Annyeong~! Ucchan Is Heeereee~~! Kangen Nggak~…?*Kedip kedip* #PLAK
Ini, Ucchan kasih chapt 6~! Ucchan seneeeeng banget responnya positif! Ucchan akan semakin giat berusaha! HUM~!*nyobain pernapasan perut*
Eh, di chapt ini tentang 'proses' Sungie keluar dari rumah Kyunnie… HUWEEE~! Kyuppa~! Betapa Kejamnya dirimu! Lihat apa yang kau lakukan pada Sungie lope-lopeku!#Stabed(?)
Hkekek, padahal Ucchan yang ketik…
Nah, Ucchan juga lega banget Aji chan udah dapet feelnya! Kalau yang ngasih request nggak ada feeling, gimana readerdeul yang lain coba…? Huwweee~! Ucchan senaaang bangeeet~~!XD
Hm~ hm, Ucchan bakal libur seminggu karena kakak kelas ujian~!(bahagia diatas penderitaan orang lain-_-) Mau tahu jadwal Ucchan selama seminggu itu nggak~? *Reader geleng-geleng* NIH UCCHAN KASIH!*ngotot*
Pagi: Bangun Tidur, Mandi, Makan, Nonton Tv, Baca Komik, Ngetik Fic(kalau lagi mood.#PLETAK)
Siang: Tiduuur~
Sore: Bangun, Nonton Tv, Ngakak liat video-video Suju di HP, ngeliatin kalender(?)
Malam: Makan, minum, tidur.
Hoho, so simple, right? Ucchan ngetik Fic kalau lagi mood. Jadi bisa pagi, bisa malam, bisa sore, subuh juga boleh~! Tapi kalau nggak ada mood, bisa nggak ngetik sehariaan~!#PLAK!
Kkekeke, Ucchan belum tuntas di Fisika sama MTK…T,T
GRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH! *Teriak dari atas atap*
Eh~ eh, kan hari Rabu lalu Ucchan ada pelajaran nari 'kan? Coba tebak Ucchan nari apa~…?
YUP(?)! OCTOPUS DANCE VERSI UCCHAN!XD*GUBRAK*
Huhuhu, Ucchan terharu~! Ucchan suka banget itu dance pas ngeliat Yeppa ngedance itu di EHB! Ucchan coba tiru tuh segala macam 'peregangan' Yeppa~!
Nilai Ucchan…? UHUK! 78~~! *tiup terompet* berkembang drastis~! Pak guru sama temen-temen Ucchan sampai melongo ngeliatnya. Kekek, Ucchan keren yah~? jadi dipelototin begitu~?*Dihajar massa*
Ehem! Oke, Ucchan sudah melenceng terlalu jauh! Back to the topic! Ucchan lagi butuh saran-saran niiih~! Apapun yang ada dipikiran, mau itu positif ataupun negatif, silahkan dituangkan kedalam kotak review! Akan Ucchan tampung saran-sarannya~~!
Nah, singkat kata,
RnR please~?
:::
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
HOUSE LOVE
Chapter 6: Good Bye
RATED: T~
MAIN PAIR: KyuSung
OtherPair: Nyahahah! Pasti sudah tahulah ya~!#PLAK
Genre: Humor(kayaknya), Romance (picisan), Hurt/Comfort (seiprit)
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: Gaje, OOC, Humor garing, tidak mengikuti EYD dengan baik, Bahasa Korea yang amburadul, Typo, bahasa ribet, dlsb.
DLDR!
:::
SELAMAT MEMBACA, CHINGUU~! SIAPKAN OBAT TETES MATA, NE!
-EunHae's Apartement…
Dua namja manis tampak sedang bercakap-cakap di ruang tamu apartemen EunHae.
"Gwenchana. Biarkan Donghae tidur saja. Jangan bangunkan dia, dia pasti capek dengan jadwalnya." ucap Sungmin pada Eunhyuk. Eunhyuk mengangguk mengerti. "Hm? Kamu tampak lelah Eunhyuk ah? Apa jadwal Donghae sedang sibuk?"
Eunhyuk dengan sedikit panik menggeleng pelan, "Aniyo, Hyung. Uum, saya hanya sedang merasa tidak bersemangat saja. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan jadwal Donghaesshi kok." ujarnya mencari alasan. Sungmin manggut-manggut.
"Oooh, tumben kamu merasa tidak bersemangat? Apa Donghae merepotkanmu?" tanya Sungmin lagi penuh selidik. Dia memang namja yang suka menyelidiki hal sampai sekecil-kecilnya. Mungkin dia berbakat jadi polisi.
Eunhyuk menggeleng sambil tersenyum tipis. "Aniyo, Donghaesshi tidak pernah merepotkan saya. Saya sangat senang karena diberi kesempatan untuk menjaganya," ungkap Eunhyuk jujur. "Saya sangat menyayanginya…"
Sungmin tersenyum manis. Dengan riang di acak-acaknya rambut pirang Eunhyuk. "Kamu memang dongsaeng yang maniiis~!"
Eunhyuk nyengir mendapat perlakuan begitu dari Sungmin. "Sungmin Hyung juga tampaknya sedang senang! Apa terjadi sesuatu?"
Ganti Sungmin yang nyengir mendengar pertanyaan Eunhyuk. "Kkekek. Begitulah, kurasa. Sepertinya kamu berbakat jadi peramal, Eunhyuk ah~!"
Eunhyuk tersenyum. Dia ikut senang kalau Sungmin senang.
"Yah, kalau begitu sampaikan salamku untuk Donghae ne! Dia sudah sebulan ini tidak mengsms-ku. Aku kangen pada dongsaeng kecilku yang manja itu~," ucap Sungmin dengan wajah cerah. Eunhyuk mengangguk.
"Nde, pasti akan saya sampaikan!" ucap Eunhyuk singkat.
"Oya, sampaikan juga padanya, appa sudah pulang!" lanjut Sungmin lagi. Eunhyuk membelalakkan matanya dengan kaget.
"Jinjja? Tuan Lee sudah pulang?" tanya Eunhyuk dengan mata berbinar-binar.
Sungmin cekikikkan. "Kamu ini bagaimana sih, Eunhyuk ah? Appa kami 'kan appamu juga!" ledek Sungmin. Eunhyuk menggaruk tengkuknya.
"Um, tapi saya bukan saudara kandung anda…" ujar Eunhyuk lirih.
Walaupun Sungmin, Mr. Lee, dan mungkiiin Donghae menganggapnya keluarga, tapi dia tidak lebih dari sekedar anak pembantu di rumah keluarga Lee.
Ya… Eunhyuk adalah anak seorang pembantu. Eunhyuk tahu diri.
"Huuh! Siapa bilang keluarga tuh hanya antara hubungan darah? Ini tentang cinta dan kasih sayang! Kami menyayangimu, jadi kamu adalah keluarga kami!" tegas Sungmin. Eunhyuk menatap Sungmin dengan penuh haru.
"… Jangan pikirkan masa lalu… itu bukan salahmu… kamu sama sekali tidak salah, Eunhyuk ah…" Sungmin tersenyum lebar. "Kami semua menyayangimu. Bukankah itu cukup…?"
'Meski ummamu membuat keluarga kami hancur… tapi tetap saja, kamu adalah saudara kami… kami semua menyayangimu Eunhyuk ah. dan kuharap kamu tahu itu.'
"… Gomawo, Hyung… hiks… hiks…" Eunhyuk mulai menangis. Sungmin langsung panik.
"Y-yak!? Eunhyuk ah! Kenapa kamu menangis?" dengan cekatan, Sungmin memeluk tubuh dingin Eunhyuk yang bergetar. Di usapnya surai pirang Eunhyuk dengan lembut. "Gwenchana, gwenchana! Uljimma, Eunhyuk aa~h! Kamu membuatku merasa buruuuk!"
Tapi air mata Eunhyuk justru bertambah deras. Sungguh, dia merindukan pelukan ini… pelukan hangat ini…
Tapi bukan dari Sungmin. Tapi dari seseorang yang selama bertahun-tahun ini, tersenyum pada Eunhyuk saja tidak pernah…
Seseorang yang hanya dirinya lah yang dapat membuat air mata Eunhyuk berhenti menetes…
Seorang… Lee… Donghae…
:
:
FLASHBACK: ON
'Hyukkiee~! Ppali ppali! Appa cudah pulang!' teriak Donghae kecil yang berumur 6 tahun dengan kegirangan pada Eunhyuk yang saat itu berumur 7 tahun.
'H-Hae! Chakk- aw!' Eunhyuk kecil yang berlari terburu-buru, terjatuh karena lantai rumah yang licin.
'Hyukkie? Hyukkiee~! Gwenchanayoo?!' Donghae mendekati Eunhyuk dengan wajah cemas.
'Uuuh… appoyo… hiks hiks…' rengek Eunhyuk sambil memegangi sikunya yang lecet.
'Yaa! Hyukkie uljimma! Hae cedih kalau Hyukkie nangis!' bujuk Donghae panik.
'Hiks hiks' air mata Eunhyuk masih menetes. Dia memang namja yang cengeng.#Author dihajar Jewels
'Uljimma~! Cini, cini, bial Hae peluk!' dengan lembut, Donghae menarik Eunhyuk kedalam pelukannya. Sangat hangat…
'…' mereka terdiam dalam posisi saling berpelukkan. Air mata Eunhyuk sudah berhenti beberapa saat yang lalu.
'Kamu cudah melasa baikkan, Hyukkie?' tanya Donghae tanpa melepas pelukannya. Eunhyuk mengangguk kecil sambil memasang gummy smilenya.
'Ne… gomawo Hae…' ucap Eunhyuk lembut.
'Heehee! Hae cayang Hyukkie!' Donghae mengeratkan pelukannya. Eunhyuk tersenyum manis. Tuhan… bisakah waktu dibekukan sekarang juga…?
'… Hyukkie juga sangat sayang sama Hae…' balas Eunhyuk dengan sangat… sangat tulus…
Hanya kepada… seorang Lee Donghae…
God…
Please… Freeze The Time…
…
FLASHBACK: OFF
:
-Kyuhyun's House…
JRASSSHHH
Hujan turun dengan deras. Menimpa kedua namja di bawahnya tanpa belas kasihan. Yesung dan Kyuhyun tidak bergeming. Masih terpaku di tempat masing-masing. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
Yesung menunduk. Dirasakannya bulir-bulir air dingin yang membasahi wajah dan tubuhnya.
'…' bulir-bulir air hujan itu tergabung menjadi satu dengan liquid bening yang meluncur dari sarang obsidian Yesung. Namja itu menangis. Dan Kyuhyun tahu itu. Ia dapat mendengar beberapa isakkan yang lolos dari bibir kissable Yesung.
Beda dengan Yesung, Kyuhyun malah menengadahkan wajahnya masih dengan posisi membelakangi Yesung. Kyuhyun menatap langit malam yang kelam itu. Sekelam hatinya kini…
'…' Kyuhyun sebenarnya ingin menarik kata-kata kasar yang keluar dari bibirnya tadi. Tapi… ego telah menguasai dirinya. Dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.
Tes tes…
Liquid bening mulai berjatuhan dari sarang caramel Kyuhyun. Kyuhyun juga menangis. Dan Yesung tidak tahu itu.
JRASSHHH…
Hujan turun semakin deras…
'Dingin…' batin mereka berdua bersamaan.
Yesung terus menangis tanpa suara. Rasanya kenapa begitu sakit…? Tidak mungkin Yesung telah jatuh cinta 'kan? Itu… mustahil. Di sini dia hanya berstatus numpang. Kalau Kyuhyun sudah bersama Sungmin…
Itu artinya Yesung sudah tidak bisa tinggal di rumah ini lagi… right?
Yesung tahu hari ini akan tiba… dan dia harus siap! Tapi… rasanya… kenapa sesakit ini…?
"Hhh…" Kyuhyun menghembuskan napas dengan berat. Udara benar-benar dingin. Sebaiknya dia masuk ke dalam.
Kyuhyun berbalik dengan wajah stoic. Tidak melirik Yesung sama sekali, walau Yesung memandanginya dengan sorot mata terluka.
Cpak… cpak… cpak…
Dengan perlahan, Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia berhenti sebentar tepat di samping Yesung.
Mereka berdua dapat mendengar deru napas masing-masing di tengah hujan deras ini.
"…" membisu. Itu yang mereka berdua lakukan. Yesung menunduk dengan raut wajah kosong.
'Aku…'
Cpak… cpak…
Kyuhyun kembali melangkah dan akhirnya benar-benar masuk ke dalam kamarnya.
Tidak mau ambil pusing dengan bajunya yang basah, Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur king sizenya.
'… Mianhae…' batin Kyuhyun sebelum caramelnya benar-benar tertutup rapat…
YESUNG POV: ON
Dingin… haha, bagaimana tidak dingin? Di tengah malam begini, aku berdiri hanya dengan memakai kaos dan celana pendek. Ditambah lagi dengan hujan yang membuat suhu menjadi semakin dingin.
Tapi percayalah. Hatiku terasa jauh lebih dingin sekarang…
Yeah. Jauh lebih dingin…
Aku menengadahkan wajahku sambil menutup mata. Membiarkan butir demi butir cairan bening itu membasahi wajahku. Biar saja. Aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku sudah… merasa hampa…
"… Appo." gumamku pelan. Hmm… apa benar aku merasakan sakit? Maksudku, entahlah. Aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Semua perasaanku… entah sudah meluap kemana. Aku tidak peduli.
Atau lebih tepatnya… tidak bisa peduli…
'Kyu, aku…'
JRASSSHHHH
Aiiish, kenapa hujannya semakin deras sih? Aku tersenyum. Senyum datar. Sangat datar. Aku menghela napas dengan berat. Aku harus masuk, sebelum benar-benar masuk angin…
Dengan berat, kulangkahkan kakiku ke kamar Kyuhyun.
Ceklek
Aku menutup pintu balkon dengan perlahan. Kulirik Kyuhyun. Namja seenaknya itu masih tertidur tidak jauh dariku. Aku tidak tahu dia benar-benar tidur atau cuma pura-pura.
Aku mendekati tempat tidurnya dengan wajah datar. Wajahnya tampak sangat innocent saat sedang tidur begini. Tanpa sadar aku tersenyum kecil. Haha, aku tidak bisa membayangkan kata-kata sekasar itu keluar dari bibir namja ini.
'AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!'
Senyumku langsung lenyap tidak tersisa. Perlahan, aku mengusap pipinya dengan lembut. Dia tampak tidak terganggu sama sekali. Aku menghela napas dengan pelan.
Tuhan… kenapa kamu menjawab pertanyaanku sekarang…? Bukankah ini terlalu cepat…? Aku… belum siap… bisakah Kamu menariknya kembali…? Kata-kata Kyuhyun padaku tadi…?
… Jebal… tarik kembali…
…
… Babbo… Yesung babbo…! Aku harus tahu diri. Walau Kyuhyun bersikap baik padaku selama ini, tapi dia pasti merasa terbebani. Aku yakin dia senang saat Sungmin memintanya untuk rujukkan lagi.
…
… Memang dari awal, kami tidak akan pernah punya hubungan apa-apa… aku harusnya menyadari hal itu…
…
Kekeke… bukankah ini yang di namakan dengan simbiosis parasitisme? Hng? Atau komensalisme…? Apa sih, simbiosis yang kedua belah pihaknya di untungkan? Ha? Ah! Itu! ne! Itu maksudku! Simbiosis mutualisme! Tahu ah! Kenapa di saat crucial seperti ini malah mikirin Biologi? Aku menggeleng pelan.
Jemari pucatku mulai menyusuri wajah tampannya. Sungguh namja yang tampan. Sayang sekali dia ini seenaknya dan narsis. Ah, dia juga telah memiliki seorang namjachingu. Hahah… para yeoja pasti patah hati.
Jemariku berhenti di bibir tebal merahnya. Bibir yang entah bagaimana, bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu. Kata-kata yang mampu membuatku berdebar… juga kata-kata yang selalu bisa membuatku merasa hancur…
Jemariku kemudian beralih ke philtrumnya. Entah kenapa… aku suka menyentuhnya… terasa sangat menyenangkan. Yah… Kyuhyun tidak boleh sampai tahu kalau aku selalu menyentuh philtrumnya saat kami berdua tidur bersama. … Oke. Aku hanya menemani Kyuhyun yang takut petir! Jangan berpikiran yang tidak-tidak!
Sasaranku berikutnya adalah hidungnya. Hidung mancung sempurnanya. Tanpa lecet maupun cacat sedikitpun…
Sungmin… benar-benar namja yang sangat beruntung karena mendapatkan semua kesempurnaan ini…
Aku tersenyum kecil, lalu memulai penjelajahanku lagi.
Kelopak matanya. Aku mengelus kelopak matanya yang tengah tertutup dengan lembut. Di dalamnya… ada caramel yang selalu mampu membuatku terbius… caramel yang… membuatku… merasa deg-degan tiap bertemu dengannya…
… Aku…
Aku kemudian melanjutkan penjelajahanku.
Saat tanganku berhenti di dahinya, aku langsung membelalakkan mataku. Panas! Dahi Kyuhyun sangat panas!
Oke, mungkin tubuhku juga panas, tapi tetap saja! Aku buru-buru mengambil kompres instan untuk balita di lemari pink bagian atas Kyuhyun, lalu membuka plastiknya. Ku tempelkan kompres tersebut di dahi Kyuhyun dengan hati-hati. Takut Kyuhyun akan terbangun.
Setelah tertempel dengan baik, aku menarik kursi di meja rias untuk mendekati tempat tidur Kyuhyun. Bukankah hebat? Seorang namja, tapi memiliki meja rias. Warnanya pink lagi! Hhh…
"Ugh…" Kyuhyun melenguh.
"…" aku hanya bisa menatapnya dengan khawatir.
Kyuhyun mulai tidur dengan tenang. Aku menghela napas lega. Ku usap surai cokelatnya dengan lembut. Dia benar-benar tampak seperti bayi sekarang! Aku ingin selalu bisa menjaganya… yah… andai bisa…
JDAAAR!
"U-umma… umma…" sepertinya dia mengigau karena petir barusan. Aku mengusap pipinya bermaksud menenangkan.
"Hiks… umma…" ah… dia menangis. Perlahan, liquid bening meluncur dengan mulus dari kelopak matanya. Ini kedua kalinya aku melihat dia menangis. Aku menggenggam tangannya dengan erat.
"Gwenchana, Kyu. Aku di sini…" ucapku lirih. Kyuhyun tampak mulai tenang.
"…" aku terdiam dengan posisi masih menggenggam tangan Kyuhyun.
Aku… tidak mau melepas tangan hangat ini…
Bolehkah…? Bukankah aku sudah menemaninya selama ini…? Bolehkah aku egois…? Sedikit saja…?
Aiish! Kamu tidak bisa begini terus, Kim Yesung… ini hanya akan membebani Kyuhyun… dan melukai diri sendiri…
"Kenapa kamu hanya bisa menyakitiku, huh…?" tanyaku pelan. Tidak ada jawaban. Aku menggenggam tangannya semakin erat. Ku sandarkan punggung tangannya pada dahiku.
"Apa sebaiknya aku pergi saja, Kyu…?" aku bermonolog lagi. Senyum manis tersungging di bibirku. Sungguh… jika demi kebahagiaan Kyuhyun… arraseo. Aku mengerti. Mungkin Tuhan memang telah mengaturku untuk menjadi jembatan untuk Kyuhyun agar dia bisa bersama lagi dengan Sungmin.
… Bukankah ini tugas mulia…? Aku terkekeh pelan.
"…" Kyuhyun masih mendengkur halus. Tampak tidak mempedulikan semua ocehanku. Aku menggigit bibirku.
'… Appo, Kyu… apa kamu bisa merasakannya…? Aku… sangat terluka…'
Aku melepaskan genggaman tanganku dengan perlahan dan menjauhkannya dari Kyuhyun. Kenapa… rasanya berat sekali…?
Sial… apa aku benar-benar telah jatuh cinta…?
…
TUK TUK TUK
Aku memotong-motong buah pir dengan… berantakan. Sungguh aku tidak pintar memasak.
Hm? Kamu tanya aku lagi ngapain sekarang? Jawabannya adalah, memasak. Ani. Aku tidak sedang berusaha meracuni Kyuhyun kok. Aku ingin memasakkan sesuatu khusus untuknya.
Hei! Jangan menatapku seperti itu! Aku hanya membuatkan minuman untuk Kyuhyun kok. Minuman apa? Itu loh. Baesuk. Pir ajaib penurun panas demam resep turun temurun keluarga Kim~! Aku jamin setelah makan ini, Kyuhyun akan sembuh! Aku tersenyum lebar. Aku membaca buku resep dengan hati-hati. Hng…
Ku lirik rebusan air di dalam panci yang sudah ku campur dengan kopi susu-kukira akan lebih menyehatkan… lagipula Kyuhyun suka kopi!-.
Hm, sepertinya masih baik-baik saja. Tapi lambat sekali prosesnya! Aku sudah menunggunya hampir semenit!
Aku mendapat akal. Dengan cerdik(?) aku membesarkan apinya. Pasti jadi lebih cepat! Kim Yesung! Kamu memang cerdas~!
Aku melanjutkan aksiku memotong-motong pir.
TUK TUK TUK
Seleesaaai~! Sekarang… harus kulubangi… aku celingukan. Tidak ada pilihan lain! Aku dengan hati-hati menusukkan pisau ke potongan buah pir.
Beberapa menit kemudian, aku sudah selesai melubanginya. Oke. Walaupun tidak rapi! Yang penting niatnya! Ya 'kan?
Dengan perlahan, aku memasukkan lada ke dalam lubang-lubang yang telah jadi tersebut.
… Selesai~! Aku memandangi hasil karyaku dengan puas. Sekarang tinggal kumasukkan dalam pan-
… Hng…? Ini cuma perasaanku saja atau memang ada bau…
HANGUS?!
Aku menoleh ke arah panci dengan ekspresi horor. Ooh… seperti kekhawatiranku…
PANCINYA HANGUUUS! OMMONA! Bagaimana ini?!
Asap hitam menyembul dengan lancar dari dalam panci.
Aku menghampiri panci dengan panik. Seketika mataku membulat.
"HUEKH! Apa ini?! Bau apa ini?!" jeritku lalu langsung menutup hidungku. Di sekeliling panciku ada aura-aura horor berwarna keunguan.
SYEREM!
Dengan buru-buru aku mengevakuasi panci berisi aura-aura horor itu ke wastafel dapur.
Aku memandangi hasil makananku dengan kecewa. Aiishh… sayang sekal-
H…hah…?
HUUUUUUU~~
Ini hanya perasaanku saja atau… ada darah yang menetes dari mulut panci…?!
GLEK!
OMMONA! AKU PANIIIK!
Dengan cepat aku mengambil alat pemadam kebakaran yang di simpan Kyu di lemari dapur.
SROOOOTTT
Aku menyemprot panci itu dengan penuh semangat.
Entahlah. Aku tidak tahu apa alat pemadam ini akan berguna! Yang penting penampilan 'minuman' di depanku ini tertutupi deh!
Hhh… aku baru berhenti menyemprot saat panci berisi 'minuman' itu benar-benar tertutupi oleh busa alat pemadam.
Hiks.
Sepertinya… terlalu berkreasi dengan makanan bukanlah ide yang baik… aku membaca buku resep lagi dengan sedih. Kalau begini… bisa-bisa aku didamprat Kyuhyun…
Apa menyerah saja ya…?
Mataku berkilat. TIDAK BOLEH! Tidak boleh menyerah! Aku akan berusaha membuatnya untuk Kyuhyun! Semangatku muncul kembali.
"AKU AKAN MELAKUKANNYA! DEMI KYUHYUN!" teriakku lantang.
"Mari kita mulai…!"
JRASSHHHHH
:
:
SOMETHING'S POV: ON
Aku menatapnya yang sedang 'memasak' dengan dag dig dug. Ani. Aku sama sekali tidak takut 'appa' akan meracuni Kyu kok. Itu malah bagus! Tapi… aku takut dia akan memotong jarinya sendiri tanpa sengaja! Yeah, kamu benar. 'Appa'ku sedang memasak.
… LARI KE PEGUNUNGAAAAANNN!
TUKTUTUKTUKUKTUKTUKTUKTUKUKTUKTUK
Ommo! 'Appa'! Aiish! Kenapa dia harus memakai pisau daging sih?! Mana gerakan motongnya cepat lagi! 'Appa' juga bukanlah seorang profesional!
… Jangan tiru adegan ini di rumah!
KROMPYANG! SRET! BRUK! DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!
"… Ops…"
Aku menatap wajah kebingungannya dengan bosan. 'Appa' memang tidak berbakat soal memasak…
Aiishhh… ada apa dengan 'appa' sih?! Tumben sekali dia nekat memasak? Apa dia sedang stress yah? Hng… mungkin dia hanya ingin membunuh Kyuhyun!
…
… Apa Kyuhyun sudah memberitahu 'appa' tentang namja gigi kelinci itu…?
… Kayaknya sih sudah… tapi… Kyu pasti lupa mengatakan sesuatu…
… Tapi apa…?
"Aiiish! Aku tidak suka mengolah pir! Terlalu sulit!" 'appa' mulai ngedumel sendiri. Hahaha, masa sih? Setahuku pir adalah buah yang mudah diolah! 'Appa' memang kurang pengetahuan!
"Hng…" 'appa' terlihat berpikir. Sejurus kemudian, dia langsung menatapku dengan… penuh nafsu…?
Seketika… aku merasakan firasat buruk. SANGAT BURUK!
"Ddangieeee~" 'appa' menghampiriku dengan senyum lebarnya sambil menyembunyikan sesuatu di belakangnya. Aiish! Apaan tuh?! Ddangie?! 'Appa' juga tidak pintar memberi nama!
Melihat gerak gerik mencurigakan 'appa', aku mulai berjalan mundur dengan wajah pucat.
Tolong jangan mendekaaat~…
'Appa' tidak mengindahkan permohonan memelasku. Dia tetap mendekaaattt~…
"Ddangie… sepertinya…"
CRING~
'Appa' mengeluarkan pisau daging dari balik punggungnya. Mataku membulat. Aku dapat melihat pantulan wajah cakepku(?) di pisau itu. Hhohooh, tampaknya tajam sekali~…
OH. MY. GOD.
"… Mengolah kura-kura lebih gampang~… boleh tidak Ddangiee~…?"
ANDWAE! TIDAK BOLEEEEH! Aku berteriak histeris dalam hati. Karena kalau teriak langsung pun, 'appa' tidak akan dengar!
'Appa' memasukkan tangannya ke dalam aquariumku. AKU PANIK!
'Gyaaaaah~! TOLOOOONG! Aku mau di bunuuuh!' jeritku. Tentu saja 'appa' tidak mendengarnya!
Lagipula, 'appa' tega sekali! Masa aku yang cakep(?) ini mau di jadiin bahan makanan?! ANDWAEEE~~~~(Kura-kura narsis!)
Dan entah mendapat berkah dari mana, aku dapat menghindari tangan 'appa' dengan sangat gesit layaknya kura-kura ninja.
MIRACLE~…
Tuhan benar-benar sayang semua mahluknya yah…
"Aiiish! Jangan terlalu banyak gerak dong Ddangie~!" bujuk 'appa'ku sambil masih aktif memperkosa(?) aquariumku. Aku tidak mengindahkannya. Aku masih dengan lincah bergerak ke kanan, bergerak ke kiri, dan juga melakukan split. Hmm, aku jadi penasaran! Apa aku bisa melompat yah?
"Ddangiee~! Cepat berhentiii~!"
Hahah! Enak saja nyuruh berhenti! Ini menyangkut hidup dan matiku tauk! Apa lagi, aku belum menikah dengan Ddangkommi, kura-kura tetangga sebelah! Jangan harap aku mau mati muda(?) yah!
Akhirnya 'appa' mendeklarasikan perang. Oohohhooh~!
Anda jual, saya beli~…
Beberapa lama kemudian…
"Hosh hoshh hoshhh…" 'appa' sudah ngos-ngosan rupanya~! Namja manis itu sedang terduduk di lantai dapur sambil masih tetap menggenggam pisau daging.
'Hhhh… hhh…' dan sepertinya keadaanku tidak terlalu berbeda.
'Appa' memandangiku dengan dalam. Ih, apaan sih? Jatuh cinta yah?#Reader sweatdrop.
"… Ddangkomma chan…"
WHAT THE HELL?! APAAN LAGI ITU?! AKU INI NAMJA(?), TAHU!
"… Kyuhyun sedang sakit..." aku mengerutkan alisku. Kyu? Sakit? Ooh… ternyata namja evil itu bisa sakit juga…
"… Apa aku… boleh menemaninya…?"
Hah…? Bicara apalagi namja ini? Aiish… aku mengangguk pelan pada akhirnya.
'Appa' tersenyum manis. Sangat manis… berbeda sekali dengan seringai sadisnya tadi.
"… Gomawo Ddangkomma chan…"
Sama-sama. Dan bolehkah kamu berhenti memakai kata 'chan' di dalam namaku…?
"Aku… sama sekali tidak mencintainya…"
Aku menatap obsidian kosong 'appa' dengan bosan. 'Appa' bohong. 'Appa' mencintainya 'kan…? Tidak perlu berbohong di depanku… aku sudah tahu apa yang 'appa' rasakan… karena aku juga dapat merasakannya…
Appoyo…
"… Aku akan mulai memasak lagi. Mianhae ne, Ddangkomma chan… aku hanya bercanda tadi." ujar 'appa' dengan senyum manisnya. Aku mengangguk.
'Gwenchana.'
"…" 'Appa' memandangiku sambil tetap tersenyum. Aku ikut-ikutan tersenyum(?).
"Kamu adalah teman terbaikku, kamu tahu…?"
Aku mengangguk. Ne, aku tahu.
'Dan kamu adalah appa terbaik yang pernah kumiliki…'
:
:
'Appa' mulai melanjutkan memasak.
Aku memandangi bahunya yang sedikit gemetar.
… 'Appa'… Kyuhyun itu…
Aku tersenyum miris.
Sangat menyayangimu… dan kamu harus tahu itu…
SOMETHING'S POV: OFF
:
…
Aku meletakkan mangkuk besar berisi hasil maha karyaku di coffe table di kamar Kyuhyun.
Aku menatap Kyuhyun yang masih terbaring di atas tempat tidur. Perlahan aku menghampirinya dengan wajah sedih.
Dia tampak… sangat kesakitan… aku dengan perlahan duduk di sampingnya. Ku usap surai brunettenya dengan lembut.
"U-mma… ding-in…" suara Kyuhyun terdengar putus-putus. Dia pasti sangat merasa kesakitan sekarang…
Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya. Dapat kurasakan deru napasnya yang memburu.
'Mianhae… Kyu…'
Chu~
Aku mengecup pipinya yang hangat dengan lembut.
"…" aku menatap lekat kelopak mata yang menghalangi obsidianku bertemu dengan caramel teduh miliknya. Aku tersenyum kecil sambil menyandarkan dahiku di dahinya. Aku menggenggam tangannya yang dingin dengan tetap mempertemukan dahi kami berdua.
Perlahan, senyumku mulai mengembang…
'Kyu… cepatlah sembuh…!'
'Agar aku… bisa pergi dengan tenang…'
…
… Tahukah kamu…? Sakitmu akan sembuh jika ada seseorang yang tertular…
:
:
JRASHHHHHH…
"Uhuk… uhuk…!" aku terbatuk kecil. Aiiish, kepalaku pusing… tampaknya aku berhasil mencuri demam Kyuhyun. Lantai terasa sangat dingin sekarang. Apalagi aku tidak memakai alas kaki apapun!
aku melangkahkan kakiku ke kamarku. Tugasku di rumah ini sudah selesai. Aku harus ngapain lagi? Hngggh…
TING TONG~
Hm?
TING TOOONG~
Itu…? Bunyi bel…?
TING TOOOOOOOONG!
Siapa yang bertamu pada malam di tengah hujan deras begini? Ngebel berulang-ulang lagi! Aiish, semangat sekali… apa dia tidak takut digampar tetangga sebelah? Aku mulai sibuk dengan duniaku.
TING! TONG!
Suara bel kembali mengusikku. Aku menghela napas berat.
Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk masuk ke kamar. Aku justru berbalik dan melangkahkan kakiku menuju tangga.
:
:
"Umm…? Mianhae… nugu… yo…?" tanyaku dengan gugup kepada yeosung cantik berambut cepak yang berdiri di hadapanku ini. Waw, hebat bukan? Yeosung tapi berambut cepak. Aku memang tidak akan mengerti selera mode anak zaman sekarang…
"Hm? Aku ummanya Kyuhyun," jawab yeosung cantik itu. aku membelalakkan mataku. Ommona! Aku berlaku tidak sopan pada umma pemilik rumah ini!
"M-mianhae, Ahjumma. Saya tidak tahu…" ucapku buru-buru. Umma Kyuhyun tersenyum.
"Gwenchana. Siapa namamu?" tanyanya lagi.
"A-ah, Yesung imnida. Saya, em… teman Kyu…?" ucapku dengan nada tidak meyakinkan. Habis… aku tidak tahu statusku di rumah ini sebenarnya apa. Tamu, penumpang, budak, pesuruh, namjachingu, istri, aku tidak tahu! Apalagi yang terakhir itu. benar-benar salah besar!
"Yesung? Kim Yesung?" aku menautkan alisku. Bagaimana caranya umma Kyuhyun ini tahu nama panjangku? Apa aku sudah mendunia? #Yeppa ngaco.
"Waah~! Jadi kamu yang bernama Kim Yesung? Kamu tahu, Kyuhyun sering meneleponku. Dan hampir semua hal yang diceritakannya adalah tentang kamu! Yesung babbo, Yesung koki gagal, Yesung imut, Yesung manis, Yesung seksi, Namja itu terdengar sangat bersemangat saat menceritakanmu!" aku terbelalak. Apa tadi ahjumma ini bilang? Apa hari ini April mop? Ah, ani. Sudah lewat…
… Dan apa tadi?! Babbo?! Koki gagal?! Seenaknya saja si Kyuhyun itu! Apaan lagi tuh?! Manis? Imut!? SEKSI?! Sepertinya umma Kyuhyun ini harus memeriksakan telinganya ke dokter!
Aku memandangi ahjumma dengan sorot menyelidik. 'Apa dia seorang saleswoman?' pikiranku mulai ngaco.
"Ku kira Kyuhyun akan terpuruk karena Sungmin memutuskannya. Tapi tampaknya dia baik-baik saja bersamamu," ahjumma mengulurkan jari-jari lentiknya dan mengusap pipiku. Sorot matanya sangat lembut, sehingga mengingatkanku pada ummaku. Yeah… aku rindu umma…
"Apakah kamu mencintainya, Yesungie?" tanyanya dengan nada lembut. Aku meringis dalam hati. Aku menunduk. Tidak tahu harus menjawab apa. Aku takut mengecewakannya…
Ahjumma tersenyum. Tangannya mengusap pipi chubbyku dengan lembut. "… Kamu tidak perlu menjawabnya. Aku sudah tahu jawabanmu," aku menatap dark chocolatenya dengan pandangan kosong.
"Kamu mencintainya," sontak kedua obsidianku terbelalak. "Matamu tidak bisa berbohong. Aku tahu kamu mencintainya. Sangat mencintainya… itu terpancar jelas dari kedua obsidianmu,"
Mwo? Apa aku bisa di baca semudah itu ya…?
"…" aku membisu. Ahjumma tersenyum tipis.
"Arraseo. Tolong jaga anak saya. Walau dia nakal, tapi dia adalah namja yang baik… aku yakin kalian berdua saling mencintai…" ucap ahjumma lembut. Haha… mianhae ahjumma… tapi sepertinya aku tidak bisa melakukannya untuk ahjumma… walau…
Aku memang sedikit… sedikiiit sekali… mencintainya…
…
Dan apa tadi ahjumma bilang? Saling mencintai? Hahaha, kira-kira apa yang akan dikatakan ahjumma saat tahu bahwa aku nyatanya dibenci si Kyuhyun itu? Lucu sekali…
"Heehee… sebenarnya aku kemari untuk menemani Kyuhyun. Kamu tahu 'kan, kalau dia takut petir?" aku mengangguk. "Lucu ya? Namja tapi takut petir! Aegyaku memang sangat menggemaskan~! Ah! Tapi sepertinya aku bisa meninggalkannya padamu. Tampaknya dia nyaman bersamamu…" tangannya membelai surai hitamku.
'Mianhae Ahjumma…' aku terus mengulang kata-kata itu dalam benakku. Sungguh aku merasa sangat bersalah…
"Ah ya, satu lagi. Aku ini namja. Jadi jangan panggil aku ahjumma." aku melongo. "Sampaikan salamku pada Kyunnie ne, Yesungie~! Annyeong!"
Umma Kyuhyun itupun langsung berlari menembus derasnya hujan. Lalu menghilang dalam mobil mercy hitam yang tampak mewah.
Aku menunduk. Apakah benar? Umma Kyuhyun itu namja…? Tapi kok… cantik sekali…?
Aish… malah mikirin itu…
'Mianhae ahjumm-ahjussi… tapi saya tidak bisa melakukannya… untuk siapapun juga… aku tidak bisa…'
'Karena kami berdua…' aku tersenyum tipis.
… Appo…
'… Sama sekali tidak punya hubungan apa-apa…'
YESUNG POV: OFF
JRASSHHHH
:
:
"Lho? Apa Kyuhyun tidak ada, chagiya?" tanya seorang namja tampan saat Kibum –nama umma Kyuhyun, duduk di sampingnya. Kibum hanya tersenyum manis pada suaminya yang tengah memegang setir mobil itu sambil mengelap tubuhnya yang basah dengan tisu.
"Ani. Dia akan baik-baik saja. Ada seseorang yang menjaganya," jawab Kibum tenang.
Siwon –nama namja tampan itu- langsung terbelalak. "Jinjja? Siapa? Changmin? Atau Sungmin?" tanyanya bertubi-tubi. Kibum mengeluarkan smirk andalannya.
"Ah? Yesung…?" Kibum mengangguk sambil tersenyum puas mengetahui suaminya mengingat Yesung. Siwon manggut-manggut.
"Aku jadi teringat kita dulu, Wonnie~!" ungkap Kibum dengan wajah berseri-seri. Teringat akan memori lamanya bersama Siwon, suaminya.
"Humm… tapi kamu yakin, Yesung sungguh-sungguh mencintai Kyuhyun? Tidakkah dia hanya mengincar hartanya saja…?" tanya Siwon ragu.
Mendengar nada ragu dalam kata-kata suaminya, Kibum langsung mengelus pipi Siwon dengan lembut. "Ne, tenang saja. Yesung sama sekali tidak terlihat seperti namja matre. Aku juga yakin mereka saling mencintai karena…"
"Karena apa?" tanya Siwon penasaran. Kibum mengeluarkan senyum andalannya, sehingga membuat wajah Siwon sukses memerah.
Kibum terkekeh pelan saat melihat wajah suami yang sangat dicintainya itu memerah, lalu ia kemudian berucap,
"Karena aku yakin, Tuhan telah menggariskan mereka untuk tetap bersama…"
Yesung memandangi kamar yang selama sebulan lebih ini menjadi kamarnya. Sebuah kamar sederhana berwarna hitam yang di lengkapi tempat tidur bercover bed hitam, lemari cokelat, dan tidak lupa rak buku putih, serta beberapa perabotan random lainnya.
Malam ini juga, namja imut itu akan keluar dari rumah ini. Jangan tanya kenapa Yesung mau keluar di saat malam berhiaskan hujan dan petir ini. Yesung sudah tidak bisa menundanya lagi. Dia sudah tidak tahu harus berekspresi seperti apa pada Kyuhyun besok pagi. Jadi sebaiknya… dia pergi.
Dengan perlahan, dia memasukkan baju-bajunya ke dalam koper besar miliknya.
Waktu berlalu hanya dengan keheningan. Yesung sibuk dengan pikirannya. Dia… ragu.
Tapi…
'… Ini… demi yang terbaik…'
:
:
"Nah… selesai!" Yesung berusaha tersenyum sambil menyeka peluh di dahinya. Dia sudah selesai memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
'Ugh! Berat…' batinnya saat menyeret koper itu keluar kamar.
Ia menatap kamar itu sekali lagi. Sebuah kamar yang sangat nyaman… walau sederhana tapi nyaman…
Kamar yang sangat disukainya… karena kamar ini… di berikan Kyuhyun untuknya…
… Oke. Memang dia yang seenaknya bertahta di sini. Tapi sudah dapat izin dari Kyuhyun kok…
Yesung tersenyum penuh kepedihan sebelum…
Cklek…
Tap tap tap
Yesung memandangi wajah Kyuhyun dari ambang pintu kamar. Namja tampan itu masih tertidur dengan pulas. Yesung menyandarkan kopernya ke dinding kamar Kyuhyun dengan hati-hati, lalu melangkah mendekati namja tampan itu. sepertinya namja itu belum terbangun. Terbukti dari minuman buatan Yesung yang sama sekali belum tersentuh.
Di rabanya dahi Kyuhyun. 'Panasnya sudah turun…' Yesung tersenyum lega. Dahi Kyuhyun kini malah terasa sangat dingin. Sepertinya Yesung telah benar-benar berhasil 'mencuri' demam Kyuhyun.
Yesung menatap wajah tampan Kyuhyun dengan intens. Hhh… rasanya seperti mimpi Yesung bisa berhubungan dengan orang-orang seperti ini. Yesung memang anak yang pendiam, dan sedikit pemalu saat kecil, jadi dia tidak punya banyak teman. Untunglah ada beberapa teman baik yang menemaninya.
… Donghae, Eunhyuk, dan… dia… oh ayolah! Yesung sedang tidak mood untuk mengingat namja itu! Namja yang… berhasil mencuri hatinya beberapa saat yang lalu… tapi… dengan mudahnya namja itu meninggalkannya…
"…"
Dibelainya surai Kyuhyun dengan lembut.
"Kyu… apa… aku telah merepotkanmu…?" tanya Yesung yang lebih mirip gumaman. Tidak ada balasan. Jelas saja.
"Hahah… kurasa iya…" Yesung tertawa kecil. Di tatapnya wajah tampan Kyuhyun dengan sorot lembut. "Sungmin namja yang baik. Aku yakin kalian bisa bahagia…"
"…" Yesung menunduk tanpa menarik tangannya dari surai Kyuhyun.
"Mianhae telah mengganggu hidupmu. Aku tidak akan mengganggumu lagi, jika itu memang maumu…" bisik Yesung pelan. Di kecupnya tangan Kyuhyun pelan. Tangan yang sangat hangat… meski Yesung sedang demam. Tapi… dia merasa hangat… apakah itu aneh?
"Annyeong… Choi Kyuhyun… sekali lagi, gomawo untuk segalanya. Semoga kamu bahagia…"
Lalu dia berbalik, menyeret kopernya, dan…
Tap tap tap…
Cklek…
Meninggalkan Kyuhyun sendirian. Meninggalkan si namja evil yang mulai tidak tenang dalam tidurnya…
:
:
Meanwhile…
-Near EunHae's Apartement…
Sesosok namja manis berbaju t-shirt pink dengan dilapisi jaket merah muda, serta celana jeans hot pink, tampak sedang duduk-duduk di kursi panjang halte bus. Nama namja manis itu Lee Sungmin. Apa perlu kujelaskan lagi tentangnya…? Yah, kurasa tidak perlu.
Sungmin tengah menunggu bus terakhir menuju rumahnya di halte bus dekat apartement EunHae. Ne, mobil pink kesayangannya dia titipkan pada Eunhyuk. Dia sedang ingin naik bis. Entah kenapa, dia hanya ingin. Feelingnya menyuruhnya untuk naik kendaraan umum itu. Mollayo…
JRASSHHH
Hujan deras masih setia melanda Seoul. Sungmin merapatkan jaket merah mudanya. Dia tersenyum tipis. Chocolate beningnya menatap langit malam yang sangat kelam. Mengingatkannya pada caramel Kyuhyun, namja yang sangat dicintainya.
"Kyu…"
CIIIIIIT!
Bus berhenti dengan sempurna di hadapan Sungmin. Dengan santai, Sungmin melangkah masuk ke dalam bus itu. Dia tidak menyadari sesosok namja berwajah imut yang ikut-ikutan naik bus sambil menatapnya dengan tajam.
Sesampainya di dalam bus, Sungmin memilih untuk duduk di belakang supir bus.
Chocolate beningnya menyapu pemandangan malam kota Seoul itu ketika bus mulai melaju.
Dia masih tidak menyadari sepasang caramel liar(?) yang terus-terusan memperhatikan gerak geriknya…
Sungmin memicingkan matanya pada sebuah objek yang tampak samar di jalanan kota Seoul.
Sungmin tiba-tiba terbelalak saat melihat sesosok namja yang sangat dia kenal tengah berjalan tertatih-tatih di trotoar jalan itu. Namja itu…
"…?! Yesung?!"
"MWO?! YESUNGIE~?! MANA? MAN-"
DUAK!
GUBRAK
:
:
Sesosok namja imut tengah bersusah payah menyeret koper hitamnya. Di acuhkannya hujan yang membasahi tubuh mungilnya.
Dia kedinginan. Oke, salahkan dia karena mandi hujan di tengah malam begini hanya dengan kaos merah dan celana jeans pendek selutut. Ohooho~ nekat sekali~!
Nama namja babbo itu Yesung. Ah, lebih tepatnya Kim Jongwoon. Kamu bertanya kenapa dia berjalan-jalan tidak tentu arah di tengah hujan begini? Jangan tanya padaku. Tanyalah padanya, Kim Yesung.
YESUNG POV: ON
Dingin sekali sih?! Dasar hujan menyebalkan!
Aku menyeret koperku tidak tentu arah sambil sesekali bersungut-sungut.
Kelelahan terpancar jelas dari wajahku. Tapi aku tetap memaksa kakiku untuk terus melangkah. Kurasa aku sudah berjalan cukup jauh dari rumah Kyuhyun.
Aku menghela napas berat. Aku berhenti berjalan. Tenang, Kim Yesung… tenang… kamu pasti bisa melupakan segalanya tentang Kyuhyun… kamu pasti bisa… aku menyemangati diriku sendiri. Ne, aku pasti bisa melakukannya! Jangan ingat-ingat dia lagi!
"AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!"
...
NYEBELIIIN! Kenapa kata-katanya terus menari-nari di benakku?!
Segera kudepak keluar kata-kata Kyuhyun dari benakku, lalu menghibur pikiranku yang lama-lama mulai tidak waras.
Aku bisa! Aku harus bisa melupakan Kyuhyun! Karena…
… Suatu saat nanti, aku yakin akan ada orang yang menggantikannya…
Yeah… Kyuhyun bahagia… kurasa itu sudah cukup. Tapi kuharap dia tidak mengundangku dalam acara pernikahannya…
Aku kembali memaksa kakiku terus berjalan di trotoar jalanan kecil tersebut tanpa mempedulikan udara dingin yang berhembus. Tujuanku? Hahha, mollayo. Aku belum berpikir kesana. Yang penting aku sudah berada sejauh-jauhnya dari Kyuhyun.
Ne… ini demi yang terbaik…
…
'Siapa kamu?!'
'MEMASAK?! Siapa yang menyuruhmu memasak di dapur rumah orang?! Aaiiiish! Berantakan sekaliii! Hiks hiks… dapurkuuu~!'
'Pura-puralah jadi namjachinguku!'
'Memperbaiki hpmu! Dan jangan seenaknya memberi nama! Namaku itu Choi Kyuhyun!'
'Menyanyilah. Aku akan menggenggam tanganmu. Jangan takut,'
'Gomawo, Sungie~!'
'Ya sudah. Ayo Pabbo! Kita beli baju tadi untukmu. Kita belum sempat beli, ne?'
'Aku? Namaku Choi Kyuhyun! Aku adalah namjachingu Yesungie!'
'Tenang saja. Aku akan menjagamu…'
'… Jeongmal saranghaeyo, Sungie chagi…'
'GYAAAH! APA KAMU LIHAT-LIHATTT~!?'
'Kura-kura mesum!'
'MESUM?! AKU TIDAK MESUM!'
"… Nado, Yesungie… nado…"
…
'SIALAN! Aku membencimu, Kim YESUNG!'
'AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!'
…
Aku berhenti melangkah lagi di bawah sorotan lampu jalan. Aku menunduk. Terputar kembali memori-memori saat bersama dengan Kyuhyun, namja evil yang sangat mesum, childish, keras kepala, seenaknya, tapi juga seorang namja tampan yang sangat perhatian, menerimaku apa adanya, lembut, bertanggung jawab dan… sangat hangat…
Aku mencengkram pegangan koperku dengan kencang. Sial…
Aku… sudah tidak bisa kembali lagi…
… Tidak bisa…
Tes… tes…
Air hujan bercampur satu dengan air mataku. Ne, liquid bening ini keluar lagi dengan seenaknya dari mataku, dan tidak mau berhenti!
"Hiks… hiks…" tangisku akhirnya pecah. Aku merindukannya… aku merindukan Kyuhyun… aku… mencintainya…
Sungguh… aku benar-benar mencintainya…
Aku mengakuinya… aku tidak bisa berbohong lagi…
Aku… mencintainya…
Sialan… aku memang lemah…
Terlalu lemah untuk seorang namja... aku benci... diriku sendiri...
"Kyu…"
Ingin kuteriakkan nama itu berulang kali. Tapi hanya akan ada sakit yang kurasa. Kamu tidak akan pernah mendengarku, Kyu…
"Hiks… hiks…" Aish! Kenapa air mataku tidak mau berhenti…?
"Kyu… Kyu… aku… menc-"
… Huh…? Kepalaku pusing… oh tidak. Ini sama sekali bukan pertanda baik!
Kurasakan tubuhku mulai limbung.
"Hei-"
BRUGH
Cpak cpak cpak…
Yang terakhir ku dengar adalah… sebuah suara yang sangat kukenal...
"Jangan tinggalkan aku..."
Setelah itu… semua benar-benar jadi gelap…
'Aku… meninggalkanmu…'
'Karena aku mencintaimu…'
…
YESUNG POV: OFF
:
-Kyuhyun's House…
JDAAAARRR!
"WAAAAAH!" jerit Kyuhyun ketakutan. Peluh mulai membasahi dahinya. Diliriknya jam dinding, jarum jam sudah menunjuk pukul 12 malam.
"P-Pabbo…" panggil Kyuhyun dengan suara bergetar.
Hening…
Kyuhyun mengerutkan alisnya. "Pabbooo?" Kyuhyun mencoba memanggil lagi dengan oktaf yang lebih tinggi.
Tidak ada jawaban. Alis Kyuhyun semakin tertekuk heran. Biasanya jika dipanggil, Yesung akan menyahut atau menghampirinya langsung. Tapi ini…
Beberapa menit… tidak ada tanda-tanda kedatangan namja babbo itu.
Oke, Kyuhyun mulai merasa cemas sekarang. Perlahan dia bangun dari tempat tidurnya sambil memeluk PSPnya kesayangannya. Sepertinya dia masih belum belajar dengan kejadian di masa lalu…
Di langkahkan kaki telanjangnya menuju pintu kamar.
Langkahnya terhenti mendadak saat sepasang caramelnya menangkap sebuah gelas berisi… minuman? Ya… dari baunya Kyuhyun rasa itu Baesuk.
'Apakah pabbo yang membuatnya…?' Kyuhyun memandangi gelas yang terletak di atas coffe tablenya itu.
"Pabbo?" kepala Kyuhyun menyembul keluar dari dalam kamarnya. Masih tidak ada jawaban!
Dengan hati deg-degan, Kyuhyun melangkah mendekati kamar Yesung yang terletak persis di samping kamarnya.
Krieeet~
"Pabbo…?"
Dan yang dilihat Kyuhyun adalah…
Kosong…
Ani, Yesung tidak mencuri barang-barang Kyuhyun kok. Hanya saja, kamar sederhana itu tampak kosong tanpa baju-baju, pernak-pernik Ddangkomma, lembar-lembar lagu, dan… keberadaan namja malaikat–babbo– yang lebih manis daripada gulali…
Kyuhyun mengerutkan alisnya dengan cemas, "Di mana dia? Apa dia pergi…?" gumamnya.
'AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!'
Sial! Kyuhyun ingat sekarang! Kata-katanya pada Yesung! Tiba-tiba Kyuhyun ingin membenturkan kepalanya di dinding kamar. Tapi segera dia urungkan karena takut otak jeniusnya akan korslet.#Kyuppa narsis!
"Yesung…? Yesung? Apa kamu masih di sini…?" Kyuhyun mencoba memanggil Yesung lagi. Tapi tetap nihil. Tidak ada jawaban…
"Ye-"
JDAAAAR!
"GYAAAAAH!" Kyuhyun langsung buru-buru bersembunyi di dalam lemari cokelat Yesung yang ukurannya tidak terlalu besar. Ne, dia sudah tidak berani berteriak 'Kyaa~' lagi.
HARGA DIRI!
"Hiks hiks…" Kyuhyun menutupi wajahnya dengan PSP kesayangannya. Tubuhnya bergetar hebat. "Sung… Ye-sung…" panggil Kyuhyun dengan suara parau.
… Kini sudah bukan umma lagi. Tapi Yesung…
Kyuhyun tercekat. Seakan baru menyadari sesuatu. Sesuatu yang selama ini dibantah oleh dirinya sendiri yang keras kepala...
PAT
"…" Kyuhyun menyalakan PSP hot pinknya. Matanya menatap datar layar PSPnya.
JIIIT…
Wallpaper PSPnya tampak.
Wallpaper yang dulunya foto Sungmin, kini menjadi foto Yesung. Foto manis milik namja itu. Kyuhyun men'curi' foto bayi Yesung dari hp si empu foto, dan menjadikannya wallpaper.
Namja babbo itu tampak sangat manis dan chubby di foto curian tersebut.
Kyuhyun terdiam. Bagaimana dia bisa tidak menyadarinya…? Yesung… adalah orang yang penting untuknya…
Kenapa dia bisa melontarkan kata-kata seperti itu?! Kyuhyun mulai emosi dengan dirinya sendiri.
Seandainya dia lebih memilih nurani di banding ego… seandainya dia lebih memilih hati kecilnya dari pada pikiran keras kepalanya…
Seandainya… waktu dapat terulang kembali…
Kyuhyun menggenggam PSPnya dengan sangat erat.
"…"
Kyuhyun mengingat lagi… kejadian di mana Yesung memeluknya dengan erat saat sedang ada petir… Yesung menghiburnya saat ada guntur… Yesung… menemaninya… di saat dia sendiri…
'… Hangat…'
Itulah yang selalu dirasakan Kyuhyun saat bersama dengan Yesung.
Ya… hanya saat bersama Yesung…
JDAAAR!
"…" air mata mulai turun lagi dari sarang caramelnya dalam kebisuan. Untuk pertama kalinya Kyuhyun menangis, bukan karena mendengar petir… tapi karena sebuah penyesalan.
Dia menyesal. Dia… ingin bertemu dengan Yesung lagi… bisakah dia…? Dia ingin meminta maaf… dia ingin memeluk… dia ingin… jujur…
Dan perlahan… hari-hari Kyuhyun yang hanya terisi dengan sosok Sungmin, mulai berganti menjadi Yesung… salahkah dia…?
Caramel Kyuhyun menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.
'Choi Kyuhyun… kamu memang namja yang babbo… seandainya kamu tidak menerimanya…'
'Apakah kami semua akan terluka…?'
'… Kurasa tidak…'
'Pabbo… jeongmal mianhae…'
"Yesung…? Yesung…? Di mana kamu…?" panggil Kyuhyun dengan suara parau. "Jangan tinggalkan aku..."
…
Penyesalan memang akan selalu datang di akhir cerita.
Hm~ walau kadang-kadang penyesalan itu dapat membuat "Bad ending" dalam suatu cerita.
Tuhan menurunkan cobaan untuk menguji hamba-hambanya. Apakah mereka bisa menghadapinya? Itulah yang Tuhan tanyakan.
Tuhan memang menggariskan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. Tapi…
Dengan kemauan yang keras, cinta yang tulus dan usaha yang tekun, manusia dapat mengubah takdirnya itu.
Tapi, sekeras apapun seorang manusia berusaha, dia tidak akan pernah bisa mengubah nasib.
Sama seperti mereka di lembaran kisah ini. Kebencian mereka adalah takdir. Tapi…? Cinta mereka? Cinta mereka adalah sebuah nasib yang telah ditentukan oleh Tuhan.
Cinta memang membutuhkan tenaga ekstra jika kamu mau mengubahnya. Bahkan itu nyaris mustahil.
Dan yah… Tuhan tidak berkehendak untuk memisahkan mereka. Melainkan…
Mendekatkan mereka dengan suatu cara yang lain…
So? Eotthokhe? Bisakah mereka mengubah nasib mereka? Apa mereka bisa membuat "Bad ending" itu menjadi sebuah "Happy ending"…? *smirk*
"Aku akan selalu menunggumu."
"Jangan lupakan aku."
"Karena aku mencintaimu."
Hm~…
Just wait and see…
TBC
"Ini… di mana…?"
"Inhi enhak skal- UHUK!"
"HHHHIIIISSH! Aku masih ngantuk, Lee Hyukjae!"
"Kalau kamu sakit, aku akan memanggil dokter terbaik di Seoul untukmu!"
"Suap dooong~?"
"… Kim Yesung…"
BRAK BRAK
"YAK CHOI KYUHYUN! BUKA PINTUNYA, ATAU AKAN KUBAKAR RUMAH INI SEKARANG JUGA!"
"Sekarang jelaskan padaku. Kenapa Yesung ada di luar tadi malam?"
"Kenapa… kamu mengatakan itu…?"
"Cepat cari dia. Aku tidak melepasmu untuk melihatmu membuat dia menderita!"
IEEE~! Chapt ini selesaaai~!
Huwee… Kyunnie ja'at banget… Yeppa kacian… sini, sini, Sungie boleh numpang dirumah Ucchan kok. Selamanya juga kalo perlu…#PLAK
Uhm! Bagaimana? Mianhae ne, kalau tidak sesuai keinginan! Ucchan akan semakin giat berusaha! Kalau berkenan…*towel towel* review dong~?
Uyah, chapt depan, Ucchan super bingung. Jadi UCCHAN SANGAT MEMOHON BANTUANNYA! So, Ucchan nggak yakin bisa UPLAT chapt depan~.*wink*
Oya. YAAAAAAAY~! Magicnya jadiii~! Um, walau setengahnya malah jadi ke italic…=w=" Ucchan akan semakin bergiat deh!
Oh ya! Yang kata-kata "Aku menyayangimu." Pas Sungmin nembak Kyu Itu, kata-katanya Yeppa yah! Yang pas dia nemenin Kyuppa tidur ituloh! Ingat nggak?
Sebenarnya kata-kata itu udah Ucchan italic-in, tapi malah jadi keitalic setengah Ficnya! Mianhae kalau bingung ne! "Aku menyayangimu." itu bukan kata Kyu ataupun Sungmin! TAPI KATA-KATA SUNGIE!#PLUAK!
Hm, ya udah. Sekarang mari balas revieeeeewww~~\^0^/
Annyeong! Aduh~ kita ketemu lagi~! Moga-moga nggak bosen-bosen liat tampang Ucchan ne~! Okay! Akan Ucchan balas reviewnya~! Gomawo udah repot-repot ngereview ne~! Ucchan sangat menghargainya~!
Liekyusung: "Hi, Lie chaan~! Hiks hiksss nde. Nado…T.T #Tendang Lie chan ke perempatan, peluk Yeyeppa. Lie.. lie.. lie~ MASAAAA~~?TMT Ya udah deh, akan Ucchan usahakan~~! YAAAK! Gimana? Ini Uplat bukan~?
Gomawo reviewnya ne Lie chaan~!"
indhyeka: "Waduh, ngenginggris… Kekek, I'll try~~! Eh, Are You Indonesian?(Soalnya namanya Indonesia…) I'll try my best~!XD
Gomawo for the review Indhy chaaaan~!"
rinny . agustya: "Annyeong Rinny chaan~! Kekkeke, entahlah, Ucchan juga bingung~!^0^ Kkeke, lihat Saja nanti~! Iya! Kyu plinplan!-,- silahkan dibaca kalau penasaran, uuun~!
Gomawo reviewnya ne Rinny chaan~!"
Daevict024: "Kkekeke~! Ikan cucut!#PLAK! Apdet Petir? Boleh juga~! Tapi Ucchan takut kesamber…0^0 *MODUS*
Yosh, akan Ucchan usahakan deh~! Gomawo reviewnya ne Vict chan~!"
TamamaChan23: "Yikes, akan Ucchan usahakan deh~!
Gomawo reviewnya ne Tamama chan~!XD"
ranimaharsi: "*tabok Har chan* Sungie baby tuh milik Ucchan!#Balik ditabok. Kiikiki, ini udah Ucchan adain Ddang chan povnya~! Ternyata Ddang chan punya banyak penggemar yaa~!XD Oh… kekek, Ucchan akan usahakaaaaan!*latar belakang api*
Gomawo reviewnya ne Har chaaaan~!"
TrinCloudSparkyu: "Yay Trin chaan~!*hugs* jinjja?! Hiks hiks, gomawoo…SROOOT*buang ingus pake kaos Kyuppa#DIGAMPAR* ekkeke, begitulah. Namanya juga evil! Mau angelnya, mau devilnya, sama aja!XD Nde. Pray for Changmin! Hmm~! Mollayooo~! Okay! Ucchan akan berusaahaaaaaaaaaaaaaa!
Gomawo reviewnya ne, Trin chan!"
tiaa: "QMQ. Ooh, hanya bercanda…*fyuuuh…* kekek, jinjja? Akan Ucchan usahakan deeeh~!XD
gomawo reviewnya ne Tiaa chaan~!"
Yesunghyunggue90: "Gue chaaaaaaaaaannn! … Jinjja? Ucchan nggak yakin kin.. kin.. kin.. Ucchan makan foto Yeppa.#PLAK! Hng~ mollaaa~! Waks, Insya Allah aja deh! Akan Ucchan usahakan!
Gomawo reviewnya ne Gue chaan~!"
Guest: "Okay! Udah Ucchan lanjut!
Gomawo reviewnya Est chan~!"
Oh Hyunsung: "AAAAA kayaknya! Yeppa memang punya skill yang 'special' dalam memasak!XD Nde~! Cucooo buanget~! Xiixixixix, ya! Ya! Memang! Apa lagi!?#Hyun chan dan Ucchan dibakar SPARKYU. Kekeke… mianhae. Kyusung day~! Mianhaeee~! Uwooo! Hyun chan selingkuh sama Siwonnie! Ya udah! Yeppa buat Ucchan aja!X9
Keke, gomawo reviewnya ne Hyung chaaan~!"
Asha lightyagamikun: "Bwahahahahaha! Gomawo~! Jinjja~? Tapi Ucchan nggak pinter MTK tuuh~!(?) kekek, Ucchan seneng kalau Asha chan suka ini fic~! Nde. Hyukkie ukeeeeh~! Humph! Bener! Maknae tua!XC#PLAK! Oh yeeeaaaahhh! Akan Ucchan siksaaaaaaaa~~!*ketemu teman seperevilan* gwenchana! Kekek, yang penting Ucchan udh tau kalau Asha chan yang review!
Muahahahahhaha~! Gomawo reviewnya ne Asha chan!"
Tinker tinker4: "Hola, Tink chan! Iyaa~…TwT*nangis terharu* ternyata magic Ucchan berhasil… jinjja? Kekeke, mianhae kalau begituuu~! Tapi mulai chapt ini, humornya akan sebisa mungkin ditekan! Ekekek, gomawo~!
Yosh! Udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya ne, Tink chaaan~!"
Rhika: "Ika chan~! Ini udah Ucchan lanjut!;D *wink*#SLAPED
Gomawo reviewny ne Ika chan~!"
cloud3024: "Xixixixi, iya~!(Reader n author sma2 mesum) Mau nyoba~? Ucchan bisa bikin makanannya, lalu difoto!0v0*Cloud chan menjauh 5 meter* molla~! Silahkan dibaca saja~! Nde, Sungie sama Ucchan ajaa~!#Digampar
Gomawo reviewnya ne Cloud chaaannn~!"
evilcloud: "Nih, ini, ini tisunya.#nyodorin Kkekek, gomawo~! Ummm, Ucchan memang salah satu… yang harusnya stopped, Ucchan salah tulis jadi stoped… KURANG SATU HURUF!DX
Xixiix, gomawo reviewnya ne, Evil chaan~!XD"
tety sinaga: "Hmm~ mollayooo~! Ini Udah Ucchan lanjuuut~!
Gomawo reviewnya ne Tety chaaan~~!"
Reishipper: "Hai, Rei chan! Kekeke, itulah yang dinamakan roda kehidupan~! Ini sudah Ucchan lanjuuut~!
Gomawo reviewnya ne Rei chaaan~!"
won: "Hola On chan~! Jinjja~~! Iiiih, gomawooooo~!*cubit On chan*#Slaped. Ucchan seneng kalau On chan suka~! Yeeaah! Minnie sama Changmin aja! Kan nanti jadinya pair paling fenomenaal~~! CHANGMIN(?)!XD CHUUCHUCHUUUCHUUU~!*kiss Changminnie dan Sungminnie*#Dikeroyok
Wuaah~! Ucchan chagi~? Boleh deh… kalau Yeppa yang bilang~!X9 akan Ucchan usahakan! Gomawo reviewnya ne, On chaaan~!"
ajib4ff: "Annyeong Aji chaan~! Kekkeke, ketemu lagi!XD UweeeT,T Hnggg, udah mendingan~!XD gomawo! Jinjja~~!? Ucchan seneng banget Aji chan udah dapet feelnya! Akan Ucchan perbaiki kesalahan Ucchan dengan sebaik-baiknya! Hm~ hm~! Aji chan sudah baca 'kan? Kekek, mianne, jalan ceritanya Ucchan ubah dikit. Soalnya udah mepet siiih~! Mianhae ne!
YOOOSH~! Gomawo reviewnya ne, Aji chan! Dan nado sehat-sehat selalu~~!"
libra love clouds: "Annyeong Libra chaan~! Jinjja~? Keke, gomawo! Sini, Ucchan temenin!*ikut-ikutan ngakak muter-muter*(sama-sama sableng) xixiixxi, nde. Kyunnie cute cute banget!XD hn, silahkan dibacaa~! Woosh~! Panjang bener!XD
Yosh! Ucchan akan berusaha! Gomawo review 6000 volt(?)nya ne, Libra chaaan~!XD"
CheftyClouds: "Moshi moshi Efty chan! Kkeke, ne! Dasar seme-seme nggak tahu diri!XC#PLAK!
Udah Uccha lanjut~! Gomawo reviewnya ne Efty chaan~!"
sam: "Kkekkeke, Ucchan legaa~. Jinjja? Gomawoooo!XD
yosh! Sudah Ucchan lanjut!*masang pose detektif* gomawo reviewnya ne Sam chaaan~!"
Chen Clouds: "Ada apaaa denganmuuu~?*nyanyi* kekke, Ucchan juga galau mikirin jalan cerita…T,T
Okay! Udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya ne Chen chaan~!"
aKyuCloud: "Kekeke, ye! Mollaa~! Ucchan juga belum mikir sampai kesitu…*ikutan pundung dipojokkan* Mollayooo~! Tergantung mood Ucchan~!#Dibakar readerdeul. Becanda! Jangan pandangi Ucchan seperti itu! Ntar jatuh cinta loh!#PLAK! Hm, silahkan dibaca deh~!
Gomawo reviewnya ne, Aky chaaan~~!"
Haa~~ akhirnya Ucchan memfinishkan babak review(?)nya! Mian kalau ada yang belum Ucchan masukkan ne! Ucchan bukan manusia biasa~(?)! Eh, maksud Ucchan, Ucchan tetaplah manusia biasaa~!*nyengir*#PLAK!
Nah, Ucchan nggak mau banya bicara deh! Oh ya, jangan lupa saran-sarannya ne! Akan sangat membantu Ucchan!
Ucchan takkan bisa membuat Fic tanpa Review kalian!
So,
Review/Flame(MENDIDIK) Pleasee~?
