Setelah sampai rumah Sehun langsung menemui Eommanya yang mungkin sampai sekarang masih khawatir dengan kondisinya.

"Eomma" Sehun menemukan eommanya yang sedang menonton televisi diruang tamu

"Nak, darimana saja nak" Eomma Sehun walaupun sudah dikasih tahu sama Kris namun tetap ingin tahu dari anaknya sendiri

"Dari rumah teman habis belajar bersama Eomma" Sehun memeluk eommanya untuk memberikan ketenangan karena sekarang dirinya sudah dirumah dengan selamat

"Sudah, kamu istirahat saja" Eomma Sehun menyuruh anaknya istirahat karena pasti anaknya lelah sehabis belajar dan juga selama ini anaknya lebih banyak menghabiskan waktu dengan yang namanya belajar

"Aku permisi Eomma" Sehun pamit dan masuk kedalam kamarnya

"Sehun" Chanyeol menerjang tubuh sang maknae ketika memasuki kamar

"Aduh, kau berat Hyung" Sehun keberatan dan hampir limbung ketika hyungnya meloncat kedalam pelukannya

"Sorry hehehe..." Chanyeol menyadari kalau badanya berat dan langsung turun dari pelukan adiknya

"Kenapa lama sekali?" Kris bertanya dengan santai sambil melirik Sehun

"Luhan hari ini otaknya agak kurang encer sehingga lama untuk mencerna semuanya" Sehun tidak mungkin kejadinya secara detail kepada hyungnya karena bisa - bisa dirinya akan dibully selama berbulan - bulanan

"Benarkah?" Kris tidak percaya karena selama ini yang diketahuinya bahwa Luhan adalah orang yang pintar sama seperti Sehun

"Hm" Sehun hanya mengangguk karena bisa dipastikan bahwa semua orang tidak akan percaya dengan omongannya sementara kejadian sebenarnya seperti itu

"Yasudah, ayo tidur" Kris menarik tangan Sehun untuk tidur ditengah seperti biasa mereka tidur jika bersama

"Kenapa kalian tidur disini" Sehun tidak terima karena tempat tidurnya akan menjadi sempit

"Karena Eommamu tadi menyuruh kami kemari jadi sekalian saja" Kris menjawab sambil menutup mata dan mencari posisi aman untuk tidur

"Sudah kau tidur saja dan jangan banyak bicara" Chanyeol membalikkan badannya karena malas berbicara dengan sang maknae dalam keadaan ngantuk

"Awas saja kau" Sehun geram namun badannya sudah lelah sehingga dirinya lebih banyak diam dan mengalah untuk kali ini

..

..

..

"Hoam..." Sehun terbangun karena sinar mentari dimusim semi yang memasuki jendela kamarnya

"Hyung, ayo bangun kita mau sekolah" Sehun membangunkan kedua hyungnya namun tidak ada yang merespon sehingga Sehun sangat kesal. Jika ini dianimasi maka kalian bisa melihat asap diatas kepala Sehun yang siap meledak

Sehun merenggangkan kedua tangannya untuk memberikan alaram pagi pada kedua hyungnya.

"ARGH..."

"ARGH..."

"Bagus kalian berdua sudah bangun, ayo mandi dan kita harus sekolah" Sehun senang karena trik alaramnya sangat berfungsi dengan cara meremas selangkan Kris dan Chanyeol hyung bersamaan

"SEHUN... ARGH... BAGAIMANA MAU BANGUN KALAU... ARGH... PENIS KAMI KAU REMAS... ARGH..." Kris kesusahan bicara karena remasan Sehun semakin kuat pada selangkangan mereka

"ARGH... KRIS HYUNG BETUL HUN... ARGH..." Chanyeol sangat kesakitan jika sudah Sehun bermain kasar pada penisnya

"Baiklah, ayo mandi" Sehun melepaskan remasannya dan beranjak kedalam kamar mandi yang ada dikamarnya dan diikuti kedua hyungnya dengan wajah kesal karena membangunkan dengan cara yang tidak elit

Selesai mandi Sehun cs langsung ke sekolah karena mereka sudah mau terlambat dan semua ini karena Chanyeol yang sibuk membalas dendam akibat perbuatan maknae lucifernya.

"Gara - gara Hyung kita jadi terlambat" Sehun memarahi Chanyeol karena hampir terlambat

"Apa? Semuanya gara - gara kau duluan" Chanyeol tidak terima disalahkan karena memang semuanya berasal dari maknaenya

"Sudah jangan ribut nanti kita jadi terlambat benaran" Kris mengemudi mobil dengan kecepatan diatas rata - rata karena mereka mau terlambat dan sesampainya di sekolah Sehun cs langsung menuju kantin untuk membeli sarapan dan memakannya didalam kelas dengan terpaksa

"Kenapa kalian lama" Luhan bertanya kepada Sehun yang baru saja duduk dikursinya

"Semuanya karena Chanyeol" Sehun menceritakan singkat saja dan tidak mungkin jika dia mengatakan jika Chanyeol mengerjainya habis - habisan dan mau taruh dimana mukanya jika orang lain tahu

"Oh" Luhan mengerti dan tidak bertanya lebih lanjut dan membaca bukunya seperti biasa

"Kau mau makan roti? Aku ada lebih" Luhan bertanya karena dia membawa roti sangat banyak

"Boleh" Sehun menerimanya karena sangat lapar dan sarapannya sudah habis dimakan namun masih kurang kenyang

"Ini" Luhan memberikannya karena tadi dia sudah makan didalam perjalanan menuju sekolah

"Terima kasih Lu" Sehun menerimanya dengan senang hati sambil tersenyum dan hal itu membuat Luhan susah nafas

"Hm" Luhan mengangguk semangat karena senang melihat Sehun tersenyum seperti itu

..

..

..

Sepulang sekolah Sehun pisah jalan dengan kedua hyungnya karena dia ingin jalan - jalan disekitar taman sebelum pulang kerumah namun nasibnya sangat sial hari ini.

"Hai Sehun" seorang wanita cantik menyapa Sehun

"KAU!" Sehun geram karena bertemu dengan Jiyeon yang merupakan orang yang sudah membully kekasihnya dulu

"Hai sayang" Jiyeon hingga saat ini hatinya masih mencintai Sehun

"Silahkan pergi, aku muak melihatmu" Sehun ingin beranjak pergi karena tidak suka berdekatan dengan Jiyeon

"Jangan terburu - buru sayang" Jiyeon menarik tangan Sehun hingga Sehun tidak sengaja mendorong Jiyeon hingga jatuh ketanah dan seseorang melihatnya langsung marah

"WOI!" seorang pria menghampiri Jiyeon dan membantunya berdiri

"Aku baik - baik saja" Jiyeon mengatakannya sambil memberikan senyuman palsunya

"Kau siapa? Kenapa kasar sekali dengan wanita" pria tersebut tidak menerima jika ada seorang pria mengasari wanita

"Kau yang siapa?" Sehun menantang balik

"Aku adalah kekasihnya" pria tersebut menjawab dengan mantap

"Nghh... Kau kekasih dari wanita ini. Sangat disayangkan karena wanita disampingmu adalah wanita yang suka membully orang lain" Sehun menyindir pria didepannya

"Tidak" Jiyeon mengelak sedangkan Nichkun ingin mendengarkan apa yang dimaksud dari orang tersebut dan menolak penjelasan dari kekasihnya

"Maksudmu?" Nichkun tertarik dengan apa yang dikatakan pria tersebut

"Dia adalah orang sangat jahat, dia membully kekasihku karena cemburu dan intinya dia masih menyukaiku hingga saat ini karena tadi dia memanggilku dengan kata sayang sehingga aku mendorongnya" Sehun menceritakan sambil menatap sinis Jiyeon

"Tidak, semua tidak benar" Jiyeon menangis palsu untuk meyakinkan kekasihya

"Kau tidak lihat dia menangis" Nichkun mendekati Sehun dan memberikan satu hantaman tepat dirahang

"Sialan kau" Sehun membalas dengan memberikan satu hantaman tepat dirahang orang tersebut dan mereka berkelahi hingga Nichkun kalah dan tidak berdaya sedangkan Jiyeon ketakutan karena takut Sehun membunuhnya

"Tidak ada gunanya kau membela dia" Sehun memperingatkan Nichkun yang terlalu membela kekasih liciknya

Sehun berlari kearah tidak tentu karena dirinya ingin sekali menjauh dari Jiyeon dan kekasihnya yang sangat memuakan. Setelah berlari selama dua menit tiba - tiba seseorang menghalangi jalannya dan dirinya terpaksa menabrak wanita tersebut.

"ARGH..." seorang wanita terjatuh karena terdorong oleh seseorang

"Aku minta maaf" Sehun meminta maaf karena dia juga salah berlarian ditengah jalan

"Lain kali hati - hati kau... SEHUN" Luhan berniat menceramahi orang yang menabraknya namun ketika menatap wajah orang yang menabraknya membuatnya sangat terkejut

"Lu.. Luhan" Sehun juga sama terkejutnya karena kondisinya sekarang sangat berantakan

"Kau kenapa Hun?" Luhan panik ketika melihat tubuh Sehun penuh dengan luka dan memar

"Tidak apa" Sehun tidak mungkin memberitahu apa yang terjadi pada dirinya

"Ayo ikut aku, biar aku obati" Luhan membawa Sehun kerumahnya yang tidak jauh dari lokasi tersebut

"Kita mau kemana" Sehun heran dengan jalan yang dia lewati seperti pernah lewat namun tidak terlalu ingat dengan baik

"Kita ke apartementku, tidak jauh dari sini" Sehun sadar bahwa jalan ini memang sjudah pernah dilewatinya setelah Luhan memberitahu arah

Setelah sampai di apartement Luhan mengambil kotak p3k sedangkan Sehun berbaring diatas sofa karena dirinya sangat kelelahan.

"Naikkan kepalamu" Luhan memberikan perintah agar kepala Sehun naik sedikit dan tiduran dipahanya

"Apa tidak apa – apa?" Sehun bertanya karena ragu tiduran dipaha orang lain apalagi wanita

"Tida apa" Luhan memberikan anggukan kemudian Sehun merebahkan kepalanya tepat dipaha Luhan dan Luhan memulai membersihkan luka Sehun

"ARGH... Pelan – pelan Lu" Sehun kesakitan karena obat luka Luhan sangat perih dikulitnya yang terluka

"Sakit apanya? Tadi waktu berkelahi kau tidak merasakan sakit" Luhan kesal karena Sehun banyakan mengeluh

"Hehehe..." Sehun ketawa ngakak karena apa yang dikatakan Luhan sangat benar

"Tahan sebentar" Luhan mengoleskan obat luka pada wajah memar Sehun, ketika sedang terluka saja Sehun sangat tampan apalagi wajahnya ketika sembuh pasti akan lebih tampan

"Lu, jangan banyakan melamun. Aku tahu aku sangat tampan" Sehun menyadarkan Luhan yang sedang sibuk mengamati wajahnya dan tidak mengacuhkannya

"ARGH..." Sehun berteriak kesakitan ketika Luhan menekannya terlalu kuat sedangkan Luhan yang baru sadar dari lamunannya terkejut dan baru sadar dengan kesalahan yang baru saja dibuatnya

"Aku minta maaf Hun, aku tidak sengaja" Luhan ketakutan karena menekannya terlalu kuat sedangkan Sehun hanya mengangguk – angguk tanda memaafkan

"Lu, aku mencintaimu" Sehun mengatakannya secara gamblang karena dia menyukai Luhan entah sejak kapan

"Apa?" Luhan mengorek kupingnya untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah mendengar

"Tidak ada" Sehun malu karena sudah salah bicara dengan gamblang

"Ulangi Hun, aku yakin tadi kau pasti mengatakan sesuatu" Luhan merasa sangat yakin jika Sehun mengatakan sesuatu

"Hah... Aku mengatakan kalau aku mencintaimu" Sehun berkata jujur dan berharap Luhan juga memiliki perasaan yang sama namun jika ditolak itu adalah hal wajar dan perasaan yang selama ini disimpan akhirnya bisa diungkapkan juga walaupun tidak terbalaskan

"Benarkah?" Luhan terkejut dan bertanya sedangkan Sehun hanya mengangguk

"Aku juga mencintaimu" Luhan mengatakannya dengan cepat dan tanpa spasi

"Apa?" kini giliran Sehun yang tidak mendengar perkataan Luhan

"Aku bilang, aku mencintaimu juga Hun" Luhan tersenyum lembut karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan

"Terima kasih Lu" Sehun bangun dan mencium singkat bibir Luhan dan itu merupakan ciuman pertama mereka berdua

"Kenapa kau bisa menyukaiku Hun, padahal waktu pertama jumpa wajahmu seperti tidak menyukaiku dan wajahmu seperti tembok datar" Luhan bertanya kepada kekasih barunya alasan kenapa dia bisa menyukai dirinya

"Hahaha... walaupun datar tetapi ganteng kan. Aku juga tidak tahu namun semakin lama kenal denganmu maka aku semakin menyukaimu" Sehun tidak bisa mengatakannya dengan tepat karena dia juga tiba – tiba menyukai sifat Luhan dan semua yang ada pada Luhan

"Baiklah" Luhan juga sama dengan Sehun mencintai dari sisi lainnya yang selama ini jarang diperlihatkan

"Tapi aku minta maaf karena tidak membawa bunga dan coklat untuk menembakmu" Sehun sangat malu karena tidak membuat persiapan sebelum menembak Luhan

"Tidak apa, yang kubutuhkan adalah pembuktian jika kau mencintaiku" Luhan tidak masalah dengan bunga dan coklat seperti banyakan orang

"Terima kasih Lu, itulah disebut Flying Get" Sehun memberitahu bahwa teknik yang dia gunakan adalah teknik flying get

"Flying Get maksudnya?" Luhan tidak mengerti dengan arti kata tersebut

"Flying Get adalah bahasa slange Jepang yang artinya mencuri start sebelum dimulai. Aku menembakmu sebelum memiliki persiapan apapun" Sehun menjelaskan kata tersebut sambil memberikan contoh agar kekasihnya mengerti

"Ah, aku mengerti" Luhan mengerti setelah dijelaskan kekasihnya

"Bagus jika kau sudah paham Lu"

~TBC~