Gomen, buat para reviewers yang sudah menunggu fic ini, untk minggu ini author bakalan update ceritanya setiap minggu, soalnya author bener-bener di kacauin sama tugas kuliah yang mulai menyerbu plus praktikum menyebalkan =.=, yah malah curhat deh
tapi tenang aja minna-san, aku pasti bakal lanjutin, n tiap minggu bakal update lebih dari 1 chapter jadi tenang aja.. mm gomen ne.. nggak bisa balas review nya satu-satu. tapi thanks dah review, review lagi yaah..
Happy reading!
something about you
by ishikawa ayica
Disclaimer: Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei ^_^
Pairing: sakura & sasuke
Warning: gaje, and pastinya kalau kurang berkenan jangan dibaca ^_^
Kami benar-benar tidak menyangka bahwa hinata adalah generasi selanjutnya dari putri hyuuga yang memiliki aura keabadian, semua pandangan terarah pada hinata, di luar dugaan, ku fikir hinata akan menunduk malu, namun yang terjadi adalah dia menatap lekat emerald sakura, di saat kami semua masih antara percaya dan tidak percaya, hinata kembali menyuarakan kebingungannya.
"Bagaimana sakura-chan tau kalau aku punya aura itu, sementara aku tidak pernah tau apa-apa yang terjadi di tubuhku, aku merasa sehat, aku merasa normal, tidak ada kelainan yang ku rasakan dalam tubuhku"
Kemudian semua pandangan teralih lagi pada sakura, seolah menuntut jawaban darinya
"wajar saja, pendahulumu (putri hyuuga) hingga ajal menjemput tidak mengetahui kelebihannya, aku rasa itu membuat auramu tertutupi, aku pun tidak menyadarinya, aku menyadari kau memiliki aura itu ketika bayangan kematian tidak pernah ku lihat mendekatimu, tapi seharusnya kau mencurigai dari mana daya tahan tubuh yang kuat itu? Bukankah kau jarang sakit hinata? Bahkan terlukapun, kau tidak menyadarinya, karena luka itu akan sembuh sebelum kau sadar kau tengah memiliki luka."
"apa maksudmu bayangan kematian itu?" tanya ino yang masih penasaran
"kematian, selalu dekat dengan siapa saja di dunia ini, termasuk aku dan seluruh anak di sekolah, termasuk kalian, bayangan hitam kematian itu selalu mengitari kita, mengawasi gerak gerik kita, jika akan ada yang meninggal maka seminggu sebelumnya bayangan kematian itu akan selalu ada di dekat korban, kemanapun korban pergi selalu ada bayangan hitam itu di dekatnya, tapi berbeda dengan hinata, ia tak pernah di datangi bayangan kematian, bayangan itu selalu menjauh darinya atau mungkin aku yang tidak dapat melihat bayangan itu, sebab hinata memiliki aura keabadian"
"bukankah jika memiliki aura keabadian seharusnya pendahulu hinata tidak akan menginggal? Apa gunanya ia memiliki aura keabadian jika akhirnya ia meninggal, kau tau? Karena itulah di sebut keabadian" kali ini naruto membanggakan spekulasinya sambil melipat tangan di dada.
"ck, bodoh! Aura keabadian itu tidak di maksudkan untuk hidup abadi selamanya, namun di maksudkan untuk pemilik aura itu akan tetap memiliki generasi, generasi pemilik aura itu tidak akan pernah terputus atau terhenti. Aura keabadian memberikan kekuatan alam kepada pemiliknya, regenerasi sel dan daya tahan tubuh yang kuat, namun dulu putri hyuuga meninggal begitu saja, alasan mengapa daya tahan tubuhnya melemah adalah karena kegelisahan hatinya, akan kehilangan sahabatnya, yang membuat aura keabadian tidak dapat menyalurkan energi pada putri hyuuga hingga akhirnya ia meninggal."
Sakura menjawab pertanyaan naruto barusan, dan langsung membuat naruto cemberut,karena dikatai bodoh oleh sakura, sedangkan aku tengah menyeringai ke arahnya.
"lalu bagaimana dengan uchiha?" tanyaku pada sakura, sekilas ku lihat teman-temanku ikut mengangguk membenarkan pertanyaanku
"uchiha baik-baik saja, tidak ada generasi selanjutnya yang memiliki aura kekuatan di dalam uchiha sekarang, karena aura itu telah terserap pada para savage yang mengincar hinata sekarang"
Jawab sakura yang menatapku tepat kedalam mataku, aku merasakan seperti tercekat sesuatu karena pandangannya, oh ayolah,, jangan sekarang.
"lalu dimana para savage itu sekarang?" tanya tenten
"ada di luar, mereka tidak pernah jauh dari hinata"
"apaaa? Sa-sakura-chan,, kau bercanda kan..?" tanya atau gagap naruto sambil celingak celinguk mencari sesuatu
"tidak" jawab sakura membuat naruto seolah kehilangan arwahnya
"sampai kapan mereka akan mengejar hinata, sakura? Tidak bisakah kau menghentikannya?" tanya neji
"sampai mereka berhasil mendapatkan aura milik hinata, aku sudah mencoba menghentikannya dengan menjauhi kalian, aku menjauhi hinata agar para savage yang mengikutiku tidak dapat merasakan keberadaan aura hinata, namun semuanya percuma dan gagal saat kalian memutuskan untuk berteman denganku, para savage itu telah begitu tergiur dengan aura hinata, dan mereka sama sekali tidak lagi mau mendengarkanku, untuk alasan itu rumahku selalu terlindungi kekkai"
Sakura menjawab dengan wajah serius dan geramnya, aku bisa mengerti mengapa ia marah, aku tidak tau dia melakukan itu untuk melindungi hinata atau sekedar menjalankan tugasnya, yang aku tau, gadis ini tulus. Semuanya terdiam dan menunduk, mencoba berfikir kembali, memutar memori dimana sakura selalu menjauh saat di dekati, tak jarang ia bahkan pernah berlaku kasar pada teman-temanku. Dan kini ketika kami menyadari alasannya, semua sudah terlambat.
"itu bukan alasan kau menjauhi kami sakura" kata ino menatap sakura
"yah, ino benar, kau punya kehidupan dan kau harus bahagia bagaimanapun caranya, seberat apapun tugasmu, bukan menjadi alasan untukmu menjauh dari kehidupan" kata sai serius mendukung ucapan ino.
"begitukah? Kalian tau apa tentang hidupku?"
Ck, apa maunya gadis ini, coba lihat sifat angkuh merendahkannya, dan lihat ekpresi kesedihan dan kesakitan di matanya, membuatku serba salah menilainya.
'sakura kau benar-benar membuatku tidak mengerti tentang dirimu.' Batinku
"kami tidak akan tau jika kau tidak memberi tau" kataku tajam menatap intens emeraldnya.
"yah, aku memang punya kehidupan, tentu saja, aku kaya, aku pandai, dan aku menarik, apa yang kurang dari kehidupanku? Semuanya lengkap kecuali cinta dan kasih sayang, disaat kalian akan dengan senang memanggil "kaa-san, tadaima" di saat uluran hangat itu memeluk kalian, aku satu-satunya orang di dunia yang tidak pernah di inginkan"
"Lihat kemewahan yang ku punya, dari mana asalnya? Tentu saja aku dibuang bersama kekayaan yang bahkan tak sampai setengah dari kekayaan keluargaku. Mereka membuangku demi keselamatan, para savage itu membuat semua orang takut padaku, bukan salahku. Ini bukan salahku"
"Namun semua orang menyalahkanku, menudingku. "kau harus bertanggung jawab anak sial" begitulah kata-kata indah yang mewarnai hidupku. bahkan aku kehilangan satu-satunya sahabatku, hanya karena tugas bodoh yang entah bagaimana bisa aku jalankan"
"Sahabatku meninggal saat kami berusia 10 tahun, saat dimana ingatanku terbuka, saat dimana para savage datang dalam hidupku, saat itu para savage menjadi liar karena aura pekat kematian yang datang menjemput ibuku, kalian tau apa yang terjadi? Pada akhirnya savage yang menjadi liar karena tak sengaja memakan aura kematian itu memakan aura kehidupan sahabatku, untuk membuat mereka stabil, jika aura kematian tak sengaja termakan maka mereka harus memakan aura kehidupan. Seandainya saat itu aura kehidupanku yang mereka makan mungkin aku akan sangat berterima kasih"
Aku lagi-lagi di buat tercekat oleh pengakuannya, sosok dingin yang rapuh di hadapanku ini bagaimana mungkin menelan semua kepahitannya selama bertahun-tahun sendiri, tanpa sandaran, tanpa teman, bahkan tanpa kasih sayang.
"ano, sakura-chan, apa sahabatmu itu gadis berambut pirang dengan iris violet?"
Tanya hinata, neji, ino, tenten, naruto, bahkan sai mengerutkan kening, dari mana hinata menebak gambaran sosok sahabat sakura itu? Sementara aku masih datar memperhatikan raut wajah sakura yang ikut kaget
"bagaimana kau tau hinata?" jawab sakura dengan nada yang naik 1 oktaf
"aku pernah bertemu dengannya, saat sakura-chan mengantarku setelah membeli gelang ini" jawab hinata sambil mengangkat tangannya memperlihatkan gelang yang di beri sakura waktu itu.
Sakura segera menunduk sedih, tersenyum lirih
"shion, apa kau datang untuk menjaga hinata? Atau kau datang untuk memperingatiku, maafkan aku tak bisa menjagamu, kau tak perlu hawatir, kelalaianku tak akan ku ulangi lagi"
Kami semua terdiam, membiarkan sakura dengan gumaman lirih yang masih bisa kami dengar, emerald redup itu semakin kosong, saat ku lihat air mata membasahi pipinya, tanpa perintah otak, ku ulurkan tangan menghapus air matanya, mengangkat wajahnya menatapku
"untuk gadis yang terlalu kuat selama ini, kau jadi cengeng saat ini" aku tersenyum lembut padanya, senyum seadanya, aku tidak tau karena apa, tapi hatiku tercubit saat melihat air matanya, membuat kesesakan di dalam sana. Aku hanya tak ingin ia menangis.
"tidak apa-apa sakura-chan, kami akan berjuang bersamamu" kata tenten menggenggam tangan sakura
"yah, kau sudah melewatinya seorang diri selama ini, ijinkan kami berdiri di sampingmu, aku tau mungkin kami tidak banyak membantu, tapi setidaknya kami ingin bersamamu" kata ino mendekat ke arah sakura.
"tidaak, aku tidak ingin yang terjadi pada shion terjadi lagi pada kalian, aku tidak bisa melindungi kalian semua" kata sakura tegas
"siapa yang butuh perlindunganmu sakura-chan? Aku tidak akan sudi kalah dari makhluk itu" kata naruto menyeringai pada sakura, mau tak mau membuatku ikut menyeringai sedang neji dan sai ikut tersenyum dan hinata mengangguk mengiyakan.
Beberapa menit yang tercipta adalah kesunyian, sakura tak juga menjawab, kami masih di liputi keheningan, hingga akhirnya sakura tersenyum mengiyakan. Perasaanku lega melihatnya, para gadis memeluk sakura sedangkan yang lainnya tersenyum namun semuanya hilang seketika ketika suara berisik membuat kami memandangi objek yang sama
"kryuuuuuuuuk~~~~"
Yah, bunyi berisik perut naruto yang minta di isi
"gomen minna, aku belum makan" kata naruto dengan cengiran rubah miliknya
"pfff,, bwahahahahhahaahhaah" tawa para gadis menggema termasuk sakura, neji menggelengkan kepala, sai tersenyum palsu, dan aku yang bersiap akan mengejek naruto malah teralih pada sosok yang baru pertama kalinya ku lihat tertawa lepas. Sosok yang membingungkan bagai labirin panjang tanpa jalan keluar.
TBC~~
yak, seperti janji author, untuk update perminggunya akan di update lebih dari 1 chapter tapi untuk minggu ini author liat dulu deh, kalau tugasnya bisa kelar hari ini, besok author update lagi.. bye minnaaa
Review lagi yaah
