Disclamer: Naruto x Kuroko no Basuke.
Naruto&Kuroko no Basuke: Romance and Basketball.
Raiting: T
Pairing: [Naruto x Hinata]
Genre: Adventure, Sport, Romance, Friendship.
Warning: Gaje, Abal, Typo.
.
Summary: Sebuah rumor tentang pemain Kiseki no Sedai yang beredebar, anggota bayangan Six Player, tapi dibalik itu tidak ada yang pernah tau selain pemain Kiseki no Sedai sendiri, Seven Player Kiseki no Sedai. Pemain yang menghilang dari SMP Teikou selama 1 Tahun, setelah memenangkan pertandingan kejuaraan SMP. Dan sekarang dia kembali, kembali untuk menghancur-kan Kiseki no Sedai.
.
Chapter 7: Seirin VS Seiho
.
Seluruh pemain Seirin dijaga oleh pemain Seiho dengan one-on-one, termasuk Naruto yang dijaga oleh Tsugawa dengan sangat ketat. Satu-satunya murid Seirin berambut blonde itu tidak habis pikir kenapa Tsugawa masih berusaha keras menjaganya, padahal dia sudah kalah telak, tapi entahlah Naruto sama sekali tidak tau pikiran orang botak tersebut.
"Siapa yang harus aku oper?" Izuki melirik seluruh teman satu teamnya yang terus dijaga. Dia sama sekali tidak menemukan celah untuk memberi operan kepada rekan seteamnya. "Kuroko!" Izuki kaget, melihat Kuroko yang lepas dari penjaganya dengan begitu mudah. "Jangan sampai salah, Kuroko." Izuki dengan cepat melempar bola yang dia dribble secara Overhead Pass pada Kuroko.
"Operan asal seperti itu tidak akan..." Ryuhei Kasuga, pemain Seiho yang mempunyai nomer punggung #5, dengan posisi Point Guard, menyeringai melihat operan Izuki yang dia yakin keluar lapangan. "Apa!" Ryuhei tersentak kaget melihat Kuroko yang entah muncul dari mana membelokan oprannya.
Tap!
Kaget, bukannya hanya Team Seiho, tapi juga bukan hanya penonton, Seirin juga kaget, melihat Naruto berhasil menangkap bola yang membelakanginya, atau bisa dibilang berada dibagian yang tidak terlihat, mungkin lebih dikenal dengan bagian mati panca indra mata.
.
"Tidak mungkin! Aku tidak tau Uzumaki-kun bisa menangkap bola yang membelakanginya." Riko tersentak kaget melihat hal yang diluar akal sehat itu. Jika ini bukan dalam pertandingan pasti Riko akan langsung menanyakannya pada Naruto.
"Itu mustahil! Bukannya hanya butuh penglihatan yang bagus, itu juga membutuhkan timing yang sangat tepat. Naruto Uzumaki, bakat basket yang dia punya melampaui ekpetensiku." Batin Hinata yang sama terkejutnya dengan Pelatih team Seirin yang duduk manis diampingnya.
.
"Aku tidak akan membiarkan mu lewat, Uzumaki!" Tsugawa berteriak dengan keras, karena setiap dia one-on-one dengan Naruto, dia pasti kalah, bukan hanya kecepatannya yang menakjubkan, tekniknya juga begitu hebat, yang dapat menembus defense Sieho, defense terbaik yang sangat sulit untuk ditembus, dengan begitu mudahnya.
"Lewat kata mu?" Naruto menunduk, hingga poni pirang panjangnya menutpi kedua mata biru saffirnya yang indah. "Untuk mengalhkan Seiho aku tidak butuh beramin secara serius, bahkan dalam keseriusan 30% aku dapat mengalahkan Seiho sendirian dengan begitu mudah, jadi bukan aku yang akan menjadi bintang dalam pertandingan ini, tapi..." bola yang Naruto pegang dia lempar dengan tembakan Three Point.
Tank!
Bola tersebut membentur ring dengan kuat, tapi Kagami yang sudah siap dibawah dengan cepat merebound bola tersebut, dan memasukannya dengan teknik Dunk miliknya.
"...melainkan Kagami."
Blush!
Dengan sangat sempruna Kagami memasukan bola yang diberikan Naruto secara Dunk yang cukup kuat.
.
"Aku percaya Kagami dapat melakukan Dunk itu, tapi yang aku tidak percaya, Uzumaki-kun bisa meleset dari tembakannya, itu sagat tidak mungkin." Riko memegang dagunya sendiri, Naruto meleset dalam menembak, itu mustahil, akurasi tembakan yang dipunya Naruto, Riko yakin tidak jauh berbeda dengan milik Shintaro Midorima, tapi kenapa Naruto meleset? "Masaka..." Riko tersentak kaget begitu dia sadar kenapa Naruto meleset dalam menembak.
"Dia sengaja tidak memasukannya, agar Taiga-san menjadi bintang dilapangan. Akurasi macam apa yang kau punya, Naruto-san, hingga berhail memberi pass menakjubkan, walaupun orang pasti mengira itu tembakan gagal." Guman Hinata, yang juga baru sadar, sama seperti Riko yang masih mengamati dengan jelih jalannya pertandingan.
.
Kagami dengan cepat mendribble bola kearah ring Seiho, tapi salah satu pemain Seiho Tsutomu Iwamura, pemain dengan nomer punggung #4, yang merupakan kapten Seiho, tidak membiarkann Kagami lewat.
"Aku tidak bisa melewatinya." Kagami melirik kearah kiri dan kanan. "Kuroko!" Kagami memberikan bolanya pada Kuroko dengan Bounde Pss.
Kuroko melirik kebalakang, dengan cepat melakukan Pass istemewanya, dan dia arakan bolanya pada Hyuuga yang masih berada dibelakang.
"Operan kebelakang, itu akan sama saja." Tsutomu menyeringai penuh kemenangan. "Apa!" Tsutomu kaget, ketika pria berambut blonde, satu-satunya pemain Seirin yang mempunyai nomer diatas 20 muncul didepannya secara tiba-tiba.
Tap!
Naruto menangkap bola tersebut. "Menyikirlah dari ku, Oji-san." Ujar Naruto datar, tidak lebih tepatnya perintah Naruto datar.
"Tidak akan kubiarkan!"
"Huh..." Naruto mengehela nafas pelan. "Sudah aku katakan menyikir, kau harus menyikir, Oji-san." Cepat, tidak bahkan cepat masih kurang untuk mengartikan dribble yang saat ini sedang Naruto lakukan.
.
"Tidak mungkin itu..."
"...Ankle Break, teknik kelas atas, teknik yang tidak semua pemain NBA bisa melakukannya, terlebih lagi..."
"...geraknnya sangat lembut, dan begitu halus, tidak seperti pemain NBA yang melakukannya dengan asal, dia melakukannya dengan sangat terarur dan rapih, sebenarnya siapa kau, Menma Uzumaki?"
.
Kise, Kasamatsu, dan Midorima yang melihat pertandingan dari atas lapangan begitu kaget melihat teknik Naruto yang diatas kata sulit tersebut.
Brak!
Tsutomu jatuh dengan keras dilantai. "Sudah aku katakan menyikir. Jadinya kau jatuhkan Oji-san.." Naruto menatap Tsutomu dengan senyum tipis. "Oh iya aku lupa bilang, aku ini mutlak loh, kalau aku bilang menyikir, jadi harus menyingkir." Naruto melakukan style Three Point dari garis yang sudah melewati beberapa centi dari garis tengah. "Seperti bola ini..." Naruto melempar bola tersebut dengan santai.
"Jika aku bilang berikan pada Kagami, maka..."
Tank!
Bola tersebut membentur ring dengan kuat, tapi Kagami yang berada dibawah ring tidak akan membiarkan bola itu bebas, dengan cepat dia melakukan rebound. "...bolanya akan bergerak kearah Kagami, dan jika aku bilang masuk, maka..."
Blush!
"...bolanya akan masuk." Naruto tersenyum penuh kemangan melihat Kagami berhail memasukan bolanya dengan Dunk. Mengalihkan pandangannya, Naruto menatap Tsutomu yang masih jatuh dibawahnya. "Sadarilah tempat mu, Oji-san. Kau tidak akan pernah melawan kami..." Naruto berlaik, dengan Kuroko, dan Kagami berlari kearanya.
"...dua cahaya, dan dua bayangan."
OoOoOoO
"Prrrrtttt, Qwarter Pertama berakhir."
Wasit yang kini menjadi pengawas pertandingan semi final antara, Seirin dan Seiho, berteriak dengan keras, kalau Qwarter Pertama telah berakhir.
Naruto, dan pemain Seirin yang lainnya berjalan kearah bangku yang menjadi tempat mereka untuk beristirahat, mengatur strategi, dan lain hal sebagainya yang berguna dalam pertandingan.
"Uzumaki, kenapa kau bisa bergerak bebas melawan Seiho? Aku bahkan sama sekali tidak bisa lepas dari penjagaan one-on-one mereka." Hyuuga menatap Naruto binggung. Naruto memang hebat, tapi dapat menebus pertahanan team Seiho itu sangat sulit menurut Hyuuga, sekalipun itu Kiseki no Sedai.
"Huh..." Naruto mengehela nafas pelan. "Sebelum aku menjelaskannya, bolehkah aku minum terlebih dahulu? Untuk lepas dari penjagaan mereka membutuhkan stamina yang luar biasa." Ujar Naruto dengan menatap rekan satu teamnya bergantian, beserta, Riko dan Hinata.
"Ini." Hinata memberikan sebotol air pada Naruto. "Untuk lemonnya, kau baru boleh memakannya ketika pertandingan telah usai." Hinata, dia membuat lemon yang Naruto minta, entah kenapa Hinata sama sekali tidak keberatan, jadi dia membuatnya, yah memang pada dasarnya Hinata pandai memasak, jadi membuat lemon untuk menambah stamina seperti itu bukanlah hal yang susah untuk Hinata.
Naruto menggambil botol air yang diberikan Hinata, dan dengan satu kali tegelukan setengah volume air yang berada dibotol, sudah diminum dengan cukup buas. "Kau terlalu kejam, Hinata-san, padahal aku ingin mencicipinya sekarang." Balas Naruto, yang kembali menutup botol minum yang dia pegang.
Hinata mengembungkan pipinya. "Mou, aku tidak ingin kau sakit saat nanti bertanding melawan Midorima-san, Naruto-san." Ujar Hinata, lebih tepatnya, perhatian Hinata. "Eh tunggu dulu..." Hinata tersentak kaget. "Kenapa aku jadi perhatian pada Naruto-san?" batin Hinata bingung, karena akhir-akhir ini dia menjadi sangat perhatian pada Naruto, terlebih lagi itu terjadi setelah kencan pertama mereka.
"Mengumbar kemesraan kalian lebih baik nanti." Riko menatap Hinata, dan Naruto bergantian, dan memberhentikan pandangannya pada Naruto, yang berepresi santai. "Jadi bisa kau jelaskan, Naruto-san?" tanya Riko serius.
"Aku yakin kau sendiri sudah taukan Riko-senpai, hanya saja kau masih kurang yakin?" Naruto menatap Riko yang mengangguk kecil. "Seperti dugaan mu, mereka menggunakan seni bela diri tua." Ujar Naruto santai.
"Seni bela diri? Haachoo! Maksud mu seperti itu?" Kagami yang tidak mengerti bertanya dengan mempraktekan seni bela diri asal-asalan karena bagaimanapun, Kagami sama sekali tidak tau seni bela diri, yang dia tau hanya basket, basket, dan basket.
Naruto tersenyum tipis. "Seperti yang diharapkan dari Cahaya Tetsuya, kau memang bodoh, Baka-Gami. Yang dimaksud seni bela diri, bukan seni bela diri seperti itu, mereka hanya menerapkan salah satu unsur gerakan dari seni bela diri tua tersebut. Sebagian orang pasti akan sulit menyadarinya karena seni bela diri ini sudah punah, mungkin hanya mereka saja yang menggunakannya saat ini." Naruto merubah ekpresi santainya ke-ekpresi serius.
"Salah satu gerakan yang mereka gunakan, 'Lari Namba'. Biasanya kaki dan lengan mu akan bergerak berlwanan ketika kau berlari, tapi 'Lari Namba' tangan dan kaki akan bergerak secara berima, atau bisa dibliang tidak berlawanan. Dengan menghindari beban dilenganmu, kita bisa mengurangi beban pada otot, dan menghemat stamina yang diperlukan. " jelas Naruto dengan ekpresi seius.
"Kau tau banyak ya, Naruto-san?"
"Mereka Team yang cukup terkenal, sebelum pertandingan ini dimulai aku sudah menyelidiki mereka terlebih dahulu, jadi bukan lah yang mustahil bagi ku untuk mengathui gerakan aneh yang mereka gunakan." Ekpresi santai Naruto kembali berubah ke-ekpresi serius. "Selain melakukan 'Lari Namba' mereka menggunakan beberapa gerakan yang membuat mereka dapat menjada lawan dengan jumlah stamina yang sedikit, lalu bergerak cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Itulah hal yang dilakukan Seiho sejak tadi." Naruto mengakhiri penjelasannya dengan kalimat akhir bernada malas.
"Seni bela diri? Jadi itulah gerakan yang kurasakan saat melihat gerakan mereka." Batin Kagami yang baru sadar apa yang dilakukan Seiho.
"Satu lagi, mereka juga murid SMA seperti kita, mau bagaimanapun mereka pasti akan jatuh ketika terkena Ankle Breaker seperti tadi, atau Fake pasti juga akan mempan pada mereka." Naruto kembali berdiri dari duduknya. "Waktunya kembali bertanding." Ujar Naruto dengan merenggangkan otot-ototnya.
"Prrrrttttttt."
Naruto, dan yang lainnya kembali berjalan memasuki lapangan. Naruto yang berjalan dibelakang, melangkahkan kakinya kearah Izuki yang tidak jauh darinya. "Izuki-senpai bisa tukar posisi dengan ku?" tanya Naruto dengan berbisik.
"Eh?"
"Tenang saja, posisi ku akan lebih menguntungkan jika di Point Guard." Bsisik Naruto. Dia adalah pemain yang bisa berada diposisi manapun, tapi posisi yang bisa meningkatkan kemampuannya, seperti dia mengeluarkan 25% kemampuannya, maka akan meningkat menjadi 28% secara natural jika berada di Point Guard.
"Baiklah, tapi jangan sampai kalah, Uzumaki." Izuki tersenyum, dan berlari meninggalkan Naruto, yang juga tersenyum tipis.
"Point Guard, sudah lama aku tidak memakai posisi ini." Batin Naruto dengan membetulkan handbandnya.
OoOoOoO
Naruto mendribble bola ditengah lapangan, dengan pandangan santai, dan juga Naruto tidak berlari melainkan berjalan biasa. Mata biru saffir Naruto menajam, dengan kata lain, saat ini dia sedang menggunakan salah satu skillnya, Hawk Eye.
Menutup kedua matanya sesaat, Naruto menangkap bola yang dia dribble. Naruto melemparkan bola tersebut dengan Overhead Pass, pada Kagami, yang sudah berada dibawah ring.
Pemain Seiho yang melihat itu tidak membiarkannya begitu saja, tapi sebelum salah satu pemain Seiho tersebut menyentuh bola, Kuroko yang entah muncul dari mana menggembalikan bola tersebut pada Naruto, yang masih berada di tempat Yhree Point.
Tap!
Naruto menangkap bola tersebut, dengan gerakan yang lembut, dan halus, Naruto menembakan bola tersebut dari tempatnya berdiri, yang tidak jauh dari garis tengah.
Blush!
Penonton, pemain Seirin, dan pemain Seiho diam, tidak ada suara sama sekali, karena terpana dengan gerakan halus yang dilakukan Naruto.
"Sugoi!"
"Gerakannya sangat halus."
"Aku tidak percaya, Seirin memiliki pemain seperti itu."
Setelah bunyi tanda bola masuk, penonton baru bersorak ria, pemain Seirin tersenyum senang, sedangkan Seiho, memandang kesal, bola yang masuk barusan, serta Naruto yang hanya menatap datar.
"Dia yang pertama harus kita kalahkan dulu." Tsugawa memandang tidak suka Naruto. Bukan hanya berhasil melewatinya di Qwarter pertama dengan mudah, sekarang Naruto berhasil memasukan angka Three Point dengan gerakan, yang membuat orang membisu karena gerakannya yang lembut dan halus.
"Sepertinya aku kelewataan." Batin Naruto tersenyum getir, karena dia ingin membuat Kagami memasukan angka terbanyak dalam pertandingan ini, tapi Naruto tidak menyangka, kalau dia terbawa nafsu.
.
"Siapa dia? Gerakannya sama dengan Uzumakicchi ketika menembakan Three Point." Batin Kise yang melihat dari bangku penonton. Pemikirannya saat ini goyah kalau dia bukan Naruto Uzumaki, karena bagaimanapun Kise begitu hafal gerakan Naruto, tapi tidak bisa menirunya.
"Dia monster, bahkan levelnya aku yakin melebihi Kiseki no Sedai." Batin Kasamatsu tenang. Walaupun tenang, Kasamatsu mulai berfikir bagaimana cara mengalahkan Naruto, pemain bintang kelas atas, yang saat ini berada di Seirin dengan nomor punggung 24.
.
"Dia dapat menebak dari situ. Apa dia bisa menembak sejauh diriku?" batin Midorima tenang, tapi juga mulai merasa terganggu dengan pikirannya sendiri tentang Naruto.
.
Tsutomu dengan kesal mendribble kedepan dengan cepat, dan melewati setiap pemain Seirin yang menghalanginya dengan badannya yang besar. "Masih terlalu cepat bagi kalian untuk mengalahkan kami, Seirin!" Tsutomu meloncat, untuk melakukan dunk, tapi...
Buakh!
...Kagami dengan kuat menahan dunk tersebut. "Kalian jangan terlalu membanggakan diri. Jika kalian memang Raja, buktikan pada kami, Seiho!" teriak Kagami, dengan usahanya yang berhasil, menghentikan dunk Tsutomu.
"Dia berhasil menghentikan dunk itu, aku sungguh tidak percaya."
"Tahun ini Seirin memiliki banyak pemain bintang."
Tap!
Izuki menangkap bola yang berhasil diblock oleh Kagami. "Nice block, Kagami." Izuki berlari mendribble bola yang ada padanya kearah ring Seiho. Ryuhei, yang melihat Izuki mendribble dengan cepat kearah ring Seiho tidak membiarkannya begitu saja.
"Kalian jangan senang dulu!" teriak Ryuhei, dengan mencoba menghentikan Izuki, tapi...
"Maaf, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami saat ini." Izuki menangkap bolanya, dan melemparnya kearah Naruto, yang berlari cukup cepat kearah rig Seiho.
Buakh!
Kuroko menabah ketinggian dari operan izuki, yang tentu membuat penonton, pemain Seiho, termasuk Seirin terkejut karena ketinggian operan tersebut yang cukup tinggi.
"Mana mungkin dia bisa mencetak angka jika seperti itu."
"Menangkapnya bisa, mencetaknya itu hal yang mustahil."
"Aku berani bertaruh 1.00.000 yen, kalau dia tidak akan berhail memasukan bola tersebut."
Dua meter sebelum Naruto berada dibawah bola, Naruto lompat terlebih dahulu, dengan ketinggian yang cukup tinggi, mungkin sekitar 70cm, lompatan yang kini Naruto gunakan.
Tap!
Bola tersebut berhasil Naruto tangkap, dengan tangan berada dicelah kakinya yang melompat, dan bola yang berada dicelah kakinya (bola dan tangan berada dicelah kaki secara bersamaan). "Jika kalian yang mengira ini tidak masuk maka kalian bodoh, karena..." Naruto melemparkan bola tersebut dari celah kakinya, dengan posisi yang masih berada diudara.
Bola tersebut Naruto lempar menggunakan tangan kirinya, melalui celah kakinya, dengan lemparan yang tidak terlalu kuat.
Tank!
Bola tersebut membentur ring dengan kuat, tapi...
"...bola ini pasti masuk." Terkejut, seluruhnya, sejak kapan Naruto berada dibawah ring, terlebih lagi tadi mereka semua yakin, beberapa detik yang lalu, Naruto masih berada diudara.
"Pertandngan ini sangat penting bagi para Senpai, karena mereka akan menghadapi masa lalu mereka yang kelam, maka dari itu, aku tidak ingin kalah di pertandingan ini."
Blush!
"Tidak mungkin, dia sungguh cepat. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, dia hanya mempunyai tinggi sekitar 170-an cm, bukan?"
Sungguh tidak terduga, Naruto melakukan dunk dengan kuat di ring Seiho. "Jika hanya mengtantamkan tangan kearah ring aku juga bisa. Ini juga bukan hal yang sulit." Ujar Naruto, yang masih berpegangan pada ring Seiho.
.
"A-apa, Uzumaki-kun melakukan dunk? A-aku tidak percaya, bahkan tinggi melebihi Hyuuga, tapi dia bisa melakukan dunk." Pelatih Team Seirin, Riko Aida hanya bisa memandang Naruto tidak percaya, karena berhasil melakukan dunk, yang seharusnya mustahil untuk orang memiliki tinggi 170-an cm.
"Naruto-san, kau sungguh orang yang tidak terduga. Bukan hanya memiliki skill yang menarik, tapi kau juga dapat melakukan dunk dengan postur tubuh pendek seperti dirimu." Batin Hinata, memandang Naruto tenang, lebih tepatnya pandangan tertarik, pada pemuda blonde tersebut.
.
"Riko-chan, mungkin sudah waktunya." Hinata menatap Riko dengan pandangan tenang. Mereka berdua telah merencenangan sesuatu untuk memenangkan dua pertandingan sekaligus, melawan Seiho, dan Shutoku.
Riko memejamkan matanya sesaat yang memandang serius jalannya pertandingan. "Mungkin kau benar." Riko berdiri, dan berjalan kearah pengawas pertandingan.
"Prrrrtttttt."
Bola dilapangan, keluar arena, dikarenakan Naruto, memang sengaja membuang keluar, untuk menjalankan rencana Riko dan Hinata, yang dari awal sudah dia tau, kalau cepat atau lambat, merea bertiga akan diganti secara bersamaan.
"Seirin pergantian pemain!"
Naruto, Kagami, dan Kuroko, berjalan keluar lapangan, dengan 3 orang Senpai, Kogane, Mitobe, dan Tsucchi. "Aku serahkan pada kalian, Senpai." Naruto menepuk tangan Mitobe, dan Mitobe hanya membalas dengan anggukan yakin.
"Senpai jangan mau kalah." Kagami menepuk pelan tangan Kogane, yang berada didepannya. Walaupun sebenarnya dia masih ingin bermain, tapi apa boleh buat, keputusan pelatih adalah yang terbaik menurut Kagami.
"Pemain kelas 1 diam saja dipinggir lapangan, dan lihat para Senpai kalian ini bermain." Balas Kogane dengan senyum lebar.
"Senpai berjuanglah." Ujar Kuroko datar, pada Tsucchi, yang berada didepannya.
"Ya."
OoOoOoO
"Hoi, hoi, Seirin mengganti pemain kelas 1 mereka lho! Apa mereka sudah menyerah?" tanya Takao dengan menatap rekan seteamnya Midorima, yang duduk disampingnya. Takao tidak habis pikir, kenapa Seirin mengganti pemain kelas 1 mereka, padahal jika pemain kelas 1 mereka dimainkan sudah pasti menang bukan? Itulah yang berada dipikiran Takao.
"Ini adalah pertandingan balas dendam Seirin kepada Seiho tahun lalu, dan juga..." Mata Midorima memandang Serius pertandingan Seirin VS Seiho. "...mereka tidak menyerah, justru sebelaiknya..." Midorima membelutkan letak kacamatanya. "...mereka berencana untuk menang." Lanjut Midorima datar, yang sudah tau, apa yang dipikirkan oleh pelatih Seirin tersebut.
.
"Di-dia bisa dunk ya?"
"Nice Dunk, Mitobe." Hyuuga menepuk punggung Mitobe pelan. Peratandingan saat ini sangat penting untuk dirinya, dan juga murid kelas 2 yang lainnya, karena dari itu mereka berlatih kerasm, berlatih untuk mengalahkan para Raja, yang telah membantai mereka tahun lalu.
"Hoy!" Pemain Seirin yang berbalik, mengalihkan pandangan mereka, dan menatap Tsutomu, yang berdiri dengan angkuh. "Aku mendengar pembicaraan kalian barusan. Kalian berencana mengalahkan Shutoku dengan mengganti mereka? Kalian meremehkan kami ya?" Tsutomu memandang tidak suka Hyuuga, yang berdiri didepannya.
"Kalau itu sih Cuma asal bicara saja." Hyuuga terseyum sadis. "Bagi kami pertandingan ini adalah pertandingan balas dendam, maka dari itu kami mengganti mereka, terlebih lagi seharusnya kalian bersyukur karena Uzumaki tidak ikut bermain." Lanjut Hyuuga, yang masih memadang Tsutomu dengan pandangannya sadis.
OoOoOoO
Mata saffirnya dengan jelasnya melihat jalannya pertandingan, Seirin VS Seiho. Pandangan matanya hanya menatap bosan, sejak dia diganti dia sudah yakin dengan jalannya pertandingan, dan sekarang sudah memasuki Qwarter ke-4, yang menandakan pertandingan akan berakhir dengan kemangan Seirin, ya dirinya sangat yakin akan hal itu.
"Ini pertama kalinya aku melihat Kuroko dari bangku pnonton, dia sungguh hebat." Kagami menatap Kuroko kagum yang: menggantikan Kogane dari beberapa menit yang lalu. Dirinya tidak menduga permainan Kuroko begitu mengagumkan.
"Kenapa kau baru menyadarinya, Kagami-san, sejak dulu dia memang sehebat itu." Naruto melihat ekpresi dari Kagami sudah dapat menebak apa yang ada dipikiran teman satu teamnya itu, dia punya editic memory, tentu saja dia dapat mengingat dengan sempurna apa yang dipikirkan orang hanya dengan melihat ekpresinya.
"Pertandingan berakhir."
"Apa-apaan ini, seharusnya kita yang unggul, tapi kenapa mereka yang unggul." Tsugawa menatap tidak percaya skor yang mereka dapat. Dia mempunyai tekad untuk mengalahkan Seirin dengan unggul 30 point, tapi kenyataannya, dirinya kalah dari Seirin.
"Tsugawa tenanglah, Raja bukanlah yang menang. Tapi yang menanglah Raja." Tsutomo berbicara dengan nada penuh bijaksana, walaupun dia sebenarnya juga sedikit kesal karena kalah dari Seirin, tapi apa boleh buat, jika hanya ini batas kemampuan mereka, maka memang inilah hasilnya.
"Semuanya berbaris."
Pemain Seirin, dan Seiho segera berlari ketengah lapangan untuk melakukan hal yang diperintahkan sang wasit.
"Berikan salam."
"Arigato Gazaimasu."
OoOoOoO
"Ada yang ingin aku sampaikan." Ujar Riko serius, dengan membawa papan jalan, disertai selembar kertas yang terapit diatasnya. "Tapi sebelum itu aku minta maaf dulu kepada kalian semua." Lanut Riko.
"Kenapa kau harus minta maaf, Riko-senpai?" tanya Naruto, dengan memakan lemon yang diberikan Hinata kepadanya.
"Uzumaki mina dong." Kagami mencoba menggambil kotak makanan yang berisi lemon, yang dipegang Naruto, tapi Naruto menjauhkan kotak itu dari jangkauan tangan Kagami.
"Tidak mau. Ini buatan Hinata-san. Walaupun makanan tidak enak sekalipun, aku tidak akan pernah membaginya, Kagami-san." Ujar Naruto dengan nada tajam. "Tapi lemon ini jauh lebih enak dari buatan Satsuki." Batin Naruto.
"Aku tidak tau kalau dia itu pelit." Guman Hyuuga sweadrop, melihat Naruto berusaha menjauhkan kotak lemonnya dari Kagami.
"Sungguh dia itu orang sangat pelit." Guman Izuki yang melihat Naruto menjauhkan kota lemonnya.
"Naruto-kun, kau tidak pernah berubah." Batin Kuroko tersenyum, karena hal tersebut mengingatkan dia saat watu SMP, saat dimana Manager Teamnya membawakan lemon, dengan rasa yang bisa dibilang sangat tidak enak, tapi tetap dia makan, tanpa membaginya pada satupun rekan teamnya.
"Dia keren saat bertanding, tapi aku tidak tau dia juga lucu saat seperti ini." Batin Hinata tersenyum melihat kelakukan Naruto yang tidak pernah dia lihat sama sekali. Keren, dingin seperti es, hangat, baik, terkadang mesum, dan sekarang dia melihat sisi lain Naruto, yaitu sifatnya yang sedikit pelit jika bersangkut pautan dengan makanan yang Hinata buat, dan tanpa sadar wajah Hinata sedikit memerah memikirkan kata-kata Naruto tersebut.
Naruto kembali menatap Riko. "Jadi bisa kau katakan sekarang, Riko-senpai?" tanya Naruto, dengan memasukan satu potong lemon kedalam mulutnya.
"Sebelum babak penyisihan Interhigh dimulai aku salah membaca sistem pertandingan ini. Yang aku bacakan adalah sisitem pertandingan Interhigh tahun kemarin, dan tidak aku sangka tahun ini ada sedikit perubahan." Riko menatap kertas yang dia bawa.
"Pemenang Turnamen dari setiap block akan langsung masuk ke Turnamen Interhigh, dan bagi yang kalah akan diadakan kesempatan kedua, yaitu dengan babak penyisahan bersisitem Liga, dan satu Liga berlaku untuk 8 blcok, dengan kata lain, ada 2 kota berada diblock yang sama, contoh, Tokyo, dan Kyoto, karena setiap kota memiliki 4 block, maka masing-masing dari kota akan ada 4 team yang akan ikut dan itu hanya berlaku bagi team yang kalah di final, dan yang dapat lolos ke Turnamen Interhigh dari Liga tersebut hanya ada 1 team, apa kalian mengerti?"
"Bisa dibilang kita tidak boleh kalah disini bukan. Karena jika kita kalah, kita belum tentu masuk ke Turnamen Interhigh. Maka dari itu..." Kagami berdiri dari kursi yang dia duduki. "...kita harus menang, untuk masuk Turnamen Interhigh, untuk mengalahkan Kiseki no Sedai, dan untuk menjadi nomor 1 di Jepang." Lanjut Kagami dengan nada penuh keyakinan.
"Perkataan mu membuat darah ku mendidih, Kagami-san." Naruto menutup kota lemnonnya dan ikut berdiri. "Aku akan mengerluarkan 45% kemampuan ku, untuk mengalahkan Shintaro." Lanjut Naruto.
OoOoOoO
"Dengan 113 melawan 38 angka, pemenangnya, Shutoku!"
"Arigato Gozaimasu!"
Pemain Shutoku berjalan meningalkan lapangan. Dilihat dari wajah mereka, mereka semua bukan lah pemain kelas 1, melainkan Senpai yang sudah lebih dulu masuk Club Basket Shutoku. Sedangkan pemain kelas 1, Shintaro Midorima, dan Kazunari Takao, duduk dibangku cadangan.
"Walaupun bagus kita dapat istirahat sebentar sebelum pertandingan final, tapi rasanya jadi ingin cepat main basket." Ujar Takao, dengan merenggangkan otot tangannya keatas, diserta dengan menguap lebar. "Tapi bukannya bagus? Mereka menang." Lanut Takao dengan menatap Midorima yang berada disisi kanannya.
"Aku sudah tau hal itu." Balas Midorima datar dengan membetulkan letak kacamatanya yang sedikit turun kebawah. "Ini akan menjadi pertandingan yang menarik." Batin Midorima menyeringai.
OoOoOoO
Kuroko berdiri dari tempat dia duduk. "Maaf aku ingin ke toilet sebentar." Pinta Kuroko datar, pada pelatih teamnya yang sedang mencoba memikirkan suatu strategi untuk mengalahkan Shutoku.
"Ah aku ikut Kuroko." Naruto berdiri dari tempatnya, dan berlari kecil mengejar Kuroko yang sudah berjalan lebih dulu., sebelum dia berdiri dari tempat duduknya.
.
"Tapi cukup mengejutkan, aku tidak menyangka Seirin akan menang." Batin Takao, yang saat ini sedang berada di toliet, dengan mencuci tangannya. Takao mengira kalau Seirin tidak akan menang melawan Seiho, karena Seiho salah satu dari 3 Raja, ta[i siapa sangka ternyata sang Raja yang akan kalah.
"Ah." Takao tersenyum, ketika menyadari ada Kuroko yang berjalan dibelakangnya. "Yo." Sapa Takao ramah. Jika orang tidak bisa menyadari Kuroko karena hawa kehadirannya yang kecil, maka Takao bisa, itu disebabkan oleh mata Takao yang telag menguasai Hawk Eye.
"Domo." Balas Kuroko datar.
Takao membalik badannya. "Ada orang lain kah? Untuk pertandingan berikutnya mohon bantuannya, ya." Ujar takao ramah, dan berjalan keluar Toilet, meninggalkan Kuroko yang menatapnya datar, dan Naruto yang menatapnya dengan pandangan tenang, disertai senyum tipis.
"Dia menyadari Kuroko berjalan dibelakangnya? Eagle Eye, tidak Hawk Eye, dia sama seperti ku. Aku tidak menyangka Shintaro akan memiliki rekan yang menarik seperti dia." Batin Naruto tersenyum tipis, dengan memandang Takao yang berjalan keluar.
.
"Kagami-kun sudah waktunya." Kuroko memanggil Kagami yang sedang tertidur pulas diruang istirahat Seirin.
Kagami perlahan-lahan membuka matanya, dan melihat sosok Kuroko yang berdiri dengan menatapnya datar. "Sudah saatnya kah? Tapi tumben kau sendirian, dimana Uzumaki?" tanya Kagami heran, karena Kuroko memanggilnya sendirian, tidak bersama cahaya Seirin yang lainnya.
"Naruto-kun? Dia sedang berada diluar sebentar. Setiap pertandingan yang menentukan pasti dia akan selalu mencari angin diluar untuk menyegarkan pekirannya agar tidak kacau saat bertanding." Balas Kuroko datar, karena memang dia sudah tau betul dengan sifat Naruto yang suka menyindri sebelum pertandingan dimulai, saat melawan seseorang yang sangat kuat, seperti Shintaro Midorima.
.
"Aku telah berusaha sebisa ku. Aku yakin aku pasti akan menang." Midorima membuka mata hijaunya yang terpejam tenang. Berdiri dari kursinya yang diruang istirahat Shutoku, yang saat ini sudah tidak orang selain dirinya.
Melangkahkan kakinya keluar ruang Istirahat, Midorima membuka pintu ruangan tersebut dengan pelan.
"Kau terlambat." Ujar Takao yang berdiri disamping pintu ruang Istirahat Shutoku, dengan menyandarkan tubuhnya ketembo, serta memasukan tangannya kedalam saku celananya. "Para Senpai sudah pergi duluan." Lanjut Takao.
.
"Shintaro..." Naruto tersenyum tipis dengan memandang pohon-pohon yang berada didepannya. Membalik badannya, Naruto kembali berjalan memasuki tempat yang akan menjadi saksi pertandingannya dengan Shooter terbaik, Shintaro Midorima. "...aku tidak akan kalah dari mu, Shintaro." Batin Naruto.
.
To Be Continued
.
Author Note: Maaf lama update. Disini aku bikin pertandingan Interhigh tidak seperti di Canonnya, jika masih ada yang tidak mengerti, Yang menang di final akan langsung masuk ke Turnamen Interhigh, dan yang kalah difinal, akan masuk kedalam Liga penyisihan, dengan gabungan dari 2 kota sekaligus, dan yang menang akan masuk ke Turnamen Interhigh.
Untuk Kemampuan Naruto kenapa disebut sebagai sosok Monster yang sesungguh di Kiseki no Sedai, pertama karena dia memiliki Shoot yang sama dengan Midorima, hanya saja dengan jangkauan jarak maksimal setengah lapangan, memiliki kecepatan yang hampir menyamai Aomine, memiliki kelincahan yang melebihi Aomine, memiliki refleks yang hampir menyamai Murasakibara, memiliki Fake yang lebih sempurna dari Himuro Tatasuya, memiliki kemampuan Misderection yang menyamai Kuroo, dapat melakukan ankle break, dengan melihat posisi tubuh lawan, karena Naruto hafal, 1001 gerakan dribble yang membuat orang lain terjatuh dengan melihat posisi berdiri, dan mempunyai tinggi lompatan yang hampir menyamai Kagami.
Kemampuan Naruto memang agak mirip dengan kemampuan Kise, tapi jika Kise dapat meniru tanpa mempelajarinya, maka Naruto harus mempelajarinya terlebih dahulu. Kise meniru Kiseki no Sedai dengan keberhasilan, 90% menyamai bakat Kiseki no Sedai yang lainnya, tapi Naruto hanya memiliki 50-80% saja untuk menyamai mereka. Kise hanya dapat menggunakannya selama 5 menit, Naruto dapat menggunakan sesuka hatinya. Itulah perbedaan kemampuan Kise dan Naruto.
Untuk Momoi akan uncul di Chapter selanjutnya, dan mungkin hanya sekilas, tapi untuk chapter sesudah melawan Shutoku, Momoi pasti akan muncul terus walaupun tidak sebanyak Hinata.
.
Mohon Review.
.
