The Adventure of Namikaze Clan
Disclaimer : I don't own anything from Naruto and Highschool DxD manga. But this Fic is mine
Rate : M ( Maybe )
Pair : Naruto x Ai Victorique, Sasuke x ?, Obito x ?, Sasori x ?
Genre : Adventure, Family, Romance
Warning : Typo, Alur Mainstream, Ide pasaran (maybe), OOC, OC StrongNaruSasu, GodLikeNaru
Summary : Selesainya perang dunia ninja keempat adalah akhir dari kehidupan Naruto dan Sasuke, namun itu juga awal bagi kehidupan mereka, dengan beberapa kekuatan baru dan bantuan dari teman dari dimensi sebelumnya, Naruto dan Sasuke diberi amanah untuk menjaga dan membawa perdamaian disebuah dimensi yang baru. Ini adalah awal dari sesuatu yang baru.
Chapter 7
Senju-nara Shira : 1 : Sekarang sudah rilis. 2: iya.
Femix : Untuk Pair Sasu masih saya fikirkan, dan Naruto adalah Ai
Loji : Sejak negara api menyerang :v :v
Arafim123 : Yup, maybe :v
Hanya segini yanga dapat saya balas reviewnya, karena kebanyakan bertanya tentang pair, untuk Pair Naruto akan saya pasangkan dengan Ai , dan untuk Sasuke masih dalam pemikiran hehe. Baiklah, Selamat Membaca.
Chapter 7
Kuoh akademi, hari ini disekolahan yang dahulu hanya dikhususkan untuk para wanita tengah ada sedikit keramaian, ada tiga siswa yang saat ini tengah dikejar kejar oleh para anggota club Kendo, namun dari ketiga siswa tersebut hanya siswa berrambut coklatlah yang harus berhenti karena tertangkap dan sukses mendapat beberapa pukulan dari para siswi club Kendo.
Dia adalah Hyoudo Issei, salah satu anggota dari club Penelitian Ilmu Gaib dan salah satu anggota peerage dari Rias Gremory, namun seorang pemuda berrambut pirang datang menyelamatkannya, dia adalah Uzumaki Naruto murid yang bisa dibilang baru beberapa minggu berada disana tepatnya diKuoh Akademi, dia datang dan menghentikan aksi pemukulan yang dilakukan oleh para anggota club Kendo.
Setelah perginya pada anggota club Kendo, Naruto mencoba membantu Issei berdiri dan memapahnya menuju UKS Kuoh. Beberapa kali Issei terdengar meringgis kesakitan karena memar memar yang ada ditubuhnya. Setelah sampai diUKS, Naruto segera menghubungi Rias untuk segera datang kesana membantu salah satu anggota peeragenya agar cepat sembuh.
" Issei-san, bagaimana bisa kau sampai dipukuli para anggota club Kendo, aku tadi melihatmu bersama dengan temanmu itu hanya lewat didepan ruangan latihan anak anak club Kendo?" Naruto mulai mengintrogasi Issei, sedangkan Issei yang diintrograsi hanya dapat menundukkan kepalanya entah malu atau takut untuk bercerita pada Naruto.
" Ya, kau tahu kan Naruto-san, aku disekolahan ini dicap sebagai murid paling mesum dan karena aku sering ketahuan mengintip gadis gadis disana." Naruto yang mendengar alasan dari Issei hanya dapat tertawa karena hal tersebut, Issei yang diketawai oleh Naruto hanya dapat menatap tajam Naruto dengan wajah yang terlihat memerah karena malu akan hal tersebut.
" Kau tahu Issei, itu adalah salah satu latihan agar fisik kita lebih terbiasa menerima luka luka seperti ini." Naruto menyelesaikan ucapannya dengan memukul lengan Issei yang terlihat memar, cukup kuat memang pukulan dari Naruto barusan dan karena hal tersebut Issei harus berguling guling diatas kasur ruang UKS tersebut.
" Baka Naruto! Kenapa kau malah memukulku haahh!" Issei yang baru saja menerima pukulan ringan dari Naruto pun bertariak marah, namun Naruto hanya tertawa ringan akibat ulah yang dibuatnya sendiri tersebut, walaupun begitu Naruto masih tetap meminta maaf pada Issei dan Issei pun juga memakluminya walau lengan dari Issei masih merasakan nyeri akibat pukulan dari Naruto barusan.
" Issei-" Naruto yang tadi tertawa kini mulai memasang mimik wajah seriusnya, seraya menggantung ucapannya, Issei yang merasa dipanggil oleh Naruto mendongakkan kepalanya menatap wajah Naruto yang kini dalam mode seriusnya. "-Bagaimana jika kita berlatih bersama, aku tahu kau masih membutuhkan kekuatan baru dan aku siap untuk melatihmu bersama anggota keluargaku."
Pernyataan dari Naruto barusan sukses membuat Issei membulatkan matanya tak percaya, dia akan dilatih oleh Naruto yang notabenya adalah King dari Hidan yang beberapa hari yang lalu sudah menyiksa Raiser. Dengan semangat berapi apinya Issei berdiri dan mengangguk mantab. " Aku mau, akan aku kabari Bo-"
" Tidak, hanya kau sendiri." Naruto memotong ucapan dari Issei, Naruto tahu Issei akan mengabari Kingnya dan mengajak seluruh anggota peerage dari Rias berlatih bersama, Issei yang mendengar penuturan dari Naruto barusan sedikit tersentak, kenapa ? kenapa dia tak diperbolehkan mengajak Rias dan teman teman satu clubnya.
" Tap-"
" Kesempatanmu hanya akan datang satu kali, iya atau tidak sama sekali, aku menunggu jawabanmu besok diruangan ini pula, tanyakan pada Kingmu." Naruto berucap seraya berjalan keluar, sampai didepan pintu ruang UKS Naruto sempat berpapasan dengan Rias dan Akeno, Rias terlihat tersenyum pada Naruto begitu pula dengan Akeno, Naruto pun membalas senyuman dari mereka berdua setelahnya dia minta izin untuk kembali kekelasnya.
.-.
SKIP TIME
.-.
Malam sudah tiba dikota Kuoh, bukan ketenangan yang menyelimuti Kuoh tepatnya diKuoh Akademi. Malam ini ada sedikit suara dari Club Penelitian Ilmu Gaib, kenapa ? karena Issei baru saja memberi tahukan tentang Naruto yang mengajaknya untuk berlatih bersama namun tanpa seluruh anggota club, walaupun seluruh anggota club memakluminya tapi kenapa ? kenapa hanya Issei ? itulah pertanyaan yang terlintas dikepala mereka masing masing.
" Haahhh, tak apa Issei, mungkin dengan latihan yang akan kau jalani bersama Naruto-san dan anggota peeragenya kau akan mendapat pengalaman yang cukup banyak dan aku percaya kau akan membaginya pada kami semua." Walaupun terdengar seperti meminta (memelas) namun Issei memaklumi perkataan dari Rias barusan, Issei tahu maksud dari sang Bochou, pengalaman dalam club mereka memang masih kurang bahkan masih bisa dibilang dibawah club dari Kaichou.
" Dan kapan kau akan berangkat Issei-kun?" kini giliran Akeno yang bertanya pada Issei, Issei yang mendengar pertanyaan dari Akeno barusan sedikit mengubah posisinya menjadi posisi berfikir. "Aku pun tak tahu Akeno-senpai, besok akan aku perjelas pada Naruto-san."
.-.
Dilain sisi, Naruto dan para anggota peeragenya malam ini tengah mendiskusikan dimana mereka akan berlatih, mereka tahu kekuatan mereka bisa dibilang belum cukup untuk melawan lawan lawan yang akan datang dimasa yang akan datang, oleh karena itu mereka mulai berfikir bahwa mereka membutuhkan latihan, dan usulan dari Naruto bahwa dia akan membawa Sekiryuutei awalnya mendapat protes dari para anggota peeragenya.
Namun, setelah penjelasan yang cukup panjang dari Naruto dapat membuat seluruh anggota keluarganya mengerti akan hal tersebut, ditambah lagi dengan bantuan dari Itachi yang dapat mengerti akan jalan fikir dari Naruto, dan malam ini mereka lewati dengan pembagian beberapa obat obatan dari Kisame yang baru saja dia selesaikan, cukup banyak obat obatan yang diberikan Kisame pada seluruh anggota keluarganya.
Bahkan beberapa obat obatan buatan dari Kisame telah diperjual belikan keberbagai kota diJepang, dan itu semua mendapat respon yang benar benar baik dari seluruh masyarakat karena seluruh obat obatan yang dibuat oleh Kisame berasal dari bahan bahan Herbal, mulai dari bunga, dedaunan, rumput rumputan bahkan ada beberapa yang diambilnya dari sari pati ikan ikan yang ada dilaut, dan itu semua didapatnya dengan mudah.
Namun malam yang sebenarnya ingin mereka habiskan dengan bercengkrama bersama seluruh anggota keluarga harus diusik dengan ketukan pintu dari luar, Ai membukanya dan mendapati seorang yang bisa dibilang seperti ninja bertopeng yang mengambil posisi melapor, Ai tahu dia siapa dan mempersilahkannya untuk melapor.
" Lapor Ai-sama, ada puluhan iblis iblis liar yang menyerang desa tempat jaringan mata mata anda menetap, semua anggota jaringan mata mata anda tengah berusaha menghentikan mereka namun pemimpin dari iblis liar tersebut datang dan mengharuskan kami untuk pergi meninggalkan area tersebut, korban jiwa yang dapat diketahui sampai sekarang ada sekitar dua belas korban jiwa, dan mungkin itu belum semuanya."
Laporan dari mata mata Ai tersebut sukses membuat Ai menggeram marah, gigi dan kuku kukunya sudah mulai memanjang efek emosi yang dia keluarkan, seluruh anggota keluarga dari Naruto bersama Naruto cukup terkejut akan perubahan dari Queen mereka, dengan segera mereka mendatangi dimana Ai masih berdiri.
" Ada apa Ai-chan, kenapa sampai sampai kau mengeluarkan emosimu ini." Konan sebagai wanita satu satunya selain Ai bertanya, Ai yang mendengar ucapan dari Konan masih tetap menggeram marah. " Aku perlu pergi kedesa dimana jaringan mata mataku berada, akan aku habisi semua iblis liar disana" Dengan selesainya ucapan dari Ai barusan dia kini menghilang ditelan lingkaran sihirnya.
Ninja yang masih dalam posisi melapor tersebut terkejut saat melihat Ai menghilang dengan cara yang bisa dibilang aneh. Naruto mendekat kearah dimana ninja tersebut berada, dia menyuruhnya untuk berdiri dan menjelaskan semuanya. Setelah semua yang dijelaskan oleh sang ninja selesai Naruto dan seluruh anggota keluarganya pun ikut menggeram, dengan cara yang sama Naruto dan anggota keluarganya pun ikut menghilang ditelan lingkaran sihir yang dibuat Naruto.
Pindah Scene.
Disebuah desa yang digunakan oleh para jaringan mata mata Ai berada Naruto dan anggota keluarganya pun muncul, disana mereka segera disuguhi dengan mayat mayat manusia yang bergelimpangan, dapat dengan jelas mereka lihat dan cium darah darah dan bau anyir yang berasal dari darah darah yang berceceran disana, mereka semua mantan ninja dan mereka sudah terbiasa dengan bau bau seperti ini.
" Semua berpencar, cari dimana Ai-chan berada, bunuh seluruh iblis liar yang kalian temui, jika telah bertemu dengan Ai keluarkan sebuah ledakan dengan api yang membumbung tinggi!" Selesainya ucapan dari Naruto pun membuat semua anggota keluarganya menghilang dengan Shunsin mereka masing masing, sedangkan Naruto ? saat ini dia tengah mengepakkan sayap iblisnya dan terbang melesat menuju empat penjuru mata angin ? dia membelah dirinya.
Cukup lama memang, namun tak berapa lama sebuah ledakan terdengar, asap membumbung tinggi dari arah timur laut, seluruh anggota keluarga dari Naruto dengan segera bergerak kearah dimana asap tersebut tercipta, setelah sampai yang mereka lihat pertama kali adalah abu abu yang berserakan dengan sesosok gadis berrambut pirang tengah berlutut kelelahan, dan didekatnya adalah Sasori dan Deidara yang tengah memberikan sebuah pil berwarna hijau pada Ai.
Semua yang ada disana terkejut, bagaimana bisa Ai Victorique seorang gadis yang mereka kenal sangat kuat dapat sampai kelelahan seperti baru saja melawan lima puluh Minotour.
Naruto dengan cepat turun dan langsung duduk disamping Ai, Ai terlihat tersenyum menatap Naruto yang saat ini tengah memasang wajah khawatirnya. " Bagaimana bisa kau seperti ini Ai-chan." Naruto berucap dengan lembut seraya membelai lembut rambut pirang gadis yang dicintainya saat itu, Ai yang mendapat perlakuan seperti itu tersenyum lembut pada Naruto, tenaga yang tadinya hampir terkuras habis kini mulai terisi. (Karena diberi obat oleh Deidara dan Sasori :v)
" Iblis iblis liar itu ternyata lebih banyak dari perkiraanku Naruto-kun, dan pemimpin mereka ternyata hampir mirip dengan Chimaera mau bagaimana lagi aku terlanjur marah besar karena saudara saudaraku diserang oleh mereka." Ai menceritakan apa yang dialaminya pada Naruto, Naruto yang mendengar cerita dari Ai hanya tersenyum kecil, Vampire kecil ini menganggap para Ninja yang notabenya adalah mata mata miliknya sebagai saudara.
" Mereka Ninja kan?" Ai mengangguk saat Naruto bertanya tentang saudara saudaranya, Naruto tersenyum kecil setelahnya dia berdiri didekat Ai dan berada didepan seluruh anggota keluarganya. " Aku dahulu dan mereka juga adalah Ninja, kami juga pengguna chakra dan mereka semua dahulu adalah musuhku namun sekarang mereka adalah keluargaku." Naruto berucap dengan lantang, seluruh anggota keluarganya pun tersenyum saat Naruto berucap seperti barusan.
" Benarkah Naruto-kun?" Ai sedikit terkejut akan ucapan dari Naruto barusan, namun Naruto mengangguk dengan mantab yang sukses membuat Ai pun ikut tersenyum, tak berapa lama muncul puluhan ninja mulai dari laki laki sampai perempuan yang mengelilingi mereka, Ai tersenyum saat melihat mereka yang datang atau lebih tepatnya mereka yang selamat.
" Ai-sama, apa semua iblis liar itu sudah mati ?" Salah satu ninja mata mata dari Ai bertanya dengan nada yang terdengar bingung saat melihat kesekeliling mereka yang ada hanya anggota keluarga iblis dari Ai. Ai berdiri menghadap keseluruh ninja dari jaringan mata mata miliknya. " Ya, mereka telah mati dan kamilah yang membunuh mereka, lihatlah mereka anggota keluargaku yang juga ninja seperti kalian."
Ucapan dari Ai barusan sukses membuat semua yang ada disana terkejut (minus Naruto dkk.) mereka menatap anggota keluarga dari Ai dan tanpa aba aba sedikitpun mereka menundukkan diri, memberi hormat ala para ninja. " Terimakasih atas bantuan dari kalian semua Akuma-san, kami para Ninja dari desa Konohagakure sebesar besarnya pada kalian." Ucapan dari salah satu ninja yang ada disana sukses membuat Naruto dan anggota keluarganya terkejut bukan main.
Konohagakure ? Nama sebuah desa yang sama dengan desa yang dahulu Naruto dan beberapa anggota keluarganya tinggali. " Konohagakure ?" Itachi angkat bicara, para shinobi yang tergabung dalam anggota mata mata dari Ai dengan segera menatap kearah Itachi berada, dapat dengan jelas mereka lihat bahwa saat ini iblis iblis yang ada didepan mereka saat ini tengah menampakkan wajah terkejutnya.
" Ya, Konohagakure, apa ada yang salah dengan nama desa kami ?" Salah satu shinobi tersebut berbalik tanya pada anggota keluarga dari Naruto, Naruto maju beberapa langkah dan berhenti tepat didepan Shinobi tersebut. " Nama Konohagakure adalah nama dari desa kami dahulu, apakah bisa kau jelaskan tentang desa kalian?" Kini giliran Naruto yang bertanya, seluruh Shinobi yang berada disana berdiri dengan tegap dihadapan Naruto.
" Desa kami baru terbentuk kurang lebih dua tahun yang lalu, desa tersebut dibuat oleh ayah dari Ai-sama, desa tersebut dibuat untuk memfasilitasi kami para Shinobi yang dipekerjakan sebagai jaringan mata mata, desa tersebut sepenuhnya dipimpin oleh Ai-sama, namun karena sekarang Ai-sama telah bergabung dengan kalian kini desa tersebut dipimpin oleh salah satu dari tangan kanan dari Ai-sama." Penjelasan dari Shinobi tersebut membuat seluruh anggota keluarga dari Naruto menghembuskan nafas lega.
Bagaimana tidak, mereka kira bahwa saat ini mereka berada dimasa depan dari Elemental Nation. " Lalu, siapa tangan kananmu itu Ai-chan?" Konan bertanya pada Ai yang saat ini sudah dapat berdiri karena seluruh tenaganya sudah penuh akibat obat dari Kisame yang diberikan oleh Deidara.
" Dia Shinobi terbaik kami Konan-nee, walaupun kedua matanya buta tapi sama sekali tak membatasi pergerakanya, bahkan kami tahu bahwa dia dapat membaca walaupun kedua matanya telah tak ada." Penjelasan dari Ai tersebut sedikit membuat seluruh anggota keluarganya memiringkan kepalanya, apakah ada orang seperti itu? Itulah rata rata pertanyaan dari para iblis Namikaze tersebut.
" Siapa namanya Ai-chan, sepertinya kami perlu belajar dari tangan kananmu itu sekaligus mengenang masa masa dimana kita masih memiliki status sebagai Shinobi dan Kunoichi." Seluruh anggota keluarga dari Naruto terlihat tertarik akibat penjelasan dari Ai barusan, Ai yang mendengar hal tersebut tersenyum kecil.
" Namanya Uchiha Shisui."
.-.
Disisi lain, tepatnya dikediaman dari Hyoudo Issei terlihat Issei yang sedang membereskan barang barangnya, dia memutuskan untuk ikut berlatih dengan keluarga dari Namikaze Uzumaki Naruto, dia hari ini telah beristirahat dengan cukup untuk mempersiapkan dirinya untuk besok hari, dia tahu latihan yang akan dia tempuh akan benar benar berat, walaupun begitu dia tak tahu kapan dia akan berangkat berlatih, dan jika harapannya dikabulkan oleh yang ada diatas semoga esok hari dia akan berangkat.
Namun disaat dia tengah memasukkan beberapa barang terakhir, sebuah lingkaran sihir yang dia ketahui bahwa itu adalah lingkaran sihir dari keluarga Gremory muncul disamping kiri darinya, tak berapa lama muncul Akeno dan Rias yang berdiri dengan senyum yang tak lepas dari wajah mereka.
" Ara ara, Issei-kun kau sudah mempersiapkan semua ini?" Akeno membuka pembicaraan dengan mengomentari seluruh barang yang sudah disiapkan oleh Issei untuk menempuh latihan dengan Naruto. " Oh, bochou, Akeno-senpai, aku hanya mempersiapkan beberapa obat dan pakaian, kalian tahukan bagaimana kuatnya keluarga dari Naruto, dan dapat aku pastikan latihan yang akan aku jalani ini akan benar benar berat."
Issei menjawab komentar dari Akeno barusan, Rias dan Akeno tersenyum saat mendengar balasan dari Issei barusan. " Ternyata Pawn kesayanganku sudah mulai berfikir panjang sekarang." Rias berucap seraya memeluk Issei dengan lembut, Akeno yang melihat kejadian barusan tersenyum kecil setelahnya dia pun ikut memeluk Issei, Issei yang dihipit oleh dua tubuh yang sempura tersebut hanya dapat diam ditempat dengan setetes air liur yang mulai merembes keluar dari sudut bibirnya.
Tak berapa lama Rias dan Akeno akhirnya melepaskan pelukan mereka dari Issei dan mereka berjalan menuju kasur yang ada dikamar Issei. " Lalu, apa ada suatu hal yang penting sampai sampai Bochou dan Akeno-senpai kemari?" Issei yang telah selesai membereskan barang barangnya pun ikut duduk ditengah antara Akeno dan Rias.
" Ara ara, Issei-kun kami hanya ingin melihat kesungguhanmu untuk melakukan latihan dengan Naruto-kun-" Akeno menjawab pertanyaan dari Issei barusan dengan senyum yang membuat para pria harus menahan untuk tidak segera menubruk tubuh dari Akeno saat itu juga.
"-Dan ternyata kamu benar benar bersungguh sungguh akan hal ini Issei-kun." Kini giliran Rias yang angkat bicara, Issei yang mendengar ucapan dari Rias dan Akeno barusan berdiri dengan gagah didepan mereka. " Aku Hyoudo Issei akan berlatih walau harus menghancurkan tubuhku ini demi seluruh teman temanku dan juga demi Bochou, aku tak akan kalah sebelum dapat merasakan tubuh Bochou."
Rias dan Akeno yang mendengar ucapan dari Issei barusan tertawa kecil, tekad yang dimiliki Issei memang sudah terlihat benar benar bulat, satu kebanggaan yang dia miliki adalah tekad yang dimiliki Issei dikarenakan teman temannya termasuk Rias sendiri. " Baiklah Issei-kun, lebih baik kita segera tidur karena hari ini sudah mulai malam." Issei yang mendengar ucapan dari Rias barusan sedikit membulatkan matanya.
Issei nampak ragu namun Rias dan Akeno tersenyum kearahnya, setelahnya mereka bertiga tidur dengan tenang dikediaman Hyoudo.
.-.
Masih dimalam yang sama, saat ini Naruto dan seluruh anggota keluarganya terlihat tengah berbicara dengan para Shinobi yang berada dibawah pimpinan dari Ai, kalian pasti tahu apa yang tengah mereka bicarakan, ya Uchiha Shisui yang mereka ketahui bahwa saat ini Uchiha Shisui tengah menjalankan suatu misi yang beberapa minggu yang lali diberikan oleh Ai untuknya. Dan Ai tahu bahwa malam ini adalah malam dimana tugas yang diemban oleh Shisui selesai.
Dan benar saja, tak berapa lama seluruh manusia dan iblis yang ada diruangan tersebut merasakan sebuah energi besar yang datang dari arah Timur Laut. Tak berapa lama sebuah kobaran api muncul didalam ruangan tersebut, Ai dan para Shinobi tahu jika itu adalah Uchiha Shisui sang tangan kanan dari Ai.
" Konbawa minn- Itachi !" Dari dalam kobaran api tersebut muncul sesosok laki laki muda dengan rambut hitam jabrik dengan pakaian ala Anbu, sebuah pedang kecil berada dipungungnya, yang membuatnya sedikit aneh adalah dia memejamkan kedua matanya ditambah lagi dia meneriakan sebuah nama yaitu 'Itachi'
" Shisui." Itachi membalas panggilan dari laki laki yang bernama Shisui tersebut, Shisui sedikit berlari kearah Itachi dan memeluknya sebentar. " Bagaimana kau bisa ada disini Itachi, dan dengan siapa kau aku merasakan dua chakra Uchiha disini dan beberapa orang orang yang aku nilai mereka benar benar kuat." Itachi yang mendengar ungkapan dan pertanyaan dari Shisui tersenyum kecil.
" Lebih baik kau duduk terlebih dahulu-"
" Uchiha Shisui, kau tahu aku dan Sasuke membawa kedua bola matamu." Shisui yang mendengar suara tersebut terkejut bukan main, dia merasakan bahwa pemilik suara tersebut adalah orang terkuat yang berada diruangan ini. " Benarkah?" Tak hanya Shisui yang terkejut, semua orang yang ada diruangan tersebut terkejut bahkan Itachi pun terkejut.
" Ya, aku dan Uchiha Sasuke adik dari Uchiha Itachi membawa kedua bola matamu." Naruto, orang yang berucap sedemikian rupa adalah Naruto, Sasuke mengeluarkan sebuah scroll kecil sedangkan Naruto mengeluarkan chakra dari Kyuubi dan membuka mulutnya cukup lebar. (Naruto dapat menggunakan Fuinjutsu penyimpanan, namun karena seluruh chakra miliknya sudah bergabung dengan Kyuubi cara pengambilannya adalah dari mulut, hehehe :v)
Dari scroll Sasuke dan mulut Naruto muncul sebuah tabung yang berisi sebuah bola mata dimasing masing tabung. " Aku mendapatkannya dari burung gagak yang dahulu hampir dibakar oleh Itachi-nii, sedangkan Sasuke dia bercerita bahwa dia mendapatkannya setelah membunuh Danzo." Penjelasan dari Naruto sukses membuat Shisui dan Itachi membulatkan matanya terkejut, Itachi ingat bahwa dia sudah membakar gagak tersebut dengan Amaterasu miliknya.
Naruto dan Sasuke berjalan mendekat kearah Shisui dan memberikan kedua tabung tersebut kepada Shisui, Shisui yang masih belum percaya akan hal tersebut hanya dapat mematung ditempat dia berdiri. " Apa perlu aku bantu untuk memasangnya ? tapi kau harus membayar seratus ribu yen padaku." Semua yang ada didalam ruangan tersebut tertawa saat mendengar ucapan dari Kakuzu barusan.
" Hey Kakuzu, apa kau ingin menjahit bola mata itu dengan otaknya hah!" Hidanlah yang berteriak seperti itu, Hidan sudah pernah merasakan saat lehernya dijahit oleh Kakuzu, benar benar tak bisa dibilang baik. " Sudah, biar aku saja yang membantu memasangkannya padamu Shisui-nii." Narutolah yang berucap, setelahnya dia berjalan kearah Shisui, mengambil kedua bola mata Shisui dan memasangkannya pada kedua lubang mata Shisui.
Disaat memasangkannya sebuah cahaya berwarna Oranye bersinar disana, sebuah teriakan keras dikeluarkan oleh Shisui yang saat itu hanya dapat menahan rasa sakit tersebut. Dirasa sudah selesai, Naruto menjauhkan kedua tangannya dari mata Shisui. " Coba buka matamu, dan aktifkan Sharinganmu Shisui-nii." Shisui mengikuti perintah dari Naruto, dia menyalurkan Chakranya pada kedua bola mata miliknya, walaupun Shisui merasakan sebuah hal yang aneh disaat tersebut dia tetap membuka kedua bola matanya.
Apa yang dilihat Shisui saat pertama kali membuka kedua bola matanya ? jawabannya adalah tatapan terkejut dari Itachi, Sasuke dan Naruto. Kenapa ? karena Mangekyou Sharingan yang dimiliki Shisui saat ini berbeda dengan yang mereka lihat terakhir kali. " Aku bisa melihat lagi!" Dengan cukup keras, Shisui berteriak bahagia dan disambut dengan tepuk tangan dari semua yang ada disana (Minus Sasuke, Itachi dan Naruto.)
" Eh, Yondaime-sama!" Shisui terkejut saat melihat seorang laki laki yang mirip dengan Yondaime Hokage, Minato Namikaze. Namun reaksi yang ditimbulkan dari orang orang yang ada disana hanya tertawa. " Dia bukan Yondaime Hokage Shisui, dia anaknya Uzumaki Namikaze Naruto." Ucapan dari Obito sukses membuat Shisui terkejut, dia tersenyum malu karena hal itu.
" Etto, Shisui-nii." Naruto memanggil Shisui, Shisui yang merasa dipanggil dan dengan segera menatap kearah Naruto berada. " Ya, ada apa Naruto?" Shisui yang sudah mengenal nama dari bocah tersebut memanggil dengan namanya, namun reaksi dari Naruto sedikit membuat Shisui memiringkan kepalanya, Naruto tersenyum padanya.
" Sebelumnya maafkan aku Shisui-nii-" Naruto menunduk dalam didepan Shisui, semua yang ada disana cukup terkejut akan apa yang dilakukan Naruto barusan. " Heehh ? kenapa ?" Shisui yang tak mengerti hanya dapat mengerutkan dahinya yang menandakan dia saat ini tengah bingung.
"-Saat pemasangan kembali bola mata milikmu itu aku lupa bila chakra dari Ashura sudah tercampur dengan Chakra dari bola bolu, jadi saat itu kau merasakan sakit namun yang aku permasalahkan bukan hal tersebut-" Naruto menjeda kalimatnya, Shisui yang merasakan adanya keanehan terlihat meneteskan sedikit keringat dipelipis kirinya.
"-Sharingan milikmu kini berubah." Naruto berucap seraya menyodorkan sebuah kaca yang tak tahu dari mana dia mendapatkannya, Shisui yang kini sudah menerima kaca dari Naruto pun segera menggunakannya, hanya hitungan detik saja ekspresi dari Shisui kini berubah, ekspresi bingungnya kini digantikan dengan ekspresi terkejut saat dia menatap bola matanya yang kini berubah tak seperti dahulu.
"Ini keren!" Namun ekspresi tersebut tak bertahan lama, kini dia melompat lompat dengan OOCnya didepan seluruh orang dan iblis yang ada diruangan tersebut, sweetdrob berjama'ah pun terjadi diruangan tersebut, terlebih lagi para Shinobi yang mengenal Shisui dengan sifat tegas dan taat dengan hukum yang ada (?).
Iblis iblis dibawah naungan dari nama Namikaze yang ada diruangan tersebut mendekat kearah Shisui untuk melihat seperti apa bola mata pemimpin para Shinobi tersebut, dan yang mereka dapatkan adalah sebuah bola mata berwarna merah darah dengan bentuk Shuriken bercabang lima, dan disetiap ruang antara cabang cabang tersebut terdapat sebuah titik kecil berwarna hitam gelap.
Para anggota keluarga dari Naruto memegang dagu mereka dan mengangguk angguk kecil, dengan bersamaan- "Menurutku itu keren." Mereka berucap dengan bersamaan tanpa ada komando dari salah satu dari mereka. Naruto yang mendengar ungkapan dari para anggota keluarganya tersenyum kecil setelahnya dia memasang wajah sombongnya.
BUGH
" Buang mimik wajahmu dobe, kau ingin membuatku muntah." Dengan tanpa perasaan, Sasuke memukul kepala belakang dari Naruto yang kini membuat Naruto harus mencium lantai ruangan tersebut. Namun dengan gerakan yang cepat Naruto bangkit dan berusaha memukul Sasuke, namun dihindarinya dengan kecepatan dari Knight miliknya. Naruto yang tak dapat memukul Sasuke hanya dapat menarik narik rambutnya frustasi.
" Bangsat kau teme, awas kau tak ada persediaan tomat lagi untukmu!" Sasuke yang mendengar ucapan dari Naruto hanya dapat membulatkan matanya. " Oy oy, tak ada hubungannya dengan tomat dobe, kau berani menyentuh tomatku semua ramenmu akan hangus kubakar!" Kini giliran Sasuke yang mengancam Sasuke, Naruto yang mendengar makanan kesukaannya mendapat ancaman kini sudah berubah menjadi mode Kyuubi miliknya.
" Berani beraninya kau mengancam Ramenku TEME!." Sasuke yang tak mau kalah pun ikut mengeluarkan Mangekyou Sharingan miliknya. "Kenapa ?! Kau juga mengancam tomatku DOBE!"Sasuke tak kalah sengit saat beradu argumen dengan Naruto, tatapan tajam sudah mereka keluarkan sedari tadi.
" Kubunuh kau DOBE/TEME!"
ITTAAIII
Namun, pertikaian mereka berdua harus berakhir dengan dua buah tangan kecil yang menarik keras telinga mereka, Naruto dan Sasuke segera mengalihkan pandangan mereka untuk melihat siapa yang saat ini tengah menarik telinga mereka, setelah mengetahui siapa yang menarik telinga mereka Mode Kyuubi Naruto dan Mangekyou Sharingan Sasuke menghilang bersamaan karena melihat siapa yang menarik telinga mereka.
Ya, dia Ai yang saat ini tengah menunduk kebawah dengan rambut yang menutupi kedua matanya, Naruto dan Sasuke tahu Ai saat ini tengah menahan amarahnya karena keributan yang dikarenakan hal sepele dari Naruto dan Sasuke. " berhenti disini atau siksaan yang akan kalian dapatkan Naruto-kun, Sasuke-kun?!" Dengan bersamaan Naruto dan Sasuke mengangguk lemas, Ai yang tadi menundukkan kepalanya kini mengangkatnya dengan senyuman yang terpampang manis diwajahnya.
Para Shinobi yang melihat kejadian itu hanya dapat sweetdrop berjama'ah karena hal tersebut, ya mereka tahu kedua orang ini adalah yang terkuat dalam keluarga Namikaze, tapi bagaimana bisa tingkah mereka seperti ini? Itulah yang mereka fikirkan saat ini, namun berbeda dengan para anggota keluarga Namikaze yang lainnya, tawa mereka terdengar memenuhi ruangan yang saat ini mereka tempati.
Naruto yang sudah dapat mengendalikan tubuhnya kembali kini menatap Shisui yang masih terbengong karena tingkahnya dan Sasuke. " Etto Shisui-nii, bagaimana jika kita membuat sebuah aliansi? Ya membantu satu sama lain jika dalam kesusahan." Naruto menunjukan senyum lima jarinya diakhir kalimat yang dia ucapkan, Shisui yang mendengar hal tersebut tersenyum sesaat.
" Pasti, sesama Shinobi kami siap melakukan hal tersebut apa lagi kau sudah memberikanku kekuatan tambahan disini, dan jika boleh aku usulkan bagaimana jika kau mengambil beberapa Shinobi disini untuk memasukkannya kedalam anggota klanmu?" Seluruh Shinobi yang ada disana nampak tersenyum dengan usulan dari Shisui barusan, namun tidak dengan Naruto.
" Hahaha, apa kau bercanda Shisui-nii, aku tak ingin mengambil kemanusiaan kalian hanya untuk sebuah aliansi, itu kedengaran bodoh. bahkan jika kami dihidupkan kembali menjadi manusia seperti kalian kami lebih memilih untuk menjadi manusia selamanya." Lagi lagi, ucapan dari Naruto membuat semua yang ada disana tersenyum.
" Kemanusiaan? Menurutku itu hanya sebuah kata kata Naruto-sama, saat ini banyak manusia yang berlaku layaknya hewan hanya untuk suatu hal yang mereka inginkan, banyak yang bilang jika iblis adalah sosok yang egois, namun kini lebih banyak manusia yang memiliki sifat itu, kemanusiaan tak lebih dari sebuah kata kata." Salah satu Shinobi yang ada disana mengucapkan suatu kalimat yang membuat semua yang ada disana terkejut.
Namun tidak dengan Naruto. "Kau benar, tapi jika kau melihat suatu hal hanya dari satu sisi kau tak akan menemukan jawaban yang benar, dan kadang kau juga tak akan menemukan jawaban saat kau melihat dari satu sisi yang lainnya, kau membutuhkan sebuah bantuan dan bukti untuk semua hal Shinobi-san, ambil contoh angka enam dan sembilan, bagaimana kau tahu itu angka enam atau sembilan jika angka tersebut tergeletak dan kau melihat dari sisi atas dan bawah yang aku pun tak tahu?"
Semua yang ada disana terdiam. " Jika kau ingin tahu itu angka enam atau sembilan kau harus terlebih dahulu mendirikannya, sama dengan sifat seorang manusia, bagaimana kau tahu jika hanya melihat disatu sisi atau waktu? Kau membutuhkan bantuan pastinya untuk mengetahui seperti apa sifat manusia tersebut dan kau juga membutuhkan bukti untuk memperjelas apa yang kau lihat."
" Aku telah hidup lebih lama dari kalian semua, berbagai sifat dan karakter manusia sudah pernah aku temui, ambil contoh Itachi-nii, dia dahulu dikenal dengan Missing-nin ber'Rank S karena dia dahulu pernah membantai seluruh anggota clannya, maafkan aku Teme, Itachi-nii, Shisui-nii, Obito." Keempat orang yang disebutkan namanya oleh Naruto mengangguk meng'iya'kan sekaligus memberi izin untuk Naruto.
" namun dibalik semua itu Itachi-nii memiliki suatu yang dia sembunyikan, cerita yang diceritakan dari Sasuke berkata jika bahwa Itachi-nii melakukan hal tersebut untuk melindungi desa yang berarti baginya, selain itu dia pun juga memberikan segalanya bagi desanya, jika kalian tak mengetahui alasan Itachi-nii melakukan hal tersebut pastilah kalian berfikir bahwa Itachi-nii adalah orang yang jahat atau apalah."
" maka dari itu jangan berprasangka buruk tentang manusia terlebih dahulu sebelum kalian mengetahui semua alasanya, jadi apakah masih ada dari kalian yang ingin meninggalkan kemanusiaan kalian?" Semua yang ada disana hanya dapat terdiam saat nasehat dari Naruto selesai, namun masih ada beberapa Shinobi yang mengangkat tangannya untuk menjadi salah satu dari Namikaze Clan.
" Kami yang mengangkat tangan ini ingin bergabung menjadi salah satu dari kalian, bukan karena kami ingin membuang kemanusiaan kami, tapi kami ingin lebih kuat untuk melindungi seluruh teman teman kami, terlebih lagi Ai-sama." Shinobi yang berada dibarisan terdepan menjelaskan tujuan mereka untuk menjadi salah satu dari ras iblis.
" Baiklah, tapi kalian harus menunggu karena Evil Pieces yang aku miliki sudah aku gunakan seluruhnya, dan apa kau juga ingin menjadi salah satu dari kami Shisui-nii?" Shisui yang mendengar pertanyaan dari Naruto hanya tersenyum kecil. " Untuk saat ini mungkin belum, tapi akan ada kemungkinan aku bergabung dengan kalian." Semua yang ada disana tersenyum saat mendengar pernyataan dari Shisui.
" Baiklah, lebih baik kita segera kembali Naruto, bukankah besok kita akan mengadakan latihan bersama?" Naruto yang mendengar ucapan dari Yahiko barusan menepuk keningnya keras. " Bodoh, kenapa kau tak mengingatkanku Deidara!"
Deidara yang dijadikan kambing hitam oleh Naruto menatapnya tajam. "Kau mau aku meledakkan wajah rubahmu itu Naruto!" Naruto yang mendengar ancaman dari Deidara barusan hanya terkekeh, dan disusul dengan semua orang yang ada disana.
.-.
SKIP TIME
.-.
Pagi hari sudah tiba dikota Kuoh, dan hari ini hanya Naruto sajalah yang berangkat menuju kesekolahan, seluruh anggota keluarganya memilih untuk beristirahat, namun tidak dengan Naruto, dia dipaksa oleh seluruh anggota keluarganya untuk bersekolah karena dia memberitahukan bahwa dia mengajak Issei untuk mengikuti latihan dengan keluarga mereka, sebenarnya Naruto ingin berteleportasi menuju ruang Club dari Rias untuk memberitahukan bahwa hari ini mereka akan latihan sekaligus membawa Issei.
Tapi, ya, kalian tahu sendiri bagaimana sifat dari keluarga Naruto, mereka mengancam untuk menghanguskan ramen miliknya, ditambah lagi Ai berkata bahwa dia tak akan pernah memberikan jatah ramen untuk Naruto selama dua bulan. Dengan sangat sangat sangat sangat terpaksa, Naruto menuruti perintah dari sebelas majikannya yang hanya berlaku hari ini saja. ( Tega amat lu Thor T_T)
Dan saat ini Naruto sudah sampai didepan club dari Rias untuk meminta izin membawa Issei dalam latihannya, setelah mengetuk pintu beberapa kali terbukalah pintu ruang Club Penelitian Ilmu Gaib serta nampaklah gadis cantik dengan rambut hitam yang diikat ekor kuda, gadis tersebut tersenyum dan mempersilahkan Naruto masuk.
Didalam ruang Club sudah berkumpul semua anggota dari Club tersebut, ditambah dua orang gadis yang tengah menggunakan jubah putih yang menatap Naruto intens. "Ada apa kalian menatapku?" Kedua gadis yang mendapat pertanyaan dari Naruto hanya tersenyum sinis dan berjalan menuju pintu keluar secara perlahan.
" Lebih baik kita segera keluar Irina, disini ada mantan biarawati yang hina dan ditambah lagi bocah kuning yang terlihat sok kuat ini." Gadis berrambut biru yang membawa sebuah pedang besar yang dibalut dengan perban putih berucap dengan nada yang terdengar ketus tepat disamping Naruto, Issei yang mendengar bahwa Asia dihina kini sudah tak dapat menahan emosinya.
Namun. "Aku kira malaikat itu adalah makhluk yang sopan, tapi kalian tak lebih rendah dari bangsa kami." Semua yang ada didalam ruang Club terkejut saat Naruto berucap demikian, lebih lebih dua gadis yang merasa tersindir, Naruto tahu mereka adalah malaikat saat Naruto sudah mulai memasuki area Kuoh Akademi, kedua gadis tersebut berhenti tepat dibelakang Naruto.
" Apa maksudmu iblis, apa kau marah aku menghinamu?!" Gadis berrambut biru itu lagi lagi berucap dengan nada yang terdengar ketus pada Naruto, entah dendam apa yang dia miliki namun dapat dilihat bahwa saat menatap wajah dari Naruto gadis tersebut merubah ekspresinya menjadi ekspresi benci.
" Aku tak mempermasalahkan kau menghinaku, tapi biarawati yang kau hina itu adalah teman dan adik kelasku, aku tak akan terima jika temanku kau hina sedemikian rupa, lihatlah dengan matamu itu, lihat Asia yang saat ini merasa bersalah saat kau memojokkannya dengan ucapan biarawati hina, apa kau tak tahu bagaimana perasaanya?! Bagaimana jika aku berkata jika kau adalah malaikat busuk yang lebih hina dari sampah."
Semua yang ada diruangan tersebut kini benar benar terkejut akan ucapan dari Naruto barusan, terlebih lagi gadis berrambut biru yang saat ini sudah menggeretakkan giginya menahan amarah yang dia tahan, gadis berrambut kuning pucat yang ada disamping gadis berrambut biru tersebut hanya dapat menghela nafas walau pun dia pun juga marah karena ucapan dari Naruto barusan.
" Jaga mulutmu iblis, aku hanya mengucapkan sebuah fakta yang terjadi." Naruto hanya tersenyum kecil saat mendengar jawaban dari gadis berrambut biru yang ada didepannya saat ini.
" Apa kau kehabisan kata kata, sebenarnya apa yang dilakukan Asia sampai sampai kau menghinanya seperti itu, lihatlah, dia hanya gadis kecil yang lugu yang tak tahu jika Issei memanfaatkan momen dimana dia memeluknya." Issei yang mendengar ucapan dari Naruto hanya mendecih cukup keras karena dengan spontan Asia melepaskan pelukan Issei dengan cukup kasar.
" Kau tahu, dia menolong iblis yang terluka, apa pantas dia disebut biarawati hah?!" Asia yang mendengar ucapan dari gadis berrambut biru barusan menundukkan kepalanya, Rias dan Akeno yang saat itu berada didekatnya berusaha menenangkan Asia yang saat ini tengah dipenuhi kesedihan.
" Ohh, karena hal tersebut, baiklah-" Naruto menggantung kata katanya dan dengan gerakan yang sangat cepat Naruto memukul perut gadis berrambut biru tersebut dengan kobaran api yang menyelimuti tangan kanan miliknya, tangan yang digunakannya untuk memukul gadis berrambut biru tersebut, luka bakar yang cukup besar tercipta diperut gadis tersebut.
Semua yang ada disana terkejut bukan main akan apa yang dilakukan Naruto barusan, gadis berrambut kuning pucat yang ada didekat gadis biru tersebut menatap tajam kearah Naruto, dia menarik pita yang terikat dilengan kirinya, entah karena apa pita tersebut kini berubah menjadi sebuah pedang.
" Apa maksudmu memukul temanku iblis!" Gadis tersebut melesat cepat kearah Naruto dengan pedang yang ada ditangannya, Naruto yang melihat hal tersebut hanya berdiri ditempat tanpa ada pergerakan sedikit pun, gadis tersebut menebaskan pedangnya veritikal kearah Naruto, namun dengan kedua tangannya Naruto menangkap pedang tersebut, dan dengan gerakan pelan Naruto melemparkan pedang beserta penggunanya kesisi kanan tubuhnya.
" Kekkai sudah siap bos." Dari pintu keluar muncullah sosok yang sama dengan Naruto, Naruto yang mendengar ucapan dari sosok tersebut tersenyum kecil, dengan gerakan pelan Naruto memutar kepalanya menghadap gadis berrambut biru yang kini tengah meringis kesakitan karena luka yang diterimanya cukup besar.
" Kau tak akan bisa keluar dari ruangan ini, Bunshinku sudah membuat kekkai diruangan ini, dan apa yang akan kau lakukan dengan luka itu jika diruangan ini hanya iblis yang bisa mengobatimu, kau lihat rekanmu itu sudah tak dapat menggerakan tubuhnya karena elemen listrikku sudah membuatnya lumpuh untuk sementara waktu, dan jika kau tahu luka tersebut tak akan sembuh dengan mudah, bahkan luka itu akan semakin membesar dan membesar-"
Semua orang yang ada didalam ruangan club tersebut dapat dipastikan terkejut akan hal itu. "Apa yang ingin kau buktikan sebenarnya Naruto-san." Kiba yang dari tadi tak mengerti akan tingkah Naruto pun akhirnya angkat bicara, namun sebuah senyumanlah yang dilontarkan Naruto pada Kiba. " Aku ? Aku hanya ingin malaikat biru ini meminta maaf pada Asia!" Sukses, dengan sukses Naruto membuat iblis dan malaikat yang ada diruangan tersebut membulatkan matanya.
" Sekarang terserah padamu, kau meminta maaf pada Asia atau kau mati disini, aku tak peduli jika para malaikat turun untuk menyerangku." Naruto dengan tenang dan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun berjalan menuu kursi yang ada diruangan club tersebut, dan dengan seenaknya Naruto mengambil teh yang masih ada didalam nampan dan meminumnya dengan tenang.
Malaikat berrambut biru tersebut mendecih dan- "Asia, aku minta maaf." Asia yang mendengar hal tersebut mengangguk lemah namun- "Sepertinya aku agak tuli, jadi bisa kau ulangi lagi malaikat biru?" Naruto yang tadi masih meminum teh kini tengah mengorek ngorek telinga dengan jari kelingkingnya, malaikat yang mendengar ucapan dari Naruto pun semakin mengeratkan gengamannya, dan akhirnya melemas.
" Baiklah, Asia aku meminta maaf yang sebesar besarnya padamu atas perlakuanku tadi padamu." Asia tersenyum dan mengangguk, semua yang ada disana tersenyum saat melihat Asia tersenyum namun Naruto berdiri dan berjalan kearah pintu.
" Issei kita akan berangkat saat ini juga, persiapkan dirimu-" Issei yang mendengar titah dari Naruto mengangguk mantap den mengambil tas koper yang dibawanya, Naruto membuka pintu ruangan tersebut. "-Dan kau malaikat, siram air lukamu itu dan kau akan sembuh begitu juga temanmu itu, dan untuk kekkai aku berbohong soal itu, jaa sampai bertemu lagi." Dengan lingkaran sihirnya, Naruto dan Issei menghilang bersamaan.
Dua malaikat yang mendapat perlakuan seperti itu menggeram marah dan akhirnya pergi meninggalkan club setelah membasuh lukanya dengan air, sedangkan kini seluruh peerage dari Rias sudah mulai memasuki ruang kelas masing masing dengan pikiran yang diketahui sedang pergi kesana kemari.
Dan mulai hari ini, Issei akan merasakan apa itu yang namanya Berlatih Keras.
T . B . C
Kayanya Wordsnya kebanyakan behehe, tapi tak apalah, mohon tinggalkan jejak. Dan untuk yang sudah memFavFol saya ucapkan terimakasih, begitu pula untuk yang sudah mereview.
Komozaku Wooza Out . . .
