FROZEN HEART
Chapter 7
Cast :
- Lee Jihoon
- Kwon Soonyoung
- Seventeen
- Others
Genre : Romace, Hurt, Dll
Warning : BoyxBoy, Typo(s), Baper
Don't be SIDERS and Enjoy ^^
.
.
.
.
CKLEK
Jimin membuka pelan pintu rawat Yoongi. Ia melihat Paman Lee sedang berbicara dengannya. Yoongi kelihatan baru siuman, posisinya tiduran dan terlihat kaku seperti kata dokter.
"eo, Jimin-ah. Masuklah" kata Paman menyadari keberadaan Jimin. Jimin segara masuk dan berjalan mendekati ranjang Yoongi. Yoongi terlihat lemas. Hanya wajahnya yang bisa ia gerakan.
"Paman keluar dulu, Jimin-ah Paman titipYoongi ya"
"ne~" setelah Paman keluar, tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara. Yoongi hanya diam melihat langit langit kamar ini. Sesekali melirik Jimin yang hanya menatapnya aneh.
"yank, gimana perasaanmu?"
" baik baik aja . Kok natapnya gitu amat? Biasa aja kali"
"habis kamu kayak mau nangis"
"…."
"yank?kenapa? ada yang sakit?"
"Jimin.."
"ya?"
"Jim, aku takut.." kata Yoongi dengan suara bergetar. Jimin langsung mendekat dan menggenggam tangan Yoongi.
"takut apa?"
"takut kehilangan Jihoon ,Jim" tangis Yoongi pecah tak terbendung lagi. Ia mengenggam erat tangan Jimin. Suara tangisnya menggema di ruangan itu
.
.
.
.
Soonyoung menatap seseorang bersurai pink di depannya. Sebuah alat membantunya bernafas. Ia mengamati wajah Jihoon. pipinya tidak terlalu gembul lagi. Badannya semakin kurus. Ia mengenggam tangan Jihoon. Tidak hanya Soonyoung disana, ada ibu nya Jihoon disana sedang tidur di sofa. Beberapa saat kemudian ada yang membuka pintu. Itu ayah Jihoon.
"ah, nak Soonyoung. Paman dan Bibi mau pulang dulu mengurus beberapa hal. Kau jaga Jihoon ya" Ayah nya Jihoon berjalan kea rah sang istri dan membangunkannya. Mereka mengobrol sebentar dan berjalan kea rah pintu.
"jaga Jihoon ya Soonyoung" kata Ibu Jihoon saat ingin menutup pintu. Soonyoung tersenyum melihatnya. Jihoon mempunyai orang tua yang peduli padanya. Ia iri.
Sudah sejam berlalu, Soonyoung hanya melamun tatapan nya kearah Jihoon. Tiba-tiba jari Jihoon bergerak dan ia membuka matanya. Sosok yang ia lihat pertama adalah Soonyoung. badannya sakit jika di gerakan. Rasanya kaku.
"Jihoon-ah" panggil Soonyoung. Jihoon tidak menjawab hanya menatap Soonyoung. karena tidak ada respon, Soonyoung memencet bel dokter. Beberapa saat kemudian ada seorang dokter datang dan memeriksa keadaan Jihoon
"bagaimana keadaannya dok?"
"keadaannya stabil,tapi ia masih belum bisa bergerak. Badannya masih kaku sehabis operasi."
"ah, saya mengerti. Terimakasih" kata Soonyoung sambil membungkukan badannya. Dokter itu segera meninggalkan ruangan Jihoon. Soonyoung kembali duduk di samping Jihoon.
"a-aa" Jihoon seperti ingin mengatakan sesuatu tapi suaranya tidak keluar. Soonyoung memperlihatkan air mineral kearah Jihoon dan dia mengedip artinya iya. Soonyoung mengambil sedotan dan mengarahkannya kearah Jihoon.
"bagaimana perasaanmu?" Soonyoung bertanya setelah Jihoo selesai minum
"lega atau takut mungkin." jawab Jihoon dengan suara serak. " mana Ayah dan Ibu?"
" mereka pulang sebentar mengurusi sesuatu."
CKLEK
Ada yang membuka pintu. Itu adalah Seungcheol,Jeonghan dan Minghao.
" ah, Jihoon-ie kau sudah siuman" kata Jeonghan mendekat ke ranjang Jihoon.
"kami mau pulang sudah pukul 8 malam. member yang lain pasti menunggu" ucap Seungcheol
" yasudah, kalian pulang saja" kata Soonyoung
"kau juga Soonyoung-ah" baru saja mau protes, Ayah dan Ibu Jihoon sudah kembali.
"mereka benar Soonyoung-ie. Kau pasti lelah menjaga ku" kata Jihoon
"tidak mau" jawab Soonyoung. Soonyoung terus di rayu, di desak, bahkan diancam oleh Jihoon, Paman, Bibi, dan Seungceol. Ia tak bisa berebuat apa apa lagi, akhirnya ia pulang dengan berat hati.
.
.
.
Hotel , 02.00 AM
"ARGHH!" erang Soonyong sambil mengusak rambutnya, ia tidak bisa tidur. Setiap kali memejamkan mata, ia kembali merasakan ketakutan yang mencekam diriya saat melihat Jihoon tenggelam. Soonyoung berbaring di ranjangnya dengan Chan. Selain memikirkan Jihoon , ia juga tak bisa tidur karena dengkuran maknae Seventeen ini. Sesekali ia melihat jam di Handphone, berharap pagi cepat tiba sehingga ia bisa melihat Jihoon. Namun menjelang jam lima pagi , Soonyoung akhirnya terlelap dan terbangun tiga jam kemudian karena di teriaki oleh Jeonghan.
"hyung, kau mau ke rumah sakit lagi?" –Wonwoo
"tentu saja"-Soonyoung
"kau sepertinya lupa kalau kita kesini untuk liburan" –Seokmin
"kalian saja yang berlibur. Nikmatilah sebelum kita sibuk. Ada yang mau ikut jenguk Jihoon?" tanya
Soonyoung. tapi taka da yang menjawab
"aku anggap berarti tidak ada. Aku pergi"
.
.
.
Rumah sakit, 09.00 AM
"Jihoon-ie kau tunggu disini dulu. Aku ingin membeli minuman kaleng" kata Yoongi sambil meanruh kursi roda Jihoon di tempat yang aman. Padahal kata dokter Yoongi akan merasa kaku beberapa hari, tapi ia sudah bisa berjalan lagi. Ia bahkan mencabut infusnya hanya untuk menemui Jihoon. Mungkin rasa bosan dan khawatinya mengalahkan rasa sakitnya. Saat ditanya dimana Jimin kata Yoongi ia pulang karena belum mengabari ibunya.
Yoongi hanya mengajak Jihoon jalan jalan mengelilingi rumah sakit agar Jihoon tidak bosan. Ibu dan ayah nya pulang untuk mandi dan mengambil baju untuknya. Tiba-tiba pandangannya terhalang oleh sesuatu.
"eung?siapa?Yoongi hyung?" kata Jihoon meraba tangan yang menutupi wajahnya. Jihoon mendongak dan mencoba melepaskan tangan tersebut.
"Boom~!" itu Soonyoung. Jihoon tersenyum memperlihatkan eye smile nya. Yang di senyumin ikut tersenyum dan mata sipitnya menampilkan eye smile. Ia berjalan kehadapan Jihoon dan berlutut di depannya.
"kau belum sembuh sudah kemana mana" ujar Soonyoung sambil menyentil dahi Jihoon pelan. "kau sendiri?"
"tidak aku bersama Yoongi hyung. Ia sedang membeli minuman disana." Jawab Jihoon sambil mengusap dahinya.
"Jihoon, ini. Eh ada Soonyoung" tiba tiba Yoongi datang dari belakang Soonyoung.
"Yoongi!" panggil pemuda bersurai hitam yang tak lain adalah Jimin. Ia berlari kecil kea rah sini
"apa?" Tanya Yoongi polos
"kau harus istirahat total! Dan kau mencabut infusmu secara paksa. Tidakkah sakit? Suster mencarimu. Kau harus cek up sekarang" kata Jimin setengah berteriak.
"ah infus sialan itu. Aku tak suka ia memakainya. Sakit sedikit sih. Dan kau tidak peru teriak" jawab Yoongi datar. Jimin gemas mendengarnya
"ayo" Jimin menarik tangan Yoongi. Yang ditarik pasrah. Jihoon dan Soonyoung memasang wajah aneh sehabis menonton drama singkat itu dan mereka ditinggalkan.
"jadi, kita ditinggalkan?"
"karena sudah terlanjur. Aku akan membawa mu ke suatu tempat" kata Soonyoung sambil memutar dan mulai mendorong kursi roda Jihoon
"kemana?"
"tempat bermain anak"
"kau tidak seriuskan?"
Soonyoung serius dengan ucapannya. Ia membawa Jihoon ketempat bermain anak Indoor di rumah sakit ini. Ia memberhentikan kursi roda Jihoon di depan pintu tempat bermain itu. Jihoon menatap tidak percaya dan butuh penjelasan.
"dengar,ini bisa membuat mu rileks. Jadi jangan marah marah dulu." Kata Soonyoung mengusak kepala Jihoon. Soonyoung membuka pintu tersebut. Ruangan itu tidak terlalu besar tapi nyaman. Ada beberapa anak dan dua orang suster yang menjaga mereka. Anak anak tersebut memakai baju yang sama dengan Jihoon pertanda mereka juga pasien di rumah sakit ini. Saat Jihoon masuk semua mata tertuju pada mereka berdua. Beberapa anak mendatangi Jihoon karena memakai kursi roda.
"yeay ada teman lagii~" teriak seorang anak dan yang lain terihat senang. Melihat mereka tersenyum Jihoon ikut tersenyum. Mereka kembali berlari dan bermain disana. Soonyoung mendorong kursi roda Jihoon kearah suster yang sedang mengendong bayi.
"aa~kyeoptaa" kata Jihoon. pipi gembul bayi itu membuat Jihoon gemas.
"kau mau menggendongnya?" kata suster tersebut. Jihoon mengangguk cepat. Suster itu membawa bayi tersebut ke tangan Jihoon. Jihoon memaikan pipinya pelan
" berapa umurnya" Tanya Soonyoung
"6 bulan"
"um, suster. Bisakah kau memfoto kami?" tanya Soonyoung bersemangat dan memberikan handphonenya. Jihoon tertawa melihatnya. Suster itu mengatur posisi mereka agar terlihat bagus.
"senyum ya, satu ,dua, tiga" terdengar bunyi jepretan kamera dari handphone itu. Soonyoung merasa sangat senang.
"kalian cocok sekali" kata suster tersebut sambil menyerahkan handphone Soonyoung. kata kata itu agak menyinggung keduanya sebab mereka sudah putus.
"eo, aku juga ingin berfotoo~" kata seorang anak perempuan. Mendengar itu,anak anak yang lain berlarian. Soonyoung menyerahkan handphonenya lagi ke suster itu. Mereka semua berkumpul dan berfoto bersama. Tapi ada seorang anak yang tidak ikut berfoto.
"um,suster. Kenapa anak yang disana tidak ikut berfoto?" –Jihoon
"ah, dia Yuta. Dia mengalami kecelakaan saat menyebrang bersama ibunya. Ibu nya meninggal dunia karena kecelakaan tersebut dan kecelakaan itu merengut pengelihatannya. Sampai sekarang belum ada pendonor untuk dia. Keadaannya masih tidak stabil"
"Jihoon-ie, kita harus kembali ke ruangan mu"
"sebenter lagi Soonyoung-ah" rajuk Jihoon. "Suster bisa tolong panggilkan Yuta?" suster itu mengangguk dan menghampiri Yuta. Ia menuntun Yuta ke arah Jihoon.
"kau siapa?" tanya Yuta
"aku Jihoon dan kau harus memangilku Hyung" kata Jihoon ramah
"mana ibu?sebentar lagi ulang tahunku. Kenapa ibu tidak datang?"
"i-ibu mu pasti akan datang Yuta" kata Jihoon tergagap karena tak tau harus mengatakan apa.
"bohong! Suster juga bilang begitu! Tapi ibu tidak datang!" Yuta yang kesal meraba wajah Jihoon dan menarik rambut Jihoon.
"AAK!" teriak Jihoon. Soonyoung berusaha melepas tangan Yuta dari rambut Jihoon dan suster menarik badan Yuta. Saat suster menarik Yuta agar melepaskan rambut Jihoon tiba tiba mereka terjatuh kebelakang. Bagaimana bisa? Saat Suster tersebut bangun dan melihat Yuta, di tangannya banyak rambut. Soonyoung membelakkan matanya. Rambut Jihoon rontok?sebanyak itu?. Mendengar isakan, Soonyoung baru sadar Jihoon menangis.
.
.
.
.
TBC
Padahal udh ngerencanain mau END chapter ini tapi ga ada titik temunya ):
Yaudah deh di panjangin ceritanya.
RnR juseyooo~
