Fall In Love With Me Again
-a ChangKyu fanfiction by winterTsubaki-
Summary : sebuah kecelakaan yang menimpa Kyuhyun dan Changmin tiga bulan lalu meninggalkan tak hanya luka fisik bagi keduanya tetapi juga luka jiwa yang mendalam terlebih bagi Changmin saat akhirnya sosok sang istri yang terbangun dari koma selama tiga bulan itu tak lagi mengingat siapa dirinya.
Title : Fall In Love With Me Again
Author : winterTsubaki
Rating : PG~NC (?)
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Disclaimer : I wished I had them but sadly none of them were T^T. I only own the plot and idea, if there's some similarities with other stories u might have read believe me it's coincidental. I'm against plagiarism
Warning : if you are against boy x boy themed fic moreover with Changmin and Kyuhyun as a pairing please don't push yourself to read any further because I don't want to get a harsh comment over the pairing or the cast of the story^^
Chapter 6
.
.
.
Ara memang sudah mengingatkan Kyuhyun soal tema ulang tahun anak perempuannya ini yaitu 'Wonderland' dimana So-Ra akan berpakaian seperti Alice dalam dongeng Alice in Wonderland lengkap dengan dress biru dan apron putihnya, rumah mungil kediaman Cho Ara disulap menjadi wonderland khusus untuk putri kesayangannya. Jadi, saat seorang pria berkostum kelinci bertuksedo dengan kacamata dan pocket watch di tangan menyambut dirinya dan Changmin di depan pintu Kyuhyun tak lagi heran. Ia sudah bisa membayangkan kalau noona nya itu pasti akan all-out untuk ulang tahun putrinya tersebut.
"Kyuhyunnie!" panggil Ara begitu melihat sosok adik kesayangannya berdiri di depan pintu masuk yang disulap bagaikan lorong wonderland. Ara sendiri tampak mengenakan kostum ala Queen of Heart sementara pria yang Kyuhyun yakini suami dari noonanya itu justru memakai kostum Mad Hatter lengkap dengan topi panjangnya.
"Akhirnya kau datang juga! So-Ra sudah menanyakanmu sejak tadi" kata Ara sambil menarik sang adik ke pelukannya lalu mendaratkan kecupan di kedua pipi Kyuhyun, ia juga melakukan hal yang sama pada Changmin.
"Dimana So-Ra?" tanya Kyuhyun, beruntung Changmin sudah menunjukkan foto mereka dan So-Ra yang diambil beberapa bulan sebelum kecelakaan naas yang merenggut ingatan Kyuhyun terjadi, karena itulah Kyuhyun tau wajah keponakan pertamanya tersebut.
"Ia ada di taman belakang, sedang bermain dengan teman-temannya. Kau pergilah kesana. Jangan lupa berikan kadomu padanya!" ucap Ara saat melihat bungkusan pink berpita putih yang dibawa Changmin. Kyuhyun mengangguk, ia dan Changmin pun berjalan kearah yang telah di tunjukkan Ara.
Taman belakang kediaman Cho Ara juga tak luput dari dekorasi khas Alice in Wonderland. Kyuhyun bisa melihat ada banyak standee berbentuk prajurit kartu milik Queen of Heart disana, ia juga melihat ada sebuah meja panjang seperti yang dimiliki Mad Hatter dalam kartun Alice in Wonderland terletak di tengah-tengah taman. Diatasnya ada banyak sekali makanan dan minuman kecil yang terlihat begitu menarik.
"Kyuhyun samchon!" pekik So-Ra kegirangan begitu melihat dua pria dewasa favoritnya berjalan kearah taman. Kaki-kaki mungilnya berlari kearah Kyuhyun dan begitu ia hampir memeluk kaki Kyuhyun, Changmin langsung menangkap tubuh mungil itu keadalam gendongannya.
"Aigoo uri So-Ra sangat cantik" puji Changmin, So-Ra tampak tertawa mendengar pujian dari samchon nya itu, gadis kecil berambut hitam itu mencium kedua pipi Changmin sebagai ucapan terima kasih karena telah memuji penampilannya.
"Changminnie samchon!" ucap So-Ra memeluk leher Changmin dengan erat.
Kyuhyun yang berdiri di samping Changmin tersenyum saat melihat interaksi suami dan keponakannya itu. Changmin tampak begitu senang saat menggendong So-Ra begitupun dengan gadis kecil yang sekarang berada dalam gendongan Changmin tersebut tampak sangat antusias dengan kedatangan mereka berdua.
"Samchon, mana kado untuk So-Ra?" tanyanya sambil menengadahkan kedua tangannya di depan Changmin, pria tinggi itu tertawa melihat kepolosan So-Ra yang langsung menodongnya dengan kado ulang tahun. Sepertinya darah keluarga Cho mengalir kental pada So-Ra, buktinya cara So-Ra dan Kyuhyun meminta kado padanya begitu mirip.
"Ada padaku, tapi sepertinya aku tak ingin memberikannya pada So-Ra" ucap Kyuhyun sambil menggoyang-goyangkan kotak putih berpita pink di tangannya. So-Ra langsung merengut.
"Samchon pelit!" celanya, membuat Changmin nyaris tertawa keras.
"Habis So-Ra juga tidak sayang padaku, buktinya So-Ra begitu melihat Changmin samchon malah langsung memeluknya dan melupakan Kyuhyun samchon disini" kata Kyuhyun sambil memasang tampak merajuknya, aah…Changmin sangat ingin mencubit pipi Kyuhyun yang sangat menggemaskan itu.
"So-Ra sayang Kyuhyun samchon!" jawab So-Ra sambil berusaha menarik Kyuhyun mendekat untuk memeluknya. Changmin yang mengerti keinginan So-Ra itu langsung merapat kearah Kyuhyun, dengan satu tangan yang masih menggendong So-Ra, Changmin memeluk tubuh Kyuhyun, membuat dirinya, So-Ra dan Kyuhyun saling berpelukan dengan gadis kecil itu diantara tubuh tinggi keduanya.
"So-Ra, sudah cukup memonopoli kedua samchon tampanmu itu sekarang waktunya potong kue, sayang" ucap Ara yang tiba-tiba saja sudah berada di depan ketiga orang tersayangnya itu. Mendengar kata kue keluar dari mulut ibunya So-Ra yang awalnya masih menikmati berada diantara kedua samchon kesayangannya sekarang langsung meminta di turunkan dari gendongan Changmin, kaki-kaki kecilnya berlari kearah sang ayah yang sudah mengulurkan tangan kearahnya.
So-Ra yang berada di gendongan sang ayah dibantu dengan Ara mulai memotong kue ulang tahunnya yang bertingkat tiga. Wajah gadis kecil itu benar-benar menunjukkan kebahagiaannya, begitupun dengan wajah kedua orang tuanya. Changmin yang berdiri di sisi Kyuhyun mengambil beberapa foto keluarga kecil itu sambil tersenyum.
Kyuhyun yang berdiri di samping Changmin justru memperhatikan ekspresi wajah sang suami yang baru pertama kali ini dilihatnya, senyuman yang terlihat bahagia namun terselip rasa iri disana.
"So-Ra begitu manis, kan Kyu?" kata Changmin sambil mengambil beberapa foto So-Ra dengan kamera smartphonenya. Mendengar pertanyaan itu Kyuhyun mengangguk dan tiba-tiba saja ada rasa aneh yang mengganjal di hatinya.
.
.
.
.
.
"Mana Changmin, Kyu?" tanya Ara saat ia tak menemukan sosok tinggi yang selalu berada di sisi adiknya itu.
"Disana" jawab Kyuhyun sambil memiringkan kepalanya sedikit, menunjuk arah dimana Changmin berada saat ini. Suaminya itu tengah berada diantara So-Ra dan teman-temannya, sepertinya ia sedang menceritakan sesuatu yang begitu menarik perhatian anak-anak kecil yang hadir di pesta So-Ra, dari tempatnya berdiri Kyuhyun bisa mendengar pekikan girang anak-anak tersebut.
Melihat pemandangan itu Ara tersenyum "Changmin-ah benar-benar menyukai anak-anak ya" Ara tak sadar kalimatnya tersebut membuat senyuman di wajah Kyuhyun perlahan memudar.
"Kurasa ia akan jadi sosok ayah yang baik" tambah Kyuhyun yang sekarang mengikuti arah pandang Ara, menatap Changmin yang tengah menggendong So-Ra di atas bahunya, membuat gadis kecil itu berseru kegirangan.
Ara menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun, menatap adik kecilnya itu lekat "Kau kenapa, Kyu?" tanyanya, ia selalu sadar dengan perubahan mood adiknya itu.
"Tidak apa-apa kok noona, aku hanya…senang melihat Changmin begitu bahagia" jawab Kyuhyun dengan senyum terpaksa.
"Ia sangat bahagia denganmu, Kyu. Kau tau itu" kata Ara, seolah mengerti kegundahan hati Kyuhyun yang ditunjukkan dari ekspresi wajah manisnya.
Kyuhyun masih berdiri di sisi Ara, menatap kearah suaminya yang tengah menggendong So-Ra. Sadar akan tatapan Kyuhyun kearahnya Changmin balas menatap Kyuhyun kembali, senyuman lebar menghiasi wajah tampannya, pria tinggi itu menggerak-gerakkan tangannya memanggil Kyuhyun untuk mendekat.
Menyadari hal itu Kyuhyun pun berjalan kearah Changmin dan So-Ra "Ada apa?" tanyanya saat ia sudah berdiri tepat di hadapan Changmin.
CUP
Bukannya menjawab Changmin justru menundukkan kepalanya sedikit lalu mengecup pipi Kyuhyun singkat. Hal ini sukses membuat kedua pipi gembil itu sedikit merona.
"Ah! Changmin samchon curang! So-Ra juga mau mencium pipi Kyuhyun samchon!" rengek So-Ra melihat bagaimana paman kesayangannya dikecup di hadapannya.
.
.
.
"Haaah…bermain dengan So-Ra begitu melelahkan" kata Changmin, kakinya menginjak pedal rem, memindahkan persneling dan dengan cepat menarik rem tangan. Ia dan Kyuhyun saat ini tengah berada di dalam mobil, keduanya sedang dalam perjalanan kembali ke rumah setelah sebelumnya So-Ra merengek tak ingin kedua samchon tampannya pulang.
"Tapi kau begitu menikmatinya" sahut Kyuhyun. Pria manis itu masih tak bisa menghilangkan perasaan tak enak di dadanya saat mengingat tatapan iri Changmin melihat keluarga kecil Ara yang bahagia.
Changmin tidak menjawab, ia hanya tertawa kecil.
Dan itu adalah percakapan terakhir mereka sepanjang perjalanan pulang.
.
.
.
Hari-hari yang normal pun berlalu di kediaman Changmin dan Kyuhyun. Meskipun keduanya-terutama Kyuhyun-terkadang masih sedikit canggung namun mereka sudah dapat beradaptasi dengan kehadiran masing-masing. Changmin masih melarang Kyuhyun untuk kembali berkerja mengingat Kyuhyun masih dalam masa penyembuhan dan dokter menyarankan Kyuhyun untuk beristirahat dari dunia keartisannya sementara Changmin juga lebih memilih menemani Kyuhyun dengan bekerja dari rumah, meskipun terkadang ia harus ke kantor untuk menghadiri rapat penting dan pertemuan-pertemuan sejenis namun ia selalu memastikan untuk tidak meninggalkan Kyuhyun sendirian, terkadang saat ia benar-benar terpaksa harus ke kantor ia akan meminta Ahra ataupun member Super Junior untuk menemani Kyuhyun.
Intensitas kencan mereka pun semakin sering. Terkadang Changmin akan mengajak Kyuhyun untuk makan siang di luar lalu selanjutnya mereka akan berwisata di sekitar Seoul, sekedar mencari suasana baru agar Kyuhyun tak bosan. Namun Changmin selalu menghindari pulang terlalu larut saat dengan bersama Kyuhyun. Mungkin Changmin sendiri masih trauma dengan kecelakaan yang pernah dialami mereka berdua.
"Hari ini aku ada pertemuan di kantor, Yunho hyung sudah mengingatkanku untuk datang" kata Changmin sambil meletakkan semangkuk soondubu jiggae diatas meja makan.
"Jam berapa kau harus pergi?" tanya Kyuhyun. Pria manis itu masih mengenakan piyama biru mudanya padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Rapat dimulai jam sepuluh" Changmin melepaskan celemek hitam yang dipakainya dan menyampirkan kain itu di kursi. Sambil berjalan kearah tempat duduknya pria tinggi itu meluruskan kembali lipatan lengan bajunya yang tadi sengaja ia gulung saat memasak.
"Ya ampun Changmin-ah! Ini sudah jam sembilan lewat, kau bisa terlambat nanti! Kenapa kau masih sempat memasak dan menghidangkan sarapan segala" Kyuhyun bangkit dari duduknya dan setengah berlari kearah kamar Changmin. Mereka masih tidur di kamar yang berbeda saat ini.
"Tak apa, Kyu. Pemilik perusahaannya kan aku, lagipula aku ingin sarapan berdua denganmu sebelum berangkat ke kantor" Changmin sedikit menguatkan volume suaranya agar Kyuhyun bisa mendengarnya.
"Memang itu perusahaanmu tapi kau tidak bisa bertingkah sesukamu seperti itu. Justru kau harusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada karyawanmu" ucap Kyuhyun. Ex-magnae Super Junior itu berjalan keluar dari kamar Changmin dengan sebuah jas berwarna navy di tangannya.
"Baik Yang Mulia" goda Changmin dengan nada mengejek, membuatnya sukses dihadiahi sebuah cubitan kecil di pipinya. Oh ya, kemajuan lainnya saat ini Kyuhyun sudah mulai terbiasa dengan skinship ringan, bahkan pria itu terkadang yang duluan memegang atau bahkan memeluk Changmin. Changmin sendiri masih berusaha untuk tidak 'menyentuh' Kyuhyun karena ia tahu Kyuhyun masih butuh waktu untuk menerima dirinya seperti dulu.
Sarapan pagi itu pun berlalu dengan nyaman seperti biasa. Kehangatan dan perhatian-perhatian kecil yang diberikan Kyuhyun untuk Changmin terkadang membuat pria tinggi itu sedikit lupa kalau ia tengah berhadapan dengan Kyuhyun yang tak memiliki memory tentang pernikahan mereka. Melihat senyumannya, mendengar tawanya, membuat Changmin semakin merindukan Kyuhyunnya karena ia sadar betul pria yang sedang berada di dekatnya ini bukanlah Kyuhyun yang mengucap janji setia sehidup semati dengannya dulu. Kyuhyun yang ini sedikit pemalu dan tidak secerewet Kyuhyunnya.
"Cepatlah ingat semuanya, Kyu. I miss you" bisik hati Changmin.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang lima belas menit. Melihat itu Kyuhyun langsung panik, tak ingin Changmin terlambat.
"Ayo cepat pergi~" desak Kyuhyun sedikit mendorong tubuh Changmin yang lebih tinggi darinya.
"Aigoo, sabar sedikit Kyu"
Changmin ingat bagaimana dulu justru Kyuhyun lah yang selalu dengan sengaja membuatnya terlambat. Fashionably late kalau kata Kyuhyun. Tak jarang Changmin akan tiba ke kantor dengan rambut sedikit acak-acakan dan kancing kemeja yang tidak terpasang dengan benar. Tak perlu dijelaskan lagi apa yang sengaja dilakukan Kyuhyun untuk membuat Changmin telat. Biasanya Yunho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat penampilan magnaenya itu, tau benar alasan keterlambatan Changmin. Sementara Jaejoong dan Yoochun lebih memilih menggoda penampilan dan keterlambatannya sampai jam kantor selesai-kalau Junsu biasanya justru tidak menyadari ada yang aneh dari penampilan Changmin padahal Kyuhyun sudah dengan sengaja meninggalkan bekas kemerahan di sekitar leher dan bahu Changmin.
"Tak ada yang kelupaan kan?" tanya Kyuhyun.
"Hmm…sepertinya tak ada" jawab Changmin sambil membetulkan letak jasnya "Kalau begitu aku pergi dulu Kyu. Sekitar jam sebelas Eunhyuk hyung dan Donghae hyung akan datang menjemputmu. Mereka bilang ingin berkencan dengan magnae kesayangannya" pria jangkung itu mengelus kepala Kyuhyun pelan.
"Ya, hati-hati di jalan" Kyuhyun tersenyum, memandang punggung Changmin yang berjalan keluar. Begitu pintu masuk apartemen mereka tertutup dari luar dan punggung Changmin tak lagi terlihat olehnya, senyuman di wajah Kyuhyun memudar. Kyuhyun menundukkan wajahnya. Kepalanya kembali dipenuhi oleh pikiran-pikiran aneh yang terus menghantuinya belakangan ini. Terlalu banyak hal yang tak Kyuhyun mengerti, ia bahkan tak mengerti dengan perasaannya sendiri.
Changmin memang tak pernah memaksanya untuk mengingat semua memorinya yang hilang, pria itu begitu sabar menghadapinya, begitu lembut, begitu baik, begitu mencintainya. Sampai-sampai Kyuhyun merasa dirinya tak pantas diperlakukan sebaik itu oleh Changmin. Tak pantas dicintai sebegitu besarnya oleh pria bermarga Shim itu.
Kyuhyun merasa nyaman dengan keberadaan Changmin disisinya, ia senang melihat pria itu tersenyum, mendegar suara merdu yang memanggil namanya dengan lembut, merasakan besar dan hangat tangan Changmin di puncak kepalanya. Tapi Kyuhyun merasa seakan-akan semua ini tak nyata. Ia merasa tidak berada pada tempat yang seharusnya.
"Ini bukan tempat untukku…ini tempat untuk Kyuhyun milik Changmin" Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan foto pernikahan mereka yang tergantung di ruang tengah apartemen milik Changmin. Kyuhyun menatap foto itu dengan lekat, wajah itu, senyum itu, sosok yang berada dalam rangkulan Changmin itu adalah dirinya tapi Kyuhyun merasa asing dengannya yang ada di dalam foto tersebut. Begitu bahagia, begitu melengkapi Changmin. Begitu bukan dirinya.
Kyuhyun sadar Changminpun merasa demikian. Dibalik senyum yang ia berikan untuk Kyuhyun setiap harinya, ex-magnae Super Junior itu tahu kalau Changmin sering menatap dengan pandangan sendu kearahnya saat ia merasa Kyuhyun tak melihatnya. Pandangan Changmin yang penuh dengan kerinduan pada Kyuhyun yang bukan dirinya.
Seminggu belakangan tak ada kemajuan dengan memori Kyuhyun, sekuat apapun ia berusaha ia tak bisa mengingat hal penting apapun dan hal ini sedikit banyak membuat Kyuhyun depresi. Ia ingin mengingat semuanya, tak hanya Changmin dan pernikahan mereka, Kyuhyun ingin mengingat dirinya yang bersama Super Junior, ELF, memori-memori indah saat dirinya menjadi idola, wajah-wajah fans yang mencintainya. Kyuhyun ingin mengingat semuanya.
Kriing Kriing Kriing
Dering telepon membuyarkan pikiran Kyuhyun, ditatapinya telepon yang terletak di meja yang berada di samping televisi. Baru kali ini telepon rumah itu berbunyi, membuat Kyuhyun sedikit bingung haruskah ia menjawab atau membiarkannya saja.
Click
Ini kediaman Changmin dan Kyuhyun, saat ini kami sedang tidak berada di rumah. Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi beep.
"Changmin-ah…ini eomma. Maafkan eomma yang tiba-tiba menghubungimu seperti ini. Sebenarnya eomma sudah berusaha menghubungi ponselmu tapi sepertinya kau mengganti nomormu, kalian juga pindah apartemen dan eomma tidak bisa menemuimu lagi. Eomma mendapat nomor telepon apartemenmu dari salah seorang kenalan eomma yang bekerja di kantormu. Changmin-ah…mungkin kau sudah tak ingin lagi bertemu dengan kami tapi…appamu masuk rumah sakit, Min-ah…kata dokter ia terkena stroke-"
Kyuhyun terdiam mendengarkan voicemail dari seorang yang mengaku sebagai ibu dari Changmin tersebut.
Jeda beberapa saat sebelum akhirnya ibu Changmin kembali berbicara, dari suaranya yang bergetar Kyuhyun yakin wanita tersebut sedang menahan tangisnya.
"-eomma harap kau mau menemui appamu…sekali saja Min-ah…"
Wanita itu terdengar terisak, untuk beberapa saat yang terdengar hanyalah tangisan dari ibu Changmin sebelum akhirnya sebuah suara lain menginterupsi.
"Oppa, ini aku Ji Yeon. Appa dan eomma sangat ingin bertemu dengan oppa. Aku yakin oppa masih marah dengan kami tapi bagaimanapun juga mereka adalah orang tuamu, oppa. Kalau oppa berubah pikiran appa saat ini di rawat di Seoul University Hospital. Kami sangat berharap bertemu dengan oppa"
Voicemail itupun berhenti dengan satu suara beep lagi.
Pikiran Kyuhyun kembali kepada foto-foto pernikahan mereka dimana Kyuhyun tak menemukan satupun keluarga Changmin disana. Jadi…Changmin sudah memutus hubungan dengan keluarganya? Kenapa?
"Apa karena aku…?"
.
.
.
"Hmm…keluarga Changmin ya…" Eunhyuk mengetukkan jari-jarinya diatas meja. Saat ini Eunhyuk dan Donghae sudah berada di apartemen ChangKyu, awalnya EunHae ingin mengajak Kyuhyun keluar tetapi magnae kesayangan mereka itu justru bertanya tentang keluarga Changmin begitu mereka masuk ke rumah. Akhirnya disinilah ketiga pria dewasa itu berkumpul. Di ruang tengah apartemen Changmin dan Kyuhyun.
"Aku tak terlalu kenal dengan mereka tapi seingatku Changmin punya dua adik perempuan" kata Donghae.
"Changmin jarang sekali membicarakan soal keluarganya. Termasuk kepada kami. Walalupun kami sudah sangat lama saling kenal" Eunhyuk menimpali.
"Lalu…apakah ada sesuatu yang terjadi pada hubungan Changmin dan keluarganya setelah aku dan Changmin…"
"Setelah kalian menikah?" tanya Eunhyuk. Kyuhyun mengangguk. Rasanya masih sangat canggung mengucapkan kata 'menikah' dan status mereka di depan orang lain, meskipun itu hanyalah Eunhyuk dan Donghae.
"Yang ku tahu dulu di pernikahan kalian tak ada satupun keluarga dari Changmin yang hadir" jawab Donghae. Pria penyuka hujan itu mengambil gelas berisi orange juice yang diletakkan Kyuhyun di atas meja.
"Aku sudah tau soal itu…di foto pernikahan kami, tak ada keluarga Changmin disana. Yang berdiri disamping Changmin hanyalah Yunho" Kyuhyun membuka album foto pernikahan mereka di atas meja, menunjukkan foto-foto itu kepada Eunhyuk dan Donghae.
"Lalu ada apa tiba-tiba kau bertanya soal ini, Kyu?" tanya Eunhyuk.
Kyuhyun tampak berpikir sesaat sebelum menjawab "Tadi ibunya Changmin menelepon…ia meninggalkan pesan untuk Changmin. Meminta Changmin untuk datang ke rumah sakit karena appanya terserang stroke"
"Dari kalimat ibu dan adiknya Changmin sepertinya Changminlah yang memutus hubungan dengan mereka…"
Eunhyuk dan Donghae saling bertatapan sebelum akhirnya Eunhyuk buka suara "Aku tidak tau apa yang terjadi dengan Changmin dan keluarganya tapi aku tak ingin hal ini membebanimu, Kyu. Aku tau apa yang saat ini sedang kau pikirkan, dan hal itu tak baik…jadi kuminta kau jangan memikirkannya lagi"
"Ayo berdiri dari dudukmu Kyu, kami kemari ingin mengajakmu bersenang-senang bukannya duduk muram seperti ini. Kajja kita pergi!" seru Donghae sambil menarik tangan Kyuhyun, tak perduli dengan protes dari si magnae kalau ia belum mengganti bajunya.
Eunhyuk tersenyum, terkadang sifat kekanakan Donghae ada manfaatnya juga.
.
.
.
.
to be continue
a/n : Halo semuanya, apa kabar? Saya winterTsubaki. Hmmm...sudah sangat lama sejak terakhir kali saya update ff ini. Jujur saja saya sempet stuck dan berkali-kali ngerevisi chapter 7 ini sampai akhirnya saya mutusin kalau tulisan saya yang inilah yang pantas untuk di publish. Saya minta maaf untuk keterlambatan saya melanjutkan ff ini. Semoga masih ada diantara kalian yang tertarik untuk membaca fanfiksi yang saya tulis. Akhir kata, have a nice day and see you on the next chapter!
