Oats

.

Byun Baekhyun – Park Chanyeol – Park (Baby) Jackson

Boys Love

M-preg

T-M

.

.

Chapter Combo

[Sebenarnya Kita Kenapa?]

.

.

.

Apa-apa dibawa cemburu.

Memang bukan sifat baru Baekhyun, tapi sejak hamil anak predator yang kedua ini si mungil selalu mengaum saat mendapati Chanyeol menatap lawan bicaranya lebih dari tiga detik. Jadi kalau mau mengobrol, harus lihat lantai atau langit biar bersin-bersin. Pernah juga saat hari libur, Baekhyun mengurung suaminya di kamar agar tidak kecaperan di depan Irene yang belakangan ini sering datang untuk mengantar kimchi. Muka bibi-bibi janda itu sepertinya setebal dosa pelacur.

Tapi sialnya Baekhyun selalu menerima kimchi buatan Irene lalu tanpa mengatakan terima kasih langsung membanting pintu apartemen didepan wajahnya. Tidak ada yang bisa menolak kimchi seenak buatan Irene, iya 'kan? Tak peduli status perempuan itu dengannya musuh.

"Baek, kau dengar? Buka pintunya, ada pertandingan piala dunia dan aku tidak akan melewatkannya kali ini!"

Baekhyun yang berjalan sambil meringis nyeri perut dengan tangan bertopang di pinggang reflek melihat pintu kamar sengit, kalau tidak dihitung sayang pasti wajah jelek Chanyeol sudah ia celupkan ke wadah kimchi dingin pemberian si jablay.

"Tonton saja wajah kecanduan pornografimu di cermin, supaya cepat sadar diri!"

"Aku? Memangnya siapa yang minta kugenjot sampai keenakan sendiri kemarin malam?"

Bukan tanpa alasan Baekhyun menghidupkan mode galak dalam dirinya. Empat hari yang lalu saat ia meminta ditemani pergi berbelanja kebutuhan outfit baru Jackson ke toko Balenciaga, Chanyeol menolak karena harus memeriksa pekerjaan. Akhirnya sang suami mengutus Luhan dan Sehun untuk mengawasi Baekhyun, kalau-kalau si mungil akan lahiran di jalan.

Tapi tahu-tahu saat lelaki yang tengah hamil besar itu pulang dalam keadaan kaki pegal-pegal dan kram perut luar biasa, ia malah menangkap suara kekehan genit suaminya di ruang tv. Usut diusut Chanyeol sedang bertelponan dengan wanita entah dari belahan bumi bagian mana lagi. Baekhyun langsung mengamuk dan menjambaki rambut sang suami brutal, seperti ibu-ibu yang sedang rebutan pakaian diskon terakhir.

Luhan dan Sehun hanya menonton sambil mengemut es krim stik dari ambang pintu, kadang juga terkekeh karena Baekhyun yang emosi itu persis seperti kucing bunting berkelahi. Kalau saja benar-benar ada suara aungan kucing sebagai pelengkap.

"I-itu 'kan keinginan bayi!" Baekhyun menyentak keras, menolak semua tuduhan Chanyeol seolah-seolah ia memang menginginkan seks kemarin malam.

Padahal hormon yang membuatnya terlihat seperti jalang, membanting Chanyeol di tempat tidur dan memohon untuk dikasari.

Sepertinya jenis bayi kedua ini masokis.

Dulu Baekhyun sempat khilaf saat Chanyeol tidak ada di rumah, ia pernah mencoba untuk bergabung dalam situs kotor online yang menawarkan kenikmatan gang bang. Jenis-jenis pria yang akan memuaskan pelanggan pun bisa di pilih, mulai dari bermuka tampan seperti Brad Pitt sampai muka lokal seperti Yoo Jae Seok. Dengan liur yang hampir menetes, Baekhyun memesan sekitar sepuluh orang yang visualnya ala-ala grup idola. Saat sedang menentukan tempat, tanggal dan pembayaran, tiba-tiba saja laptop padam membuat Baekhyun gondok setengah mampus.

Lalu malaikat datang mengetuk hati Baekhyun, membuatnya menangis dalam penyesalan sampai-sampai pergi ke gereja dan bertemu pendeta untuk mengakui dosa.

"Ckh, apa ada bayi yang ingin papanya mengemut penis Daddy-nya?"

Baekhyun berjalan kesal ke arah kamar mereka dan menendang pintu kuat-kuat, memberi kode agar Chanyeol segera mengunci mulutnya sebelum Baekhyun merebus air sampai mendidih dan menyiram wajahnya bengis.

Si tinggi yang menerima serangan mendadak tentu saja kaget berujung mengelus-ngelus dada sabar. Tadi saat sedang bosan-bosannya Chanyeol sempat mencari-cari sesuatu di naver, tentang penderitaan dan keluhan suami saat istrinya hamil.

Menghadapai istri galak yang sedang berperut besar adalah masalah utama, ternyata bukan hanya Chanyeol saja yang merasa sial. Banyak suami-suami yang berkumpul di forum online dan membentuk squad, sayang saat Chanyeol ingin bergabung kapasitas anggotanya sudah penuh.

"Hyung, tidak kasihan dengan paman Chanyeol? Dari kemarin di kurung terus, seperti monyet di kebun binatang."

Baekhyun mendelik sadis pada Guanlin. Biasanya remaja itu selalu dilambung-lambungkan ke langit, tapi sekarang si mungil ingin sekali menginjak-nginjaknya seperti penyusup cokelat berantena dua.

"Hei, Guan. Bisa tidak bandingkan paman dengan hewan yang lebih lucu?" Samar-samar terdengar protesan Chanyeol, pasti pria itu sedang bersedekap di balik pintu.

Guanlin tidak menjawab karena ia sudah lebih dulu menunduk takut pada Baekhyun.

"Kau merasa kasihan dengan pamanmu yang hanya di kurung itu? Sini biar Hyung beritahu, Hyung melakukan semua pekerjaan sendiri sampai pergi berbelanja pun sendiri, lalu menanggung bayi seberat tiga kilo dan harus membawanya kemana-mana." Baekhyun menunjuk perut buncitnya sendiri, "Dan kau tahu puncaknya? Hyung malah di selingkuhi!"

"Aku tidak selingkuh! Kau saja yang salah paham, sayang!"

Tadinya Chanyeol ingin berkata kasar, tapi takut karma. Bisa-bisa nanti bayinya bermulut sampah. Tapi tenang, Chanyeol sudah melampiaskan kekesalannya dengan menamai kontak Baekhyun 'Bajil'. Nama ini bukan sejenis hangul kuno atau apa, melainkan singkatan dari Bajingan Liliput.

"Jadi berpihaklah pada Hyung, kau dengar, Guan?"

"I-iya, Hyung."

Baekhyun langsung melengos pergi ke konter dapur, menyapa Jackson yang duduk dikursi makan bayi sedang mengacak-ngacak pasta saus tomat dalam mangkuk bayinya. Pasta yang Baekhyun berikan aman untuk usia satu tahun ke atas, kok.

Benar, Jackson sudah satu tahun satu bulan!

Bukannya marah, ibu nyaris dua anak itu malah bangga dengan usaha Jackson yang ingin makan sendiri, meski saus mengotori t-shirt Balenciaga putihnya dan juga wajah belepotan sana-sini. Jihoon sedang mencuci piring di westafel, lelaki gembul itu dikenai hukuman oleh Nyonya karena ketahuan menyelundupkan makanan ke kamar untuk Chanyeol.

Jadi semua pekerjaan rumah tangga untuk seminggu ke depan Jihoon yang lakukan, kalau Guanlin berbaik hati ingin membantunya ya terserah saja. Tugas Baekhyun hanya senam zumba khusus ibu hamil, menyusui Jackson dan mempercantik diri dengan merek-merek serum yang kebanyakan para selebritas pakai.

Jangan heran Baekhyun menghabiskan ratusan juta untuk produk kecantikan. Bagi istri CEO itu termasuk jumlah yang sangat kecil.

"Selesai cuci piring langsung laundry pakaian. Ingat, jas kerja kakakmu tidak boleh dicampur dengan pakaian lain, takut ada yang luntur. Terus vacum lantai sampai bersih, di dekat sofa ruang tv ada bekas remahan biskuit Jackson. Jangan sampai sisa." Perintah Baekhyun yang diangguk patuh oleh Jihoon.

Guanlin meringis ngeri dari ruang tv, merasa kasihan dengan kekasihnya. Iya kekasih, mereka resmi pacaran tiga minggu lalu!

Baekhyun menggendong Jackson menyamping karena perut sudah cukup besar untuk ditekan oleh anak sulungnya ini. Ia berjinjit untuk mengambil kunci kamar yang sengaja di sangkut dekat kulkas. Kalau dibawa-bawa, takutnya lupa taruh dimana, belakangan Baekhyun suka pikun.

Mendengar ribut-ribut lubang kunci, Chanyeol segera beranjak dari tempat tidur dan berdiri tegap, tanpa bisa dicegah laser dari manik sipit Baekhyun langsung melubangi tubuh raksasanya.

"Eits, jangan beranjak sepetak keramik pun dari tempatmu berdiri." Baekhyun mengangkat telunjuknya dengan muka songong, si tinggi tidak jadi bergerak, "Mandikan Jackson. Aku ingin memakai lotion diperutku."

"Tap_"

"Membantah berarti siap kurunganmu ditambah tiga hari, jadi terhitung sebel_"

"Okay! Kemarikan Jackson." Chanyeol merotasikan bola mata dengan tangan yang terangkat tidak sabar, kemudian si sulung sudah berpindah ke tangan Daddy-nya, "Setelah memandikan Jackson, izinkan aku ke ruang tv, ya? Janji setelah pertandingan piala dunia selesai, aku akan kembali ke kamar."

Baekhyun yang sedang memilih-milih jenis lotion di meja rias mengerutkan dahi, "Apa kau sedang bernegosiasi denganku?"

"Hanya meminta keringanan."

"Semudah itu? Tidak. Berdiam di kamar sampai kau gondok sendirian." Si mungil berjalan ke arah tempat tidur tanpa memutuskan pelototan matanya pada Chanyeol, "Sana cepat mandikan! Apa yang kau lihat?"

Ya memangnya apa lagi? Baekhyun yang duduk selonjor dengan punggung bersandar ke kepala ranjang, t-shirt Lacoste diangkat sampai batas dada, menampakkan perut bulat besarnya yang menggemaskan. Chanyeol ingin sekali mengelus sang calon bayi dari luar dan ikut memakaikannya lotion. Tapi Baekhyun pasti akan mengaum keras.

"Kalau tidak kau izinkan keluar, berarti aku boleh mengobrol dengan Creamy 'kan?"

Baekhyun berdecih, nama janin yang menggelikan itu lagi. Berulang kali ia menolak, berulang-ulang kali Chanyeol memanggil calon bayi mereka Creamy. Melihat ekspresi menunggu sang suami membuat Baekhyun kasihan, ia meraba perutnya seolah meminta persetujuan bolehkah Daddy menyapa sore ini?

"Baiklah, hanya sebentar." Jawaban acuh tak acuh itu membuat Chanyeol tersenyum puas. Setelahnya, si tinggi masuk ke kamar mandi sambil menelanjangi Jackson.

Asal nama janin yang Chanyeol berikan tidak sembarangan. Menurut alasan si tinggi, krim itu berwarna putih dengan tekstur beragam dan sperma pun berwarna putih dengan tekstur yang juga beragam. Sebagian pria memiliki sperma kental dan selebihnya cair seperti air kubangan. Nah, karena bayi terbentuk dari sperma yang dilengkapi sel telur, jadi lah nama panggilan Creamy!

Teori yang bagus omong-omong, membuat Baekhyun ingin mengasah pisau daging entah kenapa.

...

Di ruang tv, Guanlin sedang menonton pertandingan sepak bola dunia dengan muka serius sambil mengipasi tubuh berkeringat Jihoon pakai sobekan kardus biskuit Jackson. Jangan heran, Baekhyun kalau beli biskuit bukan sekotak tapi sekardus. Untuk simpanan katanya.

Dan di dalam kamar ada yang sedang menikmati waktu-waktu menggelitik seperti petal sakura yang mekar di musim semi. Baekhyun sudah jinak, sangat tiba-tiba memang tapi sepertinya Creamy merindukan Daddy. Sebenarnya sangat rindu!

"Duh, merasakan sentuhanmu membuat dia jadi hiperaktif." Baekhyun mendesis saat menerima dua tendangan berturut dari dalam.

Apakah bayinya bercita-cita menjadi pemain bola dan bersaing bodoh dengan Neymar?

"Yang benar?" Chanyeol bertanya antusias, lalu jemari Baekhyun membawa tangannya pada satu sisi di bagian perut. Menyuruhnya untuk merasakan lebih jelas, "Astaga, aku terharu sekali."

Si mungil merotasikan bola mata, terus mengerakkan tangan Chanyeol seperti mengusap naik turun perutnya yang licin karena lotion. Sejujurnya hamil besar membuat Baekhyun agak tidak percaya diri, selain bobot tubuh bertambah pusarnya juga jadi kelihatan jelas saat telanjang begini. Tidak sepenuhnya bugil, masih ada selembar pakaian dalam hitam yang membungkus adik kecil dengan aman.

"Berlebihan sekali, seolah aku tidak pernah mengizinkanmu mengelusinya. Padahal baru kemarin malam kau berkunjung." Sindir Baekhyun.

"Apa dadamu tidak nyeri?" Chanyeol mengalihkan topik setelah memerhatikan dua buah dada bengkak Baekhyun, pertama karena ASI melimpah sisa Jackson dan yang kedua ia tengah hamil. Wajar dadanya membesar.

Menyadari tatapan penuh keinginan si tinggi, Baekhyun segera menyentil bibir tebal suaminya yang terbuka mesum.

"Kalau nyerinya kumat, aku akan menyusui Jackson. Jadi susunya tidak bertumpuk banyak."

"Kenapa tidak menyusuiku saja?"

Sentilan kali ini bukan mendarat dibibir, melainkan penis Chanyeol yang tercetak jelas dalam training abu-abu gelapnya.

"Sini kususui dengan dada paman Hyunsuk!"

Okay, kalau sudah menyeret nama Hyunsuk Chanyeol menyerah dan tidak mau mencari gara-gara. Si tinggi trauma berat mendengar nada bicaranya, ia hampir kolaps di tempat.

Lagipula Hyunsuk sedang terlibat cinta segitiga dengan Jinyoung dan Sooman. Orang tua zaman sekarang bukan memikirkan nasib anak malah saling berebut satu sama lain. Memang benar bisnis bisa membutakan mata batin seseorang.

"Yasudah, kenapa kau sewot? Aku hanya bercanda saja." Chanyeol mencibir lalu ikut merebah miring di samping Baekhyun, menopang kepalanya dengan tangan dan mengusap sayang rambut si mungil, "Kau cantik, tapi jauh lebih cantik saat hamil. Kalau begitu aku akan terus menghamilimu."

"Terima kasih sudah memberitahu, aku akan menyediakan pembungkus penis banyak-banyak di laci."

"Pembungkus penis? Maksudmu kondom?"

"Hih, kenapa diperjelas!"

"Dasar, sudah mau punya anak dua masih saja malu-malu menyebut kondom." Chanyeol memencet hidung Baekhyun sambil terkekeh gemas. Iya, gemas sekali ingin mendorong si mungil dari balkon.

Padahal daripada kondom, pembungkus penis terasa lebih frontal.

"Kau sudah menyiapkan nama?" Baekhyun meneleng pada suaminya, menatap dagu dan rahang tegas Chanyeol yang kemudian dirabanya suka-suka, "Jangan nama Inggris, ibuku menyarankan nama Korea saja."

"Sudah. Soal nama gampang. Mau Inggris, mau Korea, mau Thailand, mau China semua lengkap." Chanyeol berkata bangga, tidak tahu saja Baekhyun kalau seluruh artikel internet sudah ia jelajahi. "Jangan marah lagi, hm? Anak kedua kita akan segera lahir, masa perang dingin terus."

"Dan kau kenapa kau berselingkuh terus? Tidak lelah? Aku saja ingin pensiun dari dunia kalau harus menghadapi manusia bebal sepertimu." Yang tengah hamil berujar frustrasi, "Menyedihkan sekali nasibku kau tahu? Memiliki anak yang baru genap setahun dan sekarang tengah hamil besar tapi malah diselingkuhi suami sendiri."

"Dengar, aku tidak selingkuh." Bibir lembab Baekhyun dimainkan telunjuk Chanyeol, "Yerin menelponku setelah sekian lama hilang kontak. Dulunya kami sahabat SMA sebelum wanita itu memutuskan mengadu cita-cita ke negeri Liberty. Tentu saja aku senang mendengar kabarnya, kami saling bercerita banyak. Mungkin kau melewatkan sesi dimana aku sangat antusias menceritakan rupa cantikmu dan calon anak kita yang akan segera lahir padanya."

Kelamaan telentang, pinggang belakang Baekhyun terasa sakit karena ditimpa bayi gendut yang sedang berputar-putar bahagia di dalam perutnya. Jadi ia mengubah posisi tidurnya menyamping, berhadapan dengan Chanyeol yang kembali mengelusi kebuncitan hakiki ini.

"Katanya, Yerin akan pulang ke Korea saat bayi kita sudah lahir. Tolong jangan mengaum padanya, okay? Dia sudah menikah." Baekhyun cemberut-cemberut manja, mengaum dikata singa betina, "Padahal wanita itu juga memberikan beberapa nama bagus untuk Creamy. Seperti Noah, Brian, Kino, Stacy, Licia dan setelahnya aku lupa."

Si mungil menggeleng, "Nama lokal lebih manis."

"Yasudah, aku juga sudah punya nama Korea yang kekinian."

Keduanya saling melempar senyum sebelum diam-diam mendekat dan menangkap bibir satu sama lain untuk dikecup basah, kemudian melumat tanpa pikir kalau Jihoon benar-benar pingsan setelah di perbudak dan Guanlin yang tidak tahu apa-apa masih saja mengipasi kekasihnya. Chanyeol mulai berposisi di atas Baekhyun, berusaha untuk tidak menekan Creamy namun tetap sensual dan mendesak keintiman.

Baekhyun lupa diri. Harusnya ia menendang Chanyeol dan kembali mengurungnya sendirian di kamar, bukan malah mengalungkan tangan dan mengukung tubuh sang suami dengan kaki-kaki tak tahu malu.

"Dokter Jeong tidak memperbolehkan bercinta terlalu sering, bahaya untukmu dan juga Creamy." Napas si tinggi menderu di depan bibir suami mungilnya yang mulai pasrah, "Tapi sudah terlanjur, aku tidak akan berhenti lagipula."

"Cih, sudah kutebak. Pecandu pornografi sepertimu mana mungkin menolak."

"Tidak apa-apa kalau pornonya hanya padamu." Baekhyun melepaskan desahan pertama ketika hidung mancung Chanyeol menyenggol puting kanannya sengaja.

"Omong kosong. Disuguhi dada busa jablay tetangga sebelah mau juga kau."

"Bukan mau, tapi tidak boleh menolak rezeki, hehe."

"Ck, otakmu dengan otak cacing keremi masih lebih besar otak cacing keremi apa kau tah-AKH, KAU MENEKAN PERUTKU, CHAN!"

Sudahlah, tidak tahu akan sepanjang apa keanehan pasangan ini melanjutkan rumah tangga mereka yang naik turun seperti gelombang bunyi. Sejujurnya tidak ada kejelasan pasti apakah Chanyeol benar-benar berselingkuh atau hanya Baekhyun yang terlalu merespons negatif setiap wanita yang berhubungan dengan suaminya. Cemburu sudah pasti, tapi kalau sudah menghabiskan waktu mengobrol seputar anak berdua seperti sekarang siapa yang tidak lumer?

Lihat sampai Creamy lahir, kalau kebobrokan keduanya masih berlanjut, berarti otak harus di servis segera.

...

Notes:

Gazevangedzumpa.