" kenangan terindah bagiku" chap. 7

^^sebelumnya
"Nde, semoga saja" sahut Jinki.
Tidak berapa lama mereka duduk untuk menyaksikan perlombaan itu, Peluit pun ditiup, dan perlombaanpun dimulai. Kibum sangat mengkhawatirkan Kyuhyun, karena Ia sangat takut, jika penyakitnya kambuh di tengah lapangan.
Saat hampir tiba digaris finish, tiba-tiba saja Kyuhyun tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya, sehingga Ia pun terjatuh tanpa Ia bisa menopang tubuhnya.
"KYUHYUUUUUUUUUUNNNNNNNNNNN….."teriak Kibum panik, dan teriakannya membuat bingung Mahasiswa yang lain, bahkan Jinki teman sekelas Jinki.
^^ Selanjutnya

" Kibum~ah, waeyo?, Kenapa Kamu berteriak memanggil nama Kyuhyun?" tanya Jinki padanya. Kibum menatap Jinki bingung, lalu Ia pun kembali menatap kearah Lapangan, dimana Ia sama sekali tidak melihat Kyuhyun. dengan napas yang ngos-ngosan, Kibum pun kembali duduk diposisi duduknya semula.
"Waeyo?' tanya Jinki cemas padanya
" Kyuhyun?, dimana Dia?" tanya Kibum cemas
" Kamu ini aneh sekali. Pertandingan belum juga dimulai, Kamu sudah mencari Kyuhyun. dan kenapa tadi Kamu berteriak?, Sedari tadi Aku memperhatikanmu sedang terlelap, lalu tiba-tiba saja Kamu berteriak memanggil namanya. Ada hubungan apa Kamu dengannya?" tanya Jinki curiga
" A..Aku bermimpi?, Apa benar tadi Aku bermimpi?," batinnya bertanya pada dirinya sendiri
"Hyaaa…Kibum~ah…Ada apa sebenarnya?, Kamu membuatku khawatir saja" ujar Jinki padanya
"Apa benar tadi pertandingannya belum dimulai?" tanya Kibum memastikan
"Nde…pertandingan sepertinya dimulai 10 menit lagi" sahut Jinki padanya
" Kibum, Kamu belum menjawab pertanyaanku" ujar Jinki yang sangat penasaran kenapa Kibum sangat mencemaskan Kyuhyun.
" Pertanyaan yang mana?" tanya Kibum bingung
" Tadi Aku bertanya padamu, ada hubungan apa kamu dengan Kyuhyun?. sepertinya Kamu begitu mencemaskannya" ujar Jinki padanya. Kibum tersentak kaget, Ia pun bingung harus menjawab apa, karena selama ini tidak ada satupun yang mengetahui bahwa Kyuhyun adalah Dongsaengnya.
" Owh…A…Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Tadi, Aku hanya bermimpi saat pertandingan dimulai, Ia terjatuh" sahut Kibum yang masih mempertahankan emosinya.

~ Ruang ganti pakaian ~
Kyuhyun yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian Olahraga, Kyuhyun pun kemudian melangkahkan kakinya dan berencana ingin ke luar dari Ruang ganti, untuk menuju Lapangan. Disaat Kyuhyun berjalan seperti biasanya, tiba-tiba saja kedua kakinya tidak bisa digerakkan ,sehingga membuat Ia langsung terduduk dilantai Ruang ganti.
Di dalam Ruang tersebut, hanya ada Kyuhyun seorang diri. Kyuhyun pun kemudian berusaha berdiri dengan memegang sisi Loker Pakaian. Dengan sekuat tenaga, dan keringat yang bercucuran, akhirnya Ia pun dapat berdiri, namun sangat disayangkan Kyuhyun tidak dapat mengikuti pertandingan yang sangat Ia dambakan itu. Dikarenakan, saat ini kedua kakinya tidak bisa berjalan normal seperti biasanya, karena kini Ataksia yang dideritanya, mulai menyerang tubuhnya. Kyuhyun memperhatikan kedua kakinya, yang kini terlihat kaku.
Kyuhyun tidak putus asa, Ia pun hanya berpikir bahwa apa yang dialaminya saat ini hanya sementara saja. Kyuhyun pun mulai melangkahkan kakinya, yang kini tidak bisa digerakkan dengan normal.
" Ini hanya sementara saja Kyu…Kamu pasti bisa…Nde, Kamu pasti bisa" Kyuhyun berbicara seorang diri untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia berusaha melangkahkan kakinya kembali menuju gagang pintu Ruang ganti, air matanya kini jatuh dari matanya yang indah. Saat Ia melangkahkan kedua kakinya, Ia menundukkan wajahnya, dan memperhatikan setiap langkah kakinya.
" Wae?,…kakiku?", Kyuhyun menangis meratapi kedua kakinya yang kini tidak bisa berjalan dengan normal kembali. Kini Kyuhyun pun menghentikan langkah kakinya, dan Ia bersandar di Loker Pakaian.
" Apa kondisiku semakin parah?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Disaat Kyuhyun menangis seorang diri, tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke Ruang ganti, dan Ia menemukan Kyuhyun sedang menangis. Ia pun kemudian mendekati Kyuhyun.
"Ternyata Kamu disini Kyu…" Ujarnya pada Kyuhyun, Ia melihat Kyuhyun yang pundaknya bergetar karena menangis, Ia pun khawatir yang melihat Kyuhyun menangis
"Kyu…Kenapa Kamu menangis?" tanya orang itu padanya, Kyuhyun pun kemudian mendongakkan wajahnya dan menatap Pelatihnya yang kini berada di depannya.
" Saengnim…mianhe" ujar Kyuhyun sesenggukkan. Pelatih Ahn bingung dengan perkataan Kyuhyun
"Mian?, untuk apa?. Kyu…Pertandingan akan segera dimulai, sebaiknya Kita ke Lapangan sekarang" ujar Pelatih Ahn padanya. Kyuhyun menolak dengan menggelengkan kepalanya. Pelatih Ahn semakin bingung dengan mengernyitkan kedua alisnya.
"Wae?" tanya pelatih Ahn
"Aku…Aku tidak bisa berjalan normal lagi Saengnim. Aku…Aku sakit parah" sahutnya dengan suara yang parau. Pelatih Ahn sontak terkejut, Ia merasa tidak percaya dengan yang barusan saja Ia dengar
" Kamu berbohong Kyu…, bagaimana bisa Kamu tidak bisa berjalan normal lagi" sahut Pelatih Ahn tidak percaya.
"Jika Saengnim tidak percaya, maka lihatlah ini" sahut Kyuhyun dan kemudian Ia pun memperlihatkan kenyataan pahit ini di depan Pelatih Ahn.
Pelatih Ahn, sangat terkejut sehingga Ia pun mundur beberapa langkah, sehingga tersandar di Loker Pakaian yang berada di belakangnya. " Ba…bagaimana bisa ini terjadi padamu Kyu" sahut Pelatih Ahn yang kini Ia pun meneteskan air matanya, karena Ia dapat merasakan apa yang Kyuhyun rasakan saat ini.
"Mianhe..Mianhe…Aku tidak bisa mengikuti Pertandingan itu" sesal Kyuhyun dan masih sesenggukkan. Pelatih Ahn menatap lirih pada Kyuhyun, Ia tidak tega jika melihat Kyuhyun menangis, sehingga Ia pun menghampiri Kyuhyun dan langsung memeluknya.
" Uljima Kyu… Uljima…ini bukan salahmu, Kamu harus kuat Kyu. Kamu tidak boleh kalah dengan penyakitmu" ujar Pelatih Ahn menyemangatinya. Kyuhyun menganggukkan kepalanya, dalam dekapan pelukan Pelatih Ahn.

~ Kursi Penonton ~
" Kenapa lama sekali?, ini sudah lewat 10 menit" ujar Jinki sembari menatap jam tangannya
" Nde, ini sudah lewat dari 10 menit. Kenapa Kyuhyun sama sekali belum datang juga?, bukankah Dia juga salah satu kandidat Universitas Kami?" batin Kibum yang kini sangat mencemaskannya.
" Apa terjadi sesuatu padanya?" batinnya yang kini mulai tidak tenang. Kibum masih saja memperhatikan semua peserta yang mengikuti Pertandingan Lari ini, tetapi Kyuhyun sama sekali tidak muncul di Lapangan itu. Tatapan mata Kibum kini beralih pada Pelatih Ahn yang kini sedang menghampiri seorang Wasit, dan Pelatih Ahn membisikkann sesuatu pada Wasit itu.
" Kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini?" batin Kibum semakin tidak karuan. Setelah pelatih Ahn membisikkan sesuatu pada Wasit itu, kini pertandinganpun dimulai. Kibum sangat bingung kenapa Pertandingan dimulai tanpa Kyuhyun?.
"Dimana Kyuhyun?" batinnya. Karena perasaan cemas yang sangat menghantui dirinya, Ia pun kemudian beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan acara Pertandingan Lari itu. dan Jinki hanya berteriak memanggil Kibum, namun tidak Ia hiraukan.
" Hyaaaa…Kibum~ah…Odieya?" seru Jinki padanya.
" Aku harus mencari Kyuhyun, Aku harus memastikan Dia baik-baik saja" batinnya. Kibum terus berlari dan meninggalkan Lapangan menuju Kampusnya. Kibum tidak berhenti berlari, dimana disetiap Lorong Kampusnya tidak terdapat siapapun, dikarenakan para Mahasiswa berada di Lapangan untuk menyaksikan Pertandingan itu. Kibum terus mencari dan mencari, namun Ia tidak menemukan Kyuhyun. Lalu Ia pun berpikir, bahwa Kyuhyun telah pergi meninggalkan Kampus. Dengan perasaan yang sangat mencemaskan Kyuhyun, Kibum pun kemudian meninggalkan area Kampus untuk mencari Kyuhyun.
Kibum menuju parkiran Mobil, lalu Ia pun mengendarai Mobilnya. Kibum selalu melihat kanan dan kiri dari kaca Spionnya, kalau-kalau Ia melihat Kyuhyun. " Kyu, odiegayo Saeng?, Kenapa tiba-tiba Kamu menghilang seperti ini?" gumam Kibum di dalam Mobilnya.
Kibum sengaja mengendarai Mobilnya dalam keadaan lambat, karena Ia tidak mau jika Ia kehilangan jejak Kyuhyun. Pencarian Kibum membuahkan hasil, Ia melihat Kyuhyun berjalan di tepi jalan trotoar. " Syukurlah, Aku menemukanmu Kyu…tapi…ke..kenapa dengan kakimu Saeng?" gumam Kibum yang sangat terkejut ketika Ia melihat Dongsaeng kesayangannya yang berjalan tidak dalam keadaan normal, bahkan Ia melihat Kyuhyun seperti susah untuk berjalan, dan Kyuhyun berjalan sambil meraba tembok jalan yang Ia lalui.
Kini perasaan bersalah semakin menghantui perasaan Kibum, dan perkataan Sie Kyung tadi pagi kembali terngiang ditelinganya "sekitar 2 bulan lebih yang lalu, ada seorang pasien korban tabrakan, dan pasien itu dirawat di Rumah Sakit tempatku bekerja. dan saat Kyuhyun di operasi, Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan dalam tubuhnya, sehingga Akupun mengambil sampel darahnya untuk diperiksa. dan ternyata, dugaanku benar. Kyuhyun menderita penyakit Leukimia dan Ataksia" kini air matanya kembali mengalir membasahi pipinya, dan bahkan kini air matanya semakin deras. Ia selalu menyalahkan dirinya, akan sikapnya selama ini pada Kyuhyun. Ia menjadi teringat saat Kyuhyun pertama kali masuk Kuliah dan satu Kampus bersamanya.

~Flashback~
Kyuhyun begitu gembira ketika Ia berhasil masuk di Kampus yang sama seperti Kibum Hyungnya. Bahkan, karena bahagianya Kyuhyun pun menemui Kibum di dalam kamarnya Kibum.
"Hyung…Mohon bantuannya, karena sekarang Aku lulus dan masuk di Kampus yang sama sepertimu Hyung" ujar Kyuhyun bahagia, sedangkan reaksi Kibum hanya dingin kepadanya, bahkan dengan ketuspun Ia mengatakan hal yang begitu menyakitkan hati Kyuhyun
" Meskipun Kamu berhasil masuk di Kampusku, tetapi jangan harap Aku akan mengakuimu di depan banyak orang bahwa Kamu adalah Dongsaengku, dan Kamu jangan sekali-kali mengatakan di depan semua Mahasiswa maupun para Songsaengnim, bahwa Kamu adalah Dongsaengku. Arasseo!" sahut Kibum dingin kepadanya
~Flashcback End~

" Ini salahku…, Aku telah melukai perasaanmu Saeng. Aku telah menyakitimu, bahkan Kamu sakit parah seperti ini pun, Aku masih saja menyakitimu" gumam Kibum disela isak tangisnya. Kibum masih mengikuti Kyuhyun dari dalam Mobilnya, ada perasaan kesal didirinya, ketika Ia melihat orang-orang yang berbicara dan menatap Kyuhyun Dongsaengnya dengan tatapan yang menjijikan bahkan ada yang menghina Kyuhyun. tetapi, lagi-lagi egonya masih bertahan. Sehingga Ia pun hanya bisa diam dan diam saja.
Hati Kyuhyun semakin sedih ketika setiap orang yang melihatnya, selalu mengejeknya bahkan menatapnya dengan tatapan menjijikan dan menyedihkan. Namun Kyuhyun berusaha tidak menangis meratapi kondisi penyakitnya yang kini semakin menyerang tubuhnya. Kyuhyun berusaha bertahan, dan hanya membalas semua yang menatapnya jijik dan mengejeknya dengan sebuah senyuman. Kyuhyun terus berjalan dan berjalan hingga Ia berdiri di tepi jalan. Ia memandang dengan tatapan kosong setiap kendaraan yang melintas di depannya, dan kini buliran-buliran bening ke luar dari pelupuk matanya, Ia pun kemudian menundukkan wajahnya. Ia membiarkan buliran bening itu membasahi wajahnya.
Kyuhyun tidak memperdulikan setiap orang yang menatap dirinya saat ini, bahkan ketika ada seseorang yang menabraknya hingga Kyuhyun pun terduduk di aspal, Kyuhyun tetap tidak peduli. Kini perasaannya benar-benar hancur, karena Ia harus menghadapi kenyataan pahit Kyuhyun menangis, tiba-tiba saja ada yang menghampirinya dan memeluknya.
Kibum yang masih berada di dalam Mobilnya, saat Ia melihat seseorang tidak sengaja menabrak Kyuhyun ketika berlari di antara beberapa orang yang menyebrang bersamaan dirinya, sehingga Kyuhyun terduduk di aspal. Kibum pun spontan langsung membuka pintu Mobilnya, dan Ia berencana menghampiri Kyuhyun, namun kali ini langkah kakinya terhenti ketika Ia melihat Sie kyung yang tidak sengaja berada diantara beberapa orang yang menyebrang itu, dan Sie kyung pun menghampiri Kyuhyun.
Kibum hanya bisa berdiri tidak jauh dari tempat Kyuhyun terduduk di aspal saat ini. dan lagi-lagi Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melihat Dongsaengnya menangis dalam pelukan Sie kyung.
"Kyu…waeyo?, Kenapa Kamu menangis?" tanya Sie kyung khawatir padanya
" A..Aku…Aku tidak bisa berjalan normal lagi Dok" sahut Kyuhyun sesenggukkan
"Mwo?" sahut Sie kyung terkejut
" Aku…Aku tidak bisa mengikuti Pertandingan Lari karena kondisiku ini Dok, seharusnya Aku bisa mengikuti Pertandingan itu. Seharusnya…Seharusnya Aku memenangkan Pertandingan itu dan mendapatkan Medali itu untuk ku perlihatkan pada semua Hyungku…Seharusnya penyakitku tidak membuatku kehilangan kesempatan itu Dok. Aku tidak ingin meninggal Dok…Aku tidak ingin hari-hariku membuat para Hyungku semakin menjauhiku dan membenciku. Aku…Aku selalu membawa kesialan seperti yang Hyungku katakan padaku" Kyuhyun menangis sesenggukkan dalam pelukan Sie kyung. Sie kyung semakin curiga pada Kyuhyun yang selama ini menyembunyikan sesuatu darinya, dan Sie kyung sendiri berpikiran apa Teukie dan semua Dongsaengnya itu adalah Hyungnya Kyuhyun.
" Hyung?, Bukankah Kamu katakan padaku, Kamu tidak memiliki Hyung?" tanya Sie kyung padanya
" Aku..Aku…arghhhhh…." tiba-tiba saja Kyuhyun merasakan sakit pada tubuhnya. Hal inipun membuat Sie kyung semakin khawatir padanya
"Gwencanayo Kyu…Kyu…" ujar Sie kyung padanya
"Sa…kit…" sahut Kyuhyun dan memegangi perutnya.
Kibum yang masih berdiri tidak jauh dari posisi Kyuhyun berada, Kibum menjadi panik ketika Sie kyung menggendong Kyuhyun dipunggungnya, lalu Sie kyung pun memanggil Taksi, dan Sie kyung pun membawa Kyuhyun ke dalam Taksi itu. " Kyuhyun kenapa?, Kenapa teman Teukie Hyung itu membawa Kyuhyun ke dalam Taksi?, Mau dibawa kemana Kyuhyun?" banyak pertanyaan yang bergelayut dalam pikirannya saat ini, sehingga membuat Kibum langsung menuju ke Mobilnya kembali dan Ia pun langsung mengendarai Mobilnya dan Ia mengikuti kemana Taksi yang ditumpangi Sie kyung membawa Kyuhyun.
Kibum terus mengikuti Taksi itu, hingga Taksi itupun berhenti di depan sebuah Rumah sakit. Kibum melihat Sie kyung yang ke luar dari Taksi dan langsung menggendong Kyuhyun lalu meletakkannya di atas banker. Kibum pun kemudian langsung ke luar dari Mobilnya, dan Ia pun mengikuti kemana Kyuhyun dibawa. Saat Kibum melihat Sie kyung membawa Kyuhyun masuk ke dalam Ruang UGD. Kibum pun menjadi sangat cemas, Ia pun mondar-mandir di depan Ruang UGD, dan Ia sangat berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun. Cukup lama Kibum berada di depan Ruang UGD, akhirnya Sie kyung pun ke luar dari Ruang UGD. Kibum yang melihat Sie kyung ke luar dari Ruang UGD, Ia pun langsung menghampiri Sie kyung
" Kyuhyun…Bagaimana keadaannya?, Katakan padaku" seru Kibum padanya. Saat melihat reaksi Kibum yang begitu mencemaskan Kyuhyun, Ia pun menjadi semakin curiga akan apa yang dikatakan Kyuhyun sebelum penyakitnya kambuh tadi.
"Bukankah Kamu Dongsaengnya Teukie?, Apa yang Kamu lakukan disini?, Bukankah Kamu bukan Keluarganya Kyuhyun?, lalu kenapa Kamu begitu mencemaskannya?, Apa jangan-jangan Kamu adalah salah satu Hyungnya Kyuhyun?" tanya Sie kyung yang langsung membuat Kibum terdiam.
" Katakan, apa benar Kamu adalah salah satu Hyungnya Kyuhyun yang begitu tega menyakiti hatinya, bahkan tidak perduli padanya?" tanya Sie kyung. Kibum hanya bisa terdiam, dan Ia tidak dapat menjawab pertanyaan Sie kyung.

TBC