"Sakura..."
"Ya Sasuke-kun?"
"Kalau udah besar nanti..."
"Mm?"
"...nikahnya sama aku aja ya?"
.
.
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Summary: "Sakura..."/"Ya Sasuke-kun?"/"Kalau udah besar nanti..."/"Mm?"/"...nikahnya sama aku aja ya?"
A Piece of Love
.
.
.
Aniki
Uchiha itachi tengah bersantai, ia kini duduk di ruang TV dengan tangan memegang remote. Mata hitamnya menatap lurus ke acara TV yang tak menentu, sejenak ia melirik ke arah sofa di sampingnya. Disana ia menemukan Uchiha Sasuke yang tengah menatap kesal ke arah gadis yang sedang tertidur nyenyak diatas pangkuannya.
Sasuke menangkap lirikan kakaknya dan berkata dengan suara rendah tenangnya, "Aniki, kecilkan sedikit TVnya." Kata Sasuke yang langsung di'iya'kan oleh kakaknya.
Itachi tersenyum dan di dalam hatinya ia merasa iri dengan Haruno Sakura, karena sekarang bintang Sasuke bukanlah dirinya lagi. Itachi tahu kalau lambat laun, Sasuke harus menemukan bintang yang akan terus menemaninya. Dan Itachi tidak mungkin bisa menemani Sasuke sesering Sakura.
Itachi jadi terbawa ke suatu hari dimana umurnya masih beberapa tahun lebih muda, masih di rumah besar Uchiha. Disana ia menemukan Haruno Sakura turun dari mobil dan melambai ke arah ayahnya yang segera memutar balik mobilnya. Hari itu Haruno Sakura kecil bermain ke kediaman Uchiha.
Langkahnya yang pendek-pendek, tubuhnya dibaluti gaun hijau selutut yang imut. Pita merah masih bertengger di kepala Sakura, dan senyumnya merkah ketika mendapati Itachi.
"Sakura-chan mau main sama Sasuke ya?" kata Itachi segera menyapa anak itu dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Iya Itachi-nii, Tou-san baru beliin Sakura monopoli!" Sakura memamerkan kotak permainan monopolinya sambil tersenyum riang.
"Tapi Sasuke sedang sakit, Sakura-chan." Kata Itachi sambil tersenyum prihatin.
Sakura mematung, mata hijaunya kini berlinangan air mata, dan ia tiba-tiba terisak, "tapi, Sasuke-kun kan udah janji." Kata Sakura disela isakannya dan merasakan tangan sebelahnya mengucek matanya yang dibanjiri buliran bening. Itachi hanya menghela nafas pendek, mengingat bagaimana adiknya sangat bersemangat ketika Sakura ingin datang dan membawa mainan baru. "Sakura nggak boleh main sama Sasuke-kun lagi ya," katanya terisak lagi.
Itachi berjongkok dan mengelus pundak Sakura pelan, "Sakura-chan boleh kok main sama Sasuke, tapi mainnya nanti ya. Sasuke masih istirahat. Sekarang main monopolinya sama Itachi-nii saja bagaimana?" tanya Itachi.
Air mata Sakura menyurut dan senyumnya kembali mengembang, "beneran? Itachi-nii mainnya-"
"Nggak boleh! Sakura nggak boleh main sama Aniki!" sebuah suara cempreng yang terdengar egois datang dari pintu kamar Sasuke yang kini sudah terbuka dan menampakkan sosok anak seumuran dengan Sakura dengan wajah merah karena masuk angin.
Senyum Sakura bertambah lebar, "Sasuke-kun sudah bangun ya!?" tanya Sakura girang. "Sekarang mainnya bertiga ya, Itachi-nii!" kata Sakura semangat.
"Sakura nggak boleh main sama Aniki!" Sasuke mengulangi kata-katanya sambil menarik Itachi menjauh dari Sakura, "Aniki itu Anikinya Sasuke! Sakura cari Aniki lain buat diajak main monopoli sana!" bentak Sasuke.
"Tapi Sakura, hiks, Sakura juga pingin Aniki kayak Itachi-nii!" kata Sakura dengan tersedu. Ia kemudian melempar kotak monopolinya dan segera berlari ke ruang tengah dan kini tersedu di sofa sambil membenamkan wajah di bantal sofa.
Itachi menatap sangsi pada adiknya yang kini terlihat merasa bersalah, "Sasuke, itu namanya egois." Jelas Itachi, "nggak ada salahnya kan berbagi? Sakura-chan mau kan berbagi mainan baru sama Sasuke?" kata Itachi lagi, "Aniki memang Anikinya Sasuke, tapi Aniki juga sayang sama Sakura-chan." Kata Itachi.
"Ta-tapi-"
"Nanti gimana kalau Sakura-chan nggak mau main ke sini lagi?" tanya Itachi pura-pura serius, dan ia langsung tersenyum melihat ekspresi adiknya yang berubah takut-takut.
"Hah! Nanti kalau nggak ada Aniki, Sasuke main sama siapa?" tanya Sasuke panik.
Itachi mengelus pucuk kepala adiknya dan ia tersenyum manis, "makanya," katanya, "sekarang minta maaf sama Sakura-chan, Aniki beresin mainannya. Nanti kita main monopolinya di teras belakang."
Itachi mengawasi adiknya yang kini melangkah dengan langkah berat, ia terlihat ragu-ragu mendekati anak perempuan yang kini masih tersedu. Sasuke mendekati Sakura, "Sakura, jangan nangis lagi. Sasuke minta maaf!" kata Sasuke pelan, "Sakura boleh kok mainan sama Aniki, tapi nanti dikembaliin ya!"
Sakura berhenti terisak dan melihat anak laki-laki dengan pipi merah yang tersipu malu dan menjulurkan tangannya. Sakura menyambut uluran tangan itu.
Itachi tersenyum sendiri ketika mengingat kenangan yang sudah hampir bersarang di otaknya. Ia melirik sekali lagi dan ternyata adiknya sudah tertidur dengan tangan disisi lengan sofa yang menopang kepalanya. Ekspresinya tenang.
Yah, kalau dipikir-pikir lagi... Itachi tidak iri dengan Sakura, pasalnya gadis kecil itu kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Mungkin sekarang Itachi akan meminta Sasuke membagi Sakura untuknya.
Hanya bercanda. Itachi tidak serius.
Karena Itachi tahu kalau hanya bersama Sasuke, Haruno Sakura akan terlihat cantik. Dan hanya ditemani Sakura, Uchiha Sasuke merasa bahagia.
.
.
.
OWARI
.
.
.
(A/N)
Hallo minna-san, saya membawa chapter baru lagi untuk fic ringan saya. Ini mungkin sekedar filler aja XD #kayak-apaan-aja karena saya lagi bingung dan rancu. Oh iya, berhubung banyak yang tanya ini bakal sampai chapter berapa saya sih nggak bisa jawab. Soalnya masih ngambang gitu. Dan tentang konflik? Tentu saja akan ada konflik di chapter depan nantinya, mungkin setelah masuk SMA. Tapi saya masih mencari-cari ide. Supaya setiap chap nggak kepanjangan dan bisa dinikmati :)
Special Thanks to:
, chii no pinkycherry, SasuSakuSasoGaa, akasuna no ei-chan, Ukida Haruka, NaNo Kid , mako-chan, rhidayahchan, Tsurugi De Lelouch, Zee Uchiharuno, blyskue, allihyun, Mayurahime, Chichoru Octobaa, Peach Saphire, Dypa-chan, Jellalna, Afisa UchirunoSS.
Review Please :)
