VILLAGE OF LIGHT
~Light must be able to defeated a darkness and make all being bright~
.
Genre : Friendship, Family and Fantasy
.
Warning : Typo, Boring, GaJe, etc.,
Main Cast :
Leeteuk as Light of White
Heechul as Light of Red
Hankyung as Light of Nila
Yesung as Light of Gold
Kangin as Light of Maroon
Shindong as Light of Green
Sungmin as Light of Pink
Eunhyuk as Light of Orange
Donghae as Light of Blue
Siwon as Light of Brown
Kibum as Light of Silver
Ryeowook as Light of Yellow
Kyuhyun as Light of Violet
Zhoumi as Light of Gray
Henry as Light of Cyan
Other Cast : DB5K members
.
Story by LyELF
DON'T COPY ANYTHING WITHOUT MY PERMISSION
.
† V.O.Ł †
Matahari mulai muncul ke permukaan langit dan mulai melakukan tugas nya untuk memberikan cahaya dan energi bagi semua yang memerlukan nya. Tree of Light tidak terlihat seterang saat malam hari walaupun masih terlihat cahaya berwarna warni menyelimuti pohon itu. Udara sejuk pun berhembus, menerpa semua yang di lewati nya dan membuat dedaunan dari pohon besar itu bergoyang-goyang.
"Huuaaahhhh~"
Kyuhyun membuka jendela rumah nya dan angin segar langsung memenuhi ruangan yang tidak terlalu besar itu. Ia memejamkan mata nya menikmati udara yang menerpa tubuhnya. Setelah puas menghirup udara segar, Kyuhyun membuka mata nya dan mengulas senyuman saat melihat desa nya sudah ramai dengan para light human yang mulai berterbangan di udara memulai aktivitas nya masing-masing.
TAP
Kyuhyun melompati jendela yang cukup lebar sebatas setengah tubuhnya. Ia keluar dari jendela itu seakan melupakan fungsi dari pintu yang ada di sebelah jendela.
Pooff~
Sayap berwarna ungu itu mulai muncul dan setelah menggerakan sayap nya beberapa kali, Kyuhyun mulai melesat terbang. Entah mengapa hari ini ia merasa bersemangat. Mungkin karena latihan yang mereka lakukan kemarin berhasil dan rencana nya besok mereka akan melakukan penyegelan.
Kyuhyun terbang sambil berputar-putar di udara, menembus angin sejuk yang semakin menambah semangat nya.
"Senang sekali kau, Kyu"
Sebuah suara menghentikan kegiatan Kyuhyun. Ia membalikan tubuhnya yang masih melayang di udara.
"Wonnie hyung, Zhoumi hyung" ucap Kyuhyun senang dan segera ia menghampiri 2 hyung yang menatap nya dengan senyuman.
"Pagi-pagi sudah bersemangat eum?" ucap Zhoumi dengan senyuman khas nya.
"Setiap hari kita memang harus bersemangat!" ucap Kyuhyun sambil menyengir lebar. Siwon menggelengkan kepala nya lalu mengacak rambut Kyuhyun gemas.
"Ya hyung! Aku bukan anak kecil lagi" protes Kyuhyun sembari menepis tangan Siwon.
"Kau tetap adik kecil kami haha" balas Siwon membuat Kyuhyun mendengus kesal.
"Kalian mau kemana?" tanya Kyuhyun.
"Kami akan melakukan pemeriksaan di area segel. Kau mau ikut?" ucap Zhoumi. Kyuhyun menggelengkan kepala nya.
"Aniyo. Aku mau makan saja~" ucap Kyuhyun senang.
Siwon dan Zhoumi pun pergi setelah memberi salam perpisahan pada Kyuhyun yang juga sudah melesat menuju sebuah rumah. Tanpa mengetuk pintu seperti awal ia datang kemari, ia justru menghilang dan muncul kembali di dalam rumah itu.
"Ryeowookie~" pekik Kyuhyun membuat Ryeowook yang tengah meracik beberapa ramuan di dalam rumahnya itu terlonjak kaget.
"Aish Kyu, kau membuat ku kaget!"
Kyuhyun hanya menyengir lebar sambil menghampiri hyung nya itu. Ryeowook adalah ahli dalam hal ramuan baik itu ramuan energi maupun ramuan healing.
"Kau sedang apa, hyung?" tanya Kyuhyun sambil memainkan sebuah gelas berisi cairan berwarna hijau terang.
"Mencoba ramuan healing tingkat 3" ucap Ryeowook sembari mencampurkan cairan berwarna biru dengan cairan berwarna kuning.
"Hyung~ aku lapar"
Kyuhyun mulai mengeluarkan rengekan yang selalu meluluhkan hati para hyung nya. Ryeowook menghentikan kegiatan nya dan menolehkan kepala nya menatap Kyuhyun.
"Ini masih pagi, Kyu. Tumben sekali kau sudah lapar" ucap Ryeowook heran.
"Memangnya tidak boleh?"
Kyuhyun beralih ke sofa dan mendudukan diri nya di sana. Ryeowook pun akhirnya meletakan semua ramuan nya dan beranjak menyusul Kyuhyun.
Cling
Ryeowook menyodorkan sepiring penuh sandwich berisi daging dan keju kepada Kyuhyun yang langsung di terima oleh Kyuhyun dengan senang.
"Gomawo hyungie~" ucap Kyuhyun semanis mungkin lalu mulai memasukan potongan sandwich pertama ke dalam mulutnya.
"Kau terlihat senang, Kyu" ucap Ryeowook yang sudah duduk di sebelah Kyuhyun sambil tersenyum.
"Aku memang selalu senang~" balas Kyuhyun sambil memberikan cengiran lebar nya membuat Ryeowook menggelengkan kepalanya.
"Oiya hyung. Apa kau tahu dimana Sungmin hyung? Aku mencari nya daritadi tapi aku tak merasakan aura nya" ucap Kyuhyun.
"Ia sedang pergi ke perbatasan. Mungkin ia menekan aura nya sekarang. Waeyo?" jelas Ryeowook.
"Ani. Hanya ingin menemui nya saja" jawab Kyuhyun.
TUK
Kyuhyun meletakan piring kosongnya di atas meja.
"Aku kenyang. Gomawo hyung~"
Ryeowook hanya menganggukkan kepala nya membalas ucapan Kyuhyun.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang"
"Mwo?! Jadi kau kemari hanya untuk makan?"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu menatap Ryeowook bingung.
"Memangnya untuk apa lagi?"
"Aish, ku kira kau ingin berbicara sesuatu pada ku" ucap Ryeowook polos membuat Kyuhyun tertawa.
"Kita bicara nanti saja hyung. Aku mau jalan-jalan dulu. Aku pergi!"
Kyuhyun langsung menghilang dari pandangan Ryeowook setelah mengatakan itu meninggalkan Ryeowook yang menghela nafas. Ia pun beranjak dari duduknya dan mulai melanjutkan kegiatan nya yang tertunda.
.
.
"Umma~ Umma lihat. Aku bisa mengeluarkan cahaya ku lebih besar dari biasa nya"
"Jinja? Coba tunjukan pada umma"
"Bagaimana? Aku bisa kan?"
"Wuaa… Kau memang hebat, chagi-ya~"
Kyuhyun tersenyum lembut saat ia melihat perbincangan seorang namja kecil yang menunjukan cahaya berwarna hijau tosca kepada umma nya. Anak itu terlihat senang sekali mendapat pujian dari sang umma dan langsung berhambur memeluk umma nya dengan sangat erat. Kedua nya saling tertawa bersama.
"Umma, aku merindukan mu" gumam Kyuhyun pada diri nya sendiri.
2 sosok yeoja cantik langsung tercetak jelas dalam pikiran Kyuhyun. Sosok umma di V.O.L yang sudah meninggal dan sosok umma nya di dunia manusia. 2 sosok yeoja yang sama-sama cantik, penyayang, sangat lembut dan terpenting sangat memanjakan Kyuhyun.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan?" gumam Kyuhyun lagi sambil mengadah ke langit dengan senyuman tipis di wajahnya.
Kyuhyun yang tengah berada di tempat favorit nya itu hanya duduk santai sambil merasakan angin yang berhembus cukup kencang. Merasakan keheningan dan ketenangan yang selalu ia dapatkan di tempat ini.
Syiinggg~
"Teuki hyung?"
Kyuhyun membuka mata nya yang sempat ia pejamkan saat menyadari kehadiran hyung tertua nya itu. Cahaya berwarna putih transparan memutari Kyuhyun membuat namja itu tersenyum.
"Teuki hyung, apa yang kau lakukan eoh?"
Cling~
TAP
Sosok Leeteuk pun muncul dan duduk di samping Kyuhyun. Ia tersenyum lembut lalu mengacak rambut Kyuhyun.
"Aku hanya ingin menemui dongsaeng ku. Apa tidak boleh?" ucap Leeteuk.
"Darimana kau tahu aku di sini?" tanya Kyuhyun.
"Tidak ada. Aku mencari mu dan aura mu melemah, tentu saja kau pasti berada di sini" jawab Leeteuk. Kyuhyun menatap Leeteuk lalu tersenyum tipis. Ia sudah menyadari bahwa Leeteuk memang sudah mengetahui tempat rahasia nya bahkan sebelum Sungmin mengetahui nya tapi selama ini Leeteuk tidak pernah menemui nya di sini dan berlaku seakan tak mengetahui keberadaan dongsaeng nya itu. Di saat seseorang membutuhkan waktu sendiri, lebih baik kau membiarkan diri nya sendirian untuk menenangkan diri dan berpikir.
"Tak akan ada yang bisa membunyikan sesuatu dari mu hyung, ck" ucap Kyuhyun. Leeteuk hanya tersenyum.
"Kenapa kau kemari, Kyu? Ada yang menganggu pikiran mu?" tanya Leeteuk sambil mengelus rambut Kyuhyun lembut.
"Ani. Hanya ingin kemari saja" jawab Kyuhyun singkat.
Leeteuk hanya menatap Kyuhyun lalu tersenyum tipis. Ia tak membalas ucapan Kyuhyun, ia mengalihkan tatapan nya lurus ke bawah memperhatikan desa.
Keheningan terjadi…
Tak ada yang membuka suara baik Kyuhyun maupun Leeteuk. Hanya suara angin dan daun yang saling bergesekan.
Sreett.
Leeteuk melirik ke samping saat merasakan sesuatu di pundaknya. Ia mengulas senyuman lembut saat Kyuhyun merebahkan kepala nya di pundak kanan nya. Sikap manja maknae nya mulai muncul. Leeteuk merangkul Kyuhyun dan mulai mengelus rambut Kyuhyun kembali dengan lembut. Kyuhyun memejamkan matanya saat merasakan sentuhan yang membuat nya nyaman itu. Sosok hyung tertua nya ini selalu membuat nya tenang dan nyaman.
"Hyung…" panggil Kyuhyun dengan mata masih terpejam.
"Eum?"
"Aku—merindukan Appa dan Umma" ucap Kyuhyun jujur.
"Ne, arrasso" Leeteuk sedikit terenyuh dengan ucapan Kyuhyun. Ia hanya tersenyum tipis tanpa menghentikan kegiatan mengelus rambut dongsaeng nya itu.
"Setelah semua selesai, apa kau akan tetap kembali ke dunia manusia?" tanya Leeteuk pelan.
"Apa boleh?" tanya Kyuhyun balik.
"Jika kau menginginkan nya, aku akan mengizinkan. Kau terlihat bahagia di sana" ucap Leeteuk.
"Kau selalu mengawasi ku, hyung?"
"Tentu saja. Aku mengawasi kalian semua dari sini"
Ya, 14 Prince of Light harus berpencar di dunia manusia untuk menjaga keseimbangan cahaya saat mereka memasuki usia yang cukup. Hanya Leeteuk yang menjadi ketua dari V.O.L dan mempunyai tanggung jawab besar dalam kestabilan desa lah yang tetap berada di V.O.L. Semua akan berada di dunia manusia hingga waktu penyegelan The Dark di perbaharui. Dan setelah segel tersebut baru maka V.O.L akan memiliki generasi Prince of Light baru yang akan di pilih dari para Light human muda yang memenuhi semua persyaratan yang ada. Dan Prince of Light sebelumnya akan di bebaskan dari tugas.
"Apa kau akan kembali?" tanya Leeteuk lagi.
"Entahlah hyung. Aku bingung. Aku tidak ingin berpisah dengan kalian lagi tapi— aku juga merindukan mereka" ucap Kyuhyun lirih.
"Kau masih memiliki waktu untuk memikirkan nya" ucap Leeteuk.
Mereka pun kembali terdiam. Kepala Kyuhyun semakin berat, ia mulai merasakan kantuk yang membuat nya ingin tertidur. Angin yang berhembus kencang dan tangan halus Leeteuk yang masih memainkan rambutnya menambah rasa kantuk nya.
Syiinnggg~
DEG
Baru saja Kyuhyun akan masuk ke alam bawah sadarnya dan tertidur nyenyak saat sebuah aura hitam di rasakan begitu kuat. Ia mengangkat kepala nya dan langsung menatap wajah Leeteuk yang sudah berubah menjadi serius dan waspada walau masih tertutup dengan sikap tenangnya.
"Hyung, yang tadi—"
DUAR!
Sebuah ledakan yang sangat keras terdengar membuat Kyuhyun langsung berdiri dan membulatkan mata nya. Asap tebal langsung menyelimuti wilayah perbatasan bagian selatan.
DUAARR!
Satu lagi ledakan yang lebih besar dari arah utara yang di susul dengan asap tebal. Kyuhyun mengepalkan tangan nya kesal. Aura hitam mulai menyelimuti langit V.O.L dan udara dingin yang membuat bulu roma berdiri mulai menyusup ke desa.
Syiiingg~
Cahaya putih bersinar cukup besar dan menyilaukan. Kyuhyun menolehkan kepala nya kepada Leeteuk yang sudah mengeluarkan cahaya nya. Ia tahu bahwa Hyung nya itu tengah berusaha menstabilkan desa dengan light nya agar aura hitam itu tidak menyebar.
"Mereka menyerang" gumam Leeteuk lalu menghela nafas nya. Ia berdiri dan menatap Kyuhyun yang mulai panik.
"Kyu, kau bantu Yesung dan Kibum di bagian barat. Siapkan diri mu" ucap Leeteuk dengan nada tenang.
Kyuhyun mengangguk mengerti dan setelahnya Leeteuk menghilang begitu saja. Kyuhyun menggeram kesal melihat langit V.O.L mulai menggelap dan di tutupi aura hitam, setelahnya ia pun ikut melakukan teleportasi ke bagian barat untuk menemui Yesung dan Kibum seperti yang di perintahkan oleh Leeteuk.
.
.
† V.O.Ł †
"Hyung!"
Leeteuk muncul di markas utama. Ruangan yang cukup besar itu sudah terisi oleh Shindong, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook dan Henry. Mereka semua langsung menghampiri Leeteuk dan menatap ketua mereka itu dengan intens untuk menunggu perintah. Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Sungmin, Siwon, Kibum dan Zhoumi sudah menyebar ke area perbatasan terlebih dahulu.
"Bagaimana hyung?" tanya Ryeowook dengan wajah cemas.
"Seperti nya mereka berpusat di perbatasan namun manekin cahaya sudah terlihat berada di wilayah desa dan light human tengah berusaha melawan mereka" jelas Shindong mengenai situasi yang ada. Leeteuk menganggukan kepala nya mengerti.
"Kali ini mereka tidak main-main hyung" ucap Donghae.
"Arrasso. Sekarang dengarkan aku" ucap Leeteuk membuat kelima namja itu menatap Leeteuk serius.
"Shindong dan Ryeowookie. Ungsikan semua light human kearea persembunyian dan buat benteng perlindungan agar tidak dapat di tembus. Lakukan!" titah Leeteuk.
"Siap!"
Shindong dan Ryeowook langsung menghilang dari ruangan tersebut.
"Henry, pimpin Soldier of Light –light human pertahanan— untuk menghancurkan manekin cahaya yang sudah memasuki wilayah desa" lanjut Leeteuk lagi
"Ne gege!" ucap Henry yang juga langsung menghilang setelah mendapatkan tugas.
Leeteuk menarik nafasnya. Ia menatap Eunhyuk dan Donghae yang masih berada di ruangan itu.
"Kalian bantu Sungmin di area Timur. Ia tak bisa melawan sendirian" ucap Leeteuk.
"Hyung! Bagaimana dengan area segel? Kita juga harus menjaga nya" ucap Donghae. Leeteuk hanya mengangguk lalu tersenyum.
"Aku yang akan menjaga area segel" ucap Leeteuk.
"Sendirian? Tidak apa-apa hyung?" tanya Donghae lagi cemas.
"Tenanglah Hae. Cepat pergilah. Jika terjadi sesuatu dengan segel, dengan terpaksa kita harus melakukan penyegelan hari ini juga. Hati-hati lah" ucap Leeteuk lagi.
Eunhyuk dan Donghae menganggukkan kepala nya sebelum kedua nya menghilang dari tempat menuju ke area yang sudah di tentukan.
Untuk kalian semua! Berhati-hati lah. Mereka lebih kuat dari dugaan kita. Jangan lengah dan siapkan diri kalian jika kita terpaksa melakukan penyegelan setelah pertarungan ini!
Leeteuk melakukan kontak telepati kepada dongsaeng nya yang lain. Setelah nya ia pun memejamkan mata nya berusaha mengawasi seluruh aura di V.O.L juga menjaga kestabilan dari V.O.L yang sempat kacau akibat ledakan yang terjadi. Ia menghela nafas nya lelah. Tugas nya memang cukup berat di bandingkan yang lain. Hanya dia yang mampu menjaga kestabilan dari desa ini. Setelah nya ia pun mulai melakukan teleportasi menuju area segel. Ia harus menekan segel itu terlebih dahulu dengan kekuatan nya agar tidak ada The Dark yang mampu terlepas kembali.
.
.
.
† V.O.Ł †
Crrinngg~
CTASH!
SRAAKK …
Siwon dan Zhoumi terus terbang menghindari cambuk dan rantai yang mengincarnya sejak tadi. Cambuk dan rantai itu di selimuti aura hitam kelam yang akan melukai mereka jika terkena sedikit saja bahkan pohon dan batu yang terkena cambuk itu langsung hancur tak tersisa.
Sudah beberapa saat lama nya Siwon dan Zhoumi berusaha melawan seorang namja yang pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka berdua tengah menjaga perbatasan bagian Selatan saat namja itu datang secara tiba-tiba dan membuat ledakan dan kekacauan di perbatasan tersebut.
Yoochun—namja yang menyerang bagian Selatan itu hanya terbang dengan santai dengan sayap hitam nya sambil terus melesatkan rantai dan cambuk miliknya menghancurkan apa saja yang di tembus nya.
DUAR!
Siwon melemparkan bola cahaya ke arah Yoochun dan menyebabkan ledakan namun sayang bola itu tak mengenai sasaran. Bola itu hanya mengenai permukaan rantai bercahaya hitam saja. Yoochun langsung menghempaskan rantai-rantai itu kearah Siwon membuat namja manly itu kembali berusaha menghindar dan menghancurkan rantai itu dengan pedang bercahaya coklat itu.
Wuuzzhhh
CRAK
Yoochun mengelak saat puluhan cahaya berwarna gray bagaikan pisau yang siap menusuk segala yang ada di hadapannya. Zhoumi melepaskan puluhan cahaya itu terus menerus dari berbagai arah membuat Yoochun harus mengerahkan cambuk nya untuk menepis semua cahaya itu.
BWOOSHH
BRUUKK
"AKH!"
Zhoumi terhempas ke belakang hingga membentur pohon dengan begitu keras karena tekanan cahaya hitam yang tiba-tiba keluar menyelimuti sekeliling Yoochun.
Yoochun menyeringai melihat Siwon dan Zhoumi mulai terengah-engah.
"Hanya seperti inikah kekuatan Prince of Light? Ayolah jangan mengecewakan setelah sekian lama kita tak bertemu" ucap Yoochun santai.
"Yoochun-ah. Wae? Kenapa kalian melakukan ini semua?" tanya Siwon berusaha tenang. Yoochun tertawa.
"Haruskah aku menjawabnya? Kau tak perlu tahu"
"Jangan seperti ini. Kemba—"
"Sudah ku bilang kau tak perlu tahu!"
"SIWON HYUNG, AWAS!"
Teriakan Zhoumi menginterupsi perbincangan kedua nya. Siwon menoleh dan sebuah cambuk sudah berada di dekat nya dan siap melilit diri nya.
Sraatt!
"Ish!"
Cambuk itu pun langsung melilit tubuh Siwon. Semakin Siwon berusaha melepaskan diri maka cambuk itu akan semakin melilit nya. Kilatan cahaya hitam menyelimuti cambuk itu dan membuat Siwon semakin sesak. Zhoumi berusaha mendekati Siwon untuk menolongnya namun rantai besi itu menghalangi nya.
"Yoochun! Tak ada guna nya kau melakukan ini!" tukas Zhoumi sambil menatap tajam Yoochun yang tertawa kecil.
"Ck. Jangan pernah lengah dalam pertarungan" ucap Yoochun santai.
"Kau benar-benar serius Yoochun-ah?" tanya Zhoumi sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku tak pernah bercanda" jawab Yoochun dengan senyuman nya.
Zhoumi mengepalkan tangannya kesal. Ia mulai mengeluarkan cahaya-cahaya nya kembali dan cahaya tersebut kembali melesat mengincar Yoochun. Saat ini cahaya ini lebih cepat dan banyak hingga tak terhitung lagi dan tak dapat di tebak pergerakannya.
BRAK
Punggung Zhoumi harus kembali membentur pohon untuk ke sekian kali nya. Ia meringis sakit saat rantai bercahaya hitam itu menghimpit tubuhnya antara pohon membuat ia tak bisa bergerak dan sedetik kemudian rantai itu mulai melilit pohon di belakang Zhoumi membuat Zhoumi pun terperangkap di pohon tersebut.
"Kalian benar-benar membuatku kecewa, hyung" ucap Yoochun yang tengah duduk bersila melayang di udara. Ia memandang Siwon dan Zhoumi yang masih terperangkap dan berusaha melepaskan diri.
'Shit! Cambuk ini menyerap energi ku. Jika seperti ini terus aku bisa kehabisan energi' batin Siwon. Ia sudah tak berusaha untuk melepaskan diri. Ia terdiam memikirkan cara untuk melawan.
'Kalau aku tak bisa terlepas maka aku harus melawan dengan keadaan terikat' batin Siwon lagi.
Siwon menatap Yoochun dengan fokus dan…
Syuuttt~
Yoochun sedikit terkaget saat sebuah cahaya melesat kearahnya. Ia berusaha mengelak namun cahaya itu berhasil mengenai pipi nya dan darah segar keluar dari sana. Yoochun mengalihkan pandangan nya pada pedang berwarna coklat yang bergerak dengan sendiri nya dan terus mengejar Yoochun. Ia menatap kesal Siwon yang juga tengah menatap nya karena tahu bahwa pedang itu di kendalikan oleh Siwon.
"Kau pintar juga" gumam Yoochun sambil terus terbang menghindari pedang tersebut.
Set
"Tapi, bagaimana jika begini?"
Siwon membulatkan mata nya saat Yoochun tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya membuat Siwon terpaksa menghilangkan pedang cahaya jika tak ingin pedang itu menyerang diri nya sendiri.
"Isshh"
Siwon meringis sakit saat merasakan leher nya terluka. Yoochun membuat leher Siwon terluka kecil dengan jari yang di selimuti cahaya hitam yang terlihat tajam.
"Aku bisa saja menuntaskan semua nya sekarang. Tapi apa kau yakin tak ingin bermain denganku?"
Siwon hanya mampu memejamkan mata nya berusaha mencari cara lain untuk melawan dengan energi yang mulai menipis. Tubuhnya sudah melemah karena sudah banyak energi yang di serap oleh cambuk Yoochun.
"Baiklah sebaiknya memang harus di akhiri. Lebih cepat, lebih baik"
Srreeettt
Sebuah pedang cahaya berwarna hitam keluar dari tangan Yoochun yang sudah masih setia berada di belakang Siwon. Ia mengarahkan pedang itu ke leher Siwon yang siap untuk menebasnya. Siwon ingin menepis nya namun tenaga nya benar-benar sudah terkuras sekarang. Ia hanya terdiam.
"Selamat tinggal—"
BEETS
Yoochun terpaksa mundur ke belakang saat sebuah cahaya melintas kearah nya. Ia menolehkan kepalanya kearah cahaya dengan tatapan kesal.
"B-bagaimana kau bisa—lolos?" tanya Yoochun tak percaya dengan yang di lihatnya.
Zhoumi berdiri di sana dengan ribuan cahaya yang mengelili nya sekeliling nya seakan bersiap untuk di lemparkan ke arah Yoochun. Zhoumi tersenyum penuh arti menatap Yoochun.
"Jangan pernah lengah dalam pertarungan!" ucap Zhoumi mengulangi ucapan Yoochun sebelumnya.
"Henly, lepaskan Siwon hyung dan transferkan energi pada nya" tambah Zhoumi lagi.
Cling…
Seberkas cahaya berwarna Cyan menyelimuti Siwon. Ia menyelimuti cambuk milik Yoochun dan….
Ctash!
Cambuk itu terputus begitu saja. Tubuh Siwon yang sudah lemas pun siap untuk terjun ke bawah jika tidak ada seorang namja menahan tubuhnya. Henry berusaha menahan tubuh Siwon dan langsung menyelimuti Siwon dengan cahaya nya untuk mentransfer kan sedikit energi nya. Saat Henry tengah memimpin light human untuk melawan manekin yang menyerang desa, ia melihat pertarungan Siwon dan Zhoumi dan akhirnya memutuskan untuk membantu.
"Sial!" umpat Yoochun saat melihat sosok Henry sudah melepaskan Siwon dan juga membebaskan Zhoumi tadi.
Sreettt~
TAP
DUAARR
Zhoumi langsung menghempaskan cahaya nya kembali. Cahaya yang lebih besar, terang dan banyak jumlahnya. Cahaya itu meledak di udara saat Yoochun membuat sebuah perisai dari aura hitam nya.
"Seperti aku harus mulai serius sekarang" gumam Yoochun.
"Aku pun begitu. Tak ada lagi yang meragukan ku untuk melawanku Yoochun-ah" balas Zhoumi yang seperti nya mendengarkan gumaman Yoochun.
Kedua nya tersenyum dan menyiapkan posisi mereka untuk saling menyerang.
Syuungg
CLASH!
TRANG.. CLASH!
Zhoumi langsung melesat terbang untuk menyerang Yoochun. Kedua nya berubah menjadi cahaya yang saling berbenturan satu sama lain. Cahaya hitam dan cahaya abu-abu terus beradu di udara menimbulkan percikan-percikan cahaya yang mengerikan.
"Eungh.."
"Shi yuan ge, bagaimana? Apa kau baik-baik saja? Mianhae aku tidak bisa mentransferkan lebih dari ini"
"Henry? Aish. Ne gwenchana. Gomawo Henly" ucap Siwon sambil memegangi kepalanya yang sedikit berdenyut.
"Yoochun bertambah sangat kuat dari sebelumnya. Aku sedikit kaget dengan kekuatan nya yang benar-benar hebat" gumam Siwon sambil memperhatikan pertarungan itu.
"Kita harus menyatukan cahaya kita untuk melawan nya, ge. Mungkin cara itu berhasil" ucap Henry yang di sambut dengan anggukan dari Siwon.
"Zhoumi—"
Siwon dan Henry terus memperhatikan pertarungan Zhoumi dan Yoochun di udara dalam bentuk cahaya itu. Siwon ingin ikut menyerang tapi tubuhnya masih terlalu lemas, terlalu banyak energi yang di serap oleh cambuk itu sedangkan Henry bukan lah tipe cahaya yang ahli dalam perlawanan langsung.
SRET
Zhoumi harus mundur dari pertarungan. Nafasnya terengah-engah. Terlihat beberapa luka sudah memenuhi tubuhnya. Ia memandang tajam Yoochun yang menatapnya dengan senyum kemenangan.
Sriingg
DUAGH
Akhirnya untuk pertama kali nya Yoochun harus membentur pohon dengan cukup keras saat Siwon menerjang tubuhnya tanpa bisa di duga oleh Yoochun. Ia mengumpat kesal sambil menghapus darah yang keluar dari sudut bibir nya.
"Mimi ge, gwenchanayo?" tanya Henry sambil merangkul tubuh Zhoumi yang hanya di balas dengan anggukan oleh Zhoumi. Siwon pun menghampiri Zhoumi dan Henry.
"Kita serang bersama!" ucap Siwon.
"Ck, jadi kalian ingin melawan ku bersamaan? Curang! Tapi—silahkan saja. Itu tidak akan berpengaruh apa pun"
WUUZZHH
Aura hitam mulai menguar kuat dari tubuh Yoochun. Tatapan mata Yoochun berubah lebih tajam dan dingin, iris mata itu berubah menjadi hitam kelam. Rantai dan cambuk yang sudah di hancurkan oleh Henry sebelumnya kembali menyatu tanpa cacat dan tengah melayang-layang di sekeliling Yoochun. Tekanan dari aura hitam itu mampu menghempaskan segala sesuatu yang berada di dekatnya.
Siwon, Zhoumi dan Henry mengeluarkan cahaya nya dan juga mengeluarkan aura untuk menyelimuti tubuh nya agar tidak terhempas. Mereka saling melirik satu sama lain. Seakan memberi tanda dengan anggukkan, ketiga nya memandang Yoochun dan segera melesat bagaikan cahaya untuk melakukan penyerangan. Dan sekali lagi terjadi lah pertarungan sengit di udara antara 4 orang itu. Berkali-kali Siwon, Zhoumi dan Henry berusaha mendekat dan melawan namun mereka gagal. Cambuk dan rantai masih terus menghalangi jalan mereka seakan menjadi pelindung bagi Yoochun. Hingga akhirnya Henry yang maju untuk meladeni perlawanan dari rantai dan cambuk itu. Sedangkan Zhoumi dan Siwon beralih mencari celah untuk menyerang Yoochun.
Yoochun yang menyadari hal itu mulai mengelak dari berbagai serangan dan menghempaskan ratusan cahaya hitam yang tajam sebagai penyerangan balik.
Clash!
Trak… TRANG!
DUARR! CTASH!
BWOOSSHHHH~~
Pertarungan terus terjadi dengan sengit. Hingga akhirnya Yoochun terpojok. Rantai dan cambuk nya sudah di hancurkan kembali oleh Henry dan sekarang ketiga nya menyerang tubuh Yoochun yang sudah tak mampu untuk memberikan perlawanan. Mereka menyerang secara beruntun tak membiarkan waktu bagi Yoochun untuk menghindar.
"Ini saat nya!"
Siwon berteriak membuat Zhoumi dan Henry menghentikan penyerangannya dan menghampiri Siwon. Yoochun jatuh berlutut walau sayap nya masih mampu mempertahankan tubuhnya untuk melayang. Nafas nya terengah-engah. Ia menyeringai menatap ketiga namja yang menatap nya dengan tajam. Ia berusaha untuk berdiri namun mata nya membulat saat sebuah cahaya yang sangat terang dan menyilaukan tengah melesat kearahnya.
Siwon, Zhoumi dan Henry melepaskan cahaya nya. Cahaya berwarna brown, gray dan cyan itu melesat lurus ke depan sebelum mulai menyatu satu sama lain membuat sebuah cahaya besar yang sangat terang dan menyilaukan.
SRIINGGG
BWOOSSHHH
GRAAKKK!
Cahaya itu melesat dan menembus tubuh Yoochun yang baru saja ingin berdiri. Tubuh Yoochun terhempas dan kembali membentur pohon dengan sangat keras. Cahaya it uterus menabrak tubuh Yoochun yang sudah berteriak keras menahan rasa sakit. Aura hitam yang menyelimuti tubuh Yoochun mulai memudar seiring dengan cahaya terang yang menembus tubuhnya itu hingga akhirnya aura hitam itu menghilang, sayap hitam nya hancur dan iris mata Yoochun mulai kembali normal. Cahaya terang itu mulai menipis dan akhirnya lenyap membuat tubuh Yoochun yang sudah tak berdaya itu melesat jatuh dengan kecepatan tinggi dan menghantam tanah yang berada di bawah sana.
Siwon yang sempat ingin melesat untuk menahan tubuh Yoochun ternyata terlambat. Tubuh itu sudah menghantam permukaan tanah dan terkapar di sana. Siwon, Zhoumi dan Henry langsung melesat turun menyusul Yoochun.
"Yoochunnie, gwenchanayo?"
Siwon langsung merengkuh tubuh Yoochun. Ada perasan bersalah dan menyesal membuat Yoochun seperti ini. Yoochun masih tetap memejamkan mata nya walau Siwon sudah berusaha menyadarkan namja itu.
Syuunngg~
"Henry?"
Zhoumi menolehkan kepala nya kepada Henry yang sudah mengeluarkan cahaya berwarna cyan nya untuk menyelimuti tubuh Yoochun berusaha untuk menyelamatkan nyawa namja itu. Zhoumi terkesiap kaget saat melihat Henry sudah menangis sambil terus mengalirkan energi nya. Walaupun bukan tipe healing seperti Shindong tapi Henry masih berharap Yoochun bisa selamat dari energi yang ia transferkan.
Mata Yoochun yang terpejam mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ia bisa melihat 3 orang yang mengelilingi nya saat ini.
"K-ke—napa?"
"Yoochun-ah? Syukurlah kau sadar" ucap Siwon senang.
"H-henti—kan" ucap Yoochun terbata saat melihat 3 namja itu berusaha mentransferkan energi mereka pada diri nya.
"Pabbo! Kau bagian dari kami, tidak mungkin kami menghentikan nya" ucap Siwon.
Yoochun pun terdiam. Ia kembali memejamkan mata nya. Menahan sesuatu yang sudah lama sekali tak ia rasakan. Air mata mulai mengalir dari sudut kedua matanya. Senyuman tipis mulai terukir di wajahnya.
"Mianhae… Jeongmal Mianhae—Go-mawo"
Mendengar ucapan itu Siwon, Zhoumi dan Henry tersenyum lega. Mereka terus berusaha mentransferkan energi mereka, setidaknya agar Yoochun mampu bertahan.
.
.
.
† V.O.Ł †
"Ukh!"
Donghae jatuh terduduk sambil memegangi perutnya yang sudah di pukul berulang kali. Darah segar sudah mengalir dari pucuk kepala nya membuat ia merasakan pusing. Ia melirik ke kanan dan kiri dan mendapatkan Sungmin yang duduk bersender di pohon dengan nafas memburu dan luka di sekujur tubuhnya –tak jauh beda dengan Donghae.
Beberapa saat yang lalu Donghae dan Eunhyuk tiba di perbatasan bagian Timur namun seperti nya mereka sudah sedikit terlambat. Sungmin sudah di penuhi luka-luka walau tetap berusaha melawan sosok lawan mereka yang selalu menyerang dengan sangat cepat.
Pertarungan sengit antara Donghae dan Sungmin melawan sosok penyerang itu terjadi hingga akhirnya mereka keluar dari desa hanya untuk menghindari setiap serangan itu. Dan di sinilah mereka, sebuah hutan dengan pohon yang tidak terlalu banyak dengan tanah beralaskan rumput hijau yang tebal. Terkadang mereka terbang namun karena serangan tanpa henti itu membuat tenaga Sungmin dan Donghae habis sehingga mereka tak mampu untuk terbang kembali.
Kim Junsu –sosok penyerang dengan kecepatan sangat tinggi. Junsu seakan melesat melebihi 3x kecepatan cahaya dan akan menyerang tubuh lawannya. Pukulan dan tendangan sudah di terima berulang kali oleh Sungmin dan Donghae tanpa bisa mengelak apa lagi membalasnya. Mereka tak mampu melihat atau pun merasakan pergerakan Junsu yang terlalu cepat.
"Hyu—kkie" gumam Donghae terbata sembari menatap nanar Eunhyuk yang sejak tadi hanya terdiam di tempat di tatapan tak dapat di artikan—kosong.
TAP
Akhirnya setelah berapa lama bertarung, Junsu kembali menunjukan sosoknya. Ia berdiri tak jauh dari Donghae. Ia memperhatikan Donghae yang tengah menatap arah lain dan ia pun mengikuti arah pandang Donghae. Junsu mengukir senyuman di wajahnya menatap 'mantan' sahabat nya itu.
"Eunhyuk-ah, apa yang kau lakukan di sana eum? Apa kau tak berniat menyambut ku sama sekali?" tanya Junsu tenang.
Tap… Tap…
Junsu melangkahkan kakinya hendak menghampiri nya Eunhyuk namun niatnya itu harus terhalang oleh Donghae yang tiba-tiba muncul di hadapan nya dengan nafas terengah-engah. Donghae melirik Eunhyuk dengan ekor mata nya. Ia mengumpat dalam hati melihat Eunhyuk yang hanya terdiam sejak tadi dan menatap shock pada Junsu.
"U-urusan mu dengan ku belum selesai, Junsu-ya" desis Donghae dengan mata menatap tajam kearah Junsu.
"Ternyata kau masih bergerak Hae" ucap Junsu tenang.
"Jangan banyak bicara!" pekik Donghae kesal.
Clash!
Sebuah pedang cahaya berwarna biru langsung menghunus Junsu namun tanpa bisa terlihat Junsu sudah berpindah tempat membuat Donghae kembali mendesis kesal. Shit! Lagi-lagi serangan gagal.
BUAGH
"Akh!"
Donghae kembali tersungkur saat Junsu memukul tengkuk nya dari belakang. Junsu menginjak punggung Donghae hingga Donghae meringis kesakitan.
"Hae…" gumam Eunhyuk akhirnya setelah berdiam sejak tadi.
"Kau benar-benar tidak berguna" ucap Junsu tajam kepada Donghae. Ia bersiap untuk meninju blue man itu lagi namun ia lebih memilih menghilang –berpindah tempat— untuk menghindari sebuah tongkat cahaya yang terhempas ke arahnya.
Sungmin, sang pelaku pelemparan tongkat cahaya itu tengah berdiri dengan bersender pada pohon. Junsu menyeringai melihat Sungmin dan Donghae yang kembali berdiri dan bersiap menyerang.
"Kalian ingin memulai lagi?" ucap Junsu tenang.
Tanpa menunggu jawaban dari Sungmin dan Donghae. Junsu mulai bergerak lagi.
Sreet~
'Sial, jika begini kami tidak akan bisa menyerang!" batin Sungmin sembari mengedarkan pandangan nya ke seluruh area untuk mencari pergerakan Junsu. Namun nihil! Ia tak bisa melihat sedikit pun sosok Junsu.
"Hyung—"
Donghae menghampiri Sungmin namun tatapannya tetap waspada. Sungmin dan Donghae saling berdiri menghimpitkan punggung. Cara ini untuk mengurangi serangan dari arah belakang.
Duagh!
"Eungh!"
Donghae mulai merasakan hantaman keras di perutnya. Ia meringis kesakitan.
"Hae! Gwen—Akh!"
Kali ini Sungmin yang harus meringis kesakitan karena mendapat tendangan di pangkal pinggangnya. Dan setelahnya serangan beruntun pun kembali di terima kedua nya.
"Huuaaa!"
CLASH
Cahaya berwarna pink keluar dari tubuh Sungmin, cahaya tersebut membesar dan mulai menghempas apa pun di sekitarnya. Setelah itu, Ia pun kembali jatuh berlutut. Tenaga nya benar-benar habis saat ini. Donghae pun ikut merosot ke bawah tak mampu menopang berat tubuhnya lagi.
Junsu melesat mundur saat merasakan cahaya Sungmin. Sedikit saja terlambat maka ia akan terhempas oleh cahaya itu.
"Hen—tikan!"
Suara teriakan menginterupsi pikiran Junsu. Namja itu mengalihkan pandangan nya ke asal teriakan tersebut. Eunhyuk sudah mengepalkan tangannya kesal, gigi nya menggertak marah. Junsu tersenyum dan mulai berjalan menghampiri Eunhyuk.
"Wae hyukkie?" tanya Junsu pelan dengan seringaian di wajahnya.
"Hentikan—ku mohon hentikan Su-ie" ucap Eunhyuk dengan suara bergetar.
"Bagaimana jika aku tak mau?" tantang Junsu dengan seringaian nya membuat Eunhyuk terdiam.
"Bagaimana jika kau saja yang menghentikan ku, Hyukkie? Sudah lama kita tak bermain bukan?" ucap Junsu lagi seraya menepuk pundak Eunhyuk.
"A-aku… Aku—tidak bisa" lirih Eunhyuk sambil menundukkan kepala nya.
"Waeyo hyukkie-ah? Kau tak mau bermain dengan teman mu ini lagi?" tanya Junsu setengah berbisik.
Sungmin dan Donghae hanya mampu memperhatikan Junsu dan Eunhyuk dari tempatnya. Tubuh mereka terasa sangat berat untuk di gerakan. Mereka hanya mampu mengepalkan tangan dan menggertakan gigi geram. Mereka sedikit khawatir dengan Eunhyuk. Jika Donghae tahu kalau lawan yang harus mereka hadapi adalah Junsu, ia pasti akan menyuruh Eunhyuk untuk pergi membantu yang lain saja.
"Hyukkie…" desis Donghae.
"A-ani.. Karena—kau sahabatku, aku tidak bisa melawan-mu" ucap Eunhyuk dengan suara bergetar.
Walaupun sulit untuk di dengar namun dari jarak Junsu yang hanya beberapa centi dari Eunhyuk pasti mampu mendengar ucapan itu dengan jelas. Junsu sedikit tertegun. Ia memandang Eunhyuk dengan tatapan tidak percaya. Namun tatapan itu hanya bertahan beberapa saat. Raut wajah Junsu mulai berubah menjadi—sangat kesal. Bagaimana bisa Eunhyuk masih menganggap nya sahabat?
"Jangan omong kosong! Kau bukan sahabatku lagi!"
BUAGH
"Ukh!"
Junsu menendang tubuh Eunhyuk dengan amarah. Tubuh Eunhyuk terpental ke belakang, punggungnya membentur pohon dengan sangat keras. Eunhyuk terperosot dan jatuh sembari meringis kesakitan. Mata Junsu mulai berubah menjadi hitam kelam dan menatap Eunhyuk tajam.
"Su-ie…" gumam Eunhyuk lirih.
"Kau tidak berhak memanggilku seperti itu lagi!" desis Junsu. Eunhyuk terdiam sambil memegangi perut nya yang nyeri.
"Kalau kau tidak mau menghentikan ku maka bersiaplah untuk mati Eunhyuk-ah!" ucap dingin Junsu membuat Sungmin dan Donghae membulatkan mata nya. Mereka langsung mengalihkan pandangan nya pada Eunhyuk yang masih berdiam sambil menundukan kepala nya.
Junsu mulai mengambil ancang-ancang dan mulai menghilang atau lebih tepatnya berpindah tempat lagi. Tentu saja sasaran utama nya saat ini adalah Eunhyuk.
Wuuzzhhh
DUAGH… BUGH
BRUK…
Sungmin dan Donghae membelalak saat tubuh Eunhyuk sudah mulai mendapatkan pukulan dari berbagai arah. Semua bagian tubuh Eunhyuk mulai dari wajah, tangan, dada, perut, kaki terus mendapatkan hantaman berulang kali namun tak terlihat Eunhyuk berusaha untuk mengelak. Namja manis itu terlihat pasrah dan tidak berbuat apa pun.
"Eunhyuk—pabbo!" desis Donghae geram melihat pemandangan tersebut.
Dengan susah payah, Donghae berusaha berdiri walau kaki nya bergetar seakan tak mau menahan bobot tubuhnya lagi.
"Hae—"
"Hyung, setelah pertarungan ini ingatkan aku untuk menghajar Eunhyuk yang super bodoh itu dengan tangan ku sendiri" desis Donghae. Sungmin hanya menatap nanar Donghae yang terlihat geram menahan marah.
"Hae, apa yang mau—"
Bwooshh
Belum sempat Sungmin menyelesaikan kata-kata nya, Donghae sudah menghilang dari sampingnya. Ia pun mengalihkan tatapan kearah Eunhyuk yang masih tidak berdaya dengan pukulan dari berbagai arah.
Sakit…
Tubuh dan hati nya sangat sakit saat ini. Eunhyuk hanya memejamkan mata nya. Ia berusaha untuk tidak melakukan pertarungan sejak tadi. Ia ingin melakukan perbincangan saja dengan Junsu, mungkin itu bisa membuat Junsu mengurungkan niatnya namun ia salah. Junsu tak bisa di ajak bicara lagi dan sekarang ia lah yang harus merasakan pukulan dari 'mantan' sahabat nya itu.
Eoh?
Eunhyuk mengernyit heran saat tak ada pukulan dan hantaman yang mengenai tubuh nya lagi. Ia masih bisa merasakan udara di sekitar nya bergerak dengan kencang yang menandakan masih ada pergerakan cepat dari lawan namun ia tak merasakan ada pukulan lagi.
"Akh!"
Satu suara rintihan itu berhasil membuat Eunhyuk membuka mata nya lagi. Mata nya langsung membulat kaget saat melihat Donghae sudah duduk berlutut di depan nya dengan penuh luka. Apa yang terjadi?
"Hae?" gumam Eunhyuk sangat lirih.
Sreet
DUAGH
Dengan kaki bergetar Donghae bangkit berdiri dan mulai menghalangi pergerakan Junsu yang hendak menghantam Eunhyuk. Posisi Eunhyuk yang menghimpit pohon sedikit menguntungkan bagi Donghae karena dengan begitu ia bisa fokus menjaga bagian kanan, kiri dan depan saja. Setiap Junsu akan melakukan serangan bagian kiri Eunhyuk maka Donghae akan melesat ke bagian kiri untuk menghalau nya walau hasilnya tubuhnya lah yang terkena pukulan itu. Sepertinya setelah mendapat pukulan ratusan kali itu membuat Donghae mulai bisa membaca pergerakan Junsu walau masih samar.
"Hae…"
Mata Eunhyuk terasa sangat panas melihat Donghae terus menghalang serangan Junsu dengan tubuhnya sendiri. Sebutir air mata akhir nya lolos dari sudut mata nya saat melihat usaha Donghae untuk berdiri dengan kaki yang bergetar itu dan berusaha untuk menghalau semua serangan.
"Hen—tikan Hae-ya" gumam Eunhyuk lirih.
"A-apa kau s-su—dah bangun—hyukkie?" tanya Donghae terbata sambil terus bergerak.
"Hen—tikan!" ucap Eunhyuk lagi dengan nada sedikit tinggi.
"Kau sudah sadar.. hehe—baguslah" ucap Donghae.
"Mian—mianhae. Aku hanya—mampu sampai—di sini, hyuk—"
BRUK
Tubuh Donghae ambruk. Ia sudah tak mampu menahan hantaman lebih dari ini. Kepala nya sudah terasa sangat berat dan tubuh nya terasa hancur.
"Donghae!" teriak Eunhyuk histeris.
Tangisan Eunhyuk akhirnya pecah sudah. Ia mengatupkan tangan nya ke mulut untuk menahan isakan yang ingin keluar. Sahabat nya harus terkapar tak berdaya hanya untuk melindungi mu, bagaimana perasaan mu jika seperti itu? Sakit! Sesak!
Junsu menghentikan pergerakan nya. Ada perasaan janggal yang menyelusup ke dalam hati nya saat melihat Eunhyuk menangis seperti itu. Hal yang paling ia benci dulu adalah melihat Eunhyuk kecil menangis baik dalam hal apa pun. Tatapan nya berubah menjadi nanar menatap Eunhyuk namun ia menggelengkan kepala nya berusaha untuk mengembalikan kesadaran nya dan membuang semua perasaan nya.
"Jangan pernah lengah dalam pertarungan!" teriak Junsu yang langsung memulai bergerak cepat kembali.
Eunhyuk baru saja ingin menghampiri tubuh Donghae namun mata nya terbelalak kaget saat merasakan sesuatu mengarah pada nya. Sebuah cahaya berwarna hitam siap menghantam tubuhnya dari arah depan. Ia bisa merasakan kekuatan yang sangat dashyat dari cahaya tersebut. Jika terkena cahaya itu bisa di pastikan ia akan terluka sangat parah. Ia ingin menghindar namun tubuhnya terasa kaku seperti es yang tak mampu di gerakan nya.
GREP
CRAATTT!
"Akh!"
Nafas Eunhyuk memburu dan jantungnya berdegub puluhan kali lebih cepat. Rasa sesak di dada nya pun semakin menjadi.
"Minnie—hyung…"
Hanya suara bergetar dengan air mata yang terus mengalir yang bisa Eunhyuk lakukan saat ini. Tiba-tiba Sungmin muncul dan memeluk tubuh Eunhyuk dengan sangat erat sesaat sebelum cahaya itu menghantam tubuhnya. Alhasil, cahaya hitam itu menghantam punggung Sungmin. Asap mengepul dari bekas hantaman cahaya itu di punggung Sungmin di sertai dengan darah segar yang langsung memuncrat menodai permukaan tanah di sekitar nya juga mengenai jubah Eunhyuk.
"Hyukkie-ah—gwen—chana-yo?" ucap Sungmin terbata masih dengan pelukan erat nya.
"Hyung…"
"Tidak—apa. Mi—anhae, aku tidak—kuat"
"SUNGMIN HYUNG!"
.
.
-To be Continued-
Annyeong ^ ^
Kembali lagi setelah seminggu lama nya kkkk
Sudah mulai bertarung tapi dengan terpaksa harus di potong kalau tidak kepanjangan banget nanti ._.
Cukup sulit membuat scence pertarungan kayak gini, mianhae kalau kalian gak ngerti dengan imajinasi saya haha Ide tarung lancar di otak tapi saya bingung sendiri menuangkan nya agar jelas dan kalian bisa ikut ke dalam nya (?) masih perlu banyak belajar nih ^ ^v
Thanks buat semua reader tersayang yang masih setia dengan cerita ini. Gomawo /bow/
Replying review :
choichahyun : haha ne, lye juga berharap mereka bisa sama-sama lagi tapi lihat nanti saja deh kkk /slap
KyuChul : ne, mereka berlima harus melawan 15 orang. Gak sebanding sih tapi dengan kekuatan The Dark kekuatan mereka jauh lebih kuat berkali-kali (?) lipat kkk ne, gomawo
Elfma Ayu Sparkyu : hehe ne pertempuran di mulai. Semoga chingu gak bingung ._.v gomawo
Kadera : wkwk ne, lye juga gak tega buat mereka jahat /padahal ini udah jahat/ :D gomawo
Blackyuline : kkk iya gak imbang ya u.u bener, melawan sahabat sama aja kayak ngelawan bagian dari diri kita sendiri. Gomawo
haekyu : udah updet walaupun lama kkk ne, pertempuran di mulai. Semoga gak bingung ya ._.v gomawo
Aisah92 : korban jiwa? Sepertinya tidak, saya tidak tega membuat mereka menjadi korban (?) u.u haha kenapa Kyu gak bisa ingat dan gak bisa menangkap semua signal? Semua akan terungkap saat pertarungan Kyuhyun nanti kkk gomawo
May AngelBunny: tobat gak ya? U.u haha ne, gomawo
Ratnasparkyu : ne, sangat tidak enak. The Dark memang menyeramkan, bayangkan saja jika di dunia ini hanya tak ada cahaya dan hanya kegelapan yang menyelimuti nya u.u gomawo
Kyurielf : apa yang mereka lakukan memang sia-sia. Tapi ada sebuah rasa benci dan tidak terima saat mengingat orang tua mereka meninggal hanya untuk menyegel The Dark. Dan menurut kelima orang itu, orang tua mereka di paksa untuk di korbankan. Hehe Gomawo review nya.
gyu1315 : jangan panic chingu haha ne, dia kan gak bisa ngerasain aura changmin jadi ia gak bodoh untuk mencari sesuatu yang tidak pasti. Ia lebih menunggu toh ia yakin changminnie akan datang sendiri nya kkk ne, gomawo
anggreniputri : annyeong, ne boleh panggil eonni saja.. Cho Kyuhyun, member ke13 di Super Junior yang otomatis menjadi maknae SJ. Posisi nya sebagai main vocal. Kalo mau tau lebih banyak lagi, coba kamu searching mengenai perjalanan mereka atau lihat video "A Walk to Remember SJ" itu video mengenai perjalanan mereka yang sudah di ringkas.. Gomawo ne
arumfishy : ne mereka berkelahi chingu u.u kalo gak ada pertumpahan darah gak seru dong /slap kkk gomawo
Khea : andwee, Kyunnie gak boleh mati kkk ne gomawo udah suka
Princess Kyunie : kkk gomawo sudah mampir ke sini. Yah hasil dari kebanyakan nonton anime juga ini xD sekali lagi gomawo review nya
DIANA ANDIANI : sebenarnya semua prince of light memang di tugaskan untuk menjaga keseimbangan cahaya (?) di dunia manusia kecuali Leeteuk yang punya kewajiban besar di desa. Mianhae jika masih bingung kkk gomawo
Kyuzi : haha gomawo chingu-ya. Mianhae updet nya lemot kayak author yang sempet lemot bikin kelanjutan nya ._.v ne, gomawo riviewnya
Ay : hehe iya, imajinasi lye memang di luar nalar dan bisa bikin orang lain bingung kkk semoga bisa mengerti ya chingu, gomawo review nya
kyuminline1307 : ne memang sudah mulai perang haha he'em mereka memang di peralat tapi mereka tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh The Dark karena mereka percaya dengan kekuatan The Dark. Gomawo
And The Last…
Mind Riview again?
Gomawo /bow/
