Kalian tau kan kalo Yuta sampe begadang nulis ini FF biar kalian seneng u,u
Kalian suka bacanya aja Yuta udah seneng kok u,u
Yuta fast update di ketiga FF Yuta yang lain u,u
Tapi Yuta ikhlas kok u,u #plakk
Yang penting kita semua bahagia (?) :v
"Wow kau benar-benar brengsek Kai!" Chanyeol masih shock mendengar cerita dari sahabatnya itu.
"Iya aku sadar yeol. Bahkan Kyungsoo sudah mengatakan itu berkali-kali tadi pagi" Kai benar-benar lesu. Ia bingung harus dengan cara apalagi agar Kyungsoo mau memaafkannya.
YUTA PRESENTS
FEELING ME? (CHANBAEK)
Main Cast : Park Chanyeol - Byun Baekhyun
Support Cast : Kim Jong In (Kai) - Do Kyungsoo - Kim Joonmyeon (Suho) - Zhang Yixing (Lay) - Xi Luhan - Oh Sehun and Others
Disclaimer : Fanfic ini murni buatan Yuta, tanpa ada copas sedikitpun dari cerita manapun. Mohon maaf bila ada kesamaan, itu tidak disengaja. Fanfic ini hanya terinspirasi dari beberapa pengalaman Yuta selama ini #bapercoy xD
Para tokoh bukan punya siapa-siapa/? Yuta juga bukan punya siapa-siapa xD #abaikan
Warning : YAOI, LEMON, SHOUNEN-AI, BOYS LOVE, MATURE CONTENT, Typos dll. Yang ga suka sama yang berbau homo atau maho atau pasangan sesama jenis mendingan pulang aja/? '-' Yang minat silahkan baca #kedip2
a/n : Fanfic ini terinspirasi dari Lagu DAVICHI - Heaven. Kalian wajib dengerin.
Backsound : DAVICHI - One Person, DAVICHI - The Letter.
~~Happy Reading~~
PUK
Baekhyun menepuk bahu Kyungsoo ketika ia sudah berhasil menemukan Kyungsoo. Kini keduanya telah berada di ruang kesehatan sekolah mereka. Kyungsoo dan Baekhyun terpaksa tidak mengikuti perlajaran pertama dan kedua karena memang tidak memungkinkan kondisi Kyungsoo untuk melanjutkan pelajaran. Maka dari itu Baekhyun mengirim pesan pada Chanyeol untuk meminta izin sampai jam istirahat bahwa Kyungsoo dan Baekhyun tidak bisa mengikuti dua mata pelajaran tersebut.
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dengan Kai sampai kau terlihat berantakan seperti ini Kyung"
Baekhyun berbicara dengan lembut sambil duduk di sebelah Kyungsoo. Mengelus bahu sempit Kyungsoo dan mencoba untuk menenangkannya.
"Hiks hiks, Kami telah melakukannya Baek.. Kai yang memulainya terlebih dahulu saat ia mabuk hiks, aku sudah menolaknya tapi ia malah terus memaksa ku dan aku sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa hiks hiks" Tangis Kyungsoo pecah dalam pelukan Baekhyun.
"Apa yang perlu kau takutkan Kyung? Kau dan Kai saling mencintai. Tidak mungkin Kai akan meninggalkan mu begitu saja setelah ia 'memakai' mu. Aku yakin Kai sangat mencintaimu Kyung. Bisa kau lihat dari caranya meminta maaf padamu? Itu adalah permintaan maaf yang sangat tulus. Tidakkah kau ingin memaafkannya dan kembali seperti dulu lagi?" Baekhyun ikut merasakan apa yang Kyungsoo rasakan.
"Tapi sekarang keadaannya berbeda Baek, Aku sudah kotor. Aku takut bila aku hamil Baek hiks" Ucap Kyungsoo seraya mengusap-usap perutnya yang masih datar itu.
"Percayalah padaku, Kai adalah laki-laki yang baik. Dia pasti akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya Kyung" Baekhyun tersenyum manis berusaha untuk menguatkan Kyungsoo.
"Aku percaya padamu Baek"
Setelah mengatakan itu, Kyungsoo berbaring dikasur diruangan tersebut dan mulai terlelap. Karena Kyungsoo merasakan dirinya saat ini benar-benar sangat lelah.
"Istirahatlah, aku akan menemanimu" Lirih Baekhyun.
.
Saat bel istirahat berbunyi, Baekhyun menyuruh Chanyeol membawa Kai ke ruang kesehatan dimana ia dan Kyungsoo berada. Dan disinilah mereka sekarang. Kai menatap kekasihnya dengan pandangan nanar karena merasa bersalah telah melukai perasaan sosok mungil itu. Kai berjalan ke arah Kyungsoo yang masih terlelap tidur membelakanginya. Memperhatikan wajah damai Kyungsoo beberapa saat, dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir berbentuk love milik Kyungsoo.
"Aku minta maaf sayang.. Sungguh aku menyesal. Bila terjadi sesuatu pada dirimu, aku pasti akan bertanggung jawab. Aku mencintaimu Kyungsoo-ya" Bisik Kai pada telinga Kyungsoo.
Chanyeol dan Baekhyun yang menyaksikan adegan romantis itu kini wajahnya memerah saling menatap canggung satu sama lain merasakan degup jantung masing-masing.
.
"Jesper~~ Appa pulaaaaang" Teriak Chanyeol girang saat ia telah sampai apartemennya sepulang sekolah.
Senyuman lebar Chanyeol seketika menghilang dikala melihat Luhan sedang berpagutan panas dengan seorang lelaki albino yang memakai seragam seperti seragam sekolahnya.
"Se-sehun?" Baekhyun yang muncul dari belakang belakang Chanyeol pun membulatkan matanya karena melihat hoobae mereka yang bernama Sehun itu berada didalam apartement Chanyeol.
Pagutan Luhan dan Sehun terlepas saat menyadari yang empunya apartemen sudah kembali. Wajah Luhan memerah sempurna dan menunduk menahan malu karena tertangkap basah sedang melakukan hal tidak senonoh di apartement orang lain. Sehun hanya memasang wajahnya datar sambil menyeka entah air liur siapa yang tersisa di dagunya.
"Chanyeol, Baekhyun aku bisa menjelaskannya" Luhan tergagap dan hampir meneteskan airmatanya.
"Hyung! Sebenarnya kalian ada hubungan apa hah?! Kalian ini saudara kandung hyung!" Chanyeol sungguh tidak habis pikir dengan apa yang barusan ia lihat.
DEG!
Baekhyun yang mendengar itu tercengang. Jadi, Sehun itu adalah adik kandung Luhan. Pantas saja wajah mereka berdua mirip. Batin Baekhyun.
"Maafkan aku Chanyeol, aku mohon jangan memberitahukannya pada orangtua kami hiks" Luhan mulai terisak.
"Kau tidak perlu meminta maaf hyung, kau tidak salah" Kini Sehun yang berbicara masih dengan wajah datarnya. Ia memeluk tubuh ramping kakak sekaligus kekasih nya itu dengan erat.
"Ini tidak bisa terus disembunyikan Hyung, Aku akan mengatakkannya pada orangtua kalian" Chanyeol baru saja akan berbalik tapi tangannya langsung di cekal oleh Sehun.
"Kau tidak perlu repot-repot. Aku yang akan mengatakannya sendiri pada orangtua ku" kali ini Sehun berbicara serius pada Chanyeol dan menatap tajam pada matanya.
"Se-sehunie" Luhan tidak percaya dengan apa yang dikatakan adikknya barusan.
"Mereka akan membunuh kita berdua Sehun!" Kini Luhan sedikit teriak dan menangis dengan sekencang-kencangnya.
"Aku tidak perduli Hyung! Aku rela mati asal kau selalu bersamaku! Aku mencintaimu Hyung!" Sehun berteriak di hadapan kakaknya dan langsung membawa Luhan kembali kedalam pelukannya.
"Berhenti bersikap konyol dan kekanakan Sehun ah!" Luhan mencoba untuk melepaskan pelukan Sehun.
"Kau juga mencintaiku kan Hyung? Persetan dengan hubungan sedarah kita!"
Sedetik kemudian Sehun langsung melumat bibir tipis Luhan. Luhan terengah-engah karena Sehun menciumnya dengan sangat kasar dan penuh dengan emosi.
"Lep-lepas!" Luhan mendorong tubuh Sehun yang membuat Sehun dengan tidak rela menghentikan ciuman itu.
"Kita bahas ini di rumah Hun, tidak disini! Chanyeol, Baekhyun.. maafkan aku, aku harus segera pulang" Luhan menundukkan kepala di hadapan Chanyeol dan Baekhyun sambil menarik tangan sang adik. Berlalu begitu saja keluar dari kamar apartement itu.
Chanyeol dan Baekhyun saling pandang.
"Kenapa kau tidak mengatakan jika Sehun itu ternyata adik kandung Lu-"
OOOEEEEEEE~ #efeksuaragagal -,-
"Ya ampun Jesper" Baekhyun menepuk dahinya dan segera berlari menuju kamar diikuti dengan Chanyeol dibelakangnya.
Baekhyun segera menggendong tubuh mungil Jesper dan menimang-nimangnya. Menciumi wajah imut Jesper supaya bayi itu tenang dan berhenti menagis.
"Kau bisa membuatkan susu untuk Jesper, Chan? Sepertinya dia kehausan" Pinta Baekhyun pada Chanyeol yang hanya terbengong bingung harus berbuat apa.
"Kau tinggal lihat saja petunjuk dan takarannya di kaleng susu itu" Lanjut Baekhyun yang tahu kalau Chanyeol sedikit bingung.
Tanpa menunggu lama lagi, Chanyeol bergegas ke dapur dan membuatkan susu untuk putra angkatnya itu. Dua menit saja Chanyeol sudah selesai membuatnya dan menyerahkannya pada Baekhyun. Baekhyun menerima botol susu itu lalu meneteskannya di tangannya mengecek suhu nya sudah pas atau belum. Ketika sudah yakin susu itu tidak terlalu panas untuk Jesper, Baekhyun langsung menyodorkan dot itu pada bibir mungil Jesper dan seketika langsung diam itu. Baekhyun dan Chanyeol bernafas lega.
"Kalau diperhatikan, ternyata kau cocok juga ya menjadi ibu Jesper. Wajah kalian juga sangat mirip" Chanyeol mulai menggoda Baekhyun lagi.
"Aku ini namja Chanyeol" Baekhyun memutar bola matanya malas sambil menepuk-nepuk pantat Jesper.
"Kau itu sangat manis dan cantik Baek, tubuhmu kecil dan langsing seperti tubuh wanita, kulitmu putih bersih dan mulus, bibirmu merah merekah dan desahanmu itu sangat seksi saat kau sedang berada di bawahku Baekkie" Chanyeol berbicara panjang lebar mendeskripsikan tentang diri Baekhyun tanpa menyadari Baekhyun sudah mengeluarkan asap dari kepala dan telinganya.
"BISAKAH OTAKMU ITU TIDAK MESUM WALAUPUN SEBENTAR SAJA?! DASAR JERAPAH BERTELINGA GAJAH!" teriakan 5 oktaf Baekhyun kembali muncul.
Dan pasti kalian tahu apa yang akan terjadi setelahnya pada Chanyeol bukan? kkkk~
.
Other Side
BRAKK!
Luhan membanting pintu kamarnya dengan dada yang naik turun menahan emosi.
"Kau tau apa yang kau lakukan OH SEHUN?!" Luhan membentak adiknya yang masih memakai seragam sekolah itu.
"Dan kau tau apa akibatnya kalau sampai orangtua kita mengetahuinya? Ya! KITA AKAN DIUSIR DARI SINI!" Lanjut Luhan dengan amarahnya yang sudah diujung kepala.
Sehun hanya menundukkan kepalanya.
"Jujur aku lelah menyembunyikan hubungan ini pada semua orang Sehun. Lebih baik kita akhiri saja hubungan kita dan hidup sebagai kakak dan adik yang normal seperti orang lain." Luhan merendahkan suaranya. Terasa sangat menyakitkan tetapi ini lah satu-satunya jalan terbaik untuk mereka berdua.
Sehun yang mendengar pernyataan Luhan tidak terima dan langsung mencengkram kuat kedua bahu sang kakak. Rahangnya mengeras dan Luhan dapat melihat luka dalam tatapan mata Sehun. Sehun menatap tajam mata Luhan dan meneteskan airmatanya.
"Ku mohon jangan berkata seperti itu lagi Hyung, Aku mencintaimu sebagai kekasih bukan sebagai kakak. Berjanjilah kau akan tetap berada disampingku apapun yang akan terjadi pada kita nanti" Sehun menangkup kedua pipi Luhan, menatap jauh kedalam mata rusa Luhan dengan tatapan berharap sekaligus memohon.
Luhan menggelengkan kepalanya lemah. Lelaki cantik itu menunduk menyembunyikan tangisannya. Hati Luhan benar-benar sangat sakit saat ini, ia bingung apa yang harus ia lakukan. Disatu sisi ia juga sangat mencintai adiknya itu, tapi disisi lain Luhan sadar bahwa rasa cinta nya itu tertuju pada orang yang salah.
"Tidak, aku tidak bisa. Maafkan aku Sehun" Ucapan final Luhan barusan membuat Sehun naik darah. Ia langsung mengunci pergerakan Luhan dengan detik berikutnya ia membungkam bibir Luhan dengan ciuman nya. Ciuman Sehun lebih kasar daripada ciumannya tadi. Sehun menyedot-nyedot bibir atas dan bawah Luhan. Menyesapnya dengan kuat seolah tidak ada hari esok. Memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan guna mencari posisi yang tepat. Luhan sudah sekuat tenaga menolaknya, tapi tangan Sehun menahan rahangnya dengan kuat dan dengan terpaksa Luhan menanggapi ciuman ganas itu.
Sehun mengunci pintu yang berada dibelakang Luhan dan melempar kunci itu ke sembarang arah. Sehun menggendong tubuh Luhan lalu membawanya ke kasur kakaknya itu tanpa melepaskan ciumannya. Sehun membanting tubuh Luhan disana, Luhan sudah sangat lelah habis menangis dan berteriak-teriak dengan penuh emosi tadi sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sehun menindih tubuh Luhan, dan mulai membuka kemeja seragamnya. Luhan yang terengah-engah seketika pipinya memerah melihat tubuh adiknya yang kini telah beranjak dewasa. Sehun yang sudah diluar kendali langsung menyesap, mencium dan menggigit leher Luhan dengan penuh nafsu. Membuat 'sang korban' hanya bisa mendongakkan kepalanya menahan sensasi aneh yang sedang ia rasakan itu. Sehun meninggalkan banyak 'tanda cinta' di leher dan bahu mulus Luhan.
Entah bagaimana kini keduanya sudah dalam keadaan naked. Sehun semakin bernafsu saja melihat Luhan dibawahnya yang berkeringat dan sedikit membuka bibirnya yang sudah bengkak karena terus di lumat oleh Sehun.
"Bukankah kita sudah pernah melakukan ini hm?" bisik Sehun di telinga Luhan yang membuat Luhan bergidik geli.
Kemudian Sehun mencari-cari lubang Luhan dibawah sana. Dan dengan mudah Sehun menemukan lubang itu dan segera memasukan kedua jarinya kedalam 'cincin berkerut' milik Luhan. Memaju mundurkan jarinya dengan perlahan. Saat dirasa lubang Luhan sudah agak melonggar, Sehun mencabut keluar kedua jarinya dan menggantikannya dengan penis panjangnya yang sudah ereksi itu.
"Aaagghh! sakit Sehun-ah!" Suara Luhan tercekat ditenggorokkannya begitu 'benda panjang dan tumpul' itu menerobos masuk kedalam lubangnya.
"Maafkan aku hyung, tapi kau yang memaksa ku untuk melakukan semua ini"
Dan..
JLEB!
Penis Sehun tertanam seluruhnya di lubang sempit berwarna kemerahan milik Luhan. Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya menahan nyeri pada area bawah tubuhnya itu. Luhan meneteskan airmatanya dan Sehun yang melihat itu segera menjilat air mata Luhan.
"Jangan menangis Hyung, aku tidak ingin melihat air mata brengsek ini keluar lagi dari mata indahmu Hyung" Sehun mengelus-elus sayang pipi Luhan.
Setelah berkata seperti itu, Sehun langsung memaju-mundurkan pinggulnya menggenjot lubang milik sang kakak tercinta. Tangan Sehun tidak hanya menganggur begitu saja, iapun turut mengocok penis sang kakak dengan tempo seirama dengan dorongan penisnya pada lubang Luhan. Entah sudah berapa kali genjotan yang Sehun lakukan pada Luhan, mungkin ratusan?
"eungh! hahh! hahh!" Desahan Luhan memenuhi ruangan yang kedap suara itu.
Sehun semakin bersemangat saat mendengar desahan yang Luhan keluarkan. Akhirnya hanya dengan beberapa kali genjotan lagi, mereka telah sampai pada puncaknya. Merasakan nikmat yang diberikan pada pasangan mereka masing-masing.
'Maafkan aku Hyung, aku harus melakukan ini agar kau tetap menjadi milikku dan agar orang tua kita merestui hubungan terlarang kita' ucap Sehun dalam hati.
Crott crott crott!
Dan Sehun mengeluarkan seluruh spermanya di dalam lubang Luhan. Sehun sebenarnya tau jika Luhan adalah orang yang special, Luhan adalah seorang pria yang memiliki rahim didalam perutnya. Tetapi Sehun terpaksa melakukan ini agar Luhan hamil dan akhirnya mereka bisa bersama selamanya karena terdapat benih Sehun yang tertanam disana.
Saat Sehun merasakan semua cairannya sudah habis ia keluarkan, perlahan-lahan ia mencabut penisnya. Sedangkan Luhan? Entah sejak kapan ia telah terlelap dengan wajah yang sangat kelelahan.
"Mianhae hyung, jeongmal mianhaeyo" Bisik Sehun didepan bibir Luhan dan mengecup bibir itu lagi sekilas.
Kini keduanya telah berada dialam mimpi masing-masing setelah kelelahan dengan kegiatan bercinta mereka yang penuh emosi itu.
.
(Ntar dulu, Yuta keringetan abis ngetik ini -,- hufftt hufftt huaahh~(?)
.
.
~3 years laters~
(Yuta skip ke tiga tahun kedepan aja ya.. biar ga kebanyakan cincong dan basa-basi yang membosankan :v)
Sesosok lelaki manis sedang menghirup udara segar pagi hari di sebuah balkon apartement. Lelaki manis itu memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya sembari menikmati semilir angin yang berhembus. Menggerakan anak rambutnya dengan desiran angin yang sejuk lalu berhembus ke wajah cantiknya dengan lembut. Membelai pipinya yang sedikit merona semakin terlihat lengkap dengan senyuman bibirnya yang sangat menawan dan menarik perhatian siapapun yang melihatnya.
Lelaki manis itu bernama Byun Baekhyun, yang kini sedang tertawa karena ada sesosok lelaki lain yang memiliki postur tubuh tinggi yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang. Baekhyun memutar tubuhnya ke arah lelaki itu dan mengalungkan tangan kurusnya ke leher lelaki yang ada dihadapannya. Tersenyum lagi menampilkan eyesmile nya yang membuat lelaki di hadapan nya kini gemas dan menundukkan kepalanya agar sejajar dengan dengan wajah imut Baekhyun. Lelaki tinggi itu berbicara lewat matanya dan seolah Baekhyun mengerti dengan tatapan itu, Baekhyun langsung menganggukkan kepalanya dan pada detik berikutnya kedua belah bibir pasangan adam itu bertemu dan saling memagut lembut.
"eunghhh~" desah lelaki mungil itu sambil memejamkan matanya.
Baekhyun selalu saja lemah tak berdaya bila sudah berhadapan dengan lelaki tinggi itu. Lututnya serasa lemas tak mampu menopang berat tubuhnya dikala ia merasakan sentuhan yang memabukkan dari pria yang masih memagutnya ini.
Ciuman itu semakin lama semakin intens. Baekhyun membendung hasratnya dengan menangkup rahang tegas lelaki tinggi itu lalu mengelusnya dengan jemari lentiknya.
Pria tinggi itu mengangkat tubuh Baekhyun dan menggendongnya ala Bridal Style, tanpa melepas ciumannya memasuki kamar yang berada tak jauh dari balkon itu. Di hempaskan tubuh keduanya di atas sebuah kasur empuk dan lembut yang memiliki ukuran King Size itu.
Baekhyun melepas satu-persatu kancing pria itu sambil menggigit bibir bawahnya dan menatap pria itu dengan tatapan yang errr~ sangat menggoda. Baekhyun membalik posisi mereka, kini Baekhyunlah yang berada diatas pria itu.
Baekhyun tersenyum lagi, tapi kali ini senyum Baekhyun dihiasi dengan smirk dan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir pria itu lalu berbisik..
"ayo lakukan ini dengan cepat, bukankah kau sudah menunggu moment ini sayang? eunghh!"
Baekhyun berbicara dengan ekspresi nakalnya sambil meremas penisnya sendiri yang masih terbungkus celana itu.
.
TBC
.
NC nya banyak bgt ya? -_-
bodo amat ahh, Yuta lagi mood nulis NC wkwkwk :v
Maaf juga kalo pendek, biar kalian penasaran :v
Kira-kira siapa ya laki-laki itu? laki-laki 3 tahun di masa depan Baekhyun?
Apa masih Chanyeol? Atau lelaki lain? Atau Sehun? Atau Kai? Atau Suho? Atau... KRIS? O_O
Silahkan kalian mengira-ngira dengan imajinasi kalian kkkk~
Reviewnya yaa :*
Thanks A Lot!
