Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto


His & Her Circumstances

Yesterday is Something We Remember

---

Anak lelaki itu hafal sekali kapan dia akan muncul.

Jam-jam latihan sendirinya di tempat latihan usai sekolah. Dengan telinganya yang sudah terlatih, ia dapat mendengar langkah kakinya yang mungil; berderap-derap dan berirama dari arah kelas, lalu berhenti beberapa meter di belakangnya, tepat di balik dinding jendela.

Entah sejak kapan, sesi latihan sendiriannya sudah diisi dengan kehadiran diam-diam anak itu. Awalnya dia tak sadar, namun lama-kelamaan dia tahu juga. Meskipun ia tak berani menengok ke belakang, yang ia tahu hanya matanya yang kehijauan.

Membuatnya penasaran.

---

Gadis kecil itu selalu berusaha berjingkat dan mengendap-endap.

Ia sudah tahu kapan anak lelaki itu pulang. Anak lelaki itu selalu pulang larut. Tak pernah absen, tak pernah sekalipun dia pulang lebih dulu dibanding teman-temannya yang lain.

Seingatnya, begitu mata hijaunya mencoba merekam, Iruka-sensei akan datang saat senja datang, lalu menegur anak lelaki itu supaya pulang.

Lalu anak lelaki itu akan menggeleng, berkata bahwa suatu hari ia akan lebih kuat dari ayah dan kakaknya.

Dan gadis kecil itu akan berjingkat, menaiki bangku kayu, dan berdiri bersandar ke dinding di balik jendela, mengintip takut-takut karena tak ingin ketahuan.

---

Yang jelas, seingatnya, anak gadis itu selalu ada. Kehadirannya selalu tepat saat

Anak laki-laki itu tahu gadis kecil itu selalu mengamatinya.

Ia tahu gadis itu tak ingin ketahuan olehnya, jadi dia diam saja. Namun sebenarnya anak lelaki itu tahu.

Namun ia diam karena sebenarnya tak ingin anak gadis itu pergi begitu saja—karena tanpa terasa hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Meskipun ia tak tahu namanya, karena gadis itu selalu saja bersembunyi.

Karena gadis itu selalu dengan setia menunggunya dan memerhatikannya dengan seksama—meskipun ia tak dapat selalu memastikannya. Membuatnya merasa memiliki rasa 'dihargai', bukan seperti ayahnya yang selalu menuntutnya.

Karena mata hijau gadis itu begitu bening dan berkilauan, menangkap siapa saja yang terjerat di dalam pandangannya.

Sayang sekali ia tak menyadari hal itu.

---

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Dulu semua terasa begitu empuk, hangat, dan manis. Dan menyenangkan.

Tak ada yang menyangka bahwa suatu saat mereka akan berdiri sebagai pihak yang saling berlawanan.

---


Seperti biasa, gaje. Pernah membayangkan bagaimana waktu mereka berdua masih ada pada tahun-tahun awal mereka di akademi? :)

tidak bisa ngomong banyak. kelewat malu karena saya emang malu-maluin. :(

Terima kasih sudah membaca.

blackpapillon™