Chap 7 telah APDET!!!! *disambit*

Huh…akhirnya apdet juga chapter ini!! Pasti para readers udah pada ga sabar baca lanjutannya! Penasaran kan sama siapa yang tiba-tiba masuk klinik tempat Hinata, Sasuke, Sakura dan Sai kan.....????

Readers: "KAGAK!!!!!"

Dhitta: *langsung pundung di deket dapur*

Pokoknya setiap minggu akan dhitta usahakan untuk apdet fanfic. Baik Shinobi Gank ataupun Dearest. Oiya seperti biasa juga abis baca jangan lupa review ya!!!! Mau nge-flame juga gak apa-apa ko! Karena dhitta masih butuh kritik dan saran! Satu lagi, yang udah setia baca Shinobi Gank dari awal, kuucapkan banyak terima kasih!!!!

Maaf ya kalo di sini Sasuke sama Naruto nya jadi OOC...*ditembak Sasu-Naru FC*

Nb: Jangan lupa juga baca Dearest ya....!*ditendang* (Ni author promo mulu!)

Summary:" Mungkin Hinata takut dengan reaksiku dan Sakura nanti!" Sai menjawab sambil menghela napas panjang." Jadi maksudmu Hinata melindungi Naruto?"

Disclaimer: " Tok...tok...Asalamualaikum om Kishi! Dhitta pinjem chara om dulu ya????" Om Kishi menjawab " Emang gue om lu!" Loh sejak kapan Masashi Kishimaoto jadi logat betawi???

The Shinobi Gank

Chapter 7 Hinata's Heart

Suasana hening akan langsung menyambut kalian saat membuka salah satu kamar di klinik Universitas Tokyo. Sakura yang saat itu ada didalam kamar klinik yang sedang dihuni oleh salah satu dari putri keluarga Hyuuga itu langsung melempar pandangannya ke arah lain. Seperti enggan bertatap muka dengan seseorang yang baru saja datang.

" Mau apa kau kesini?" Ucap Sai dingin. Baru kali ini Sai berkata dingin. Biasanya Sai selalu ramah dan tersenyum. Walaupun menurut Sakura, senyum Sai adalah senyuman palsu.

" Tentu saja ingin menjenguk kekasihku tercinta, apa itu salah?" Naruto menjawab kata-kata Sai dengan santai, namun merendahkan.

" Salah atau tidak, tapi kehadiranmu sangat mengganggu!" Sakura berkata ketus dan memberi Naruto death glare andalannya.

" Benarkah? Kau merasa terganggu dengan kehadiranku, Hinata-chan?" Naruto melempar pandangannya ke arah Hinata.

Hinata hanya menatap Sai penuh arti. Sai yang menyadari tatapan Hinata, langsung mendekatkan diri kesisi Hinata. Dikecupnya kening Hinata.

Perilaku Sai ini tentu membuat Naruto dan Sasuke menaikan sebelah alis mereka dan saling berpandangan. Kenapa Sai mengecup kening Hinata?.

Setelah itu Sai mengajak Sakura keluar ruangan. Nampak Sakura sedikit menolak ajakan Sai. Namun hanya dengan sekali tatapan, Sakura langsung menurut dan mengikuti Sai sambil menarik lengan Sasuke.

000000

" Kenapa kita meninggalkan Hinata sendirian dengan Naruto?" Tanya Sakura mengiterogasi Sai.

" Ini untuk kebaikan Hinata, Sakura!" Sai berkata sambil mengambil posisi duduk di kursi depan ruangan Hinata.

" Untuk kebaikan Hinata? Dengan meninggalkan Hinata bersama si brengsek Naruto itu!" Sakura berkata dengan emosi, namun ia tetap dapan menjaga volume suarannya agar tidak terdengar orang lain selain mereka.

" Aku telah lama mengenalnya, dan Naruto tidak akan mungkin melakukan hal yang macam-macam dengan Hinata." Kali ini Sasuke membuka mulutnya.

" Sasuke benar!" Sepertinya keputusan Sai untuk membenarkan kata-kata Sasuke salah, karena buktinya Sakura langsung menghadiahi Sai dengan tatapan horor.

" Aku benar-benar tidak mengerti dengan pikiran kalian!" Sakura meninggalkan Sai dan Sasuke yang terduduk dikursi samping ruangan Hinata dan menuju ke arah jendela ruangan Hinata yang terbuka.

Dilihatnya Naruto sedang duduk di kursi samping Hinata. Sadar akan diperhatikan orang lain, Naruto langsung bangkit dari duduknya dan dengan santai berjalan menuju jendela ruangan Hinata. Sakura dapat melihat dengan jelas dibalik kaca jendela Naruto sedang menjulurkan lidahnya sedikit ke arahnya tanda meledek dan dengan cepat langsung menutup jendela itu dengan tirai.

" Ugh...." Sakura mulai naik pitam, ia hendak memukul jendela ruangan Hinata dengan kepalan tanggannya, namun Sai dengan cepat langsung mencegah Sakura.

" Lepaskan aku Sai...!!! Biarkan aku membunuh si brengsek itu!!!" Teriak Sakura memberontak. Tetap diberikannya penekanan pada kata 'brengsek'. Sakura sudah tidak memperdulikan lagi imagenya yang langsung hancur akibat teriak-teriak di klinik kampus.

Sasuke hanya memutar bola matanya bosan, melihat tingkah laku Sakura dan Sai yang kerepotan menahan Sakura.

Sakura masih terus memberontak, Sai yang sudah keropotan langsung mengeluarkan jurus ampuh untuk menghentikan Sakura.

" Sakura jangan kau pukul, nanti jendelanya pecah dan kau akan diminta ganti rugi oleh pihak kampus!" Sakura langsung berhenti memberontak dan berfikir sejenak. " Benar juga ya, Sai! Nanti gajiku habis hanya untuk mengganti kaca yang pecah!" Ujar Sakura tertawa sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sai langsung tersenyum.

Namun Sakura langsung berhenti tertawa ketika melihat Sasuke berusaha menahan tawanya melihat tingkah Sakura yang peka terhadap uang. Wajahnya seketika memerah. Dan langsung meninggalkan Sai dan Sasuke.

0000000

" Berhentilah menatapku dengan tatapan seperti itu Hinata! Kau menatapku seolah-olah aku ini adalah seorang penjahat!" Naruto berkata dingin. Hinata hanya memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Naruto.

" Kau demam?" Naruto mendekati Hinata dan meletakan keningnya diatas kening Hinata. Sekarang Hinata dapat merasakan hembusan nafas Naruto membelai kedua pipinya yang sudah memerah tidak karuan akibat sentuhan dari Naruto.

" Apa yang kau rasakan saat ini?" Tanya Naruto lembut. Sesaat Hinata dapat merasakan sisi baik dari seorang Uzumaki Naruto. Naruto masih tetap menempelkan keningnya di kening Hinata.

" Rasanya sakit." Jawab Hinata lirih. Matanya sudah mulai berkaca-kaca.

" Dimana?" Tanya Naruto.

" Disini, rasanya sakit sekali! Seperti tersayat-sayat..." Hinata menyentuh dadanya. Naruto tersenyum lembut dan mengecup bibir Hinata lembut. Hinata memejamkan matanya dan menikmati setiap detik saat-saat itu. Saat-saat dimana Naruto-kun nya telah kembali menjadi Naruto-kun yang mencintainya.

000000

Suasana hening kembali menyerang Sai dan Sasuke. Keduanya terlalu malas untuk memulai pembicaraan. Mereka terlalu sibuk bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.

" Apa ia selalu bersikap seperti itu?" Sasuke mulai membuka pembicaraannya dengan Sai.

" Maksudmu Sakura? Bersikap seperti apa?" Sai menatap Sasuke.

" Bersikap terlalu overprotektif pada Hinata?" Sasuke membalas tatapan Sai.

" Berarti kau belum mengenal Sakura dengan baik." Ucap Sai penuh arti sambil tersenyum.

" Maksudmu?" Wajah tampan Sasuke menunjukkan ekspresi bingung.

" Sejak SMP, Hinata sering sekali diganggu oleh teman-teman disekolah kami. Tetapi Hinata tidak pernah membalas perilaku kasar mereka. Hinata lebih memilih memendam perasaannya dan menangis sendirian. Saat itulah aku dan Sakura yang sudah bersahabat akrab sejak SD, selalu memperhatikan Hinata yang selalu menangis dibawah pohon dekat sekolah kami. Kami berdua memutuskan untuk mendekati Hinata dan bertanya apa yang menjadi penyebab Hinata selalu menangis..." Sai mulai bercerita tentang masa lalunya bersama kedua sahabat terbaiknya. Sasuke memperhatikan Sai dengan seksama, seperti seorang murid yang mendengarkan gurunya berbicara di depan kelas.

" Hinata mulai menceritakan masalahnya pada kami. Kecerdasannya dalam pelajaran membuat teman-temannya iri dan memutuskan untuk menjauhi dan menghinanya. Saat mendengar semua itu, Sakura langsung bertindak dan menghajar salah satu teman Hinata yang paling jahat dan mengancam mereka semua jika berani melakukan hal seperti itu pada Hinata, akan berhadapan langsung dengannya. Sejak saat itu tidak ada satu pun yang berani berbuat jahat pada Hinata. Hinata sendiri pun yang awalnya pemalu, mulai sedikit membuka diri dan akhirnya menjadi anak yang memiliki banyak teman. Ia sangat mengagumi sosok Sakura yang selalu tegas dan membela yang lemah. Berkat Sakura lah, Hinata bisa seperti sekarang." Sai tersenyum tipis saat mengenang kembali masa lalunya.

" Kami bersahabat akrab sejak saat itu, Hinata selalu mencurahkan isi hatinya pada kami, begitu juga pula sebaliknya..." Sai kembali melanjutkan ceritanya.

" Namun sejak jadian dengan Naruto, Hinata berubah. Ia menjadi tertutup pada kami. Ia tdak pernah menceritakan masalahnya dengan Naruto. Aku dan Sakura sering melihat Hinata menangis sendirian. Aku tahu pasti terjadi sesuatu antara Naruto dan Hinata, yang membuat Hinata sahabat kami menjadi seperti itu. Dugaanku dan Sakura benar, kami pernah sekali memergoki Naruto sedang jalan berdua dengan perempuan lain. Saat kami berdua menceritakan apa yang kami lihat, Hinata justru menyangkal semuanya. Ia mengatakan bahwa Naruto tidak selingkuh, yang kami lihat adalah Naruto dengan saudara perempuannya."

" Kenapa Hinata berubah?" Tanya Sasuke

" Mungkin Hinata takut dengan reaksiku dan Sakura nanti!" Sai menjawab sambil menghela napas panjang.

" Jadi maksudmu Hinata melindungi Naruto?" Tebak Sasuke serius.

" Bisa jadi seperti itu." Jawab Sai. " Tapi aku yakin Naruto pasti bisa berubah! Karena bagaimanapun Hinata sahabatku tidak mungkin salah dalam memilih pasangan!" Ujar laki-laki tampan berambut hitam itu sambil tersenyum.

Mendengar cerita Sai, Sasuke jadi mengerti betapa besarnya cinta seorang Hyuuga Hinata pada sahabatnya Naruto. Membuatnya sadar juga tentang pentingnya cinta dalam setiap hubungan.

Sasuke bengkit dari kursinya dan tersenyum tipis ke arah Sai. " Sai, apa kau merestuiku?" Tanya Sasuke, membuat Sai bingung.

" Maksudmu?" Tanya Sai minta penjelasan.

" Merestuiku dengan sahabatmu Sakura?"

" Maksudmu kau sudah jadian dengan Sakura?!" Tanya Sai lagi.

" Untuk saat ini belum, tapi asal kau tahu, aku menyimpan perasaan padanya! Tidak mustahil bukan jika kami bisa menjadi sepasang kekasih?" Sasuke berkata sambil mengeluarkan seringainya.

" Jika nanti Sakura memilih untuk bersamamu? Apa boleh buat? Aku akan mendukung apa pun keputusan Sakura!" Jawab Sai sambil tertawa kecil.

" Tapi satu hal yang harus kau ingat, Sasuke!" Sai mulai serius dalam bicaranya, membuat Sasuke menatap lurus mata Sai.

" Sakura tidak seperti perempuan lain yang bisa kau permainkan! Jadi jangan pernah sekali pun berniat mempermainkannya...karena saat itu juga kau akan berurusan langsung denganku!" Ancam Sai dingin namun tajam. Sasuke hanya tersenyum licik sambil menepuk bahu Sai.

" Bunuh aku...Jika aku berani menyakitinya!"

End Chapter 7

Kyaaaaaaaaa.....*jedot-jedotin kepala ke tembok kamar*

Kenapa bisa bikin lanjutan Shinobi Gank jadi seperti ini?!

GaJe banget deh...Tapi dhitta sudah berusaha keras untuk tetap buat yang terbaik!! Bener deh sumpah!!!

Jadi maaf ya kalo hasilnya kurang maksimal!

Soal Sasuke dan Naruto maaf sekali lagi, dhitta dengan seenaknya merombak karakter mereka seenak dhitta!!!

Pokoknya tetep setia review dhitta ya! Jangan bosen-bosen nungguin dhitta ya!!!

Readers: " OGAH"

Dhitta: *langsung pingsan ditempat gara2 shok*

Bocoran chapter selanjutnya : Huwaaaaaa....Sasuke berjanji pada Sai!! Janji seorang laki-laki!! *berkata dengan berapi-api*.

Apakah Sasuke mampu membuat Sakura berpaling padanya? Apakah Sasuke juga mampu memenangkan hati Sakura yang sedang dilema dengan masa lalunya? Bagaimana juga dengan kelanjutan adegan Naruto dan Hinata yang sedang berkissu2 ria di klinik? Dan apakah Naruto dapat berubah? (sambil niru gaya Feni Rose).

Jawabannya hanya ada di chapter selanjutnya The Shinobi Gank!!!!! Huhahahahahaha *disumpel sendal*

Jawab review:

Pick-a-doo

Gak apa-apa ko kalo baru sempet...malah dhitta seneng di review...kheheh

Makasih sudah review

Chariot330

Hore...*nari-nari gaje* tebakanmu benar...yang datang Naruto!!!*ditendang

Terima kasih sudah review!!apa sudah cukup panjang...?

Nakamura Kumiko

Aduh jangan pangil author lemeng kaya dhitta senpai...panggil dhitta-chan aja ya...dhitta-hime juga boleh *digampar bolak-balik

Wah para readers hebat ya bisa menebak sipa yang datang!!*orang udah bisa kebaca!dasar autis*

Terima kasih sudah review!

Ritsukika Sakuishi

Terima kasih Ritsuki n Ritsuki!!! I love you!!!*niru gaya michael jackson*

Telah ku apdet...maap ya kalo gaje..

Chiwe-SasuSaku

Wah pangeran aku juga mau pangeran Sasuke...! *dikaiten neji gara2 ga setia, orang jelas diprofil suka neji bukan sasuke*

Telah ku apdet...maap kalo ga mutu..khe

Mayuka-Rui

Emang ya Sasuke gomabal (ni orang autis banget, orang yang bikin sasu gombal diri sendiri)

Khe telah ku apdet...

HinaNia Uzu-aurora

Jangan pundung dong Hinania-chan...nih dhitta bawain balon...warna merah loh..*digampar*

D chap ini Sai nongol loh...banyak lagi..

Haruchi Nigiyama

Wah avatar yang bagus nih Haruchi-san! Request akan terpenuhi..!!!

Sessio Momo

Momo-chan...!!!*mata berbinar-binar*

Aduh jangan panggil senpai momo-chan panggil dhitta aja atau dhitta-chan,,,,kalo ga terserah momo-chan deh....asal jangan panggil dhitta-kun!*tereak-tereak gaje*

Telah ku apdet!!!

No Name

Kau pasti senang, karena disini dhitta buat adegan NaruHina berkissu2...kheheh*dasar lemeng*

Telah ku apdet!!!

Green YuupiCandy-Chan

Sudah bisa menebak siapa yang datang kan!!!!*nyengir kuda*

Terima kasih sudah review!!!!!!!!

Sasusaku_forever

Di chap 8 bakal ada adegan romance SasuSaku! Untuk sementara ini aja dulu ya..*puppy eyes*

Terima kasih atas pujiannya...dhitta jadi malu*hoeek*

Evey charen

Iya maaf yaaa..evey-senpai, dhitta bikin Sasu jadi OOC...habis otak putul dhitta terinspirasi buat bikin sasu-nya jadi gombal...kheheh...terima kasih atas sarannya!!!terima kasih telah review!

Sudikah para readers untuk review????