Salam YJS^^^ [Arai ZheeAry (AZ)]

.

Mian, mian , mian. Hari ini baru sempet update, because ney lappy disita waktu ikut kegiatan kampus. Mian untuk rienka ^^ MAY I LOVE U END, bergeser ke OH MY BODYGUARD nyahahaa..
YUNJAE IS REAL! :*

Sebelumnya aku mau ngucapin makasih untuk ReaKim atas Sarannya dan aku terima dengan sangat baik. Biar greget jadi konflik Ahra di Fin-nya. :D, mungkin ini ngk Greget... So thanks for review. Sambil nunggu Download Teaser Jung JJ, aku post ini. uggg... Jeje Keren Banget, tp kenapa ngk JUST ANOTHER BOY yak? Kekeke~ #Abaikan

.

"Cintaku sebesar aku mengenalmu"

.

Just go back if u don't like it…

[Yunho POV]

Aku tahu jika perkataan Siwon tidak main-main, aku menggeleng pelan seharusnya aku lebih bergerak cepat untuk melindungi istriku. aku terus merutuki diriku sendiri kenapa begitu bodohnya aku? setelah dapat panggilan dari Changmin. Tak tanggung-tanggung, aku langsung melesat dari apartemenku menuju Rumah sakit.

"Ini Salahku" Lirih ku yang duduk dilantai dengan menekuk kedua lututku, menenggelamkan wajah kecilku diantara kakiku. Kenapa Direktur yang terkenal dingin berperilaku seperti itu? Pasti orang beranggapan seperti itu, tapi sekarang tak kuperdulikan lagi.

Pluk

aku masih tak bergeming diposisiku saat seseorang menepuk pelan pundakku, ia terlalu fokus pada sosok rapuh Jaejoong yang ada didalam sana. Aku sungguh marah pada dirinya sendiri, sungguh.

"Hyung, Jae hyung tak bersemangat untuk hidup jika dirimu seperti ini"

Aku menoleh melihat sepupuku yang berada disampingku, aku hanya diam tak merespon ucapannya. Perasaanku kalut, kutatap Junsu yang terus menangis dipelukan umma-nya dan Jaejoong. Aku tersenyum miris.

Aku beranjak dari tempatku saat melihat lampu operasi berubah warna, aku berjalan mendekati pintu berwarna putih tersebut. Tanpa menunggu lama, seorang dokter muda muncul. Keluarga yang bersangkutan pun menghampiri sang dokter.

"Bagaimana keadaan istriku? Apa ia baik-baik saja? Tak terluka parah?" tanyaku bertubi-tubi, keringat dingin membasahi pelipisku.

Dapat kulihat sang dokter membuka maskernya dan menatap kami satu persatu, apa yang ingin ia bicarakan? Kenapa begitu sulit mengatakannya?

"Mian, aku ingin berbicara dengan suami Jaejoong"

"AKU!" ucapku tegas dan penuh penakanan, sang dokter hanya tersenyum penuh arti menatapku, apa maksud dari senyumannya?

"Apa anakku baik-baik saja?" tanya umma kim tiba-tiba, terlihat raut kesedihan diwajahnya membuatku merasa bersalah.

"Jung Jaejoong dan aegyanya baik-baik saja, hanya ada yang ingin ku bicarakan dengan Jung Yunho"

Mataku membulat sempurna, hatiku berdesir saat mendengar penuturan sang dokter. Jaejoong baik-baik saja dan aegyanya? Jaejoong hamil? Apa aku salah dengar, dapat kudengar saat kedua orang tuaku berteriak histeris dan menggoyang-goyangkan tubuhku seolah meminta pejelasan.

Kutatap Junsu, Yoochun dan Changmin yang masih memasang wajah datarnya, apa mereka sebelumnya sudah tahu? Jika Jaejoong hamil, siapa ayah dari bayi itu?

"Yunho~ya, kenapa kau tak pernah bilang pada kami?" desak Ummaku, aku hanya terdiam menatap Yoochun. Ia balik menatapku dan tersenyum.

"Ahh... Yunho hyung hanya ingin membuat kejutan untukmu umma." Pekik Junsu dengan senyum yang menghiasi wajah polosnya. Aku hanya mengerjapkan mataku, Changmin mengangguk setuju tapi terlihat ekspressi tak suka dari wajahnya.

"Baiklah, bisakah kita bicara berdua Tuan Jung?" tanya sang dokter, aku hanya mengangguk tapi sebelum mengikuti sang dokter aku menarik tangan Changmin menjauh dari mereka.

"Apa kau ayah dari bayi itu?" ucapku penuh emosi tak ku hiraukan panggilan Yoochun, Changmin hanya tersenyum mengejek. Mataku memerah kutarik kerah bajunya. "Aku tanya SHIM CHANGMIN!"

"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu Tuan Jung?" aku menghela nafas kesal, sungguh inginku patahkan tulangnya saat ini.

"Jadi benar, kau ada hubungan dengan Jaejoong eoh?" desisku, semakin kutarik kerah bajunya. Changmin menatapku dan menyeringai.

"Kalau aku ayah dari bayi itu, kau mau apa Jung?"

Buggh...

Kukepalkan tanganku dan menghantam rahangnya membuatnya tersungkur, aku berdecih dan menatap tak suka dengannya. Junsu berjalan mendekati Changmin, ia menatapku dengan kesal.

"Apa yang kau lakukan hyung?"

Tak kuhiraukan pertanyaan Junsu, aku hanya berjalan menjauh dari keduanya, langkahku terhenti saat suara Changmin terdengar.

"Kenapa kau marah Jung? Bukankah kau tak mencintai Jae hyung? Aku akan membuatnya bahagia "

Kukepalkan tanganku, menahan amarah yang begitu sakit. Sialan kau sekertaris Shim, jadi benar itu anak Changmin? Rasanya lututku lemas, apa yang harus kulakukan sekarang? Kuberbalik tapi lenganku ditahan oleh Yoochun, kenapa hobi sekali menggangguku?

"Pergilah, temui dokter"

Aku hanya mengangguk dan berjalanan menuju ruang dokter, dokter mempersilahkanku duduk dan kupatuhi.

"Umma, Nuna Cantik appo?" tiba-tiba sebuah suara terdengar dibelakangku, ia menangis membawa boneka beruangnya dengan cata menariknya.

"Gwenchana, nuna Cantik baik-baik saja Jiyeon~ya"

Wait, aku pernah melihat anak ini sebelumnya, kutatap ibu dan anak yang tengah berpelukan. Ahh... sepertinya kau teringat sesuatu, kelihat sang dokter membisikan sesuatu dianak yang bernama jiyeon, aku hanya berdiam.

"Ahjussi, suaminya nuna Cantik?"

"Eh?"

Kutatap yeoja yang ber-name tag Akita, ia mengangguk dan mengakatan nama KIM JAEJOONG tanpa suara. Ahh aku mengerti, aku hanya mengangguk melihat yeoja kecil itu menghampiriku.

"Apa Jiyeon boleh membawa Nuna Cantik kelumah?" tanya polos, hey apa yang dimaksud Jiyeon? Dia ingin mengambil Jaejoongku? Andwae!

"Jiyeon!"tegur Akita yang mendengar permintan aneh dari anaknya, Jiyeon memegang tangan besar Yunho.

"Nuna tak pernah membelitahu Jiyeon kalau ada masalah, nuna selalu menangis diam-diam. Jiyeon ingin menjadi sandala nuna cantik" ucapnya dengan berlagak dewasa.

"Sayang~ umma ingin bicara dengan suami nuna cantik, sekarang Jiyeon main diluar ne?"

Astaga, apa yang harus kulakukan? Benarkah yang kudengar? Aku mendengar, sangat jelas dari pernyataan sang dokter yang pernah bertemu denganku sebelumnya. Ia bercerita tentang Jaejoong yang sering cek up kandungannya seorang diri, ketika ditanya oleh sang dokter, kemana suamimu?

Jaejoong akan menjawab 'Yunnie sedang sibuk, kalau pulang Joongie ingin Yunnie istrahat' Jaejoong tak pernha menjelekan namaku terhadap orang lain. Aku bersalah Jae, maafkan aku. Kumohon.

Hal yang paling kusesali, kenapa Jaejoong harus AMNESIA? Tuhan, kau benar-benar membuatku semakin bersalah disaat diuJung tanduk pernikahan kami atas dasar perjanjian ini?

Kulangkahkan kakiku dengan gontai menuju kamar rawat Jaejoong, dapat kulihat orang-orang didalam kamarku menatapku dengan penuh tanda tanya.

"Siapa Dia?"

Oh.. Tuhan Jaejoongku benar-benar Amnesia, apa yang harus kulakukan? Apa kau tak ingin memberikan kesempatan kedua untukku? Mata bulat yang memberikan kehangatan, sekarang digantikan dengan mata yag menyiratkan ketidak sukaan.

"Dia suamimu Jae" umma Kim menggenggam erat tangan Jaejoong yang masih terpasang infus. Tatapan yang sekarang memandangku dengan datar. Semua yang berada diruang rawat Jaejoong keluar menyisakan Jaejoong dan aku

"Pergi~" Lirih Jaejoong yang memandang kearah lain, enggan untuk menatapku. Kemana Jaejoongku yang dulu?

[Yunho Pov end]

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Tanpa sepengetahuan Yunho dan lainnya, Choi Siwon. Rival dari Jung Yunho yang lebih dulu bertemu dengan Jaejoong. Meyakinkan kepada pemuda cantik itu tentang dirinya, Choi Siwon adalah kekasihnya. Bukankah yang membuat Jaejoong seperti ini adalah Siwon? Siwon telah bebas karena ia memiliki pengacara yang cukup terkenal membuat ia terbebas dan bukti-bukti juga kurang akurat membuatnya tak secara mudah untuk masuk kedalam penjara. Membuat Changmin, Junsu dan Yoochun ingin menjambak Siwon.

Siwon melakukan ini semua karena alasan yang cukup konyol yaitu ia begitu iri dengan apa yang manusia dingin itu dapatkan. Dari Sekolah menengah hingga sekarang Yunho begitu di idam-idamkan banyak orang, wanita cantik, kepopuleran, kaya, pintar dan tampan. Dan kesuksesan Yunho berada diatas posisinya. Oh shit.

Umma Kim Hanya menurut saat Jaejoong meminta untuk bertemu dengan Siwon dan itu membuat Yunho, Yoochun, Junsu dan Changmin terkejut tak terkecuali para orang tua. Siwon sudah berdiri disamping Jaejoong.

"Aku akan menjaganya umma."

Umma? What the...

Mata tajam Yunho terus menerus mengawasi perubahan sikap Siwon, sungguh Yunho ingin melempar Siwon kedalam neraka. Lebih baik Yunho kekantin rumah sakit untuk mengisi perutnya yang keroncongan.

Yunho berjalan dengan gontai, sungguh ia tak percaya dengan apa yang menimpanya, apakah ini sebuah mimpi? Ia menepuk-nepuk pipinya sendiri, ani. Ini bukanlah mimpi, ini adalah kenyataan yang harus dihadapi.

"YUNHO HYUNG!"

Yunho mendongak menatap adik iparnya yang melambai-lambai padanya, Yunho berjalan mendekati ketiganya dengan wajah sedih dan terlihat konyol menurut Changmin. Yunho menarik kursi yang ada dihadapan Junsu.

"Gwenchana hyung?"Tanya Yoochun khawatir, bagaimanapun kesalnya Yoochun pada Yunho tapi tetap saja Yunho adalah kakak sepupunya yang sedang tertimpa musibah. Yunho hanya mengangguk lemas sebagai jawabannya.

Junsu menatap intens Yunho yang ada dihadapannya membuat empunya menatap Junsu kembali, Junsu hanya tersenyum lebar melihat kakak iparnya.

"Spa kau tak marah padaku, Su?" tanya Yunho dengan ragu. Junsu menggebrak meja dengan kasar membuat para pengunjung kantin menatapnya. Dan Yunho tak kalah terkejutnya, sungguh ia tahu jika Junsu benar-benar membencinya sekarang.

"Tentu saja tidak, kenapa aku harus membencimu hyung?"

Junsu tersenyum manis terhadap Yunho, Yunho membalas senyuman Junsu. Ternyata Junsu tak sungguhan membencinya, sungguh Yunho takut.

"Gomawo, aku salah" lirih Yunho yang menunduk, ia sungguh merasa rendah saat ini.

Pluk

Yoochun menepuk pelan pundak Yunho, seolah menyalurkan kekuatannya pada Yunho. Yunho tersenyum teduh. Ia menyesal sungguh, apa jadinya Yunho tanpa sosok Jaejoong. Jaejoong yang selalu bisa membuatnya tersenyum, Jaejoong yang selalu perhatian padanya, Jaejoong yang selalu memenuhi kebutuhannya. Jaejoong yang selalu, selalu dan selalu.

Sekarang Jaejoong benar-benar melupakan Yunho, melupakan perjanjian mereka. Kenangan yang keduanya ukir, dilupakan begitu saja oleh Jaejoong begitu saja.

"Boo"

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Sosok namja cantik duduk menghadap kearah jendela, pandangannya kosong. Entah apa yang dipikirkannya saat ini.

"Jae kau baik-baik saja?" sapa suara yang terasa asing ditelinga Jaejoong, Jaejoong tak menanggapi. Ia masih terdiam, ia bingung apa yang harus ia lakukan.

"Boo..."

"Jae.."

"Joongie..."

"BooJaejoongie..."

"Jung Jaejoong"

Jaejoong menoleh saat mendengar perkataan terakhir yang ditangkap indra pendengarnya, mata Jaejoong menatap kosong pada Yunho. Yunho tersenyum manis melihat Jaejoong.

"Namaku Kim Jaejoong bukan Jung Jaejoong" ucapnya datar dan tanpa beban sedangkan Yunho yang mendenggarnya hanya terdiam. Sungguh ia tak tahu harus berkata apa pada istrinya, Jaejoong masih syah menjadi istrinya. Menurutnya.

"Jae~sayang, aku suamimu" lirih Yunho yang mengulurkan tangan kananya hendak menyentuh wajah Jaejoong tapi sebuah suara menghentikan pergerakannya. Tangan Yunho yang terulur kini kembali keposisinya, ia kepalkan tangannya saat mendengar suara itu.

"Jangan percaya dia Jae!" sosok tinggi dan terlihat angkuh itu berjalan mendekati Jaejoong dan memegang pergelangan tangan Jaejoong dengan posesif. Siwon menatap Jaejoong yang kini juga menatapnya "Kau percaya padaku kan?"

"Tidak Jae, Kau istriku. Sungguh." Kukuh Yunho, ia tak mau kehilangan Jaejoong. Lebih baik ia melepaskan Ahra daripada kehilangan Jaejoong. Ia rela jika ia kehilangan jabatannya dan kepopulerannya diampus saat ini.

Jaejoong mengerjapkan kedua matanya, menatap Yunho dan Siwon secara bergantian. Ia berjalan meninggalkan Siwon, matanya berpapasan dengan mata tajam Yunho yang terlihat redup.

'Aku tahu jika kau masih mencintaiku' batin Yunho yang menatap dalam kearah matta bulat Jaejoong. Jaejoong melewati begitu saja Yunho, tanpa memberikan senyuman, sepatah katapun tidak.

"Aku Menang Jung" ucap Siwon dengan semangat, Yunho hanya menghela nafas jengah.

"Brengsek kau CHOI!"

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Pagi hari ini tak seperti biasanya di apartemen milik Yunho, biasanya Yunho duduk manis diruang makan dan menunggu Jaejoong untuk mengantarkan sarapan. Biasanya setiap pagi Yunho memberikan kecupan manis untuk Jaejoong, Biasanya Yunho selalu mendengarkan ocehan Jaejoong yang membuatnya merasa senang dan nyaman.

Hal Sudah biasa ia alami dan kini hilang dalam sekejap, tak ada lagi kecupan manis, ucapan I Love U, Tak ada yang memasakan untuknya. Tak ada.

"Aku mengakui kesalahanku, Jae"

Yunho mengulurkan tangannya pada sebuah foto yang ukurannya besar, foto dirinya bersama istrinya Jung Jaejoong yang kini tak mengingat dirinya. Yunho menggeleng pelan. Ia menunduk, salah, salah dan salah.

"MianhaeJae, beri aku kesempatan untuk memulainya dari awal"

Yunho memegang dada kirinya yang terasa berdenyut dengan kencang, ia tersenyum getir. Ia merindukan sososk istri seperti Jaejoong. Ingin sekali Yunho memeluk Jaejoong ataupun sebaliknya. Dan berbagi kehangatan.

Greep...

Yunho terlonjak saat ada sepasang lengan memeluknya dari belakang, Yunho tersenyum saat keinginannya terkabul. Tapi senyumannya pudar begitu saja saat suara yang tengah memeluknya mulai mengeluarkan kata-demi kata.

"Yunnie Chagi~ah, kapan kau menikahiku?"

Yunho membalikan tubuhnya betapa terkejutnya ia saat melihat sosok yang ada dihadapannya. BUKAN Jaejoong melainkan 'kekasih gelapnya'. Yunho tersenyum getir, wanita sialan ini yang membuat Yunho buta akan segalanya.

"Yunnie!"

"Hanya Jaejoong yang boleh memanggilku seperti itu" ucap Yunho dengan datar, Ahra mengerutkan keningnya. Yunho menghempaskan pantatnya disofa. Ahra menatap Yunho dengan murka.

"Kau sudah tertipu oleh jalang itu Yunho~ya"

Mata tajam Yunho menatap tak suka kearah Ahra yang kini berdiri dihadapannya, matanya menyirak kebencian dan penyesalan. Sebelum tangan Yunho melayang diwajah mulus Ahra, sebuah tangan terlebih dahulu menarik Ahra hingga tersungkur.

"KAU YANG JALANG!"

Yunho shock melihat ummanya yang mengatakan hal tersebut, sekalipun ia tak suka ia tak mungkin bertindak sekasar itu. Mungkin menurut umma Jung ini sudah kelewatan batas, sangat kelewatan.

"Mrs-Jung"lirih Ahra yang namapak terkejut melihat umma –Yunho. Mrs. Jung berdiri dengan angkuhnya dihadapan Ahra.

"Kau pikir kau siapa, jalang? Anakku sudah tak mencintaimu LAGI dasar murahan!" ucapan Mrs. Jung membuat Ahra berbalik menatap Yunho.

"Apa benar itu?" tanya Ahra memastikan perkataan Mrs. Jung itu benar atau tidak. Yunho mengangguk.

"Aku tak mencintaimu lagi Ahra~ya, Aku sudah memiliki Jaejoong, ISTRIKU"ucap Yunho dengan penuh penakan diakhir kalimatnya. "Maafkkan aku sudah tak mencintaimu lagi"

Mrs. Jung menggandeng Yunho dengan senyuman yang penuh arti, menatap yeoja nan elok yang ada dihadapannya.

"Apa perlu aku memanggil penjaga agar menyeretmu keluar dari sini?" Ahra menahan amarah dan tangisnya, ia pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.

Mrs. Jung menatap putra semata wajangnya dan mengelus pelan pucuk kepala putranya dengan sayang. Yunho mendudukan dirinya dengan wajh kusut dan diikuti oleh Mrs. Jung.

'umma, apa yang harus kulakukan? Apa bayi yang dikandung Jaejoong adalah darah dagingku?'

"uri~Yunho, Kau meragukan kandungan Jaejoongie?" tebak Mrs. Jung yang membuat Yunho menatap Mrs. Jung. Bagaimana ummanya mengetahui apa yang tengah dipikirkannya? Mrs. Jung tersenyum penuh arti menatap putranya. "Didalam perut Jaejoong ada darah dagingmu Yunh"

"Ini sulit dipercaya, aku belum pernah melakukan this—"

"Malam pertamamu, umma memberikan 'obat' Umma yakin kau melakukannya saat kau mabuk Yunh."

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

[aku mencintaimu sebesar aku mengenalmu]

Jaejoong mengelus perutnya, matanya yang menyiratkan kecerahan kini telah redup. Wajahnya terlihat datar melihat sekelilinya, melihat dari jendelanya. Menatap anak-anak yang duduk dikursi roda. Dan perawat lainnya sibuk mengurusi pasiennya.

"Kau memikirkan apa eoh?"

Jaejoong tersenyum dan membalikan tubuhnya menatap sosok tinggi Siwon yang 'mengaku'adalah ayah dari kandungan Jaejoong, walau Siwon tidak mengatakan bahwa mereka sudah menikah. Tentu saja Jaejoong akan percaya itu.

"Antarkan aku kepantai ne?"

Siwon nampak berpikir sejenak dan kemudian mengangguk pelan, Jaejoong tersenyum dan berjalan berdampingan dengan Siwon dan sebelumnya Jaejoong mengganti pakaian pasiennya dengan yang biasa.

"Hyung, kau mau kemana?" Tanya Junsu yang berpapasan dengan keduanya, Jaejoong tersenyum dan menatap Siwon yang kini menggandengan tangannya.

"Pantai" jawabnya singkat dan berjalan meninggalkan Junsu yang masih menatap hyungnya-Jaejoong. Junsu merogoh ponselnya dan menekan beberapa angkanya dan menempelkannya ditelingannya.

"Tiang, ikuti Jae hyung dengan iblis itu. Aku akan memberimu lima mangkuk ramen super duper jumbo" ucap Junsu dengan cepat dan memetikan secara sepihat setelah mendengar suara dari seberang sana berteriak.

"CHOI SIWON! Kau akan tahu akibatnya."

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Hamparan laut yang terlihat didepan mata kini begitu terasa familiar bagi seorang-KIM JAEJOONG ani maksudku JUNG JAEJOONG. Ia tengah menatap dengan wajah datarnya, entahlah kata-kata Yunho tadi masih terngiang-ngiang ditelinganya.

"Jae kau sedang memikirkan apa?" sosok tubuh tinggi tersenyum dan merangkul tubuh ramping Jaejoong. Jaejoong menoleh dan tersenyum tipis. Ia menggeleng pelan.

"Kau mau ice cream?" tanya Siwon dengan tersenyum pada Jaejoong. Jaejoong mengangguk pelan dan Siwon beranjak meninggalkan Jaejoong. Jaejoong mengeratkan jaket tebal yang dikenakannya tapi sesesuatu disakunya membuatnya mengerutkan keningnya.

Jaejoong mengerutkan keningnya saat ia mengeluarkan secarik kertas disakunya, apa ini?.pikirnya. Jaejoong membuka secarik kertas yang terlihat usang. Membaca kata demi kata, mencerna apa yang ia baca.

Saat Siwon menawarkan ice cream seolah ia mengalami dejavu dan sekarang ia meraskan hal yang sama. Jaejoong menggeleng pelan dan mencoba menenangkan pikirannya, tapi matanya menangkap objek yang membuat dirinya tersadar.

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Yunho duduk termenung diruang tengah menonton acara TV dengan secangkir cappucino ditangannya, menyesapnya sesaat dan menghembuskan nafasnya jengah. Hal itu dilakukan berulang-ulang, menatap datar layar TV yang sekarang ditontonnya.

Perkataan ummanya membuatnya sedikit terkejut, ia tersenyum getir saat mengingatnya walau samar-samar tentang kejadian saat dirinya mabuk dan 'menyentuh' Jaejoong, tapi mengapa Jaejoong menyembunyikan kehamilannya?

"Jae~ya" desah Yunho pelan dan memejamkan matanya perlahan, tapi suara pintu terdengar membuatnya memaksa membukakan kembali matanya.

"Hyung!" suara pekikan sekertarisnya SHIM CHANGMIN terdengar nyaring, tapi Yunho tak ingin mempermasalahkannya. Tak menoleh ataupun menyahut ucapan Changmin, ia malah sibuk dengan acara TVnya Membuat namja jangkung itu kesal. Tapi bukan Changmin yang begitu saja menyerah.

"Ah~ Jae hyung, kau lelah? Akan kuambilkan minuman"

Yunho menoleh kearah Changmin yang kini berdiri dengan sosok cantik Jaejoong, Jaejoong terlihat terdiam. Matanya sibuk melihat foto-foto yang berada di dinding. Yunho tak berkedip menatap Jaejoong.

"Kau datang Jae?" tanya Yunho yang beranjak dari tempatnya, menyimpan cangkir yang dipegangnya. Ia tersenyum menatap Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk, ia sedikit terkejut melihat foto yang terpajang di dinding atau dimeja. Semuanya penuh dengah foto pernikahan dirinya dengan Yunho.

"Changmin, bukankah kau ingin mengambil minuman? Kka!" usir Yunho dingin, Yunho tersenyum kearah Jaejoong tanpa memperdulikan Changmin yang terus saja mengomel. Yunho duduk disamping Jaejoong.

"Apa sudah diizinkan pulang oleh dokter?" tanya Yunho yang sesekali berusaha melirik istrinya, Jaejoong tersenyum tipis dan menggeleng pelan. Ia menatap Yunho dan berkata. "Aku hanya jalan-jalan"

Yunho mengangguk dan kesunyian terjadi antara keduanya, Yunho menatap ponsel yang berada dimeja. Ia mengambilnya. 'Changmin? dia hanya mengambil air didapur, bukan?'pikirnya. Mendapat pesan singkat dari Changmin, Yunho hanya membalasnya.

"Sebenarnya siapa dirimu?" pertanyaan Jaejoong membuat Yunho menoleh kearah Jaejoong yang kini menatap lurus pada tontonan yang ia tonton. Yunho tersenyum.

"Tanpa kujelaskan kau tahu Jae..." Yunho memberi jeda pada ucapannya dan melirik ke figuran foto yang terpajang disana "...Bagaimana menurutmu?"

Jaejoong mengikuti arah pandang Yunho dan ia hanya tersenyum yang err... terlihat meremehkan membuat namja Maskuli –Jung Yunho mengerutkan keningnya bingung.

"Aku bertanya kenapa kau membalas dengan pertanyaan lagi?" belum sempat Yunho menjawab suara Changmin terdengar.

"Mianhae, sepertinya aku harus pergi. Hyung jidat lebar membutuhkanku" ucap Changmin yang berjalan meninggalkan kedua namja tersebut, sebelum ia benar-benar meninggalkan kedua namja itu. Changmin menoleh dan tersenyum penuh arti pada Yunho. "kau berhutang padaku hyung"

Changmin melambaikan tanganny pada Yunho dan Jaejoong dan mengilang dibalik pintu menyisakan suami istri.

'Mungkin saatnya aku melupakan Jae Hyung'batin Changmin

Kriyuukk~

Jaejoong menatap Yunho yang kini meringis memegangi perutnya "Kau lapar?" Yunho menoleh menatap Jaejoong yang memandang aneh padanya. Yunho menggeleng ragu. "Maghmu akan kambuh, akan ku masakan sesuatu"

Jaejoong berjalan menuju dapur, membuka lemari es. Ia menggerutu pelan, Yunho tersenyum melihat istrinya. Ia lega jika Jaejoong perduli padanya walau istrinya tak mengenalnya. Yunho mengerutkan keningnya saat melihat istrinya yang terlihat kesusahan membawa panci yang akan digunakannya.

"Boo, hentikan. Aku tak ingin kau melukai bayi kita" Yunho sudah menghentikan tangan Jaejoong. Jaejoong menatap Yunho tak suka. "Aku menyayangimu boo, jangan seperti ini."

Yunho menyentuh perut buncit Jaejoong yang sudah menginjak delapan bulan, tak ada penolakan dari Jaejoong. Yunho tersenyum dan menggendong tubuh Jaejoong dan menidurkannya dikamar mereka.

"Aku tahu kau lelah, jadi tidurlah." Yunho menyelimuti tubuh Jaejoong, tak ada penolakan dari Jaejoong. "Aku akan menunggu hingga kau mengingatku kembali Jae"

Yunho duduk ditepi ranjang, memijit pelan lengan Jaejoong dengan telaten. Yunho tersenyum saat melihat mata Jaejoong yang sayup-sayup tertutup.

"Saranghae Jae~"

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Malam ini Jaejoong menginap apartemen milik mereka, entah dimana si angkuh Siwon. Toh Yunho tak mempermasalahkannya yang terpenting sekarang Jaejoong sudah ada didekatnya walau Jaejoong tak mengenal siapa dirinya.

"Boo, jangan tidur dulu. Kajja kita makan malam, aku tak ingin kau sakit"

Jaejoong tak terusik dengan ucapan Yunho, ia hanya bergerak untuk mencari posisi nyamannya. Yunho hanya tersenyum, Yunho memegang mangkuk buburnya untuk Jaejoong.

"Boo~"

"Yunh~"

"Sayang~ waktunya makan" Yunho berusaha mendudukan tubuh Jaejoong, Jaejoong mengucek kedua matanya dan mengerjapkan matanya lucu dimata Yunho. "Aaa~"

Jaejoong membuak mulutnya tapi ia menutup kembali dengan kedua tangannya, ia menatap bubur yang dibuat Yunho.

"Apa kau buat dengan beras hitam?" Yunho menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia tak memakai beras hitam tapi buburnya gosong. Jaejoong hanya tersenyum miris. "Aku ingin~"

"Apa yang kau inginkan?" Jaejoong menggeleng, menatap Yunho yang kini menatap buburnya "A-aku ingin tidur"

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Ketiga namja yang berbeda kharakter ini sibuk dengan pemikirannya masing-masing, sang magnae tengah sibuk mengutak-ngatik laptop yang bermerk sedangkan namja bersuara husky sibuk dengan majalah dewasanya sedangkan namja bertubuh montok kini menonton pertandingan bola kesayangannya.

"YAK!" suara yeoja paruh baya mengintruksi ketiga namja yang kini sibuk dengan kegiatannya sendiri. Dalam seketika ketiga namja ini menghentikan aktivitasnya masing-masing. Menoleh kesumber suara tersnyata Mrs. Jung yang terkenal cerewet.

"Ah~ ahjumma" desah Changmin pelan, Mrs. Jung menatap Changmin dengan raut wajah yang terlihat begitu banyak pertanyaan. Changmin mengangguk.

Junsu menggandeng Mrs. Jung dan tersenyum manis "Besok Finalnya Ahjumma" Mrs. Jung tersenyum puas. Jangan ditanya Yoochun, ia hanya menatap ketiganya dengan raut wajah bingung.

"Final apa?" tanyanya bingung, bukannya mendapat jawaban yang diinginkannya malah mendapat ejekan dari Changmin, Dasar Min Food.

Ah~ tak sabar menunggu besok, terang cepatlah datang. Semoga sesuai rencana...

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Malam kini kian larut tapi tak membuat Yunho untuk menutup kedua matanya, sekarang ia merasakan kenyamanan jika tidur seranjang dengan Jaejoong. Keduanya saling tidur membelakangi, Yunho mengubah posisinya menghadap punggung Jaejoong.

Eh?

Boo?

Yunho dapat melihat tubuh Jaejoong bergetar, Yunho mengulurkan tangannya. Memegang bahu Jaejoong. "Boo" Jaejoong berbalik mengahadap Yunho. Matanya enggan menatap mata tajam Yunho. Tangan Yunho mengusap pelan air mata Jaejoong.

"Kau kenapa boo?" Yunho mengangkat dagu Jaejoong "Lihat aku boo"dengan ragu Jaejoong menatap mata tajam yang menyiratkan kenyamanan. Jaejoong menggigit bibirnya, Yunho beranjak dari ranjang hendak mengambil segelas air untuk istrinya.

"A-aku ta-kkut" lirih Jaejoong yang menarik ujung baju Yunho, Yunho hanya tersenyum. Dan mendudukan dirinya ditepi ranjang. Mengelus surai rambut indah Jaejoong.

"Aku akan menemanimu" Yunho mengecup kening Jaejoong, cepatlah sembuh, aku ingin melakukan 'sesuatu denganmu Jae, batinnya.

May I Love You

©Arai ZheeAry (AZ)

Suasana masih pagi tapi suasana diluar apartemen begitu bising, pintu bercat putih itu terus diketuk bahkan sosok namja kini berusaha mendobraknya hal itu membuat para tetangga disamping apartemen YunJae terganggu. Mengomel kesal tapi tak diperdulikan oleh namja berparas yeah tampan.

Dukhh... Dukhh.. Dukh..

"Jung Yunho, Brengsek! Keluar kau!"

Sedangkan didalam kamar sepasang suami istri kini tengah tidur nyenyak tak merasa terganggu, Yunho mengeratkan pelukannya pada Jaejoong yang kini berada didalam dekapannya. Kepala Jaejoong yang berada didadanya. Ia merasa menghangat.

Dukhh... Dukh.. Dukh...

Mata tajam Yunho perlahan terbuka, ia terusik mendengar keribut yang dibuat entah sapa. Yunho mengehembuskan nafas kesal, dengan rasa terpaksa ia bangkit dan tak lupa mengecup bibir istrinya dan melumatnya.

"Morning Boo.."Yunho menatap perut buncit Jaejoong dan mengelusnya pelan"Appa tak sabar menantimu sayang~" dan mengecup perut buncit Jaejoong. Yunho berjalan meninggalkan Jaejoong, tak tahukah Jung-Yunho jika istrinya sudah terbangun dari tidurnya? Dan seulas senyum terlihat diwajah cantiknya.

Yunho menggerutu kesal, pagi yang tadinya begitu menyenangkan baginya kini malah dirusak oleh orang yang tiba-tiba datang. Sial, umpatnya kesal.

Sreett...

Oh.. good

Ternyata pagi ini benar-benar pagi yang buruk ah malah terkesan yeah bencana, Yunho menatap lekat namja yang ada dihadapannya.

"Minggir" desisnya tajam yang mendorong tubuh Yunho, rahang Yunho mengeras saat diperlakukan kasar oleh CHOI SIWON.

"JAEJOONG! JAEJOONG! JAEJOONG!" Siwon terus menerus memanggil nama Jaejoong, mencari kesana-kemari. Yunho terus menerus mencegah pergerakan Siwon, ingin sekali ia memukul namja yang ada dihadapannya tapi ia takut jika membuat namja yang kini ia cintai (Jung Jaejoong) terluka akibat ulahnya.

"Hyung~kenapa ada makhluk ini?" tanya Changmin santai sembari mengunyah kripik kentang yang ada ditangannya, diikuti oleh Junsu dan Yoochun yang langsung duduk santai tak ingin memperdulikan kedatangan Siwon.

"YAK! KALIAN BERTIGA BANTU AKU UNTUK MENCEGAH KUNYUK SATU INI! " pekik Yunho, ia sudah kelelahan. apa kalian tahu tanggapan dari ketiga namja cecunguk ini? Mereka bertiga tidak memperdulikan ucapan Yunho sama sekali. Siwon tersenyum puas.

"Mereka takut padaku JUNG, sekarang kau sendiri" ucap Siwon dengan penuh percaya dan Siwon menoleh kesumber suara saat mendengar suara pintu terbuka. Jaejoong.

"Jae sayang~ aku merindukanmu, kenapa pergi tak bilang-bilang huh?" ucap Siwon tersenyum lembut dan memeluk erat Jaejoong, Jaejoong tersenyum melihat Siwon dan membalas pelukannya. Yunho? Jangan ditanya, ia memalingkan wajahnya, enggan melihat adegan yang cukup memuakan untuk dirinya.

"Kenapa baru kesini?" bukannya menjawab, Jaejoong melah bertanya balik. Siwon tersenyum .

"Aku tak sabar bertemu denganku?" tanya Siwon antusias dan sesekali matanya melihat ekspresi yang terlihat diwajah Yunho Yang tengah menahan amarah.

Yunho ingin sekali menarik lengan Jaejoong dan memeluknya dengan erat, tapi ia takut jika nantinya Jaejoong akan membenci dirinya karena Jaejoong tak mengingatnya. Sial.

Jaejoong mengangguk dan berkata "aku tak sabar ingin memenjarakanmu CHOI SIWON" ucap Jaejoong dengan penuh penekanan dan tersenyum dengan penuh kemenangan. Siwon malah terkekeh mendengar ucapan Jaejoong, dia pikir Jaejoong bercanda eoh?

Yunho menatap kedua namja yang berada dihadapannya dengan perasaan yang bingung, apa maksud dari perkataan Jaejoong?

BRAKHH...

Pitu terbuka dengan kasar, memunculkan beberapa namja berpakaian seragam-police. Yoochun, Junsu dan Changmin berdiri dan berjalan kearah polisi tersebut.

"Dia CHOI SIWON!" tunjuk Changmin pada Siwon yang kini berdiri dihdapan Jaejoong. Dengan langkah cepat para pihak dari kepolisian tersebut memborgol tangan Siwon.

"Anda ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan, anda bisa membela diri dengan menyewa jasa pengacara. Silahkan ikut kami!" ucap salah satu police tersebut. Siwon shock ia menatap tajam kearah Jaejoong yang kini memasang wajah datarnya.

"BRENGSEK!"

Blam~

Pintu tertutup kembali, tak ada lagi choi Siwon. Yunho berbalik menatap ketiga namja yang kini tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Siwon.

"Ah~menyenangkan akhirnya Siwon masuk penjara" pekik Junsu kegirangan dan memeluk Yoochun, Yoochun menatap Yunho yang menatap mereka bertiga. Yoochun berdeham pelan.

"Hyung~ kau pasti bertanya-tanya bukan? Lebih baik kau tanyakan pada istrimu" ucap Yoochun yang tahu akan tatapan Yunho.

"Aku ingin kalian bertiga yang menjelaskan!" tuntut Yunho yang masih memasang wajah sangar, yeah sangar malah.

"Ini skenario kami" ucap Mrs. Jung yang tiba-tiba datang,Yunho menyerngitkan keningnya. Hey... jangan bilang jika Tuan muda Jung Yunho saja yang belum tahu tentang skenario ini.

"Jadi aku saja yang tak mengetahui tentang ini?" Yunho mengusap wajahnya dengan kasar, ia menoleh kearah Jaejoong yang kini 'masih' memasang wajah datarnya. "Jadi Jaejoongku sudah mengingatku kembali?"

Ketiga namja tampan-Yoochun, Junsu dan Changmin- mundur untuk meninggalkan Yunho dan Jaejoong tak lupa ketiganya menyeret Mrs. Jung yang sedari tadi mengomel karena tak ingin ketinggalan moment putranya da menantunya.

"Jae? Jawab aku?" Jaejoong menatap Yunho dan tersenyum tipis, ia malah berjalan menuju halaman belakang diikuti oleh Yunho. Jaejoong duduk dengan santainya tanpa memperdulikan omelan Yunho.

"YAK! Jung Jaejoong! Kau istriku"

"Apa kau masih menganggapku istrimu, Tuan yang terhormat?" Yunho diam membeku, sungguh ia mencintai Jung Jaejoong.

Jaejoong mengeluarkan secarik kertas dalam sakunya dan menyodorkan pada suaminya, Yunho tahu sangat tahu jika hal yang tak inginkan akan datang. Oh Shit.

"Perjanjian kita sudah lewat batas Jung" Jaejoong beranjak dari kursi dan menatap Yunho yang masih duduk.

Yunho meremas kertas perjanjiannya dengan Jaejoong, ia merobeknya dan menarik dengan kasar lengan Jaejoong.

"Akh..." pekik Jaejoong saat ia merasakan kesakitan dibagian lengannya, ia mentap mata Yunho yang menyiratkan kemarahan.

"Aku Jung-Yunho tak memperdulikan lagi tentang perjanjian konyol itu! Aku mencintaimu Boo..." Yunho menghela nafas panjang saat melihat ekspresi Jaejoong yang biasa saja menurutnya. "... Aku benar-benar mencintaimu dan anak kita"

"Apa kau yakin ini anakmu eoh?" tantang Jaejoong, Yunho tersenyum animaksudnya menyeringai.

"Aku yang membuahinya, bagaimana aku lupa?" ucap Yunho enteng

"Tak ada yang perlu dibicarakan lagi, akan ku urus perceraian kita" Jaejoong menampik tangan Yunho dengan kasar. Yunho mengepalkan tangannya kesal.

"AKU MENCINTAIMU JUNG JAEJOONG, TIDAKKAH KAU MELIHAT KESERIUSANKU? AKU INGIN MEMULAI DARI AWAL..." Yunho memegang dada kirinya "... Aku ingin membesarkan anak kita berdua saja boo, tak ada masa lalu. Kumohon kembalilah padaku"

Jaejoong berbalik dan langsung memeluk tubuh kurus Yunho, Yunho terlonjak kaget mendapat perlakuan dari Jaejoong. Tapi wajah kecilnya memancarkan senyum bahagia.

"Yunnie Pabo , aku menunggu kata-kata itu. Kau membuatku takut bodoh" Jaejoong sudah menyembunyikan wajahnya didada Yunho, Yunho memeluk tubuh Jaejoong dengan erat.

"Maafkan aku sayang~ aku mencintaimu~"

Yunho semakin mengeratkan pelukannya pada Jaejoong membuat Jaejoong terpekik kesakitan, lupakah jika Jaejoong tengah berbadan dua?

"Aish.. Yunnie... Akhh.. perutku.. akhh.. Appo"

"Tapi ini belum waktunya boo" Jaejoong melah menjambak rambut Yunho "Kau yang memelukku terlalu erat pabo"

Bukannya menggendong Jaejoong kerumah sakit, Yunho malah mencium bibir istri yang lama ia tak jammah. Oh good.

.

END

Gaje? Mian...#bow, Sorry Jika ini FIN yang jauh dari kata layak.^^ Sorry bertebaran Typos.

BIG THANKS FOR :

nunoel31 |gothiclolita89 |ifa. |AkemyYamato|JSJW407 |Lady Ze |yolyol|jae sekundes|meirah.1111 |myeolchi gyuhee |danactebh |toki4102|ichigo song|liayoon |Vic89 |Kim Eun Seob|ahraya love henry |catchyunjae |RaraRyanFujoshiSN |vampireyunjae|HeroKittyJae|Nee-chan CassieBigeast |ShinJiWoo920202 |saltybear|CuteCat88 |dirakyu|Minhyunni1318|Guest ajidyunjae 3kjj yunjaejaeho Dennis Park jqeagAasAfjhvvb Guest jema agassi Jaejung Love Deuknowsay JungKimCaca|liu13769|Rarahazuki Reakim|teukiangle |