan hinata kini pulang menuju kerumah mereka yang saat ini bisa di katakana tempat mereka berdua bisa melakukan apa saja sesuka mereka. namun di perjalan menuju keapartemen milik naruto mereka berdua melalui sebuah toko pakaian sehingga mereka mampir untuk membeli beberapa pakaian untuk mereka pakai dalam ujian chunin mendatang.

"nah naruto-kun, ini adalah pakaian ku untuk ujian chunin mendatang" ujar hinata menunjukkan pakaian yang sangat seksi pada naruto ( saat road to ninja )

"bukankah ini terlalu seksi, aku tidak rela jika mereka semua melihat property milikmu sesuka mereka. jadi sebaiknya kau menggunakan pakaian yang seperti biasanya saja jika begitu" ujar naruto

"eh…apakah naruto-kun sedanag cemburu, bahkan untuk mereka lirik saja tidak boleh" ujar hinata

Akhirnya hinata menuruti perkataan naruto sehingga dia hanya memakai pakaian seperti biasanya dengan jeket ungu dan pakaian yang serba panjang. Hal itu dia lakukan karena dia tidak ingin naruto membunuh seseorang saat orang tersebut melihat atau melirik dirinya. Terlebih lagi jika teman satu teamnya yang melakukan itu, bisa saja naruto tanpa pikir panjang mencabut nyawa rekan nya. Sementara naruto kini sudah memilih sebuah jeket berwarna hitam dengan sebuah sarung tangan dengan warna yang serupa sehingga dia kini terlihat lebih gelap dari sebelumnya.

"bagaimana dengan ku sekarang hinata-chan?" Tanya naruto

"lebih ganeng dari sebelumnya, hanya saja jangan sampai berselingkuh dari ku ya" ujar hinata menggenggam tangan naruto dan pulang setelah membayar semua yang mereka beli di toko tersebut.

#skip#

Keesokan harinya naruto dan hinata memberikan folmulir yang sudah mereka isi kepada sang guru mereka masing-masing, namun ada yang berbeda dari diri naruto saat ini. Dia kini menjadi pusat perharian karena penampilanya yang tidak seperti biasanya sehingga bahkan teman satu teamnya sendiri kini bertanya-tanya sebenarnya apa yang membuat naruto merubah penampilannya hari ini.

"kenapa kalian menatapku seperti itu?' Tanya naruto

"tidak ada apa-apa, hanya saja kau mengubah penampilanmu itu membuat kami sedikit heran" ujar sakura

"ini adalah pakaian ku saat ujian chunin nanti, jadi kalian jangan kaget lagi nanti" ujar naruto memberikan folmulir miliknya kepada kakashi.

"baiklah seminggu lagi kalian akan melakukan ujian chunin babak pertama, jadi kalian tidak akan mendapatkan misi selama masa ujian kalian berlangsung. Dan itu bisa kalian manfaatkan untuk latihan" ujar kakashi meninggalkan mereka bertiga.

"baik sensei" ujar mereka bertiga menjawab dengan kompak

Setelah itu kakashi pergi kekantor hokage untuk menyerahkan data anak didiknya yang akan ikut ambil bagian dalam ujian chunin kali ini. Setelah kepergian kakashi, naruto berpamitan pada kedua rekanya untuk pergi pulang dan dijawab dengan sebuah anggukan dari keduanya.

Dalam perjalanan naruto melihat ada 3 orang yang memiliki ikat kepala yang dia kenal adalah desa suna. Dan salah satu dari mereka kini sedang memarahi seorang anak bahkan hendak menyerang anak itu dengan sebuah jutsu miliknya, namun di cegah naruto.

"tak ku sangka shinobi suna berani melawan seorang bocah" ujar naruto diatas pohon

"dia sudah menabrak kami, jadi dia harus diberi pelajaran" ujar seseorang dari mereka yang membawa sesuatu berbentuk mumi di belakangnya

"bukankah dia sudah meminta maaf" ujar naruto

"itu belum cukup" ujar orang tersebut menggerakkan tangannya dan melemparkan sebuah batu kearah naruto, namun batu tersebut hancur oleh sebuah kunai dari seseorang

"sasuke, kau selalu saja ingin ikut dengan sesuatu yang menyenangkan ya" ujar naruto

"kau terlalu lamban dobe" ujar sasuke

"dia dalah pengguna kagutsu dilihat dari kemampuannya menggunakan benang cakra" ujar naruto

"kankuro sebaiknya kita tinggalkan saja mereka" ujar seorang wanita dari mereka

"ehm…sepertinya benar perkataan mu temari, ayo kita pergi saja" ujar orang tersebut yang bernama kankuro kepada satu-satunya wanita disana yang bernama temari. Sedangkan bocah yang tadi ketakutan kini sudah berada di belakang sakura yang hanya diam di belakang naruto dan sasuke sebagai benteng terakhir untuk pertahanan mereka.

"hey kau…siapa namamu" ujar seseorang yang membawa guci di belakangnya menunjuk sasuke

"uchiha sasuke, kau?" Tanya sasuke kembali

"semoga kita bisa bertemu di sebuah pertarungan uchiha, aku adalah sabaku garaa" ujar gara meninggalkan kedua rekannya yang masih berdiri dan akhirnya ikut berjalan dibelakang garaa.

"dia sangat bermasalah, dia sama seperti diriku. Jinchuriki dari ichibi" ujar naruto

"maksud mu?" Tanya sasuke

"maaf itu tidak bisa aku jelaskan sekarang, tapi jika kau ingin jawaban tanyakan saja pada kakashi sensei" ujar naruto

"kau membuat aku penasaran dobe" ujar sasuke

"hei ….siapa namamu?" Tanya naruto pada anak itu

"konohamaru…kakak sendiri siapa?" Tanya anak tersebut aka konohamaru

"aku uzumaki naruto, ini sakura haruno dan yang disana itu adalah uchiha sasuke" ujar naruto

"kak naruto bisakah kau ajari aku untuk menjadi shinobi yang hebat, karena aku mau merebut topi hokage dari kakek tua itu" ujar konohamaru

…..semua orang menatap konohamaru dengan heran karena memanggil hokage dengan seperti itu.

"begini, menjadi hokage bukanlah karena kau kuat, namun karena semua orang mempercai dirimu sebagai pemimpin mereka. dan untuk itu kau harus bisa memunculkan semangat api yangada didalam hati mu, jika kau sudah membangkitkan semangat api maka semua orang akan melihatmu dan saat itulah kau bisa merebut topi itu dari kakek tersebut" ujar naruto berjongkok dihadapan konohamaru

"jadi aku harus melakukan apa agar semua orang melihat tekat api ku?" Tanya konohamaru

"jangan menyerah" ujar naruto singkat

"maksud nya?" Tanya konohamaru

"bekerja keraslah untuk segala urusanmu, jangan biarkan rasa putus asa membuatmu berhenti" ujar naruto

"apakah kau tidak apa apa konohamaru?" Tanya seorang anak kecil lainya

"ya,..kakak ini adalah yang menyelamatkan ku dari mereka. dan mulai sekarang dia akan menjadi bos kita" ujaar konohamaru

"benarkah, apakah kakak ini kuat?" Tanya mogi

"ya ini adalh kak naru…to" ucap konohamaru yang menunjuk kea rah naruto berada namun naruto sudah hilang dari hadapan mereka

"mana orangnya?" Tanya mogi

"dia sudah menghilang,….kalian lihat bahkan dia bisa menghilang tanpa kita ketahui itu berarti dia kuat kan" ujar konohamaru dan dibalas anggukan oleh kedua rekannya

Sementara itu kini naruto yang dimaksud sedang berada di sebuah tempat dimana dia dan hinata selalu latihan. Karena dia ingin melatih semua kemampuanya disini selama seminggu dan meningkatkan cakra yinyang miliknya hingga ketahap yang lebih baik lagi. Sementara itu, hinata kini sedang berada di team 8 yang sedang mendiskusikan bagaimana cara mereka akan bertarung saat ujian chunin nanti. Namun hinata sama sekali tidak ambil pusing karena dia sudah merasa lebih dari sekedar cukup untuk melawan beberapa genin sekaligus.

Bersama naruto, sekarang dia tengah membuat 100 binshin untuk melatih semua yang sudah dibuatnya dalam daftar.

"baiklah semuanya, aku meminta 20 dari kalian mempelajari jenis perubahan cakra 20 orang untuk jenis perubahan petir dan 10 orang untuk jenis perubahan yang lainya. Lalu 10 orang melakukan taijutsu, 10 orang melakukan latihan dengan sharingan dan 10 orang yang tersisa kini mempelajari semua jenis kekkai genkai yang kita akan pelajari. Dan aku sendiri akan melakukan latihan meditasi untuk meningkatkan cakra kita dan pemulihan stamina dengan menggunakan cakra yinyang" ujar naruto memberikan perintah tanpa membantah semua bunshin tersebut langsung memisahkan diri dan membuat kekkai agar latihan mereka tidak diganggu oleh orang lain, namun tentu saja hinata adalah satu-satunya orang yang bisa masuk ke dalam kekkai karena suatu alasan yang hebat.

#skip#

Setelah satu minggu, kini naruto datang bersama 2 rekannya menuju ketempat ujian chunin berlangsung, namun mereka pertama menemui kakashi untuk sekedar meminta nasehat agar tidak mendapati kegagalan dalam ujian chunin kali ini. Dan dengan sebuah senyum di matanya, kakashi memberikan nasehat hanya beberapa kata.

"kerja sama team, kalian akan menang jika bekerjasama" ujar kakashi

Itulah yang di sampaikan kakashi saat mereka bertiga menghadap untuk meminta saran dari kakashi sehingga membuat naruto, sasuke dan sakura kini dengan kekuatan kerja sama mereka akan membuat sebuah kehebohan di ujian kali ini.

"selamat datang, kalian adalah team 7 uzumaki naruto, uchiha sasuke dan haruno sakura" ujar panitia menyebutkan nama mereka

"ya,…" jawab naruto

"Silahkan masuk" ujar panitia itu membuka sebuah pintu yang menghubungkan sebuah lorong dan disana naruto dan teamnya berjalan hingga menemukan sebuah pintu dan membukanya. Sehingga terlihatlah banyak sekali orang yang sudah hadir di dalam ruangan tersebut, mulai dari otogakure, suna gakure dan masih ada beberapa shinobi dari desa tetangga.

"ternyata kalian juga ikut dalam tes ujian chunin kali ini" ujar kiba menyapa team 7

"hay hinata-chan" sapa naruto mengacuhkan sapaan kiba dan memilih memeluk hinata di depan umum sehingga membuat semua orang melotot melihat kemesraan mereka berdua

"ada apa?" Tanya naruto melihat kesekelilingnya

"kau bodoh naruto" ujar sakura

"woy naruto, aku barusan menyapamu, kenapa kau mengacuhkan ku" ujar kiba menarik kerah baju naruto

"maaf..aku terkesima dengan kecantikan hinata-chan saja, jadi aku tidak mendengar perkataanmu kiba" ujar naruto

"naruto, ternyata kalian berhasil juga ya" ujar shikamaru datang dengan teamnya

"shika, sepertinya kau sudah tidak kerepotan lagi" ujar naruto

" kata siapa?" ujar shikamaru melirik kearah ino yang sekarang sedang berebutan posisi dengan sakura

"hey ino, berhati-hatilah dengan sakura karena dia sudah lebih dekat dengan sasuke sekarang" ujar naruto membuat ino menjadi panas

Sedang asiknya mereka bercanda, tiba-tiba ada seorang yang berbicara dengan pelan dan membuat naruto sedikit panas.

"kalian adalah genin yang baru lulus, sepertinya kalian masih belum mengerti tentang shinobi. Perkenalkan aku adalah neji, dia lee dan dia tenten. Kami team 9 lah yang akan memenangkan ujian kali ini" ujar neji

"sepertinya klan hyuga mengirimkan dua kandidat tahun ini, jadi sebaiknya kau jangan lengah kalau tidak kau akan kalah dari nya" ujar naruto santai

"hey kau, neji adalah anggota terkuat di team kami jadi tidak mungkin dia kalah" ujar lee

"kalau begitu, baiklah aku hanya berbicara saja" ujar naruto seperti tanpa dosa

Lee yang tidak terima hendak memukul naruto, namun tanganya ditahan sasuke dengan sebelah tangan.

"bukankah kalian adalah team 9 aku dengar mereka semua adalah orang kuat, jadi bukankah orang kuat akan mentaati peraturan?" Tanya sasuke

Whusshhh….whussshhhh….seorang shinobi dari desa otogakure hendak menyerang sasuke namun serangan shinobi itu tertahan olah sebuah cakra yang melindungi sasuke.

"kau bahkan tidak memiliki keperluan disini kenapa ingin ikut menyerang?" Tanya naruto yang melakukan hal itu

"ekh…..ujar jatuh terduduk karena merasakan sakit ditelinganya

"sasuke-kun kau tidak apa-apa?" Tanya sakura

"telingaku" ujar sasuke

"ya kami shinobi desa otogakure adalah shinobi dengan menggunakan suara sebagai senjata, jadi jangan sok kuat." Ujar shinobi tersebut

Namun….bhuomm….sasuke yang tadi kesakitan kini berubah menjadi kayu yang terbelah menjadi dua.

"sepertinya ini akan menarik dobe" ujar sasuke yang muncul dengan tubuh perlahan seperti terbakar api

"kau juga jangan lupa, kami desa konoha juga bisa menggunakan perubahan jenis cakra." Ujar naruto yang kini tubuhnya berbalut dengan cakra dan menyerang kearah shinobi tersebut sehingga shinobi tersebut mengalami patah tangan sehingga dia menjerit dengan keras.

"hey…apa yang kau lakukan?" Tanya seorang shinobi kepada naruto

"itu adalah salah satu jenis genjutsu yang di gunakan dengan perantara pergerakan tubuh. Seorang yang sangat hebatlah yang bisa menggunakan genjutsu seperti itu" ujar kiba

Kai..ujar seorang shinobi otogakure menyadarkan temannya dari dalam genjutsu

"apa yang terjadi?" Tanya dia yang baru sadar karena terkena genjutsu

"kau masuk kedalam genjutsu bocah itu" ujar nya menunjuk naruto

'sepertinya ada yang mengawasi sasuke, dia bukanlah seorang genin melainkan seorang yang lebih dari sekedar genin' pikir naruto

"baiklah semuanya,….aku uzumaki naruto dari team 7 desa konoha. Dan aku akan mengalahkan kalian semua nantinya" ujar naruto sambil memutar badannya sehingga Nampak seperti sebuah hinaan bagi semua genin yang ada disana

"dia melakukannya, apakah dia tidak sadar dengan tatapan semua orang kepadanya. Dasar naruto bodoh" ujar sakura

"ya dia memang tidak pernah berubah ya" ujar ino

"hoy naruto…jangan sombong kau kami dari team 8 lah yang akan memenangkan ujian ini" ujar kiba yang ikut bersua

"kiba-kun, jangan terlalu menganggap enteng naruto-kun. Bukankah aku selalu memperingatkan mu" ujar hinata memberikan nasehat pada kiba

"tenang saja hinata-chan aku tidak akan membuat dia luka parah jika berhadapan dengan ku. Iya kan akamaru" ujar kiba berkecak pinggang

"sebaiknya kau mendengarkan nasehat orang lain kiba" ujar shino

'cakra naruto sangat stabil walau semua orang tidak menyadarinya namun semua seranggaku tidak pernah bisa tenang jika dekat dengan naruto, cakranya sangat berlimpah bahkan orang dari sunagakure itu saja memiliki cakra yang besar namn tidak seperti naruto cakranya sangat besar dan sangat stabil, sedangkan orang itu, sangat-sangat tidak stabil' pikir shino

"ada apa shino, apakah kau takut dengan naruto?"Tanya kiba

"sebaiknya kau jangan sombong dulu, mereka semua sangat kuat" ujar shino bergumam

"baiklah kalau begitu, mari kita mencari tempat duduk" ujar naruto berjalan melewati semua orang yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh

Setelah itu, naruto dan semua team yang berasal dari konoha terutama yang satu angkatan dengan naruto kini berkumpul di sebuah meja dan kursi yang berdekatan. Dan hal yang paling menegangkan selalu saja sama dimana ino selalu ingin dekat dengan sasuke dan sakura yang tidak mengizinkan hal itu. sedangkan hinata selalu dekat dengan naruto namun mereka tidak berbicara banyak karena mereka sedang menantikan serombongan panitia yang akan datang.

"mereka datang" ujar naruto sehingga membuat semua teman seangkatan naruto menjadi diam

Bhoommzz…..

Sebuah kumpulan asap kini terlihat dihadapan mereka sehingga membuat mereka tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang datang.

"perkenalkan namaku ibiki, aku adalah ketua dari team introgasi desa konoha dan ketua panitia ujian babak pertama ujian chunin tahun ini. Ujian pertama di tahun ini adalah ujian tertulis dimana kalian akan aku beri 10 pertanyaan. Dan peraturan dalam ujian ini adalah pertanyaan ke 10 akan aku berikan setelah pertanyaan yang ada di kertas kalian jawab, lalu tidak ada yang boleh menyontek dalam ujian ini, jadi jika kalian ketahuan mencontek maka kalian akan di keluarkan oleh panitia pengawas, waktu kalian hanya 1 jam. Bagikankertas ujiannya" ujar ibiki member perintah pada semua bawahannya

"apakah ada yang ingin ditanyakan? Jika tidak waktu kalian adalah 1 jam silahkan dimulai" ujar ibiki langsung memulai ujian

Lembar ujian itu kini sibuka oleh semua orang namun soal dalam kertas tersbut merupakan sebuah soal untuk team yang lebih tinggi dari mereka sehingga banyak siswa yang tidak bisa menjawab sehingga melakukan kesalahan dengan menconek.

"124 dan teamnya silahkan keluar karena ketahuan mencontek" ujar seorang panitia

"99 dan beserta teamnya silahkan keluar" ujar panitia

"darimana kau mengetahui aku mencontek, kau bahkan tidak melihat kearah ku" ujar genin tersebut

"kami tahu karena kami adalah jonin, jadi cepat keluar" ujar ibiki

Sementara panitia mulai mengeluarkan banyak kelompok, naruto kini hanya membaca dengan santai.

'ini bukan soal untuk kami para genin, tapi ini soal untuk apa ya. Kalau ini diperuntuk kan untuk kami maka ini akan sangat sulit untuk di isi' pikir naruto melihat kearah ibiki

Setelah beberapa saat naruto berfikir, dia terus mengulang apa yang disampaikan ibiki di kepalanya sehingga sesaat dia menemukan sebuah kode untuk ujian ini.

'jadi begitu, jangan sampai ketahuan. Tapi bagaimana aku bisa mencontek aku tidak punya keahlian sama sekali untuk mencontek. Ahk…aku tahu, aku pura-pura berfikir saja agar bisa lulus tanpa mengeisi lembar ini' pikir naruto langsung tampak bingung sehingga membuat para panitia memperhatikan gerak geriknya namun tidak dipergokinya naruto menyontek jawaban.

Setelah 1jam berlalu

"baiklah ujian kalian selesai, aku akan memberikan sebuah pertanyaan pada kalian. Namun ada peraturan dalam pertanyaan ini, jika kalian ikut atau ingin menjawab dan jawaban kalian salah maka kalian akan selamanya menjadi seorang genin, atau jika kalian memilih tidak ikut maka kau dan team mu bisa mencoba tahun depan. Jadi siapa yang merasa tidak percaya diri silahkan berdiri dan keluar" ujar ibiki

Setelah itu, beberapa genin keluar diikuti beberapa teman satu teamnya. Sehingga kini tinggal sekitar 15 team yang ada di dalam ruangan.

"apakah sudah tidak ada lagi yang ingin keluar" ujar ibiki

"aku….aku….tidak masalah jika aku menjadi genin selamanya, namun akan aku buktikan bahwa aku adalah genin pertama yang menjadi hokage. Ya seorang genin yang menjadi hokage" ujar naruto sambil mengangkat tangan miliknya dan menunjuk kearah ibiki

Mendengar perkataan naruto, semua genin yang tadinya merasa sedikit ragu akhirnya yakin atas pilihan mereka sehingga membuat ibiki sedikit menyunggingkan senyumnya.

'semua peserta menjadi yakin dengan pilihanya berkat bocah itu. ini akan menarik' pikir ibiki

"baiklah, 15 team dan 45 orang sekarang berhasil masuk kedalam ujian chunin babak kedua selamat" ujar ibiki

"tapi, kami belum menjawab pertanyaan no 10" ujar sakura

"inilah pertanyaan nya sakura" ujar sasuke dari jauh

"ya, pertanyaan nya adalah kalian harus bisa yakin pada diri kalian dan tentu saja percaya pada rekan kalian" ujar ibiki

"yes…..aku berhasil lulus ujian pertama" gumam naruto

"selamat untuk kalian semua" ujar ibiki

Namun tiba-tiba ada seorang yang dengan heroic masuk kedalam bangunan ujian pertama melalui sebuah jendela sehingga jendela disana pecah.

"selamat atas lulusnya kalian, aku adalah ketua panitia untuk ujian chunin babak ke dua, namaku anko jadi kalian semua silahkan ikut dengan ku" ujar anko dengan semangat

"kau terlalu bersemangat anko" ujar ibiki

Tana meladeni perkataan ibiki anko mengajak semua peserta menuju ketempat ujian babak ke 2 dari ujian chunin ini. Sementara itu ibiki seorang diri kini mengambil lembar jawaban dari para peserta yang sudah bersama dengan anko sekarang.

'hah…..tidak ku sangka akan ada yang lulus tanpa menjawab soal ini, uzumaki naruto dia anak yang menarik' pikir ibiki melihat lembar ujian naruto yang kosong tanpa jawaban sama sekali

Setelah keluar dari gedung ujian babak pertama, semua peserta kini diajak oleh anko menuju ketempat ujian babak ke dua sehingga membuat para peserta harus bersiap dengan tantangan ujian kedua ini.

"anko-san, dimana ujian kedua akan dilaksanakan?" Tanya naruto

"kau,….oh kita akan melakukan ujian kedua di dalam hutan kematian" ujar anko

Beberapa genin begidik ngeri mendengar tempat yang akan menjadi daerah ujian babak kedua mereka sehingga melihat hal itu anko tersenyum licik. Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di hutan kematian.

"baiklah peraturan disini hanya satu, kalian harus bisa mengumpulkan gulungan langit dan gulungan bumi dan membawanya kemenara yang terletak di dalam hutan kematian. Dan waktu kalian adalah 5 hari" ujar anko

"bagaimana dengan persediaan makanan kami?" Tanya couji

"kau ini kan shinobi, carilah makanan kalian di dalam hutan. Karena di dalam hutan ini banyak binatang yang isa diburu, seperti rusa, kijang, kelinci dan lain sebagainya" ujar anko

"dasar kau ini couji" ujar shikamaru

"baiklah sebelum kalian mendaatkan gulungan untuk kalian, sebaiknya isi dulu folmulir ini karena pihak konoha tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada kalian saat di dalam sana. Karena babak ini mengizinkan kalian untuk saling membunuh" ujar anko menyerahkan sebuah folmulir yang kini di ambil oleh semua orang termasuk naruto.

"baiklah yang sudah selesai silahkan masuk kedalam ruangan itu dan tukarkan folmulir kalian dengan sebuah gulungan, dan aku saran kan jangan sampai semua orang tahu gulungan apa yang kau bawa" ujar anko

Naruto dan teamnya kini berjalan menuju kedalam ruangan itu sehingga ada beberapa hal yang mencurigakan. Pasalnya bukan tidak naruto sadari dari tadi ada sebuah kotak yang mengikutinya kemana saja dia pergi. Dengan perempatan di keningnya naruto akhirnya tidak tahan dan akhirnya menunjuk kearah kotak tersebut dan meneriakkan nama anak nakal yang menjadikan naruto sebagai bos nya.

"udon, mogi dan konohamaru bisakah kau berhenti melakukan ini" teriak naruto

"bhoommss…bos memang hebat. Hanya bos yang menyadari keberadaan kami. Tapi bos kami sekarang sedang mengerjakan tugas dari akademi" ujar konohamaru

"tugas apa?"Tanya sakura

"kami disuruh membuat madding tentang ujian chunin, jadi sebagai bawahan kak naruto maka kami akan memuat sebuah mading tentang kak naruto saja biar semua orang tau kak naruto itu kuat" ujar mogi

"kalau begitu minta lah izin pada panitia, jika sudah diizinkan maka aku akan mau di wawancarai" ujar naruto

Setelah itu, mata ketiga bocah akademi tersebut langsung berbinar dan menuju kearah anko untuk meminta izin melakukan wawancara sedikit dengan naruto dan kawan-kawan nya.

"baiklah kak naruto, apa strategi kakak dalam menjalankan ujian chunin ini?" Tanya konohamaru

"aku tidak memiliki strategi apapun, namun kami memiliki senjata rahasia" ujar naruto membuat konohamaru menjadi penasaran

"apakah senjata itu, apakah sebuah jutsu atau semacamnya?" Tanya konohamaru yang dibalas anggukan kedua temannya

"kami team 7 dari konoha memiliki sebuah senjata rahasia yaitu kerja sama team" ujar naruto

"eh…apakah kerjasama team itu sangat penting?" Tanya udon

"tentu saja, jika nanti kau bisa menggunakan ikat kepala seperti ini. Maka kerja sama team haruslah kalian dapatkan lebih dulu" ujar naruto

"menurut kak sasuke apakah itu benar?" Tanya mogi meminta pendapat sasuke

"ya,….dengarkan sebuah kalimat yang aku katakan ini, tiga orang genin dapat mengalahkan seorang jonin jika mereka bisa bekerja sama" ujar sasuke yang dibalas anggukan dari naruto dan sakura

"satu lagi….apa gulungan yang kakak miliki?" Tanya onohamaru

"KAMI MEMILIKI GULUNGAN LANGIT…." Teriak naruto sehingga membuat semua orang menatap kearah naruto termasuk sasuke dan sakura

"kau bodoh apa, bukankah itu akan berbahaya buat kita memberitahukan gulungan milik kita dengan kuat seperti itu" ujar sakura memberikan sebuah pukuln di kepala naruto sehingga membuat kepala naruto benjol.

"bos….kak sakura jangan begitu bagaimana jika bos kami tewas oleh pukulan kak sakura" ujar mogi

Disamping orang mengatakan bodoh, ada juga yang mengatakan naruto itu sangat cerdas. Dia membuat orang yang menginginkan gulungan langit mengincar dirinya sehingga gulungan yang mereka cari akan datang dengan sendirinya.

'kau sungguh cerdas naruto, namun itu bisa jadi juga sangat berbahaya' pikir shikamaru

"baiklah sudah cukup wawancaranya, semua peserta silahka mengambil posisi di pintu masuk kalian masing-masing" ujar anko

"ujian babak ke 2 dimulai" teriak anko

Semua peserta kini memasuki daerah yang bernama hutan kematian itu untuk mengikiti ujian babak kedua dari ujian chunin tahun ini

To be continue