TINGKAT DUA

CHAPTER VII

Kang Daniel x Ong Seongwoo as main character

Typostinya (typo pastinya) Eyd amburadul dan baku/non baku semaunya.


.

.

"Dan, bantuin aku"

Daniel mengernyit, kebingungan dengan permintaan Jaehwan. "gerakan mana yang kamu belum bisa?" pasalnya, Jaehwan termaksud salah satu dari tiga idiot yang tidak bisa menari sama sekali, badannya kaku. Pertama ada Guanlin, yang awalnya sangat kesulitan mengikuti gerakan Daniel tapi sekarang dia sudah bisa menari-nari sambil cekikikan.

Lalu Hyunbin, gerakannya seperti robot dan susah menghafal gerakan baru tapi semangatnya bertambah dua kali lipat jika Minhyun sedang menemani mereka latihan. Namun Jaehwan justru kebalikannya dari Hyunbin, jika ada kekasihnya datang dia pasti langsung ngeluyur nempel ke Sewoon. Langsung berhenti latihan, makanya kemampuan menarinya tertinggal oleh Guanlin dan Hyunbin.

Akhirnya Jonghyun naik pitam dan memutuskan peraturan bahwa 'dilarang pacaran ketika eskul sedang berlangsung' yang mendapat protes keras dari Jaehwan Woojin dan Hyunbin yang pada saat itu sudah memiliki pasangan.

Ya tentu, siapa yang tidak mengenal kekasihnya Park Woojin yaitu Ahn Hyungseob. Kulit putih dengan bibir merah merona, ditambah dengan sepasang mata bulat yang lucu membuat siapapun gemas melihatnya. Tidak sulit bagi Woojin untuk mendapatkan Hyungseob, karena sejak awal Hyungseob memang sudah menyukai Woojin.

Lalu si tukang protes yang terakhir Kwon Hyunbin yang baru berpacaran dengan Hwang Minhyun satu minggu saja, serasa hubungannya sudah satu tahun. Jika bertanya tentang pasangan love and war, maka seentero sekolah akan menyebutkan MinHyunbin.

Berantem-baikan, ngambek-baikan, cemburu-baikan, kalau kata Jaehwan 'begitu saja kalian sampai lebaran monyet'.

Awalnya Minhyun berfikir bahwa tidak mungkin dia bisa berpacaran dengan Hyunbin, ayahnya akan menentangnya. Tetapi Hyunbin tidak gentar sedikitpun, dia terus mengejar Minhyun. Sampai Minhyun kewalahan, sampai Minhyun terbiasa dengan kehadiran Hyunbin. Bahkan Minhyun merindukan untuk bertengkar dengan Hyunbin.

Seminggu yang lalu, pada saat Hyunbin mengalami kecelakaan kecil di lokasi pemotretannya, Seongwoo iseng memberitahu Minhyun bahwa Hyunbin sudah dibawa keruang unit gawat darurat.

Kaki Minhyun lemas, dia hanya bisa menangis meracau segala macam yang ada di dalam hatinya dimana Hyunbin sedang berdiri di belakangnya mendengarkan pengakuan Minhyun.

"hal paling ajaib sekaligus mengerikan yang pernah kulakukan adalah mencintaimu."

Minhyun mengatakannya di tengah tangisnya, Hyunbin yang tidak tahan terus mengerjai Minhyun langsung memeluknya. Minhyun yang belum menyadari bahwa dia sedang dikerjai teman-temannya justru menangis makin kencang di pelukan Hyunbin.

Sementara teman-temannya yang lain sudah tertawa sampai terduduk-duduk bahkan Jaehwan sudah merekamnya. Walaupun akhirnya Minhyun mencueki Seongwoo selama dua hari, tetapi berkat kejahilan Seongwoo justru membuat Minhyun dan Hyunbin menyatu.

Jadilah mereka seperti sekarang ini. Ketika latihan sedang berlangsung, mereka tidak diizinkan untuk mendekati kekasih mereka. Woojin dan Hyunbin menyalahkan Jaehwan atas terbentuknya peraturan baru ini.

Tetapi untungnya, kekasih mereka masih diizinkan masuk ke ruang latihan. karena biasanya Sewoon akan menunggu Jaehwan untuk pulang bersama, Hyungseob yang menemani Woojin latihan jika dia tidak ada jadwal les, dan Minhyun yang memang merangkap menjadi manajer eskul mereka.

Jaehwan menatap Sewoon dari kejauhan, kekasihnya sedang bercanda bersama dengan Hyungseob dan Daehwi. Jaehwan menggeleng, "bukan masalah gerakan dance hari ini Dan"

masih belum boleh dia menghampiri Sewoon, karena latihan belum usai hanya sedang istirahat sebentar sambil menunggu snack yang dibeli oleh Minhyun dan Seongwoo. "bantuin gimana caranya nahan diri biar ngga nyium Sewoon" Daniel membulatkan matanya yang hasilnya gagal karena matanya tetap saja sipit.

"itumah kamunya aja hwan yang mesum!" Daniel melempar bekas botol mineral yang sudah kosong ke arah Jaehwan. Jaehwan masih sabar saja sampai akhirnya dia tidak tahan juga dengan tingkah Daniel yang memandangnya seakan-akan seperti penjahat kelamin.

"oiyaya, kamu mah bukan bisa nahan diri. Tapi emang ngga bisa nyium Seongwoo, pacaran juga engga" Daniel mematung, Jaehwan tertawa sinis penuh kemenangan melihat Daniel skakmat begitu. Kegaduhan diciptakan oleh dua orang itu, yang lain hanya melihat sekilas dan melanjutkan kegiatan masing-masing, seakan-akan sudah terbiasa melihat Daniel dan Jaehwan bertengkar.

"yakan kamu ngga bisa kan nyium Seongwoo?"

"daripada kamu hwan, kaya om-om mesum. Tiap hari nyium Sewoon" Daniel sudah gemas sekali dengan Jaehwan, mulutnya mau dia sumpal biar tidak berisik lagi.

Seongwoo dan Minhyun menaiki anak tangga sambil mengecek kantong plastik yang mereka pegang, apa semua titipan anak-anak sudah terbeli atau tidak. "disini udah ada semua titipan anak-anak, titipan Daniel Jaehwan dan Jonghyun ngga kelupaan kan?"

Seongwoo mengangguk, untuk urusan anak-anak tingkat satu memang Minhyun yang menangani, sekalian punya pacarnya. Seongwoo yang pertama mencapai ruang kaca membuka pintu dengan Minhyun menyusul di belakangnya, mereka melihat Daniel dan Jaehwan sudah bergulat di lantai tidak menyadari keberadaan mereka.

"tapi kamu mau juga kan nyium Seongwoo?" ledek Jaehwan sambil cekikian menghindar dari serangan Daniel "ya maulah!"

Srek bruk.

Bunyi kantung plastik terjatuh mengalihkan semua kegiatan yang ada di dalam ruang kaca. Namun suasana mendadak canggung. Daniel dan Jaehwan membatu dengan posisinya dimana Jaehwan tidak bisa menutup mulutnya yang membentuk huruf 'o'.

Minhyun melirik ke arah Seongwoo yang wajahnya kini sudah memerah sempurna. Kantung plastik masih berada di genggamanya, karena yang terjatuh tadi ternyata kantung yang dibawa oleh Minhyun, saking terkejutnya Minhyun sampai dia menjatuhkan bawaannya. Seongwoo izin ke toilet sambil tertawa canggung, yang lain yang tidak mengetahui ulah Jaehwan terhadap Daniel, hanya bisa memandang Minhyun dengan tatapan penuh tanya.


Seongwoo langsung membasuh wajahnya dengan air, keran air dia sengaja tidak mematikanya. Seongwoo takut detak jantungnya bisa terdengar jika mematikannya. Dia mengatur nafasnya dan menepuk-nepuk kedua pipinya. Masih jelas guratan merah yang terlihat di wajahnya, dia juga merasakan pipinya memanas walaupun sudah dibasuh dengan air dingin.

Seongwoo memutar lagi apa yang baru saja ia dengar, ketika Daniel dengan penuh frustasi menyatakan bahwa dia juga ingin menciumnya.. Seongwoo menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya sendiri dari lamunannya.

Seongwoo memang sempat bingung dengan sikap Daniel terhadapnya. Daniel bisa menjadi sangat manis dan memperlakukannya dengan baik, belum lagi yang masalah sebulan lalu saat Youngjin dan gengnya menyerang Sewoon dan dirinya, Daniel maju paling depan untuk melindunginya. Jaehwan sudah siap jika masalah itu di selesaikan dengan serius.

Tidak hanya Jaehwan, calon mertua Sewoon juga sudah siap. tetapi Sewoon dan Seongwoo ingin menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan. Wajah Daniel mengeras ketika pada saat itu Seongwoo memintanya untuk berbaikan dan meminta maaf kepada Ha Minho.

Minho adalah anak yang dibuat Daniel menjadi babak belur, maka dari itu Seongwoo meminta Daniel untuk minta maaf juga ke Minho karena Minho dan tiga orang lainnya sudah menyesali perbuatannya.

Kecuali Youngjin, dia siap jika masalah itu dibawa ke tingkat yang lebih serius bahkan sampai sekarang dia masih suka berprilaku seenaknya kepada anak yang dia anggap 'parasit'.

Tapi Sewoon dan Seongwoo masing-masing menjelaskan dengan sabar kepada Jaehwan dan Daniel, bahwa Youngjin bersikap seperti itu karena pengaruh dari keluarganya yang sedikit berantakan. Bukan Jaehwan dan Daniel namanya, kalau mereka tidak bisa luluh dengan bujukan Sewoon dan Seongwoo.

Untuk masalah Sejeong, Daniel juga menepati janjinya. Sehari setelah Seongwoo menyatakan ketidaksukaannya terhadap kedekatan Sejeong dan Daniel, Daniel langsung mengajak Sejeong bicara empat mata. Seongwoo tidak tahu apa yang dikatakan Daniel tetapi mulai saat itu Sejeong tidak pernah menghampiri Daniel lagi, paling hanya sekedar menyapa Daniel jika berpapasan.

Tapi semenjak itu pula Seongwoo jadi sering mendapat teror-teror tidak jelas seperti, sampah yang ada di loker sepatunya, coretan pada buku yang ia tinggal di kelas, sengaja di tabrak dan masih banyak lagi. Hanya saja dia tidak mau kalau Daniel sampai mengetahui itu, jadi sampai sekarang Seongwoo masih menyembunyikannya dari Daniel bahkan memohon kepada Minhyun yang terlihat sudah ingin mengadukannya ke Daniel.

Yang Seongwoo bingungkan, dia harus menganggap Daniel sebagai apa. Karena Daniel tidak pernah bertanya 'Seongwoo kamu mau jadi pacarku?' tapi akan cemberut seharian ketika dia tahu Seongwoo menerima pernyataan cinta dari seseorang.

Atau mengatakan 'Seongwoo aku sayang kamu' tapi akan menemaninya seharian penuh ketika kakinya tidak sengaja terkilir pada saat pelajaran olahraga.

Dan tidak pernah mengajaknya 'Seongwoo ayo kita pacaran' tapi akan selalu mengajaknya pergi di saat hari libur, ntah itu menonton film atau ke taman bermain. Seongwoo benar-benar pusing memikirkannya, sehingga dia memutuskan untuk menjalani saja apa yang sedang terjadi.

Daniel mengerang frustasi ketika semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari Minhyun dan Jaehwan. "pantesan kak Seongwoo langsung kabur begitu tadi" Hyungseob yang notabennya mikirnya agak lamban baru menyadari alasan Seongwoo pergi dan belum kembali, setelah Woojin menjelaskannya ulang.

"takutlah dia sama Daniel" walaupun adik kelas Hyunbin tidak memanggil Daniel dengan embel-embel 'kak' begitu juga untuk Jaehwan dan Minhyun. Daehwi merasakan getaran ponselnya di tengah tertawanya.

"wah parah, kak Seongwoo pulang duluan nih" Daehwi menunjukan pesan Seongwoo yang dikirim ke grup chat mereka. Daniel paling benci ini, dia benci jika Seongwoo menjaga jarak dengannya. Bukannya Daniel tidak ingin mengutarakan perasaannya ke Seongwoo, tetapi timingnya selalu tidak tepat.


Seongwoo menatap dengan kesal bangku Daniel yang tidak berpenghuni itu, "kemana dia?" Dongho mengalihkan wajahnya dari ponselnya sesaat "cabut, sama Jaehwan Jonghyun"

Seongwoo menghela nafas, bahkan sekarang Jonghyun sudah mulai ikut-ikutan suka bolos dengan duo trouble maker . memang hari ini anak tingkat dua setelah sekian lama, akhirnya mendapatkan jam kosong lagi. Tapi bukan berarti itu dipergunakan untuk membolos, karena hari ini mereka akan mendiskusikan study tour dengan perwakilan osis masing-masing kelas.

Minhyun memasuki kelas dengan tumpukan berkas yang langsung ia taruh di meja guru. "masih pagi udah cemberut begitu, ulah apa lagi Daniel?" Minhyun menghampiri Seongwoo yang sedang cemberut di bangkunya sambil memainkan ponsel.

"dia bolos. Pokoknya kalau dia protes apapun itu yang menyangkut acara ini, jangan di dengerin ya Min. Awas kamu." Minhyun meringis ngeri "dia dateng kok, lengkap sama seragam dan tasnya. Cuman lagi main aja dia, ngga tahu kemana" jawab Minhyun enteng sambil mengedikan bahu.

"yaudahlah, kita mulai aja kalau gitu" Seongwoo berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke depan kelas. Minhyun berani bertaruh, kalau Seongwoo masih kesal dengan Daniel yang tidak menghadiri kelas.

Ternyata disini mereka, setelah berhasil menyeret Guanlin dari kelasnya sekarang Jonghyun Jaehwan Daniel dan Guanlin sedang berada di kelas Woojin. Mereka tidak masuk ke kelas, hanya berada di jendela kelas yang menghadap ke koridor, mengobrol lewat sana dengan Woojin Daehwi dan Hyungseob dari dalam kelas mereka.

"kalian sih enak, kita kan ngga ada jam kosong. Paling bentar lagi guru dateng nih" Daehwi yang paling protes ketika kakak-kakak tingkat dua itu membujuknya untuk membolos. Guanlin mengangguk-angguk tapi tidak sadar bahwa sekarang di kelasnya sudah mulai pelajaran sejarah, sama saja dia membolos bukan.

"bolos satu matkul aja hwi" Daniel memohon kepada sepupunya itu, kalau Woojin sudah siap-siap melompat keluar jendela, padahal ada pintu. "hwi udah gih sana bantuin kak Daniel, nanti aku yang cari alasan kalau kalian di tanyain" mendengar perkataan dari kekasihnya Woojin langsung lompat keluar jendela, padahal ada pintu.

Guanlin sebagai penonton yang tidak dibayar, bertepuk tangan heboh sambil tertawa-tawa. Setelah berhasil membujuk Daehwi mereka berenam langsung berlari menuju ruang latihan mereka, tidak lupa mengirim pesan untuk si jangkung Hyunbin yang paling senang kalau di ajak bolos bersama.


Seongwoo memasuki kelas yang sudah kosong, hanya tersisa tasnya dan Minhyun. Hampir jam lima sore, ternyata rapat hari ini berlangsung cukup lama. Walaupun kelas sudah sepi, tetapi kondisi sekolah masih ramai. Seongwoo dapat mendengar suara anak-anak yang berada di lapangan, suara tendangan bola, dan teriakan para pemandu sorak yang sedang berlatih.

Seongwoo mengambil tas selempang hitam kesayangannya dan beranjak ingin pulang ketika dia tahu bahwa Minhyun akan diantar oleh Hyunbin. Langkahnya terhenti ketika dia ingin membuka pintu kelas, ponselnya bergetar mendapat pesan masuk dari Daniel.

Danik : aku mau kirim sesuatu. *Danik sent a video* Dilihat sampai habis oke?

Seongwoo mendudukan dirinya kembali di tempat yang terdekat yaitu meja guru, dan mulai memutar vidio yang dikirimkan Daniel. Vidio itu menampilkan Daniel yang sedang berada di ruang kaca, tempat mereka latihan. Daniel sudah melepas jas seragamya dan menggulung sampai siku lengan kemejanya. Tubuh Daniel bergerak bersamaan dengan terputarnya alunan musik, ternyata Daniel menari.

"You know you love me, I know you care

Just shout whenever, and I'll be there

You are my love, you are my heart

And we would never ever ever be apart"

Seongwoo menutup mulutnya dengan tangan kanannya, dia sudah terkejut Daniel mengiriminya vidio dancenya tapi sekarang dia bisa mendengar Daniel juga bernyanyi. Seongwoo tersenyum dan tertawa gemas melihat Daniel berusaha untuk bernyanyi sambil menari. Dia tahu bahwa Daniel sangat handal dalam menari, tetapi suaranya tidak buruk juga, suara husky Daniel bernyanyi untuknya.

"Are we an item? boy, quit playing

We're just friends, what are you saying?

Say there's another and look right in my eyes

My first love broke my heart for the first time"

Seongwoo tertawa lagi, matanya masih terus memperhatikan vidio yang terputar di ponselnya. Gemas sekali dia melihat Daniel disini. Biasanya Daniel menari dengan gerakan yang keren bahkan terkesan sexy, tetapi disini Daniel menari ringan dengan gerakan lucu. ditambah lagi Seongwoo bisa mendengar suara anak-anak lain yang berlagak seperti penyanyi latar, karena dia mengenali suara Daehwi dan Jaehwan.

"He made my heart pound, it skipped a beat when I see him in the street and

At school on the playground but I really wanna see him on the weekend.

He knows he got me dazing cause he was so amazing

And now my heart is breaking but I just keep on saying"

Guanlin dan Jonghyun mengambil bagian disini, dimana Daehwi dan Woojin menjadi figuran memparodikan Seongwoo dan Daniel. Seongwoo dapat melihat layarnya bergoyang sedikit, sepertinya Hyunbin sedang menahan tawanya sambil merekam vidionya.

Seongwoo menjatuhnya kepalanya di meja sambil tertawa-tawa setelah vidio sudah berakhir. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh teman-temannya. Rasa kesal dan lelah Seongwoo menguap ntah kemana, dia sangat bahagia dan terhibur dengan vidio tersebut. Tawa Seongwoo terhenti ketika Daniel menghubunginya

"halo Dan? Kalian tuh ngapain sih yaampun" Seongwoo bisa mendengar Daniel terkekeh.

"Seongwoo, lihat ke luar jendela" Seongwoo langsung mencari-cari Daniel lewat jendela kelas, dia melambai ketika matanya telah menangkap sosok Daniel.

"Seongwoo" hampir saja Seongwoo memutuskan sambungan ponselnya dengan Daniel. "ya?" walaupun dibawah sana ramai, tapi Seongwoo dapat melihat bahwa perhatian Daniel hanya tertuju pada dirinya.

"aku mencintaimu tanpa rencana untuk berhenti, menepi, atau berpindah hati" tubuh Seongwoo membeku mendengar apa yang Daniel utarakan. "untukku, kau takkan terganti. Bukan karena kamu yang terbaik, ini karena aku yang ngga mau" bagaimana bisa Daniel terlihat setenang itu sedangkan Seongwoo sudah sulit untuk mengatur nafasnya.

"Seongwoo.. apa kamu mau.. jadi pacarku?"

Seongwoo tidak bisa bicara, dia ingin mengatakan'ya' tapi suaranya tidak mau keluar. Daniel dan Seongwoo masih bertahan di posisi yang sama, dengan ponsel masih menempel di telinga mereka. Seongwoo tahu Daniel mulai memaksakan senyumnya

"Seongwoo, ngga apa-apa kalau mau menolakku. Kita bisa berteman seperti sebelumnya" Seongwoo menggeleng.

"Daniel.. sini" dengan susah payah akhirnya suara Seongwoo mau keluar, Daniel dapat mendengar suara Seongwoo bergetar. "aku ngga bisa kesana kalau kamu belum jawab" dari awal Daniel memang sudah menyusun rencana kenapa dia menyatakan perasaannya lewat ponsel, karena jika ditolak dia bisa langsung pulang dan lari dari kenyataan.

"iya aku mau, makanya kesini cepet!" tanpa pikir panjang lagi Daniel langsung berlari seperti orang yang di kejar hantu, tidak peduli kemejanya yang basah oleh keringatnya. Untungnya lorong kelas sudah sepi jadi dia tidak perlu takut untuk bertabrakan dengan yang lain.

Lantai dua terasa seperti lantai dua puluh bagi Daniel. Dia merasa anak tangga yang dinaikinya tidak ada habisnya, dia hanya ingin cepat-cepat bertemu dengan Seongwoo, Seongwoo-nya.

Daniel membuka pintu kelas dengan tidak sabaran, Seongwoo disana menunggunya di dekat jendela saksi dari pernyataan cinta Daniel.

Seongwoo tersenyum bermandikan cahaya matahari senja, senyum yang paling manis dimata Daniel adalah senyuman Seongwoo. Tatapan mata Seongwoo adalah salah satu keajaiban semesta yang ingin selalu Daniel telusuri kedip demi kedip. Daniel menghampiri Seongwoo dengan tergesa-gesa, Seongwoo yang melihat Daniel sangat terburu-buru terkekeh

"Dan, lihat kamu sampai berantakan gi-" omongan Seongwoo terputus karena bibirnya kini telah terkunci oleh bibir Daniel. Seongwoo yang tadinya terkejut, memejamkan matanya erat ketika Daniel menempelkan bibirnya dan memagutnya lembut.

Seongwoo meremas bahu Daniel ketika bibir atas dan bawahnya dipagut bergantian. Kaki Seongwoo melemas Daniel sudah melumat habis bibirnya, Seongwoo kehabisan pasokan udara. Daniel yang menyadari bahwa Seongwoo ingin terjatuh mengangkat Seongwoo untuk di dudukan di atas meja tanpa melepas ciumannya.

Seongwoo memukul pelan bahu Daniel sebagai tanda untuk melepaskannya. Seongwoo mengambil nafas sebanyak-banyak ketika Daniel melepaskan ciumannya.

Dia bingung, padahal Daniel yang baru saja berlari dari lapangan kesini, tapi Daniel tampak baik-baik saja ketika Seongwoo sendiri sudah ngos-ngosan. Daniel merasa bersalah melihat Seongwoo yang sudah memerah dan nafas yang tersengal.

"maaf, aku terlalu senang" Seongwoo terkekeh melihat wajah Daniel yang memelas "ngga apa-apa" jawabnya sambil mengelus-elus rambut Daniel. Daniel mengigit bibirnya gemas, melihat Seongwoo yang tersenyum dengan bibirnya yang memerah dan berbekas ciuman darinya.

Daniel menahan dirinya untuk tidak mencium Seongwoo lagi, dia takut Seongwoo malah kabur nanti darinya.


"gimana? Di terima?" tanya Minhyun kepada gengnya yang sekarang sedang berkumpul. Masing-masing memiliki respon yang berbeda. Seperti, Daehwi yang menganggukan kepalanya dengan semangat dan bisa dilihat air mata mau keluar dari sudut matanya, ntah terharu atau lebay.

Woojin Guanlin dan Jaehwan sudah bernyanyi-nanyi 'congratulations and celebrations' sambil menari-nari aneh. Jonghyun dengan anggukan dan senyuman kalemnya, dan yang terakhir pacarnya yang mengacungkan jempol setelah mencuri ciuman di pipinya.

"kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita susul mereka"

Segerombolan itu menaiki tangga dengan gaduhnya, ada Hyunbin dan Guanlin yang sudah main 'siapa cepat yang sampai duluan' yang mendapat omelan dari Jonghyun karena mengkhawatirkan kalau mereka sampai terjatuh nantinya.

Jaehwan masih sibuk dengan ponselnya, sepertinya mengabari Sewoon bahwa dia akan telat menjemput kekasihnya yang sedang eskul nanti.

Guanlin yang terlebih dulu sampai ke kelas bertuliskan 2-B langsung membuka pintu sambil berteriak 'wohoo' tidak tahu karena senang sampai duluan atau senang telah menang dari Hyunbin, berdiri mematung melihat posisi Daniel dan Seongwoo yang sepertinya tidak bisa di ganggu.

Seongwoo sendiri langsung mendorong bahu Daniel yang menimbulkan suara mengaduh dari Daniel karena pinggangnya terbentur pinggir meja, terkejut dengan kehadiran Guanlin yang tiba-tiba.

Guanlin sudah mau berbalik meninggalkan kelas ketika Hyunbin baru saja sampai dengan nafas tersengal, Seongwoo buru-buru turun dari meja dan membenarkan seragamnya memberi kode kepada Daniel untuk mengurus Guanlin dan Hyunbin.

Seperti tidak ada salah Daniel menghampiri Guanlin dan Hyunbin dengan kekehan khasnya, Seongwoo masih berdiam diri di tempatnya. Sisanya datang bersamaan dimana Jaehwan Woojin dan Jonghyun langsung bergabung dengan Daniel, sedangkan Daehwi dan Minhyun menghampiri Seongwoo.

"pajak jadian!" seru Daehwi sambil langsung menggelayut manja ke Seongwoo, "susu pisang kantin ya?" Seongwoo mengacak gemas surai pirang Daehwi melihat Daehwi yang bibirnya sekarang sudah manyun tanda protes. Tawa Minhyun menghilang ketika dia sudah berada dekat dengan Seongwoo, matanya memicing meniliti wajah Seongwoo.

"yak! Kang Daniel!" Daniel bergidik ngeri melihat Minhyun, "apa yang sudah kamu lakukan terhadap Seongwoo!" Daniel mengucapkan ampun berkali-kali ketika Minhyun sedang menghukumnya. Guanlin yang tahu apa maksud dari Minhyun memalingkan wajahnya yang memerah.

Jaehwan melihat tingkah mencurigakan Guanlin tersenyum jahil, "kamu lihat ya tadi?" sayangnya Guanlin tertangkap basah oleh si jahil Jaehwan. "hayo lihat apa aja? Ceritain ke kita" Jaehwan terkikik geli sambil terus mengusili Guanlin, Hyunbin dan Woojin juga mulai ikut-ikutan penasaran dengan apa yang dilihat Guanlin.

"Kim Jaehwan, berhenti bersikap seperti om-om mesum" Seongwoo melotot ketika dirinya hanya di jawab oleh acungan jari tengah dari Jaehwan. "habis kau Kim Jaehwan!" Daehwi hanya menghela nafas dan ikut mendudukan dirinya di samping Jonghyun.

Jonghyun tersenyum melihat tingkah teman-temannya. Canda, tawa, keusilan mereka dia simpan baik-baik. Momen-momen seperti ini, merupakan momen yang sangat berharga. Ketika mereka masih jauh dari kata dewasa, tanggung jawab yang dipikul di pundak mereka masih belum terlalu berat.

Waktu umur mereka masih berjumlah belasan, masih menggenakan seragam dan sepatu yang lusuh karena terlalu banyak bermain. Jika tua nanti mereka akan hidup masing-masing, maka dari itu,

... Ingatlah hari ini.

.

.

To Be Continue


akhirnya bisa apdet juga :") apaka ini terlalu keju? .. abisan terlalu banyak serangan ongniel dan aku tida kuad. aku pakein lagu babynya justin karena pasti lucu liat daniel perform kaya lil ujin pas episode kedua produce kyaa /as always heboh sendiri. maafin kalo chapter ini mengecewakan huhu :"".

marisa824 : reviewmu sangat membuat semangatku tak akan pernah luntur lagi singing all day long/nyanyi bareng smash/ semoga sampai tamat selalu pas dihati kamu yah :"). anisatul453 : ciaa penasaran ya ciaa. beebless : sama-sama sayangkuh. una na : semua pertanyaanmu terjawab disinihh, jika belum silahkan ketik reg spasi/ga. bbypop : a6 a6, akan selalu kusebut kalo kamu review a6. sky onix : au, kenapa kaga di tembak yak, si danil emg suka bluun. jeonyeona : mari ambyar bersama melihat ongniel :"). guest yang mampir 13 juli : udh di susul nih sama ongniel, mampir lagi ya guest. blackjackrong : makasihh bgtt, btw aku jg ngerasa gitu kok wkwkwk, abis aku takutnya malah kelewatan ongniel semua isinya malah :"). optimusssi : dengan setulus hati saya mau bilang terima kasih :"* aku juga penasaran ehehet, mari kita tunggu kelanjutannya.

(btw maaf ya buat kalian yang mau liat moment howons jadiannya gimana aku ngga masukin secara detail disini karena main charanya kan ongniel, dan aku juga maunya nanti ada lembar tersendiri buat nyeritain couple lain yang ada disini, itupun jika ada yang berminat dilihat dulu tanggapan dari yorobun)