Bukan milikku hanya meminjam :D

Rencana

" itu…itu…" Naruto berusaha mengawali pembicaraan berusaha berbicara sesuatu.

"Ayo jalan diluar sangat dingin" Kata Sasuke pun berbicara dengan ekspresi seolah tidak ada yang terjadi.

Merekapun berjalan tanpa ada ucapan hanya ada pikiran masing – masing kejadian tadi dan apa yang dilakukan.

Sasuke meski terlihat cuek namun di lama hati dirinya begitu bahagia.

Apa bibir Naruto dulu begitu lembut? Apa kita pernah berciuman seperti itu?

Pikiran Sasuke pada adegan ciuman tersebut.

Naruto pun diam tidak tahu harus bagaimana,

Disatu sisi dirinya merasakan detak jantung berdetak begitu keras.

Apa yang terjadi?

Mengapa aku mencium dirinya?

Apa aku begitu putus asa karena Sakura?

Tidak pasti karena otakku kacau. Lebih baik aku segera meminta maaf lagipula aku disini mau menenangkan diriku sendiri. Aku tidak siap untuk memulai lagi suatu hubungan Katanya pada dirinya.

Mereka berjalan didalam keheningan hingga mencapai apartemen tersebut.

" Mmm... Ano tentang ciuman tadi aku minta maaf, aku tadi tidak sengaja jatuh. " Kata Naruto tidak memandang ke Sasuke.

" Hn"

Naruto hanya diam dengan sesekali memandang Sasuke menerka apa Dia memaafkan atau marah, memaki diriny sendiri.

Hingga mereka sampai ke apartemen, tidak ada sepatah kata terucap berjalan kamar masing-masing.

POV Naruto

' Apa yang kupikirkan? ' Dirinya hanya berjalan bolak balik dikamarnya.

Tidak lama kemudian Naruto memutuskan untuk tidur dan segera mengganti baju dengan piyama orange favoritnya.

' Sudahlah lihat saja besok gimana daripada malah tambah makin pusing ' kata-kata itu ditujukan kepada dirinya sendiri.

POV Sasuke

Sasuke hanya memandang bingkai foto yang ada di kamarnya kemudian mengenang ciuman yang dilakukan.

Namun disaat kebahagian yang membengkak ada kesedihan yang mengikutinya dan makin lama kesedihan tersebut makin membesar perasaan bersalah kepada Naruto secara sadar dan tidak sadar terus menerus menyakiti Naruto. Karena setelah dirinya mengenang pada saat masa pacaran dengan Naruto tidak sekalipun dirinya pernah mencium Naruto, berpegang tanganpun tidak pernah. Dirinya pun tidak mengerti bagaimana Naruto tidak pernah meminta putus kepada dia meski Sasuke selalu bersikap dingin kepada Naruto.

"Kali ini akan berbeda Naruto" merupakan janji yang ditujukan kepada bingkai foto tersebut. Sasukepun segera tidur menunggu besok untuk melihat wajah Naruto lagi.

Keesokan harinya...

Disaat Naruto tertidur nyenyak dirinya merasa ada seseorang yang menyentuh wajahnya lalu mennyentuh bibirnya dengan perlahan.

Saat itu juga Naruto membuka matanya dan melihat Sasuke sedang disamping ranjangnya.

" Waaaa... Sasuke? Ngapain kamu disini?" Teriak Naruto sambil mundur hingga kepalanya menabrak kepala ranjang dibelakangnya dibelakangnya.

"Aduh... sakit" kata Naruto kembali sambil memegang kepalanya.

Sasuke yang melihat Naruto hanya mendengus lalu diam melihatnya.

"Kepalamu tidak apa-apa?" Tanya Sasuke

"Sakit, ini salahmu teme!" Naruto menyalahkan Sasuke atas sakit kepalanya.

"Permisi, kau sendiri yang mundur secara tiba-tiba hingga kepalamu terbentur kepala ranjang bagaimana bisa itu semua salahku?" Tanya Sasuke sambil mengangkat satu alis.

"Kalo teme tidak tiba-tiba masuk kamarku dan bikin kaget. Semua tidak akan terjadi." Kata Naruto tetap menyalahkan Sasuke.

"Aku sudah mengetuk pintu dan tidak ada respon, jadi aku masuk untuk melihat apa yang membuat kau tidak merespon." Jawab Sasuke santai.

"Tidak, pokoknya ini salahmu teme." Jawab Naruto tetap menyalahkan Sasuke

"Sudahlah, aku tidak mau berdebat lagi. Aku cuma mau bilang kalau aku sudah mempersiapkan makan pagi, setelah makan aku akan mengantarmu keliling Tokyo. Sekarang kamu mandi dan siap-siap."Kata Sasuke sambil memperintahkan Naruto lalu dirinya segera keluar dari kamar Naruto.

Naruto pun bangun sambil menggerutu sambil memijat-mijat kepalanya berharap tidak sampai benjol tetap menyalahkan Sasuke. Naruto pun segera mandi dan bersiap.

Sementara Sasuke setelah keluar dari kamar Naruto segera duduk di meja makan menunggu Naruto.

Flaskback

Sasuke setelah bangun pagi dirinya pun segera bersiap-siap. Lalu menuju dapur untuk memasak. Sedikit orang yang mengetahui kalau dirinya bisa memasak. Dulu dirinya belajar memasak hanya untuk mengisi waktu kosong saat Naruto yang diduga tewas.

Setelah semua siap, Sasuke mengetuk beberapa kali karena tidak ada respon Sasuke pun masuk melihat Naruto yang sedang tertidur pulas. Dalam hatinya dirinya berdebat untuk menyentuh wajah Naruto untuk menyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi tapi nyata atau hanya diam hingga dirinya bisa memandang cukup lama. Tapi keinginannya untuk merasakan kehangatan kulit Naruto ditangannya akhirnya.

Sentuh sedikit mungkin tidak apa-apa pikir Sasuke.

Dengan perlahan dirinya menyentuh Naruto mulai dari pipinya hingga terakhir diperlahan, saat menyentuh bibir Naruto dan berlama -lama disana kenangan akan ciuman yang dilakukan kemaren malam kembali muncul. Namun saat memikirkannya sambil Naruto terbangun dan Sasuke pun berhenti dan memasang wajah stoicnya.

End flashback

Di meja makan sudah dua piring saling berhadapan tersedia dua tumpukan pancake dengan yang salah satu piring diatasnya diberi butter dengan siraman madu.

Dia ingat pada saat Naruto disekolah sangat suka sekali dengan manis hingga dia pernah 2 hari tidak pernah masuk sekolah. Saat itu sekolah cukup tenang karena tidak ada suara Naruto sangat nyaring selalu memanggilnya. Meski merasa keheningan karena kurangnya suara Naruto tertutup dengan kemarahan Sasuke karena Neji mengeluh bahwa Gaara 2hari pulang cepat agar bisa menjenguk Naruto.

Saat memikirkan itu Naruto keluar dari kamarnya dan segera menuju meja makan.

" Kamu yang mempersiapkan semua ini ?" Tanya Naruto sambil melihat pancake di dua piring yang satu di depan Sasuke dan satunya di sebrangnya diasumsikan sebagai miliknya.

"Hn"

Naruto pun duduk dan segera melahap pancakenya buru-buru. Sasuke pun ikut mulai makan pancakenya sendiri.

"Enak banget, kamu hebat" puji Naruto

" Hn"

"Pasti pacarmu bahagia banget dapat pacar sesempurna kamu." Tambah Naruto

Setelah mendengar kata Naruto Sasukepun berhenti makan hanya diam sambil memandang Naruto.

Kemudian Sasukepun berbicara secara perlahan tidak memandang Naruto.

"Aku tidak tahu." Kata Sasuke

"Apa yang tidak tahu Sasuke?" Tanya Naruto heran mendengar kata-kata Sasuke.

"Apakah aku pernah membuat bahagia pacarku." Kata Sasuke menjawab pertanyaan Naruto kemudian memandang Naruto.

Naruto yang di lihat Sasuke merasa gelisah, apalagi saat mendengar Sasuke sudah mempunyai pacar itu sama saja dirinya mengajak Sasuke untuk selingkuh.

" maaf aku salah ngomong dan maaf juga soal ciuman kemaren. Itu sungguh tidak disengaja." Kata Naruto

"Hn"

"Kau ini maafin atau enggak ? Jangan cuma hn doank. " Kata Naruto karena tidak tahan dengan jawaban Sasuke.

Kemudian Sasuke melihat Naruto kemudian berkata " aku tidak marah."

Naruto yang dilihat oleh Sasuke dan mendapatkan jawaban.

"Oke ehm.. ano pacar kamu mana? Kenalin ke aku, cantik ga?" Tanya Naruto

Sasuke yang mendengar pertanyaan Naruto hanya mengangkat salah satu alis mata.

"Tidak" kata Sasuke kemudian

"Pelit, aku kan cuma mau kenalan doank. Ga ada minat aneh-aneh."Kata Naruto

"Meski laki-laki?"Tanya Sasuke

"Iya meski laki-la... Tunggu dulu kau gay? "Tanya Naruto kaget

"Aku tidak gay." Kata Sasuke

"Tapi tadi kau bilang pacarmu laki-laki berarti kau gay." Tuduh Naruto

"Aku tidak gay, aku lebih memilih wanita tapi orang yang kucintai mempunyai kelamin sama denganku dan itu bukan halangan bagiku untuk mencintainya." Kata Sasuke

Kata-kata Sasuke membuat Naruto terdiam. "Maaf, apabila kata-kataku menyakitimu." Kata Naruto akhirnya.

"Hn"

Mereka pun menyelesaikan makan dengan keheningan .

Setelah mereka menyelesaikan makan dan membereskan.

"Jadi ada tempat yang mau kau ingin kunjungi?" Tanya Sasuke kemudian bertanya.

"Aku ingin lihat kuil lalu aku ingin ketaman bermain disney sea dan disneyland." Jawab Naruto semangat.

"Kuil aku masih bisa ngerti tapi disney sea dan disneyland? Yang benar saja dobe. Mank kamu disana kamu ga pernah main apa?" Tanya Sasuke

"Tapi aku ingin kesana, jika nggak mau antar aku bisa kesana sendiri." Kata Naruto merajuk.

Setelah mereka saling mengadu mata Sasuke kemudian menghela lalu berkata " baik...baik aku antar kamu kesana."

"Yeiii... Thank you Sasuke." Kata Naruto.

"Hari ini karena cuacanya bagus kita disneyland. Besok baru tentuin antara kuil atau disneysea." Kata Sasuke merencanakan.

Naruto hanya menganggukkan kepala mempercayakan apa yang direncanakan Sasuke.


Wew uda lama juga aku ga upload, maaf cuma sedikit soalnya otakku ku lg blank berkali- kali kuganti rasanya kok ada yang kurang tapi ga tau apa itu. Terima kasih yang telah meriview...