Rated: T
Genre: Romance, slight! Humor, Friendship
Warn: OC, OOC, gaje, Typo, EYD, update lama, no flame! And more.
°Himuro Tatsuya x Reader's x Liu Wei°
.
.
Summary:
Himuro Tatsuya dan Liu Wei, mereka adalah sahabatku yang sangat baik, aku sangat senang memiliki sahabat seperti mereka. Tapi, apa aku harus memilih diantara mereka?
.
.
Reader's Pov*
Wow... pertandingan ini cukup menarik perhatian orang orang... ya... hasilnya tak terduga juga sih. Kukira prediksiku salah, kukira Seirin akan kalah. Ya... untungnya Kagami-kun memasuki zone. Seirin 101 : 100 Touou.
"Oii... [Name]! Ayo kita ke penginapan! Araki-kantoku sudah memesan tempat." Ujar Fukui-senpai padaku.
"Ha'i, senpai." Dan kami berjalan menuju penginapan tersebut.
Kami menuju stasiun untuk menaiki kereta karena jarak penginapannya cukup jauh.
Disamping kananku ada Himuro-kun dan di samping kiriku ada Liu, dan aku duduk diantaranya! Gimana nih? Fukui-senpai siul siul gak jelas lagi, awas kau nanti senpai! aku bingung... Aku... juga ngantuk...
"[Name], kau kenapa?" Tanya Liu, tapi aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas, karena pandanganku sudah buyar.
"Aaa... Aku..."
Normal Pov*
Kau langsung tertidur bersender di bahu Liu, dan dia tersenyum padamu.
"Sampai segitunya kah dia kelelahan?" Ucap Liu sambil membenarkan posisimu.
"Mungkin karena perjalanan dari Akita ke sini cukup jauh, yasudahlah... kita bangunkan nanti saja." Ucap Himuro yang ada disampingmu.
*SKIP TIME*
"[Name]... bangun, kita sudah mau sampai." Ucap Himuro yang menepuk pelan pipimu.
"Hm? He?! aku ketiduran?! Sudah berapa lama aku tertidur?!" Ucapmu panik saat terbangun.
"Hampir 30 menit [Name], sudah, ayo kita turun. Kita sudah sampai." Ucap Liu yang beranjak bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kereta.
"Uwaa... lama banget." gumammu sweatdrop.
"Kenapa [Name]? Ayo cepat." Ajak Himuro padamu.
"Ah, tidak apa apa. Ayo." Dan kau bersama Himuro berjalan keluar dan menuju penginapan yang sudah dipesan pelatihmu.
.
'Whoa... penginapan yang dipesan Araki-kantoku cukup besar juga ya' pikirmu sedikit kagum.
"Ngapain kau bengong disitu [Name]? Ayo masuk." Ujar Liu yang membuatmu terbangun dari lamunanmu.
"Aku gak bengong Wei Liu-san." Ucapmu sambil menggembungkan pipimu.
Tiba tiba dari belakang ada yang menepuk bahumu. "[Name]..."
"Hii! Eh? Ui-chan?! Kamu ikut ke sini?" Kau berbalik badan mengarah Ui.
"Hmph, masa aku dilupakan, kan aku juga ada tugas dari jurnalistik... kamu gimana sih [Name]... tugasku jadi tambah berat gara gara kamu tiba tiba jadi manager klub basket tau."
"Ehehe... gomen. Tapi itu hanya sementara kok."
"Hah... ayo masuk, Kaede-san, [Name]." Ucap Liu, dan akhirnya kalian bertiga masuk penginapan tersebut.
.
Reader's Pov*
Setelah tadi kena omelan dari Araki-kantoku yang gak jelas alasannya kenapa dia hanya mengomeliku, sementara Ui-chan dan Liu dipersilahkan untuk ke kamarnya. Setelah aku menata ruangan yang akan kutempati, aku langsung menuju pemandian air panas. Lalu aku berendam disana.
"Hah... nyawaku kembali lagi"
Aku melirik ke kanan dan kiri, sepertinya tidak ada orang selain aku, ya... mungkin karena ini sudah hampir larut malam.
"Sebaiknya aku kembali sa...ja, hii! Mou... Ui-chan, jangan kagetkan aku terus dong..."
"Habisnya... [Name] lucu sih..." Ucapnya, huh... kalau kau bukan temanku, sudah habis nih orang...
"...? Apa yang kau lihat Ui-chan?" Ucapku sedikit mengintimidasi.
"Hmm... tidak, tidak apa apa."
"A-apa sih?! APA YANG KAU LIHAT UI-CHAN?!"
"Bukan hal penting kok... ayo kita kembali." Ucapnya lalu menuju ruang ganti, aku juga mengikutinya.
"ITU YANG AKU INGINKAN DARI TADI! Ui-chan, kamarmu dimana?" Tanyaku padanya sambil mengenakan baju ganti yang disediakan dari penginapan, dan mengeringkan rambutku. Begitu juga dengan Ui-chan.
"Sebelahmu. Ayo kita kembali, ini sudah larut."
"Ha'i ha'i..."
Kami berdua berjalan menuju ruangan kami masing masing, dan setelah sampai, kata Ui-chan dia ingin ke ruanganku, tapi aku menolaknya. Dia merengek terus... dan akhirnya aku izinkan.
SREK...
Wow... ini dia pemandangan yang tidak ingin kulihat...
"KENAPA KALIAN SEMUA ADA DISINI?! INI KAMARKU! KELUAR KALIAN!" ya, ini dia pemandangan yang tidak ingin kulihat. Di kamarku ada Fukui-senpai, Okamura-senpai, Himuro-kun, dan Liu.
"Hei... gak usah gitu dong... kita kesini cuma buat main..." siapa lagi kalau bukan Fukui-senpai yang ngomong.
"Hah? Gak usah gitu gimana?! Lagian mau main apa malem malem gini hah?!"
"Truth or Dare. Katanya gitu." Lanjut Himuro-kun.
"Hah? Truth or Dare? Lagian ini udah malem senpai, kita besok ada pertandingan kan? Udah deh, lebih baik kalian kembali ke kamar masing masing. Ui-chan juga."
"Hee... ayolah [Name]"
"Tidak Fukui-senpai, sekali tidak tetap tidak boleh."
"[Name], aku juga mau main... gimana kalau sebentar?"
Haduh... Ui-chan juga ikut ikutan, hmm... gimana nih? Ui-chan juga mau main... tapi ini sudah malam oi! Pikirkan [Name], pikir...
"Hah... yasudahlah, ayo main. HANYA SEBENTAR. Atau aku berubah pikiran. Dan satu hal lagi, jangan ribut, kalau tidak nanti bisa ketahuan Masako-sensei. Game ini hanya berlangsung 10 menit." Ucapku sambil duduk di sebelah Himuro-kun.
"Yeey! Ayo!" Sorak Fukui-senpai.
"Karena ini kamar [Name], gimana kalau yang memutar botol duluan itu [Name]?" Usul Okamura-senpai.
"Hm... ayo [Name], putar botolnya." Lanjut Himuro-kun.
Dan aku memutar botolnya, dan aku berharap semoga yang kena Fukui-senpai. Dan... bingo! Tepat sasaran, kena kau senpai!
"Hehehe... Fukui-senpai, kau milih apa?" Ucapku sedikit mengejeknya.
"Cih, aku milih kejujuran."
"Hmm... apa ya...? Ah! Fukui-senpai, bisakah kau sebutkan pengalaman yang memalukan?"
"Ha-ah? Hm... ada sih, tapi itu sangat memalukan! Aku tidak mau!"
"Heeh... kalau begitu traktir aku di kantin selama seminggu jika kau tidak mau memberitahukannya"
"Geh... Aku lebih baik memilih mentraktir daripada harus memberitahukannya."
"Yeey! Rencanaku berhasil!"
"Cih, kau licik [Name]."
"Sudah sudah, ayo lanjutkan. Fukui-senpai selanjutnya giliranmu." Lerai Himuro-kun.
Fukui-senpai akhirnya memutar botol tersebut, dan sampai di Okamura-senpai.
"Hihi... Okamura, kau pilih apa?"
"Aku pilih keberanian!"
"Ja... minum air 5 liter selama 5 menit? Bisa tidak? Ini sudah ku sediakan."
"Dari mana kau dapat semua itu senpai?!" Aku menggebrak mejaku pelan agar tidak ketahuan Masako-sensei.
"Hehehe... rahasia... ja, Okamura. Minum ini semua."
"Baiklah, akan kulakukan."
Uwaa... lihat gorila hid- eh, salah. Lihat manusia yang satu ini minum 5 liter air kuat gak ya? Penasaran... jadi penasaran...
1 liter abis.
3 liter abis.
4,5 liter abis.
"Ayo senpai! Kau pasti bisa!" Aku memberi semangat padanya.
5 liter abis.
'Prok prok prok'
Kami memberi tepuk tangan dan yang ditepuki hanya mengucapkan 'terimakasih'.
"Senpai sugoi! Kau bisa menyelesaikannya! Fukui-senpai berarti kalah" Pujiku padanya dan sedikit mengejek Fukui-senpai.
"Cih, diam kau [Name]. Okamura, lanjutkan." Dan Okamura-senpai memutar kembali botol itu, sampai kepada Ui-chan.
"Aku pilih keberanian."
"Kaede kah... hm... apa ya? Tembak Fukui Kaede!" Ucap Okamura-senpai, yang disuruh begitu hanya blushing. Dan yang menjadi sasaran ditembaknya sama.
"E-eh?! Kenapa begitu senpai?! A-aku bukannya tidak mau sih..."
"Ehem, berarti itu kau menyukainya kan? Aku bisa melihatnya dari wajahmu." Balas Okamura-senpai pada Ui-chan, senpai... Aku juga tahu Ui-chan dari dulu suka sama Fukui-senpai... ya... sebenarnya memang harus secepatnya diberitahu...
"Tapi terlalu cepat senpai!"
"A-aku tidak apa apa... tergantung pada Kaede."
"Hah?" Kami berempat (Aku, Okamura-senpai, Himuro-kun, dan Liu) cengo ditempat. Masalahnya yang ngomong Fukui-senpai! Aku tahu benar Fukui-senpai seperti apa! Baiklah, kita lihat yang satu ini, Ui-chan.
"J-Ja... ini memang benar dari dalam lubuk hatiku, A-aku menyukai Fukui-senpai..."
'HAH? Kau sangat berani Ui-chan...' pikirku gak percaya apa yang dilakukan oleh sahabatku.
"Ukh... ukhm... A-aku..."
"Aku...?" Seru kami berempat berbarengan. Gak tau kenapa bisa barengan gini... kompak pula.
"Menerimanya"
"..." hening. Suasana jadi hening diantara kami. Lalu aku angkat bicara.
"A-ano... Fukui-senpai, itu Truth atau Dare?" Tanyaku ragu ragu.
"Truth" Lalu aku menoleh pada Ui-chan.
"Ui-chan, gimana?"
"U-um... Fukui-senpai, arigatou. Aku juga."
"J-ja, kita lanjutkan atau tidak?"
"Hmm? Lanjutkan apa [Name]-san...?" Aah... pasti ketahuan deh... padahal sudah kututup pintunya...
"Ma-Masako-sensei? Ti-tidak kok... bukan apa apa"
Normal Pov*
Kau gemetaran ketika melihat Masako yang akan mengomelimu, tapi Liu segera mengambil tindakan.
"Fukui-senpai, Okamura-senpai, Himuro, Kaede-san, kalian duluan saja." Ujar Liu pada mereka berempat.
"Tapi... apa kau bisa?" Tanya Himuro khawatir.
"Iya. Aku yakin."
"Baiklah, kalau begitu kami serahkan padamu Liu." Ucap Fukui dan Okamura menepuk pundak Liu. Mereka berempat akhirnya pergi diam diam tanpa diketahui Masako, dan akhirnya hanya ada tiga orang di kamar ini. Kau, Liu, dan Masako.
"Ano... Araki-kantoku, sebenarnya aku yang mengusulkan untuk kesini." ucap Liu yang tiba tiba ada disampingmu.
"Apa? Kau bilang apa Liu-san?" Tanya Masako dengan wajah yang sangat mengerikan.
"Aku yang salah, maaf." Ucap Liu dengan nada seperti orang yang bersalah.
"Hmm... jika nanti kita sudah pulang, akan ku tambah latihanmu! Cepat kembali ke kamarmu!" Ucap Masako dan menutup pintunya dengan kasar.
"Hah... maaf Liu aku- eh?! Liu?" Kau di dorong pelan oleh Liu, dan posisimu sekarang berada di bawah Liu.
"[Name]..." lalu dia melumat bibirmu, karena kau sedikit bingung tak sengaja bibirmu sedikit terbuka, dan itu membuat Liu memasukkan lidahnya dan bermain lidah bersamamu.
"Nngh... kau kenapa Liu?" Ucapmu menatapnya sayu karena hampir kehabisan oksigen dan dia kembali ke posisi semula, begitu juga dengan kau.
"Liu... ku tanya kenapa?" Kau di peluk olehnya dan sekarang wajahmu bersentuhan dengan dada bidangnya, lalu dia mengelus lembut kepalamu.
"Jangan buatku khawatir [Name]..."
"... Maaf." Jawabmu sambil menikmati posisi kalian, dan kalian kembali seperti semula.
"[Name]..." ucapnya yang sedari tadi mengelus kepalamu, kini turun ke pipimu.
"Apa Liu?"
"Jadilah pacarku."
"E-eh? Kenapa tiba tiba?"
"Kau bilang jika sudah memberitahu Himuro, kau baru akan menjadi pacarku? Karena itu, menurutku ini saat yang tepat."
"Kenapa [Name]?"
"Ha'i, aku mau."
"Terimakasih [Name]. Ja, aku harus kembali."
"Baiklah." Kalian berdiri dan menuju pintu. Lalu Liu membukanya.
"Besok berjuanglah Liu."
"Itu sudah pasti, Yosen akan menang." Ucapnya, lalu mengecup keningmu.
"Mata ashita." Ucapmu melambaikan tangan. Dan lalu menutup pintu kamarmu.
'Aaa! Hari ini! Aku jadian sama Liu! Gak tau harus gimana! Sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur! Tapi... besok ada pertandingan! Tenang [Name]... tenang... tapi... bagaimana dengan perasaan Himuro-kun saat dia tahu aku berpacaran dengan Liu?' Pikirmu bingung seraya membaringkan tubuhmu dan menutup kelopak matamu berusaha menuju alam mimpi.
~To Be Continued~
A/N: Uwaa... tidak ada review sama sekali di chap... tapi makasih yang sudah mampir untuk membaca fic ini, terimakasih juga yang sudah fav dan follow fic ini. Saya tak segan segan untuk meminta review, saran, kritikan, maupun guest. Satu review sangat berarti bagi saya. Akhir kata.
See you in next chapter!
