ONLY MINE

.

.

Park Chanyeol adalah seorang CEO di Park Enterprise, ia juga seorang pimpinan mafia sangat kejam dan berhati dingin yang hanya menginginkan kekuasaan dan uang lebih. Ia sangat cerdik dan teliti dalam mengamati orang-orangnya, satu kali kesalahan dan kau pasti akan dipecat. Tapi semua berubah saat seorang laki-laki mungil berambut brunet tidak sengaja menubruk seorang Park Chanyeol. Setelahnya Chanyeol sadar kalau ia membutuhkan satu hal lagi dalam hidupnya— yakni Byun Baekhyun.

.

.

Original Story

By applepie12

www asianfanfics com/story/view/1126743/only-mine-angst-fluff-baekyeol-kaisoo-chanbaek-baekyeol00mafia

(ganti spasi dengan titik)

..

.

Part 6

TEDDY BEAR

.

.

.

Author's POV

Di tengah malam, Baekhyun bersin lagi dan terbangun dari tidurnya. Ia tiba-tiba ingin pergi ke kamar mandi, ia lalu menepuk pundak Chanyeol pelan.

"Chanyeol bangun." Ia berbisik pelan, tapi tidak menemukan tanda kalau Chanyeol akan bangun.

Sambil memberanikan diri, Baekhyun berjalan pelan ke kamar mandi. Kakinya menapak pelan pada dinginnya lantai.

Setelah ia selesai, ia mendorong pelan pintunya tapi Chanyeol tidak ada di kasurnya lagi.

Karena ketakutan, dengan cepat wajahnya berubah makin memucat. Si pembunuh bermata satu tidak mungkin muncul kan? Ch… Chanyeol tidak mungkin terbunuh kan? Pikirnya.

Tiba-tiba terasa sebuah tepukan di lengan Baekhyun dan itu membuatnya sangat ketakutan sampai membuatnya duduk meringkuk seperti anak kecil dan menangis.

"T0….tolong jangan bunuh aku!" Baekhyun bergetar sambil menangis, tapi kemudian ia mendengar suara tawa—ya tawa seorang Park Chanyeol.

Baekhyun berbalik dan melihat Chanyeol yang tengah tertawa terbahak padanya. Sambil terbata dan sedikit gemetar, Baekhyun berjalan mendekat dan memukul kepala Chanyeol.

Baekhyun bersin dan terisak disaat bersamaan, ia juga merasa sangat kedinginan. Ia gemetar hebat dan menggigil saat mengabaikan Chanyeol dan hendak kembali ke kasur untuk membungkus tubuhnya dengan selimut tebal dan memeluk erat guling disana.

Saat Chanyeol mendekat ke kasur sambil terus tertawa, tiba-tiba dengan cepat ia langsung menghentikan tawanya saat ia menyadari kalau Baekhyun terus menggigil bahkan dengan selimut tebal yang ia pakai.

Chanyeol lalu masuk ke dalam selimut dan menemukan tangan Baekhyun yang sangat dingin. Ia sangat khawatir, ia memutuskan untuk mengambilkan sesuatu yang hangat untuk Baekhyun. Belum sempat ia beranjak, Baekhyun menghentikannya dengan menggenggam tangan besarnya.

"J… jangan per…gi." Baekhyun berkata dan nampaknya masih takut dengan si pembunuh sambil terus menggenggam erat tangan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum dengan keimutan Baekhyun dan mengatakan padanya untuk tidak takut dan khawatir.

.

.

Setelah beberapa saat Chanyeol kembali ke kamar dengan segelas susu hangat, tapi ia tidak menemukan Baekhyun di kasur ataupun dimanapun.

Ia kemudian mendengar suara pelan dari bawah kasurnya. Ia lalu meletakkan segelas susu itu di meja samping kasurnya dan membungkuk ke bawah untuk melihat sesosok mungil yag menggigil dibalik balutan selimut.

"Booo!" Chanyeol memekik dan mengagetkan Baekhyun, itu membuat kepala Baekhyun membentur kasur diatasnya.

"Aww!" Baekhyun menggumam sambil mengusap kepalanya.

"Bodoh. Keluarlah dari sana, disana kotor." Chanyeol memarahinya.

"Tidak. Tidak akan pernah!" Baekhyun menekankan kekesalannya dan meringkuk di sana lagi.

Chanyeol tidak menyukai hal ini, ia lalu mencoba meraih Baekhyun dan mendapatkan pergelangan kakinnya. Ia lalu menarik Baekhyun keluar dari kolong kasurnya.

"Ti… tidaaaak… ia akan membunuhku!" Baekhyun mencoba memberontak sambil berpegangan pada penyangga kasur, walaupun Chanyeol akhirnya dengan sangat mudah menyeretnya keluar.

Baekhyun sedikit bersin dengan imutnya dan terlihat sedikit terengah-engah karena berteriak cukup keras.

Chanyeol sadar kalau saat ini Baekhyun cepat sekali kelelahan karena ia tengah sakit, jadi ia memutuskan untuk berhenti mengerjainya.

Ia lalu membantu Baekhyun berdiri dan duduk di kasur sebelum memberikan segelas susu di tangannya. Baekhyun hanya meresponnya dengan senyuman tipis dan anggukan pelan. Chanyeol lalu turun ke lantai bawah lagi untuk membuatkan sesuatu untuk Baekhyun, karena ia tau kalau meminum susu hangat saat perut kosong tidaklah baik. Ia memutuskan untuk membuatkan makanan ringan untuk Baekhyun.

Sebuah deringan ponsel terdengar dan menyadarkan lamunan Baekhyun, ia lalu menyadari kalau itu ponselnya yang tengah berdering.

.

.

.

Baekhyun menjawab panggilan itu walau ia cukup mengantuk, "Halo."

"Bagaimana kabar Baekkieku?" si Sehun bertanya dengan sangat riang.

"Aku baik, hanya sedikit agak sakit." Baekhyun menjawabnya.

"Sakit? Aku akan memesan tiket pe…" Sehun mulai panik dan Baekhyun menyelanya dengan bersin.

"Jangan, hyung baik-baik saja. Teruskan saja pekerjaanmu." Baekhyun memerintahnya.

"Awwww…. Tapi bagaimana aku bisa fokus kalau kau sakit?" Sehun bertanya dan Baekhyun sudah dapat menebak kalau disana Sehun tengah mempoutkan bibirnya.

"Sehun, berhentilah mengerucutkan bibirmu." Baekhyun memutar bola mata malas.

"Hah? Hyung bagaimana kau bisa tau?" Sehun bertanya.

"Tak usah kau pikirkan, fokuslah bekerja Sehunnie." Baekhyun mengomelinya.

"Ok, tapi apa kabarmu di rumah? Haruskah aku menelfon seseorang untuk merawatmu atau aku harus pulang?" Sehun mengusulkan.

"Tidak, aku baik-baik saja. Chan—maksudku aku akan cepat sembuh, mungkin besok." Baekhyun berkata sambil menggigit bibirnya saat ia hampir keceplosan menyebutkan fakta kalau dirinnya tinggal bersama Channyeol.

"Apa kau yakin?" Sehun masih keras kepala.

"Mmmm… berhenti terlalu mengkhawatirkanku dan harusnya akulah yang melakukan itu padamu." Baekhyun memprotesnya.

"Baik…baiklah. Beristirahatlah lebih dan pergi ke dokter besok. Oh ingat…" Sehun terus mengomel saat Chanyeol masuk ke kamar dengan semangkuk mie dan sup tomat.

"Ya, aku tau. Oke. Aku bukan anak kecil!" Baekhyun merengek sambil menendang-nendangkan kakinya di kasur karena sangat kesal saat Sehun terus mengingatkannya untuk lebih lama berjemur di luar agar lebih sehat.

Chanyeol nampak mengernyitkan alisnya, penasaran siapakah yang menelfon Baekhyun dan membuatnya kesal.

"Ok, selamat malam. Aku harus pergi. Love you Baekkie!" Sehun berkata.

"Love you too… dan hei hentikan panggilan itu!" Baekhyun berteriak, tapi Sehun sudah menutup telfonnya. Chanyeol pun akhirnya sadar kalau yang sedang menelfon adalah Sehun, dilihat dari cara Baekhyun berbicara padanya.

"Aisssh, anak ini." Baekhyun menggerutu pelan dan memijit dahinya.

"Ini." Chanyeol berkata sambil meletakkan semangkuk mie di depan Baekhyun sebelum akhirnya pergi ke lantai bawah.

Baekhyun memakan mie'nya dan menghabiskannya, tapi Chanyeol tampak belum kembali ke kamarnya. Dengan sedikit ketakutan, Baekhyun membungkus tubuhnya dengan selimut dan turun dari kasur dan berjalan menuju ke lantai bawah. Disana ia menemukan Chanyeol yang tengan menonton TV di ruang tengah.

Merasa lega, ia lalu mendekat ke arah Chanyeol, tapi nampaknya Chanyeol sengaja menjauhkan dirinya dari Baekhyun.

Baekhyun salah menilai kalau sikap Chanyeol ini adalah karena ia sedang sakit dan mungkin ia tidak mau tertular sakitnya, tapi kenyataannya Chanyeol saat ini sedikit—mungkin sangat kesal karena Baekhyun mengatakan pada Sehun kalau ia mencintainya.

"Apa kau tidak ingin ke kamar?" Baekhyun bertanya memecah keheningan.

"Tidak." Chanyeol berkata sebelum fokus pada TV lagi.

Setelah beberapa saat Chanyeol pun bertanya,

"Kenapa kau tidak ke kamar dan tidur sekarang?"

"A…aku baik-baik saja, aku belum mengantuk." Baekhyun berbohong, nyatanya ia sudah menguap lebih dari sepuluh kali sejak tadi.

Setelah sepuluh menit berlalu, Chanyeol tidak tahan lagi melihat si puppy yang tengah sakit itu menahan kantuknya dan bersikeras untuk menemaninya, hanya karena si puppy takut kalau Chanyeol meniggalkannya.

"Baiklah, ayo tidur." Chanyeol berkata.

Yeahhh! Baekhyun diam-diam bersorak dan mengikuti langkah Chanyeol tepat di belakangnya. Ia takut kalau saja dirinya akan tertangkap oleh pembunuh itu kalau ia berjauhan dengan Chanyeol.

Chanyeol memberikan tiga bantal untuk Baekhyun tidur, ia beralasan kalau itu akan menurukan demamnya dan menghangatkannya. Dan Baekhyun pun nampaknya merasa lebih baikan dan tertidur setelahnya.

Saat Chanyeol berbaring di sampingnya, ia masih merasa kesal dan uring-uringan dengan panggilan Baekhyun dan Sehun, jadi ia tidur dengan mengatur jarak lebih jauh dari hari yang lalu.

Merasa kalau ia membutuhkan kehangatan lebih, Baekhyun menyusupkan jarinya ke tangan Chanyeol dan menggenggam jari-jarinya. Chanyeol sempat membeku dengan sikap si puppy, tapi terseyum tipis saat Baekhyun terlihat senang karena ia tidak menepis tangannya. Chanyeol tidak akan menepis Baekhyun saat ini, ya karena ia sedang sakit.

Baekhyun merasa saat ini dirinya makin dekat dengan Chanyeol dan mulai berpikiran kalau Chanyeol tidaklah sedingin dan sekejam yang orang lain katakan.

.

.

.

Sambil menguap, Baekhyun bangun dari tidurnya lebih awal dari Chanyeol.

Hehehe, mungkin Chanyeol kelelahan setelah mengurusiku semalaman. Pikir Baekhyun.

Baekhyun memikirkan apa yang akan ia lakukan hari ini, karena ini adalah hari Sabtu. Tiba-tiba hidungnya terasa gatal, dan ia bersin lagi.

Baekhyun melihat ke arah Chanyeol yang mengernyitkan alisnya karena suara bersinnya tadi. Sambil tersenyum, Baekhyun mengangkat jari telunjuknya dan mengusap alis Chanyeol. Ia lalu menurunkan usapannya dan mencubit hidung Chanyeol saat ia melihat wajah menjengkelkan itu lagi. Baekhyun terkikik pelan dan terus mengusap wajah Chanyeol sampai tiba di bibirnya, tiba-tiba ia kemudian merasakan gigitan di jarinya dan jarinya tertahan disana.

Baekhyun merasa sangat bingung karena mata Chanyeol masih tertutup, tapi kenapa ia bisa menggigit jari tangannya? Dengan pelan, Baekhyun mencoba menarik jarinya dan berusaha untuk tidak membangunkan Chanyeol.

Setelah dua menit, Baekhyun menyerah dan duduk di kasur masih dengan ujung jarinya yang digigit oleh Chanyeol.

"Menyerah, puppy?" Chanyeol bergumam dan Baekhyun mengambil kesempatan ini untuk menarik jarinya keluar dari gigitan itu.

"Sudah berapa lama kau bangun?" Baekhyun bertanya sambil mengusapkan jarinya di baju Chanyeol.

"Sejak kau bersin." Chanyeol terkekeh.

Baekhyun lalu menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya. Jadi Chanyeol tau kalau aku meraba-raba wajahnya? Pikir Baekhyun.

"Chanyeol, karena ini hari Sabtu ayo kita habiskan waktu di luar!" Baekhyun menyarankan ide untuk mengubah topik pembicaraan mereka, juga karena ia tau betapa sibuk dan seriusnya Chanyeol di kantornya. Chanyeol harus menghabiskan lebih banyak waktu di luar dan bersenang-senang layaknya orang lain seusianya.

"Baiklah, dimana?" Chanyeol bertanya dengan wajah mengantuknya.

"Maksudmu, kau akan pergi kemanapun tempat yang aku sarankan?" Baekhyun balik bertanya.

"Mmmm." Chanyeol menjawab singkat.

"Bisakah kita pergi ke taman bermain?" Baekhyun sedikit meloncat karena bersemangat.

"Kenapa? Terlalu kekanakan." Chanyeol menjawabnya dan Baekhyun berhenti dari acara melonjaknya.

"Baiklah." Baekhyun berkata, mulai beranjak berdiri untuk merenggangkan lengannya sebelum mengambil pakaiannya.

Chanyeol menggosok matanya sedikit lelah setelah melihat Baekhyun keluar dari kamar mandi dan telah berganti pakaian dan memakai seuah kaos hitam besar dan celana pendek abu-abu terang yang memperlihatkan kulit seputih susu kakinya.

Saat Baekhyun menuju ke pintu, Chanyeol bertanya padanya,

"Hei! Kau mau kemana?"

"Ke tempat yang terlalu kekanakan yang tidak ingin kau kunjungi." Baekhyun menjawabnya kekanakan dan menyedekapkan tangan di dadanya.

"Kenapa kau ingin pergi ke taman bermain? Kau harusnya pergi ke tempat yang lebih berguna seperti museum atau pameran seni." Chanyeol menjelaskan.

"Well, kau sekali-kali juga harus bersenang-senang juga." Baekhyun membalasnya.

"Dan kenapa melihat pameran seni tidak menyenangkan?" Chanyeol bertanya lagi.

"Baiklah, pameran seni juga menyenangkan. Tapi ayo pergi ke taman bermain hari ini!" Baekhyun berkeras kepala.

"Tidak, pergi saja sendiri." Chanyeol menjawabnya dan merebahkan lagi tubuhnya ke kasur.

"Aku berencana seperti itu." Baekhyun berpikir sejenak.

"Mungkin kalau aku mengajak Sehun ia akan setuju." Ia bergumam pelan dan Chanyeol sedikit mengintip apa yang dilakukan oleh si puppy.

Saat Baekhyun tengah mencari ponselnya, Chanyeol dengan cepat meraih ponselnya di nakas dan mengetik….

Sehun

Tugas baru di Gangnam. Selesaikan hari ini jam tiga tepat.

"Ketemu!" Baekhyun berkata sambil menggenggam ponselnya yang ia temukan di bawah kasurnya, ia lupa kalau itu berada disana semalaman setelah telfon dari Sehun.

Setelah deringan kedua, Sehun menjawab telfonnya dan menyapa Baekhyun dengan nada suara yang nampak lelah.

"Hallo?"

"Sehunnie, kudengar kau kembali kesini hari ini! Kau mau ke taman bermain bersamaku?" Baekhyun menanyainya sangat bersemangat.

"Oh, maaf hyung. Sebesar apapun keinginanku untuk pergi bersamamu, aku baru saja diberi tugas baru, tapi aku bisa menemanimu segera mungkin saat aku kembali." Sehun menjawab

Wajah Baekhyun berubah menunduk lesu mendengarnya,

"Baiklah. Berhati-hatilah dan jangan lupa makan teratur."

"Aku akan melakukannya. Jangan sedih begitu Baekkie. Aku akan membayarnya saat aku kembali nanti." Sehun berjanji.

"Bye…" Baekhyun mengakhiri panggilannya tanpa sadar kalau Sehun tidak memanggilnya 'hyung'.

Setelah mereka berpamitan dan menutup telepon, Chanyeol melihat semangat Baekhyun yang nampak langsung turun drastis, dan itu membuatnya beranjak dari tempat tidur dan berkata padanya,

"Baiklah, aku akan pergi denganmu."

Dan benar saja, Baekhyun nampak kembali bersemangat dan bertanya,

"Benarkah? Kau mau pergi denganku? Benarkah?"

"Jangan terlalu bersemangat." Chanyeol memperingatinya dan menyisir rambutnya dengan jarinya sebelum berjalan ke kamar mandi untuk berganti baju. Ia membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah setelan jas yang mana membuat Baekhyun mengernyit dan berjalan mendekat ke depan lemari pakaian itu.

"Waw, kau punya lebih dari seratus setelan baju tapi tak ada satupun yang pakaian santai?!" Baekhyun bertanya-tanya sambil menggeleng tak percaya.

Sambil mendorong Chanyeol menyingkir, Baekhyun mulai mencari di barisan pakaian itu sampai ia menemukan kaos berkerah yang agak santai dan sebuah celana jeans bermerk terkenal.

"Well, aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu dan aku tidak pernah membeli pakaian untuk hal semacam itu." Chanyeol berkata santai sambil mengedikkan bahunya.

"Maksudmu, kau tidak pernah pergi ke taman bermain sebelumnya?" Baekhyun bertanya hampir saja berteriak.

"Umm… aku punya dua taman bermain yang aku beli dan kukembangkan, apa itu termasuk?" Chanyeol bertanya.

Sambil menghela nafas panjang, Baekhyun meminta Chanyeol untuk segera berganti pakaian dan keduanya lalu pergi ke bawah untuk sarapan. Baekhyun melihat sekitar dan menemukan Chanyeol yang akan mengambil sereal. Ia lalu menarik tangan yang lebih tinggi sebelum ia berhasil meraih sereal itu.

"Chanyeol, bisakah kau membuat pancakes? Please…" Baekhyun bertanya sambil menunjuk pada sebuah box bahan pancakes.

"Aku tidak mau. Makan sereal saja." Chanyeol menggumam.

Tapi saat ia hendak mengambil seral itu, Chanyeol merasakan sepasang mata berbinar cerah sedang menatapnya. Ia lalu melihat ke belakang dan menemukan Baekhyun sedang memberinya tatapan puppy eyes dan dilengkapi kerucutan bibirnya.

Chanyeol ingin sekali bersikeras pada pendiriannya, tapi lengannya justru meraih adonan pancakes, ia lalu mendengus sementara Baekhyun bersorak sangat senang.

"Chanyeol adalah yang terbaik!" Baekhyun bersorak sambil melonjak senang.

Chanyeol mulai mencampur bahan-bahan dan menyiapkan teflon, tak lama setelahnya ia berhasil membuat satu pancake. Baekhyun hanya melihatnya dengan tatapan laparnya, sesekali ia menjilat bibirnya.

Setumpuk pancakes telah dengan rapi tersaji di dua piring milik Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun mulai memberinya madu dan sirup pada pancakenya sementara Chanyeol melihatnya sambil menghela nafas lalu memakan miliknya. Dan anehnya pancake kali ini terasa lebih enak dari biasanya, menurutnya.

"Dasar bocah." Chanyeol berkata sambil mengusap madu yang berceceran di sekitar mulut Baekhyun dengan ibu jarinya, sebelum menjilat madu itu dari ibu jarinya.

Wajah Baekhyun terlihat merona karenanya, dan ia makin menundukkan wajahnya sambil terus memasukkan pancake ke mulutnya yang mana membuatnya terlihat seperti seekor tupai dengan pipi menggembung.

.

.

.

Setelah sarapan, Chanyeol mengendarai mobilnya menuju taman bermain sedangkan Baekhyun duduk di sampingnya sambil menunjukkan arah ke tempat tujuan mereka yang berada di dekat sebuah mall.

"Oh, ayo bermain dancing game!" Baekhyun berseru dan menarik Chanyeol mendekat.

Mereka lalu naik ke papan permainan itu setelah Baekhyun memasukkan dua koin di mesin. Tanda panah mulai muncul di layar dan Baekhyun mencoba untuk melompat ke semua kotak di papannya, sementara Chanyeol dengan tenang menginjak di beberapa kotak disana dan mendapatkan nilai sempurna walau ini pertama kalinya ia mencoba permainan itu.

"Nilai sempurna?!" Baekhyun membulatkan matanya. Bahkan setiap kali ia datang kesini dan memainkan ini, ia tidak perah mendapat nilai sempurna.

Setelahnya, mereka mencoba mengendarai motor-motoran dan bermain basket.

"Aku akan mendapat nilai lebih tinggi dari pada kau." Chanyeol menyeringai.

"Tidak akan pernah." Baekhyun bersikukuh.

"Oh ya? Ayo bertaruh." Chanyeol menantang si brunet.

"Bertaruh apa?" Baekhyun bertanya dan memiringkan kepalanya.

"Kalau kau menang, kau berhenti menjadi suruhanku dan aku akan menaikkan gajimu. Dan kalau aku menang, aku…. Akan memikirkanya nanti saat aku mengalahkanmu." Chanyeol berkata dengan senyum percaya diri.

Sambil mengabaikannya, Baekhyun bersiap di posisinya dan tak lama kemudian permainan dimulai.

Chanyeol dengan santai melempar bolanya, mencetak nilai dengan sangat mudah layaknya berjalan di taman kota. Baekhyun di lain sisi mencoba sekeras mungkin dan ia tengah unggul dua nilai diatas Chanyeol, ia tersenyum bangga pada dirinya.

Chanyeol sedikit mengintip padanya dan melihat senyum percaya diri si mungil, ia lalu memutuskan untuk mengejar nilainya. Ia lalu melempar bolanya lebih cepat dan sedikit lebih serius pada permainan.

Bunyi bel menunjukkan kalau permainan telah selesai, Baekhyun lalu melihat ke arah nilai Chanyeol. Ia terkejut saat Chanyeol mendapat nilai lebih tinggi darinya, dan tengah tersenyum mengejek padanya.

"Baiklah, apa maumu?" Baekhyun bertanya dan menggerutu.

"Hmm, aku tidak ingin kau tidur di sofa lagi dan tidurlah di kamar mulai sekarang." Pinta Chanyeol.

"Apa? Aku tidak mau." Baekhyun menggumam.

"Benarkah? Kau melanggar janjimu?" Chanyeol berkata dan pura-pura terkejut.

"Mmm, terserah." Baekhyun akhirnya menyetujuinya dan masih merasa kesal.

Baekhyun kemudian berjalan ke mesin penjapit yang dipenuhi dengan teddy bear imut dan beberapa boneka binatang lucu lainnya.

Chanyeol hendak mengikutinya saat ia merasakan kehadiran seseorang yang mengawasinya. Ia membalikkan badannya dan melihat orang itu telah menghilang. Mengabaikannya, Chanyeol lalu mengikuti Baekhyun ke mesin penjapit itu.

Setelah memasukkan koin, Baekhyun memulai permainan itu dan mencoba mendapatkan boneka rilakkuma. Tapi saat mesin penjapit itu naik, tak satupun boneka terjapit disana.

Sambil mempoutkan bibirnya, Baekhyun memasukkan koin lagi dan mencobanya lagi dan hasilnya selalu sama.

Chanyeol berdiri di sampingnya dan mulai mempelajari cara kerja permainan itu. Saat ia mengamatinya, ia tidak bisa menghindar untuk tidak melihat ekspresi wajah serius dan tekad tinggi Baekhyun.

Setelah Baekhyun kehabisan koinnya, ia pergi ke kasir untuk mendapatkan koin lagi dan memberikan koin terakhirnya pada Chanyeol. Ia lalu memasukkan koin tadi ke dalam mesin permainan itu.

Dengan gerakan lincah pergelangan tangan dan jari-jarinya, Chanyeol berhasil mendapatkan apa yang dinginkan layaknya predator yang tengah memangsa mangsanya.

Ia kemudian menekan tombol merah dan menurunkannya dengan pelan saat meraih sebuah boneka rilakkuma cokelat, ia lalu dengan pelan membawanya ke kotak kosong di pojokan mesin.

Chanyeol mengambil boneka itu dari mesin dan menemukan beberapa kesamaan antara si boneka dengan Baekhyun.

Baekhyun kembali dan terkejut menemukan Chanyeol dengan sebuah boneka beruang rilakkuma yang sangat ia inginkan.

Sambil mengulurkan tangannya, Baekhyun sangat ingin memeluk si beruang imut itu. Ia lalu memberi tatapan puppy eyes miliknya pada Chanyeol untuk kedua kalinya dalam sehari ini.

Chanyeol hampir saja menyerah pada tatapan itu, ia lalu berdehem dan menyentil dahi Baekhyun.

"Yah, Chanyeol bisakah kau memberiku beruang rilakkuma itu juga?" Baekhyun meminta sambil tatapan matanya tidak beralih dari boneka binatang itu.

"Dalam mimpimu." Chanyeol menjawabnya dan melangkah untuk mencari makan siang.

Setelah menunggu beberapa saat, mereka lalu mendapatkan pesanan mereka. Mereka memakan salad dan burger dengan Baekhyun yang terus melirik ke arah boneka beruang rilakkuma itu beberapa kali.

.

.

.

Saat mereka sampai di mansion, Chanyeol meletakkan beruang itu di kasur tempat Baekhyun biasa tidur dan mengelus kepalanya pelan.

Di malam harinya, Baekhyun menemukan si beruang sedang duduk nyaman diatas bantalnya. Bersorak riang, Baekhyun naik ke kasur dan memeluknya erat.

Saat Chanyeol keluar dari kamar mandi, ia menemukan pemandangan menggemaskan di depannya. Baekhyun tengah berpelukan dengan si beruang sambil mengajak boneka itu mengobrol.

"Aku harus memanggilmu siapa?" Chanyeol mendengar Baekhyun tengah bertanya pada si beruang.

"Chanyeol." Ia mengusulkan.

"Kenapa namamu?" Baekhyun bergumam.

"Aku mendapatkannya, jadi harusnya namanya adalah namaku." Chanyeol berpendapat.

"Baiklah, aku akan memanggilnya Channie." Baekhyun memutuskan.

"Kenapa Chan-, " Chanyeol hendak bertanya tapi kemudian terdiam saat Baekhyun mengatakan….

"I love you Channie!" dan mencium kepala bonekanya.

To Be Continued….

.

.

.

T/N

Hello dear…

Hadir dengan part ke 6 dari Only Mine nih. Gimana part ini? YUUUPS MAKIN MANISSS…!

Kapan konflik? Nikmati dulu aja ya manis-manisnya, udah mulai ada clue kok kalau kalian teliti baca di part ini.

Tadi kalian liat video exo pas menangin #KokoBob3thWin enggak? Huwaaa aku terhura sama moment mereka dan juga hasil wawancara mereka di Japan.

Hari ini aku update barengan author Chanbaek "dandelionleon" cek story keren dia yuk.

Thanks for giving reviews, favorites, follows and read this transfic. YOU're the best and I LOVE U. See u in the next parts. ^^

.

.

.

#lovesign