A/N : Selamat tahun baru! chapter terakhir nih. Sebenarnya sih nggak mau tamat dulu#digamparreaders. Chapter ini kubuat panjang sekalian buat gift tahun baru dan peringatan berakhirnya fict , oh, iya pas bagian endingnya aku terinpirasi sama cf Anycall DBSK &SNSD bagian Haptic scandal kalau nggak salah, nggak banyak curcol lagi silahkan baca
Tittle : Proof of Love
Genre : Romance, Hurt/Comfort, little bit humor
Rated : T
Pair : HichiIchi slight
GrimmHitsu
RenUlqui
Disclaimer : Bleach belong to Tite Kubo
Warning : Alternative Universe, Shounen-Ai, Boys love, BoyxBoy, Out Of Characters, Typo(s), alur Kecepatan, Sekual Missing Heart.
Don't Like? Don't Read!
"Kenapa buru – buru, sudah lama kita tidak bertemu bukan?" ucap Grimmjow dengan nada yang lembut, tapi tidak bagi Toushirou, "Ngomong – ngomong kenapa kau tadi bicara seperti itu di depan Hichigo?" tanya Grimmjow menyelidik.
"Soal apa, ya?" Tanya Toushirou pura – pura lupa dan menghindari tatapan Grimmjow.
"Jangan pura – pura, kenapa tadi kau bilang aku mantan pacarmu? Atau kau mau kucium dulu baru nanti kau bisa menginggatnya, huh?" geram Grimmjow agak kesal. Grimmjow mulai mendekatkan wajahnya pada Toushirou semaki dekat, dekat dan tinggal beberapa senti lagi bibir mereka saling bersentuhan, namun dengan cepat Toushirou membekap mulit Grimmjow dengan tangannya.
"Iya, iya aku sudah ingat. Berhentilah melakukan hal – hal seperti itu. Memang apa yang salah dengan ucapanku?" Tanya Toushirou balik masih dengan membekap mulut Grimmjow.
"Salah? Tentu saja salah! Aku tak ingat kita pernah putus." Balas Grimmjow sebal mendengar pengakuan Toushirou sambil melepaskan tangan Toushirou yang membekap mulutnya.
"Aku tidak peduli, kalau begitu sekarang saja kita putus!" seru Toushirou yang mumbuat Grimmjow membelalakkan matanya shock.
"Apa? Tapi kenapa?" ucap Grimmjow bingung dengan keputusan Toushirou.
"Aku sudah tidak tahan dengan kelakuanmu itu?" ujar Toushirou memberi penjelasan.
"Kelakuanku yang mana? Jangan lakukan itu aku masih sangat mencintaimu!" ucap Grimmjow berusaha mencairkan hati Toushirou yang sedingin es yang berusaha memutuskannya sebelah pihak.
"Masih tanya kelakuanmu yang mana, huh? Kau itu selalu mencari masalah di mana – mana benar – benar persis seperti Hichigo ditambah lagi kau suka merayu – rayu perempuan dan laki – laki semaumu." Papar Toushirou menjelaskan alasan dia memutuskan Grimmjow. Kali ini ia menghentakkan tangannya agar lepas dari cengkraman Grimmjow
"Aku... tidak... " ucap Grimmjow berusaha membela dirinya, namun segera dipotong oleh Toushirou.
"Ah, aku mengerti sekarang. Pasti tadi Hichigo menghajarmu karena kau sudah merayu Ichigo bukan? Aku bisa mengerti perasaan Hichigo sekarang kenapa ia jadi memukulmu. Yah, walaupun Hichigo sama berandalannya sepertimu setidaknya Hichigo orang yang setia" ucap Toushirou panjang lebar
"Eh, kenapa dari tadi kau membanding – bandingkan aku dengan Hichigo? Oh, iya tadi kau juga sangat gugup saat ditanyai Hichigo soal hubunganku denganmu, bahkan kau sampai berbohong di depannya dengan mengatakan aku mantan pacarmu. Jangan – jangan kau mau meninggalkanku supaya bisa pacaran dengannya. Bukannya kau tahu kalau Hichigo sudah punya pacar? Berarti kau sendiri yang malah mau merusak hubungan orang lain." Tuduh Grimmjow bertubi – tubi pada Toushirou tanpa membiarkan Toushirou untuk menjawab satupun pertanyaannya.
Ok, sepertinya Grimmjow mulai kesal karena Toushirou dari tadi selalu membanding – bandingkan dirinya dengan Hichigo. harus diakuinya Grimmjow merasa cemburu pada Hichigo. Meskipun dia suka merayu tapi Grimmjow bukannya tipe yang tidak setia.
Buktinya Grimmjow sampai mencari – cari Toushirou saat tiba – tiba Toushirou pindah sekolah bahkan sampai pindah rumah segala. Grimmjow bahkan mencarinya sampai datang ke Karakura, kota yang lumayan jauh dari Hueco Mundo. Walaupun akhirnya Grimmjow juga mendapat bonus bertemu dengan lawan yang seimbang.
"Apa maksudmu?" kesal Toushirou mendengar tuduhan Grimmjow padanya.
"Yah, dari tadi kau selalu menyebut – nyebut Hichigo terus, kau menyukainya 'kan?" tebak Grimmjow asal.
"Aku memang menyukai Hichigo." jawab Toushirou enteng dan sangat santai.
"Apa? Kau... yang benar sa... " lagi – lagi perkataan Grimmjow terpotong.
"Aku memang menyukai Hichigo. biar dia orang yang overprotektif dan menyebalkan, tapi dia 'kan tetap kakakku. Jadi kau jangan main tuduh padaku begitu saja. Aku ini tidak sepertimu" ujar Toushiro menyambung perkataannya yang tadi.
"Eh, begitukah? Maafkan aku kalau begitu sudah menuduhmu." Sesal Grimmjow sambil menundukkan wajahnya.
"Sudah, sudah kau jangan menunduk seperti itu. Seperti bukan dirimu saja." Ucap Toushirou berusaha menghibur Grimmjow dengan menepuk – nepuk pundak Grimmjow. Niatnya sih mau mengelus kepalanya tapi karena Toushirou lebih pendek jadi hanya bisa menyentuh pundaknya. Sebenarnya Toushirou masih mencintai Grimmjow, hanya saja sikap Grimmjow yang suka merayu tiap orang itulah yang membuatnya sebal.
Grimmjow mulai mendongakkan wajahnya, lalu dengan lembut ia meraih tangan Toushirou dan berucap, "Kalau kau benar – benar mau kembali padaku lagi, aku pasti tidak akan merayu – rayu orang lain lagi. aku berjanji, karena itu beri aku satu kesempatan lagi. ku mohon Toushirou." Pinta Grimmjow dengan pandangan seriusnya. Pandangan yang selalu dapat meluluhkan hati Toushirou.
"Huh, kau curang sekali bicara seperti itu. Baiklah aku akan memberimu satu kesempatan dan kali ini kau benar – benar harus menepatinya Grimmjow. Kalau tidak kita benar – benar akan putus dan tak akan bisa disambung lagi." ucap Toushirou akhirnya luluh juga menghadapi keseriusan Grimmjow.
"Benarkah, Toushirou? Terima kasih kau sudah memberimu kesempatan sekali lagi. aku pasti akan memepatinya." Ucap Grimmjow riang sambil memeluk tubuh mungil Toushgirou dengan erat kemudian mencium pipi dan dahi Toushirou bertubi – tubi.
"Ah, sudah hentikan!" kesal Toushirou melihat tingkah Grimmjow yang seperti itu.
"Maaf, maaf. Aku hanya terlalu senang saat ini." Grimmjow mulai menghentikan aksinya,.
'Dasar aneh! Kenapa di sekelilingku hanya ada orang – orang aneh dan tidak normal begini. Tidak Hichigo, Renji, maupun Grimmjow sama saja. Tapi yang paling aneh adalah aku yang mau menerima Grimmjow lagi. Yah, mau bagaimana lagi toh aku mencintainya.' Batin Toushirou dalam hati.
"Shirou... Toushirou?" ucap Grimmjow membuyarkan lamunan Toushirou.
"Huh, apa kau bilang?" tanya Toushirou pada Grimmjow karena tadi Toushirou sedang melamun.
"Aish... kau tak dengar ucapanku tadi ya? Aku bilang bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain untuk memperingati hari baliknya hubungan kita, Toushirou?" ucap Grimmjow mengulang perkataannya tadi.
"Eh, um... baiklah." Toushirou mengangguk – anggukkan kepalanya menyetujui.
"Benar? Kalau begitu ku tunggu besok di taman bermain jam 2 bagaimana? Lagipula besok hari minggu jadi sekolah pasti libur." usul Grimmjow menetapkan.
"Ya, baiklah. Sudah aku mau pulang. Hichigo nanti mencariku, aku tidak mau kena ceramahnya lagi." ucap Toushirou yang langsung beranjak pulang.
"Eits... tunggu dulu." Cegah Grimmjow yang kemudian mencium singkat bibir Toushirou.
"Huh, hentikan berbuat seperti itu dasar pervert. Sudah aku pulang!" seru Toushirou yang langsung berlari pulang menjauhi Grimmjow dengan menyembunyikan mukanya yang memerah seperti kepiting rebus.
-Di sisi lain-
Saat ini Hichigo sedang berusaha mengejar Ichigo yang berlari cukup jauh di depannya. Dengan sangat cepat Hichigo mengejar Ichigo sampai akhirnya ia berhasil menangkap lengan Ichigo dan menghentikan langkahnya.
Ichigo yang tertangkap meronta – ronta berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hichigo yang mencengkeram lengannya dengan kuat, "Lepaskan aku, Hichigo! kau menyakiti lenganku!" seru Ichigo .
"Eh, maafkan aku Ichigo. Hanya saja kau dari tadi terus berlari, kalau tidak begini kau pasti akan kabur lagi." Hichigo menyesali perbuatannya namun tidak juga melepaskan genggamannya.
"Aku tidak akan kabur. Cepat lepaskan!" ucap Ichigo berjanji.
"Baiklah, tapi kau harus berjanji akan mendengarkan penjelasanku sampai selesai?" tanya Hichigo memastikan supaya Ichigo tidak kabur lagi.
"Baiklah, aku berjanji. Sekarang cepat lepaskan!" janji Ichigo. Hichigo kemudian melepaskan genggamannya pada lengan Ichigo.
"Lalu apa yang mau kau jelaskan padaku?" tanya Ichigo masih kesal.
"Dengar Ichigo, hubunganku dan Toushirou bukan seperti yang kau pikirkan. Aku tidak pernah selingkuh, apalagi dengan Toushirou." Ucap Hichigo mulai menjelaskan.
"Tapi aku melihat sendiri saat kau bertemu Toushirou di cafe saat kau terlambat menjemputku. Jadi apa itu namanya kalau bukan selingkuh?" Balas Ichigo menanggapi ucapan Hichigo.
"Ku akui saat itu aku memang bertemu dengan Toushirou, sebenarnya bukan hanya saat itu saja, beberapa hari sebelumnya aku juga bertemu dengannya beberapa kali." Hichigo mulai mengakui, sekarang Hichigo ingin menjelaskan semuanya sejelas – jelasnya.
"Jadi saat kau terlambat menjemputku itu karena kau sedang menemuinya?" tanya Ichigo semakin marah. Jelas saja, ia menunggu Hichigo sedang Hichigo malah bertemu orang lain.
Hichigo menganggukkan kepalanya, "Ya, saat itu aku sedang membujuknya agar mau tinggal bersamaku... " Balas Hichigo menjawab pertanyaan Ichigo. Namun belum selesai memberi penjelasan kalimatnya sudah di potong Ichigo.
Ichigo membelalakkan matanya sempurna, "Apa... jadi kau... dan... dia tinggal bersama, begitu?" ucap Ichigo semakin marah mendengar pernyataan Hichigo yang tak diduganya. Ichigo merasa kesal karena Hichigo malah tinggal berdua dengan Toushirou. "Jadi semuanya sudah jelas sekarang, aku pulang saja!" ucap Ichigo berusaha menahan tangisnya dan beranjak pergi.
" Tunggu Ichigo... aku belum selesai bicara!" ucap Hichigo menahan Ichigo yang akan beranjak pergi.
"Semuanya sudah jelas, kau memang selingkuh, kau jahat!" balas Ichigo dengan emosinya yang memuncak.
"Tidak! Aku tidak selingkuh Ichigo, karena sebenarnya Toushirou itu adikku! Jadi mana mungkinb aku selingkuh dengannya!" seru Hichigo kali ini sanggup membuat Ichigo terdiam sejenak. Namun Ichigo tak bisa mempercayainya begitu saja.
"Kau bohong, mana mungkin dia adikmu!" balas Ichigo masih kekeh pada pendapatnya.
"Sungguh Ichigo aku tidak bohong, percayalah padaku! Aku harus bilang apa lagi supaya kau mempercayaiku?" Hichigo mulai meyakinkan kekasihnya itu agar mempercayainya. Kini ia telah mengatakan yang sebenarnya, tapi sepertinya Ichigo masih belum bisa mempercayai pengakuannya.
"Kau bohong, lagipula kalau dia benar adikmu kenapa marga kalian berbeda? Kenapa marganya Hitsugaya bukan Shirosaki?" terang Ichigo masih belum mempercayai ucapan Hichigo.
"Itu karena Toushirou adikku tapi berbeda ibu!" terang Hichigo, terlihat nada kesedihan saat ia mengucapkan kalimat itu.
"Apa? Tapi bukankah harusnya marganya sama denganmu, karena dia juga anak ayahmu bukan?" Ichigo mulai melunak kali ini, ia dapat melihat jelas wajah Hichigo saat ini terlihat sedih.
"Benar, Ichigo tapi itu dulu. Saat itu aku malah sangat membenci dirinya." Aku Hichigo.
Ichigo membelalakkan matanya,' yang benar saja, bukannya tadi dia kelihatan sangat menyayangi adiknya itu. Lihat saja tingkahnya yang jadi overprotektif di depan Toushirou, bagaimana mungkin Hichigo membencinya?' batin Ichigo mencerna perkataan Hichigo barusan.
"Huft... aku tahu kau pasti berpikir aku pasti tidak mungkin membencinya, melihat perlakuanku yang seperti tadi." Tebak Hichigo tepat sasaran. "Aku 'kan sudah bilang padamu Toushirou itu anak dari ayahku, hanya saja dari ibu yang berbeda." Papar Hichigo menceritakan hubungan mereka sebenarnya.
"Aku tidak pernah dengar sebelumnya kalau kau punya adik." Ucap Ichigo mengingat – ingat kenangan saat mereka kecil dahulu. Dulu dia lumayan mengetahui hal –hal tentang Hichigo dari teman – temannya. Bahwa Hichigo suka memukul oranglah, anak Yakuzalah, dan bahwa sebenarnya Hichigo tidak sejahat yang teman – temannya bicarakan. Tapi untuk masalah Hichigo yang mempunyai adik sama sekali Ichigo tidak tahu.
"Yah, memang tak ada yang tahu semua itu kecuali keluargaku. Aku sendiri juga tidak merasa perlu memberi tahu siapapun, kau ingat 'kan reputasiku di sekolah dulu sangat buruk?" Ucap Hichigo mengingatkan.
Hal tersebut hanya bisa ditanggapi Ichigo dengan menganggukkan kepala. Ichigo tak ingin mengganggu Hichigo yang sedang bercerita saat ini. Saat ini juga Ichigo sudah tidak marah – marah lagi setelah mendengar fakta yang sebenarnya, bahwa ia keliru.
"Ceritakan padaku bagaimana kau bertemu Toushirou? Mengapa dulu kau membencinya? Dan mengapa saat ini kaunjadi begitu sayang padanya?" tanya Ichigo bertubi – tubi. Kali ini Ichigo benar – benar penasaran pada kisah Hichigo itu. Dia memang belum begitu mengetahui apapun tentang Hichigo.
"Kalau tanya jangan beruntun seperti itu Ichi, aku 'kan jadi bingung harus jawab yang mana dulu." Ucap Hichigo pura – pura kesal.
"Eh, maaf kalau begitu. Jadi bagaimana?" sesal Ichigo meminta maaf yang ditanggapi Hichigo dengan seulas senyuman.
"Lebih baik kita mencari tempat yang nyaman dulu untuk bicara, ceritanya akan sangat lama." Saran Hichigo mencari tempat yang pas untuk menceritakan awal pertemuannya dengan Toushirou hingga kini mereka bisa tinggal bersama.
"Ya, kau benar. Bagaimana kalau kita ke taman dekat sini, ini sudah senja jadi pasti di sana sudah sepi. Kau bisa cerita di sana." Usul Ichigo memberi saran yang di respon Hichigo dengan mengganggukkan kepala.
Segera setelah itu mereka berjalan menuju taman dengan Hichigo yang mengandeng tangan Ichigo. Ichigio hanya diam saja saat Hichigo mengandeng tangannya. Dia tidak marah, malah Ichigo senang Hichigo mau menggandeng tangannya.
Sudah lama sekali mereka tidak seperti ini. Sejak Ichigo yang tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk menjaga jarak dari Hichigo. Ichigo merutuku dirinya sendiri yang langsung memutuskan begitu saja apa yang terlintas dipikirannya tanpa berusaha meminta kejelasan pada Hichigo.
Setelah berjalan beberapa menit mereka akhirnya tiba taman. Suasana di sana lumayan sepi karena saat di sudah hampir malam sehingga tak ada seorangpun yang berada di sana. Hichigo menuntun Ichigo menuju ke tempat beberapa ayunan yang ada di sana dan mendudukkan diri mereka.
"Huh... aku mulai ceritanya, ya?" tanya Hichigo yang dibalas anggukkan singkat dari Ichigo.
"Saat itu umurku baru enam tahun saat Toushirou dikenalkan padaku. Aku begitu membencinya dan juga ibunya yang telah merebut ayah dariku dan ibuku. Yah, tak bisa dibilang merebut juga. Ayah adalah orang yang sangat setia dan sangat mencintai ibuku. Hanya saja ibu meninggal saat ia melahirkanku. Ayah sangat frustasi saat itu tapi ia mencoba menguatkan dirinya untuk merawatku." Ucap Hichigo mulai menjelaskan.
"Maaf aku membangkitkan kenangan burukmu. Aku ikut sedih atas kematian ibumu." Ucap Ichigo penuh sesal. Ia tak menyangka masa lalu Hichigo seperti itu, sangat menyakitkan.
"Tak apa Ichigo, aku yang ingin cerita. Jadi kau sama sekali tidak salah. Ketika aku berumur enam tahun ayah tiba – tiba datang dengan membawa seorang anak kecil berumur empat tahun dan seorang wanita yang kutahu adalah ibunya. Aku sangat kesal mengetahui kenyataan itu. Apalagi saat aku tahu ibu Toushirou hanya seorang yang suka berpura – pura di depan ayahku, di belakangnya ia malah berselingkuh, aku membencinya dan juga Toushirou. Karena itu aku sangat membenci perselingkuhan dan akupun tak mau berselingkuh." Ucap Hichigo dengan nada kemarahan mengucapkan hal itu.
"... " Ichigo hanya bisa diam. Ia benar – benar merasa bersalah saat ini.
Hichigo yang tak mendapat respon dari Ichigo mulai bercerita kembali. "Tapi lama – kelamaan aku sadar, kalau Toushirou tidak seperti ibunya. Ia sangat manis saat umurnya empat tahun saat itu. Toushirou selalu mengekor kemanapun aku pergi dan selalu mengajakku bermain bersama. Awalnya aku kesal melihat dia yang selalu mengikutiku. Tapi saat melihat ia selalu dijahili anak – anak seumurannya aku jadi marah sendiri. Sejak itulah aku jadi sayang padanya dan selalu melindunginya." Ucap Hichigo dengan senyum terkembang di wajahnya.
"Oh, jadi kaarena itu sampai sekarang kau jadi orang yang overprotektif huh?" terka Ichigo yang hanya dibalas Hichigo dengan tersenyum kecil.
"Ya, sejak saat itu aku yang selalu melindunginya. Sampai suatu saat ayah mengetahui perselingkuhan ibu Toushirou dengan pria lain dan mengusirnya. Ibu Toushirou yang tidak terima akhirnya membawa Toushirou ikut bersamanya. Aku sangat sedih saat itu sehingga jadi anak berandalan dan sukses membuat teman – temanku takut dan menjauhiku. Namun aku bertekat akan mengambil Toushirou kembali dari ibunya yang jahat." Hichigo mengucapakan kalimat itu dengan semangat.
"Dan sekarang seperti yang kau lihat, aku berhasil membujuknya tinggal denganku dan aku sangat senang sekarang karena telah menepati janjiku. Tapi satu yang kusayangkan...!" tambah Hichigo dengan lesu.
"Apa?" tanya Ichigo penasaran pada kalimat menggantung yang diucapkan Hichigo.
"Sekarang Toushirou tidak seperti dulu, dia jadi dingin dan tak lagi mengikutiku seperti saat dia kecil dulu. Yah, walaupun ia masih imut dan manis." Tambah Hichigo.
"Dasar kau ini. Mana mungkin dia terus nmengikutimu 'kan. Dia punya kehidupan sendiri dan suatu saat akan punya pacar juga." Ucap Ichigo heran melihat tingkah Hichigo.
"Apa? Tidak, tidak! Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyentuh Toushirou bahkan sampai pacaran dengannya. Jika ada seorang seperti itu ia harus berhadapan denganku dulu." Sepertinya Hichigo sangat protektif sekali pada adiknya itu. Kasihan Grimmjow yang harus menghadapi Hichigo untuk mendapatkan restu darinya.
" Aku kasihan pada Toushirou punya kakak sepertimu!" ucap Ichigo dengan suara lirih.
"Kau bilang sesuatu Ichigo?" tanya Hichigo yang tak dapat mendengar dengan jelas perkataan Ichigo.
"Ah, tidak lupakan perkataanku barusan." Ucap Ichigo gugup takut Hichigo mendengar perkataannya tadi.
"Jadi, kau sudah tidak marah lagi padaku 'kan?" tanya Hichigo lagi, kembali ke topik semula. Menatap mata Ichigo dalam.
"Iya, aku sudah tidak marah, dan maafkan aku sudah salah tuduh padamu." Ucap Ichigo menyesali tindakanya sambil menatap mata Hichigo.
"Ya, tak apa Ichigo yang penting kau sudah mau memaafkanku." Ucap Hichigo riang. Selama beberapa detik wajah mereka saling berhadapan.
Selama beberapa detik suasana di sekitar menjadi hening, yang terdengar hanya suara dengup jantung yang saling beradu diantara kedua orang sedang berhadapan itu.
"Kenapa menatapku begitu, huh?" tanya Ichigo kesal ditatap seperti itu. Aduh Ichigo dirimu sungguh tidak peka keadaan.
"Ah, tidak ada apa – apa!" ucap Hichigo menghindarkan tatapannya pada Ichigo. Sebenarnya tadi Hichigo mau mencium Ichigo. Hanya saja Hichigo takut ditolak lagi seperti kejadian tempo hari di mana Ichigo menolaknya dengan keras saat dia menciumnya.
"Ya, sudah kalau begitu. Aku pulang saja!" ucap Ichigo yang beranjak dari duduknya.
"Eh, tunggu Ichigo," ucap Hichigo menahan Ichigo yang mau pergi. "besok 'kan hari minggu bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain sekalian merayakan hari baikan kita?" usul Hichigo yang masih ingin bersama Ichigo lebih lama.
"Huh? Ya baiklah! Bagaimana kalau jam 2 kita bertemu di taman bermain?" ucap Ichigo menentukan waktu kencan mereka.
Hichigo tak percaya kalau Ichigo akan langsung menyetujui usulnya. Saat ini Hichigo benar – benar senang. "Tentu saja! Aku pasti tak akan terlambat." Ucap Hichigo cepat menanggapi ucapan Ichigo.
" Ya, sudah aku mau pulang. Aku tak bilang apa – apa pada Yuzu dan Karin kalau aku pulang malam, mereka pasti khawatir sekarang." Ucap Ichigo kali ini benar – benar pergi.
-Keesokan harinya- Rumah Hichigo
"Toushirou kau mau ke mana?" tanya Hichigo yang baru bangun tidur. Hichigo merasa aneh pada Toushirou yang pagi – pagi begini sudah rapi. Mau ke mana Toushirou pagi – pagi begini.
"Aku mau pergi main, Hichigo!" ucap Toushirou gugup karena kepergok Hichigo saat mau pergi.
"Main ke mana? Ini 'kan masih pagi, belum juga jam sepuluh." Tanya Hichigo sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 09.45 AM.
'Itulah kenapa aku memutuskan pergi pagi – pagi, agar tak ketahuan olehmu. Padahal biasanya Hichigo tak akan bangun pagi – pagi begini di hari libur. Sial sekali aku.' Kesal Toushirou dalam hati
"Aku mau pergi ke taman bermain." Terang Toushirou akhirnya.
"Benarkah? Kebetulan sekali, aku juga akan ke sana dengan Ichigo nanti. Bagaimana kalau pergi bersama?" usul Hichigo senang ternyata tujuan mereka sama – sama ingin ke taman bermain. Bagus bukan?
'Buruk sekali, kenapa Hichigo juga mau ke taman bermain juga. Sekarang bagaimana aku bisa kabur darinya? Mayday mayday tolong aku' batin Toushirou memikirkan rencana kabur dari Hichigo.
"Eh, tapi bukannya kau mau kencan dengan Ichigo di sana. Aku tidak mau mengganggu kencanmu dengannya." Ucap Toushirou berusaha membatalkan niat Hichigo mengajaknya pergi bersama.
"Tak apa! Ichigo pasti mengerti." Ucap Hichigo kekeh pada pendiriannya.
.
.
.
"Hichigo, sudah hentikan tindakanmu yang memalukan ini." Ucap Toushirou pada kakaknya sambil berbisik pelan.
"Kenapa Toushirou? Bukankah ini menyenangkan?" ucap Hichigo melanjutkan kegiatannya tadi.
"Aish... kau tak lihat orang – orang melihati kita, huh?" kesal Toushirou pada kegiatan kakaknya yang memalukan itu. Lihat saja orang – orang mulai melirik – lirik ke arah mereka. Walaupun tak begitu kelihatan.
"Kenapa, Toushirou dulu kau senang saat kita main ini di taman bermain bukan?" kekeh Hichigo masih melanjutkan kegiatan yang menurut Toushirou sangat memalukan itu, "Ayo kau juga ikut!" ucap Hichigo menarik tangan Toushirou dan memberinya pemukul yang terbuat dari bahan plastik yang tergeletak di sampingnya.
"Ah, aku tidak mau! Tindakanmu ini sungguh memalukan. Aku ini sudah bukan anak kecil, Hichigo!" Ucap Toushirou memukul lengan Hichigo dengan pemukul plastik yang diterimanya dari Hichigo tapi Toushirou tak juga mengunakannya untuk memainkan permainan yang sedang dilakukan Hichigo.
Yah, kalian tahu bukan sekarang mereka ada di mana? Benar sekali, saat ini Hichigo dan Toushirou telah berada di taman bermain. Ternyata bujukan – bujukan yang dibuat Toushirou untuk kabur dari Hichigo tidak ada yang berhasil. Buktinya saja Hichigo dapat mengajak Toushirou ikut bersamanya. Kasihan Toushirou.
Mana sekarang ini Hichigo mengajaknya melakukan permainan yang menurut Toushirou sangat konyol dan memalukan. Permainan itu adalah memukul tikus tanah yang keluar masuk dari lubang. Huh, betapa memalukannya tindakannya saat ini. Mana permainan itu berada di luar ruangan lagi. di samping wahana – wahana bermain lainnya yang bisa dibilang lebih mengasyikan dari pada ini.
'Untung saja letak permainan ini berada di tempat yang lumayan jauh dari wahana – wahana populer di taman bermain. Kalau tidak pasti saat ini sudah banyak orang yang berkerumun melihatku dan Hichigo. Mana sekarang sudah jam 2 siang lagi, Grimmjow pasti menungguku.' Batin Toushirou.
Sementara ia berpikir begitu teleponnya tiba – tiba bergentar. Dibukanya layar ponselnya dan menampakkan nama sang penelepon itu, Grimmjow.
"Hichigo, coba kau main dengan dua tangan. Aku ingin lihat apa kau bisa memecahkan rekor memukul terbanyak pada permainan ini." Ucap Toushirou pada Hichigo dengan antusias. Sepertinya ia menemukan cara untuk kabur dari Hichigo.
"Pakai dua tangan, ya? Hm, benar juga pasti aku bisa memecahkan rekor permainan ini dengan dua tangan. Perhatikan ya?" ucap Hichigo termakan umpan Toushirou. Hichigo mengambil pemukul milik Toushirou dan mulai memukul – mukul tikus tanah itu dengan cepat.
"Perhatikan ya? Keren 'kan?" pinta Hichigo pada Toushirou fokus pada permainannya.
"Iya, keren sekali!" ucap Toushirou. Kemudian diam – diam kabur meninggalkan Hichigo.
"Keren bukan... Toushirou?" ucap Hichigo yang akhirnya sadar kalau Toushirou menghilang. "ke mana anak itu?" ucap Hichigo saat melihat Toushirou sudah menghilang. Ah, Hichigo ditinggal sendirian kali ini.
Selama beberapa jam ia terus di sana menunggu Toushirou yang mungkin akan kembali lagi atau mungkin menunggu Ichigo yang sudah telat dua jam lebih. Apakah ini karma? Kok rasanya Ichigo sedang membalas perbuatannya yang dulu telat menjemputnya. Atau hanya perasaan saja. Sementara Hichigo sibuk dengan pikirannya tiba – tiba sebuah suara membuyarkan lamunanya
"Hichigo?" seru suara seseorang yang sangat di kenal Hichigo, suara Ichigo. Terlihat Ichigo memanggil Hichigo dari kejauhan dan mendekati Hichigo.
"Maaf aku telat Hichigo. Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Ichigo melihat Hichigo yang sedang bermain memukul tikus tanah. Permainan yang aneh dan memalukan untuk seorang seusia Hichigo itu.
"Ah, Ichigo akhirnya kau datang juga." Senang Hichigo melihat kedatangannya. Walau Ichigo benar – benar telat karena sekarang sudah sore dan menjelang malam.
"Eh, bukankah katamu kau ke sini bersama Toushirou? Mana dia?" ucap Ichigo sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling namun tak juga menemukan sosok imut berambut putih itu.
"Aku tak tahu, sudah dari dua jam yang lalu dia menghilang dan tak kembali – kembali. Jangan – jangan dia kemari untuk kencan dengan seseorang, karena tak mungkin Toushirou kemari seorang diri bukan?" terka Hichigo menerangkan kecurigaannya.
Ichigo juga merasa seperti itu, hanya saja saat ini mereka tak boleh mengganggu Toushirou. Apalagi kalau saat ini benar – benar berkencan. Karena itulah Ichigo harus mengalihkan perhatian Hichigo.
"Ah, sudahlah jangan pikirkan itu. Ayo kita main wahana di sini saja. Aku ingin naik itu!" pinta Ichigo sambil menunjuk suatu wahana yang cukup besar dan bergerak melingkar itu.
"Kau ingin naik itu? Jangan aku agak phobia ketinggian Ichi!" tolak Hichigo melihat wahana yang ditunjuk Ichigo itu ternyata Kincir Ria.
"Eh, jangan begitulah, aku sudah beli tiketnya. Sayang kalau tak terpakai." Bujuk Ichigo lagi, bagaimanapun Ichigo sangat ingin naik Kincir Ria.
Dan akhirnya, "Bagaimana? Menyenangkan bukan?" tanya Ichigo setelah mereka sudah berada di tengah perjalanan kincir ria yang menuju ke atas.
'Apanya yang menyenangkan dari ini?' batin Hichigo dalam hati. "Ya, ya menyenangkan!" namun itulah yang Hichigo ucapkan.
"Eh, bukankah itu Renji dan Ulquiorra?" tanya Ichigo menunjuk keluar ke arah sepasar kekasih yang ia tahu adalah Renji dan ulquiorra.
"Huh? Benar juga. Ternyata mereka juga kemari." Jelas Hichigo membenarkan ucapan Ichigo. Sedang kincir ria sudah mulai turun kembali sehingga sosok Renji dan Ulquiorra sudah tak terlihat.
"Ichigo? Bisa kau rasanya debar jantungku?" ucap Hichigo membuat suasana romantis di sana. Hichigo mengambil tangan Ichigo dan meletakkannya di dadanya. Dapat terdengar sekarang suara jantung Hichigo yang berdebar – debar.
"Huh? ya" balas Ichigo singkat. Kemudian mereka berdua semakin mempersempit jarak di antara keduanya.
"Boleh aku menciummu?" tanya Hichigo langsung lurus ke apa yang diinginkannya.
"Bodoh, begitu saja pakai tanya. Tentu saja boleh, kau 'kan pacarku." Ucap Ichigo heran pada tingkah Hichigo yang begitu. Tempo hari saja dia langsung main cium. Sekarang malah pakai tanya – tanya.
Hichigo yang mendapat persetujuan dari Ichigo dengan cepat mempersempit jarak mereka hingga tinggal beberapa senti. Hingga akhirnya mereka berciuman juga. Hichigo mencium Ichigo dengan lembut dan tek ada napsu di sana. Hanya rasa cinta yang saling menyatu setelah sekian lama berpisah.
Namun sayangnya hal tersebut harus segera berakhir karena sang petugas tiba – tiba datang dan membuka gerbong kincir ria mereka. "Anda sudah samapi di bawah. Terima kasih sudah naik wahana ini, silahkan turun!" ucap petugas yang membuka pintu gerbong mereka dengan senyum terkembang.
Ichigo yang melihat itu dengan refleks melepaskan ciuman mereka dan langsung turun dari bangkunya. Mengakibatkan Hichigo yang tidak siap terjungkal ke depan dan sukses nyungsep dan mencium kaca gerbong. Kasihan Hichigo. Setelah itu Hichigo yang telah sadar langsung membawa Ichigo pergi dari kincir ria itu.
Namun tanpa disangka – sangka gerimis mulai melanda arena taman ria itu sehingga mereka menghentikan langkahnya sejenak.
"Kenapa pakai gerimis segala sih!" gerutu Hichigo pada cuaca yang membuyarkan rencana mereka naik atraksi yang lain. Bagaimana tidak, setiap atraksi pasti tutup kalau terkena hujan bukan. Paling yang tak akan tutup hanya permainan kuda – kudaan itu, atau yang sering kita tahu sebagai merry go round.
"Sudah jangan ngambek. Sudah kuduga hari ini akan hujan, untung saja aku bawa payung." Ucap Ichigo sambil membuka payung berwarna biru yang dibawanya dan memayungi mereka berdua. "Ayo kita jalan – jalan saja." Rayu Ichigo kemudian menggandeng lengan Hichigo. Namun Hichigo segera mengambil alih dengan membawa payung itu untuk memayungi mereka.
'Begini tidak buruk juga' batin Hichigo senang Ichigo memeluk lengannya. Namun belum sempat mereka menikmati kebersamaan mereka. Tiba – tiba dari arah yang berlawanan Hichigo dan Ichigo melihat dua orang yang sepertinya dikenalnya. Itukan Grimmjow dan Toushirou, mereka sedang berada dalam satu payung. Sepertinya mereka juga menyadari kehadiran Hichigo dan Ichigo.
Ichigo yang menyadari sekarang ini Hichigo sedang marah berusaha menenangkan Hichigo namun usahanya sia – sia. Hichigo sudah tak bisa dikendalikan lagi.
"Grimmjow, apa yang kau lakukan dengan adikku huh?" marah Hichigo mengeluarkan aura menyeramkan. Sepertinya kali ini Grimmjow benar – benar takut melihat Hichigo saat ini. Jadi ini ya sikap protektif yang Toushirou katakan padanya. Sungguh menyeramkan. Toushirou bahkan pernah cerita bahwa kakaknya itu sampai mengirimkan anak – anak yang dekat dengan Toushirou ke rumah sakit karena hanya bersenruhan tangan saja.
"Aku sudah menduga, tidak mungkin Toushirou pergi ke taman bermain sendirian. Tapi tak kusangka Toushirou pergi denganmu. Sudah kuduga kalian memang pacaran bukan!" teriak Hichigo semakin meluapkan kemarahannya
Segera Grimmjow kabur dari Hichigo dan langsung dikejar Hichigo dengan memasang wajah yang mengerikan. Jadi sekarang ini terbalik, sehingga kucing jadi – jadian yang main kucing – kucingan dengan Hichigo.
Toushirou dan Ichigo yang melihatnya hanya pasrah saja pada apa yang akan Hichigo perbuat pada Grimmjow yang malang. Semoga saja setelah kejadian ini Hichigo mau merestui hubungan Grimmjow dan Toushirou.
-END-
A/N : huwa, endingnya super gaje, dan makasih juga buat yang sudah baca dari awal sampai akhir ini. #Hichi: kok endingnya begitu, adengan romantisku sama Ichigo mana? Masa' cuma segitu? #Tsuki: biarin, suka – suka aku. Apa mau dilain cerita Ichi nggak kupasangin sama Hichi? #Hichilangsungbungkam. Cuma itulah yang terpikir di otakku, semoga readers sekalian yang baca puas ya?. Yak, balas Review dulu
ArthuriaMariePendragon :ceritanya kurang humor? aku juga berpikir , tapi sekarang mereka sudah nggak berantem lagi 'kan dan Grimmjow juga udah tobat dari sifat tukang selingkuhnya. Makasih sudah review.
Lucaslascan : benar banget, makanya sekarang aku sudah nggak manas – manasin Hichigo lagi. kalau nggak bisa gawat tuh. Eh, tapi sekarang Hichigo jadi overprotektif sama Toushiroujadi pasti dia bakal panas liat Toushirou sama Grimmjow. Makasih dah review.
Rose : kasihan Grimmjow ditabokin mulu, ini dia dah nggak ganggu Toushirou lagi dan Hichigo dah balikan lagi ma Ichi, jadi udah nggak kasihan lagi kan. Makasih dah review.
Zanpaku nee : Tuh Hichigo dah lurusin semua kesalahpahamannya sama Ichigo, sekarang masalahnya dah beres deh. Cuma tinggal Hichigo mau ngasih restu buat Toushirou dan Grimmjow supaya boleh pacaran yang pastinya sulit dah review.
Nah terakhir, seperti biasanya
R
E
V
I
E
W
